Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : Amerta Nutrition

Thirty Days Snail Biscuit Supplementation Improved Height-for-age Z-score (HAZ) of Malnourished Children in Slum Surabaya Trias Mahmudiono; Zeni Firginingtyas; Qonita Rachmah
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.638 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i1.2017.31-37

Abstract

Background: Indonesia is now still suffering from malnutrition. It was reported that at least 1.39% out of 136,155 children under-five in Surabaya were severely. Severe malnutrition caused by direct factors including infectious diseases and food intake. Therefore, an alternative to overcome that problem is crucial, such as using snail flour for a weaning food. Snail is known as one of the good protein source with complete essential amino acid.Objective: This research aims to determine the effect of snail biscuit (Achatina fulica) toward z-score improvement in severely malnourished children under five according weight for age and height for age index in Ujung sub-district, Surabaya.Methods: This was an experimental research which divided into two groups; case group that given snail biscuit for a month and control group that given coconut biscuit in a same time period. Paired t-test was done to analyze the different between before and after treatment.Results: The result showed that there was no effect of snail biscuit to weight-for-age z-score (WAZ) improvement in children under five (p-value>0.05). However, a month snail biscuit intervention improved height-for-age z-score (HAZ) in children under five (p-value=0.02); while the control group did not show significant result (p-value=0.84). The strength of intervention shown by Exp(B) value=1.02 means that children under five who consume snail biscuit for a month had 1.02 higher height-for-age z-score improvement compared to those who consumed coconut biscuit.Conclusion: It can be concluded that snail biscuit give better improvement of nutritional status based on height-for-age z-score compared to coconut biscuit in malnourished children under five. It is suggested for the intervention study to expand intervention period to 90 days similar to government supplementary feeding intervention. ABSTRAK Latar belakang: Malnutrisi masih menjadi masalah gizi utama yang dialami di Indonesia. Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada tahun 2009 melaporkan sebesar 1,888 (1.39%) dari 136,155 balita mengalami gizi buruk. Penyebab gizi buruk terdiri dari faktor langsung dan tidak langsung, dimana faktor langsung terdiri dari penyakit infeksi dan asupan makanan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah penggunaan tepung bekicot sebagai makanan pendamping. Bekicot diketahui sebagai salah satu sumber protein dengan kandungan asam amino esensial yang lengkap.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian biskuit bekicot  (Achatina fulica) pada perbaikan z-score berat badan menurut usia dan tinggi badan menurut usia balita gizi buruk di Kelurahan Ujung, Surabaya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan pembagian dua kelompok; kelompok intervensi yang diberikan biskuit bekicot selama 30 hari dan kelompok kontrol yang diberikan biskuit kelapa dalam jangka waktu yang sama. Uji statistik yang digunakan yaitu paired t-test.Hasil: Hasil analisis menunjukkan tidak ada efek pemberian biskuit bekicot selama satu bulan pada indeks status gizi berat badan menurut umur (BB/U) (P-value>0,05). Namun, intervensi pemberian biskuit bekicot secara statistik mempengaruhi perbaikan status gizi tinggi badan menurut usia (TB/U) pada balita gizi buruk, sedangkan biskuit kelapa tidak mempengaruhi TB/U balita gizi buruk (P-value=0.84). Kekuatan pengaruh intervensi berdasarkan perhitungan Exp(B)=1.02, artinya bahwa balita gizi buruk yang mengonsumsi biskuit bekicot memiliki 1.02 kali perbaikan yang lebih baik pada status gizi TB/U dibandingkan balita yang mengonsumsi biskuit kelapa.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa biskuit bekicot dapat menjadi alternatif perbaikan status gizi balita gizi buruk. Penelitian selanjutnya disarankan dapat memperpanjang durasi intervensi hingga 90 hari seperti anjuran pemerintah dalam pemberian makan tambahan.
Hubungan Antara Umur, Gravida, Dan Status Bekerja Terhadap Resiko Kurang Energi Kronis (KEK) Dan Anemia Pada Ibu Hamil Zahidatul Rizkah; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.241 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i2.2017.72-79

