Claim Missing Document
Check
Articles

Correlation Between Waist Hip Ratio (RLPP) and Hypertension at Sudiang Raya Health Center in Makassar City Rusydi, Hanina Nur Zahra; Kanang, Indah Lestari Daeng; Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Tahir, Akina Maulidhany
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.8106

Abstract

Elevated blood pressure is the hallmark of hypertension, a dangerous illness that raises the risk of heart disease, stroke, and other illnesses. Globally, the prevalence of hypertension reaches 29.2%, with higher prevalence in some regions, such as in South Sulawesi which reaches 27.61%. One of the main risk factors for hypertension is central obesity, which can be measured using the Waist-Hip Circumference Ratio (RLPP). RLPP is more effective than Body Mass Index (BMI) in measuring visceral fat accumulation that is associated with increased blood pressure. This accumulation of fat in the abdominal area can increase vascular resistance and cause metabolic disturbances that contribute to hypertension. This study aimed to determine the correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.  This study combined a total sampling strategy with a cross-sectional approach. 89 hypertensive patients who satisfied the inclusion requirements made up the study sample. The Stasistical Program for Social Science (SPSS) was used to evaluate the collected data. The result showed that the majority of hypertensive patients were female (61.8%) with an age group of 55-64 years (49.4%), and 61.8% had RLPP reflecting cental obesity. Statistical analysis showed a significant correlation between RLPP and hypertension (p=0.000). The conclusion of this study is that there is a significant correlation between Waist-Hip Ratio (RLPP) and the incidence of hypertension at Sudiang Raya Health Center, Makassar.
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN D DAN KALSIUM MAHASISWA FK UMI ANGKATAN 2020 Ananda Putri, Atika; Nurmadilla, Nesyana; Arlini Wello, Eny; Royani, Ida; Mutmainnah Musa, Inna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24626

Abstract

Mikronutrien termasuk vitamin D dan kalsium merupakan elemen penting yang dibutuhkan manusia untuk mengatur sebagian besar koordinasi fungsi tubuh guna menjaga kesehatan. Defisiensi mikronutrien merupakan masalah kesehatan global yang berperan dalam meningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Prevalensi defisiensi vitamin D di Indonesia mencapai 50% dari berbagai kalangan. Penelitian terbaru menyatakan asupan rata-rata kalsium di berbagai negara berada dibawah angka yang direkomendasikan, yakni kurang 400 mg/hari. Asupan kalsium harian yang tidak memadai berdampak buruk pada aspek struktural dan fisiologis tubuh. Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran asupan vitamin D dan kalsium mahasiswa FK UMI angkatan 2020 serta faktor yang memengaruhi pola asupan tersebut. Penelitian ini menggunakan mix method dengan SQ-FFQ dan wawancara mendalam. Sampel kuantitatif berjumlah 254 responden dan kualitatif 5 informan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis univariat sedangkan data kualitatif menggunakan analisis tematik. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 254 orang. Sebanyak 72,4% responden memiliki asupan harian vitamin D yang tidak adekuat dan 71,7% memiliki asupan kalsium harian yang tidak adekuat. Hasil penelitian kualitatif didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi asupan zat gizi meliputi pilihan makanan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, preferensi makanan, lingkungan, pengetahuan, edukasi, iklan, interaksi sosial, dan keuangan. Mayoritas responden mengalami defisiensi vitamin D dan kalsium. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi seluruh lapisan masyarakat mengenai dampak defisiensi nutrisi ini, dengan memperhatikan kompleksitas faktor personal dan lingkungan yang membentuk kebiasaan makan seseorang.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA PADA KURMA AJWA, SUKARI, KHALAS, MEDJOOL, DAN GOLDEN VALLEY Ahyar, Farah Firjatillah; Syamsu, Rachmat Faisal; Safitri, Asrini; N, Hermiaty; Nurmadilla, Nesyana; Arifin, Arina Fathiyyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25447

