Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ANTENA HELICAL PADA RADIO TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Dul Fitri; Jannus Marpaung; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.51851

Abstract

LoRa merupakan modul transceiver yang bekerja pada rentang frekukensi 433 MHz sampai dengan 920 MHz. Modul ini bisa berkomunikasi dalam jangkauan jauh dengan treatment yang tepat. Salah satu solusi untuk mendapatkan jangkauan yang jauh adalah menambahkan antena pada sisi pemancar dan penerima untuk meningkatkan daya terima sinyal LoRa pada tempat-tempat yang memiliki sinyal dengan level daya rendah. Sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan melakukan pengukuran RSSI dengan menambahakan antena helical untuk meningkatkan sinyal RSSI (Received Signal Strength Indication) pada ketinggian 40 meter kondisi LOS (Line Of Sight) di atas gedung kedokteran UNTAN Pontianak dan melakukan pengukuran dalam kondisi LOS (Line of sight) dan NLOS (Non Line Of Sight) Dikawasan Lab Telekomunikasi Fakultas Teknik UNTAN Pontianak. Pada penelitian ini dirancang sebuah antenna helical untuk meningkatkan sinyal RSSI pada pemancar dan penerima dengan jangkauan jarak jauh.
ANALISIS PERFORMANSI MODUL RADIO TRANSCEIVER RFM95W MENGGUNAKAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SECARA REAL-TIME DI AREA URBAN KOTA PONTIANAK Fikri Shaumanadri; Neilcy Tjahjamooniarsih; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52520

Abstract

Kebutuhan akan suatu komunikasi sangat meningkat mengikuti perkembangan populasi manusia, sehingga untuk mencukupi kebutuhan itu memerlukan jaringan komunikasi yang besar. Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang banyak diminati dan mudah diintegrasikan dengan peralatan – peralatan elektronik. Salah satu teknologi tersebut adalah modul transceiver RFM95W, yaitu sebuah modul seri LoRa (Long Range) dengan kualitas tinggi, seperti penggunaan daya rendah, tahan inteferansi, serta jangkauan komunikasi yang jauh. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver RFM95W untuk mengetahui performansi komunikasi dari modul tersebut dengan menggunakan sistem komunikasi bergerak dan menganalisis kinerja transceiver RFM95W dengan pengujian variasi pola pergerakan, yaitu pola melingkar dan pola lurus, dan variasi kecepatan dari pengujian tersebut akan terlihat nilai RSSI, SNR, PDR, ToA, dan Throughput yang berbeda - beda pada area urban. Hasil nilai RSSI terhadap perubahan kecepatan pada pengujian dengan pergerakan berdasarkan pola pergerakan melingkar, dan lurus diperoleh semakin cepat kecepatan bergerak dapat menurunkan hasil RSSI dan SNR yang dihasilkan dan memperpanjang hasil ToA. Dari hasil RSSI dan SNR yang menurun dapat mempengaruhi transmisi pengiriman dan penerimaan data sehingga ratio PDR pola melingkar, yaitu 92% sedangkan pada pola lurus 100% dari hasil tersebut bahwa pada pola melingkar terdapat banyak penghalang antara transmitter dengan receiver sedangkan pola lurus lebih minim penghalang antara transmitter dengan receiver. Pada perubahan data Throughput berpengaruh pada banyaknya data yang dapat diterima dalam interval waktu tertentu meskipun pola pergerakan yang dilakukan tetap sama
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN 4G LTE OPERATOR HUTCHISON 3 DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Wondo Eki Setyawan; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44497

