Claim Missing Document
Check
Articles

PERFORMANSI JARINGAN FIBER TO THE ACCESS POINT (FTTAP) PADA CCTV LALU LINTAS KOTA SINGKAWANG James Oloan Panggabean; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.53844

Abstract

Teknologi yang digunakan serat optik saat ini pada umumnya adalah FTTx, dimana x merupakan titik pengguna jaringan serat optik. Pada penelitian ini FTTx diimplementasikan pada CCTV yang disebut sebagai Fiber To The Access Point dimana CCTV bertindak sebagai access point. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui performa dari jaringan FTTAP yang digunakan oleh CCTV lalu lintas Kota Singkawang. Data yang dikumpulkan dari berbagai pihak akan diolah untuk mendapatkan nilai link power budget dan rise time budget untuk menganalisis kelayakan sistem serta BER (Bit error rate) untuk mengetahui performansi sistem yang digunakan melalui aplikasi optisystem. Optisystem merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi serat optik dari central office hingga ke end-user. Dari hasil analisis 5 dari 6 CCTV yang dianalisis berdasarkan link power budget mempunyai kategori layak sementara 1 CCTV memiliki nilai loss 11,8004 dBm, yang berada sedikit diatas standar yang dimiliki oleh ICON+ yaitu 10 dBm sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pada jaringan. Hasil analisis rise time budget seluruh CCTV dapat dikatakan layak karena keseluruhan nilai rise time budget yang didapat berada dalam standar nilai rise time budget yaitu tidak lebih dari 0,56 ns. Pada simulasi perangkat yang dilakukan dengan jarak terjauh dari OLT ke pengguna yaitu sejauh 17,001 Km dikatakan memiliki performa yang baik karena memiliki nilai BER sebesar 8,54375  dan nilai Q factor sebesar 11,4776.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FREKUENSI RADIO FM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARGUS PADA DAERAH LAYANAN KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Supratman Andi; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46781

Abstract

Di Indonesia pengelolaan dan pengawasan spektrum radio dan orbit satelit diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Radio FM masih menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu media penyedia dan penyiar informasi bagi masyarakat luas, dimana sifat komunikasi ini termasuk sistem komunikasi tidak bergerak. Oleh karena itu, sumber daya alam ini perlu dikelola dan diatur pengalokasian spektrumnya. Banyaknya jumlah stasiun radio FM dan keterbatasan alokasi frekuensi radio FM mengharuskan penggunaan alokasi frekuensi radio FM haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku. Diprediksi adanya penggunaan frekuensi radio FM yang tidak memiliki Izin Siaran Radio sehingga mengakibatkan interferensi dan gangguan komunikasi bagi pengguna frekeunsi radio FM lainnya, untuk itu diperlukan identifikasi supaya penggunaan frekuensi radio FM lebih tertata dan terdata. Dari hasil pengukuran dan identifikasi frekuensi radio FM menggunakan software argus pada daerah layanan didapat sebanyak 10 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kota Pontianak dan 3 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya. Semua frekuensi radio FM tersebut tidak ada yang berdiri illegal, kadaluarsa atau tidak sesuai dengan database Sistem Informasi Manajemen  Spektrum (SIMS) wilayah Kota Pontianak.Sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kota Pontianak adalah 38,9 dBµV/m dengan hasil identifikasi 104,200 MHz radio FM RRI Pro 1 dan sinyal terendah adalah 13,6 dBµV/m dengan hasil identifikasi 105,800 MHz radio FM PT. Radio Swara Mas Mujahidin Madani sedangkan, sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya adalah 80,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 97,900 MHz radio FM PT. Radio Samaria dan sinyal terendah adalah 41,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 94,700 MHz radio FM PT. Radio Swara Rodja dan pada pengukuran spektrum frekuensi radio FM pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya terdapat 3 frekuensi radio FM yang tidak sesuai dengan database SIMS dan tidak dapat diidentifikasi, yaitu 97.000 MHz, 100.700 MHz, 105.500 MHz.
UPAYA OPTIMASI JARINGAN 4G LTE DENGAN PARAMETER RSSI (RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR) DAN RSRP (REFERENCE SIGNAL RECEIVED POWER) Rangga Hari Utama; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48390