Abstract

Karbohidrat paling sederhana dikenal sebagai monosakarida atau gula, dan mereka memiliki rumus umum (CnH2nOn). Yang paling umum mengandung enam atom karbon. Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang mengandung antara tiga dan delapan atom karbon, tetapi hanya mereka yang memiliki lima atau enam atom karbon yang umum. Dua dari yang paling penting dalam makanan adalah gula enam karbon glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah karbohidrat terpenting pada biokimia mamalia karena hampir semua karbohidrat dalam proses biokimiawi makanan diubah menjadi glukosa untuk metabolisme. Kurma merupakan salah satu buah yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW, dengan kandungan gula sebagian besar gula – gula monosakarida, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Menggunakan metode penelitian eksperimental jenis komparatif dengan analisa kuantitatif dengan kurma ajwa, sukari, medjool, khalas, dan golden valley sebagai kurma yang digunakan sebagai sampel dengan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive dengan masing – masing kurma ditimbang sebanyak 10 gram, lalu dihitung dengan kadar glukosa yang menggunakan reagen anthrone yaitu; (1) persiapan sampel untuk penetapan gula, (2) pembuatan larutan blanko, dan (3) pembuatan kurva standar dan akan dihitung dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pengujian Kruskal Wallis dengan nilai signifikasi untuk kadar glukosa pada setiap kurma adalah sebesar 0.406 > taraf nyata dan mendapatkan nilai glukosa tertinggi pada kurma ajwa sebesar 0.15% lalu diikuti dengan sukkari, khalas, medjool, dan golden valley.
Analisis IMT Terhadap Alopesia Androgenik Fakultas Kedokteran, RS Ibnu Sina Dan Menara UMI Makassar diana, Nur akhsan; Nurelly, Nurelly; Sodiqah, Yani; Nurmadilla, Nesyana; Surdam, Zulfiyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.91 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.58

Abstract

Alopesia androgenik adalah penipisan rambut akibat adanya rangsangan hormon androgen terhadap folikel rambut yang memiliki predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis Indeks Masa Tubuh (IMT) terhadap penderita alopesia androgenetik, mengetahui prevalensi alopesia androgenik dengan rerata. Indeks Massa Tubuh di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RS Ibnu Sina dan Menara Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RS Ibnu Sina dan Menara Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh terhadap penderita alopesia androgenik. Prevalensi alopesia androgenik terbanyak yaitu dengan Indeks Massa Tubuh normal 34,8%.
Peranan Multivitamin Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.095 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.59

Abstract

Pneumonia dapat menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada geriatri. Proses penuaan sistem organ (di antaranya system respirasi, sistem imun, sistem pencernaan) dan faktor komorbid banyak berperan pada peningkatan frekuensi dan keparahan pneumonia pasien geriatri. Karakteristik dominan pneumonia pada pasien geriatric adalah presentasi klinisnya yang khas, yaitu jatuh dan bingung, sedangkan gejala klasik pneumonia sering tidak didapatkan. Pneumonia adalah inflamasi jaringan paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi dan didefinisikan sebagai adanya infiltrate paru pada foto thoraks. Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar kelompok usia lanjut dan kelompok populasi dengan penyakit kronik, sebagai akibat dari kerusakan sistem imunitas tubuh. Bayi dan anak-anak juga rentan terhadap pneumonia karena respon imunitas mereka yang masih belum berkembang dengan baik. Gizi merupakan elemen kesehatan penting bagi populasi lanjut usia (lansia) dan mempengaruhi proses menua. Prevalensi malnutrisi meningkat pada populasi ini. Pneumonia merupakan salah satu penyakit kronik pada lansia yang berhubungan dengan malnutrisi. Hubungan antara malnutrisi dan penyakit paru sudah lama diketahui. Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernafasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan nafas. Sebaliknya, penyakit paru akan meningkatkan kebutuhan energi dan dapat mempengaruhi asupan diet menjadi menurun. Intervensi gizi pada pasien pneumonia ditujukan untuk mengendalikan anoreksia, memperbaiki fungsi paru, dan mengendalikan penurunan berat badan. Kebutuhan akan zat gizi diperhitungkan sesuai dengan hasil asesmen gizi.
Pengaruh Lama Penyimpanan Asi Di Freezer Terhadap Kadar Karbohidrat, Protein Dan Lemak Yang Terkandung Dalam Asi Gayatri, Sri Wahyuni; Muchsin, Achmad Harun; Ananda, Fadli; Nurmadilla, Nesyana
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.87

