p-Index From 2021 - 2026
6.967
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA MEDIKA INDONESIANA JURNAL GIZI INDONESIA Nurse Media Journal of Nursing JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Psikologi Journal of Nutrition College VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Riset Gizi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health Sari Pediatri Universa Medicina Paediatrica Indonesiana Majalah Kesehatan FKUB Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat GIZI INDONESIA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Journal of Applied Food Technology Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Adi Husada Nursing Journal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sport and Nutrition Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Journal of Health and Nutrition Research Berita Kedokteran Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Jurnal Riset Gizi Jurnal Bidan Cerdas Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN CARETAKER TENTANG PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TUNAGRHITA DI SLB DHARMA WANITA KABUPATEN GRESIK Qurrota Ayun; Zahroh Shaluhiyah; Ani Margawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.818 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v18i2.2776

Abstract

ABSTRACTBackground: Mental Retardation are those who have general intelligence below average, have limitations in terms of taking care of themselves and particularly vulnerable to sexual abuse because lack of reproductive health education. This study wants to describe the knowledge, attitudes and experience of the caretaker about mental retardation reproductive health education at SLB Dharma Wanita Gresik Regency. Method: This is a qualitative research. The data collection method uses Focus Group Discussion. Data were validated by triangulation of informan sources, crosscheck with teachers. Data analysis was performed by content analysis method. Results: Caretaker knowledge about mental retardation reproductive health education is a skill of self-development which includes the topic of toilet training, menstruation, and how to avoid danger. Caretaker agrees to provide mentally retarded reproductive health education from an early age adjusted to the child's ability to be independent. Obstacles experienced by caretakers related to child care, especially self-development, such as bathing, toilet training and difficulty in controlling children's emotions. Caretaker's experience in providing mentally retarded reproductive health education is to apply mentally retarded self-development materials (toilet training), and instilling shame in children by wearing towels from the bathroom. Conclusion: Mental retardation reproductive health education media needed as a guide caretaker.Keywords: Mental retardation, reproductive health education, caretaker
PERBEDAAN POLA MAKAN PADA BALITA STUNTING DAN TIDAK STUNTING DI KECAMATAN TEON NILA SERUA (TNS) KABUPATEN MALUKU TENGAH Trixie Leunupun; Ani Margawati; Annastasia Ediati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.3596

Abstract

Stunting is a condition that describes the growth of children due to long-term malnutrition. Stunting according to WHO is based on the index of the body length compared to age (PB/U) or height compared to the age (TB/U) with the Z-score limit of less than-2 SD. The age of toddlers is an age where child growth and development happens very quickly. In that age toddlers often experience health problems especially nutritional problems. Insufficient nutritional intake can cause stunting and can inhibit children's development. Design of observational analytic research with case-control design in toddlers aged 2-3 years. The population of this research is all toddlers who reside in the working area of Puskesmas Layeni subdistrict of Central Maluku district. Sample research is done using the Lameshow formula. The study used the ratio of 1:1 so that the number of research subjects in the case group was equivalent to the number of research subjects in the control group (i.e. 30 children per group), resulting in a total subject of 60 children. Analysis of the data used to see the difference between variables using the chi-square test. Variable dependent events are stunting and independent dietary variables. The results of the chi-square test show that there is no difference between the diet (the level of energy and protein adequacy) in a stunting toddler and not stunting the value (p > 0.05). The conclusion of the diet (adequacy of energy and protein) respectively in the group of cases is not too much of a significant difference. But in the control group more toddlers with good energy and protein adequacy levels. Keywords: toddler, diet, stunting
Aktivitas Fisik Dan Massa Otot Lansia Non Panti Di Pangkalpinang Ratmawati Ratmawati; Siti Fatimah Muis; Muchlis Achsan Udji Sofro; Ani Margawati; Martha Irena Kartasurya
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 6, No 2 (2018): JKP Desember 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v6i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas fisik dan massa otot lansia non panti di Pangkalpinang. Desain penelitian adalah studi cross sectional dengan melibatkan 132 orang lansia non panti (34 orang laki-laki dan 98 orang perempuan), usia 60-69 tahun. Data didapatkan dari wawancara dan pengukuran fisik (berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, massa otot). Penelitian ini menggunakan uji korelasi dalam analisis variabel. Aktivitas jalan kaki berkorelasi positif dengan indeks massa otot (r=0,303; p
METODE IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) PERAWAT Ike Puspitaningrum; Ani Margawati; Tri Hartiti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.899 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.214

