This Author published in this journals
All Journal MEDIA MEDIKA INDONESIANA JURNAL GIZI INDONESIA Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Psikologi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of Nutrition College VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Riset Gizi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health Sari Pediatri Universa Medicina Paediatrica Indonesiana Majalah Kesehatan FKUB Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat GIZI INDONESIA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Adi Husada Nursing Journal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sport and Nutrition Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Health and Nutrition Research Berita Kedokteran Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Jurnal Riset Gizi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nutrizione Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEHADIRAN DAN KUALITAS PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP STATUS KESEHATAN LANSIA Bambang Sulistyo Budi; Ani Margawati; Farid Agushybana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.497

Abstract

Tercapainya tujuan pembinaan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yaitu mewujudkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Status kesehatan lansia menjadi indikator penting kualitas derajat kesehatan lansia yang produktif dan berdaya guna di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kehadiran dan kualitas pelayanan Posyandu Lansia terhadap status kesehatan lansia.  Jenis penelitian adalah explanatory research dengan rancangan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel penelitian 77 responden lansia di Desa Panggung Royom Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati . Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kehadiran lansia di Posyandu Lansia dan kualitas pelayanan posyandu lansia terhadap status kesehatan lansia (masing-masing nilai-p=0,000). Faktor kualitas pelayanan posyandu lansia sangat bermakna pengaruhnya bila dibandingkan kehadiran lansia di posyandu lansia . Risiko kualitas pelayanan posyandu lansia yang tidak baik dapat berpengaruh terhadap status kesehatan 42 x dibandingkan dengan kualitas pelayanan posyandu yang baik. Sedangkan peluang risiko kehadiran lansia tidak aktif 10 x berpengaruh terhadap status kesehatan lansia. Kata Kunci : Kehadiran Lansia ; Kualitas Pelayanan Posyandu, Status Kesehatan lansia
Antenatal, Place of Birth and Post-natal Related to Breastfeeding Practice among Women in Peri-urban Area, Semarang Ani Margawati
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2008:MMI Volume 43 Issue 1 Year 2008
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.504 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Key health issues for women of reproductive age include problems concerning sexuality and reproduction. Sexuality is not merely about sex, but about the right of women to make choices and decisions related to sexual behaviour and practices, relationships, breastfeeding, contraception and abortion. This paper will examines the various health facilities, the services and treatments which are available, in particular those which influence breastfeeding practices.Methods: A combination of qualitative and quantitative data collection methods were used in this research. In the quantitative method, a questionnaire survey was conducted following preliminary analysis of the data collected through focus group discussions (FGDs). The methods employed for qualitative data collection included focus group discussions, informal and in-depth interviews and participant observation. The sample group in the peri-urban area included pregnant women, mothers with babies less than 2years old, a few husbands and a small number of women of reproductive age.Results: This research found that there were many factors influencing the choice of birth place such as location, costs and the quality of the services provided by nurses, doctors, etc. The women in this area still preferred the services of the dukun bayi for the postnatal treatment.Conclusion: The place where the mother delivers the baby influences their motivation to breastfeed. Although the respondents mentioned that breastfeeding is a good practice for feeding baby, however, they lack of knowledge about breastfeeding. This condition is closely related to poor counselling about breastfeeding.Key Words: Breast-feeding practice, lack of knowledge, antenatal care, birth place.ABSTRAKTempat persalinan, pemeriksaan pre dan pasca melahirkan terhadap pengetahuan dan praktek menyusui di pinggiran Semarang.Latar belakang: Beberapa permasalahan utama pada perempuan usia reproduksi adalah seksualitas dan reproduksi. Seksualitas tidak hanya meliputi masalah tentang seks, akan tetapi juga hak perempuan untuk memilih dan menentukan terhadap perilaku seksual, praktek, menyusui, pemilihan alat kontrasepsi dan juga aborsi. Artikel ini akan menganalisis berbagai fasilitas kesehatan, pelayanan dan perlakuan terhadap ibu hamil dan melahirkan dalam kaitannya dengan perilaku menyusui.Metode: Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik survei adalah metode yang diaplikasikan dalam metode kuantitatif dan disajikan secara deskriptif; sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang tinggal di lokasi penelitian dan mempunyai anak di bawah 2 tahun dan beberapa wanita usia reproduksi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai faktor yang membuat keputusan terhadap pemilihan lokasi pemeriksaan kehamilan, tempat persalinan, dan perawatan pasca persalinan, seperti lokasi, biaya dan mutu pelayanan. Ibu-ibu di daerah penelitian masih lebih memilih dukun bayi sebagai orang yang melakukan perawatan pasca persalinan.Simpulan: Tempat persalinan memberi pengaruh dan motivasi ibu-ibu di daerah penelitian untuk menyusui. Meskipun responden menyatakan bahwa menyusui merupakan perilaku yang baik sebagai pemberian makanan kepada bayi, akan tetapi mereka masih terbatas pengetahuannya terhadap menyusui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan disebabkan karena terbatasnya penyuluhan yang diberikan oleh petugas pada masa pemeriksaan kehamilan, dan juga pasca persalinan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 1-2 TAHUN DI DAERAH ROB KOTA PEKALONGAN Tyas Setiyo Yuniarti; Ani Margawati; Nuryanto Nuryanto
JURNAL RISET GIZI Vol 7, No 2 (2019): November (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v7i2.5179

