Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Talking Stick Berbantuan Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Bahasa Indonesia Siswa Kelas I SD Zyahra Rinjani; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101727

Abstract

Keterampilan membaca permulaan merupakan hal penting untuk pengembangan keterampilan membaca lanjutan. Pembelajaran membaca permulaan bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan mengenal huruf, suku kata, kata, dan kalimat, serta membaca dengan lancar dan fasih. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Talking Stick berbantuan aplikasi Canva; (2) meningkatkan keterampilan membaca permulaan; (3) mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I SDN Arjowinangun yang berjumlah 15 siswa dengan 8nlaki-laki dan 7 perempuan. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Talking Stick berbantuan aplikasi Canva dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siklus I=74,15, siklus II= 82,17, siklus III=88,72. Kendala yang dialami dalam penelitian ini salah satunya adalah peserta didik kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Talking Stick berbantuan aplikasi Canva dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas I SDN Arjowinangun tahun ajaran 2024/2025.
Model Discovery Learning Berbantuan Quizizz Paper Mode sebagai Upaya Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS pada Siswa SD Oktavia Dian Anggitasari; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104207

Abstract

Keberhasilan pembelajaran IPAS tidak hanya bergantung pada struktur kurikulum, namun juga dipengaruhi oleh motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah penerapan model Discovery Learning dengan media Quizizz Paper Mode; (2) meningkatkan motivasi dan hasil belajar; dan (3) mengidentifikasi kendala dan solusinya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam tiga siklus dengan data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan ini yaitu guru dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Bumirejo. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Model Discovery Learning dengan media Quizizz Paper Mode diterapkan melalui enam langkah, yaitu: (1) pemberian rangsangan; (2) mengidentifikasi masalah; (3) pengumpulan data; (4) pengolahan data; (5) verification dengan media Quizizz Paper Mode; dan (6) membuat kesimpulan dengan media Quizizz Paper Mode. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase observasi guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan media Quizizz Paper Mode terus mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Persentase motivasi belajar siswa kelas IV pada siklus I = 74%, siklus II = 85%, dan siklus III= 87%. Hasil observasi hasil belajar siswa meningkat dari 75% di siklus I, 84% di siklus II, dan 87% di siklus III.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match dengan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa SD Melani Damaiyati Subarkah; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.104826

Abstract

Keterampilan menulis menjadi salah satu keterampilanyang harus dikuasai oleh peserta didik terutama pada pembelajaran bahasa Inggris.Tujuan pada penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa kelas IV melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dengan media audiovisual. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Data yang digunakan data kuantitatif dan kualitatif. Ada 6 langkah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dengan media audiovisual. Persentase ketuntasan siswa pada keterampilan menulis bahasa Inggris siklus I = 84,9%, siklus II = 86,3%, dan siklus III = 88,6% dengan rata-rata 86,6%. Hasil pengamatan dari penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dengan media audiovisual menunjukkan peningkatan. Hasil observasi guru siklus I= 84,5%; siklus II= 88,83%; siklus III= 92,33%. Hasil observasi siswa siklus I= 83%; siklus II= 90,33%; siklus III= 95,67%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dengan media audiovisual dapat meningkatkan keterampilan menulis bahasa Inggris pada siswa kelas IV.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing dengan Media Papan Pintar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran IPAS Kelas V SD Negeri Sitirejo Tahun Ajaran 2024/2025 Risma Widya Cahyani; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103092

Abstract

Perubahan dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka menyebabkan materi pembelajaran IPA dan IPS disatukan menjadi IPAS, di mana salah satu fokus utama adalah keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah model inkuiri terbimbing dengan media papan pintar, meningkatkan keterampilan proses sains, serta mendeskripsikan kendala dan solusi. Metode penelitian PTK kolaboratif dengan guru dan 16 siswa kelas V sebagai subjek. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penerapan model inkuiri terbimbing dengan media papan pintar dengan langkah orientasi masalah, merumuskan masalah dengan media papan pintar, membuat hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan membuat kesimpulan. Peningkatan keterampilan proses sains pada siklus I =77,51%, siklus II=86,56%, siklus III=91,56%. Kendala yang muncul meliputi siswa yang pasif serta kurang percaya diri, kesulitan mengerjakan tugas secara individu, dan pemberian apresiasi yang tidak merata. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu model inkuiri terbimbing dengan media papan pinta dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V SD Negeri Sitirejo Tahun Ajaran 2024/2025. 
Immersive Virtual Reality in Primary Education: A Systematic Literature Review on 21st Century Learning Integration Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna; Agusdianita, Neza; Adi, Banu Setyo; Tarma, Tarma; Zainurri, Hasan
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v4i1.2641

