Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Contextual Teaching and Learning dengan Media Konkret dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas III Sekolah Dasar Mentari Ayuningtyas; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100193

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah, (2) peningkatan hasil belajar IPAS, dan (3) kendala solusi terhadap penerapan model CTL dengan media konkret. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas III SDN 1 Kutosari. Teknik triangulasi penelitian ini adalah triangulasi sumber yang meliputi guru, siswa kelas III SDN 1 Kutosari, dan dokumen, serta triangulasi teknik berupa observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) langkah-langkah penerapan model CTL dengan media konkret yaitu: (a) membangun pemikiran siswa melalui media konkret, (b) inkuiri melalui media konkret, (c) tanya jawab, (d) sistem belajar kelompok, (e) pemodelan, (f) refleksi pada akhir pembelajaran, (g) penilaian nyata. (2) penerapan model CTL dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas III SDN 1 Kutosari pada ranah kognitif yaitu siklus I = 79,19%, siklus II = 87,56%, dan siklus III = 91,65%. Ranah afektif yaitu siklus I = 75,00%, siklus II = 83,33%, dan siklus III = 88,89%. Ranah psikomotor yaitu siklus I = 73,61%, siklus II = 83,33%, siklus III = 97,16. (3) kendala dalam pembelajaran siswa sulit dikondisikan, namun setiap siklus menunjukkan peningkatan.
Pendampingan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas menggunakan instalasi biodigester biogas dengan inovasi absorber di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen Suhartono Suhartono; Joko Riyanto; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Muji Rahayu; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ari Prasetyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27706

Abstract

Abstrak Desa Kebakalan, Kecamata Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang banyak memiliki peternak sapi. Permasalahan yang dihadapi masyarakat peternak adalah minimnya pemahaman dan keterampilan peternak dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen sebagai desa mandiri bioenergi biogas sehingga kesejahteraan masyarakatnya meningkat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen dengan peserta adalah peternak sapi yang berjumlah 78 peternak. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan yaitu bulan Januari sampai Juni 2024. Pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan yiatu persiapan, pelaksaan, dan evaluasi. Pelaksanaan memfokuskan kepada penggunaan IPTEK dalam melakukan pengelolaan limbah kotoran sapi.  Selain itu dilakukan pula (1) instruksional dan dialog melalui kegiatan program penyuluhan menggunakan teknik FGD (Focus Group Disscusion) disertai dengan evaluasi kemajuan tingkat pengetahuan dan pemahaman materi, (2) pelatihan dengan peragaan pembuatan digester biogas skala rumah tangga dan produksi biogas, (3) metode percontohan pembuatan dan penerapan penggunaan biogas skala rumah tangga, (4) monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peternak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas. Kata kunci: absorber; biodigester; biogas; limbah kotoran sapi Abstract The village of Kebakalan, located in the Karanggayam Subdistrict, Kebumen Regency, Central Java Province, is one of the villages with a significant number of cattle farmers .The issue faced by livestock farmers is their limited understanding and skills in managing cow manure waste. The purpose of this community service program is to make Kebakalan Village in Kebumen Regency an independent bioenergy biogas village, thereby improving the welfare of its community. The program is carried out in Kebakalan Village, Kebumen Regency, with participants being cattle farmers there are 78 cattle farmers. The activities will be conducted over six months, from January to June 2024. The implementation includes three stages: preparation, execution, and evaluation. The focus is on utilizing science and technology in managing cow manure waste. In addition, the program includes (1) instructional and dialog sessions through extension programs using Focus Group Discussion (FGD) techniques, accompanied by evaluations of participants' knowledge and understanding progress, (2) training on household-scale biogas digester construction and biogas production, (3) demonstration of household-scale biogas production and application, and (4) ongoing monitoring and evaluation. The results indicate that farmers gained knowledge and skills in utilizing and managing cow manure waste into biogas energy. Keywords: absorber; biodigester; biogas; cow manure waste
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Digital IPAS Berbasis Kearifan Lokal Dilengkapi dengan Augmented Reality untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar Novita Riana Sari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Moh. Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107401

