Claim Missing Document
Check
Articles

The relationship between conflict with doctors and lack of experience with Death and dying and the level of occupational stress experienced by nurses at Haji Hospital UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Agustianti, Erika; Srisantyorini, Triana; Fauziyah, Munaya; Purnamawati, Dewi; Djauharoh, Siti Nur Aisyah
The Avicenna Medical Journal Vol 5, No 2 (2024): The Avicenna Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/avicenna.v5i2.45001

Abstract

Background and Purpose: This study investigates the relationship between conflict with doctors, lack of experience with Death and dying, and the level of occupational stress among nurses at Haji Hospital UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The aim is to identify contributing factors to workplace stress and inform interventions to improve nurses' well-being and the quality of healthcare services.Methods: A cross-sectional analytical study was conducted involving all 96 nurses at Haji Hospital UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Data was collected using Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) to asses hazard psychosocial and Workplace Stress Scale (WSS) to evaluate occupational stress levels through a Google Form. The study examined the association between conflict with doctors and lack of experience with Death and dying (independent variables) and the nurses' reported stress levels (dependent variable).Results: The study revealed a significant association between conflict with doctors and occupational stress (p=0.000), with nurses experiencing conflict being 6.13 times more likely to experience occupational stress (95% CI: 2.337-16.106). A significant relationship was also found between limited experience with Death and dying and occupational stress (p=0.017), with nurses having limited experience facing a 2.07-fold increased risk of occupational stress (95% CI: 1.188-3.612).Conclusion: The occupational stress experienced by nurses at Haji Hospital UIN Syarif Hidayatullah Jakarta is significantly related to conflict with doctors and limited experience in managing Death and dying situations.  
ANALISIS PENGARUH KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP PENURUNAN RISIKO KECELAKAAN KERJA Khalisha, Rafida; Andriyani, Andriyani; Triana Srisantyorini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i5.12700

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja dan mencegah kecelakaan kerja. Salah satu upaya yang paling krusial dalam penerapan K3 adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur untuk menelaah dan menganalisis pengaruh penggunaan APD terhadap tingkat kecelakaan kerja. Sumber data berasal dari artikel ilmiah, jurnal, buku, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan APD secara konsisten dan tepat dapat secara signifikan menurunkan angka kecelakaan kerja. Studi ini menegaskan bahwa APD merupakan komponen penting dalam penerapan sistem K3 di berbagai lingkungan kerja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGAWASAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA KONSTRUKSI Audina, Salwa Azara; Andriyani, Andriyani; Triana Srisantyorini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i5.12740

Abstract

The implementation of occupational safety and health (OHS) principles in Indonesia is still not optimal, as reflected in the high number of work accidents. One important aspect in OHS is the use of Personal Protective Equipment (PPE), which is the last step in the risk control hierarchy after efforts to eliminate, substitute, engineer, and administrative control are ineffective. The purpose of this literature review is to evaluate various factors related to the behavior of PPE use among workers. This study uses a literature review method with data collected from various sources such as ProQuest, PubMed, ResearchGate, SagePub, and Google Scholar, in the period 2018 to 2025. The article selection process was carried out using the PRISMA flow diagram, which includes the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. Search keywords include "Personal Protective Equipment", "Personal Protective Equipment (PPE)", "construction workers", and "compliance with the use of PPE". From the screening results, 19 relevant journals were successfully collected and analyzed. The findings show that although several journals examine the same variables, such as knowledge, attitude, and length of service, the results of the relationship between these variables and the behavior of using PPE show variation. Overall, worker behavior in using PPE is influenced by a number of factors, including knowledge, attitude, social support, length of service, and availability of PPE. These factors can be grouped into predisposing factors (knowledge, attitude, length of service) and supporting factors (social support and availability of PPE equipment).
Tinjauan Sistematis Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kosntruksi: Systematic Review of Factors Related to the Behavior of Using Personal Protective Equipment (PPE) in Construction Workers mutiarahman, maudy; Andriyani, Andriyani; Srisantyorini, Triana
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.324