Abstract

Purpose of the study: This study aims to review recent empirical studies on the use of Virtual Reality (VR) in primary education, with particular attention to how different levels of immersion contribute to 21st-century learning. Methodology: This study followed PRISMA guidelines for a systematic literature review. Searches were conducted in Scopus, Web of Science, ERIC, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords (“Virtual Reality” OR “VR”) AND (“Primary Education” OR “Elementary School”). A total of 124 records were identified, 12 duplicates were removed, 34 records were screened, and 21 studies were included for final synthesis based on the eligibility criteria (peer-reviewed, 2019–2025, English, primary education context, full text accessible). Data were synthesized through qualitative content analysis by categorizing studies according to VR types (non-immersive, semi-immersive, fully immersive) and reported learning outcomes related to 21st-century skills. Main Findings: The research results indicate that: (1) Non-Immersive VR provides ease of access and use with a learning experience that is still limited to basic interactions; (2) Semi-immersive VR offers a more interactive and immersive learning experience through the use of more realistic simulations and visualizations; and (3) Fully immersive VR was most frequently reported in the reviewed studies and was associated with deeper multisensory engagement, enhanced conceptual understanding, and the development of 21st-century skills in primary education. Novelty/Originality of this study: This study offers a comparative synthesis of non-immersive, semi-immersive, and fully immersive VR in primary education and highlights the pedagogical factors that shape their educational contribution.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERORIENTASI ECOLITERACY DI SEKOLAH DASAR Salimi, Moh; Hidayah, Ratna; Karsono, Karsono; Fauziah, Muna; Astuti, Dewi
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): (October 2025)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/y2fv4077

Abstract

Sustainable development as part of Natural Resource conservation needs to be implemented properly, one of which is through the ecoliteracy movement, so that students are expected to have a good understanding of the environment. This community service activity aims to develop ecoliteracy-oriented learning. This mentoring activity was carried out at Wonorejo 1 Public Elementary School, Kebumen Regency. The subjects in this mentoring activity included the principal, teachers, and school supervisors. Mentoring and training were used in this community service model. This mentoring was implemented in three main stages, namely the mass teaching method, the group teaching method, and the individual teaching method. The activity procedures included fulfilling partnerships, training on the implementation of ecoliteracy-oriented learning, and the implementation of ecoliteracy-oriented learning in upper and lower grades. The findings showed that the ecoliteracy-oriented learning process was implemented smoothly through the In, On, and In scheme. Ecoliteracy-oriented learning produces (1) a quality learning process, characterized by a variety of enjoyable learning activities and continuously developing ecoliteracy competencies, and (2) mentoring activities have an impact on learning activities including increasing student-to-student interactions and student interactions with media as well as increasing ecoliteracy in the head/cognitive, hands/activity, and heart/emotional aspects. Integrating environmental knowledge into formal education, providing direct experience, and fostering empathy and inclusivity. Schools can develop students who are not only environmentally aware but also proactive in implementing sustainable practices.
IMBAS NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Yuliana Setyawati; Qori Septiani; Risky Aulia Ningrum; Ratna Hidayah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1530

