This Author published in this journals
All Journal MEDIA MEDIKA INDONESIANA JURNAL GIZI INDONESIA Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Psikologi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of Nutrition College VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Riset Gizi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health Sari Pediatri Universa Medicina Paediatrica Indonesiana Majalah Kesehatan FKUB Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat GIZI INDONESIA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Adi Husada Nursing Journal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sport and Nutrition Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Health and Nutrition Research Berita Kedokteran Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Jurnal Riset Gizi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nutrizione Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STRES, PERILAKU MAKAN, DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Wijayanti, Annisa; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 1 (2019): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.726 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i1.23807

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir dapat mengalami stres disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mengerjakan tugas akhir, hubungan pertemanan yang tidak baik, memenuhi kewajiban orang tua, dan meningkatkan softskill agar mempermudah dalam mencari pekerjaan. Stres dapat mempengaruhi perilaku makan sehingga akhirnya mempengaruhi status gizi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres, perilaku makan, dan asupan zat gizi dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhirMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode consecutive sampling. Jumlah subjek sebanyak 46 mahasiswa Fakultas Teknik yang sedang mengerjakan skripsi. Data stres diukur menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS), data perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ), data asupan energi, karbohidrat, lemak, dan protein diukur menggunakan kuesioner FFQ semi kuantitatif, dan data aktivitas fisik subjek diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Ditemukan 15,2% subjek memiliki status gizi kurang dan 41,3% subjek memiliki status gizi lebih. Sebanyak 43,5% subjek mengalami stres, 54,3% mengalami perubahan perilaku makan,54,3% memiliki asupan energi kurang, 50% kekurangan asupan karobohidrat, 67,4% asupan proteinnya kurang, dan 43,5% memiliki aktivitas fisik kurang. Hubungan stres, perilaku emotional under eating, perilaku emotional over eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi secara berturut-turut adalah (p= 0,214; 0,726; 0,100 dan 0,416). Sementara hubungan asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan protein dengan status gizi secara berurutan adalah (p= 0,008; 0,002 dan 0,003).Simpulan: Asupan energi, karbohidrat dan protein berhubungan dengan status gizi. Stres, perilaku makan dan asupan lemak tidak berhubungan signifikan dengan status gizi.
PERBEDAAN PERILAKU MAKAN DAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN ANTARA BALITA DENGAN RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN NON-ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN PEKALONGAN Safitri, Dwi; Margawati, Ani; Nissa, Choirun
Journal of Nutrition College Vol 7, No 1 (2018): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.89 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i1.20778

Abstract

Latar Belakang : Balita dengan riwayat susu formula dan ASI+susu formula sejak bayi lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan balita ASI eksklusif, meskipun demikian mekanismenya belum diketahui. Beberapa penelitian menyebutkan terdapat hubungan antara riwayat ASI eksklusif dengan pola asuh pemberian  makan, yang dapat mempengaruhi self-regulation of energy intake dan perilaku makan anak.Tujuan : Menganalisis perbedaan perilaku makan dan pola asuh pemberian makan antara balita dengan riwayat ASI eksklusif dan non-ASI eksklusif di kabupaten Pekalongan.Metode : Penelitian dengan desain cross-sectional, dilaksanakan di kecamatan Buaran, Pekalongan. Subjek penelitian dikategorikan menjadi kelompok ASI eksklusif, susu formula dan ASI+susu formula. Setiap kelompok terdiri atas 21 subjek. Data riwayat ASI eksklusif diperoleh melalui wawancara dengan ibu/ melihat buku Kesehatan Ibu dan Anak. Data perilaku makan diperoleh melalui Children Eating Behavior Questionnaire (CEBQ), sedangkan data pola asuh pemberian makan diperoleh melalui Children Feeding Questionnaire (CFQ). Analisis data menggunakan uji Anova one-way dan Kruskall Wallis.Hasil : Kelompok non-ASI eksklusif memiliki perilaku penyuka makanan, sedangkan kelompok ASI eksklusif memiliki perilaku tidak penyuka makanan. Kelompok non-ASI eksklusif memiliki pola asuh yang lebih controlling dibandingkan kelompok ASI eksklusif. Terdapat perbedaan perilaku makan dan pola asuh pemberian makan antara kelompok ASI eksklusif dan non-ASI eksklusif (p<0,001). Namun, tidak terdapat perbedaan perilaku makan dan pola asuh pemberian makan antar kelompok non-ASI eksklusif (p>0,05).Simpulan : Terdapat perbedaan perilaku makan dan pola asuh pemberian makan antara balita dengan riwayat ASI eksklusif dan non-ASI eksklusif di kabupaten Pekalongan.  Tidak terdapat perbedaan perilaku makan dan pola asuh pemberian makan antar balita non-ASI eksklusif.
HUBUNGAN ANTARA DURASI PENGGUNAAN ALAT ELEKTRONIK (GADGET), AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA USIA 13-15 TAHUN Kumala, Anandita Mega; Margawati, Ani; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.21 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23816