Abstract

Latar Belakang: Asi eksklusif adalah air susu ibu yang wajib diberikan atau disusukan pada bayi yang baru lahir sampai bayi menginjak usia 6 bulan. ASI mengandung komposisi nutrisi yang mendukung pertumbuhan bayi yang optimal dan pengembangannya. Selain nutrisi, ASI juga mengandung beberapa protein bioaktif yang dapat berkontribusi untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dan memainkan peran penting dalam efek perlindungan terhadap jenis alergi tertentu, penyakit auto-imun dan gangguan metabolism. Tujuan; Untuk melihat pengaruh lama penyimpanan ASI di freezer terhadap kadar karbohidrat protein, dan lemak yang terkandung dalam ASI. Metode; Literatur Review dengan desan Narative Review Hasil; Dari 6 jurnal yang didapatkan diperoleh bahwa terdapat penurunan kadar karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung dalam ASI selama proses penyimpanan di freezer. Kesimpulan; terdapat pengaruh antara lama penyimpanan dengan kadar Karbohidrat, Protein dan Lemak dalam ASI.
Peranan Virgin Coconunt Oil pada Pelayanan Gizi Klinik Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.92

Abstract

Medium Chain Triglyceride (MCT) merupakan jenis asam lemak yang mempunyai ikatan kimia lebih pendek daripada jenis asam lemak lain. Terdiri dari 6 – 10 rantai karbon. MCT merupakan asam lemak unik yang mempunyai rantai karbon dengan panjang dari C6-C12 yang bersifat jenuh (asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan laurat). MCT diperoleh melalui proses esterifikasi gliserol dengan asam lemak yang mempunyai rantai karbon C6 dan C12 yang diturunkan dari minyak berkadar laurat tinggi, terutama minyak kelapa. Sumber MCT yang ketersediaanya berlimpah di Indonesia adalah minyak kelapa (Virgin Coconut Oil). Minyak kelapa yang mengandung 92,1% lemak jenuh, setelah dikonsumsi sesampainya didalam saluran pencernaan, karena ukuran molekulnya yang kecil (medium size), segera dapat diserap melalui dinding usus, tanpa harus mengalami proses hidrolisis dan enzimatis, dan langsung dipasok kedalam aliran darah dan dibawa kedalam organ liver untuk dimetabolisasi. Didalam liver minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan bukan kolesterol dan jaringan adiposa. Energi yang dihasilkan digunakan untuk meningkatkan pembakaran seluler dari ujung rambut sampai ujung kaki dan mengaktifkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ tubuh, dan jaringan tubuh. Dalam pelaksanaan klinis MCT dalam hal ini VCO dapat digunakan untuk indikasi klinis seperti malabsorpsi, pasien HIV dan kaheksia,program penurunan berat badan dan aktivitas fisik seperti olahragawan.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Anak Pada Usia 9 – 12 Tahun Nur, A. Ainun Wulandari; Mokhtar, Shulhana; Nurmadilla, Nesyana; Bamahry, Aryanti B; Jafar, Muh Alfian
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 1 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i1.99

