Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Seni Baca Irama Al Qur’an Dalam Metode Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Albadi; Wido Supraha; Hasbi Indra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.491

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran tahsin Al-Quran merupakan sebuah proses belajar seseorang agar bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Dengan adanya metode tahsin Al-Quran ini maka akan selalu lahir generasi-generasi yang mampu membaca Al-Quran dengan tartil, dan dampaknya secara langsung akan menunjang dan membantu fokus pemerintah di dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Salah satu metode supaya pembelajaran tahsin Al-Quran itu berjalan menarik adalah dengan menggunakan pendekatan Naghom maqomat (Seni Irama baca Al-Quran). Salah satu maqomat yang menarik itu adalah irama bayati. Dari tanah Arab ke seluruh penjuru dunia, nagham telah menjadi teman setia bagi tajwid Al-Qur’an, kemudian umat Islam bisa membaca Al-Qur’an dengan versi murattal dan versi mujawwad. Walaupun muncul perbedaan pendapat tentang boleh atau tidaknya nagham dalam membaca al-Qur’an, akan tetapi perbedaan pendapat -yang sudah tua- tersebut bermuara pada sikap kehati-hatian dari ulama madzhab Maliki akan tercemarnya kemurnian Al-Qur’an. Tujuan daripada penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan metode tahsin dengan pendekatan maqamat bayati. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara eksperimen. Ringkasan dari penelitian ini adalah menjabarkan tentang sebuah metode tahsin baru yang mudah, menarik dan menyenangkan serta mudah dipelajari. Kesimpulannya adalah menghasilkan sebuah metode baru yang dapat meningkatkan daya minat orang untuk belajar tahsin Al-Quran. Abstract The method of learning tahsin Al-Quran is a learning process for someone to be able to read the Koran properly and correctly. With the existence of this method of tahsin Al-Quran, generations will always be born who are able to read the Al-Quran with tartil, and its impact will directly support and help the focus of the government in achieving its own educational goals. One method to make the learning of the Al-Quran tahsin run interesting is to use the Naghom maqomat approach (the art of reading the Al-Quran). One of the interesting maqomats is the baby rhythm. From the land of Arabia to all corners of the world, nagham has become a loyal friend to the recitation of the Al-Qur'an, then Muslims can read the Al-Qur'an in the murattal version and the mujawwad version. Even though there are differences of opinion about whether or not nagham is allowed to read the Qur'an, the difference of opinion - which is old - leads to the caution of the Maliki school of thought that the purity of the Al-Qur'an is tainted. The purpose of this research is to determine the development of the tahsin method with the maqamat bayati approach. The method used is a qualitative research method by means of experiments. The summary of this study describes a new tahsin method that is easy, interesting and fun and easy to learn. The conclusion is to produce a new method that can increase people's interest in learning tahsin Al-Quran.
Pengembangan Supervisi Proses Pembelajaran Berbasis Worldview Islam Pada Pendidikan Dasar Anissa Maila Rahayu; Wido Supraha; Abas Mansur Tamam
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.492