Abstract

Latar belakang: Beberapa studi menunjukkan terdapat hubungan antara screen-time viewing, aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi pada remaja. Penggunaan gadget yang berlebihan pada remaja berkaitan dengan status gizi. Screen-time yang tinggi, tingkat aktivitas fisik rendah, dan pola makan menjadi tidak sesuai dengan rekomendasi sehingga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi status gizi.Metode: Desain studi observasional dengan rancangan cross-sectional yang melibatkan remaja usia 13-15 tahun di Kendal. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan 61 responden. Status gizi ditentukan berdasarkan z-score indeks massa tubuh terhadap umur (IMT/U). Data durasi penggunaan alat elektronik (gadget) diperoleh dari kuesioner terstruktur yang telah divalidasi, data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan data pola makan diperoleh melalui wawancara dan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnare (SQ-FFQ) yang ditentukan berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square serta Fisher Exact.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 72,1% responden memiliki durasi penggunaan alat elektronik (gadget) yang tinggi. Selain itu, ditemukan 14,8% responden dengan aktivitas fisik rendah. Pola makan pada 80,3% responden sudah sesuai dengan anjuran PGS, tetapi 96,7% responden tidak memenuhi anjuran konsumsi sayur. Status gizi pada responden berdasarkan Z-score IMT/U ditemukan sebanyak 6,6% responden dengan kategori kurus dan 14,8% gemuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi (p<0,05).Simpulan: Terdapat hubungan antara durasi penggunaan alat elektronik (gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status Gizi pada remaja usia 13-15 tahun (p<0,05).
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG Febriani, Kartika; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.641 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3731

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Remaja mengalami perkembangan secara fisik dan psikologi. Perlu asupan energi yang optimal untuk menunjang perkembangan fisik dan psikologi remaja. Remaja mendapat asupan energi jajanan cukup tinggi. Asupan energi jajanan diduga berkaitan dengan prestasi belajar. Salah satu faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar yang baik adalah asupan energi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi jajanan dengan prestasi belajar pada remaja di SMP PL Domenico Savio.Metode: Penelitian ini dilakukan di SMP PL Domenico Savio Semarang. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 63 subjek. Pengambilan sampel penelitian menggunakan consecutive random sampling pada siswa kelas 7 dan 8 reguler. Data  asupan energi jajanan dan selain jajanan diambil menggunakan Food Recall 3x24 jam. Data prestasi belajar diambil dari rata- rata nilai rapor semester genap. Hubungan asupan energi jajanan dengan prestasi belajar dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hubungan asupan energi jajanan, asupan energi selain jajanan, dan prestasi belajar dianalisis menggunakan uji regresi logistik.Hasil: Pada penelitian ini ditemukan 30 subjek (47,6%) asupan energi jajanan cukup dan 33 subjek (52,4%) asupan energi jajanan kurang. Subjek dengan asupan energi jajanan cukup dan prestasi belajar baik adalah 20 orang (55,6%), asupan energi jajanan kurang dan prestasi belajar baik adalah 16 orang (44,4%), asupan energi jajanan cukup dan prestasi belajar kurang  adalah 10 orang (37%), subjek yang asupan energi jajanan kurang dan prestasi belajar kurang adalah 17 orang (63%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi jajanan dengan prestasi belajar (p=0,145). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi selain jajanan dan prestasi belajar (p=0,026). Asupan energi dari jajanan bukan merupakan variabel yang berhubungan kuat dengan prestasi belajar (p<0,05).Simpulan: Asupan energi jajanan bukan merupakan faktor yang berhubungan kuat dengan prestasi belajar, tetapi asupan energi selain jajanan berhubungan dengan prestasi belajar.
PERBEDAAN STATUS GIZI DAN KUALITAS ASUPAN MAKANAN PADA LANSIA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI PROLANIS Astiti, Rosiana Dwi; Margawati, Ani; Rahadiyanti, Ayu; Tsani, A Fahmy Arif
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.554 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25808