Abstract

Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yang memiliki kualitas sinyal buruk sesuai parameter RSSI dan RSRP dengan menggunakan provider Three. Lokasi pertama yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kedua yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kuburaya. Dan lokasi ketiga yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan pada 5 titik berbeda dengan jarak 10m, 15m, 20m, 25m, 30m, yang mewakili posisi pengambilan data menggunkan software G-NeTack Lite maka didapatkan hasil dari parameter RSSI dan RSRP dilokasi I Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya sebagai berikut : 1. jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -99 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -72 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -98 dBm (baik), Jarak 30 meter nilai RSSI -74 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik), pada Lokasi II Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya : jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -69 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -66 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -71 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -70 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), pada Lokasi III Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara : jarak 10 meter nilai RSSI -42 dBm (sangat baik) RSRP -93 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -43 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -44 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -45 dBm (sangat baik) RSRP -96 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -47 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik). Dari hasil pengukuran QoS yang bernilai maka upaya optimasi berhasil dilakukan, dibuktikan dengan pengujian aplikasi whatsapp, google, youtube berjalan dengan lancar.
PENGIRIMAN PAKET DATA DIGITAL DENGAN PEMBAGIAN BANDWIDTH MODUL TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Billie Limnan; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Bomo Wibowo Sanjaya
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52080

Abstract

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan Arwana di tambak adalah aspek kualitas air yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu, derajat keasaman (pH), dan kekeruhan air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan Arwana. Untuk itu, perlu melakukan pemantauan secara intensif yakni dengan merancang alat monitoring parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 frekuensi 915 MHz. Tujuan penelitian ini merancang sensor parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 sebagai media komunikasi dan menganalisis kinerja dalam Transceiver SX1276 dengan pengujian variasi ketinggian antena dan variasi parameter BW (Bandwidth), F (Frequency), SF (Spreading Factor), dan CR (Coding Rate) yang hasilnya akan mempengaruhi nilai RSSI, SNR, PDR, dan ToA pada lingkungan ruang terbuka dan keadaan LOS. Hasil pengambilan data komunikasi menggunakan beberapa variasi ketinggian yang paling baik yaitu 2 meter dengan parameter yang digunakan yaitu nilai F 915 MHz, CR 4/5, BW 250 kHz, dan SF 7 dimana nilai rata-rata yang didapat yaitu RSSI sebesar -103.33 dBm, SNR sebesar 8.33 dB, ToA sebesar 4.51 s, dan rasio PDR sebesar 100%. Rata-rata hasil data yang keluar dari sensor dengan tiga parameter air adalah suhu 27.33 ℃, pH 6.85, dan turbidity 30.17 NTU
IDENTIFIKASI PENERIMAAN SINYAL ANTENA DIGITAL UNTUK TELEVISI MENGGUNAKAN METODE SINPO - Martripagelardo; Dedy Suryadi; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52589

Abstract

Antena Televisi digital merupakan perangkat yang digunakan untuk menangkap sinyal digital. Siaran televisi digital mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih jernih dilayar televisi dibandingkan siaran analog. Saat ini di Indonesia masih dalam tahap proses migrasi dari siaran televisi analog kesiaran televisi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perolehan hasil kualitas gambar, suara serta sinyal yang dihasilkan oleh siaran televisi digital. SINPO merupakan kode angka untuk menilai kekuatan sinyal, gangguan,derau dari atmosfer, kondisi propagasi, dan kesan umum penerimaan. Penilaian dilakukan dengan angka mulai dari 5 (sangat baik) sampai 1 (sangat buruk). Hasil pengamatan kualitas gambar, suara serta sinyal yang dihasilkan siaran televisi digital memiliki kualitas yang sangat bagus.
RANCANG BANGUN SENTRAL TELEPON PORTABLE BERBASIS VOIP (VOICE OVER INTERNET PROTOCOL) MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 4 M. Agil Fahmi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44560

