Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Literatur: Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa dalam Pembelajaran IPAS Melalui Model Team Games Tournament (TGT) Qoirina, Nabila Sabha; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107387

Abstract

Collaborative skills play a crucial role in preparing students to face the challenges of 21st-century education, particularly in the IPAS (Science and Social Studies Integration) subject at the elementary school level. This study aims to review the literature on the Team Games Tournament (TGT) model to improve students' collaborative skills. The study employs a qualitative method with a systematic literature review approach, drawing from various academic sources published between 2020 and 2025, including journals, books, and previous relevant studies. A total of four scientific articles were selected using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) method to identify appropriate sources. The subjects of this study are students who demonstrate low levels of collaborative skills. The review findings indicate that the TGT model is effective in creating a collaborative learning environment, enabling students to actively contribute, work productively with others, take responsibility, show flexibility and willingness to compromise, and communicate effectively. Therefore, the Team Games Tournament (TGT) model is recommended as an educational innovation in IPAS learning to enhance collaborative skills among elementary school students.Keterampilan kolaborasi berperan penting dalam membekali siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad 21, khususnya dalam mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji literatur tentang Model Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (systematic literature review) dari berbagai sumber akademik rentang tahun 2020-2025 seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya sejumlah empat artikel ilmiah dengan yang menggunakan proses pengumpulan data PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) untuk mendapatkan jurnal yang dibutuhkan. Subjek kajian ini yaitu peserta didik yang masih rendah untuk keterampilan kolaborasi. Hasil kajian menunjukkan model Team Games Tournament (TGT) terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar kolaboratif yang mampu memfasilitasi siswa untuk berkontribusi secara aktif, bekerja sama secara produktif, sikap tanggung jawab, fleksibel dan kompromi serta omunikasi. Dengan demikian, model Team Games Tournament (TGT) dapat direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran IPAS untuk peningkatan keterampilan kolaboratif pada siswa sekolah dasar.
Transformasi Peran Guru Sekolah Dasar pada Pembelajaran Abad 21 Basuki, Sigit Rahmat; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107442

Abstract

The rapid advancement of technology and social change in the 21st century has demanded a major transformation in the role of primary school teachers—from traditional instructors to active, adaptive, and innovative facilitators. This article aims to explore how the transformation of teacher roles supports the development of students’ 21st-century skills and what competencies are needed to meet modern educational challenges. The method used is a literature review with a qualitative descriptive approach based on ten relevant scholarly articles. The findings emphasize three main aspects: (1) shifting from teacher-centered to student-centered learning, (2) strengthening digital literacy and integrating learning technologies, and (3) applying project- and problem-based approaches to develop 4C skills. This study recommends continuous training, an innovative school culture, and supporting infrastructure to enable teachers to perform their roles effectively in the digital era.Perkembangan teknologi dan perubahan sosial pada abad ke-21 menuntut transformasi signifikan dalam peran guru sekolah dasar, dari pengajar tradisional menjadi fasilitator pembelajaran yang aktif, adaptif, dan inovatif. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana transformasi peran guru sekolah dasar dapat mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 siswa, serta kompetensi apa saja yang dibutuhkan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap sepuluh artikel ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi peran guru mencakup tiga fokus utama: (1) perubahan dari teacher-centered menjadi student-centered learning, (2) penguatan literasi digital dan integrasi teknologi pembelajaran, serta (3) penerapan pendekatan berbasis proyek dan masalah untuk pengembangan keterampilan 4C. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan, budaya inovatif di sekolah, serta infrastruktur pendukung agar guru mampu menjalankan perannya secara optimal di era digital.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar Wahyono, Wahyono; Safitri, Nur Vina; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna; Surya, Anesa; Suhartono, Suhartono; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.111169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV di SD Negeri 1 Sidoharum dan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV sebanyak 26 siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari tes tertulis dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori sedang atau cukup kritis. Hasil analisis per indikator menunjukkan bahwa interpretasi, analisis, dan inferensi berada pada kategori sedang atau cukup, sedangkan kategori evaluasi berada pada kategori rendah. Hasil ini mengindikasikan bahwa perlu dikembangkan strategi, metode, model, maupun media pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk memfasilitasi keterampilan berpikir kritis siswa.
Pelatihan Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Sekolah Dasar Achmad Basari Eko Wahyudi; Moh. Salimi; Suhartono Suhartono; Ratna Hidayah; Anesa Surya
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i1.9935