Abstract

Latar Belakang: Populasi lansia terus mengalami peningkatan. Peningkatan ini harus diikuti dengan perbaikan fasilitas kesehatan sehingga derajat kesehatan dan kualitas asupan makanan lansia meningkat. Salah satu strategi yang dilaksanakan pemerintah yaitu Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi dan kualitas asupan makanan pada lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti prolanis.Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Subjek merupakan lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti prolanis. Data meliputi karakteristik subjek, tingkat pendapatan, status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), kualitas asupan makanan menggunakan formulir Diet Quality Index-International (DQI-I), dan aktivitas fisik dengan metode International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data menggunakan uji independent t-test dan Mann-Whitney.Hasil: Rerata skor kualitas asupan makanan subjek yaitu 48,5±6,7 yang tergolong rendah. Rerata status gizi subjek yaitu 24,5±4,2 kg/m2. Kualitas asupan makanan subjek yang mengikuti prolanis (49,0±7,5) lebih tinggi dibandingkan subjek yang tidak mengikuti prolanis (47,6±6,1). Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan pada status gizi antara subjek yang mengikuti dan tidak mengikuti prolanis (p=0,029), tetapi tidak terdapat perbedaan pada kualitas asupan makanan (p=0,538).Simpulan: Ada perbedaan signifikan status gizi berdasarkan keikutsertaan prolanis (p=0,029). Tidak ada perbedaan signifikan kualitas asupan makanan berdasarkan keikutsertaan prolanis (p=0,538).
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN STATUS HIDRASI DENGAN KONSENTRASI BERFIKIR PADA REMAJA Lentini, Banun; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.731 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6862

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat. Masalah gizi tersebut antara lain anemia dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30 % - 40 %. Keadaan status gizi remaja salah satunya dipengaruhi oleh pola konsumsi makan yaitu keterbatasan makanan atau membatasi sendiri makanannya karena faktor ingin langsing. Selain itu masalah gizi pada remaja adalah rendahnya kebiasaan sarapan. Remaja yang tidak terbiasa melakukan sarapan 79,2% mempunyai prestasi sekolah yang kurang. Tingginya angka remaja yang tidak terbiasa sarapan berpengaruh pada status hidrasi yang berkorelasi terhadap konsentrasi berfikir. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan status hidrasi dengan konsentrasi berfikir pada remaja.Metode:Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah remaja perempuan. Jumlah subjek sebanyak  80  remaja dipilih menggunakan metode simple random sampling . Pengambilan data status hidrasi menggunakan indikator berat jenis urin. Data konsentrasi berfikir menggunakan  Digit Symbol Test dan Digit Span Test dari subtest WAIS ( Weschler Adult intelegence Scale) yang dilakukan oleh lembaga psikologi terapan yang tersertifikasi. Data kebiasaan sarapan dikumpulkan berdasarkan wawancara dengan kuesioner.Hasil : Sebanyak 52,5 % siswa terbiasa melakukan sarapan dan  47, 5 % subjek tidak terbiasa melakukan sarapan. Dari hasil analisis berat jenis urin didapatkan sebanyak 70 % subjek mengalami dehidrasi dan 30 % tidak dehidrasi (normal). Berdasarkan hasil test konsentrasi tersebut didapat 48,25 % subjek memiliki kemampuan konsentrasi rendah dan 51,75 % memiliki kemampuan konsentrasi tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi berfikir (p=0,00).  Tidak terdapat hubungan antara status hidrasi dengan konsentrasi berfikir (p=0,35)Kesimpulan :Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi berfikir . Tidak terdapat hubungan antara status hidrasi dengan konsentrasi berfikir.
ANALISIS PENGELUARAN PANGAN, KETAHANAN PANGAN DAN ASUPAN ZAT GIZI ANAK BAWAH DUA TAHUN (BADUTA) SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING Aritonang, Eta Aprita; Margawati, Ani; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.476 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.26584

