Claim Missing Document
Check
Articles

Kebermaknaan Konsep Nasionalisme, Patriotisme, dan Perjuangan Rafli Mochammad Rafli Firdaus; Faiz Muharrom; Faisal Aljundi; Sakha Dzikrullah; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.349

Abstract

Sebagai masyarakat bangsa Indonesia khususnya sebagai pelajar maupun pengajar harus benar benar mengerti dan memahami bahwa Nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu Bangsa serta memberi seperangkat dan progam tindakan. Patr lalu piotisme yang berasal dari kata Patriot, artinya pencintaan dan pembela tanah air. Patriotisme adalah semangat cinta tanah air. Dan arti dari pada perjuangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Sugono, 2008: 1152) perjuangan adalah “perkelahian merebut sesuatu dengan peperangan”. Cara memahami nasionalisme patriotism dan perjuangan di dalam jurnal ini salah satu nya adalah dengan cara menonton film sejarah dan perjuangan, berkunjung ke museum, melihat pameran budaya, mengunakan produk dalam negri, mempelajari Bahasa dan kebudayaan daerah dan masih banyak lagi. Hasil dari penelitian dapat di simpulkan bahwa proses pelaksanaan penanaman nilai nilai nasionalisme dan patriotism dapat dilaksanakan dengan berbagai macam metode, dan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam materi sikap semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
Memperkuat Jiwa Kewarganegaraan di Era Digital dengan Pendidikan Kewarganegaraan yang Komprehensif Zahrah Rizka Wulandari; Novia Azzahra; Purwati Wulandari; Halimah; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.354

Abstract

Dalam era digital saat ini, kewarganegaraan menjadi semakin penting sebagai bagian integral dari identitas individu dan masyarakat. Untuk memperkuat jiwa kewarganegaraan di era digital ini, diperlukan pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat digital saat ini. Abstrak ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif dalam memperkuat jiwa kewarganegaraan di era digital, serta memberikan pandangan tentang bagaimana hal ini dapat dicapai melalui pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif. Selain itu juga membahas tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran warga negara terhadap lingkungan sosial, politik dan ekonomi. Dalam era digital yang semakin berkembang, pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif menjadi hal yang krusial untuk melindungi hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif berfokus pada pembentukan karakter dan sikap positif warga negara yang terintegrasi dengan teknologi dan informasi yang ada. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang komprehensif, generasi muda akan menjadi penerus bangsa yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif dalam demokrasi yang responsif dan inklusif dalam pemanfaatan teknologi dan informasi.
Mengenal Pahlawan Daerah dan Nasional Indonesia Sebagai Edukasi Bagi Mahasiswa Alvira Prasasti Vira; Dinda Khomsaini Syawhas; Fitri Yati; Safira Az Zahra; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.355

Abstract

Pahlawan kemerdekaan nasional adalah pahlawan yang berjasa dan hidup atau berjuang di masa perjuangan kemerdekaan, dimana pada masa itu para pahlawan dengan rasa cinta tanah air berjuang mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajah dengan mempertaruhkan segalanya untuk membela bangsa Indonesia. Namun, pahlawan yang memiliki banyak nilai yang bisa diteladani makin terlupakan oleh generasi muda. Pengenalan sejak dini sangat dibutuhkan agar anak-anak dapat mengenal dan mengetahui pahlawan kemerdekaan nasional agar menjadi generasi yang lebih baik khususnya anak-anak yang ada di kota Bandung Tujuan dari perancangan yaitu untuk mengenalkan sejarah dan tokoh pahlawan kemerdekaan nasional yang berasal dari Bandung. Buku aktivitas merupakan media utama yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pahlawan kemerdekaan nasional yang berasal dari Bandung, dengan media pendukung berupa perpustakaan berjalan bertema “Bandung Heroes” yang nantinya akan datang kesekolah-sekolah yang ada di Bandung. Perancangan ini pun menggunakan beberapa metode analisis seperti metode wawancara kepada nara sumber terkait, penyebaran kuesioner, studi pustaka, dan observasi lapangan.
Memberdayakan Pendidikan Kewarganegaraan Milenial: Menavigasi Kompleksitas Masyarakat Modern Tri Ulan Dari; Suratno; Inah; Eka Sunarsih; Dwi Susanti; Muhamad Sugiono; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.357

