p-Index From 2021 - 2026
5.968
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Flash Card-Based Education on Maternal Depressive Symptoms and Breastfeeding Techniques on Postpartum Mothers’ Motivation Sumarni, Sumarni; Minarti, Minarti
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i2.4216

Abstract

Background: Postpartum changes occur in the body and mind for six weeks. This study examines how flashcard-based instruction affects maternal depression and fosters breastfeeding in postpartum mothers. Methods: The method used was quantitative research using the pre-experimental research design in one group (one-group pretest-posttest). The intensity of education on maternal depression and breastfeeding techniques using flash cards was measured through a pre-test before the intervention and a post-test after education. The sample used was 62 postpartum mothers. The method of collecting data is observation and a questionnaire. Data analysis and presentation through univariate and bivariate analysis. Results: The results indicated that the majority of postpartum moms were aged 20–35 years, possessed a senior high school education, were housewives, had many previous births, and experienced a normal delivery. The motivation to breastfeed rose markedly from a modest level in the pre-test (mean 41.58) to a much greater level at the post-test (mean 88.16). The Wilcoxon test results (p = 0.001 < 0.05) validated that educating mothers about depression symptoms and nursing procedures through flashcards significantly enhanced their motivation for exclusive breastfeeding during the first 3–14 days postpartum. Conclusion: This study concludes that there is an influence of maternal depressive symptoms and breastfeeding techniques on the motivation to provide breast milk to postpartum mothers during 3-14 days. Practical application: Midwives can use flash card-based teaching in postpartum care to improve maternal understanding, minimize depression symptoms, and motivate exclusive breastfeeding, improving maternal and infant health.
Pengaruh Latihan Terhadap Tingkat Penyelesaian Board Game (Puzzle) Pada Lansia di Griya Usia Lanjut Pae, Kristina; Minarti, Minarti; Marcello, Steven Aldo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v9i1.4047

Abstract

Fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman, pengertian, perhatian, dan rasionalisasi. Penurunan fungsi kognitif dapat terjadi pada lansia sebagai akibat dari proses penuaan. Meningkatkan fungsi kognitif dapat dilakukan dengan latihan board game (puzzle). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya pengaruh latihan terhadap tingkat penyelesaian puzzle pada lansia. Desain penelitian ini adalah pre-experiment design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Variabel independen penelitian ini adalah latihan puzzle sedangkan variabel dependen tingkat penyelesaian puzzle. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di Griya Usia Lanjut St. Yosef. Sampel 30 orang lansia dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur tingkat penyelesaian puzzle dengan menghitung jumlah potongan puzzle yang terpasang dibagi jumlah keseluruhan potongan puzzle selama 20 menit kegiatan pemasangan puzzle. Hasil tingkat penyelesaian puzzle pre-test menunjukkan nilai rata-rata skor responden adalah 30.83 ± 10.75, sedangkan post-test adalah 88.33 ± 15.72. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test terhadap tingkat penyelesaian puzzle pre-post test yaitu p=0.000 (p< α 0.05) yang berarti bahwa ada pengaruh latihan terhadap tingkat penyelesaian puzzle pada lansia dikarenakan latihan puzzle akan mengasah otak lansia. Semakin sering seseorang menggunakan otaknya, akan semakin kuat koneksi antara apa yang dikerjakan dengan bagian otak yang bertugas.
Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Prima dengan Kepuasan Pasien JKN-KIS di Puskesmas Betung Tahun 2022 Darmawati, Junay; Minarti, Minarti
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.363 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.497