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu proses penting untuk meningkatkan tenaga keperawatan yang profesional. Implementasi PKB bertujuan untuk menjaga pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam praktik keperawatan. Peningkatan kompetensi penting dalam mempertahankan standar praktik profesional yang tinggi untuk kepentingan perawat, pasien, manajer, dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara identifikasi kebutuhan PKB perawat. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumentasi. FGD dilakukan pada 14 informan dalam 2 kelompok FGD. Analisa data dilakukan dengan teknik content analysis. Hasil: Identifikasi kebutuhan PKB menjadi langkah awal yang dilakukan dalam pelaksanaan PKB di SMC RS Telogorejo. Identifikasi dapat dilakukan secara internal oleh individu perawat dan secara eksternal oleh pimpinan, rumah sakit dan customer. Identifikasi dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat unit oleh supervisor sampai ke tingkat tertinggi oleh direktur keperawatan. Kesimpulan: identifikasi kebutuhan PKB yang tepat diperlukan agar tujuan pelaksanaan PKB dapat tercapai. Manajemen keperawatan dan komite keperawatan perlu membuat rencana PKB secara sistematis sesuai kebutuhan masing-masing individu perawat, kebutuhan rumah sakit dan perkembangan IPTEK. Kata Kunci: Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Kualitas Pelayanan  Keperawatan, Identifikasi Pengembangan Perawat.
PENGARUH KEHADIRAN DAN KUALITAS PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP STATUS KESEHATAN LANSIA Bambang Sulistyo Budi; Ani Margawati; Farid Agushybana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.497

Abstract

Tercapainya tujuan pembinaan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yaitu mewujudkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Status kesehatan lansia menjadi indikator penting kualitas derajat kesehatan lansia yang produktif dan berdaya guna di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kehadiran dan kualitas pelayanan Posyandu Lansia terhadap status kesehatan lansia.  Jenis penelitian adalah explanatory research dengan rancangan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel penelitian 77 responden lansia di Desa Panggung Royom Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati . Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kehadiran lansia di Posyandu Lansia dan kualitas pelayanan posyandu lansia terhadap status kesehatan lansia (masing-masing nilai-p=0,000). Faktor kualitas pelayanan posyandu lansia sangat bermakna pengaruhnya bila dibandingkan kehadiran lansia di posyandu lansia . Risiko kualitas pelayanan posyandu lansia yang tidak baik dapat berpengaruh terhadap status kesehatan 42 x dibandingkan dengan kualitas pelayanan posyandu yang baik. Sedangkan peluang risiko kehadiran lansia tidak aktif 10 x berpengaruh terhadap status kesehatan lansia. Kata Kunci : Kehadiran Lansia ; Kualitas Pelayanan Posyandu, Status Kesehatan lansia
Antenatal, Place of Birth and Post-natal Related to Breastfeeding Practice among Women in Peri-urban Area, Semarang Ani Margawati
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2008:MMI Volume 43 Issue 1 Year 2008
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.504 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Key health issues for women of reproductive age include problems concerning sexuality and reproduction. Sexuality is not merely about sex, but about the right of women to make choices and decisions related to sexual behaviour and practices, relationships, breastfeeding, contraception and abortion. This paper will examines the various health facilities, the services and treatments which are available, in particular those which influence breastfeeding practices.Methods: A combination of qualitative and quantitative data collection methods were used in this research. In the quantitative method, a questionnaire survey was conducted following preliminary analysis of the data collected through focus group discussions (FGDs). The methods employed for qualitative data collection included focus group discussions, informal and in-depth interviews and participant observation. The sample group in the peri-urban area included pregnant women, mothers with babies less than 2years old, a few husbands and a small number of women of reproductive age.Results: This research found that there were many factors influencing the choice of birth place such as location, costs and the quality of the services provided by nurses, doctors, etc. The women in this area still preferred the services of the dukun bayi for the postnatal treatment.Conclusion: The place where the mother delivers the baby influences their motivation to breastfeed. Although the respondents mentioned that breastfeeding is a good practice for feeding baby, however, they lack of knowledge about breastfeeding. This condition is closely related to poor counselling about breastfeeding.Key Words: Breast-feeding practice, lack of knowledge, antenatal care, birth place.ABSTRAKTempat persalinan, pemeriksaan pre dan pasca melahirkan terhadap pengetahuan dan praktek menyusui di pinggiran Semarang.Latar belakang: Beberapa permasalahan utama pada perempuan usia reproduksi adalah seksualitas dan reproduksi. Seksualitas tidak hanya meliputi masalah tentang seks, akan tetapi juga hak perempuan untuk memilih dan menentukan terhadap perilaku seksual, praktek, menyusui, pemilihan alat kontrasepsi dan juga aborsi. Artikel ini akan menganalisis berbagai fasilitas kesehatan, pelayanan dan perlakuan terhadap ibu hamil dan melahirkan dalam kaitannya dengan perilaku menyusui.Metode: Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik survei adalah metode yang diaplikasikan dalam metode kuantitatif dan disajikan secara deskriptif; sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang tinggal di lokasi penelitian dan mempunyai anak di bawah 2 tahun dan beberapa wanita usia reproduksi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai faktor yang membuat keputusan terhadap pemilihan lokasi pemeriksaan kehamilan, tempat persalinan, dan perawatan pasca persalinan, seperti lokasi, biaya dan mutu pelayanan. Ibu-ibu di daerah penelitian masih lebih memilih dukun bayi sebagai orang yang melakukan perawatan pasca persalinan.Simpulan: Tempat persalinan memberi pengaruh dan motivasi ibu-ibu di daerah penelitian untuk menyusui. Meskipun responden menyatakan bahwa menyusui merupakan perilaku yang baik sebagai pemberian makanan kepada bayi, akan tetapi mereka masih terbatas pengetahuannya terhadap menyusui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan disebabkan karena terbatasnya penyuluhan yang diberikan oleh petugas pada masa pemeriksaan kehamilan, dan juga pasca persalinan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 1-2 TAHUN DI DAERAH ROB KOTA PEKALONGAN Tyas Setiyo Yuniarti; Ani Margawati; Nuryanto Nuryanto
JURNAL RISET GIZI Vol 7, No 2 (2019): November (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v7i2.5179