Abstract

Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat, maka dari itu diperlukan adanya peningkatan kualitas performansi jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Untuk mengetahui performansi jaringan 4G LTE maka dilakukan walk test untuk mengukur performansi jaringan 4G LTE di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura  Pontianak dengan menggunakan aplikasi G-NetTrack Lite berdasarkan 3 parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), RSRQ (Reference Signal Received Quality) dan SINR (Signal Interference to Noise Ratio). Hasil penelitian di Gedung A telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -107,31 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -105 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -103,13 dBm (sangat buruk). RSRQ lantai 1 sebesar 12,12 dBm (baik), lantai 2 sebesar -12 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -13,33 dBm (baik). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 0,47 dBm (buruk), lantai 2 sebesar 0,06 dBm (buruk) dan lantai 3 sebesar -0,78 dBm (sangat buruk). Hasil penelitian di Gedung B  telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -103,5 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -99,67 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -104 dBm (sangat buruk). Untuk nilai RSRQ lantai 1 sebesar 11,75 dBm (baik),  lantai 2 sebesar -13,17 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -15,33 dBm (buruk). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 2,25 dBm (buruk), lantai 2 sebesar -0,93 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar 0,27 dBm (buruk). Kualitas sinyal di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak dalam kategori buruk karena dipengaruhi banyaknya penghalang antara MS (Mobile Station) atau HP (handphone) dengan BTS (Base Transceiver Station) seperti sekat-sekat antar ruangan pada Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak.
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SHELTER BTS (SHELTER BASE TRANCEIVER SYSTEM) DI KOTA PONTIANAK BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Adytia Warman; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35059

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pendataan dan membuat letak titik sebaran setiap BTS (Geographic Information System) yang ada di Kota Pontianak dengan menggunakan aplikasi ArcGis/ ArcMap. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi letak titik sebaran BTS (Base Transceiver Station) di Kota Pontianak dengan berbantuan menggunakan aplikasi ArcGis/ArcMap versi 10.3 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dalam mengerjakan manajamen data khsususnya data koordinat sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan dalam pengauditan dan menjadi inventaris data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan identifikasi yang dapat diketahui Jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kota Pontianak berjumlah 276 titik koordinat. Setelah diidentifikasi data tabel koordinat beserta data base yang di dapat dari Balai Monitoring Kelas II Kalimantan Barat, data tersebut sesuai berada di dalam batas administrasi deliniasi/potongan Kota Pontianak di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Pontianak Selatan: 70 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Tenggara: 24 titik koordinat, Kecamtan Pontianak Timur: 27 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Kota: 74 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Barat: 39 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Utara: 42 titik koordinat.
IMPLEMENTASI OPTISYSTEM PADA PERANCANGAN AKSES FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT OPTICAL NETWORK (GPON) Delima Saptun Susilawati Sinaga; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41954

Abstract

Serat optik sebagai media transmisi yang memenuhi kebutuhan internet dengan bandwidth yang besar. Jaringan FTTH (Fiber To The Home) dapat menghantarkan beragam informasi digital, seperti suara, video, dan data secara lebih efektif. Sehingga dapat mendukung layanan Triple Play yang dipasarkan oleh PT. Telkom Indonesia. Menentukan kelayakkan dan performansi sistem perancangan FTTH (Fiber To The Home) di wilayah Perumahan Bali Agung 2 dan 3. Parameter uji tersebut adalah Power Link Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakkan sistem dan BER (Bit Eror Ratio) untuk performansi sistem yang digunakan menggunakan software Optisystem, Optisystem merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi suatu jaringan fiber optik mulai dari sentral hingga ke end user. Dari hasil simulator jaringan FTTH menggunakan perangkat lunak sistem optik ditemukan bahwa nilai downlink pengguna terjauh adalah Prx: - 16.265 dBm, BER 2.05004 x dan Qfactor 15.4891. Sedangkan uplink Prx: -15.166 dBm, BER 8.1689 x dan Qfactor 19.0022. Hasil yang diperoleh layak karena mereka berada di atas standar jaringan FTTH minimum dengan teknologi GPON
PROTOTIPE HOP FREKUENSI LORA RELAY UNTUK MENAMBAH JARAK JANGKAUAN Yosua Perdana Sianturi; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.64490