Abstract

This study is motivated by the limited availability of contextual and interactive IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) teaching materials that integrate local wisdom and the latest technology in elementary school learning processes. The aim of this research is to analyze the initial needs for developing a digital IPAS teaching material based on local wisdom and enhanced with Augmented Reality to improve the quality of learning in elementary schools. This research employs a descriptive method. The subjects of the study include fifth-grade students, teachers, and the principal of SDN Kaliurip. The object of the research focuses on the need for interactive, contextual, and technology-based learning resources and media. Data collection techniques include observation, interviews, and questionnaires. The analysis results indicate that teachers still heavily rely on government-issued textbooks, which inadequately reflect local values and do not support interactive learning. Meanwhile, students show a high level of interest in digital teaching materials that can be accessed through electronic devices, offering visually engaging content and incorporating local cultural elements. Both teachers and students expressed the need for contextual digital teaching materials that are adaptive to learning characteristics and integrated with Augmented Reality technology to enhance student motivation, engagement, and understanding of the subject matter. The findings of this study serve as a critical foundation for developing digital IPAS teaching materials that support the Merdeka Curriculum while reinforcing students' cultural identity through innovative and meaningful learning.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar IPAS yang bersifat kontekstual, interaktif, serta mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan awal pengembangan bahan ajar digital IPAS berbasis kearifan lokal dilengkapi dengan Augmented Reality untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru, siswa kelas V, dan kepala sekolah SDN Kaliurip. Objek penelitian adalah kebutuhan terhadap sumber belajar dan media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru masih bergantung pada buku dari pemerintah yang kurang mencerminkan nilai-nilai lokal dan belum mendukung pembelajaran yang interaktif. Sementara itu, siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap bahan ajar digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik dan menampilkan visual yang menarik serta konten budaya lokal. Guru dan siswa sama-sama berharap adanya bahan ajar digital yang kontekstual, adaptif terhadap karakteristik belajar, dan dilengkapi teknologi Augmented Reality untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa terhadap materi. Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam pengembangan bahan ajar digital IPAS yang mendukung Kurikulum Merdeka dan memperkuat identitas budaya siswa melalui pembelajaran yang inovatif dan bermakna.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Mahasiswa PGSD Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari; Muhamad Chamdani; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Murwani Dewi Wijayanti; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107478

Abstract

One of the life skills in 21st century skills is critical thinking and problem solving. For this reason, innovative learning strategies are needed by developing problem-based teaching materials. The purpose of this study is to analyze the need for problem-based Geometry and Social Arithmetic teaching materials to improve the critical thinking skills of PGSD students. This qualitative design study involved 121 PGSD students of FKIP UNS Kebumen Campus in 2025. The instruments used were observation sheets, questionnaires, and document analysis. Data analysis used qualitative data analysis which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the need for Geometry and Social Arithmetic teaching materials included: (a) flat geometry, (b) transformation geometry, (c) spatial geometry, (d) measurement, (e) social arithmetic, (f) mathematical problem solving. The conclusion of this study is that the analysis of teaching material needs is very necessary in the development of problem-based teaching materials. The results of this study can be used as recommendations for developing other types of teaching materials.Salah satu kecakapan hidup pada keterampilan abad 21 adalah critical thinking and problem solving. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran inovatif dengan mengembangkan bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian ini desain kualitatif melibatkan 121 mahasiswa PGSD FKIP UNS Kampus Kebumen tahun 2025.  Instrumen yang digunakanadalah lembar observasi, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial meliputi: (a) geometri datar, (b) geometri tranformasi, (c) geometri ruang, (d) pengukuran,  (e) aritmetika sosial, (f) pemecahan masalah matematika. Simpulan penelitian ini adalah analisis kebutuhan bahan ajar sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendai untuk mengembangkan jenis bahan ajar lainnya.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran AR Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Materi Efek Rumah Kaca Siswa Kelas 4 SD Aprillia Dewi Riyanti; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107224