Abstract

 Background: Chronic Energy  Deficiency, and Anemia in pregnancy have become two the indirect and major causes of maternal and infant mortality cases in Indonesia. Objectives: The purpose of this study was to determine the effect of age, gestational age, gravida on Chronic Energy Deficiency occurrence and anemia. Methods: . The purpose of this study was to determine the effect of age, gravida, and work status on Chronic Energy Deficiency occurrence and Anemia.Results: The results showed that unemployed mothers had a probability of 0.824 times for Chronic Energy Deficiency compared with working mothers, multigravidal mothers had a probability of 1.021 times for Chronic Energy Deficiency compared with primigravida mothers, and 3,200 times for Chronic Energy Deficiency compared with primigravida mothers. Pregnant women <20 years of age have an anemia risk of 2.250 times compared with age 20-35 years, and age> 35 years have anemia risk 5.885 times greater than the age of 20-35 years. Unhealthy mothers and mothers who have risk of Anemia 1.990 greater than pregnant women who work.Conclusion: The conclusion of this research is that there is influence of work status, primigravida to Chronic Energy Deficiency occurrence, and there is influence of age, working status, and gravida on occurrence Anemia in pregnant mother. Advice for pregnant women is to conduct counseling to health workers on a regular basis and meet the nutritional needs during pregnancy according to the advice of health workers to prevent the occurrence of Chronic Energy Deficiency and anemia during pregnancy.ABSTRAK Latar Belakang: Proporsi ibu hamil dengan KEK di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010 sebesar 33,5% meningkat menjadi 38,5% pada tahun 2013.  Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur, gravida, dan status  bekerja  terhadap kejadian KEK dan Anemia pada ibu hamil.  Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 153 ibu hamil yang periksa selama bulan Januari-Desember 2014 sebagai sampel. Sampel ini dipilih secara acak dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengaruh antar variabel dianalisis menggunakan uji Logistic Regression (α = 0,05).  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang tidak bekerja memiliki kemungkinan 0,824 kali untuk mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang bekerja, ibu multigravida memiliki kemungkinan 1,021 kali untuk mengalami KEK dibandingkan dengan ibu primigravida, dan 3,200 kali untuk mengalami KEK dibandingkan dengan ibu primigravida, . Ibu hamil yang berumur < 20 tahun memiliki resiko mengalami Anemia 2,250 kali dibandingkan dengan umur 20-35 tahun, dan usia > 35 tahun memiliki resiko mengalami Anemia 5,885 kali lebih besar dibandingkan dengan usia 20-35 tahun. Ibu yang tidak bekerja memiliki resiko mengalami Anemia 1,990 lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang bekerja.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh status bekerja, primigravida terhadap kejadian KEK, dan terdapat pengaruh umur, status bekerja, dan gravida  terhadap kejadian Anemia pada ibu hamil. Saran untuk ibu hamil adalah untuk melakukan konseling kepada petugas kesehatan secara teratur dan memenuhi kebutuhan nutrisinya selama hamil sesuai saran petugas kesehatan untuk mencegah terjadinya KEK dan anemia pada masa kehamilan.
Pola Konsumsi Makanan Sumber Yodium dan Goitrogenik dengan GAKY pada Anak Usia Sekolah di Ponorogo Imaniar Mahdiya Izati; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.254 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i2.2017.88-97

Abstract

 Background: Iodine deficiency disorders (IDD) is one of nutritional problem in Indonesia. Inadequate intake of iodine and excessive goitrogenic intake is are main cause of IDD. Objectives: This study aimed to determine factors associated with IDD among schoolchildren. Methods: This study was an observational analytic with case control design in Sidoharjo Village, Jambon Sub District, Ponorogo on May 2017. The sample was 62 students from the first – sixth grade of SDN IV Krebet. They are consist of 31 students suffer IDD and 31 students with non IDD measured from goiter palpation. The data was collected by interview using questionnaire, iodine and goitrogenic consumption using FFQ. Data were analyzed by using chi square, fisher exact, spearman correlation and logistic regression. Results: Dietary iodine source that are rarely consumed is seafood (79,03%). Dietary goitrogenic source that are often consumed is tiwul (48,39%). Logistic regression analysis showed that seafood intake is the most influence factor of IDD (p= 0,011). Conclusion: There was a relation between iodine intake and goitrogenic intake with IDD among school children. Meanwhile, there is no association between characteristic of family with IDD among school children.ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah yang ada di Indonesia hingga saat ini. Rendahnya asupan yodium dan tingginya konsumsi sumber goitrogenik adalah penyebab terjadinya GAKY.Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan terhadap kejadian GAKY pada anak usia sekolah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control dan dilakukan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo pada bulan Mei 2017. Sampel penelitian ini yaitu siswa SDN IV Krebet dari kelas I-VI yang terdiri dari 62 siswa dimana 31 siswa menderita GAKY dan 31 siswa tidak menderita GAKY yang didapatkan dari hasil pemerikasaan palpasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dengan kuesioner dan FFQ untuk mengetahui pola konsumsi makanan sumber yodium serta goitrogenik. Data dianalisis menggunakan chi square, fisher exact, korelasi spearman dan regresi logistik.Hasil: Makanan sumber yodium yang jarang dikonsumsi oleh responden adalah ikan laut (79,03%). Sedangkan makanan sumber goitrogenik yang sering dikonsumsi oleh responden adalah tiwul (48,39%). Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian GAKY yaitu pola konsumsi ikan laut (p= 0,011).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi ikan laut, pola konsumsi telur dan pola konsumsi tiwul dengan kejadian GAKY. Sebaliknya tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga dengan kejadian GAKY.  
Hubungan Pendapatan, Total Pengeluaran, Proporsi Pengeluaran Pangan dengan Status Ketahanan Rumah Tangga Petani Gurem (Studi di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember) Isma Nur Amalia; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.472 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i2.2017.143-152