Abstract

Teknik LoRa relay adalah teknik komunikasi pada jaringan LoRa dengan menambahkan titik komunikasi baru sebagai penerima data dari LoRa pengirim kemudian data yang diterima dikirimkan kembali menuju LoRa penerima. Tujuan penelitian ini merancang prototipe hop frekuensi menggunakan teknologi LoRa Relay untuk menambah jarak jangkauan pengiriman data, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka dilakukan lima kali pengujian sistem komunikasi dengan mengambil parameter berupa data propagasi gelombang radio LoRa menggunakan dua skenario, yaitu LoRa Point to Point dan LoRa Relay. Hasil pengujian LoRa Point to Point pada jarak 1900 meter menunjukkan ketidakberhasilan komunikasi antara Tx dan Rx, indikator sinyal tidak berhasil didapatkan, demikian dengan SNR dan ToA. Hal ini disebabkan oleh kanal komunikasi antara Tx-Rx adalah NLOS (non line of sight) atau terdapat sejumlah penghalang sepanjang jangkauan 1900 meter tersebut. Tinggi antena Tx 20m sedangkan tinggi antena Rx 12m. Pada jalur komunikasi radio LoRa dengan jangkauan 1900 terdapat sejumlah penghalang seperti gedung dan pepohonan yang menyebabkan rambatan gelombang melemah bahkan kehilangan daya sehingga LoRa penerima tidak bisa mendemodulasi sinyal dari Tx. Hasil pengujian LoRa Relay pada jarak 2000 meter menunjukkan nilai RSSI terkecil adalah -118 dBm dan terbesar adalah -116 dBm, walaupun indikator daya yang diterima relatif sangat kecil namun masih berada di atas ambang daya terima yaitu sebesar -120 dBm. Demikian dengan indikator kerusakan sinyal terkecil 1,25 dB dan terbesar 1,75 dB. Sinyal yang diterima masih jauh dari kerusakan dengan ambang -20 dB, sehingga sinyal yang lemah masih bisa didemodulasi oleh perangkat Rx. Nilai ToA yang paling lambat adalah 1335 ms sedangkan yang tercepat adalah 1240 ms. Nilai ToA ini masih dalam batas normal, sebab penyetelan SF 12 akan menyebabkan sebaran sinyal yang semakin jauh dan membutuhkan daya yang besar namun berdampak pada sinyal yang ditransmisikan menjadi lebih lambat dibandingkan dengan nilai SG yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan terjadi komunikasi antar Stasiun Pemancar ke LoRa Relay dan dari LoRa Relay ke Stasiun Penerima. Yang berarti terjadi komunikasi daari Stasiun Pemancar ke Stsaiun Penerima melalui perantara LoRa Relay. Indikator daya terima (RSSI), indikator kerusakan sinyal  (SNR) dan waktu propagasi pada LoRa Relay sedikit berbeda saat pengujian point to point namun perubahan tersebut tidak signifikan. Sedangkan indikator daya dari LoRa Relay ke Stasiun Pemancar semakin baik, demikian juga dengan indikator kerusakan sinyal dan waktu propagasi gelombang radio LoRa.
ANALISA KUALITAS HANDOVER TERHADAP KOMUNIKASI VIDEO CALL PADA JARINGAN 4G LTE (LONG TERM EVOLUTION) BERDASARKAN DATA DRIVE TEST DI KOTA KETAPANG KHARISMA ARIO SETIADI; Neilcy Tjahjamooniarsih; Jannus Marpaung; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44265

Abstract

Dengan semakin berkembangnya sistem komunikasi dan banyak orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan dalam berkomunikasi yang tidak terbatas pada saat pemakai dalam keadaan diam di tempat, juga ketika mereka dalam keadaan bergerak. Salah satu keunggulan dari komunikasi bergerak adalah handover. Handover diperlukan untuk menjaga hubungan pembicaraan agar tidak terputus ketika sebuah MS (Mobile Station) keluar dari sebuah sel menuju ke sel yang lain. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kualitas handover jaringan 4G pada saat komunikasi video call dengan 2 periode waktu yaitu jam sibuk dan jam tidak sibuk sesuai dengan standar yang diinginkan oleh Operator menggunakan metode Drive Test. Parameter yang dipakai oleh operator yaitu RSRP, RSRQ, SNR. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di area Ketapang nilai RSRP dengan G-Net Track saat jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -85 dBm  sedangkan pengukuran saat jam tidak sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata 87.25 dBm sedangkan nilai RSRQ pada jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -11.37 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata -8 dB. Untuk nilai SNR pada jam sibuk masuk kategori sangat buruk dengan rata - rata -6.75 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata 14.7 dB. Sedangkan pengukuran menggunakan Nemo Outdoor pada nilai RSRP masuk dalam kategori baik yaitu -89.68, nilai RSRQ masuk dalam kategori sangat baik yaitu -8.54 dB, nilai SNR masuk dalam kategori baik yaitu 2.66 dB. Hasil dari kualitas layanan tersebut bekerja dengan baik karena masih memenuhi Key Performance Indikator (Standar KPI) dari PT. Telkomsel Ketapang.
ANALISIS TRAFIK PANGGILAN SUARA PADA JARINGAN GSM BERDASARKAN PARAMETER KPI (KEY PERFORMANCE INDICATOR) Syarifuddin Mulyana; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41952