Abstract

Background :Stunting is a short stature caused by chronic malnutrition. Stunting is a result of poor nutrition intake or recurrent infectious disease as area Pekalongan which experienced tidal flooding.Objective: The aimed of this study is to analyze the risk factors for stunting.Methods :An observasional study with case control design on children aged 1-2 years at tidal areaNorth Pekalongan sub district. Sample was selected by method consecutive sampling with 37 subjects for each group. Stunting are expressed by high for age z-score. Subject and respondent identity, history of infection, birth weight, birth length, history of exclusively breastfed, hygiene status, mothers’ knowledge about nutrition and economic status was collected using questionnaire. Nutrient intake were obtained from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Children height was measured using microtoise. Bivariate analyzed with chi-square for determining odds ratio and multivariate with multiple logistic regression.Result:Risk factor for stunted were protein intake (OR=3,42, 95%CI:1,31-8,90), iron intake (OR=3,08, 95%CI:1,11-8,50), diarrhea (OR=13,33, 95%CI:3,47-51,22), acute respiratory tract infection (OR=7,01, 95%CI:2,06-23,81), history of exclusively breastfed (OR=19,50, 95%CI:5,56-68,36), hygiene status (OR=4,92, 95%CI:1,83-13,1), dan economic status (OR=4,79, 95%CI:1,21-18,9).Conclusion : Protein intake, iron, diarrhea, upper respiratory tract infection, history of exclusively breastfed, hygiene status and economic status are risk factor of stunting among children aged 1-2 years in tidal area subdistrict North Pekalongan.
Analisis Strategi Pelayanan Geriatri Berbasis Rumah Sakit dengan Menggunakan Value Chain di Rumah Sakit Islam Kendal Sutanti Murti Handayani; Sudiro Sudiro; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.982 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.1.2016.51-57