Abstract

Pendidikan dalam perkembangannya tidak dapat lepas dari pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Perkembangan globalisasi telah tampak dan mulai ada sekitar 1000 dan 1500 M. Saat itu ditandai dengan adanya interaksi dalam hubungan antar bangsa di dunia, mulai dari para pedagang melalui jalur darat maupun jalur laut. Para pedagang selain melakukan perdagangan mereka juga menyebarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai sosial, seni, dan pendidikan. Sistem pendidikan di era dahulu dengan era globalisasi sangat berbeda, misalnya saja pada pembelajaran. Jika dahulu dilakukan secara tatap muka maka sekarang pembelajaran bisa dilakukan dengan tatap maya dimanapun berada. Hal ini mengakibatkan kurangnya komunikasi antara guru dan siswa. Imbas negatif dari globalisasi di bidang pendidikan lainnya yaitu pengelompokan status sosial, melemahnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara, menurunnya kualitas moral siswa, tergerusnya kebudayaan local, dan munculnya tradisi serba cepat.Sebagai warga negara Indonesia yang kental akan budaya, sudah seharusnya kita menyaring hal-hal yang masuk. Karena jika tidak dapat menggerus budaya local yang sudah ada. Karena tidak semua budaya luar itu cocok dengan budaya kita. Saran bagi penulisan selanjutnya semoga dapat lebih divariasikan sumber dan topic pembahasan agar semakin menarik.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Suhartono, Suhartono; Ngatman, Ngatman; Wahyono, Wahyono; Susiani, Tri Saptuti; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82371

Abstract

Setiap murid itu memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda, guru seharusya mampu memfasilitasi setiap murid sesuai dengan kebutuhan belajarnya yang beragam. Tujuan pengabdian ini adalah: 1) mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan pembelajaran  berdiferensiasi di sekolah dasar, dan 2) mendeskripsikan profil kemampuan guru implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Pengabdian ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada 99 orang kepala sekolah dan guru SD di wilayah Kecamatan Pejagoan untuk merancang, melaksakan, dan mengevaluasi dalam pembelajaran berdiferensiasi. Pengabdian ini berjalan lancar dengan berbagai kegiatan meliputi: diskusi penguatan kemitraan, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berdiferensiasi, praktik peerteaching pembelajaran berdiferensiasi, serta diskusi evaluasi dan tindaklanjut. Selain itu kompetensi guru dalam pembelajaran diferensiasi mengalami perkembangan dilihat dari sisi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.  
Pendampingan Implementasi Pembelajaran Berorientasi Social Skills di Sekolah Dasar Salimi, Moh; Susiani, Tri Saptuti; Hidayah, Ratna; Karsono, Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.86335