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat dan terus berinovasi seiring perkembangan jaman. Saat ini dalam dunia telekomunikasi menggunakan teknologi GSM (Global System for Mobile) sebagai standar global untuk sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Panggilan suara merupakan salah satu media yang banyak digunakan pada saat ini untuk berkomunikasi dari suatu tempat ke tempat tujuan yang jaraknya dekat ataupun jauh. KPI (Key Performance Indicator) menjadi parameter-parameter yang dijadikan sebagai acuan bagus atau tidaknya performansi dari suatu jaringan GSM. Berdasarkan hasil pengukuran parameter-parameter KPI yang telah dilakukan pada beberapa daerah di Kota Pontianak didapatkan trafik panggilan suara kondisi bagus dikarenakan hampir seluruh daerah terlayani oleh site yang ada, sedangkan untuk daerah sub urban didapatkan hasil yang buruk dengan Call Completion Rate sebesar 94% dan Drop Call Rate sebesar 6% ini dikarenakan letak dari lokasi yang cukup jauh dari titik site terdekat dari lokasi dan banyaknya pepohonan yang menjadi obstacle (penghalang) bagi sinyal yang mempengaruhi trafik panggilan suara sehingga kualitas menjadi buruk.
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI UNTAN DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA MENGGUNAKAN METODE WALK TEST - Padlillah; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35422

Abstract

Dengan adanya kualitas internet yang bagus maka hal ini dapat membantu dan menunjang sarana prasarana dalam mengolah data dan bertukar informasi. Di Fakultas Teknik Univeritas Tanjungpura sendiri menggunakan layanan jaringan nirkabel (wireless) untuk menunjang sarana dan prasarana Akademik. Perlu di ketahui layanan berbasis nirkabel (wireless) merupakan jaringan dengan media berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar user karena menggunakan gelombang  elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar jaringan. Seperti yang kita ketahui Fakultas Teknik terdapat wifi Untan yang dapat digunakan pada area Fakultas Teknik saja dan disini diukur performansi dari wifi Untan dengan parameter yang meliputi RSSI (Received Signal Strength Indicator) dengan menggunakan metode walk test. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan data hasil pengkuran yang menunjukkan kualitas nilai RSSI yang bervariasi Pada rute 1 titik A – B nilai RSSI -48 dBm, berada pada skala yang sangat bagus dengan kualitas sinyal 100%. Titik B – C nilai RSSI -61 dBm berada  skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Titik C – D nilai RSSI -79 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 42%. Titik D – E nilai RSSI -73 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 54%. Titik E – F nilai RSSI -62 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 76%. Titik F – G nilai RSSI -61 dBm berada pada skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 2 titik A – B nilai RSSI -69 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 62%. Titik B – C nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 60%. Titik C – D nilai RSSI -61 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 3 titik A – B ini nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 70%. titik B – C nilai RSSI -68 dBm berada pada skala  sedang dengan kualitas sinyal 64%. Titik C – D nilai RSSI -62 dBm berada skala bagus dengan kualitas sinyal 76%. Berdasarkan hasil pengukuran data maka kualitas wifi Untan di area Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura berada pada skala sedang. Perlunya penambahan akses point pada rute 3, Titik A – B terdapat ruang kuliah yang tidak terlayani dengan baik karena tidak adanya akses point yang dapat melayani area tersebut. Pada titik tersebut juga sering berlangsung perkuliahan dan dengan adanya akses point diarea itu, tentunya juga dapat membantu proses perkuliahan.
SIMULASI ELIMINASI NOISE DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET BERBANTUAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) MATLAB Dedy Darmadi; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39583