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang dapat digunakan untuk memberdayakan pendidikan kewarganegaraan milenial dalam menghadapi kompleksitas masyarakat modern. Dalam konteks yang terus berkembang dan berubah, generasi milenial membutuhkan pendidikan yang mampu membantu mereka memahami dan menavigasi dinamika sosial, politik, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan strategi pendidikan kewarganegaraan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman milenial terhadap isu-isu kritis dalam masyarakat modern. Data dikumpulkan melalui wawancara dan survei dengan milenial dan akademisi pendidikan kewarganegaraan. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi pendidikan kewarganegaraan yang efektif harus mencakup pelatihan keterampilan sosial dan kritis, keterlibatan intelektual, komunikasi dan kolaborasi, dan penggunaan teknologi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan kewarganegaraan harus difokuskan pada pembangunan keterampilan dan pemahaman kritis untuk mendorong partisipasi milenial dalam masyarakat modern yang kompleks.
Memahami Asal Usul Lambang Negara Indonesia dan Burung Garuda Alia Zulfa Ramadanti Alia; Salismiati Ghozali; Vera Dwi Apriliani; Lutfia Gunarsih; Lilis Handayani; Shella Meiliza; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.358

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang lambang negara Indonesia sebagai identitas nasional bangsa kita. Menurut Kaelan (2007), identitas nasional pada hakikatnya adalah manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya. Lambang negara merupakan perwujudan sebuah ideologi dari suatu negara. Lambang negara diartikan juga sebagai identitas suatu kalangan yang berisi kepribadian yang dipegang saat menjalankan sebuah pemerintahan. Penggunaan lambang negara diharapkan pembeda untuk bangsabangsa lain. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah lambang negara Indonesia berbentuk burung garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan dari sudut pandang Garuda, perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958. Burung Garuda sebagai identitas nasional dan juga lambang negara Indonesia harus dihormati dan dijaga sampai kapan pun. Burung Garuda tersebut memiliki banyak makna pada setiap bagiannya, dari kepala hingga pita putih yang di kaki. Makna pada lambang Garuda Pancasila itu harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumpah Pemuda Sebagai Persatuan Bangsa Untuk Membangun Negara Yang Berdikari Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih; Intan Khairasyani; Shinta Listiani; Nia Octavia Rachmadani; Almirah Nur Sakiinah; Syahira Shinta Hanjani; Putri Nur Ainni; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.359

Abstract

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda yang diikrarkan tanggal 28 Oktober 1928 merupakan peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Sumpah pemuda adalah komitmen para pemuda Indonesia dari berbagai suku bangsa dan agama untuk menyatukan diri mewujudkan Indonesia merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban bagaimana rasa satu bangsa di kalangan pemuda terbentuk dan siapa penggeraknya. Penelitian dilakukan dengan metode sejarah, dengan menggunakan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan telah melahirkan kesadaran kepada Bangsa Indonesia bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Feodalisme dan penjajahan menyebabkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang miskin, bodoh, dan tertindas. Para pemuda yang terdidik merupakan penggerak dari perjuangan Bangsa Indonesia. Rasa persatuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka mampu menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Perbedaan ras, bangsa, bahasa, dan agama dieliminasi demi terwujudnya persatuan.
Value; Nasionalisme, Patriotisme, dan Perjuangan Untuk Generasi Indonesia jihan alifah hind jihan; Intan Trisila ; Deswita Kartika; Nur Pangesti Utami Putri; Gunawan Santoso; Pingkan Setia Handayani; Maulida Lia Rahmah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.368