Abstract

The limitations of conventional media in delivering greenhouse effect material hinder the development of creative thinking skills among elementary school students. This study aims to analyze the need for Augmented Reality (AR) learning media to enhance the creative thinking skills of 4th-grade students. A systematic literature review method was employed by analyzing three key journals that met the criteria of validity and relevance. The findings indicate that AR media can concretely and interactively visualize abstract concepts, increase learning motivation, and support the development of students' creative ideas. However, challenges were identified, including limited access to devices, teachers' readiness, and the complexity of developing content suitable for children's characteristics. In conclusion, effective AR media development requires accurate needs analysis, teacher training, and collaboration between developers, educators, and educational institutions. Keterbatasan media konvensional dalam menyampaikan materi efek rumah kaca menghambat pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas 4 SD. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review melalui analisis tiga jurnal utama yang memenuhi kriteria validitas dan relevansi. Hasil menunjukkan bahwa media AR mampu memvisualisasikan konsep abstrak secara konkret dan interaktif, meningkatkan motivasi belajar, dan memfasilitasi pengembangan ide-ide kreatif siswa. Namun, ditemukan tantangan berupa keterbatasan perangkat, kesiapan guru, serta kompleksitas pengembangan konten sesuai karakteristik anak. Kesimpulannya, pengembangan media AR yang efektif membutuhkan analisis kebutuhan yang tepat, pelatihan guru, serta kolaborasi antara pengembang, pendidik, dan institusi pendidikan. 
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Suci Permatasari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Google Sites Husni Marhaini; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107272

Abstract

The development of information technology innovation using interactive learning media in the implementation of the learning process to facilitate teachers and students in improving student interest, and learning outcomes. This study aims to analyze the need for interactive learning media based on Google Sites on the material of natural phenomena in grade III of elementary school. The method used is descriptive qualitative with interview techniques with students and teachers at SDN 3 Kalirancang as research subjects. The data analysis technique uses the flow of Miles and Hubermen (1992), namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that learning is still conventional and does not support students' understanding of abstract material. Students show a high interest in visual and digital media, such as images, videos, and interactive maps available on Google Sites. Teachers also recognize the need for website-based learning media to facilitate the delivery of material. Google Sites is considered capable of increasing student interest, engagement, and learning outcomes because of its flexible, attractive, and easily accessible nature. Therefore, the development of Google Sites-based learning media is a potential solution in improving the quality of science learning.Perkembangan inovasi teknologi informasi menggunakan media pembelajaran interaktif pada pelaksanaan proses pembelajaran untuk memudahkan guru dan siswa dalam meningkatkan minat siswa, serta hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites pada materi kenampakan alam di kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap siswa dan guru di SDN 3 Kalirancang sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan alur dari Miles dan Hubermen (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang mendukung pemahaman siswa terhadap materi abstrak. Siswa menunjukkan minat tinggi terhadap media visual dan digital, seperti gambar, video, dan peta interaktif yang tersedia di Google Sites. Guru juga mengakui perlunya media pembelajaran berbasis website untuk memudahkan penyampaian materi. Google Sites dinilai mampu meningkatkan minat, keterlibatan, dan hasil belajar siswa karena sifatnya yang fleksibel, menarik, dan mudah diakses. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis Google Sites menjadi solusi potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berdiferensiasi untuk Meningatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti; Wahyudi Wahyudi; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107549