Abstract

Social skills menjadi fokus bersama pada Kurikulum Merdeka yang tercermin pada Profil Pelajar Pancasila. Pencapaian Profil Pelajar Pancasila memerlukan kemitraan banyak pihak, termasuk kemitraan antara Sekolah dan LPTK. Tujuan Pengabdian ini adalah mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada social skills. Pengabdian ini menggunakan pola pendampingan dan pelatihan. Pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar melalui penerapan kegiatan: In, On, dan In. Kualitas pembelajaran berorientasi social skills mengalami perkembangan yang terlihat dari aktivitas belajar yang berkembang baik dan kompetensi social skills yang berkembang baik.
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Permatasari, Suci; Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Co-Authors . Haryanto AA Sudharmawan, AA Abdur Rasyid, Abdur Achmad Basari Eko Wahyudi Achmad Basari Eko Wahyudi afrida conniestia ikhsani Afrida Muarifa Agung Rahmanto Agusdianita, Neza Ainun Mahfuzah Aji, Setyo Bayu Akbar Maulana Hidayat Alfina Tri Buanawati Ali Djamhuri Ali Mustadi Amanda Putri Nurjanah Amiliyah Amiliyah Anesa Surya Anesa Surya Ani Purwanti Annisa Fajar Rahmawati Aprilia Sekar Kinasih Arni Ambarwati Arsy, Rahma Auliya Atmaja, Purwaka Aziz, Rindi Banu Setyo Adi Banu Setyo Adi Basuki, Sigit Rahmat chamdani, Muh chamdani Cucuk Wawan Budiyanto Dede Salim Nahdi Desky Arma Sagita Dewi Astuti Dewi Astuti Dewi Astuti Diniah, Solikhatun Diyani Ayu Karimizzah Ega Listianingsih Eka Setya Septiningrum Eko Andri Susilo Erlynda Ayu Kusumawati Fahmi Muafa Rusydi Faizuna Istaqimi Fajari, Laksmi Evasufi Widi Farikhah, Nur Alfi Farkhani Muthoharoh Fauziah, Muna Fera Indriyansyah Filzah Dea Salsabillah Hanaan Rofiiqoh Hasan Zainnuri Hasan Zainuri Hasan Zainurri Hasanah, Nurjihan Hidayat, Akbar Maulana Indayana, Sheiyla Anggraeni Indrianingsih, Novia Indrianingsih Intan Aprilia Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah Istinganatuzzakiyah, Istinganatuzzakiyah Jayawarsa, A.A. Ketut Joharman Joharman Jupriyanto, Jupriyanto Karsono Karsono Karsono Karsono Kartika Chrysti Suryandari Khasanah, Wahyu Khasanudin Arrifa'i Khoiriyyah, Wandan Hafidah Laksita Rahma Faiza Laksmi Evasufi Widi Fajari Laksmi Evasufi Widi Fajari Latifah Indriani Lhinatul Arivvia Rachma Lilis Muryani Linda Safitri Lintang, Niken Sekar Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani Listiyani, Listiyani Litasari, Vena Nur Marfuatul Khasanah Maria Damayanti Iffada Zulfa Maudhi Cinthia Larasati Melani Damaiyati Subarkah Moh Salimi Moh Salimi Moh. Salimi Mohamad Gilar Jatisunda Muh. Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhammad Nur Wangid Muna Fauziah Muna Fauziah Muslihah, Sri Nafida Yusti Amalia Nanda Eka Saputri Nathania Janani Haryanto Nawang Setiasih Neni Anggriyaningsih Neza Agusdianita Ngatman, Ngatman Nicken Noviana Ning Dainty Restiani Ning Dainty Restiani Ningrum, Risky Aulia Novita Sari Nur Alfi Farikhah Nur Hidayah Nur, Tsalis Mukhammad Nurfaidah, Vivi Nurham Hahsa Nurjihan Hasanah Nurriskah, Yuniatun Dwi Nurudin, Fajar Nurul Safitri Nurul Safitri Oktavia Dian Anggitasari Pramukti, Ratna Handayani Pratiwi Pujiastuti Puri Rakhmawati Purwanti, Septy Dewi Qoirina, Nabila Sabha Qori Septiani Rachma Mutiara Dewi Rachma, Lhinatul Arivvia Rahmadani, Kurniati Rahmah Karuniawati Rakai Paksi Hinu Sadhewo Ramadhan Putra Pratama Ratna Handayani Pramukti Rewinta, Rewinta Rifa Alimah Risky Aulia Ningrum Risma Rahmawati Risma Widya Cahyani Ristha Gheaza Antika Rizki Aulia Rodatus Sofiah Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Rumiati Rumiati S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Nur Vina Septiani, Qori Septiningrum, Eka Setya Septy Dewi Purwanti Septy Dewi Purwanti Setyawati, Yuliana Siska Fitri Purbayani Siti Fatimah Solikhatun Diniah Solikhatun Diniah Solly Aryza Suci Permatasari Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulistianingsih Sulistianingsih Sumayyah Sumayyah Susilo, Eko Andri Suwarjo, Suwarjo Tarma Tia Febri Astuti Tommy Tanu Wijaya Tri Irmawati Tri Purna Widiyani Tri Saptuti Susiani Ujiati Cahyaningsih Umalihayati Umi Hanifah Umi Hanifah Umi Roudoh Uswatun Hasanah Vena Nur Litasari Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wahyu Khasanah Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Westu Sedyo Kinasih Widiyani, Tri Purna Wijaya, Tommy Tanu Wuri Wuryandani Wury Wuryandani Yatiningsih Yatiningsih Yeni Jayanti Yuliana Setyawati Yunia Nur Arifah Yunita Sari Zahrotun Nafi' Zaiful Hidayat Zainnuri, Hasan Zainurri, Hasan Zyahra Rinjani