Abstract

Kualitas pelayanan adalah unsur penting dalam jasa pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan harus sesuai dengan standar dan pemanfaatan sumber daya secara wajar, efisien, efektif. Kepuasan pasien dalam menilai mutu atau pelayanan yang baik, dan merupakan pengukuran penting yang mendasar bagi mutu pelayanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan prima dengan kepuasan pasien JKN-KIS di Puskesmas Betungtahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien peserta JKN yang datang berobat di Wilayah Kerja Puskesmas Betung pada bulan Januari-Desember tahun 2021 sebanyak 6.719 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accindental sampling sebanyak 99 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dengan chi square. Berdasarkan hasil penelitian kepuasan pasien JKN-KIS sebagian besar puas sebesar 58 responden (58,6%), kualitas pelayanan prima pada pasien JKN-KIS sebagian besar baik sebesar 70 responden (70,7%) dan ada hubungan kualitas pelayanan prima dengan kepuasan pasien JKN-KIS di Puskesmas Betung tahun 2020 dengan p value (0,001)<α (0,05). Diharapkan puskesmas dapat memberikan penghargaan bagi petugas berprestasi dan petugas yang menerapkan pelayanan prima bagi pasien serta evaluasi pelayanan setiap 3 bulan sekali. Kata kunci: kualitas mutu pelayanan, kepuasan pasien
Analisis Kebutuhan Program Promosi Pencegahan Diare pada Anak Berusia di Bawah Dua Tahun Veradilla, Veradilla; Minarti, Minarti
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.635 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.499

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan dan masih menjadi penyebab masalah kesehatan utama di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik dan buruknya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan diri. Diare merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak balita khususnya di bawah usia dua tahun. Berbagai kegiatan promosi kesehatan telah dilakukan untuk pengendalian penyakit diare, namun angka kejadian diare masih tinggi. Bahkan untuk periode tertentu terjadi peningkatan jumlah penderita diare. Tujuan: Penelitian ini untuk mendeskripsikan kebutuhan masyarakat akan pendidikan kesehatan pencegahan diare. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi dan studi dokumen. Informan penelitian adalah ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun dan pemangku kepentingan pendidikan kesehatan. Analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil: Program promosi pencegahan diare yang telah dilakukan di Puskesmas Piyungan tidak mampu menghilangkan berbagai persepsi dan anggapan yang kurang tepat terhadap diare. Masyarakat belum dapat melihat hubungan antara diare dengan lingkungan dan pemberian ASI. Kebutuhan masyarakat terhadap informasi diare adalah semua materi yang berhubungan dengan diare. Cara penyampaiannya adalah melalui pidato yang menggunakan leaflet, map dan booklet. Sumber informasi yang sesuai untuk memberikan informasi adalah petugas kesehatan dalam pertemuan rutin setiap bulan. Kesimpulan: promosi kesehatan yang sesuai untuk diare adalah pidato oleh petugas kesehatan menggunakan leaflet, booklet dan folder. Materi pendidikan harus difokuskan pada pencegahan diare, terutama pada hubungan antara lingkungan dan menyusui dan kejadian diare. Kata kunci: penilaian kebutuhan, program promosi, pencegahan diare
Pemanfaatan Tanaman Zodia (Evodia sauveolens) sebagai Tanaman Pengusir Nyamuk di Kota Palembang (Pengabdian Masyarakat) Minarti, Minarti; Wulandari, Ria; Amalia, Rizki; Indriani, Putu Lusita Nati
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.515 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.501