Abstract

There are still many elementary school teachers who are not yet able to develop digital LKPD so that learning is less interesting for students.This community service aims to: (1) improve the skills of elementary school teachers in developing digital differentiated Student Worksheet and (2) improve the critical thinking skills of elementary school students through the development of differentiated Student Worksheets. This community service was carried out at Kebakalan Elementary School, Karanggayam, Kebumen, starting with a needs analysis to obtain information and problems experienced by teachers and students. After an agreement was reached between the teachers, principals and the P2M team, workshops, training, guidance and mentoring were carried out in making differentiated digital Student Worksheets. To determine the development and success of achieving the target of at least 85% of teachers skilled in making differentiated digital Student Worksheets, monitoring and evaluation were carried out. The outputs of this community service consist of mandatory outputs in the form of: community service articles in ISSN journals, community service activity articles in print or online media, and community service activity videos. The additional outputs are in the form of Differentiated Digital Student Worksheets. Masih banyak guru SD yang belum mampu mengembangkan LKPD digital sehingga pembelajaran kurang menarik peserta didik. Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan guru SD dalam pengembangan LKPD digital berdiferensiasi dan (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SD melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi. Pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri Kebakalan, Karanggayam, Kebumen dengan diawali analisis kebutuhan untuk mendapatkan informasi dan permasalahan yang dialami para guru dan peserta didiknya. Setelah terjadi kesepakatan antara para guru, kepala sekolah dan tim P2M kemudian dilakukan kegiatan workshop, pelatihan, pembimbingan, pendampingan pembuatan LKPD digital berdiferensiasi. Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan mencapai target  minimal 85 % guru terampil membuat LKPD digital berdiferensiasi, maka dilakukan monitoring dan evaluasi. Luaran pengabdian ini terdiri dari luaran wajib berupa: artikel pengabdian di jurnal ber-ISSN, artikel kegiatan pengabdian di media cetak atau online, dan video kegiatan pengabdian. Adapun luaran tambahan berupa LKPD Digital Berdiferensiasi.
Peningkatan Literasi Budaya melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbantuan Assemblr Edu pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Himmah Ummi Hani; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107270

Abstract

This article discusses various journals that explore the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) in the learning process, especially to strengthen students' cultural understanding at the elementary level. The findings of the analysis indicate that the CRT approach is able to encourage students to understand and appreciate cultural diversity through learning experiences that are relevant to the social and cultural context. Meanwhile, the use of Assemblr Edu, which is a media based on augmented reality technology, has been proven to increase students' interest in learning and help in understanding cultural material visually and in depth. The conclusion of this study emphasizes the importance of combining the CRT method with the support of digital media such as Assemblr Edu which has significant potential in developing cultural literacy among students, especially in Pancasila Education lessons at the elementary level.Salah satu kompetensi penting dalam penguatan karakter siswa, di era multicultural saat ini khususnya melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah pemahaman budaya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis literatur terkait penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam proses pendidikan, terutama dalam memperdalam pemahaman budaya siswa di jenjang sekolah dasar. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti kemungkinan penggunaan aplikasi Assemblr Edu sebagai alat pembelajaran yang relevan dan interaktif untuk mendukung pembelajaran yang berbasis budaya. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR), yaitu cara analisis literatur yang dilakukan secara sistematis, teratur, dan dapat diulang untuk menemukan, menilai, dan menggabungkan temuan-temuan penelitian yang relevan sebelumnya. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa pendekatan CRT mampu mendorong siswa untuk mengerti dan menghargai keragaman budaya lewat pengalaman belajar yang relevan dengan konteks sosial dan budaya. Sementara itu, penggunaan Assemblr Edu yang merupakan media berbasis teknologi augmented reality terbukti dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar serta membantu dalam pemahaman materi budaya secara visual dan mendalam. Menggabungkan pendekatan CRT dengan media berbasis digital seperti AR, memberikan kesempatan besar untuk membangun proses pembelajaran yang lebih relevan, memiliki makna, dan berdasar pada keragaman budaya siswa dalam Pendidikan Pancasila Tingkat sekolah dasar
Bahasa Inggris Kartika Chrysti Suryandari; Wahyudi; Rokhmaniyah; M. Chamdani; Dewi Indrapangastuti; Murwani Dewi Wijayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13588