Abstract

Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Status gizi yang baik akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya dapat meningkatkan kemampuan intelektual yang akan berdampak pada prestasi belajar di sekolah. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar anak pada usia 9-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Berdasarkan indeks BB/TB anak yang memiliki status gizi baik sebanyak 45,8%, obesitas 12,5%, overweight 2,8%, gizi kurang 37,5% dan gizi buruk 1,4%. Untuk hasil prestasi belajar anak yang memiliki prestasi belajar tinggi sebanyak 83,3% dan prestasi belajar sedang sebanyak 16,7%. Hasil uji chi square menunjukkan hubungan status gizi berdasarkan indeks BB/TB dengan prestasi belajar anak usia 9-12 tahun diperoleh nilai p = 0,006 yaitu terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan prestasi belajar anak usia 9-12 tahun.
Efek Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) dalam Menekan Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi secara In vitro Taufan, Wa Ode Sri Apriani; Idrus, Hasta Handayani; Nurmadilla, Nesyana; Sodiqah, Yani; Muchtar, Amrizal
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.129

Abstract

Salmonella typhi is a Gram-negative bacterium that has no spores, moves with peritrichic flagellum, is facultative intracellular and facultative anaerobic. Garlic (Allium sativum) has been known for a long time to be used as a seasoning and medicine. The antibacterial activity of garlic can control pathogenic bacteria, both gram-negative and positive. To determine the effectiveness of Salmonella typhi bacteria growth given garlic extract (Allium sativum). This research is a true experiment post test using disc diffusion method. The higher the concentration of garlic extract (Allium sativum), the greater the inhibition zone obtained. The highest concentration of 100% garlic extract against Salmonella typhi bacteria has an inhibition zone of 14.4 mm with sensitive interpretation. Garlic extract (Allium sativum) has antibacterial effectiveness against the growth of Salmonella typhi bacteria
Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Gagal Jantung Kongestif Di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Iswahyudi, Andi Alfiyah Az-Zahro; Wisudawan, Wisudawan; Darma, Sidrah; Nurhikmahwati, Nurhikmahwati; Nurmadilla, Nesyana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8909