Abstract

An increasing number of elderly peopel in Kendal district led to a rise in RSI Busines Plan of geriatric services have not been clearly superior to the Kendal geriatric patients but has not been served in a holistic manner. analysis of value chain in the pre service, point service, and after service in order to provide added value to the service as a competitive relevance as an input in determining the business strategy. The purpose of the study to analyze the application value chain strategies to service-based outpatient geriatric hospital in Kendal RSI. The research is a qualitative with depth interview techniques. The subjects of the study consisted of four main informants is Director, Service Manager, HR Manager, Head of Outpatient Installation, while two specialist doctors, one of interna’s nurse and one of nurse In Neural’s poli as informant triangulation. The results showed that the strength of the value of the services geriatrics is at the geographical location, service satisfaction, quality of service, supported by a professional culture and technology resources for class C. The weakness lies in the value of nurses who have not been standardized service providers as a nurse gerontik and lack of care of the elderly market surveys. Care of the elderly is still served in outpatient poly and physiotherapy. The process of competitive analysis on the relevance of the idea that the care of the elderly has a value that is greatly appreciated, rare, difficult to imitate and sustainable. Conclusions This study is the care of the elderly have a competitive advantage and strategies that can be applied is differentiation. It is recommended to management to evaluate busines plan to conduct market research and marketing planning of human
Implememntation of Integration between Prevention of Mother to Child HIV Transmission (PMTCT) and Antenatal Services at Primary Healthcare Centers of Surabaya Eny Widiyasari; Zahroh Shaluhiyah; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.153 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakDi Kota Surabaya program PMTCT hanya dijalankan di 14 Puskesmas yang dekat dengan lokalisasi. Tingkat keberhasilan integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal tertinggi di Puskesmas Putat Jaya, Banyu Urip dan Sidotopo. Penelitian dilakukan di Puskesmas Putat Jaya dan Banyu Urip karena wilayah kerja Puskesmas tersebut termasuk lokalisasi Jarak dan Dolly. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan implementasi integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal di Puskesmas wilayah Kota Surabaya.Jenis penelitian eksploratif yang dilakukan secara kualitatif. Informan utama adalah 4 bidan dari puskesmas terpilih. Informan triangulasi adalah 2 Kepala Puskesmas, 1 orang dari Sie Kesehatan Dasar dan 12 ibu hamil. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Discussion) pada ibu hamil yang dibagi menjadi 2 kelompok. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi belum berjalan dengan baik. Belum semua ibu hamil yang datang pertama kali mendapatkan sosialisasi PMTCT. Kegiatan penjaringan belum berjalan dengan baik. Bidan hanya menanyakan faktor resiko pekerjaan saja dari beberapa faktor resiko HIV yang ada di kartu ibu hamil. Kegiatan rujukan belum berjalan dengan baik. Kendala rujukan pada biaya dan tidak ada komunikasi dua arah dari bidan dengan VCT. Pengetahuan bidan tentang pelaksanaan, tujuan dan pilar integrasi program PMTCT baik. Sikap bidan dalam kegiatan sosialisasi, penjaringan dan rujukan belum baik. Sosialisasi atau pelatihan masih kurang, belum semua bidan mendapatkan pelatihan VCT dan PMTCT. Ketersediaan fasilitas sarana, prasarana dan dana masih kurang. Ketersediaan petugas kesehatan masih kurang. Dukungan pimpinan masih kurang, tidak ada SOP dan sosialisasi regulasi. Monitoring dan evaluasi hanya berdasar pada laporan bulanan KIA dan tidak ada supervisi dari pimpinan.Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk meningkatkan kesempatan pelatihanVCT dan PMTCT bagi bidan, melakukan supervisi dan sosialisasi regulasi dan SOP pelaksanaan integrasi program PMTCT dengan layanan antenatal. AbstractIn Surabaya city, PMTCT program was only performed in 14 primary healthcare centers (puskesmas) that were close to prostitution complexs. The highest successful level of integration between PMTCT program and antenatal services was in Putat Jaya, Banyu Urip, and Sidotopo primary healthcare centers. This study was conducted in Putat Jaya and Banyu Urip puskesmas due to their coverage areas included Jarak and Dolly prostitution complexs. Objective of this study was to describe implementation of integration between PMTCT and antenatal service programs in primary healthcare centers of Surabaya city.This was an explorative-qualitative study. Main informants were four selected midwives from primary healthcare centers. Triangulation informants were two heads of primary healthcare centers, one staff of basic health unit, and 12 pregnant women. Data collection was conducted through in-depth interview and focus group discussion (FGD) to pregnant women. Pregnant women were divided into two groups. Content analysis was applied in the data analysis.Results of the study showed that socialization activities were not done properly. Not all pregnant women who visited for antenatal care for the first time received PMTCT socialization. Screening program was not performed properly. Midwives only asked occupational risk factor among several risk factors of HIV stated in a pregnant women card. Referral activities were not done properly. Problems in the referral activities were funding and no two ways communication between midwives and VCT. Midwives knowledge about implementation, objective, and foundation of PMTCT integration program was sufficient. Attitude of midwives in the socialization activities, screening, and referral was not good. Socialization and training were still insufficient; not all midwives received VCT and PMTCT trainings. Availability of facilities and funding were still insufficient. Availability of health workers was still insufficient. Leader supports were still inadequate; standard operating procedure and regulation socialization were not available. Monitoring and evaluation were based on monthly reports of KIA, and no supervision from leaders was available.Suggestions for Surabaya city health office are to improve opportunity to receive VCT and PMTCT trainings for midwives, to do supervision, and to do socialization on regulation and standard operating procedure of the implementation of integration between PMTCT program and antenatal services.
Analysis on Private Practice Midwives Work Performance in the Implementation of Early Initation of Breastfeeding in Surabaya Yefi Marliandiani; Atik Mawarni; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.694 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.3.2014.%p