Abstract

Dalam proses pengiriman sinyal informasi ke penerima akan melewati suatu media transmisi. Pada proses pengiriman ini maka akan muncul derau atau noise sehingga mengakibatkan sinyal informasi yang diterima mengalami gangguan dan bercampur dengan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan sehingga dapat mengganggu keaslian informasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan noise yang tercampur pada sinyal suara salah satunya menggunakan transformasi wavelet. Pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi yang dapat digunakan untuk mengeleminasi noise dengan metode Transformasi Wavelet. Berbantuan Graphical User Interface (GUI) pada matlab, aplikasi ini akan diberikan fitur berupa recording agar dapat mensimulasikan sinyal suara secara seketika setelah di rekam dengan hasil output suara yang diharapkan bersih dari Noise atau suara yang tidak diinginkan. Aplikasi Eliminasi noise dibuat stand-alone agar dapat dijalankan di personal computer tanpa memerlukan proses instalasi aplikasi matlab terlebih dahulu. Semakin tinggi level dekomposisi maka semakin tinggi nilai SNR yang didapatkan namun semakin tinggi pula resiko kehilangan sinyal informasi pada file suara yang di eliminasi. Hilangnya sinyal informasi ditandai dengan menurunnya nilai SNR hingga lebih rendah dari level di bawah nya atau bahkan nilai SNR nya lebih rendah dari nilai SNR awal. Jenis wavelet Coiflets mendapatkan hasil yang lebih baik pada setiap sampel suara. Hal ini di dapat dilihat dari nilai SNR nya dimana jenis Wavelet Coiflets pada sampel suara 1 mendapatkan nilai SNR tertinggi 18.5939 dB atau 41.5% lebih tinggi dari nilai SNR awal, pada sampel suara 2 mendapatkan SNR tertinggi 24.8905 dB atau 25.05% lebih tinggi dari nilai SNR awal, dan pada sampel suara 3 mendapatkan SNR tertinggi 17.7862 dB atau 55.89% lebih tinggi dari nilai SNR awal. 
Co-Authors - Jalaludin - Jekki - Kamaludin - Martripagelardo - Masdi - Padlillah - Salimun -, Syaifurrahman A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Irawan Ade Mirza Ade Putra, Leonardus Aditya Rizky Wildani Adytia Warman Afrizal - Agung Budianto Agustina Listiawati Ahmad Supriyogo Ajeng Triana Agus Legitawati Aktris Nuryanti, Aktris Al Muflihin, Amru Hisyam Alfarizi, Pandu Alhadiansyah Alpianto Noti Lante Amanda Setia Wani Aminuyati Andi Ihwan Andi, Supratman Angga Kusuma Yuda Anggela, Pepy Apriza, Uray Dini Ari Pardani Arpiandi, Muhammad Rizky Arsyad, M Iqbal Arsyad, Muhammad Iqbal Asep Nursangaji Aswandi - Aulia, Nizza Ayong Hiendro Azhar, Muhammad Reynaldi Azis, Rahman B Arnold Simangunsong Badriansyah, M. Billie Limnan Bistari Bomo Wibowo Sanjaya Bonar Sirait Christian Handoko Damanik, Aufar Martanggi Damayanti, Elok Danial - Darmadi, Dedy Dedi Suryadi Dedy Darmadi Dedy Suryadi Dedy Suryadi Delima Saptun Susilawati Sinaga Delsy Zarnavannie Sagita Dewi Sinta Djanggu, Noveicalistus H. Djuachiriaty, Yuni Doddy Cahyadi Saputra Dul Fitri Dwi Zulfita Edwardus Roby Edy Suasono Eka Priadi Eko Julianto Eko Sarwono Elang Derdian Marindani Elki Dwi Yanto Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa F. Trias Pontia W Fahmi, M. Agil Faisal, Muhammad Fahmi Fajar Ramadhani Fakhry Hizballah fathi Raziq Ashari Fauziah, Hanifah Nur Febri Prima Febrianti, Putri Adhelia Ferry Hadary Fikri Shaumanadri