Articles
Pengaruh kemampuan Membaca dan Motivasi Belajar terhadap Pemecahan Soal Matematika di Sekolah Dasar
Mutiara Kumalasari;
Solfema Solfema;
Ahmad Fauzan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.818
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas khususnya pada materi matematika dan siswa lebih banyak sibuk dengan aktivitas sendiri saat belajar matematika dikelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa kelas V. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian. Subjek penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas V di SDgugus 2 kecamatan 2 x 11 Kayutanam tahun ajaran 2020/2021. Hasil Uji linieritas menunjukan nilai Fhitung = 1,421 lebih kecil dari Ftabel = 3,06 , dengan sign = 0,120 lebih besar dari 0,05, dengan demikian hipotesis nol diterima dan bentuk regresi dapat dinyatakan linear pada taraf nyata = 0,05, artinya bentuk regresi yang digunakan untuk variabel kemampuan membaca (X1), Motivasi belajar (X2), terhadap Kemampuan Pemecahan soal cerita matematika (Y) dikategorikan linear. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan membaca terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa, terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa, terdapat pengaruh kemampuan membaca dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa.
Peningkatan Aktivitas dan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan PBL di Sekolah Dasar
Nur Hasannah;
Solfema Solfema;
Hendra Syarifuddin
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.815
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar pada pembelajaran matematika khususnya kelas V di SDN 14 Kinali. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamataan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 14 kinali, yang berjumlah 21 orang siswa. Hasil penelitian yang diketahui bahwa aktivitas belajar siswa 37,58% pada siklus I meningkat menjadi 61,38% pada siklus II, aktivitas kegiatan guru 80% pada siklus I meningkat menjadi 86,6%, dan kemampuan berpikir kritis siswa dari 38,09% pada siklus I meningkat menjadi 76,19% pada siklus II serta hasil belajar siswa 71% pada siklus I meningkat menjadi 95% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika melalui Pendekatan Problem Based Learning di SDN 14 Kinali dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga hasil belajar siswa juga meningkat.
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Refny Widialistuti;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Yulfia Nora;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Pendidikan dalam Teori Proses Sosialisasi di Sekolah Dasar
Ira Rahmayuni Jusar;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4354
Pengembangan proses sosialisasi anak dibutuhkan dalam beradaptasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan umur anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengembangan proses sosialisasi yang diidentifikasi melalui peran guru dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam pendidikan karakter di lingkungan bersekolah. Penelitian ini dilakukan untuk membahas proses sosialiasi anak dalam masa bersekolah. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan yang berasal dari hasil review jurnal yang mempunyai topik yang sama dengan penelitian ini dan menganalisis serta membandingkan hasil review yang telah diperoleh yang dijabarkan dengan bahasa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan belum semua indikator muncul dalam tahap pengembangan proses sosialiasi anak sebab anak baru mengenali konsep belum sampai pada pemahaman konkrit seperti orang dewasa (tahapan sosialisasi). Anak perlu diberikan arahan dan bimbingan agar dapat berperilaku sesuai dengan tahapan pengembangan mereka sehingga mereka dapat memahami kebermaknaan hidup dalam berperan dan menempatkan diri di lingkungan bersekolah. Berdasarkan enam indikator yang digunakan untuk proses sosialiasi ditemukan tahapan peran diri, sosialisasi dalam kehidupan, perkembangan kognitif. Untuk tahapan yang lainnya perlu diberikan pemahaman oleh guru dalam lingkungan bersekolah maupun keluarga dari lingkungan di luar sekolah.
Peningkatan Aktivitas dan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan PBL di Sekolah Dasar
Hasannah, Nur;
Solfema, Solfema;
Syarifuddin, Hendra
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.815
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar pada pembelajaran matematika khususnya kelas V di SDN 14 Kinali. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamataan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 14 kinali, yang berjumlah 21 orang siswa. Hasil penelitian yang diketahui bahwa aktivitas belajar siswa 37,58% pada siklus I meningkat menjadi 61,38% pada siklus II, aktivitas kegiatan guru 80% pada siklus I meningkat menjadi 86,6%, dan kemampuan berpikir kritis siswa dari 38,09% pada siklus I meningkat menjadi 76,19% pada siklus II serta hasil belajar siswa 71% pada siklus I meningkat menjadi 95% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika melalui Pendekatan Problem Based Learning di SDN 14 Kinali dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga hasil belajar siswa juga meningkat.
Pengaruh kemampuan Membaca dan Motivasi Belajar terhadap Pemecahan Soal Matematika di Sekolah Dasar
Kumalasari, Mutiara;
Solfema, Solfema;
Fauzan, Ahmad
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.818
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas khususnya pada materi matematika dan siswa lebih banyak sibuk dengan aktivitas sendiri saat belajar matematika dikelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa kelas V. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian. Subjek penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas V di SDgugus 2 kecamatan 2 x 11 Kayutanam tahun ajaran 2020/2021. Hasil Uji linieritas menunjukan nilai Fhitung = 1,421 lebih kecil dari Ftabel = 3,06 , dengan sign = 0,120 lebih besar dari 0,05, dengan demikian hipotesis nol diterima dan bentuk regresi dapat dinyatakan linear pada taraf nyata = 0,05, artinya bentuk regresi yang digunakan untuk variabel kemampuan membaca (X1), Motivasi belajar (X2), terhadap Kemampuan Pemecahan soal cerita matematika (Y) dikategorikan linear. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan membaca terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa, terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa, terdapat pengaruh kemampuan membaca dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan soal cerita matematika siswa.
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Widialistuti, Refny;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Nora, Yulfia;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Pendidikan dalam Teori Proses Sosialisasi di Sekolah Dasar
Jusar, Ira Rahmayuni;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4354
Pengembangan proses sosialisasi anak dibutuhkan dalam beradaptasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan umur anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengembangan proses sosialisasi yang diidentifikasi melalui peran guru dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam pendidikan karakter di lingkungan bersekolah. Penelitian ini dilakukan untuk membahas proses sosialiasi anak dalam masa bersekolah. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan yang berasal dari hasil review jurnal yang mempunyai topik yang sama dengan penelitian ini dan menganalisis serta membandingkan hasil review yang telah diperoleh yang dijabarkan dengan bahasa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan belum semua indikator muncul dalam tahap pengembangan proses sosialiasi anak sebab anak baru mengenali konsep belum sampai pada pemahaman konkrit seperti orang dewasa (tahapan sosialisasi). Anak perlu diberikan arahan dan bimbingan agar dapat berperilaku sesuai dengan tahapan pengembangan mereka sehingga mereka dapat memahami kebermaknaan hidup dalam berperan dan menempatkan diri di lingkungan bersekolah. Berdasarkan enam indikator yang digunakan untuk proses sosialiasi ditemukan tahapan peran diri, sosialisasi dalam kehidupan, perkembangan kognitif. Untuk tahapan yang lainnya perlu diberikan pemahaman oleh guru dalam lingkungan bersekolah maupun keluarga dari lingkungan di luar sekolah.