Abstract

  Background: The realization of household food security is one of the indicators of national development. Efforts to improve food security by the fulfillment of food people on poverty dominated by smallholders.Objectives: of this research is to analyze the level of household food security according to income, expenditure and proportion of food of smallholder farmers. Methods: This study used cross sectional design with 51 sample households taken through propotional sampling method which has represented 7 farmer groups. Then the data analysis used by spearman and chi-square statistic test. Result: This result showed relation between income p-value = 0.001 (p < 0.05), household food expenditure p = 0.001 (p < 0.05) and proportion of household food expenditure p = 0.001 (p < 0.05) and household food security status. Conclusion: All variable are income, expenditure and proportion of food related to the level of food security of smallholder households.ABSTRAK Latar belakang: Terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu indikator pembangunan nasional. Upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan pemenuhan pangan masyarakat di bawah kemiskinan yang didominasi oleh petani gurem.Tujuan: penelitian adalah  menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga menurut akses ekonomi yang terdiri dari pendapatan, total pengeluaran, proporsi pengeluaran pangan.Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan besar sample sebesar 51 rumah tangga yang diambil melalui metode propotional sampling yang telah mewakili 7 kelompok tani. Analisis data menggunakan uji statistik spearman dan chi-square.Hasil: terdapat hubungan pendapatan (p-value= <0,001), total pengeluaran (p-value= 0,001) dan proporsi pengeluaran pangan (p-value= 0,001) dengan status ketahanan pangan rumah tangga petani gurem.Kesimpulan: Semua variabel yakni pendapatan, total pengeluaran dan proporsi pangan berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani gurem.
Keragaman Pangan dan Tingkat Kecukupan Energi serta Protein Pada Balita Dwi Putri Pangesti Suryo Andadari; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.989 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i3.2017.172-179

Abstract

Background: Childrens needs adequacy nutrients to support the growth process. Nutritional needs in children period can be fullfiled by consuming a variety of foods. Agricultural and pond dominated area can to provide adequate food availability. Objectives: The purpose of this study is to analyze the differences of dietary diversity and the level of energy and protein adequacy in children in agricultural and pond dominated areas. Method: This cross sectional study design and samples are 55 children under five years with the mothers/babysitters as respondents. Samples are taken using proportional random sampling. Dietary diversity are assessed using Individual Dietary Diversity Score (IDDS) with the criteria considered to consume if the amount minimum 10 grams. Adequacy energy and protein is assessed using food recall 2×24 hours and continued by compared with AKG. The differences of dietary diversity, energy ad protein adequacy rates are analyzed using Mann Whitney Test. Results: The results shows that  children in agricultural area classified low dietary diversity and middle dietary diversity in children pond dominated area (p=0.024). Children in agricultural and pond dominated areo classified less energy adequate (0.588) and more protein adequacy (0.459). Conclusion: There is difference of dietary diversity at children in agricultural and pond dominated area and ther is no difference of energy and protein adequacy in children in agricultural and pond dominated area.ABSTRAK Latar Belakang: Pada masa balita membutuhkan asupan gizi yang mencukupi untuk menunjang proses tumbuh kembang tersebut. Kebutuhan gizi pada balita dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang beragam. Pemenuhan pangan yang cukup tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup. Sumber daya pertanian dan perikanan seperti tambak memiliki potensi untuk menyediakan sumber pangan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan keragaman pangan dan tingkat kecukupan energi dan protein pada balita di wilayah pertanian dan tambak.Metode: Penelitian cross sectional ini menggunakan sampel sebanyak 55 balita dengan ibu/pengasuh sebagai responden. Sampel diambil menggunakan proportional random sampling. Keragaman pangan dinilai menggunakan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dan dinilai dengan kriteria minimum konsumsi 10 gram. Data konsumsi pangan dikumpulkan menggunakan food recall 2×24 jam kemudian dikonversi dibandingan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk mendapatkan Tingkat Kecukupan Energi dan Tingkat Kecukupan Protein. Data dianalisis menggunakan Mann Whitney Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita di wilayah pertanian tergolong keragaman pangan rendah dan balita di wilayah tambak tergolong keragaman pangan sedang (p=0,024). Balita di wilayah pertanian maupun tambak tergolong tingkat kecukupan energi kurang (p=0,588) dan tingkat kecukupan protein (p=0,459).Kesimpulan: Terdapat perbedaan keragaman pangan minimum konsumsi 10 gram diterapkan pada balita di wilayah pertanian dan tambak dan tidak terdapat perbedaan kecukupan energi serta protein pada balita di wilayah pertanian dan tambak. 
Hubungan ASI Eksklusif dengan Kejadian Underweight di Jawa Timur Tahun 2016 Mahmudah Wati Sugito; Agus Sri Wardoyo; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.586 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i3.2017.180-188