Abstract

Background :Stunting is a short stature caused by chronic malnutrition. Stunting is a result of poor nutrition intake or recurrent infectious disease as area Pekalongan which experienced tidal flooding.Objective: The aimed of this study is to analyze the risk factors for stunting.Methods :An observasional study with case control design on children aged 1-2 years at tidal areaNorth Pekalongan sub district. Sample was selected by method consecutive sampling with 37 subjects for each group. Stunting are expressed by high for age z-score. Subject and respondent identity, history of infection, birth weight, birth length, history of exclusively breastfed, hygiene status, mothers’ knowledge about nutrition and economic status was collected using questionnaire. Nutrient intake were obtained from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Children height was measured using microtoise. Bivariate analyzed with chi-square for determining odds ratio and multivariate with multiple logistic regression.Result:Risk factor for stunted were protein intake (OR=3,42, 95%CI:1,31-8,90), iron intake (OR=3,08, 95%CI:1,11-8,50), diarrhea (OR=13,33, 95%CI:3,47-51,22), acute respiratory tract infection (OR=7,01, 95%CI:2,06-23,81), history of exclusively breastfed (OR=19,50, 95%CI:5,56-68,36), hygiene status (OR=4,92, 95%CI:1,83-13,1), dan economic status (OR=4,79, 95%CI:1,21-18,9).Conclusion : Protein intake, iron, diarrhea, upper respiratory tract infection, history of exclusively breastfed, hygiene status and economic status are risk factor of stunting among children aged 1-2 years in tidal area subdistrict North Pekalongan.
Analisis Strategi Pelayanan Geriatri Berbasis Rumah Sakit dengan Menggunakan Value Chain di Rumah Sakit Islam Kendal Sutanti Murti Handayani; Sudiro Sudiro; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.982 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.1.2016.51-57