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran tidak cukup apabila tidak menggunakan worldview (pandangan hidup) yang benar. Penetrasi paham-paham yang jauh dari basis worldview Islam ke dalam sistem pendidikan tidak akan pernah menghantarkan murid pada tujuan pokok pendidikan Indonesia. Maka dari itu, perlu keseriusan mengembangkan supervisi proses pembelajaran secara menyeluruh mulai dari worldview, konsep, dan implementasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan supervisi proses pembelajaran berbasis worldview Islam pada pendidikan dasar mulai dari konsep hingga implementasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan library research. Hasil dari penelitian ini adalah (1) konsep supervisi proses berbasis worldview Islam menjadikan pedoman Allah Swt. sebagai sumber tunggal pandangan hidup seseorang dalam melaksanakan setiap kegiatan pendidikan, termasuk pemikiran tentang hakikat, nilai-nilai kehidupan, proses pembelajaran, dan pembentukan berbagai peraturan. (2) Implementasi konsep supervisi proses berbasis worldview Islam dapat dilakukan dengan 7 (tujuh) langkah, yaitu: memberi pengantar pada awal aktivitas proses pembelajaran dengan nasihat-nasihat Islami, menyisipkan kata-kata yang menunjukan Kemahakuasaan Allah Swt. khususnya selama proses pembelajaran berlangsung, mengungkapkan hikmah setiap kejadian yang dapat menumbuhkan rasa syukur, memasukkan ayat-ayat Al-Qur’an atau Hadits yang relevan dengan topik pembahasan, mengoreksi konsep-konsep yang digunakan selama proses pembelajaran, menceritakan informasi yang datang dari ilmuwan muslim, dan mengaitkan konsep dengan penerapannya sesuai ajaran Islam. Abstract The learning process is not enough if it does not use the correct worldview (ways of life). The penetration of ideas that are far from the basis of the Islamic worldview into the education system will never lead students to the main goal of Indonesian education. Therefore, it is necessary to seriously develop the supervision of the learning process as a whole starting from the worldview, concept, and its implementation. The purpose of this study is to develop supervision of the Islamic worldview-based learning process in basic education from concept to implementation. The research method used in this research is qualitative with library research. The results of this study are (1) the concept of process supervision based on an Islamic worldview makes Allah Swt.‘s guideline. as the sole source of one's ways of life in carrying out every educational activity, including thoughts about the reality, values of life, the learning process, and the formation of various regulations. (2) Implementation of the concept of process supervision based on Islamic worldview can be carried out in 7 (seven) steps, namely: giving an introduction at the beginning of the learning process activity with Islamic advice, inserting words that show the Almighty of Allah Swt., especially during the learning process, revealing the wisdom of every incident that can foster gratitude, inserting verses from the Qur'an or Hadith that are relevant to the topic of discussion, correcting concepts used during the learning process, telling information that comes from Muslim scientists, and linking the concept to its application according to Islamic teachings.
Upaya mengatasinya perilaku perundungan pada usia remaja Indo Tang; Wido Supraha; Imas Kania Rahman
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i2.3804

Abstract

The purpose of this study was to determine the characteristics of victims of bullying in adolescence and various efforts to overcome bullying. The research method used is qualitative research with data collection using field research. The research was conducted in two places. The first research is at Full Day school, SMPIT Ummul Quro Bogor, and the second research is in a boarding school, namely SMP Integral Hidayatullah Depok. The data were obtained by conducting interviews with students, counseling teachers and school principals. This study found several characteristics of victims of bullying and efforts to overcome bullying behavior from the aspects of prevention, supervision and guidance (to perpetrators and victims).AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri-ciri korban perundungan pada usia remaja dan berbagai upaya mengatasi perundungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan. Penelitian dilakukan di dua tempat. Penelitian pertama yaitu di sekolah Full Day, SMPIT Ummul Quro Bogor, dan penelitian kedua yaitu di sekolah berbasis pesantren (boarding School) yaitu SMP Integral Hidayatullah Depok.  Data diperoleh dengan melakukan wawancara kepada siswa, guru BK dan kepala sekolah. Penelitian ini menemukan beberapa ciri-ciri korban perundungan dan upaya mengatasi perilaku perundungan dari aspek pencegahan, pengawasan serta pembinaan (kepada pelaku dan korban).
Metode Peningkatan Kecerdasan Spiritual Siswa Tingkat Sekolah Menengah Taufik Nur Rahman; Wido Supraha; Ahmad Ahmad
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 01 (2023): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v6i01.2841