Abstract

Background: Underweight is a public health problem caused by many factors. The prevalence of underweight in East Java in 2016 was 17.3%, wich was higher than the program’s targetted (12.9%). Breast milk is the best food to support the growth and development of the baby. Coverage of Exclusive Breast Milk in East Java in 2015 decreased (68.8%), compared to 2014 (72.89%). Early supplementary feeding in infants under 6 months may affect nutritional status. Objectives: The purpose of this study was to analyze the relationship of Exclusive Breast milk with the incidence of underweight in infants aged 0-23 months in East Java Province in 2016. Method: This study is a secondary data analysis of Nutrition Status Monitoring in East Java Province. The study population was all babies in East Java. Total sample is 4738. The data were analyzed using Chi-square test and Logistic Regression, with 95% CI (α = 0.05). Results: The results showed there was a significant relationship between exclusive breastfeeding only from birth until before the last 24 hours in infants aged 0-23 months with the incidence of underweight, with (p=0.000010;OR=1.654;95%CI=1.319–2.052), there was a significant  relationship of first to provide a food other than breast milk in infants aged 0-23 months  with the occurrence of underweight, (p = 0.000;OR=0.272; 95%CI=0.217–0.341).Conclusion: In conclusion, breastfeeding only in infants from birth until before the last 24 hours and first provide food other than breast milk in infants aged 0-23 months associated with underweight. Because breast milk is sufficient nutritional needs of infants aged 0-6 months.ABSTRAK Latar Belakang: Masalah gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh banyak faktor. Prevalensi underweight di Jawa Timur tahun 2016 sebesar 17,3%, lebih tinggi dari target program Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebesar 12,9%. ASI merupakan makanan terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Jawa Timur tahun 2015 menurun (68,8%), dibandingkan tahun 2014 (72,89%). Pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi di bawah 6 bulan dapat mempengaruhi status gizi. Tajuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan ASI Ekslusif dengan kejadian underweight pada bayi usia 0-23 bulan di Provinsi Jawa Timur tahun 2016.Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder survei Pemantauan Status Gizi Provinsi Jawa Timur. Populasi penelitian adalah semua bayi berusia 0-59 bulan yang ada di Jawa Timur. Total sampel sebanyak 4738 bayi.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dan Regresi Logistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI saja sejak lahir sampai sebelum 24 jam terakhir pada bayi usia 0-23 bulan dengan kejadian underweight (p=0,000010;OR=1,654;95%CI=1,319–2,052), ada hubungan pertama kali memberikan makanan selain ASI pada bayi usia 0-23 bulan dengan kejadian underweight,  (p = 0,000;OR=0,272; 95%CI=0,217–0,341).Kesimpulan: Simpulan yaitu pemberian ASI saja pada bayi sejak lahir sampai sebelum 24 jam terakhir dan pertama kali memberikan makanan selain ASI pada bayi usia 0-23 bulan berhubungan dengan kejadian underweight. Pemberian ASI saja sudah mencukupi kebutuhan nutrisi bayi usia 0-6 bulan.
Hubungan Pengeluaran Rumah Tangga, Asupan Protein, Dan Asupan Zat Besi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Pekerja Tambang Pasir Tradisional Syahid Kinayung Widyaji; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.625 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i3.2017.220-226