Abstract

An increasing number of elderly peopel in Kendal district led to a rise in RSI Busines Plan of geriatric services have not been clearly superior to the Kendal geriatric patients but has not been served in a holistic manner. analysis of value chain in the pre service, point service, and after service in order to provide added value to the service as a competitive relevance as an input in determining the business strategy. The purpose of the study to analyze the application value chain strategies to service-based outpatient geriatric hospital in Kendal RSI. The research is a qualitative with depth interview techniques. The subjects of the study consisted of four main informants is Director, Service Manager, HR Manager, Head of Outpatient Installation, while two specialist doctors, one of interna’s nurse and one of nurse In Neural’s poli as informant triangulation. The results showed that the strength of the value of the services geriatrics is at the geographical location, service satisfaction, quality of service, supported by a professional culture and technology resources for class C. The weakness lies in the value of nurses who have not been standardized service providers as a nurse gerontik and lack of care of the elderly market surveys. Care of the elderly is still served in outpatient poly and physiotherapy. The process of competitive analysis on the relevance of the idea that the care of the elderly has a value that is greatly appreciated, rare, difficult to imitate and sustainable. Conclusions This study is the care of the elderly have a competitive advantage and strategies that can be applied is differentiation. It is recommended to management to evaluate busines plan to conduct market research and marketing planning of human
Implememntation of Integration between Prevention of Mother to Child HIV Transmission (PMTCT) and Antenatal Services at Primary Healthcare Centers of Surabaya Eny Widiyasari; Zahroh Shaluhiyah; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.153 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakDi Kota Surabaya program PMTCT hanya dijalankan di 14 Puskesmas yang dekat dengan lokalisasi. Tingkat keberhasilan integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal tertinggi di Puskesmas Putat Jaya, Banyu Urip dan Sidotopo. Penelitian dilakukan di Puskesmas Putat Jaya dan Banyu Urip karena wilayah kerja Puskesmas tersebut termasuk lokalisasi Jarak dan Dolly. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan implementasi integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal di Puskesmas wilayah Kota Surabaya.Jenis penelitian eksploratif yang dilakukan secara kualitatif. Informan utama adalah 4 bidan dari puskesmas terpilih. Informan triangulasi adalah 2 Kepala Puskesmas, 1 orang dari Sie Kesehatan Dasar dan 12 ibu hamil. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Discussion) pada ibu hamil yang dibagi menjadi 2 kelompok. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi belum berjalan dengan baik. Belum semua ibu hamil yang datang pertama kali mendapatkan sosialisasi PMTCT. Kegiatan penjaringan belum berjalan dengan baik. Bidan hanya menanyakan faktor resiko pekerjaan saja dari beberapa faktor resiko HIV yang ada di kartu ibu hamil. Kegiatan rujukan belum berjalan dengan baik. Kendala rujukan pada biaya dan tidak ada komunikasi dua arah dari bidan dengan VCT. Pengetahuan bidan tentang pelaksanaan, tujuan dan pilar integrasi program PMTCT baik. Sikap bidan dalam kegiatan sosialisasi, penjaringan dan rujukan belum baik. Sosialisasi atau pelatihan masih kurang, belum semua bidan mendapatkan pelatihan VCT dan PMTCT. Ketersediaan fasilitas sarana, prasarana dan dana masih kurang. Ketersediaan petugas kesehatan masih kurang. Dukungan pimpinan masih kurang, tidak ada SOP dan sosialisasi regulasi. Monitoring dan evaluasi hanya berdasar pada laporan bulanan KIA dan tidak ada supervisi dari pimpinan.Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk meningkatkan kesempatan pelatihanVCT dan PMTCT bagi bidan, melakukan supervisi dan sosialisasi regulasi dan SOP pelaksanaan integrasi program PMTCT dengan layanan antenatal. AbstractIn Surabaya city, PMTCT program was only performed in 14 primary healthcare centers (puskesmas) that were close to prostitution complexs. The highest successful level of integration between PMTCT program and antenatal services was in Putat Jaya, Banyu Urip, and Sidotopo primary healthcare centers. This study was conducted in Putat Jaya and Banyu Urip puskesmas due to their coverage areas included Jarak and Dolly prostitution complexs. Objective of this study was to describe implementation of integration between PMTCT and antenatal service programs in primary healthcare centers of Surabaya city.This was an explorative-qualitative study. Main informants were four selected midwives from primary healthcare centers. Triangulation informants were two heads of primary healthcare centers, one staff of basic health unit, and 12 pregnant women. Data collection was conducted through in-depth interview and focus group discussion (FGD) to pregnant women. Pregnant women were divided into two groups. Content analysis was applied in the data analysis.Results of the study showed that socialization activities were not done properly. Not all pregnant women who visited for antenatal care for the first time received PMTCT socialization. Screening program was not performed properly. Midwives only asked occupational risk factor among several risk factors of HIV stated in a pregnant women card. Referral activities were not done properly. Problems in the referral activities were funding and no two ways communication between midwives and VCT. Midwives knowledge about implementation, objective, and foundation of PMTCT integration program was sufficient. Attitude of midwives in the socialization activities, screening, and referral was not good. Socialization and training were still insufficient; not all midwives received VCT and PMTCT trainings. Availability of facilities and funding were still insufficient. Availability of health workers was still insufficient. Leader supports were still inadequate; standard operating procedure and regulation socialization were not available. Monitoring and evaluation were based on monthly reports of KIA, and no supervision from leaders was available.Suggestions for Surabaya city health office are to improve opportunity to receive VCT and PMTCT trainings for midwives, to do supervision, and to do socialization on regulation and standard operating procedure of the implementation of integration between PMTCT program and antenatal services.
Analysis on Private Practice Midwives Work Performance in the Implementation of Early Initation of Breastfeeding in Surabaya Yefi Marliandiani; Atik Mawarni; Ani Margawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.694 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.3.2014.%p