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh inisiasi menyusu dini (IMD). di Surabaya pelaksanaan IMD hanya dilakukan pada 33% dari seluruh persalinan oleh bidan praktik swasta pada tahun 2009 dan menurun menjadi 27% pada tahun 2010. Berdasarkan survey pendahuluan didapatkan bahwa kinerja bidan praktik swasta (BPS) dalam pelaksanaan IMD belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bidan praktik swasta dalam pelaksanaan inisiasimenyusu dini di Surabaya. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah 10 BPS yang dipilih dari wilayah dengan cakupan IMD tersedikit dan terbanyak, masing-masing 5 orang. Informan triangulasi adalah sekretaris IBI Cabang Surabaya, asisten bidan dan ibu nifas. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan IMD. Pengolahan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan 6 dari 10 BPS sudah melaksanakan IMD tetapi dengan cara yang tidak tepat. Dilihat dari kemampuan kognitif semua responden tentang IMD masih kurang. Enam dari 10 BPS bersikap positif tentang IMD. Motivasi BPS untuk melaksanakan IMD dipengaruhi oleh manfaat IMD, himbauan dinas kesehatan dan IBI serta permintaan pasien. Semua responden mengatakan tidak pernah disupervisi oleh bidan koordinator (bikor) walaupun responden membutuhkan supervisi. Dapat disimpulkan bahwa kinerja BPS dalam pelaksanaan IMD belum optimal karena kemampuan kognitif masih kurang serta tidak adanya supervisi dari bikor Successfulness of an exclusive breastfeeding was influenced by early breastfeeding initiation (IMD). In Surabaya, implementation of IMD was only done by 33% of all deliveries assisted by private practice midwives in 2009, and it decreased to 27% in 2010. Based on a preliminary study, work performance of private practice midwives (BPS) in the implementation of IMD was not optimal. Objective of this study was to analyze work performance of private practice midwives in the implementation of early breastfeeding initiation in Surabaya. This was an observational-qualitative study. Study main informants were 10 BPS who were selected from area with the lowest and highest IMD coverage; each of area consisted of 5 BPS. Triangulation informants were a secretary of IBI Surabaya branch, midwives assistance, and post-delivery mothers. Data were collected through in-depth interview and observation on the implementation of IMD. Data were managed and analyzed by applying content analysis method. Results of the study showed that six out of 10 BPS had implemented IMD though with improper way. Cognitive ability of all respondents regarding IMD was still inadequate. Six out of 10 BPS had positive attitude toward IMD. Motivation of BPS to implement IMD was influenced by IMD benefits, suggestion from district health office and from IBI, and from patient’s request. All respondents told that no supervision by coordinator midwives was conducted although it was needed by respondents. In conclusion, work performance of BPS in the implementation of IMD was not optimal. It was caused by inadequate cognitive ability of BPS, and no supervision from a coordinator midwives.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Desa Sebagai Fasilitator Dalam Kegiatan Tabulin Dan Dasolin Di Kabupaten Sumenep Fitriah Fitriah; Ani Margawati; Atik Mawarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.407 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.2.2016.148-155