Abstract

The purpose of this research is: to describe the science learning experience in terms of creative thinking and to describe the level of students' ability to think creatively using the SRBP model. This study used Design-Based Research (DBR) to investigate the efficacy of hands-on experiments in science learning, combining qualitative and quantitative research methods. Participants were Elementary School Teacher Education students who had taken science lessons, with a total of 105 students. We have developed and examined how this approach might direct creative educational activities. This study uses the Scientific Reading-Based Project (SRBP) conceptual framework. Data collection techniques include questionnaires, observations, interviews, and student portfolios. The results showed that students' learning experience from the creativity aspect increased with each cycle. The learning participants' responses were enjoyable, stimulating students to think creatively. Students performed better because they learned and recalled information through practical experiences. This research recommends applying an innovative learning model that incorporates the principles of discovery and observation, which can stimulate students to think creatively.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Noerkhaerin Putra Adam Rizky Fuadhi Ade Yurika Isti Megawati Adib Nurul Huda afrida conniestia ikhsani Agil Handayani Agnesia Fransisca Wahyuningsih Agustin Kharisma Dewi Alfian Zainul Akmal Aliffah Aliffah Alya Zuhdiyanti Andhiena Rizka Camalia Andriani Andriani Anggi Setiyaningsih Anggun Larasati Hasyim Ani Rusiolwati Anis Hidayah Anisa Indah Azahro Anjar Wijiatmiko Annisa Fajar Rahmawati Annisa Salsabila Aprillia Dewi Riyanti Ari Prasetyo Arifatul Falasif Salsabila Arifatul Falasif Salsabila Arifin, Muhammad Husni Arina Ati Khusana Arina Firdaningrum Arum Banarsari Astuti Prasetyaningsih Atika Dwi Nursanti Azhar, Ervin Azzahra Qotrunnada Bening Brilianty Pamungkas Besar Arthagunantika Bunayya Nisa Rahma Fathika Cahyani, Rida Yulia Chalisa Nurul Ilmi Chamdani, Muh. chamdani, muhamad Chamdani, Muhammad Cita Ainun Rahmi Cut Dede Diah Rosyidah Cut Nurul Zara Vonna Darsono Darsono Darsono Darsono Daryati, Daryati Debby Aditya Wisnu Pratama Debby Aditya Wisnu Pratama Dewi Astuti Dewi Indrapangastuti Dewi Indrapangastuti Dewi, Aprilina Kusuma Diah Rahma Sulistiani Diky Zulkarnain AS Syarif Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Dominica Putri Septania Dwi Budi Nurcahyaningsih Dwi Indah Suryani Dwi Puji Lestari Edy Cahyono Ega Listianingsih Eka Putri Aprilia Elfrida Restuana Janti Endah Rumentah Endah Rumentah Endar Nunik Cahyawati Erika Safira Almas Khaerani Erlin Wahyuningasti Erna Masroah Ervin Azhar Evi Fitriyani Mungarofah Fadila Sabrina Khusnandi Faedoni, Bangkit Yogi Faiza Arifin Faza Alzaura Febriana Setyowati Febriyanti Umi Khabibah Febriyanti Umi Khabibah Fenti Retnoningrum Fenti Retnoningrum Fitri Ayu Febrianti Frida Noor Afifah Galuh Kharisma Rinata Gasti Alfata Ghany Puspita Ghazi Inzanul Ardiatama Gusti Fauza Hamidah, Ulfatul Hanidya Rahmasari Hanif Imadudin Heni Rahmawati Hening Tyas Utami Herra Safari Putri Apriliana