Kelurahan Rabadompu Barat di Kota Bima memiliki potensi kearifan lokal yang kuat melalui industri tenun tradisional, namun menghadapi tantangan struktural yang signifikan dalam modernisasi ekonomi. Sebagian besar UMKM tenun masih terjebak dalam model bisnis konvensional, rendahnya diversifikasi produk, serta terbatasnya literasi digital dan manajerial. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi pelaku UMKM melalui program inkubasi bisnis intensif yang mengintegrasikan aspek produksi, manajemen, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari empat tahapan: observasi, pelatihan intensif (workshop desain dan manajemen), pendampingan (post-incubation), serta evaluasi dan monitoring[cite: 2, 3]. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi signifikan, di antaranya: terciptanya 10 model produk turunan tenun inovatif yang bernilai jual tinggi, tertibnya pelaporan keuangan bagi seluruh UMKM mitra, peningkatan literasi digital melalui penggunaan media sosial dan marketplace, serta terpenuhinya legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, terbentuknya komunitas perajin menciptakan ekosistem peer-learning yang berkelanjutan. Program ini terbukti berhasil meningkatkan pendapatan perajin dan efisiensi manajemen usaha. Kesimpulannya, inkubasi terstruktur merupakan strategi efektif dalam memberdayakan UMKM kriya lokal untuk bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan identitas budaya. Keberlanjutan program sangat bergantung pada kolaborasi dengan sektor pariwisata dan dukungan pemerintah daerah.