Abstract

One of the efforts to decrease maternal mortality rate (MMR) was an implementation of a delivery planning and complication prevention program (P4K) in activities of delivery mother’s saving and social fund for delivery conducted by village midwives. The aim of this study was to analyse factors relating to performance of a village midwife as a facilitator in the activities of delivery mother’s saving and social fund for delivery on the P4K in District of Sumenep in 2014.This was an analytic-observational study using a cross-sectional approach. Independent variables consisted of age, marital status, education, knowledge, experience, motivation, and supervision and a dependent variable was performance of village midwives. Number of samples were 90 village midwives working at 30 health centres. Data collection used a structured questionnaire that had been performed tests of validity and reliability. Furthermore, data were analysed using methods of bivariate (Chi-Square test) and multivariate (Logistic Regression test). The results of this research showed that respondents had low performance (30%), young age (31.1%), not married (24.4%), low education (42.2%), low knowledge (35.6%), low experience (77.8%), low motivation (26.7%), and low supervision (24.4%) in managing the activities of delivery mother’s saving and social fund for delivery at their work areas. Variables of knowledge (p=0.019) and supervision (p=0.037) statistically significantly related to the performance of village midwives. These two variables jointly influenced the performance of village midwives with p values= 0.07 and 0.013 respectively. District Health Office, Health Centre, and Indonesian Midwives Association need to conduct training, workshop, or socialisation to village midwives regarding the P4K particularly the activities of delivery mother’s saving and social fund for delivery.
Hubungan Kompensasi, Motivasi dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Dokter Pada BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Loekmono Hadi Kudus Sudarmono sudarmono; Ani Margawati; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.59 KB) | DOI: 10.14710/jmki.5.1.2017.43-46

Abstract

Sejak pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) beberapa dokter di Rumah sakit mengalami penurunan pendapatan, akibatnya timbul ketidakpuasan dan turunnya motivasi sehingga berakibat pada menurunnya kinerja dokter yang dimanifestasikan  berupa pembatasan jumlah kunjungan pasien, pengalihan  pasien dari RS ke praktek pribadi atau ke rumah sakit lainnya dan manifestasi penurunan kinerja lainnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kompensasi, motivasi dan kepuasan kerja dengan kinerja dokter pada BLUD RS dr. Loekmono Hadi Kudus.    Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data dalam penelitian dibagi menjadi dua yaitu sumber data primer dan data sekunder. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 49 orang.Analisa penelitian ini menggunakan analisa univariat didapatkan hasil variabel kompensasi kategori tinggi sebesar 53.1 %, variabel kepuasan kerja sebesar 51,0% dan variabel motivasi kerja sebesar 53,1%. Sedangkan hasil analisa bivariate didapatkan hasil bahwa variabel kompensasi, kepuasan kerja, dan motivasi memiliki nilai p value kurang dari 0,05 yang menunjukkan ketiga variabel tersebut berhubungan dengan kinerja dokter dan memiliki p value kurang dari 0,25, sehingga dapat dilanjutkan ke analisa multivariat.  Sedangkan hasil uji multivariate  dengan menggunakan uji regresi logistik didapatkan pada variabel motivasi kerja didapatkan hasil p value =0.000 dengan Exp(B) = 8,155.Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi dokter memiliki pengaruh 8,155 kali lebih baik dibandingkan dengan variabel independen lainnya.Penelitian ini merekomendasikan agar pihak manajemen RS memperhatikan sistem pengembangan karir dan promosi, meningkatkan komunikasi interpersonal, memberikan reward pada dokter dan memberikan tanggung jawab sesuai tugas dan kewenangan dokter untuk dapat meningkatkan kepuasan kerja dokter.   
Asupan Zat Besi Berhubungan dengan Perkembangan Anak Stunting Usia 6 - 36 Bulan di Semarang Maria Martiani; Ani Margawati; Maria Mexitalia; Farid Agung Rahmadi; Etika Ratna Noer; Ahmad Syauqy
Sari Pediatri Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.2.2021.95-102