Abstract

Latar Belakang: Gagal Jantung Kongestif adalah kumpulan gejala kompleks akibat adanya gangguan pada proses kerja jantung, baik secara struktural maupun fungsional. Upaya untuk meningkatkan kapasitas fungsional dengan melakukan latihan fisik. Tujuan: Mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap kejadian gagal jantung kongestif di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan  pendekatan cohort retrospektif berdasarkan data primer melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur IPAQ (International Physical Activity Questionnare). Hasil: Di dapatkan 28 pasien terdiagnosis gagal jantung kongestif sebanyak 16 orang berjenis kelamin laki-laki (57.1%), mayoritas pada kelompok usia 55-65 tahun sebanyak 13 orang (46.4%), 14 orang melakukan aktivitas fisik sedang (50%), 13 orang melakukan aktivitas fisik rendah (46.4%) dan 1 orang melakukan aktivitas fisik berat (3.6%) dan terdapat hubungan bermakna antara hubungan usia dengan aktivitas fisik dengan nilai p-value 0.031 (p-value < 0.05). Di dapatkan 28 pasien terdiagnosis gagal jantung kongestif berdasarkan klasifikasi NYHA dimana mayoritas berada pada kelas 2 dengan jumlah 24 orang (85,7%) dan 4 orang berada pada kelas 1 (14.3%). 28 pasien terdiagnosis Gagal Jantung Kongestif berdasarkan berdasarkan aktivitas fisik, dimana sebanyak 24 orang berada pada NYHA kelas 2. Sebanyak 11 orang melakukan aktivitas fisik rendah (45.8%), 12 orang melakukan aktivitas fisik sedang (50%) dan 1 orang melakukan aktivitas fisik berat (4.2%). Berdasarkan hasil perhitungan Chi-square diperoleh p-value = 0.914 < α = 0,05 (nilai p-value lebih besar dari α = 0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Hubungan Jenis Kelamin Pasien Jantung Kongestif dengan Aktivitas Fisik yang dilakukan pasien Gagal Jantung Kongestif di RS Ibnu Sina Makassar. Kesimpulan: Pasien terdiagnosis gagal jantung kongestif dari 28 pasien mayoritas berjenis kelamin laki-laki, kelompok usia 55-65 tahun dan berdasarkan tingkat aktivitas fisik paling banyak melakukan aktivitas fisik sedang.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Abidin, Mohammad Reza Zainal Achmad Harun Muchsin Ahmad Ardhani Pratama Ahmad, Izhar Fitrah Ahyar, Farah Firjatillah Aisyah, A Aidha Nurul Alhumaerah, Musdalifah Amir, Suliati P. Amrizal Muchtar Ananda Putri, Atika Ananda, Fadli Anas, Muhammad Werfhina Aswar Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Alamanda Irwan Andi Anita Nur Fadhilah Andi Fahirah Arsal Andi Mappaware, Nasrudin Andi Tenri Sanna Anggita, Dwi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Anna Sri Dewi Aprianti Amalia Kartika Arifin, Arina F Arifin, Arina Fathiyyah Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Arlini Wello, Eny Aulia Putri Apriliani Aulia, Aulia AULIA, RIZKA Ayu Ulfiah Bamahry, Aryanti Bamahry, Aryanti B Basri, Rezky Pratiwi Lambang Dahliah, Dahliah Darma, Sidrah Darmawan, Inchi Muh Arrayyan Dewi, Anna Sari Dian Amelia Abdi diana, Nur akhsan Djauhariah A. Madjid Djauhariah Arifuddin DK, Indah Lestari Fadli Ananda Fahmi Utami, Dian Fattah, Nurfachanti Fattah, Nurfachanti Fattah, Nurfachanti Fattah Gayatri, Sri Wahyuni Gita Ananda Pratiwi Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamzah, Pratiwi Nasir Hamzah, Pratiwi Natsir Harahap, Muhammad Wirawan Haring, Andi Muh. Batara Sakti Hikma, Nur Suci Ida Royani Ida Royani Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Iskandar, Darariani Ismail, Muhammad Wirasto  Iswahyudi, Andi Alfiyah Az-Zahro Jafar, Muh Alfian Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Marzelina Khairuddin Djawad Khomeny, Imran Al Mu’min Lestari, Regina Liaury, Kristian M Syahwal M., Andi Nurdina Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Marhamah Marwa Amrang Mochammad Erwin Rachman Mokhtar, Shulhana Muchsin, Achmad Harun Muh Alfian Jafar Muh. Nasrum Massi Mutmainnah Musa, Inna N Akib, Marlyanti N, Hermiaty Namirah, Hanna Aulia Nasruddin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nirwana Laddo Nirwana Laddo Novriansyah, Zulfikri Khalil Nulanda, Mona Nur fadilah Khalid Nur Nur Nur, A. Ainun Wulandari Nurelly, Nurelly Nurfachanti Fattah Nurhikmahwati, Nurhikmahwati Nurhikmawati Nurrahmah Akib, Marlyanti Pratiwi, Rezky Prema Hapsari Prema Hapsari Prema Hapsari Hidayati Putra, Fadil Mula Putri, Andi Nur Afifah Maharani Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahman, Hasmina Rahmawati, Rahmawati Rajabul Haery Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Rezky Pratiwi Rezky Pratiwi. LB Rifa'at, Syahrul Riskiyanti Apriliah Rizki Handayani Rizki Rizki Rusydi, Hanina Nur Zahra Safitri, Asrini Safitri, Asrini Saputri, Ade Amelyani Sarah Busyra S. Azzubaidi Shafa Nathania Utami Sherliana, Sherliana Shulhana Mokhtar Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Sigit Dwi Pramono Sodiqah, Yani Sommeng, Faisal Sri Julyani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyuni Gayatri Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syahruddin, Febie Irsandy Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarifuddin Rauf Tahir, Akina Maulidhany Taufan, Wa Ode Sri Apriani Ulfiah, Ayu Usman, Adinda Zahra Utami, Dian Fahmi Wello, Eny Arlini Wibowo, Suchika Aisyah Widya Lestari Ningsih Husain Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan, Wisudawan Zulfitriani Murfat