Abstract

Latar Belakang : Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting anak usia 6-24 bulan antara lain kurangnya asupan zat gizi, penyakit infeksi, lingkungan, sosial ekonomi keluarga dan riwayat kehamilan ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi pengeluaran pangan rumah tangga, ketahanan pangan, dan asupan zat gizi sebagai faktor risiko terjadinya stunting usia 6-24 bulan.Metode : Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan masing-masing kelompok kasus (stunting) dan kontrol (tidak stunting) berjumlah 24 sampel yang diambil menggunakan purposive sampling pada anak usia 6-24 bulan yang berada di Semarang Utara. Stunting diukur berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) dianalisis dengan software World Health Organization (WHO) Anthro. Data yang diambil yaitu berat badan lahir, panjang badan lahir, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan pengeluaran rumah tangga. Data riwayat asupan energi, protein, vitamin A dan seng selama 1 tahun diperoleh dengan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Data ketahanan pangan diperoleh dengan menggunakan kuisioner Household Food Security Scale Module (HFSSM). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan analisis regresi logistik.Hasil : Baduta stunting lebih banyak mengalami kerawanan pangan rumah tangga (79,2%), riwayat kekurangan asupan protein (70,8%), vitamin A (75%) dan seng (66,7%) dibandingkan dengan anak yang tidak stunting. Ketahanan pangan rumah tangga (OR=6,9), riwayat asupan protein (OR=8,6), vitamin A (OR=20,6) dan seng (OR=8,7) merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan (p<0,05).Simpulan: Kerawanan pangan rumah tangga, kurangnya asupan protein, vitamin A dan seng merupakan faktor yang berisiko meningkatkan kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan.
Hubungan komposisi tubuh dengan kesegaran jasmani pada atlet hockey Latifah, Nandita Nury; Margawati, Ani; Rahadiyanti, Ayu
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 2: September 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.927 KB) | DOI: 10.21831/jk.v7i2.28085

Abstract

Komposisi tubuh yang tidak optimal dapat menurunkan kesegaran jasmani atlet sehingga dapat terjadi penurunan performa ketika bertanding. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan persen lemak tubuh, persen massa otot, dan somatotype dengan kesegaran jasmani pada atlet hockey. Desain penelitian yaitu cross-sectional dengan jumlah subjek 35 atlet di Pelatihan Hockey Universitas Negeri Semarang dan Universitas Negeri Yogyakarta yang dipilih dengan purposive sampling. Data persen lemak tubuh dan persen massa otot diukur menggunakan bioelectrical impedence analysis (BIA). Data somatotype menggunakan metode antropometri Heath-Carter dan data kesegaran jasmani berupa nilai VO2max diambil menggunakan metode Balke. Analisis data menggunakan uji Pearson, Rank Spearman dan uji regresi linier. Sebagian besar atlet hockey (54,3%) memiliki nilai VO2max dengan kategori baik. Nilai persen lemak tubuh terendah 6,8% dan nilai tertinggi 35%. Nilai persen massa otot terendah 23,9% dan nilai tertinggi 40,9%. Nilai rata-rata dari nilai endomorph, mesomorph, dan ectomorph adalah (-0,04)±0,3; 4,2±0,9; dan 2,3±1,2. Ada hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh (p<0,001), persen massa otot (p<0,001), nilai endomorph (p<0,001), dan nilai ectomorph (p=0,016) dengan nilai VO2max. Variabel yang paling berkaitan dengan nilai VO2max adalah persen lemak (p<0,001). Correlation of body composition with physical fitness of hockey athletes AbstractSuboptimal body composition could reduce the physical fitness and performance of athletes. This study analyzed the relationship of percent body fat, percent muscle mass and somatotype on physical fitness in hockey athletes. This study was a cross-sectional study with 35 athletes in Pelatihan Hockey Universitas Negeri Semarang and Universitas Negeri Yogyakarta which selected by purposive sampling. Percent body fat and percent muscle mass were measured using bioelectrical impedance analysis (BIA). Somatotype measurement used the anthropometric Heath-Carter method and physical fitness (VO2max) measurement by the Balke method. Data were analyzed using the Pearson test, Rank-Spearman test, and Linear Regression test. Most hockey athletes (54.3%) had good VO2max value. The lowest percentage of body fat was 6.8%. The highest percentage of muscle mass was 40.9%. The average value of the endomorph, mesomorph, and ectomorph values were (-0.04) ± 0.3; 4.2 ± 0,9; and 2.3 ± 1.2.  There were a significant relationship between percent body fat (p <0.001), percent muscle mass (p <0.001), endomorph value (p <0.001), and ectomorph value (p = 0.016) with VO2max value. Percent of body fat was the most related variable to VO2max (p<0.001).
Pengaruh pemberian asi eksklusif dan non eksklusif terhadap mental emosional anak usia 3-4 tahun Setyarini, Any; Mexitalia, Maria; Margawati, Ani
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.184 KB) | DOI: 10.14710/jgi.4.1.16-21