Abstract

 In this era of technological advancement, students face various challenges, both now and in the future, that are uncertain, uncertain, complex, ambiguous, and difficult to predict. These challenges can only be addressed through educational transformation to achieve quality and equitable education for all. Teachers should be able to facilitate each student according to their diverse learning needs. The objectives of this community service project are: 1) to describe the implementation of mentoring for the immersive learning approach in elementary schools, and 2) to describe the profile of teachers' abilities in implementing the immersive learning approach in elementary schools. This community service project was designed to provide training to principals and elementary school teachers in the Mirit District to design, implement, and evaluate the immersive learning approach. This community service project proceeded smoothly with various activities including: discussions on strengthening partnerships, training on developing immersive learning tools, immersive learning peerteaching practices, and discussions on evaluation and follow-up. Furthermore, teacher competency in immersive learning has developed, as seen from the immersive learning approach framework, namely understanding the eight dimensions of graduate profiles, learning principles, learning experiences, and the immersive learning framework.
Hubungan antara Kemampuan Komunikasi Guru dengan Minat Belajar Siswa Kelas V SDN Gugus Sunan Giri Kecamatan Demak Tahun Ajaran 2024/2025 Maria Damayanti Iffada Zulfa; Muhamad Chamdani; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.99072

Abstract

Guru yang interaktif dan bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan siswa dapat membangun suasana belajar yang menyenangkan sehingga menumbuhkan minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan komunikasi guru dengan minat belajar siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh dari hasil menyebarkan kuisioner kepada siswa kelas V SDN Gugus Sunan Giri yang berjumlah 153 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi guru dengan minat belajar siswa dengan nilai rhitung 0,638, lebih besar dari nilai rtabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=153, yakni sebesar 0,1562. Hal ini mengindikasikan bahwa Ha dapat diterima, menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan komunikasi guru dengan minat belajar siswa di kelas V. Berdasarkan nilai koefisien korelasi 0,638, hubungan ini tergolong dalam kategori yang kuat, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi guru dengan minat belajar siswa di kelas V SDN Gugus Sunan Giri Kecamatan Demak, Kabupaten Demak Simpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi guru dengan minat belajar siswa kelas V SDN Gugus Sunan Giri Kecamatan Demak.
Inovasi Pembelajaran: Penerapan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Projek untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa SD Ristha Gheaza Antika; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105297

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menciptakan hal baru dalam bentuk ide atau produk nyata yang berbeda dari yang sebelumnya ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model CTL berbasis projek serta menganalisis peningkatannya terhadap kreativitas dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilakukan dalam tiga siklus, dengan melibatkan 20 siswa kelas II SD Negeri 6 Panjer. Teknik analisis data pada penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahapan implementasi CTL berbasis projek meliputi: (1) mengkontruksikan pengetahuan yang dimiliki siswa, (2) melakukan kegiatan penemuan, (3) mendorong siswa bertanya, (4) menciptakan belajar kelompok, (5) memunculkan model yaitu menghadirkan pembelajaran berbasis projek, (6) melakukan refleksi, dan (7) melakukan penilaian objektif. Hasil penelitan menunjukkan peningkatan kinerja guru dan siswa di setiap siklus. Observasi terhadap guru meningkat dari 78,96% (siklus I) menjadi 84,42% (siklus II), dan 93,25% (siklus III). Observasi terhadap siswa menunjukkan peningkatan dari 78,76% (siklus I) menjadi 84,32% (siklus II), dan 94,54% (siklus III). Persentase ketuntasan kreativitas siswa juga meningkat dari 82,22% (siklus I), menjadi 83,67% (siklus II), dan mencapai 95% pada siklus III. Dengan demikian, penerapan model Contextual Teaching And Learning berbasis projek dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas II SD.
Penerapan Model Inkuiri Pictorial Riddle untuk Meningkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Pada Siswa SD Puri Rakhmawati; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pembelajaran yang berorientasi pada guru dengan minimnya interaksi diskusi dan kerja sama antar siswa. Tujuan penelitian mendeskripsikan langkah penerapan model inkuiri pictorial riddle, meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa, serta mengidentifikasi kendala dan solusinya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek guru dan siswa kelas V SDN Ambalkliwonan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan teknik nontes dan teknik tes. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian  data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) penerapan model inkuiri pictorial riddle menggunakan 5 langkah yakni penyajian masalah dengan gambar yang mengandung teka-teki, mengidentifikasi masalah secara berkelompok, melakukan pengamatan berdasarkan riddle, merumuskan penjelasan melalui diskusi, melakukan tanya jawab, (2) ketuntasan kerja sama menunjukkan peningkatan dari 77,75% menjadi 93,577% pada siklus III. (3) peningkatan hasil belajar dari 56% menjadi 92%. (4) Kendala utama adalah siswa kurang percaya diri dan belum mendalam dalam identifikasi masalah. Solusinya adalah guru aktif memfasilitasi dan memberi arahan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa model inkuiri pictorial riddle efektif meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa.
Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Penyajian Data Pada Siswa Kelas V SDN Poncowarno Tahun Ajaran 2021/2022 Aprilia Sekar Kinasih; Wahyudi Wahyudi; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.84027