Abstract

Background: Anemia is one of the nutritional problem in society with low socioeconomic status. Low socioeconomic associated with lower nutritional intake do to limited access to a variety of foods.Objective: the aim of this study was to analyze the relationship netween household expenditure and intake protein with hemoglobin level among sand miner.Method: this was a cross sectional study with 51 sample sand miner was selected by simple random sampling. The data were collected through interview using questionnaire, 2x24 hours food recall, and hemoglobin level measured by Easy Touch GCHb. Data were analyzed using Pearson correlation.Result: The result showed that there were associations between household expenditure (p = 0.016) and intake protein (p = 0.037) to hemoglobin level. Conversely, there was no association between intakes of iron to hemoglobin level.Conclusion: Household expenditure and intake protein related to the hemoglobin level among sand miner.Conclusion : Patient satisfaction of food by outsourcing system was no difference from the patient satisfaction of food by self operated system.ABSTRAK Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi pada masyarakat dengan status sosial ekonomi yang rendah. Pada sosial ekonomi yang rendah cenderung asupan zat gizinya rendah karena terbatasnya akses ke pangan yang beragam.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pengeluaran rumah tangga, asupan protein, dan asupan zat besi dengan kadar hemoglobin pada pekerja tambang pasir tradisional.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan besar sampel 58 pekerja tambang pasir tradisional yang dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, 2x24 hours food recall, dan kadar hemoglobin diukur dengan alat Easy Touch GCHb. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengeluaran rumah tangga (p = 0,016) dan asupan protein (p = 0,037) dengan kadar hemoglobin. Sebaliknya tidak terdapat hubungan  asupan zat besi (p = 0,258) dengan kadar hemoglobin.Kesimpulan: Pengeluaran rumah tangga dan asupan protein berhubungan dengan kadar hemoglobin pada pekerja tambang pasir tradisional.
Bagaimana Gizi Sejak Massa Konsepsi Dapat Mempengaruhi Kesehatan Biologis Anak? Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.922 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.261-265

Abstract

Background: good nutrition for mothers since pre-conception and conception is an important preparation for the health of the fetus and the child in the future.Objective: The purpose in writing this literature review is to explain argumentatively how nutrition from the time of conception can affect the child's biological health.Discussion: The results of the literature review show evidence that nutrition from the time of conception can affect the child's biological health. Several articles show a mechanism that explains the possible mechanisms of nutritional influence as conception on the child's biological health as in the future as Barker Hyphothesis or fetal programming. However, the data obtained to date is still not fully convincing. It is necessary to develop a long or longitudinal and experimental research that can guarantee the truth of the theory. Conclusion: the argument that nutrition from the time of conception is believed to affect the biological health of children in the future is increasingly stronger in the current literature although evidence of experimental research results still need to be accumulated to ensure the truth.ABSTRAK Latar Belakang: gizi yang baik bagi ibu sejak masa pra konsepsi dan konsepsi merupakan persiapan yang penting untuk kesehatan janin dan anak dimasa dating. Tujuan: tujuan dalam penulisan literature review ini adalah untuk menjelaskan secara argumentative bagaimana gizi sejak masa konsepsi dapat mempengaruhi kesehatan biologis anak. Pembahasan: hasil literature review menunjukkan bukti bahwa gizi sejak masa konsepsi dapat mempengaruhi kesehatan biologis anak. Beberapa artikel menunjukkan mekanisme yang menjelaskan kemungkinan mekanisme pengaruh gizi saat konsepsi terhadap kesehatan biologis anak dimasa datang seperti halnya Barker Hyphothesis atau fetal programming. Namun begitu, data yang diperoleh hingga saat ini masih belum meyakinkan sepenuhnya. Untuk itu perlu dikembangkan penelitian yang panjang atau longitudinal dan eksperimental yang dapat menggaransi kebenaran teori tersebut.Kesimpulan: argumentasi bahwa gizi sejak masa konsepsi diyakini berpengaruh terhadap kesehatan biologis anak dimasa depan semakin menguat dalam literature terkini walaupun bukti hasil penelitian eksperimental masih perlu banyak diakumulasikan untuk memastikan kebenarannya. 
Pengaruh Pendidikan Gizi Berbasis Theory of Planned Behavior untuk Mempromosikan Pembatasan Konsumsi Fast Food pada Siswi Wuri Rizki Handarbeny; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.371 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.351-360

