Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Lactic Acid Level with Low Back Pain (LBP) on Taxi Drivers Pekanbaru Yuharika Pratiwi; Siska Andriani Rukmana; Afriwardi Afriwardi; Nova Relida Samosir; Sabrina Hayati; Wahyu Margi Sidoretno
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.316 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11076

Abstract

Low back pain (LBP) is an uncomfortable sensation in the form of acute pain in the fifth lumbar vertebra and first sacrum (L5-S1). Half of the workers have complained of LBP, with a prevalence of LBP of 60-80%. Driving a vehicle can cause the back muscles to contract excessively, producing insufficient oxygen to support ATP production. The muscles then switch to anaerobic metabolism with the end product, lactic acid. The accumulated lactic acid then stimulates the nociceptors causing LBP. The existence of a daily achievement target system also causes drivers to insist on being able to complete many trips in one day, so drivers often ignore rest and working hours. The relationship between lactic acid levels and the incidence of low back pain in taxi drivers X Pekanbaru. This study used an observational analytic method, a cross-sectional, with the sampling technique used was total sampling, tested statistically using fisher exact. There is a relationship between lactic acid levels and the incidence of low back pain in taxi drivers X Pekanbaru (p-value = 0.000). Lactic acid levels are associated with low back pain in taxi drivers X Pekanbaru.
Gambaran Kejadian Nyeri Tenggorok Pascaoperasi pada Pasien yang Menjalani Anestesi Umum dengan Intubasi Endotrakeal Muhammad Amirul Ihsan Saputra; Dedy Kurnia; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.641

Abstract

Latar Belakang. Nyeri tenggorok pascaoperasi (POST) merupakan nyeri tenggorok pada pasien yang dilakukan intubasi dengan pipa endotrakeal yang mengakibatkan terjadinya cedera mekanik, kerusakan mukosa karena tekanan oleh cuff ETT, dan dehidrasi pada mukosa. Angka kekerapan POST pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal yaitu antara 21% sampai 65% dan merupakan keluhan utama yang berhubungan dengan airway selain keluhan seperti suara serak dan dysphagia (sulit menelan). Tujuan: Mengetahui gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan selama bulan Januari sampai Februari 2020 di recovery room IBS, HCU Bedah, Bangsal Bedah pria dan wanita di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel sebanyak 64 pasien pascaoperasi dengan anestesi umum teknik intubasi endotrakeal diambil menggunakan metode consecutive sampling. Hasil: Didapatkan sebanyak 15 dari 64 pasien (23,4%) mengalami POST dengan derajat ringan sebanyak 9 pasien (14,1%) dan derajat sedang sebanyak 6 orang (9.3%). Angka POST tertinggi terjadi pada jam ke-0 (23,4%) di bandingkan jam ke-2 (15,6%) dan jam ke-24 (4,7%). Kejadian POST terbanyak pada pasien laki – laki (25%), kelompok usia diatas 65 tahun (36,36%), memiliki riwayat merokok (34,6%), lama terintubasi lebih dari 120 menit (30,56%) dan ukuran pipa ETT 7,5 mm (42,86%) pada pasien laki - laki serta ukuran pipa ETT 7 mm (29,4%) pada pasien perempuan. Simpulan: Secara umum, gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi banyak ditemukan pada jam ke-0 dengan nyeri tenggorok derajat ringan. Terbanyak ditemukan pada pasien laki – laki, usia diatas 65 tahun, memiliki riwayat merokok, lama terintubasi lebih dari 120 menit dan ukuran pipa ETT yang lebih besar digunakan pada masing - masing jenis kelamin pasien.
Hubungan Tingkat Stres dan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran Raisa Hussein; Eldi Sauma; Endrinaldi Endrinaldi; Afriwardi Afriwardi; Havriza Vitresia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1045