Abstract

Sejak awal abad ke-20 Republik Indonesia sebagai sebuah Bangsa sesungguhnya sudah merintiskan diri sebagai sebuah negara. Kebangkitan nasional menjadi salah satu titik penting sebagai langkah awal mencapai kemerdekaan. Terhitung lebih dari 70 tahun Bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan, tentunya kemerdekaan yang di dapat tidak lepas dari perjuangan panjang para pahlawan. Semangat juang dan nasionalisme mereka yang telah membakar dan menimbulkan hasrat untuk merdeka. Nasionalisme itu sendiri berasal dari kata nasional adalah paham atau ajaran untuk mencintai Bangsa dan negara sendiri atau kesadaran keanggotaan dalam suatu Bangsa. Sedangkan patriotisme diartikan sebagai semangat atau jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk berkorban atau rela berkorban demi nama suatu Bangsa atau negara.Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan suatu negara bukanlah suatu hal yang mudah. Perjuangan tersebut membutuhkan pengorbanan besar.  Kemerdekaan ini merupakan hasil perjuangan para pahlawan bangsa.  Nilai nasionalisme sangat penting untuk diterapkan pada berbagai jenjang sekolah termasuk di SD. Nilai ini harus segera diterapkan pada siswa sedini mungkin karena pada waktu itu siswa dapat dengan mudah untuk menyerap dan memahami berbagai hal yang ada disekitarnya termasuk nilai nasionalisme. Di tengah maraknya globalisasi, nilai patriotism harus segera ditingkatkan agar masyarakat termasuk siswa SD tidak terbawa pengaruh negatifnya. Nilai patriotisme sangat penting untuk diterapkan sejak dini karena generasi muda ini dapat menjadi penggerak dan pemimpin dalam membela negara Indonesia dengan segala pengorbanannya.
Mengenal Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia sebagai Pendidikan Multikultural bagi Mahasiswa Rahmaleli sakinah; Adhisty septia hidayat; Azmi Ramadhania; Tiara Nur sabila; Dela safitri; Ghaitsa Geifira; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.371

Abstract

Lagu wajib nasional yang sering juga disebut lagu perjuangan karena setiap lirik lagunya terdapat makna yang mengandung berbagai peristiwa sejarah penting bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional dapat dimanfaatkan dalam penanaman nilai dan karakter nasionalisme karena kandungan sejarahnya dan juga berbentuk lagu sehingga mudah untuk dihafalkan. Lagu daerah atau musik daerah lagu atau musik yang berasal dari dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi.
Pendidikan Karakter: Tingkat Anak Sekolah Dasar di Era Digital Inayah Adhani Khoirroni; Roni Patinasarani; Nur Indah Hermayanti; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.372