Abstract

Penerapan teknologi VoIP dalam komunikasi suara memberikan manfaat yang luas bagi suatu komunitas yang menggunakan telepon, sebab dalam aktifitas berkomunikasi tidak lagi dikenakan biaya selama berbicara. Teknologi VoIP yang dibangun menggunakan Raspberry Pi sebagai komputer yang berfungsi memanage aktifitas komunikasi dan menyimpan data-data nomor telepon yang diaftarkan dan sebuah Router sebagai access point bagi perangkat yang sudah terdaftar dalam database Raspberry Pi. Raspberry Pi diprogram menggunakan software Kamailio sedangkan database menggunakan MySQL, sedangkan pada smartphome menggunakan aplikasi Zoiper. Pengujian yang dilakukan dengan variasi jarak antar router dan dua smartphone yang terhubung dengan metoda LOS dan NLOS. Saat smartphone sedang terhubung, parameter QoS diamati pada smartphone. Jarak efektif terbaik antara setiap smartphone terhadap router adalah 40 meter sehingga jarak antar smartphone menjadi 80 meter. Pada kondisi pengujian tersebut kualitas komunikasi tidak mengalami kendala atau berjalan dengan baik. Dari hasil yang diperoleh tersebut dilakukan peniliain persepsi atau subjektif yang disebut dengan MOS, dari 5 (lima) responden yang diinterview menyatakan VoIP yang dirancang telah bekerja dengan baik tanpa kendala dan merasa puas saat berkomunikasi.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE SINYAL TERPANCAR JARAK JAUH MODUL TRANSCEIVER SX 1276 DENGAN DATA SERIAL MENGANDUNG INFORMASI KUALITAS GAS AMMONIA DAN HIDROGEN SULFIDA Nabila Dwi Laksono; Jannus Marpaung; Ade Elbani; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55264

Abstract

Modul transceiver SX1276 memiliki kemampuan untuk komunikasi jarak jauh, kecepatan data yang rendah, konsumsi daya rendah, dan transmisi data yang aman. Karena kemampuannya, modul transceiver SX1276 sangat cocok digunakan untuk memonitoring keadaan dari jarak jauh. Penggunaan sistem komunikasi modul transceiver SX1276 diimplementaskan dalam sistem monitoring kualitas udara, khususnya gas Ammonia dan Hidrogen Sulfida pada pabrik karet. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver SX1276 untuk mengetahui kinerja telekomunikasi data optimal dengan parameter pengujian Receive Signal Streng Indicator (RSSI) dan Signal Noise Ratio (SNR). Pengujian juga menghitung Quality Of Service (QOS) pada sistem komunikasi modul transceiver SX1276 berupa delay, throughput, dan  packet loss. Pengujian dilakukan pada kondisi Line Of Sight (LOS) dan Non Line Of Sight (NLOS) terhadap perubahan jarak dengan 5 kali percobaan, yang mana setiapa percobaan melakukan 10 kali pengiriman data. Jarak yang diuji adalah 25m, 50m, 75m, 100m, dan 125m dengan ketinggian antena 1 meter. Pengujian ini menggunakan SF 12, Bandwidth 250 KHz, Coding Rate 4/5, frekuensi 915 Mhz, dan Syn Word 0xF4. Pada pengujian modul transceiver SX1276  ini terdapat perubahan performansi setiap perubahan jarak pada kondisi LOS dan NLOS. Pada kondisi LOS semakin jauhnya jarak maka nilai RSSI, SNR, dan throughput menurun, sedangkan nilai delay naik tanpa adanya data yang hilang dalam pengiriman data. Pada kondisi NLOS semakian jauhnya jarak dan banyaknya halangan maka nilai RSSI, SNR, dan throughput menurun, sedangkan nilai delay naik tanpa adanya data yang hilang dalam pengiriman data
CASE BASED REASONING FOR TROUBLESHOOTING ON BASE TRANSCEIVER STATION USING COSINE SIMILARITY METHOD Rohmat Wiyono; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47354