Abstract

Latar belakang. Salah satu masalah gizi pada anak yaitu stunting (pendek). Salah satu faktor penyebab stunting yakni asupan zat gizi. Salah satu akibat stunting dapat mempengaruhi perkembangan anak. Ibu berperan penting pada asupan gizi serta perkembangan anak. Skrining pada usia dini berperan dalam mengetahui ada tidaknya gangguan perkembangan pada anak stunting.Tujuan. Mengetahui hubungan asupan gizi dengan perkembangan anak stunting usia 6—36 bulan di wilayah Semarang SelatanMetode. Desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di 8 puskesmas di wilayah Semarang Selatan. Data diperoleh dengan cara interview kuesioner serta pemeriksaan perkembangan dilaksanakan dengan instrumen Capute Scales pada bulan September - November 2020. Analisis multivariat regresi linier digunakan untuk mengetahui hubungan perkembangan dengan variabel dengan mengontrol variabel luar (usia, jenis kelamin, status stunting) Hasil. Subjek berjumlah 71 anak stunting. Subjek memiliki asupan energi (63,1%) dan zat besi (66,2%) yang rendah. Terdapat 33,8% anak stunting mengalami suspek gangguan perkembangan, 9,9% gangguan komunikasi dan 11,3% suspek disabilitas intelektual. Uji multivariat regresi linier menunjukkan bahwa asupan zat besi berhubungan positif dengan perkembangan anak stunting (p 0,05).Kesimpulan. Terdapat hubungan signifikan antara asupan zat besi dengan perkembangan anak stunting.
Effect of maternal health education on physical activity and body mass index of overweight children Miratul Haya; Maria Mexitalia; Ani Margawati
Paediatrica Indonesiana Vol 56 No 2 (2016): March 2016
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.376 KB) | DOI: 10.14238/pi56.2.2016.73-8