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu proses penerapan nilai-nlai moral dan agama pada peserta didik melalui ilmu-ilmu pengetahuan, penerapan nilai-nilai tersebut baik terhadap diri sendiri, keluarga, sesama teman, terhadap pendidik dan lingkungan sekitar maupun Tuhan Yang Maha Esa. Perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sudah bertambah, dari yang awalnya hanya bersosial dengan keluaga di rumah, kemudian berangsur-angsur mengenal orang-orang disekitarnya. Pendidikan karakter anak di era digital menjadi sebuah tantangan yang kompleks dan penting dalam menghadapi perubahan masyarakat yang semakin terhubung secara teknologi. Pendidikan karakter yang kuat merupakan landasan penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan digital yang terus berkembang. Pendidikan karakter anak sekolah dasar di era digital haruslah mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan kecanggihan teknologi. Peran orang tua, guru, dan sekolah menjadi krusial dalam memberikan panduan dan pendampingan yang tepat. Orang tua harus melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan digital anak-anak mereka, mengawasi penggunaan teknologi, dan membimbing mereka untuk menggunakan media secara etis. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan karakter anak di era digital. Dengan kerjasama yang baik, dapat dibangun budaya yang mendorong sikap bertanggung jawab, toleransi, dan kepedulian terhadap orang lain
Manfaat Hafalan: Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia Rahmaleli sakinah; Gunawan Santoso; Adhisty Septia Hidayat; Azmi Ramadhania; Tiara Nur sabila; Dela Safitri; Ghaitsa Geifira; Rahmaleli Sakinah; Masduki Asbari; Silvi Lestari; Hanif Fadli Yanuar; Agustina; Septi Aulia Fadli; Ida Royana; Ayub Gunawan; Filosophia Azzahra; Abih Gumelar; Agus Purwanto; Ahmad Yani; Irhamni; Tantri Wenny Sitanggang; Klara Iswara Sukmawati; Ferdinal Lafendry; Bobi Erno Rusadi; Rafzan; Eta Yunilestari; Eneng Martini; Edi Kusnaedi; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu wajib nasional yang sering juga disebut lagu perjuangan karena setiap lirik lagunya terdapat makna yang mengandung berbagai peristiwa sejarah penting bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Lagu wajib nasional dapat dimanfaatkan dalam penanaman nilai dan karakter nasionalisme karena kandungan sejarahnya dan juga berbentuk lagu sehingga mudah untuk dihafalkan. Lagu daerah atau musik daerah lagu atau musik yang berasal dari dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi.
Co-Authors 29Neneng Aan Supiati Aan Supiati Aat Nurhayati Aay Aisiyah Abdillah Abdul Aziz Abdul Aziz Hatapayo Abdul Aziz Hatapayo Abih Gumelar Acep Achda Fitriah Ade Surya Erofiana Adelia Angelia Gultom Adelia Septa Kusuma Adellia Rosita Aulia Adhisty septia hidayat Adilah Syafiyah Adilah Syafiyah Ramadhani Adilla Cahya Yuniar adilla cahya yuniar adinda Adinda Herlia Putri adinda putri darmanto Adinda Putri Darmanto Adinda Rizkyta Dinda adit kurniyawan Ageng Puji Pangestu Agitha Rizky Aldiansyah Agung purwanto Agung Purwanto Agus Purwanto Agus Suradika Agus Suradika Agus Suradika Agustina Ahmad Azhar azhar Ahmad Fadly Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Japar Sodik Ahmad Muzakki Ahmad Muzaqi Zaqi Ahmad Razan Ahmad Suryadi Ahmad Susanto Ahmad Suyudi Ahmad Suyudi Ahmad Syamsuadi Ahmad Syariuddin Ahmad Yani Aida Sumardi Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim aisyah tania amanda Ajmah Najibah Akhyumita Dea Suminar Alfi Fadliya Putri Mahya alfi fadliya putri mahya alfi Alia Zulfa Ramadanti Alia Zulfa Ramadanti Alia Alika Atha Amani Allya Azizatul Fadhilah Almaira Putri Almaira Putri Almirah Nur Sakiinah Almirah nur sakiinah mira Alustri Darmawati Alvira Prasasti Vira Alya Nurul Aeny Alya Amalia Ambo Tuo Amril Ananda Nur Aulia Ananda Nur Aulia Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Angela Alya Rachman Rachman Anita Bosawer Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Annisah Nabilah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Djati