Abstract

Background: Breastmilk is the best food contains all the elements of required nutrients for infant aged 0-6 months, and the attachment of the breastfeeding process give better of growth and mental emotional development of the infant. Less attachment between mother and infant caused mental emotional disorders, that affect to the next period of child’s development..Objective : The objective of this research was to analyze the differences of influence of exclusive breastfeeding and non exclusive brestfeeding history on child’s emotional mental age of 3-4 years as well as analyze the most dominant variables. Method: This was an observational analitic research with cross sectional approach. The subjects consisted of 84 children aged 3-4 years, living Banyumanik subdistrict Semarang, taken by purposive sampling and grouped into exclusive and non-exclusive breastfeeding. The data was collected by questionnaire, and the analysis using chi square and logistic regression.Result: The study showed that most of children with exclusively breastfed had good mental emotional (76.2%), while children who did not get exclusively breastfed had a mental emotional problem (64.3%). There were relations between breastfeeding (p=0,001), mother’s knowledge (p=0,001), mother’s attitude (p=0,001), and mother’s education level (p=0,029) to children’s mental emotional. Education level of mother was the most influence variable for child’s emotional mental after addjusted with mother’s knowledge, mother’s attitude,  mother’s education level, and birth weight of children.Conclusion: Breastfeeding history, mother’s knowledge, mother’s attitude, and mother’s education level were factors that influencing to children’s mental emotional
Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi Aceh Lestari, Wanda; Margawati, Ani; Rahfiludin, Zen
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.668 KB) | DOI: 10.14710/jgi.3.1.126-134