Hidayat Cahya Pamungkas Hikmawati, Alfiya Himmah Ummi Hani Husni Marhaini Ibnu Hakim Idarotun Musyarofah Iis Fitrianingsih Ika Rahmawati Ilham Insani Firdos Indah Novita Sari Indhi Mars Baramukti Indi Anggraeni Indri Novianti Indrianingsih, Novia Inke Oktafiani Intan Diennanti Intan Permatasari Irma Kumala Sari Izzatul Ma'rifah Jamhari Jamhari Jilla Welinda Joharman Joharman Joharman Joharman Joharman Joharman Joharman Joharman Joko Riyanto Julia Dwi Puspita Karenina Shalshal Agsari Kartika Christy Surandari Kartika Chrysti Suryandari Khasanudin Arrifa'i Kuni Aminati Laili Anjani Lutfi Asy’ari Lutfia Islahati Luthfi Adhiningsih M. Chamdani M. Chamdani Mahesti Pertiwi Mashuri Mashuri Masitha, Widya Salis Mayang Kusumaning Rahady Melita Khusnul Amalia Mentari Ayuningtyas Mentari Ayuningtyas Mentari Septyanengyas Miftah Jayanti Miftah Jayanti Mita Eka Amalia Agustin Moh Salimi Mugiono, Mugiono Muh Chamdani Muh. Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhammad Budiyanto Muhammad Chamdani Muhammad Chamdani Muhammad Husni Muhammad Husni Arifin Muhammad Irsyad Abidin Muji Rahayu Murwani Dewi Wijayanti Murwani Dewi Wijayanti Muthmainnah, Ghina Nabila Hilda Fatikha Nadya Vera Wibowo Nashri Maulidah Neni Dewi Anggraeni Ngaenu Rofiqoh Ngatman, Ngatman Nida’ Nafisa Aliffatin Novia Indrianingsih Novita Riana Sari Nur Widia Ningsih Nurul Maulida Okid Parama Astirin Okty Widyarti Orlin Isa Syahendra Permatasari, Nurul Dwi Perwira Prya Pringgasakti Prahastiwi, Linda Puan Rafida Mahira Puji Dwi Rahayu Puji Lestari Purwaka Atmaja Pusaka, Semerdanta Putri, Septina Cipta Rachma Dinda Lestari Rahma Arifah Ludfiani Rahma Futri Aulia Rahma Puspitarani Rahmah Karuniawati Rahmat Ardianto Rahmawati, Heni Ramadhan Putra Pratama Ramadhini Rudi Santoso Ratih Sekar Handayani Ratna Hidayah Ria Tikha Pangesti Rida Nuriyah Phasa Rifki Anggriawan Rina Resiana Dewi Risa Alrahmadani Riskiana, Jana Risma Mila Ardila Ristanti Ristanti Ristiani Ristiani Rizki Setiawan Rizky Fauzi Tasyakuriana Rizky Nur Afifah S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salma Oktavia Hening Puspita Sandy Liviana Saputra, Aprilia Eka Sari, Apriliani Indah Sary Nafila Sefa Mardiyana Sely Hanifah Sharas Adelia Sherly Yahrotul Mutimah Shiva Ayusa Kusumaning Rahayu Shofwatul Fikriya Silviana Nur Hamidah Siti Aminah Lestari Siti Fatimah Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Kamsiyatun Siti Muslimah Siti Rofi'ah Sivani Fitrianingrum Siwi Handayani Solly Aryza Suci Permatasari suhartono - Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sukoco, Arvrian Supriyanto, Iklas Suripto, Suripto Suryandari, Kartika Christy Susilailiy Rahmawati Suyanto, Imam Syamsul Hadi Tira Sari Dewi Tri Saptuti Susiani Trio Wahyu Susilo Tunjung Darmastuti Ulfah Fauziah Umi Mahmudah Verliana Puji Pangesti Wahyu Khasanah Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wibowo, Nadya Vera Widia Indra Kartika Widia Indra Kartika Widodo, Tri Hari Wijayanti, Indah Wahyu Wijiatmiko, Anjar Windarningsih, Farida Wiwit Widiana Yoga Yuniadi yogi suprayogi Yosua Adven Theo Yulia Sri Latifah Yusuf Khoiril Nur Pratama Zauhjatun Solikhah Zuleha Tri Setyaningsih Zulma Raisa Sosiawi Zyahra Rinjani