Arsyadina Trishna Marsella Asep Hendrayana Astari Zahra Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aura Wijayanti ayu dwi ayu dwi zam zam khumairo Ayu Metalin Ika Puspita Santoso Ayu Yuniar Anggo Ayub Gunawan Ayub Gunawan Gunawan Azmi Ramadhania Azmi Ramadhania Azra Alya Sakinah Baiq Dina Erika Wardiningtias Baqiyatul Fakhmi Bobi Erno Rusadi Bunga Seftya Nur Indah Bunyamin Maftuh Chantika Mukti Ardi Cholichul Hadi Dadi Mulyadi Nugraha Darmita Wuriani Dea Permata Dela safitri Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli Desi Rahmayani Nurul Aifha Desiana Duwith Destira Ayu Permana Deswita Kartika Devi Marlita Anggraini Dewi Puji Lestari Dewi Puji Lestari Dewi Dewiana Novitasari Dhilla Adhika Prawesti Diana Septyawati Difa Rafidatul Aisy Dina Dwi Fatmawati Dina Dina Ichsanurrahmah dina ichsanurrahmah Dinda Apriliyani Dinda Khomsaini Syawhas Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih Dira Lestari Dita Putri Agustiyarini Dwi Ajeng Prasasti Dwi Fitriani Dwi Meliyana Dwi Susanti Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Edi Ribowo Edi Ribowo eka bella anindia Eka Puteri Ramadhanti Eka Septi Hartiyani Eka Sunarsih Elfirza Elva Susanti Erik Kurniawan Eta Yunilestari Etik Murtini Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Fadlian Rafa Prawira Faisal Aljundi Faiz Muharrom Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farcham Mulloh farcham muloh Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Febiansyah Febri Prihatin Febri Prihatin Ferdinal Lafendry Ferdy Eka Putra Fikri Nurfajri Filosophia Azzahra Filosophia Azzahra Azzahra Finna Fidyah Ramadhani Firly Audia Futeri Firna Afifatun Nuha Mahruroji Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria Wulansari Fitriani Rumelan Frischa Amalia Imanda Ghaitsa Geifira Ghaitsa Geifira Sofa Gunawan Wibisono habiba maruapey Hadi Haryanto Haevina Aulia Rizqy hafaz fazlur hafazfazlur Haikal Azrasabiy Hajar Hamidah Hajirah Halimah Hana Nurhasanah Hani Alifa Muhammad Mansyur Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Padli Yanuar Hanifah Adibah Rahmah Hany Aulia Syahada Syahada Hendra Setyawan Henni Mikawati herdhianto galuh saputro galuh Hermawan, Cecep Maman Hidriana Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hilwa Hidayah Assaadih Hodijah safitri ida royana Iftiyah Safitri Iim Abdul Karim Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Ikhwatul Mujahadah Imam Muhtadin Imam Wahyudin imam wahyudin wahyu Imas Yulistia Imelda Miftahul Syarof Inah Inayah Adhani Khoirroni Indah Cicilia Inrayani Inrayani Intan Arsyah Utami Bitan Intan Khairasyani Intan Maharani Intan Nisrina Kamilah Intan Nisrina Kamilah Intan Trisila  Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irsyam Fajar Attaulah Irsyam Fajar Attaulloh Irsyam Ismah Ismalia Eka Ismiatul Hasanah Istibsarotul Amalia Iswadi Ishak Alwi Iswan Iswan Ivan Mahdavikia Iwan Syah Jalinus Jarmi Jarmi Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jernih Wati Zai jihan alifah hind jihan Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joko Pramono Joswin Simaremare Juani Prianti Juriah Juryati Kania Novaliani Ahmad ibrahim Karsono Kasno Kayla Syifa Syabilla Keysa Najmi Salma Herdani Keysa Najmi Salma Herdani Klara Iswara Sukmawati Kunto Wijaya kurniawan - Kuswantoro La Dauwi Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Larasati Ramadhana Lathifah Wahyu Rahmadhani Lativa Qurrotaini Lestari, Mas roro Diah Wahyu Lilis Handayani Lilis Handayani N Riyanti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Liya Pransiska Lutfi Lutfia Gunarsih M. Ripan Jamil Maghrifa Kafka Razaqa Kafka Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Mardiani Marfa Azzahra Tyara Latifa Mariska Dwi Amanda Marselina Consita Bete Fahik Marsidi Marsiyah MARTINI Marwiyatul Atfal Marwiyatul Atfal Masduki Asbari Masduki Asbari Masngud kudori Matlahu Chahyadi Maulida Lia Rahmah Maya Zahra Aulia Ma’mun Murod Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meizir Akhmadi Akhmadi Melanie Dwi Metha Abidah Ardelia Milda