Abstract

 Background: The incessant promotion of fast food make a perception that fast food is a trend among teenager.  Fast food consumption habits that have high calorie but low nutrients will causes nutritional problems in adolescents. Objectives: The purpose of this study aimed to determine effect of nutritional education based on theory of planned behavior to change knowledge, attitude, subjective norms, perceived behavioral control, intention, and limited fast food consumption among female students in Sidoarjo. Methods: This study was interventional quasi-experimental research. 32 female students (each 16 female students for interventional group and 16 female students for control group), were selected by simple random sampling. The education was provided based on theory of planned behavior in four sessions. The researcher-made questionnaire based on theory of planned behavior used for data collection.The questionnaire was completed by the students twice, before and three weeks after the implementation of nutritional education. Data were analyze using descriptive statistics, Mann-Whitney, and Wilcoxon Signed Ranks. Result: The results of this study show nutrition education based on theory of planned behavior influence knowledge (p<0.001), attitude (p<0.001), subjective norms (p=0.002), perceived behavioral control (p<0.001),intention (p<0.001), but doesn’t influence limited fast food consumption (p=0.570). Conclusion: Nutritional education based on the theory of planned behavior influence knowledge, attitude, subjective norms, perceived behavioral control, and intention, but not effect to limited fast food consumption. So, nutrition education designed based on TPB effective to be implementation of health promotion.ABSTRAK Latarbelakang: Gencarnya promosi fast food  menimbulkan persepsi bahwa makanan cepat saji merupakan tren dikalangan remaja. Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang mempunyai tinggi kalori namun rendah zat gizi menimbulkan masalah gizi lebih dan defisiensi zat gizi mikro pada remaja.Tujuan: Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi berbasis Theory of Planned Behavior terhadap perubahan pengetahuan, sikap, norma subyektif, perceived behavioral control, intensi, dan konsumsi membatasi fast food pada siswi di SMA Negeri 2 Sidoarjo.  Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode quasy experimental pada 32 siswi (16 siswi kelompok kontrol dan 16 siswi kelompok perlakuan) dipilih menggunakan simple random sampling. Pendidikan gizi berbasis TPB dilakukan selama 4 sesi yiatu sesi sikap, norma subyektif, PBC, dan intensi. Kuesioner penelitian yang digunakan untuk meneliti berbasis TPB. Penilaian dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan 3 minggu setelah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif, uji Mann Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa pendidikan gizi berbasis theory of planned behavior mempengaruhi pengetahuan (p<0,001), sikap (p<0,001), norma subyektif (p<0,002),  perceived behavioral control (p<0,001), dan intensi (p<0,001) tetapi tidak mempengaruhi perilaku siswi untuk membatasi fast food (p=0,570).Kesimpulan: Pendidikan gizi berbasis TPB dapat mempengaruhi sikap, norma subyektif, PBC, dan intensi tetapi tidak merubah perilaku membatasi fast food. Dengan demikian maka diperlukan pendidikan gizi yang berkelanjutan agar dapat merubah suatu perilaku pembatasan fast food.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pekerjaan Ibu Terhadap Pemberian MP-ASI Dini di Puskesmas Telaga Biru Kota Pontianak Tahun 2014 Eriza Wahyuhandani; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.428 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.300-307