Abstract

Pendidikan Islam selalu menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual seperti keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dalam setiap proses pendidikannya serta menanamkan nilai-nilai spiritual tersebut ke dalam hati peserta didiknya agar mereka yakin bahwa nilai spiritual itulah yang akan menjadi dasar utama dalam menjalankan kehidupannya. Dengan demikian para peserta didik akan lebih mudah dalam beristiqomah untuk tetap berada di jalan yang benar dan dapat menjauhkan diri dari pebuatan maksiat kepada Allah Swt, mengetahui tujuan penciptaannya yaitu agar selalu beribadah dan menghambakan diri kepada Allah Swt serta berakhlak mulia, dan dapat bertindak sesuai dengan fitrah manusia yang telah Allah Swt tetapkan. Kecerdasan spiritual sangatlah berkaitan erat dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional bahkan kecerdasaan intelektual dan emosional tidak akan dapat seimbang tanpa diiringi dengan kecerdasan spiritual. Mengetahui besarnya manfaat kecerdasan spiritual bagi peserta didik dalam sebuah proses pendidikan maka perlu adanya sebuah metode dalam meningkatkan kecerdasan spiritualnya guna mempermudah dalam mencapai tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Sumber data primer pada penelitian ini adalah literature dan karya ilmiah yang terfokus langsung pada peningkatan kecerdasan spiritual. Berdasarkan data penelitian bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang dapat mengoptimalkan fungsi kecerdasan intelektual dan emosional dengan tanpa menafikan esensial kecerdasan intelektual dan emosional dalam pendidikan.
Kurikulum Adab Untuk SMP Tahfidz Qur’an Pada Masyarakat Minoritas Muslim Jainudin Oumo; Wido Supraha; Abdul Hayyie Al Kattani
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.244

Abstract

Departing from the problems found regarding the manners and morals of memorizing the Qur'an in NTT, some even become apostates in marriage. Therefore the author wants to study and develop methods and inculcation of manners and morals in memorizing the Al-Qur'an, aiming to overcome or prevent similar incidents from happening again in the future. In this thesis the author examines Imam an-Nawawi's concept of the manners of memorizing the Qur'an.This study was formulated to describe the adab curriculum method from the perspective of Imam an-Nawawi in the book “At-Tibyan fii adabi hamatil Qur'aan”, this research is a type of qualitative research and field research with a character study and case study approach, aiming to explore the character's thoughts through Primary and secondary literature related to the object of research is then integrated with field research in an effort to produce the tahfidz Qur'an method based on the adab curriculum in studying and memorizing the Qur'an for the junior high school level.This research resulted in a discussion of the adab curriculum concept in the tahfidz of the Qur'an according to Imam an-Nawawi in the book “At-Tibyan fii adabi hamalatil Qur'an at the junior high school level based on the Al-Qur'ān and Al-Hadith, Ijtihad Ulama internalized through the vision and mission of the school. As for the purpose of using the adab curriculum concept in learning the Qur'an is to create a generation of memorizers of the Qur'an who have noble manners and morals as well as extensive religious knowledge, and strong aqidah according to the understanding of the Companions of the Prophet Muhammad ﷺ . The concept of adab in learning tahfidz Al-Qur'an is exemplary, fun learning, teaching gradually, targhib and tarhib, giving gifts and punishments, holding the other person's hand or shoulder during learning, stories, discussions and questions and answers, showing something that is forbidden to emphasized his unclean, noble methods of personality.The author recommends to all educational institutions as well as Muslims in general to make this research an alternative solution to the problems that occur, especially in current Islamic educational institutions, and Muslim communities in general in Muslim minority areas, in addressing the notion of pluralism, which is carried out by church activists and missionaries.
Game Methods in Learning Arabic for Elementary Schools Phase A Asep Suherman; Wido Supraha; A. Alim
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.673

Abstract

Learning Arabic for phase A elementary schools in particular requires the game method as an effective medium in learning Arabic and evaluating learning Arabic. This research is the development of a game method in learning Arabic for elementary school phase A. This module is a game method that emphasizes the balance of all Arabic specific learning objectives, namely the four Arabic language skills. This game method describes the types of games based on the four Arabic skills. The development of this game method obtained a validity test score of 86% so that it has the potential to be applied in Islamic elementary schools
Personal Dhikr As a Result of the Student Religious Character Strengthening Program at Madrasah Aliyah Plus Az-Zikra Bogor Ruh Halil Ahmad Ibrahim; Abas Mansur Tamam; Wido Supraha
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.674