Abstract

Garis-Garis Besar Haluan Negara menyatakan sasaran pembangunan jangka panjang adalah tercapainya Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia berdampak pada kebutuhan papan yang semakin meningkat, dengan Demikian Pembangun dan perumahan akan semakin padat dan menyebabkan bertambahnya tempat tempat potensial yang akan meningkakan populasi nyamuk di sekitar rumah. Nyamuk tidak hanya hidup di lingkungan air kotor saja, akan tetapi pada air bersih juga. Masyarakat umumnya sudah menggunakan obat nyamuk berbahan kimia, yang mengetahui mana sudah banyak hasil penelitian sangat berbahaya dabagi kesehatan. Cara yang efektif untuk menghindari bahaya dari efek obat nyamuk berbahan kimia yaitu dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk. Salah satu alternatif pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yaitu dengan pemanfaatan tanaman anti nyamuk Tanaman Zodia (Evodia sauveolens) yang bersal dari Papua. Manfaat pelaksanaan kegiatan ini adalah masyarakat memiliki pengetahuan mengenai tanaman anti nyamuk serta dapat membudidayakan tanaman tersebut sehingga menurunkan angka penderita DBD. Metode yang digunakan antara lain melalui Participatory Action Research (PAR) dan evaluasi yang dilakukan melalui kuisioner. Tanaman anti nyamuk yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah zodia. Hasil evaluasi kegiatan ini ditunjukkan dari hasil kuisioner yang menyatakan dari jumlah responden 200 kepala keluarga di kelurahan 7 Ulu yang menyukai bau tanaman zodia sebanyak 87.0% , tanaman zodia mampu mengusir nyamuk sebanyak 91.0% jumlah tanaman zodia ada pengaruh terhadap tolak nyamuk hanya 10.5%, tanaman zodia mudah dirawat sebanyak 94.0% sedangkan Hasil penelitian dari jumlah responden 100 kepala keluarga di kelurahan gandus yang menyukai bau tanaman zodia sebanyak 80.0%, tanaman zodia mampu mengusir nyamuk sebanyak 89.0%, jumlah tanaman zodia ada pengaruh terhadap tolak nyamuk hanya 14.0%, tanaman zodia mudah dirawat sebanyak 95.0%. Kata kunci : Tanaman anti nyamuk; Zodia (Evodia sauveolens); DBD
KOMUNIKASI INTERPESONAL KARANG TARUNA DAMARSARI DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI DESA SEMATA KECAMATAN TANGARAN Minarti, Minarti; Nurul Hidayat
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v7i1.2775

Abstract

Karang taruna merupakan suatu wadah pengembangan generasi muda yang ada disetiap desa di Indonesia, karang taruna didirikan dengan tujuan yang memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang jelas tentang: 1) Bagaimana bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan Karang Taruna Damarsari; 2) Bagaimana pelaksanaan komunikasi interpersonal Karang Taruna Damarsari; 3) Bagaimana kendala komunikasi interpersonal Karang Taruna Damarsari terhadap kenakalan remaja di Desa Semata Kecamatan Tangaran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan komunikasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi, member check dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertama, bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan dalam mencegah kenakalan remaja yaitu dengan rapat sesama anggota karang taruna, dan bertukar pendapat tentang mencegah kenakalan remaja, dan masyarakat juga harus berperan aktif terlibat secara langsung dalam masalah tersebut. Dengan sifat saling terbuka dengan remaja dapat mempengaruhi remaja ke arah yang positif. Kedua, pelaksanaan komunikasi interpersonal dengan mengadakan kegiatan setiap minggu, tatap muka secara langsung sesama anggota karang taruna saling bekerja sama untuk mengajak remaja ke arah yang positif. Ketiga, komunikasi interpersonal pastinya memiliki kendala seperti kurangnya kesadaran diri masing-masing, pemikiran remaja yang masih labil yang membuat remaja mudah terpengaruh ke arah yang kurang baik, perhatian yang kurang ditumpukan kepada remaja. Jarak antara remaja dan anggota yang jauh menyebabkan kurang komunikasi yang baik dan kurang akrab antara remaja dan anggota karang taruna.
Cultural Utilisation of Mamandi Boe Asieng Panas in Postpartum Care of Bajo Buton Tribe Minarti, Minarti; Anita, Anita; Samrida, Wa Ode Nesya Jeni
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 5 No. 2 (2023): MEDICA (Internasional Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v5i2.244

Abstract

The Bajo tribe in Bajo Bahari Village, Buton Regency, has long practiced the cultural tradition of Mamandi Boe Asieng Panas, a hot bath using salty water. This practice is believed by traditional birth attendants and the local community to expedite the healing process for mothers who have recently given birth. The purpose of this study was to determine the effect of the Mamandi Boe Asieng Panas tradition on the speed of uterine involution in postpartum mothers. The research method was quasi-experimental, involving an intervention where postpartum women underwent Mamandi Boe Asieng Panas after giving birth. The height of the fundus uteri (in cm) was measured on the third and seventh days postpartum. The results indicated a significant effect, with a p-value of 0.000 and a 95% confidence interval mean difference of 3.25 (21-56-22). In conclusion, postpartum women who received the Mamandi Boe Asieng Panas intervention experienced a faster decrease in uterine involution compared to those who did not participate in the tradition.
DETERMINASI KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN LINGKUNGAN SOSIAL KEJADIAN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS TELUK BETUNG KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2023 Minarti, Minarti; Wardana, Ali; Hartati, Yuli; Minata, Fika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25865