Nur Risma Abdah Mira Mariani Mochamad Fikri Baihaqi Mochammad Ja’far Sodiq Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Afriza Aprilian Muhamad Chairudin Muhamad Fauzan Muhamad Sofian Hadi Muhamad Sugiono Muhammad Dava dava Muhammad Fadli Maulana Maulana Muhammad Guntur Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Nuur Fauzaan Muhammad Raihan Muhammad Raihan Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman Munawar Mutiara Wijayanti Nabila Febiyanti Nabila Hapsari Nabila nabilah chairunisah nabilahmaya nabilla kairunisa Nada Hurriyah Nadia Dewi Firdaus Nadisya Rachelia Hatta Nadya Amelia Putri Firman Naila Fairuza Fairuza Nanik Natiqotul Istiqomah Natiqotul Istiqomah Naufal Naura Ghazia Apriatna Naura Izzah Mustika Nia Octavia Rachmadani Nidar Yusuf Nifin Abdullah Al Jabri Nisa Destiana Nisa Niswah Zahrotul Jannah Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novi Mega Lestari Novia Azzahra Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Asiah Nur Avifah Dwi Apriliani Nur Halimah Nur Indah Hermayanti Nur Kholifah Alviana Nur Laili Nur Pangesti Utami Putri Nur Wahidah Nuraini indah putri Nurfajriyanti Nurlela Warwey Nursafa Azzahra Safa Azzahra Nursalim Nurul Dwi Tsoraya Nurwahidah OKTA ROSFIANI Pingkan Setia Handayani Prasetya, Agus Prizka Ade Aulia Purwati Wulandari Putri Adelia Putri Ayu Romadhotin Putri Nur Ainni Putri Rizky Apriani Putri Sa'adah Rachmania Naura Adysti Rachmawati Fauziyatul Putri Radita Ayudya Rafi Arvansyah Rafli Firdaus Rafli Mochammad Rafli Firdaus Rafzan Rahmaleli Sakinah Rahmaleli sakinah Rahman Rahman Rajab Rahmita Nurul Muthmainnah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Raisyal Fiqri Perdana Sasmita Rd. Heri Solehudin Resinta karimah Resti Nuraeni restu lestari lestari Restu M Hasbylah Retno Primantiko Retno Primantiko Rida Wulandari Ridho Salyo Ridwan toro Rifda Choirunnisa Rika Okta Muthmainnah Rikky Erlangga Ramadhan Rivaldy Hermansyah Rizka Amalia Bintang Rizka Aulia Rizki Makhfud Nur’ atsani Rizky Budi Prasetyo Rizky Meilia Junsap Roni Patinasarani Ronius Pirade Rosa Nilla Nurjannah Roudlotul Jannah Sabilah Amelia safira aulia adisti Safira Az Zahra Safira Az Zahra Safira Az Zahra Sakha Dzikrullah Salamah Hujaimah Salismiati Ghozali Salma Putri Amanda Salma Sabika salma sabika salma Salwa Azzahrah Salwa Azzahrah Sapriya Sari Lenita Christi Sasa Fiolanisa Sasa Fiolanisa Sasa Satiya Fadil Mahesa Satiya Fadil Mahesa Fadil septi aulia fadli Setiawati setiyaningsih, dewi Shafira Nurul Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Sheila Martasya Shella Meiliza Shella Meiliza Satar Shella Meiliza Sri Wartati Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvi Lestari Silvia Silvia Damayanti Sinta Ayu Siska Kusumawardani Siti Aminah Saing Siti Aminah Saing Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Nur Kharunissa Siti Rohanah Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodikin Sodikin Sodikin Solehun Sonia Firnanda Supatmi Sri Imawati Sri Imawati Sri Immawati Sri Sunarti Sri Utami Srianah Sriyanti Rahmatunisa Supadmi Supatmi Supry Hariyanti Suratno Suryadi Nomi Susilahati Susilahati Sutini Suwardono Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa Syarifah Nur Aini Syifa Galih Syifa Maghfira Azzahra Tantri Wenny Sitanggang Tato Saputro Tevian Edi Candra Tia Artika Mul'aini Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa Tiara Nur sabila Titin Sujanah Tri Atiiqoh Agus Salim tri endang Tri Laksono Tri Ulan Dari Tri Wahyuningtias Tugiman Tuti Lestari Tuti Lestari Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih valia niswa dzahrotudina Vera Dwi Apriliani Vera Dwi Apriliani Acep Virda Nurlita Vita Alawiyah Wawan Widiyasari, Ririn Winarsih winarsih winarsih WINATA, WIDIA Wisnu Winata wisra linda Yayuk Purwati Yoga Aditia Ragil Yosea Bagus Armando Yusrina Nadiya Zahira Zahra Syafitri Atmadja Zahra Tsaniyatun Naafi'i Jamiil Jamiil Zahrah Rizka Wulandari Zahratul Aini Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyyah Zahro Zen Zen, Muhammad ‘Aisyah Naurah Salsabila