Fransiskus, - Gusti Hardiansyah Hadary, Ferry Hafzoh Batubara Hajirin, - Hamdani - Handoko, Christian Hari Haryani Haryani, Hari Herawati, Tita Heri Priyanto Herry Sujaini Herry Sujaini I Gusti Bagus Wiksuana Igo Zepriyadi Ilham Tambuan Putra Imam Ghozali Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Iqbal Arsyad Irfan Mahdi Ismail Yusuf, Ismail Ismawartati - Ivan Sujana Ivan sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Ivan Sujana Jalaludin, - James Oloan Panggabean Jannus Marpaung Jannus Marpaung Jecksen Fresley Jekki, - Jemi Ristiawan Johan Johari Johari, Johan Juliani Okta Farida, Juliani Okta Kamaludin, - kamaruzaman, syarif KHARISMA ARIO SETIADI Kharisma Juda, Imam Firdaus Kristian Umbu Lakinau Kusumawardhani, Eka Lante, Alpianto Noti Lora Simir Lukmanul Hakim M. Agil Fahmi M. Iqbal Arsyad M. Iqbal Arsyad Mariyadi mariyadi Masdi, - Maulana, Fachri Maulana, Rigo Maulana, Sadikin Meiran Panggabean Meliani Benedikta Memet Agustiar Miftahul Huda Mochamad Setya Fajar Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Mubaarak, Mochammad Rifqi Muhammad Angga Muhammad Fahmi Muhammad Nugrah Kusumah Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Syamsuddin Muhammad Taufiqurrahman Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Mulyana, Syarifuddin Muzammil, Ahmad Rabi’ul Nabila Dwi Laksono Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Arista Neilcy Tjahja Mooniarsih Ningsih, Kurnia Noraldo, Advendri Nova Argita Damayanti Noveicalistus H Djanggu Noveicalistus H. Djanggu Nurmainah - Nurus Sabah Oktariani, Ade Padlillah, - Pakpahan, Kristin Karuniawaty Pangalayo, Jhoni David Pardani, Ari Pepy Anggela Pitri, Putra Aditya Pontia W, F. Trias Pontia, Trias Pradhesta, Lena Endriana Pratama, Aditya Cahya Pratama, Bayu Angga Pratomo, Muhammad Riski Prio Utomo Priyo Saptomo Pulungan, Annisa Kynamehule Purwaningsih - Purwoharjono Purwoharjono Putra, Leonardus Sandy Ade Putra, Ramadhan Thalib Putri, Venny Manca Rachmawati Rahmidiyani - Rajaguguk , Managam Ramadhani, Rizky Rangga Hari Utama Ratna Herawatiningsih Redi Ratiandi Yacoub Remianda, - Reza Yansah Ria Guswana Riduansyah - Rina Pudji Astuti Ristiawan, Jemi Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang Rizki, Muhammad Nur Roby, Edwardus Rohmat Wiyono Rommy Patra Rudi Kurnianto Rudy Gianto, Rudy Sabah, Nurus Sagita, Delsy Zarnavannie Salimun, - Saputra, Aldi Rio Seda, Yudokus Frans Setia Budi SETIADI, KHARISMA ARIO Setyawan, Wondo Eki Sholva, Yus Silaban, Taripar David Silvia Uslianti Sinta, Dewi Siregar, Niko Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Steven Pragestu, Steven Suhardi . Sujana , Ivan Supratman Andi Supriadi, - Surachman - Susilawati Sinaga, Delima Saptun Sy. Hasyim Azizurrahman Syahlianti, Safitri Syaifurrahman Syaifurrahman Syamsul Anwar Syamsul Anwar, Syamsul Syamswisna , Syarifuddin Mulyana Tatama, Victor Theodorus Barahama, Alfodaniel Tomy Aswin Tri Wahyudi Usman A. Gani Utama, Rangga Hari Uti Asikin Vivi Bachtiar W, F. Trias Pontia Wahyudi, Tri Warman, Adytia Wendy Widi Agezi Wigyarianto, F.Trias Pontia Wijayanto, Dedi Windhu Putra Witarsa - Wiyono, Rohmat Wondo Eki Setyawan Wulandari, Nuria Yacoub, Redi Yacoub, Redi Retiandi Yohanes Gatot Sutapa Yosua Perdana Sianturi Yudhi Wiranto Yuline - Yulis Jamiah Yusuf, M. Ismail Zubaidah R