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang sering dikenal dikalangan masyarakatdengan sebutuan darah tinggi. Hipertensi memberikan dampak stroke dan serangan jantung, sulit tidur,dsbnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hipertensiusia, obesitas, kebiasaan olahraga, merokok, riwayat keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat ke UPT Puskesmas Teluk Betung dan jumlah sampel 204 dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (Simple random sampling). Analisa data pada bivariat menggunakan uji chi square dan pada multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan umur (P=0,016), pengetahuan (P=0,004), Obesitas (P=0,003), Riwayat keluarga (P=0,000) dan Pola makan (P=0,002) dengan Kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin tahun 2023. Tidak ada hubungan jenis kelamin (P=0,138), pekerjaan (P=0,583), Kebiasaan merokok (P=0,321) dengan Kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin tahun 2023.Variabel independen yang bermakna/signifikan, yaitu: Umur, Pengetahuan, Obesitas, Riwayat penyakit dan Pola makan, sedangkan Status Merokok merupakan pengganggu. Hasil analisa multivariat memperlihatkan bahwa variabel Pola makan merupakan variabel yang paling dominan karena nilai ORnya paling besar yaitu 4.965.
EARTHQUAKE RECURRENCE INTERVAL BASED ON SEISMIC MOMENT Massinai, Muhammad Fawzy Ismullah; Wijaya, Arif; Jamaluddin, Jamaluddin; Massinai, Muhammad Altin; Umar, Emi Prasetyawati; Minarti, Minarti
Indonesian Physical Review Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v4i3.120

Abstract

Indonesia is a country with high earthquake potential. This potential has been realized by its stakeholders and other parties. Various methods from many researchers from the fields of geophysics, geology, seismology, geodesy, geotechnical engineering, and others have been discussed to arrange earthquake mitigation. However, the discussions are unable to fit all earthquake mitigations across the country because they are still limited to specific characteristics of each fault among thousands of faults in Indonesia. Seismic moment is a parameter that provides information on the energy released when an earthquake occurs. This parameter, in any given scale, can provide information about the earthquake recurrence interval. The earthquake recurrence interval referred to here means that during a certain time period, the area under study has the possibility of experiencing an identical earthquake or with a smaller magnitude. This study tries to offer and test the method of calculating earthquake recurrence interval based on seismic moments. The method tested in several case studies of earthquakes in East Kalimantan has acceptable results. The method in this research has advantages value and can be alternative method in earthquake disaster mitigation.
EMPOWERMENT OF HEALTH CADRES IN SUPPORTING THE WELLBEING OF CLIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE (PGK) IN SURABAYA, INDONESIA minarti, minarti
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v2i2.37