Abstract

Gangguan pada BTS menjadi persoalan tersendiri bagi para teknisi khususnya para teknisi pemula, terlebih lagi dengan banyaknya tower BTS yang dibangun oleh provider dan kemungkinan akan adanya BTS yang mengalami gangguan dalam waktu yang bersamaan, tentunya teknisi harus dapat melakukan troubleshooting atau penanganan gangguan dengan cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kekecewaan pelanggan akibat terganggunya layanan telekomunikasi yang disediakan oleh provider. Oleh sebab itu, dibutuhkannya sebuah sistem cerdas berbasis pengetahuan yang dapat mempelajari dan memecahkan masalah berdasarkan pengetahuan masa lalu dan dapat beradaptasi dalam menyelesaikan masalah baru, yang mana ini merupakan ciri-ciri dari sistem Case Based Reasoning. Case Base Reasoning adalah penalaran yang digunakan untuk menyelesaikan kasus baru dengan cara mengadaptasi solusi yang terdapat pada kasus-kasus sebelumnya, yang mempunyai permasalahan yang serupa dengan kasus baru. Pada tahapan retrieve, terjadi proses perhitungan kemiripan antara kasus baru dengan kasus lama. Perhitungan kemiripan kasus baru dengan kasus lama menggunakan metode Cosine Similarity. Pengujian hasil sistem  menggunakan tahapan CBR, kesesuaian hasil diagnosis pakar dan hasil diagnosis sistem, serta pengujian metode Cosine Similarity. Hasil pengujian pada diagnosis pakar dan diagnosis sistem atau output dari sistem dengan menggunakan 9 kasus gangguan dan 31 gejala gangguan  memberikan hasil diagnosis yang sesuai dengan persentase kemiripan 100%. Pada pengujian metode Cosine Similarity dengan membandingkan antara dua kasus, yakni kasus baru yang belum terekam sistem dan kasus lama yang berada dalam basis kasus, pengujian perhitungan  sistem dan perhitungan secara manual menggunakan 5 kasus uji, nilai similarity keluaran dari sistem dihitung kembali secara manual menggunakan rumus cosine similarity dan memberikan nilai yang sesuai, sehingga sistem memberikan rekomendasi  kasus lama yang memiliki nilai kemiripan tertinggi dari seluruh kasus yang terekam dalam sistem untuk menyelesaikan masalah baru. Dapat disimpulkan bahwa sistem CBR dapat beradaptasi terhadap kasus baru dengan cara memberikan rekomendasi solusi dari kasus lama.
RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI MONITORING LEVEL AIR PADA WATER BARREL COVID-19 MENGGUNAKAN LORA DENGAN MODEL POINT TO POINT Miftahul Huda; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48647

Abstract

Terjadinya pandemi  virus corona yang belum juga berakhir dan pemerintah terus berupaya untuk bisa memutuskan mata rantai penularan covid-19. Menteri Kesehatan mengeluarkan peraturan tentang bagaimana cara memutus rantai penyebaran. Salah satu nya adalah masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan yang biasa di sebut 5M antara lain, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Mencuci tangan dengan sabun, husus mencuci tangan yang di sediakan pemerintah seringkali kosong di tempat-tempat umum.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat sebuah sistem monitoring, yang bisa menyampaikan informasi jarak jauh menggunakan sistem komunikasi LoRa untuk menyampaikan ke pihak terkait terhadap kekosongan air yang ada pada water barrel di tempat-tempat umum tersebut. LoRa memungkinkan transmisi jarak jauh dengan konsumsi daya yang rendah mencapai jarak jangkauan +-3km dengan mendapatkan hasil RSSI, SNR, PDR, TOA untuk mengetahui pengiriman data berjalan dengan baik. Semakin besar spreading factor yang di gunakan mendapatkan hasil nilai RSSI dan SNR yang bervariasi SF 7 hingga 12 mendapatkan nilai RSSI dari -113,6 dBm hingga -115 dBm, semakin besar perubahan Bandwith maka semakin kecil nilai RSSI dan SNR dari nilai RSSI yang terendah yaitu -114 dBm dan yang tertinggi -115 dBm, untuk perubahan coding rate pada pengukuran LOS mendapatkan nilai yang bervariasi dari -114,3 dBm hingga -115 dBm sedangkan NLOS mendapatka nilai meningkat, untuk hasil nilai PDR dari Spreading Factor,Bandwith dan Coding Rate mendapatkan hasil rasio 100% dan sebagian mendapatkan di bawah 100%.
ANALISIS QOS DAN SINPO UNTUK LAYANAN AUDIO VIDEO PADA JARINGAN INDIHOME DI KOTA SANGGAU Muhammad Nugrah Kusumah; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61689