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan terhadap kualitas tidur yang buruk dan dianggap memiliki tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan mahasiswa jurusan lain. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur seseorang maka perlu penerapan praktik sleep hygiene secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Sleep hygiene merupakan serangkaian perilaku dan lingkungan untuk menciptakan kualitas tidur yang optimal. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2019-2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Data responden didapatkan dari kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan responden perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki, dengan usia terbanyak adalah 21 tahun (32,5%). Lebih dari setengah mahasiswa memiliki tingkat stres normal (61,9%) dan sleep hygiene kategori tidak baik (63,8%). Mayoritas mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk (90,6%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p = 0,215) dan tidak terdapat hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur (p = 1,000). Kata kunci: Tingkat stres, sleep hygiene, Kualitas Tidur
Gambaran Faktor Risiko Penderita Stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Musrizal Adli; Restu Susanti; Gusti Revilla; Afriwardi Afriwardi; Dedi Sutia; Eldi Sauma
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1054

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi kedua di dunia. Pada massa pandemi COVID-19 berbagai temuan neurologis termasuk stroke ditemukan pada penderita COVID-19. Terjadinya stroke pada pasien COVID-19 dipicu keadaan hiperinflamasi dan hiperkoagulasi yang umum terjadi pada pasien COVID-19. Objektif : Mengetahui gambaran faktor risiko penderita stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Maret 2020-Desember 2021. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional menggunakan data rekam medis pasien yang terdiagnosis stroke dengan COVID-19. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis data secara univarian untuk mencari distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji fisher exact untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan penyakit storke pada pasien COVID-19. Hasil : Hasil penelitian didapatkan 381 pasien stroke. Pasien stroke dengan COVID- 19 sebanyak 36 orang (9,4%). Stroke iskemik dengan COVID-19 sebanyak 26 orang (72,22%) dan stroke hemoragik dengan COVID-19 sebanyak 10 orang (27,78%). Kelompok usia terbanyak ≥65 tahun (47,2%) dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (55,5%). Urutan faktor risiko mulai dari yang terbanyak yaitu hiperkoagulsi, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, dan riwayat penyakit jantung. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya stroke dengan COVID-19. Kesimpulan : Frekuensi pasien stroke dengan COVID-19 sebesar (9,4%). Pasien umumnya mengalami gangguan koagulasi, ditandai dengan peningkatan nilai D-dimer. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan kejadian stroke pada pasien COVID-19. Kata kunci: Faktor risiko, Stroke, Iskemik, Hemoragik, COVID-19 Background : Stroke is the sceond leading highest mortality rate in the world. During the COVID-19 pandemic, various neurological findings including stroke in patient with COVID-19 disease. Stroke in COVID-19 patients is triggered by hiperinflammation and hypercoagulability which are common in COVID-19 patients. Objective : To describe the risk factors of stroke on COVID-19 Patients hospitalized in DR. M. Djamil Padang during Maret 2020-Desember 2021 period. Methods : This study used a cross-sectional method using medical record data of patients diagnosed with stroke in COVID-19 patients. The sample was taken using the total sampling method. The data analysis was conducted Univariate to find the frequency distribution and bivariate using the Fisher's exact test to determine the relationship between risk factors and stroke in COVID-19 patients. Results : The result of study were 381 patients strokes. There are 36 patients strokes with COVID-19. Patient ischemic stroke with COVID-19 were 26 (72,22%) and hemorrhagic stroke with COVID-19 were 10 (27,78%). The most age group is ≥65 years old (47,2%) and the gender are more male (55,5%). The sequence of risk factors starting from the most is hypercoagulation, hypertension, diabetes mellitus, dyslipedimia, obesity, and history of heart disease. This study showed relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients. Conclusion : The frequency of stroke in COVID-19 patient is 9,4%. Patient generally had coagulation disorders which are showed by increased D-dimer values. This study also showed the relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients while other risk factors have no relationship. Keyword: Risk Factors, Stroke, Ischemic, Hemorrhagic, COVID-19
Literature Review: Effect of Pegagan Embun (Hydrocotyle sibthorpioides Lam.) Extract on NK and CD8 Cell Activity Gusriyani, Sri; Aldi, Yufri; Umar, Salman; Afriwardi, Afriwardi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i2.644