Abstract

Background : Giving the complementary foods is the determinant of optimal growth in children. A preliminary study in Telaga Biru Health centre showed that 10 out of 15 mothers has given her baby complementary food in early time, due to unknown factors, 3 out of 10 mothers who did were caused by working. It can be assumed that there is an influence of knowledge and mother’s work with early  complimentary food giving. Objective : The goal of this research was to examine the relationship between the knowledge and the work of the mothers of 0-6 months aged babies towards giving early complementary foods in Telaga Biru Health centre, Pontianak.Methods: This is an observational analytic study with cross-sectional study design. The research population was all mothers whose babies ranged between 0-6 months in age within the work area of Telaga Biru Community Health Center of Pontianak City. Samples were obtained using simple random sampling technique with total 64 respondents. Statistic test used was linier regression with (α=0.05).Results: The result of the research showed that there was no relationship between the mother’s work through early complementary foods giving ( p=0.525), but in addition, there was a relationship between the knowledge through with early complementary feeding giving (p=0.003). This situation is evidence by the mother who has low knowledge, 69.2% giving thier baby complementary food in early time. The mother who has moderate knowledge, 33.3% giving their baby complementary food in early time, and the mother who has good knowledge was only 12.5% giving their baby complementary food in early time. Conclusion: The knowledge of mothers affects the early giving of complimentary food in breastfeeding. The higher the mother’s knowledge, the lesser likely the mother will give the early food complimentary in breastfeeding because mothers will apply their knowledge in giving the right food pattern for the babies. Therefore, it is needed to increase the level of knowledge of mothers to give the right complimentary food suited to the babies’ growth.ABSTRAKLatar Belakang: Pemberian makanan pendamping ASI merupakan salah satu faktor yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Hasil  studi  pendahuluan di puskesmas Telaga Biru Kota Pontianak menunjukan bahwa 10 dari 15 ibu telah memberikan MP-ASI secara dini kepada bayi karena faktor ketidaktahuan serta 3 diantara 10 ibu tersebut merupakan ibu bekerja. Dapat diasumsikan bahwa pengetahuan dan pekerjaan ibu mempengaruhi pemberian MP- ASI dini.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI secara dini di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru kota Pontianak.Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kota Pontianak. Sample diambil dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 64 orang. Uji statistik yang digunakan adalah regresi linier (α=0,05).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini(P = 0,525 > 0,05), namun terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI dini (P = 0,003 < 0,05). Hal ini dilihat dari ibu yang berpengetahuan kurang   69,2%   memberikan MP-ASI dini. Ibu yang berpengetahuan cukup 33,30% memberikan MP-ASI dini, dan ibu yang berpengetahuan baik hanya 12,5% memberikan MP-ASI dini.            .Kesimpulan: Pengetahuan ibu berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini. Semakin baik pengetahuan maka ibu tidak akan memberikan MP-ASI dini karena ibu akan menerapkan pengetahuannya dalam membentuk pola makan yang benar pada bayi. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan kepada ibu mengenai cara pemberian MP-ASI yang tepat.
Co-Authors 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah Abd Rahim, Nurul Ain binti Abdul Rohim Tualeka Abdullah Al Mamun Abidah, Aqmarina Afifah Desi Natasya Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agustin, Asri Meidyah Alfadhila Khairil Sinatrya Allyra Himawati Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amiini, Annisa Nur Andamarai, Natasya Ayu Andi Nugroho Andini, Niken Andriani, Merryana Anggiat Manahan Anggono, Felicia Anggraini, Sulvy Dwi Anisa Nindyasari Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Rahmah, Rifka Annisa Salsabila Setya Budi Antonius Yansen Suryadarma Ardian Nurdianto Firman Ariza, Nahya Rahmatul Arum Sekar Rahayuning Putri Atika Anif Prameswari Atin Nurmayasanti Audina, Angelina Aulia Jauharun Nisak Aulidina Dwi Mustafyani Azhar, Mohamad Azmy, Ulul Azzahra, Callista Naurah Bagong Suyanto Bambang Wirjatmadi Bekti Krisdyana Bella Kartini Rochmania Budi Utomo Callista Naurah Azzahra Charles Frans Chatarina Anugrah Ambar Purwandari Christy, Aprillia Betany Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cita Rosita Sigit Prakoeswa Cristanti, Fera Feheliani Damai Arum