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh inisiasi menyusu dini (IMD). di Surabaya pelaksanaan IMD hanya dilakukan pada 33% dari seluruh persalinan oleh bidan praktik swasta pada tahun 2009 dan menurun menjadi 27% pada tahun 2010. Berdasarkan survey pendahuluan didapatkan bahwa kinerja bidan praktik swasta (BPS) dalam pelaksanaan IMD belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bidan praktik swasta dalam pelaksanaan inisiasimenyusu dini di Surabaya. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah 10 BPS yang dipilih dari wilayah dengan cakupan IMD tersedikit dan terbanyak, masing-masing 5 orang. Informan triangulasi adalah sekretaris IBI Cabang Surabaya, asisten bidan dan ibu nifas. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan IMD. Pengolahan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan 6 dari 10 BPS sudah melaksanakan IMD tetapi dengan cara yang tidak tepat. Dilihat dari kemampuan kognitif semua responden tentang IMD masih kurang. Enam dari 10 BPS bersikap positif tentang IMD. Motivasi BPS untuk melaksanakan IMD dipengaruhi oleh manfaat IMD, himbauan dinas kesehatan dan IBI serta permintaan pasien. Semua responden mengatakan tidak pernah disupervisi oleh bidan koordinator (bikor) walaupun responden membutuhkan supervisi. Dapat disimpulkan bahwa kinerja BPS dalam pelaksanaan IMD belum optimal karena kemampuan kognitif masih kurang serta tidak adanya supervisi dari bikor Successfulness of an exclusive breastfeeding was influenced by early breastfeeding initiation (IMD). In Surabaya, implementation of IMD was only done by 33% of all deliveries assisted by private practice midwives in 2009, and it decreased to 27% in 2010. Based on a preliminary study, work performance of private practice midwives (BPS) in the implementation of IMD was not optimal. Objective of this study was to analyze work performance of private practice midwives in the implementation of early breastfeeding initiation in Surabaya. This was an observational-qualitative study. Study main informants were 10 BPS who were selected from area with the lowest and highest IMD coverage; each of area consisted of 5 BPS. Triangulation informants were a secretary of IBI Surabaya branch, midwives assistance, and post-delivery mothers. Data were collected through in-depth interview and observation on the implementation of IMD. Data were managed and analyzed by applying content analysis method. Results of the study showed that six out of 10 BPS had implemented IMD though with improper way. Cognitive ability of all respondents regarding IMD was still inadequate. Six out of 10 BPS had positive attitude toward IMD. Motivation of BPS to implement IMD was influenced by IMD benefits, suggestion from district health office and from IBI, and from patient’s request. All respondents told that no supervision by coordinator midwives was conducted although it was needed by respondents. In conclusion, work performance of BPS in the implementation of IMD was not optimal. It was caused by inadequate cognitive ability of BPS, and no supervision from a coordinator midwives.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Achadi Nugraheni, Sri Adhimah, Ayu Fauziyyah Aditya Kusumawati, Aditya Adriyan Pramono Afriani, Adilla Eka Af’idatul Latifah Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Aini, Mahmudah Khurotul Alamsyah, Dedi Alamsyah, Dedi Alfan Afandi Ali Rosidi Amanupunnyo, Notesya Astri Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Rika Anggriany, Nissa Anjani, Gemala Annastasia Ediati Annisa Wijayanti Antono Suryoputro Any Setyarini, Any Apoina Kartini Aras Utami Ardian Candra Mustikaningrum Ari Liendy Rachmawati Arisanti, Yohanete Novita Aritonang, Eta