Abstract

There have been many traditional plants used for treatment, one plant that is widely used by the community for treatment is Hydrocotile sibthorpioides L. which is efficacious as an immunomodulator. In this plant, there are flavonoid compounds, namely rutin which has activity to increase the body's immune system, especially in NK and CD8 cells. NK (Natural Killer) and CD8 (Cluster of Differentiation 8) cells are components of the immune system that play an important role in immunomodulatory activity. This article review was conducted to obtain information on the effect of Hydrocotile sibthorpioides L. extract on NK and CD8 cell activity in the body. The writing method in making this research article review is comparative, which is taken from a collection of national journals and international journals. Various research results that have been obtained state that Hydrocotile sibthorpioides L. extract can affect the activity of NK and CD8 cells in improving the immune system.
Pengaruh Diabetes Self Management Education Terhadap Indeks Massa Tubuh Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Antoni, Adi; Decroli, Eva; Afriwardi, Afriwardi; Prayitno, Irwan; Lipoeto, Nur Indrawati; Efendi, Nursyirwan; Mudjiran, Mudjiran; Hardisman, Hardisman
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i1.5725

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kronis yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya di dunia salah satunya Diabetes Mellitus. Kriteria yang penting dalam menjaga kesehatan penderita diabetes mellitus khususnya dalam menjaga kadar glukosa darah tetap ideal dilihat dari indeks massa tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh diabetes self management education terhadap indeks massa tubuh penderita diabetes di kota Padangsidimpuan. Metode: Penelitian ini Quasi Eksperimen dengan desain one group pretest-posttest only design dengan melibatkan 40 responden berdasarkan perhitungan besar sampel dengan menggunakan rumus sample size determination in health studies. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionale random sampling. Kriteria berupa penderita DM tipe 2, pasien diabetes yang tidak mengalami gangguan kognitif, dapat berkomunikasi verbal maupun nonverbal. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan intervensi sebanyak 6 kali dengan priode waktu 2 jam setiap sesi pemberian edukasi. Pengukuran IMT menggunakan timbangan dan microtoise. Analisis data yang diguanakan yaitu uji Chi-Square dan Paired T-Test. Hasil: Penelitian ini ditemukan bahwa rerata sebelum intervensi DSME didapatkan nilai IMT sebesar 25.266 kg/m2 (SD=2.053) dan rerata sesudah intervensi DSME didapatkan nilai IMT sebesar 24.281 kg/m2 (SD=2.142) (p value= 0.001). Kesimpulan: DSME efektif dalam menurunkan IMT pada penderita diabetes mellitus. Penderita DM dapat memanfaatkan DSME sebagai intervensi mandiri yang dapat dilakukan di rumah untuk mengontrol berat badan ideal agar kadar glukosa darah tetap stabil.
UJI AKTIVITAS IN VIVO DAN IN VITRO ANTI PLATELET BROMELIN TERHADAP PENYAKIT KARDIOVASKULAR Fadilla, Utami Budhi; Aldi, Yufri; Afriwardi, Afriwardi; Umar, Salman
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.603

Abstract

Penyakit kardiovaskuler atau Cardiovascular Disase (CVD) adalah sekumpulan gangguan yang terjadi pada sistem jantung dan pembuluh darah. CVD dapat disebabkan oleh adanya agregasi platelet dalam saluran darah. Penggunaan anti platelet dapat meminimalkan angka kematian terhadap CVD, tetapi beberapa antiplatelet dibeberapa individu mengalami resistensi, dan bahkan menyebabkan efek samping lainnya, penggunaan fitomedika dapat menjadi alternatif dalam pengobatan CVD seperti penggunaan enzim bromelin. Enzim ini dapat digunakan untuk membantu mengurangi sensitivitas platelet terhadap ADP (Adenosine diphosphate) yang memicu agregasi platelet. Artikel ini merupakan review dari beberapa Original Research dan Review/ Open review yang diambil 10 tahun terakhir yang menjadi sumber referensi dalam artikel ini. Dari hasil telaah artikel pada sampel bromelin tersebut lebih banyak menggunakan uji in vitro dengan menggunakan metode PRP, dengan nilai aktivitas agregasi platelet bromelin berada diatas 40%. Sementara untuk pengujian in vivo pada mencit didapatkan dosis 210 µg/Kgbb sebagai dosis terbaik dan   pada tikus pada dosis 112 mg/kgbb. Sehingga dapat disimpulakan bahwa bromelin dapat menurunkan aagragasi platelet terhadap ADP yang menjadi parameter dalam CVD.
POTENSI SENYAWA BROMELIN DALAM BEBERAPA PENGUJIAN TOKSISITAS FARMAKOLOGI Rama Feriska Putra; Salman Umar; Yufri Aldi; Afriwardi Afriwardi
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.865