Abstract

Background : Aceh is one of the province in Indonesia with high prevalence of stunting that is 39% compared withnational 35,6%. Subulussalam has a highly proportion of stunting.Objective : This study was aimed to analyze the risk factors for stunting among children between 6-24 months old.Methods : The design was case-control study, the subjects were children between 6-24 months with 55 stunted and 55normal. The subjects chosen by consecutive sampling. The risk factors were education levels and employment of parent,family income, suffering from diarrhea and URTI, energy and protein intake, height of the parent, birth weight,exclusive breastfeeding, the time of complementary feeding, parenting style and source of clean water. Data analysisusing the odds ratio with 95% confidence interval and regression analysis.Results : The risk factors for stunting were low income of family (OR=8,5, 95%CI: 2,68-26,89), suffering from diarrhea(OR=5,04, 95%CI: 1,84-13,81) and URTI (OR=5,71, 95%CI: 1,95-16,67), inadequate of energy (OR=3,09, 95%CI:1,02-9,39) and protein intake (OR=5,54, 95%CI: 2,43-12,63), short stature of the parent (OR=11,13, 95%CI: 4,37-28,3), low birth weight (OR=3,26, 95%CI: 1,46-7,31), not exclusively breastfeeding (OR=6,54, 95%CI: 2,84-15,06),giving complementary feeding too early (OR=6,54, 95%CI: 2,84-15,06), and poor parenting style of feeding practices(OR=4,59, 95%CI: 2,05-10,25), child hygiene practices (OR=3,26, 95%CI: 1,46-7,31) and treatment of childrenpractices (OR=2,46, 95%CI: 1,13-5,34). Regression analysis showed that the dominant risk factor for stunting wasshort stature of the parent (OR=13,16, 95%CI: 3,72-46,52).Conclusions : The dominant risk factor for stunting was short stature of the parent.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Achadi Nugraheni, Sri Adhimah, Ayu Fauziyyah Aditya Kusumawati, Aditya Adriyan Pramono Afriani, Adilla Eka Af’idatul Latifah Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Alamsyah, Dedi Alamsyah, Dedi Alfan Afandi Ali Khomsan Ali Rosidi Amadeaputri, Agapita Ivanne Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Rika Anggriany, Nissa Anjani, Gemala Annastasia Ediati Annisa Wijayanti Antono Suryoputro Any Setyarini, Any Apoina Kartini Apoina Kartini Aras Utami Ardian Candra Mustikaningrum Ari Liendy Rachmawati Arisanti, Yohanete Novita Aritonang, Eta Aprita Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Arwinda Nugraheni Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astiti, Rosiana Dwi Astuti, Astri Mei Atik Mawarni Avionita Latuihamallo Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Bagoes Widjanarko Bambang Sulistyo Budi Bancin, Ratnawati Banun Lentini Besar Tirto Husodo Billy, Roland Budi Laksono Budiyono Budiyono Damayanti, Yuliana Kusuma Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Devi Cahya Sukma Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Claudia Fariday Dewi, Sonia Kurnia Diah Rahayu Wulandari Diana Nur Afifah, Diana Nur Dodik Pramono Dwi Safitri, Dwi Dwiantoro, Luky Edi Siswanto Eka Cahyaningsih Wulandari Eka Putri Rahmadhani Endrinikapoulos, Ariana Eny Widiyasari Erika Dewi Noorratri Etika Ratna Noer Fadhila, Farah Rosyihana Fadhilah, Eva Faizah, Nur Azkiyati Famimah, Famimah Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Farid Farid Agushybana Febriana Ramadhani Fitry Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Firdaus Wahyudi Firdaus Wahyudi Fitriah Fitriah Fitriana, Istiqomah Ramadhan Fitriyani Wijayanti Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Habibah Abidin Hadi Riyadi Handayani, Novia Hani Tuasikal Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hertanto W Subagio, Hertanto W Hidayati Hidayati Hikmah, Kholisotul Holyness Nurdin Singadimedja Ihat Hatimah Ike Puspitaningrum Ilmiati, Fatia Iriantika, Khory Afifah Irma Aryati Octaviani Jaleha, Jaleha Jayawarsa, A.A. Ketut Kamila, Annida Dini Kartika Febriani Kedang, Veronika Merika Keyasa, Magnalia Morena Ruth Khoirin Nida Kumala, Anandita Mega Kurniawati, Dewi Marfu’ah Lani, April Latifah, Nandita Nury Lia Awwalia Majida Lucia Anniversary Simarmata Luky Dwiantoro Mahmudah Khurotul Aini Makruf, Hafizul Manehat, Maria Fridolina Maretha, Febrina Yollanda MARIA BINTANG Maria Martiani Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Meidiana Dwidiyanti Mexitalia Setiawati E, Mexitalia Mina Yumei Santi Mira Rizky Pamungkas Miratul Haya Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mu’in, Muhammad Muchlis Achsan Udji Sofro Muflihatul Muniroh Muhammad Arsyad Subu Mursid Tri Susilo Natalia Yohana Wijaya nFN Jumiyati, nFN Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noer, Etika Notesya Astri Amanupunnyo Notesya Astri Amanupunnyo Novita Milda Susanty Nugrahaeni S A, Nugrahaeni S Nugraheni, SA. Nur Indah Kurniawati Nur Wulandari Nurlian Ramadhanty Nurmasari Widyastuti Nurmasyita Nurmasyita, Nurmasyita Nuryanto Nuryanto Nuryanto Priyadi Nugraha P Puspitadewi, Irene Nucifera Qurrota Ayun R. Trikoriyanto E. Koritelu Rachma Purwanti Ratih Indraswari Ratmawati Ratmawati Retnaningsih Retnaningsih Retni Retni Retno Wahyuningsih Rika, Erlia Rosita Risti Kurnia Dewi Rita Hadi W Rizqiawan, Angga Robi Andoyo Rosa Pratita Dwi Pratiwi Putri Roudhotun Nasikhah Rubyanti, Septiana Dwi Salsa Bening Samsidar Samsidar Septo Pawelas Arso Setyandari, Renny Siti Aisah Siti Fatimah Muis Soeharyo Hadisaputro Sorpiyani Munthe SP, Sri Hapsari Sri Ramadayanti Sri Winarni Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiharto Suhartini Ismail Suhartini Ismail, Suhartini Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Surya Saputra, Surya Sutanti Murti Handayani Sutopo Patria Jati Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syamsulhuda Budi Mustofa Syarifah Asyura Taradipa, Priska Tamara Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu TRI HARTITI Trixie Leunupun Tsani, A Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Untung Sujianto Usfinit, Paskalis Malafu Utami, Aras Waisaktini Maragareth Wanda Lestari, Wanda Widaryati Widaryati Widjarnarko, Bagoes Wulansari Yefi Marliandiani Yulia Rizki Maulina Yulia Vanda Editia Yulia Vanda Editia Zahroh Shaluhiyah Zelyn Damayanti Zulfa Safitri K