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan hasil belajar Matematika pada penyajian data siswa kelas V SDN Poncowarno tahun ajaran 2021/2022. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas tiga siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan tes. Hasil riset menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar Matematika, meningkat dari 83,33% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II dan III. Langkah-langkah RME, seperti memahami masalah kontekstual, menjelaskan masalah kontekstual, menyelesaikan masalah kontekstual, membandingkan dan mendiskusikan jawaban, dan menyimpulkan. Meskipun berhasil, penelitian menghadapi kendala, Solusi untuk kendala penerapan RME, seperti kesulitan dalam menyusun materi pembelajaran sesuai situasi nyata, adalah meningkatkan kerjasama guru matematika dengan praktisi industri atau ahli terkait. Dengan melibatkan mereka dalam penyusunan materi, guru dapat memperoleh wawasan langsung tentang situasi nyata dalam penerapan matematika, menjadikan materi pembelajaran lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi positif pada pengembangan metode pembelajaran Matematika yang lebih kontekstual melalui pendekatan RME, dengan mengidentifikasi dan mengatasi beberapa tantangan implementasinya.
Penerapan Metode Game Based Learning (GBL) dengan Media GimKit untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi Kerjasama di Lingkunganku Kelas IV SDN 1 Karangduwur 2024/2025 Fahmi Muafa Rusydi; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode Game Based Learning dengan media GimKit; meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila; mendeskripsikan kendala dan solusi yang didapatkan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan guru dan 36 siswa kelas IV SDN Karangduwur. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penerapan metode GBL dengan media GimKit menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan menerapkan GBL dengan media GimKit,  meningkatnya hasil belajar dengan rata-rata persentase siklus I= 69,44%, siklus II= 80,56%, dan siklus III= 86,11%.Kendala yang dihadapi yaitu siswa belum terbiasa untuk menyampaikan pendapat, mempresentasikan hasil diskusi dan membuat rangkuman dari materi yang didapatkan. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode GBL dengan media GimKit mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV SDN 1 Karangduwur tahun ajaran 2024/2025
Model Pembelajaran Polya: Menumbuhkan Keterampilan Numerasi dan Kemandirian Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Marfuatul Khasanah; Kartika Chrysti Suryandari; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.86786