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis parameter Quality of Service (QoS) pada jaringan IndiHome dengan mengukur parameter Throughput, Packet Loss, Delay, dan Jitter menggunakan software wireshark serta mengidentifikasi parameter SINPO (signal, interference, noise, propagation dan overall) pada saat melakukan Video Conference dan Video Streaming. Penelitian ini membahas tentang penyebab berkurangnya nilai parameter QoS pada jaringan IndiHome di Kota Sanggau serta pengaruhnya terhadap parameter SINPO pada paket Bandwidth 20 Mbps, 30 Mbps dan 50 Mbps. Dari semua rekapitulasi hasil pengukuran parameter QoS dan pengamatan parameter SINPO dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter QoS dapat berbeda-beda pada setiap paket yang meliputi kategori buruk, sedang, bagus dan sangat bagus walaupun pada paket Bandwidth yang sama. Penyebab tinggi dan rendahnya nilai dari parameter QoS berbeda-beda, Throughput disebabkan oleh jumlah kedatangan paket yang terukur pada saat proses pengamatan, Packet Loss disebabkan oleh jumlah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node, Delay disebabkan oleh nilai Throughput yang rendah dan jumlah paket yang terkirim sedangkan nilai Jitter dipengaruhi oleh nilai Delay. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan berkurangnya nilai QoS adalah kondisi cuaca dan jumlah perangkat yang terhubung pada jaringan. Sedangkan hasil parameter SINPO dipengaruhi oleh baik atau buruknya nilai parameter QoS. Untuk menilai parameter SINPO memiliki cara yang berbeda untuk setiap parameternya. Signal dinilai berdasarkan suara dan gambar yang diterima, Interference dinilai berdasarkan gangguan yang terjadi, Noise dinilai berdasarkan hasil gambar yang diterima, Propagation dinilai berasarkan kualitas sinyal pada saat pengamatan dan Overall merupakan rata-rata dari parameter Signal, Interference, Noise dan Propagation. Untuk menanggulangi parameter Throughput yang memiliki nilai buruk dapat dilakukan dengan membagi beban traffic pada client koneksi internet menggunakan metode Link Balancing.
Co-Authors - Jalaludin - Jekki - Kamaludin - Martripagelardo - Masdi - Padlillah - Salimun -, Syaifurrahman A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Irawan Ade Mirza Ade Putra, Leonardus Aditya Rizky Wildani Adytia Warman Afrizal - Agung Budianto Agustina Listiawati Ahmad Supriyogo Ajeng Triana Agus Legitawati Aktris Nuryanti, Aktris Al Muflihin, Amru Hisyam Alfarizi, Pandu Alhadiansyah Alpianto Noti Lante Amanda Setia Wani Aminuyati Andi Ihwan Andi, Supratman Angga Kusuma Yuda Anggela, Pepy Apriza, Uray Dini Ari Pardani Arpiandi, Muhammad Rizky Arsyad, M Iqbal Arsyad, Muhammad Iqbal Asep Nursangaji Aswandi - Aulia, Nizza Ayong Hiendro Azhar, Muhammad Reynaldi Azis, Rahman B Arnold Simangunsong Badriansyah, M. Billie Limnan Bistari Bomo Wibowo Sanjaya Bonar Sirait Christian Handoko Damanik, Aufar Martanggi Damayanti, Elok Danial - Darmadi, Dedy Dedi Suryadi Dedy Darmadi Dedy Suryadi Dedy Suryadi Delima Saptun Susilawati Sinaga Delsy Zarnavannie Sagita Dewi Sinta Djanggu, Noveicalistus H. Djuachiriaty, Yuni Doddy Cahyadi Saputra Dul Fitri Dwi Zulfita Edwardus Roby Edy Suasono Eka Priadi Eko Julianto Eko Sarwono Elang Derdian Marindani Elki Dwi Yanto Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa F. Trias Pontia W Fahmi, M. Agil Faisal, Muhammad Fahmi Fajar Ramadhani