Abstract

Bromelin merupakan enzim dengan aktivitas proteolitik khusus yang dapat diperoleh dari batang nanas (Ananas comosus), dimana telah menarik perhatian dalam berbagai aplikasi farmakologis dan medis. Studi ini menggambarkan potensi senyawa bromelin dalam beberapa uji toksisitas praklinis. Bromelin telah terbukti memiliki aktivitas antiedematous, antitrombotik, antiinflamasi, dan antikanker. Meskipun khasiatnya telah banyak diteliti, evaluasi toksisitas farmakologinya perlu diperhatikan untuk memahami batas dosis yang aman dan potensi efek samping. Dengan menggunakan desain literatur review, studi ini menyajikan temuan-temuan positif toksisitas rendah bromelin pada beberapa hewan uji, termasuk efek perlindungan terhadap sistem reproduksi pria dan potensi neuroprotektif. Meskipun hasil positif ini menunjukkan potensi terapeutik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada tingkat klinis dan preklinis untuk memvalidasi temuan ini sebelum mengaplikasikannya secara luas dalam konteks medis.
Hubungan Intensitas Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Salwi, Hanifah Emilia; Afriwardi, Afriwardi; Handayani, Tuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1378

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan otot rangka dan membutuhkan energi. Aktivitas fisik dengan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan gangguan siklus menstruasi akibat ketidakseimbangan energi dan supresi GnRH. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan intensitas aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024. Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Kepelatihan Olahraga dan Pendidikan Olahraga pada salah satu Universitas di Kota Padang dengan total sampel sebanyak 131 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: 54,2% responden mengalami intensitas aktivitas fisik tinggi dan 33,6% responden mengalami gangguan menstruasi. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara intensitas aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan.  
Elevation of miR-210 Expression and Mean Arterial Pressure as Early-onset Pre-eclampsia Biomarkers, while Elevation of Matrix Metalloproteinase-2 as Late-onset Pre-eclampsia Biomarker Nelson, Nelvianti; Yusrawati, Yusrawati; Serudji, Joserizal; Jamsari, Jamsari; Amir, Arni; Afriwardi, Afriwardi; Gumilar, Erry
The Indonesian Biomedical Journal Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v17i2.3490