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a public health problem with an increasing prevalence and incidence of CKD. This increase in incidence is in line with the increase in the incidence of hypertension and diabetes mellitus. Health cadre support for clients with CKD has never been done because specific knowledge about efforts to support health in clients with CKD has never been done. Objective To increase the potential of health cadres through empowerment in order to provide support and motivation for Chronic Kidney Disease clients towards wellbeing. The method used was training including lectures, questions and answers, discussions, role play, pre tests and post tests and the media used: modules and needs identification sheets for CKD clients. Implementation of activities for 3 meetings which are divided into stages of providing material, assigning cadres to identify the support needs of clients, the second meeting discussing the results of identifying needs divided into groups, and the last meeting cadres role play to provide support to clients. The results showed that there was an increase in knowledge before and after empowerment through training. Based on the results of the pre-test assessment, the highest score was 93 and the lowest score was 60, the average score was 70.2, while the highest post-test score was 100 and the lowest score was 67, the average score was 80.4. The difference between post-test and pre-test results ranged from 0-26 points. It was found that more social support needs are needed by CKD clients Empowerment carried out on health cadres is one way to improve wellbeing conditions in CKD clients through various supports. ,
Co-Authors ., Pestariati A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adek Zamrud Adnan Adinata, Ach. Arfan Agus Mukholid Aisya, Sitti Akhmad Darmawan Alfatik, Fatma Amirin Kusmiran Andini Sundowo Anisa Pertiwi Anita Anita Arfiah Ariani, Novita Arief Hidayat Arif Wijaya Aryadi, Anggi Ayuanda, Leila Nisya Baiq Dewi Harnani R Bayu Argaheni, Niken Chaidir Chaidir Chandra, Tiara Ayu Darmawati, Junay darwis darwis, darwis DEWI CISELIA Dewijanti, Indah Dwiatmi Dina Raidanti Dintya Ivantarina Eka Sarofah Elvi Sunarsih Endarini, Lully Hanni Ernita, Lisa Evy Diah Woelansari Febiayuni, Nabila Fika Minata FIKA MINATA WATHAN Galuh Widiyarti Hani Mulyani, Hani Hartati, Yuli Hendris Hendarsyah Kurniawan, Hendris Hendarsyah Heri Syahrian, Heri Heru Sulistijono Hilmi Yumni Ilham, Rahmaniah Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Inoy Trisnaini Insyur, Bergita Irzanita, Irzanita Istanto, Wisnu Jamaluddin Jamaluddin Jamilah Abbas Juliana Christyaningsih Juminten Saimin, Juminten Junuda, Junuda Junuda, Junuda Karnaen, Muh. Kastubi Kastubi, Kastubi Khoiri, M. Khrisna Agung Cendekiawan Kristina Pae Ladyka Viola Aulia Armawan Lanto, Muh Said Lara, Lara Leni Novianti Lia Meilawati Lotulung, Puspa Dewi N Lotulung, Puspa Dewi N. Luthfi Rusyadi Luthfiyah, Sari Mahendika, Devin Maksuk Mamik Mamik Marcello, Steven Aldo Martoni Medi Hendra, Medi Megawati - Minata, Fika Muhammad Altin Massinai Muhammad Fawzy Ismullah Massinai Muhammad Hanafi Museyaroh, Museyaroh Mutiarawati, Diah Titik Namriah, Namriah Nasution, Fitri Faridahtul Aulia Nasution Ngguna, Ani Mura Nikmatul Fadilah Nina Artanti Ningsih, Dewi Andariya Nur Anugrahini, Hepta Nurhayani, Delvi NURUL ANNISA NURUL HIDAYAT Ongko Waluyo, Kiaonarni Padoli Padoli, Padoli Peluw, Zulfikar Prasetyawati Umar, Emi Priadi, Ramadhan Primahana, Gian Puji Budi Setia Asih, Puji Budi Purwanti, Kristin Puspa Dewi Narrij Lotulung Puspa Lotulung, Puspa PUTU LUSITA NATI INDRIANI Rahagia, Rasi Rahma Sari, Indah Rajokiaman Sinaga Ramadona, Mayang Dwi Rembon, Fransiscus S Resman, Resman Riani, Lita Rifanzha, Aqil Naufaldy Ririn Noviyanti Putri Rizki Amalia Rizki Amalia Rizna Dewi Rizna Triana Dewi Ruben, Sethiana Dewi Runtu, Andro Ruben SAHTA GINTING, SAHTA Samrida, Wa Ode Nesya Jeni Sari, Erma Puspita Sartika, Diana Sasongkowati, Retno Satrio Wicaksono Setyorini, Dhiana Suhariyadi Suhariyadi Sukirno Sukirno Suliati Suliati Sumarni Sumarni Supriadi, Edi Supriatin Supriatin, Supriatin Suyono Suyono Syafrudin, Din Syafrudin, Din Syamsiar, Syamsiar Tandiola, Rosdiana Teni Ernawati Ulfa, Dina Amalia Utami, Fatia Arta Veradilla, Veradilla Wahidin, Wahidin Wardana, Ali Warni, Rosma Wiraningsih, Eti Dwi Witono Basuki, Witono Yeninar, Fendi Abraham yuliani, meda Yuliastuti, Rizka Yulizar Yulizar Yuniarti, Nini Iswara