Abstract

Background The percentage of overweight children in Bengkulu (16.4%) is higher than the national percentage (11.9%). High energy intake and low physical activity are two factors that cause overweight.Objective To assess the impact of maternal health education on changes in maternal behavior, as well as energy intake, physical activity level, and body mass index (BMI) z-scores in overweight children aged 3-6 years.Methods This study was a quasi-experiment with non-randomized, pre-post test control group, conducted in Bengkulu, Indonesia from January to April 2014. Subjects consisted of 48 mothers with overweight children, who were selected purposively and divided into 2 groups (treatment and control). Subjects’ parents kept records of their children’s food intake and daily activity. These records were used to measure energy intake and physical activity. Health education in the treatment group was conducted 6 times in 12 weeks, while the control group received health education only once at the beginning of the study.Results In the treatment group, the child physical activity level [0.04 (SD 0.01)] increased, while the % RDA for energy [-3.4 (SD 13.26)%] and BMI z-score [-0.57 (SD 0.26)] decreased. Significant differences were observed between the treatment and control groups in terms of maternal attitude, and children’s % RDA for energy, physical activity level, and BMI z-score after intervention (P <0.05).Conclusion Health education for mothers effects a positive change in maternal attitude, as well as increased physical activity level, decreased energy consumption relative to their need, and BMI z-score in overweight children.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Achadi Nugraheni, Sri Adhimah, Ayu Fauziyyah Aditya Kusumawati, Aditya Adriyan Pramono Afriani, Adilla Eka Af’idatul Latifah Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Alamsyah, Dedi Alamsyah, Dedi Alfan Afandi Ali Khomsan Ali Rosidi Amadeaputri, Agapita Ivanne Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Rika Anggriany, Nissa Anjani, Gemala Annastasia Ediati Annisa Wijayanti Antono Suryoputro Any Setyarini, Any Apoina Kartini Apoina Kartini Aras Utami Ardian Candra Mustikaningrum Ari Liendy Rachmawati Arisanti, Yohanete Novita Aritonang, Eta Aprita Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Arwinda Nugraheni Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astiti, Rosiana Dwi Astuti, Astri Mei Atik Mawarni Avionita Latuihamallo Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Bagoes Widjanarko Bambang Sulistyo Budi Bancin, Ratnawati Banun Lentini Besar Tirto Husodo Billy, Roland Budi Laksono Budiyono Budiyono Damayanti, Yuliana Kusuma Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Devi Cahya Sukma Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Claudia Fariday Dewi, Sonia Kurnia Diah Rahayu Wulandari Diana Nur Afifah, Diana Nur Dodik Pramono Dwi Safitri, Dwi Dwiantoro, Luky Edi Siswanto Eka Cahyaningsih Wulandari Eka Putri Rahmadhani Endrinikapoulos, Ariana Eny Widiyasari Erika Dewi Noorratri Etika Ratna Noer Fadhila, Farah Rosyihana Fadhilah, Eva Faizah, Nur Azkiyati Famimah, Famimah Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Farid Farid Agushybana Febriana Ramadhani Fitry Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Firdaus Wahyudi Firdaus Wahyudi Fitriah Fitriah Fitriana, Istiqomah Ramadhan Fitriyani Wijayanti Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Habibah Abidin Hadi Riyadi Handayani, Novia Hani Tuasikal Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hertanto W Subagio, Hertanto W Hidayati Hidayati Hikmah, Kholisotul Holyness Nurdin Singadimedja Ihat Hatimah Ike Puspitaningrum Ilmiati, Fatia Iriantika, Khory Afifah Irma Aryati Octaviani Jaleha, Jaleha Jayawarsa, A.A. Ketut Kamila, Annida Dini Kartika Febriani Kedang, Veronika Merika Keyasa, Magnalia Morena Ruth Khoirin Nida Kumala, Anandita Mega Kurniawati, Dewi Marfu’ah Lani, April Latifah, Nandita Nury Lia Awwalia Majida Lucia Anniversary Simarmata Luky Dwiantoro Mahmudah Khurotul Aini Makruf, Hafizul Manehat, Maria Fridolina Maretha, Febrina Yollanda MARIA BINTANG Maria Martiani Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Meidiana Dwidiyanti Mexitalia Setiawati E, Mexitalia Mina Yumei Santi Mira Rizky Pamungkas Miratul Haya Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mu’in, Muhammad Muchlis Achsan Udji Sofro Muflihatul Muniroh Muhammad Arsyad Subu Mursid Tri Susilo Natalia Yohana Wijaya nFN Jumiyati, nFN Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noer, Etika Notesya Astri Amanupunnyo Notesya Astri Amanupunnyo Novita Milda Susanty Nugrahaeni S A, Nugrahaeni S Nugraheni, SA. Nur Indah Kurniawati Nur Wulandari Nurlian Ramadhanty Nurmasari Widyastuti Nurmasyita Nurmasyita, Nurmasyita Nuryanto Nuryanto Nuryanto Priyadi Nugraha P Puspitadewi, Irene Nucifera Qurrota Ayun R. Trikoriyanto E. Koritelu Rachma Purwanti Ratih Indraswari Ratmawati Ratmawati Retnaningsih Retnaningsih Retni Retni Retno Wahyuningsih Rika, Erlia Rosita Risti Kurnia Dewi Rita Hadi W Rizqiawan, Angga Robi Andoyo Rosa Pratita Dwi Pratiwi Putri Roudhotun Nasikhah Rubyanti, Septiana Dwi Salsa Bening Samsidar Samsidar Septo Pawelas Arso Setyandari, Renny Siti Aisah Siti Fatimah Muis Soeharyo Hadisaputro Sorpiyani Munthe SP, Sri Hapsari Sri Ramadayanti Sri Winarni Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiharto Suhartini Ismail Suhartini Ismail, Suhartini Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Surya Saputra, Surya Sutanti Murti Handayani Sutopo Patria Jati Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syamsulhuda Budi Mustofa Syarifah Asyura Taradipa, Priska Tamara Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu TRI HARTITI Trixie Leunupun Tsani, A Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Untung Sujianto Usfinit, Paskalis Malafu Utami, Aras Waisaktini Maragareth Wanda Lestari, Wanda Widaryati Widaryati Widjarnarko, Bagoes Wulansari Yefi Marliandiani Yulia Rizki Maulina Yulia Vanda Editia Yulia Vanda Editia Zahroh Shaluhiyah Zelyn Damayanti Zulfa Safitri K