Abstract

BACKGROUND: Pre-eclampsia has varying onset patterns, which are challenging to determine due to their association with diverse clinical parameters, including blood pressure regulation, vascular remodeling, and placental hypoxia. These parameters influence the expression of key biomarkers such as microRNAs, metalloproteinases, and arterial pressure indices. Therefore, understanding the associations is crucial for improving early diagnosis and management. This study was conducted to compare miR-210 expression, mean arterial pressure (MAP), and matrix metalloproteinase (MMP)-2 levels between early-onset pre-eclampsia (EOPE) and late-onset pre-eclampsia (LOPE).METHODS: Pregnant women with EOPE (20–34 weeks) and LOPE (35 weeks to term) were included in this cross-sectional comparative study, and their blood samples were collected. miR-210 expression was quantified with reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), MAP was measured using sphygmomanometer, while MMP-2 levels were measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).RESULTS: miR-210 expression was more frequently observed in the EOPE group (87.5%) compared to the LOPE group (77.5%), with a significant difference identified between the two groups. The odds ratio for miR-210 expression in EOPE compared to LOPE was 2.03 (95% CI: 1.06–6.72). The MAP was notably higher in the EOPE group (121.15 mmHg) than in the LOPE group (116.15 mmHg), with a significant difference observed. Conversely, MMP-2 levels were significantly higher in the LOPE group (390.99 ng/mL) compared to the EOPE group (271.35 ng/mL).CONCLUSION: There are significant differences in miR-210 expression, MAP and MMP-2 between EOPE and LOPE. These findings suggest that miR-210, MAP, and MMP-2 could be useful biomarkers for distinguishing between EOPE and LOPE, potentially guiding more effective management and intervention strategies.KEYWORDS: miR-210, MAP, MMP-2, EOPE, LOPE, pre-eclampsia
Co-Authors Adang Bachtiar Adrul Fauzan Afrinita Eka Fitri Agustini, Cynthia Ahmad Wira Aisyah Elliyanti Akdri Andi Alya Misdhal Rini Amanda Besta Rizaldy Antoni, Adi Arina Widya Murni Arni Amir Asril Zahari Asterina Asterina Aulia Fash Farabi Ayu Anissa Bahri Azis, Putri Nurul Syafirah Bestari J. Budiman Biomechy Oktomalioputri, Biomechy Bobby Indra Utama Brian Sri Prahastuti Citra Manela Daan Khambri Dara, Widia Dedi Sutia Dedy Kurnia Delmi Sulastri Delmi Sulastri Desmawati Desmawati Desrida Desrida Detty Iryani Dezi Ilham Dhiaulhaq, Zalva Indira Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dian Pertiwi Didin Kustantiningtyastuti Dina Arfiani Rusjdi Dwitya Elvira, Dwitya Edison Edison Efendi, Nursyirwan Efrida Efrida Eka Nofita Eldi Sauma Elizabeth Bahar Elmatris Elmatris Elmatris Sy Elsa Noftalina Endang Mutiwara Endrinaldi Eny Yantri Erasta, Junira Erin Desweni Ermayanti, Sabrina Eryati Darwin Eti Yerizel Eva Decroli Fadhilati Sabrina Fadilla, Utami Budhi Febby Herayono Ferdinand Ferdinand, Ferdinand Fika Anggraini Fika Anggraini Fika Tri Anggraini Ghozi Natul Isral Gumilar, Erry Gusriyani, Sri Gusti Revilla Hardisman Harie Satria ES Haslan Muhaimin Lubis Hasmiwati Hendriati, Hendriati Hidayati Hidayati Hirowati Ali Hirowati Ali, Hirowati Hudila Rifa Karmia Husna Yetti Husnil Kadri Ilhami, Yose Ramda Ilmiawati, Ilmiawati Ilvira Ulpa Ismail Intan Nurwida Hayati Yasrial Iria Ningsih Busri Jamsari Jamsari Johanes C. Mose Joserizal Serudji Julizar Julizar Julizar Julizar Julizar Julizar Lastri Daniati Lili Irawati Lili Irawati Masrul Syafri Mayetti Mayetti Meidiza Ariandiny Mety Dwi Putri Eszy Miftah Irrahmah Miftah Irrahmah Miftah Irramah Miftahul Jannah Milfa Sari Muzamil Mohamad Reza Mudjiran Muhammad Amirul Ihsan Saputra Musrizal Adli Mutia Lailani Najirman Najirman Nega Olavia Nelson, Nelvianti Nova Relida Samosir Noverika Windasari Nur Afrainin Syah Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nurfazlina Nurfazlina Nurhajjah, Sitti Nuzulia Irawati Perdanakusuma, David Sontani Pratiwi, Yuharika Prayitno, Irwan Prima Astuti Handayani Pudia M. Indika Putra, Andani E. Putri Anindita Putri Nurul Syafirah Azis Putri, Biomechy Oktomalio Rahmad Syawqi Rahmad Syawqi Raisa Hussein Rama Feriska Putra Rani Ashari Reny Jayusfani Restu Susanti Reza Ekatama Rajasa Rika Susanti Rina Gustia Rini Gusya Liza Rini Gusya Liza, Rini Gusya Rita, Rauza S. Ritonga, Sukhri Herianto Rizki Hidayah Rizqa Fiorendita Hadi Rose Dinda Martini Rozi Sastra Purna Rurin Ardiyanti Russilawati, Russilawati Sabrina Hayati Safitri, Yunni Salman Umar Salman Umar Salwi, Hanifah Emilia Selfi Renita Rusjdi Setia Budi Zein Shafira Widia Putri Siska Andriani Rukmana Siti Coryniken Siti Nurhajjah Sukri Rahman susi susi Syawqi, Rahmat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tiffany Atia Aristi Triananda, Claudia Vaulinne Basyir Vaulinne Basyir Vitresia, Havriza Wahyu Margi Sidoretno Wenny Rahmalia Rezki Wira Ditya Wirsma Arif Harahap Yessy Susanty Sabri Yolanda Syahdia Yose Ramda Ilhami Yose Ramda Ilhsmi Yufri Aldi Yulistini, Yulistini Yuniar Lestari Yusnawati Yusnawati Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Zelly Dia Rofinda