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi belum diterapkannya model pembelajaran yang tepat dalam pemecahan masalah sehingga keterampilan numerasi siswa rendah serta kurangnya variasi penggunaan media pembelajaran khususnya media konkret saat pembelajaran juga berpengaruh pada kemandirian belajar siswa. kurang mandiri dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan model pembelajaran Polya; meningkatkan keterampilan numerasi Matematika materi bangun ruang; dan meningkatkan kemandirian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Jatisari yang menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian penggunaan model pembelajaran Polya melalui langkah-langkah: (1) memahami masalah; (2) merencanakan penyelesaian; (3) melaksanakan penyelesaian; dan (4) mengecek kembali jawaban. Ketuntasan keterampilan numerasi pada siklus I = 64,88%, siklus II = 77,58%, dan siklus III = 92,46% sedangkan ketuntasan kemandirian siswa pada siklus I = 69,18%, siklus II = 78,38% dan siklus III = 87,98%.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Polya dapat meningkatkan keterampilan numerasi Matematika materi bangun ruang dan kemandirian pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jatisari.
Co-Authors . Haryanto AA Sudharmawan, AA Abdur Rasyid, Abdur Achmad Basari Eko Wahyudi Achmad Basari Eko Wahyudi afrida conniestia ikhsani Afrida Muarifa Agung Rahmanto Agusdianita, Neza Ainun Mahfuzah Aji, Setyo Bayu Akbar Maulana Hidayat Alfina Tri Buanawati Ali Djamhuri Ali Mustadi Amanda Putri Nurjanah Amiliyah Amiliyah Anesa Surya Anesa Surya Ani Purwanti Annisa Fajar Rahmawati Aprilia Sekar Kinasih Arni Ambarwati Arsy, Rahma Auliya Atmaja, Purwaka Aziz, Rindi Banu Setyo Adi Banu Setyo Adi Basuki, Sigit Rahmat chamdani, Muh chamdani Cucuk Wawan Budiyanto Dede Salim Nahdi Desky Arma Sagita Dewi Astuti Dewi Astuti Dewi Astuti Diniah, Solikhatun Diyani Ayu Karimizzah Ega Listianingsih Eka Setya Septiningrum Eko Andri Susilo Erlynda Ayu Kusumawati Fahmi Muafa Rusydi Faizuna Istaqimi Fajari, Laksmi Evasufi Widi Farikhah, Nur Alfi Farkhani Muthoharoh Fauziah, Muna Fera Indriyansyah Filzah Dea Salsabillah Hanaan Rofiiqoh Hasan Zainnuri Hasan Zainuri Hasan Zainurri Hasanah, Nurjihan Hidayat, Akbar Maulana Indayana, Sheiyla Anggraeni Indrianingsih, Novia Indrianingsih Intan Aprilia Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah, Istinganatuzzakiyah Jayawarsa, A.A. Ketut Joharman Joharman Jupriyanto, Jupriyanto Karsono Karsono Karsono Karsono Kartika Chrysti Suryandari Khasanah, Wahyu Khasanudin Arrifa'i Khoiriyyah, Wandan Hafidah Laksita Rahma Faiza Laksmi Evasufi Widi Fajari Laksmi Evasufi Widi Fajari Latifah Indriani Lhinatul Arivvia Rachma Lilis Muryani Linda Safitri Lintang, Niken Sekar Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani, Listiyani Litasari, Vena Nur Marfuatul Khasanah Maria Damayanti Iffada Zulfa Maudhi Cinthia Larasati Melani Damaiyati Subarkah Moh Salimi Moh Salimi Moh. Salimi Mohamad Gilar Jatisunda Muh. Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhammad Nur Wangid Muna Fauziah Muna Fauziah Muslihah, Sri Nafida Yusti Amalia Nanda Eka Saputri Nathania Janani Haryanto Nawang Setiasih Neni Anggriyaningsih Neza Agusdianita Ngatman, Ngatman Nicken Noviana Ning Dainty Restiani Ning Dainty Restiani Ningrum, Risky Aulia Novita Sari Nur Alfi Farikhah Nur Hidayah Nur, Tsalis Mukhammad Nurfaidah, Vivi Nurham Hahsa Nurjihan Hasanah Nurriskah, Yuniatun Dwi Nurudin, Fajar Nurul Safitri Nurul Safitri Oktavia Dian Anggitasari Pramukti, Ratna Handayani Pratiwi Pujiastuti Puri Rakhmawati Purwanti, Septy Dewi Qoirina, Nabila Sabha Qori Septiani Rachma Mutiara Dewi Rachma, Lhinatul Arivvia Rahmadani, Kurniati Rahmah Karuniawati Rakai Paksi Hinu Sadhewo Ramadhan Putra Pratama Ratna Handayani Pramukti Rewinta, Rewinta Rifa Alimah Risky Aulia Ningrum Risma Rahmawati Risma Widya Cahyani Ristha Gheaza Antika Rizki Aulia Rodatus Sofiah Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Rumiati Rumiati S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Nur Vina Septiani, Qori Septiningrum, Eka Setya Septy Dewi Purwanti Septy Dewi Purwanti Setyawati, Yuliana Siska Fitri Purbayani Siti Fatimah Solikhatun Diniah Solikhatun Diniah Solly Aryza Suci Permatasari Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulistianingsih Sulistianingsih Sumayyah Sumayyah Susilo, Eko Andri Suwarjo, Suwarjo Tarma Tia Febri Astuti Tommy Tanu Wijaya Tri Irmawati Tri Purna Widiyani Tri Saptuti Susiani Ujiati Cahyaningsih Umalihayati Umi Hanifah Umi Hanifah Umi Roudoh Uswatun Hasanah Vena Nur Litasari Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyu Khasanah Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Westu Sedyo Kinasih Widiyani, Tri Purna Wijaya, Tommy Tanu Wuri Wuryandani Wury Wuryandani Yatiningsih Yatiningsih Yeni Jayanti Yuliana Setyawati Yunia Nur Arifah Yunita Sari Zahrotun Nafi' Zaiful Hidayat Zainnuri, Hasan Zainurri, Hasan Zyahra Rinjani