Fakhry Hizballah fathi Raziq Ashari Fauziah, Hanifah Nur Febri Prima Febrianti, Putri Adhelia Ferry Hadary Fikri Shaumanadri Fransiskus, - Gusti Hardiansyah Hadary, Ferry Hafzoh Batubara Hajirin, - Hamdani - Handoko, Christian Hari Haryani Haryani, Hari Herawati, Tita Heri Priyanto Herry Sujaini Herry Sujaini I Gusti Bagus Wiksuana Igo Zepriyadi Ilham Tambuan Putra Imam Ghozali Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Irfan Mahdi Ismail Yusuf, Ismail Ismawartati - Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan sujana Jalaludin, - James Oloan Panggabean Jannus Marpaung Jannus Marpaung Jecksen Fresley Jekki, - Jemi Ristiawan Johan Johari Johari, Johan Juliani Okta Farida, Juliani Okta Kamaludin, - kamaruzaman, syarif KHARISMA ARIO SETIADI Kharisma Juda, Imam Firdaus Kristian Umbu Lakinau Kusumawardhani, Eka Lante, Alpianto Noti Lora Simir Lukmanul Hakim M. Agil Fahmi M. Iqbal Arsyad M. Iqbal Arsyad Mariyadi mariyadi Masdi, - Maulana, Fachri Maulana, Rigo Maulana, Sadikin Meiran Panggabean Meliani Benedikta Memet Agustiar Miftahul Huda Mochamad Setya Fajar Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Mubaarak, Mochammad Rifqi Muhammad Angga Muhammad Fahmi Muhammad Nugrah Kusumah Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Syamsuddin Muhammad Taufiqurrahman Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Mulyana, Syarifuddin Muzammil, Ahmad Rabi’ul Nabila Dwi Laksono Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Arista Neilcy Tjahja Mooniarsih Ningsih, Kurnia Noraldo, Advendri Nova Argita Damayanti Noveicalistus H Djanggu Noveicalistus H. Djanggu Nurmainah - Nurus Sabah Oktariani, Ade Padlillah, - Pakpahan, Kristin Karuniawaty Pangalayo, Jhoni David Pardani, Ari Pepy Anggela Pitri, Putra Aditya Pontia W, F. Trias Pontia, Trias Pradhesta, Lena Endriana Pratama, Aditya Cahya Pratama, Bayu Angga Pratomo, Muhammad Riski Prio Utomo Priyo Saptomo Pulungan, Annisa Kynamehule Purwaningsih - Purwoharjono Purwoharjono Putra, Leonardus Sandy Ade Putra, Ramadhan Thalib Putri, Venny Manca Rachmawati Rahmidiyani - Rajaguguk , Managam Ramadhani, Rizky Rangga Hari Utama Ratna Herawatiningsih Redi Ratiandi Yacoub Remianda, - Reza Yansah Ria Guswana Riduansyah - Rina Pudji Astuti Ristiawan, Jemi Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang Rizki, Muhammad Nur Roby, Edwardus Rohmat Wiyono Rommy Patra Rudi Kurnianto Rudy Gianto, Rudy Sabah, Nurus Sagita, Delsy Zarnavannie Salimun, - Saputra, Aldi Rio Seda, Yudokus Frans Setia Budi SETIADI, KHARISMA ARIO Setyawan, Wondo Eki Sholva, Yus Silaban, Taripar David Silvia Uslianti Sinta, Dewi Siregar, Niko Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Steven Pragestu, Steven Suhardi . Sujana , Ivan Supratman Andi Supriadi, - Surachman - Susilawati Sinaga, Delima Saptun Sy. Hasyim Azizurrahman Syahlianti, Safitri Syaifurrahman Syaifurrahman Syamsul Anwar Syamsul Anwar, Syamsul Syamswisna , Syarifuddin Mulyana Tatama, Victor Theodorus Barahama, Alfodaniel Tomy Aswin Tri Wahyudi Usman A. Gani Utama, Rangga Hari Uti Asikin Vivi Bachtiar W, F. Trias Pontia Wahyudi, Tri Warman, Adytia Wendy Widi Agezi Wigyarianto, F.Trias Pontia Wijayanto, Dedi Windhu Putra Witarsa - Wiyono, Rohmat Wondo Eki Setyawan Wulandari, Nuria Yacoub, Redi Yacoub, Redi Retiandi Yohanes Gatot Sutapa Yosua Perdana Sianturi Yudhi Wiranto Yuline - Yulis Jamiah Yusuf, M. Ismail Zubaidah R