Abstract

This study aims to analyze the religious character education program at Madrasah Aliyah Plus Az-Zikra Bogor, which produces students who have a religious character, namely personal dhikr, as a result of a program to strengthen religious character education. The conclusion of this study is that the dhikr-based religious character education strengthening program for Madrasah Aliyah Plus Az-Zikra Bogor has three components that are integrated into co-curricular and extra-curricular activities. The first component is practicing the seven daily sunnahs, namely tahajjud prayers, and tadabbur Al-Qur'an, congregational prayers at the mosque, dhuha prayers, almsgiving, maintaining ablution and making more forgiveness. The second component is always practicing the wirid of the seven chosen surah, namely, surah Yaasin's, surah Ar-Rahman's, surah Al-Waqiah's, surah Al Mulk's, surah Al-Jin's, surah Al-Muzzammil's, and surah Al-Fajr's. The third component is the Santri Prayer as a special prayer for students at Madrasah Aliyah which is read together when they finish the five daily prayers. So that by integrating these three components, Madrasah Aliyah Plus Az-Zikra Bogor can produce graduates who have religious character based on dhikr or can be called personal dhikr.
Program Diklat Guru Pengajar Al-Qur’an Ilis Istiqomatunisa; Wido Supraha; Abas Mansur Tamam
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i2.538

Abstract

Khairukum man ta’allmal qur’ana wa ‘allamahu, artinya Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya (diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadist no. 4639). Hadist tersebut dipakai sebagai landasan dalam penyelenggaraan Lembaga DGPQ (Diklat Guru Pengajar Al-Qur’an) Ummul Quro Bogor. DGPQ adalah Lembaga yang memiliki tujuan membentuk guru AL-Qur’anprofesional ini diselenggarakan juga dalam rangka menyiapakn SDM guru AL-Qur’an yang siap terjun di masyarakat, mengajarkan Al-Qur’an yang merupakan bagian dari aksi untuk solusi pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia. Guru Al-Qur’an harus profesional dalam arti memiliki kompetensi sesuai dengan bidang yang digelutinya, mulai dari kemampuan tilawah yang tartil, menguasai materi Gharib (bacaan asing) dan tajwid, baik secara teori maupun praktek, hafalan minimal Juz30, keterampilan mengajar dan pemahaman akan psikologi Pendidikan dan perkembangan. Mengajarkan Al-Quran merupakan amanat yang mulia dengan Nabi Muhammad sendiri, beliau ajarkan kitabullah kepada para sahabatnya. Mereka kemudian mengajarkannya kepada generasi yang datang kemudian, para tabi’in, dan begitu seterusnya hingga saat ini. Inilah generasi Rabbani. Disebutkan Al-Hasan, bahwa yang dimaksud dengan Rabbani ialah ahli ibadah dan ahli takwa. Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya. (Ali Imran: 79) Bahwa makna yang dimaksud ialah sudah merupakan suatu keharusan bagi orang yang memahami Al-Qur'an menjadi orang yang ahli fiqih. Tu'allimuna di sini menurutnya dibaca ta'lamuna, yang artinya memahami maknanya. Menurut qiraat lain dibaca tu'allimuna artinya mempelajarinya, sedangkan makna tadarusuna ialah hafal lafaz-lafaznya.Penjelasan di atas, menunjukkan  pentingya seorang guru untuk selalu belajar menambah ilmu sehingga menjadi faqih, dalam dan luas ilmunya.
Dampak Program Pembinaan Wali Kelas terhadap Motivasi Belajar Siswa SMPIT Nurul Fikri Boarding School Bogor Sepiah Sepiah; Rahmat Rosyadi; Wido Supraha
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskkripsikan dampat dari program pembinaan wali kelas terhadap motivasi belajar siswa SMPIT Nurul Fikri Boarding School Bogor. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Kemudian sabjek pada penelitian ini ialah kepala sekolah, koordinator wali kelas, dan wai kelas. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.Kesimpulan dari penelitian ini ialah 1) terdapat peningatan motivasi belajar siswa di  sekolah Nurul Fikri Bogor.2) Program upgrading,dan perogram program yang lain dilaksanakan  di sekolah dapat berdampat terhadap motivasi siswa dalam meraih keberhasilan dengan penguatan yang diberikan oleh wali kelas kepada siswa.3) program seperti materi pembinaan terhadap wali kelas dapat berdampak terhadap motivasi siswa, materi yang diperoleh akan di pahamkan ke semua siswa dengan tujuan siswa akan lebih giat dalam belajar, disipin terhadap waktu juga berlomba-lomba dalam kebaikan. Adapun materi materi tersebut yaitu: PTS dan PAT Preparation, Adab Dulu sebelum Ilmu, Proud of My Self, Students Journey, Santri Experience
Analysis of the Needs of the Adab Education Program for Drug Rehabilitation Institutions Muhammad Abdul Jabar; Wido Supraha; Imas Kania Rahman
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.728