Aprita Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Arwinda Nugraheni Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astiti, Rosiana Dwi Astuti, Astri Mei Atik Mawarni Avionita Latuihamallo Ayu Rahadiyanti Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Bagoes Widjanarko Bambang Sulistyo Budi Bancin, Ratnawati Banun Lentini Besar Tirto Husodo Billy, Roland Budi Laksono Budiyono Budiyono Damayanti, Yuliana Kusuma Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Devi Cahya Sukma Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Ratnasari Dewi, Claudia Fariday Dewi, Sonia Kurnia Diah Rahayu Wulandari Diana Nur Afifah, Diana Nur Dodik Pramono Dwi Pudjonarko Dwi Safitri, Dwi Dwiantoro, Luky Edi Siswanto Eka Cahyaningsih Wulandari Eka Putri Rahmadhani Endrinikapoulos, Ariana Eny Widiyasari Erika Dewi Noorratri Etika Ratna Noer Fadhila, Farah Rosyihana Fadhilah, Eva Faizah, Nur Azkiyati Famimah, Famimah Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Farid Farid Agushybana Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Firdaus Wahyudi Firdaus Wahyudi Fitriah Fitriah Fitriana, Istiqomah Ramadhan Fitriyani Wijayanti Fitriyono Ayustaningwarno Fitry, Febriana Ramadhani Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Habibah Abidin Handayani, Novia Hani Tuasikal Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Herinawati, Herinawati Hertanto W Subagio, Hertanto W Hidayati Hidayati Hikmah, Kholisotul Holyness Nurdin Singadimedja Ihat Hatimah Ike Puspitaningrum Ilmiati, Fatia Iriantika, Khory Afifah Irma Aryati Octaviani Jaleha, Jaleha Jayawarsa, A.A. Ketut Kamila, Annida Dini Kartika Febriani Kedang, Veronika Merika Keyasa, Magnalia Morena Ruth Khoirin Nida Kumala, Anandita Mega Kusyogo Cahyo Lani, April Latifah, Nandita Nury Luky Dwiantoro Mahmudah Khurotul Aini Majida, Lia Awwalia Makruf, Hafizul Maretha, Febrina Yollanda MARIA BINTANG Maria Martiani Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Meidiana Dwidiyanti Mexitalia Setiawati E, Mexitalia Mina Yumei Santi Mira Rizky Pamungkas Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mu’in, Muhammad Muchlis Achsan Udji Sofro Muniroh, Muflihatul Natalia Yohana Wijaya nFN Jumiyati, nFN Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noer, Etika Notesya Astri Amanupunnyo Novita Milda Susanty Nugrahaeni S A, Nugrahaeni S Nugraheni, SA. Nur Indah Kurniawati Nur Wulandari Nurhidayanti, Sitti Nurmasari Widyastuti Nurmasyita Nurmasyita, Nurmasyita Nuryanto Nuryanto Nuryanto Priyadi Nugraha P Purnamasari, Gilang Puspitadewi, Irene Nucifera Qurrota Ayun Rachma Purwanti Ratih Indraswari Ratmawati Ratmawati Retni Retni Retno Wahyuningsih Rika, Erlia Rosita Rita Hadi W Rizqiawan, Angga Robi Andoyo Rosa Pratita Dwi Pratiwi Putri Roudhotun Nasikhah Rubyanti, Septiana Dwi S. Sugiharto Salsa Bening Samsidar Samsidar Setyandari, Renny Siti Aisah Siti Fatimah Muis Soeharyo Hadisaputro Sorpiyani Munthe SP, Sri Hapsari Sri Achadi Nugraheni Sri Ramadayanti Sri Winarni Sri Winarni Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiharto Suhartini Ismail, Suhartini Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Surya Saputra, Surya Sutanti Murti Handayani Sutopo Patria Jati Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syarifah Asyura, Syarifah Taradipa, Priska Tamara Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu Tri Hartiti Tri Prapto Kurniawan Trixie Leunupun Tsani, A Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Untung Sujianto Usfinit, Paskalis Malafu Utami, Aras Waisaktini Maragareth Wanda Lestari, Wanda Widjarnarko, Bagoes Wulansari Yefi Marliandiani Yulia Rizki Maulina Yulia Vanda Editia Yulia Vanda Editia Zahroh Shaluhiyah Zelyn Damayanti Zulfa Safitri K