Pratiwi Daniel Andi Kristanto Danik Iga Prasiska Deandra Ardya Regitasari Sutoyo Dhiflatul Frista Anani Diah Indriani Dicky Andhyka Priambudi Dominikus Raditya Atmaka Dwi Putri Pangesti Suryo Andadari Dzulkifli, Achmad Edna Elkarima Edy Purwanto Tertius Eka Anisah Yusryana Elya Sugianti Erfiana Eriza Wahyuhandani Ernadila Diasmarani Hargiyanto Erwanda Anugrah Permatasari Estuningsih, Yayuk Farah Mumtaz Suwandiman Farapti Farapti Farida, Bunga Fathrizqita Aghnia Raudhany Fatqiatul Wulandari Fatqiatul Wulandari Fauzi, Annisa Yumna Febrianto, Eka Cahya Fikri, Muhammad Nabil Fitria Nurus Sakinah Flora Ramona Sigit Prakoeswa Fransiska Sabatini Setiawati Fransiska Sabatini Setiawati Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Furoidah, Nida Asni Gunawan Yoga Pratama Halim, Mohamad Hargiyanto, Ernadila Diasmarani Hario Megatsari Haryati, Aisya Cici Putri Hasanah Ayuningtyas Helen Alvia Clarita Hibatullah, Faiz Nur Iin Zulaiha Tuasikal Ikeu Ekayanti Ilham, Riska Amelia Nirina Ilyu Ainun Najie Imaniar Mahdiya Izati Indah Dwi Utami Ira Suarilah Isaura, Emyr Reisha Isma Nur Amalia Ismail, Wan Ismahanisa Isnaniyanti Fajrin Arifin Jaminah Jaminah Jaminah, Jaminah Kamila Dwi Febrianti Keah, Lee Siew Khairina Fadiah Hidayati Khairina Fadiah Hidayati Khanif, Ashlikhatul Khoiriyah, Riza Krispul, Adriana Kusuma, Ardyanisa Raihan Larasati, Destania Kinthan Lilik Kustiyah Lina Ali Baraja loriza, sufi jihaan Loriza, Sufi Jihan Luki Mundiastuti Maharani, Dinda Maulidya Putri Maharani, Faizah Putri Mahmud Aditya Rifqi Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Wati Sugito Mamun , Abdullah Al Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Mat Yasin, Azwa binti Maya Fernandya Siahaan Melaniani, RR Soenarnatalina Melaniani, Soenartalina Mengistu, Assaye Girma Merryana Andriani Mira Dewi Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin Mohd Noor, Mohamad Azhar bin Muh. Guntur Sunarjono Putra Mulia, Shinta Arta Nadia Ramadhani Nadia Ramadhani Nafijah Muliah Ninda, Gina Fitri Nining Tyas Triatmaja Nirina Ilham, Riska Amelia Nuka, Ni Made Ayu Rachel Rasheeta Nur Alifia Hera Nur Hasanah Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufidah Wulan Sari Nur Sahila Nur Sahila Nur, Zilvi Fuadiyah Nurdini, Erike Duwi Nurramadhani, Wadi'ah Hasna octarine, Sabitha Wina Oktaviani, Elma Mutiara Padella Dian Julia Armadita Pangestuti, Ayu Paraswati, Sandrina Indah Permatasari, Fitiara Indah Pininfarina, Virghina Bintang Pratiwi, Azizah Ajeng Pristyna, Greena Putri Ramadhani Putri, Dian Utama Pratiwi Qotrunnada, Miranda Zannuba Qurrota A’yun Febrina Triwindiyanti Rachma, Rizky Aulia Rachmah, Qonita Rachmahnia Pratiwi Ragil, Meisya Risky Puspitasari Rahmah, Rifka Annisa Rahmani, Alinda Rahmatika, Auni Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia Ramadhan, Sasha Anggita Rao, Rishan Rao al Morgan Rasyidi, Mohammad Fahmi Ratanika, Marcellina Tania Ratna Dwi Puji Astuti Ravi, Bagas Alifiyan Relawantria Harlianti Renata Saskia Rifa Juliana Kartika Rifqi, Niken Yunia Ririn Kristiani Rizaldy Fathur Rachman Rohmah, Amirah Maulida Roseprilla, Adamina Dinda Roudhotul Jannah Rozlan, Muhammad Syahmi bin RR Soenarnatalina Sabri, Nurhidayah binti Safaryna, Alifia Merza Sahila, Nur Sajida, Jasmine Hanida Sakinah Ramadhani Saleem, Haitam Thaleb Salim, Lutfi A. Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor Salsabila, Jihan Zahwa Santi Martini Santoso, Audia Fijratullah Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Sari, Nur Mufida Wulan Sari, Nur MW. Sari, Yuyun Eka Sasha Anggita Ramadhan Simangunsong, Tiara Tivany Siti Helmyati Siti Nur Husnul Yusmiati Siti Rahayu Nadhiroh Soares, Ivo Da Costa Soediantoro, Ira Suarilah Soenarnatalina Melaniani Soenarnatalina Soenarnatalina Sokvy, Ma Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Wahyuni Stefani Verona Indi Andani Stefani Verona Indi Andani Stefania Widya Setyaningtyas Suarilah, Ira Suci Handayani Susi Hidayah Sutrisno, Mauline Afifah Putri Suwandiman, Farah Mumtaz Suwardi Suwardi Suzanna Primadona Suzanna Primadona Syafi’atur Rosyidah Syahdana, Achidah Nur Syahfitri Wulandari Syahid Kinayung Widyaji Tajuddin, Rosnida binti Talib, Siti Salwa binti Thinni Nurul Rochmah Tulus Ervina Lindayanti Ulfa Al Uluf Utari Gita Setyawati Valentin, Valling Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wardatul Raihan Werdaningtyas, Rizky Widadari Intan Rujaby Widati Fatmaningrum Widayani, Soraya Tri Wilis Cahyaning Ayu Wilis Cahyaning Ayu Wizara Salisa Wuri Rizki Handarbeny Yayuk Estuningsih Yuniar, Aida Verdy Kumala Yuniar, Cindra Tri Yurike Adhela Yurike D Adhela Yurike Dhika Adhela Yurike Dhika Adhela Yusmiati, Siti Nur Husnul Yusrita Anidha Yusryana, Eka Anisah Yuwana, Noki Rieke Diah Ayu Zahidatul Rizkah Zainurrahmah, Nadia Syfa Zebadia, Eurika Zeni Firginingtyas