Abstract

At this time, there are many people who had cured from drugs addiction, re-consuming drugs.  Jail or residential drug treatment do not stop them re-consuming drugs. Research argues that courtesy education program is important to be implemented in residential drug treatment. Therefore, this research aimed to analyze the need of courtesy education program at residential drug treatment. The method that is used in this research is library research. Library research is a method of collecting data from documents, books, theories, and so on. Furthermore, objective of this research is focused on analyze need of courtesy education program at residential drug treatment.
Co-Authors A. Alim A. Rahmat Rosyadi Abas Mansur Tamam Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al Kattani Adhy, Agung wahyu Agus Patoni Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhmad Alim, Akhmad Albadi Alim, Akhmad Amalia Hasanah Amirudin, Arif Andriana, Neisa Anissa Maila Rahayu Anung Alhamat Anwar, Agus Khoirul Aprianto, Adi Asep Suherman Asep Suherman Aulia Ramdanu Bahari, Ilham Bahrum Subagiya Bairanti Asriandhini Budi Handrianto Buldan Nurjaman Darwis, Adnan Dede Iik Mudrikah Dendi Azim Dhohir, Irfan Ilahi Efendi, Yudi El Hanif, Zubair Qudsi Endin Mujahidin Fitroh, Miftahul Hartono, Rudi Hasbi Indra Hayyie Al-Kattani, Abdul Herawati, Siti Hilda Rafika Waty Ibnu Rusydi Ilis Istiqomatunisa Imas Kania Rahman Indo Tang Insani, Abdul Badie Hidayatul Iqbal Asid Maududin Jainudin Oumo Juhaepa, Juhaepa Jumad Ridwan Kafa Sakinah Kasmen Kusumah, Mada Wijaya M Nawawi Ginting Mansur , Abas Masyithoh Masyithoh Muhammad Abdul Jabar Muhammad Abdul Jabar Muhammad Kholid Muslim Muslim Nesa Novrizal Nesia Andriana Rahma, Farida Nur Rahman, Imas Kania Rahman, Taufik Nur Raka Prasetyo Ridwan, Jumad RUDI HARTANTO Rudi Hartono Ruh Halil Ahmad Ibrahim Sakinah, Kafa SANTI LISNAWATI Sari, Anggita Sastra, Ahmad Sastra, Ahmad Selvi Sri Wahyuni Sepiah Sepiah Sepiah, Sepiah Suharsih, Suharsih Suryadin, Ardi Suryana, Bunyamin Suryati Suryati Syarif Hidayatullah Gani Syifa, Irfan Wahyu Tamam, Abas Mansur Tang, Indo TATANG HIDAYAT, TATANG Taufik Nur Rahman Toyyibudin Ulil Amri Syafri Wardi Suwandi Yudi Efendi Yudi Efendi Yuhdi, Yuhdi Zulfa, Zayyanatun