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, orang-orang yang bekerja untuk perusahaan jasa atau selama pelaksanaan proyek. Pekerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penggunaan APD menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan di lokasi kerja. Namun, masih ditemukan perilaku tidak aman terkait penggunaan APD yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian-penelitian terkait bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan APD pada pekerja konstruksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD secara benar dan konsisten. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang berfokus pada topik atau variabel yang ingin diteliti. Pada faktor manusia disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan keselamatan dan penggunaan APD di tempat kerja. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan APD antara lain pengetahuan, sikap kerja, kenyamanan penggunaan APD, usia, masa kerja, pendidikan, dan ketersediaan APD di tempat kerja. Perilaku penggunaan APD pada pekerja konstruksi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi pengetahuan, sikap, usia, kenyamanan, dan dukungan manajemen. Untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, diperlukan edukasi yang berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai dan nyaman, serta pengawasan dan penegakan kebijakan keselamatan kerja secara konsisten. Saran kedepan semua tenaga kerja menggunakan alat pelinudung diri secara penuh. Perlu bagi perusahaan untuk memastikan bahwa pekerja diberi penghargaan karena memenuhi standar keselamatan, seperti menggunakan APD yang sesuai. Perusahaan juga harus memastikan bahwa lingkungan kerja memiliki pengawasan yang cukup dan standar untuk pekerja.  Occupational health and safety relates to health and safety in the workplace, people who work for service companies or during project implementation. Construction work has a high risk of work accidents. The use of personal protective equipment (PPE) is one of the important steps to protect workers from the dangers of accidents at the work site. However, unsafe behavior related to the use of PPE is still found which can increase the risk of accidents. Related studies aim to determine the description of PPE use behavior in construction workers and identify factors that influence worker compliance in using PPE correctly and consistently. This study uses the literature review method which focuses on the topic or variable to be studied. In human factors caused by lack of awareness of safety and use of PPE in the workplace. Factors that are significantly related to the behavior of using PPE include knowledge, work attitude, comfort of using PPE, age, length of service, education, and availability of PPE in the workplace. The behavior of using PPE in construction workers is influenced by various factors including knowledge, attitude, age, comfort, and management support. To improve compliance with the use of PPE, ongoing education is needed, provision of adequate and comfortable PPE, and consistent supervision and enforcement of work safety policies. Future suggestions for all workers to use full personal protective equipment. It is necessary for companies to ensure that workers are rewarded for meeting safety standards, such as using appropriate PPE. Companies must also ensure that the work environment has sufficient supervision and standards for workers.
Pelatihan dan Pengawasan sebagai Upaya Meningkatkan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Menurunkan Tingkat Kecelakaan Kerja: Training and Supervision as an Effort to Improve Compliance with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) to Reduce the Level of Workplace Accidents Sasmitha, Muhammad Adithya; Andriyani, Andriyani; Srisantyorini, Triana
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.325

Abstract

Banyak sektor industri terus menghadapi kecelakaan kerja yang signifikan, yang sebagian besar disebabkan oleh perilaku berisiko dan ketidakpatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana penggunaan APD memengaruhi kejadian kecelakaan di tempat kerja. Dengan menggunakan metodologi literature review. kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji signifikansi statistik digunakan untuk analisis. Penggunaan APD konsisten mengurangi kecelakaan kerja hingga 40-60 persen, dengan helm safety menurunkan cedera kepala 85 persen dan sepatu safety mengurangi cedera kaki 67 persen. Pekerja berpengalaman lebih dari lima tahun menunjukkan kepatuhan 78 persen dibanding 52 persen pada pekerja baru, sementara lulusan SMA memiliki kepatuhan 73 persen versus 48 persen lulusan SD-SMP. Pekerja berpengetahuan K3 tinggi mencapai kepatuhan 82 persen, program edukasi meningkatkan penggunaan APD dari 45 menjadi 71 persen, dan inspeksi rutin meningkatkan kepatuhan dari 34 menjadi 68 persen. APD yang nyaman menghasilkan kepatuhan hingga 85 persen, sedangkan ketidaknyamanan menurunkan kepatuhan 23-35 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan APD dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, pengawasan, serta penyediaan APD yang ergonomis untuk mendorong budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.  Many industrial sectors continue to face significant workplace accidents, which are largely due to risky behaviors and non-compliance with the use of personal protective equipment (PPE). The purpose of this study was to assess how the use of PPE affects the incidence of workplace accidents. Using a literature review methodology. questionnaires were used to collect data, and statistical significance tests were used for analysis. The use of PPE consistently reduced workplace accidents by 40-60 percent, with safety helmets reducing head injuries by 85 percent and safety shoes reducing foot injuries by 67 percent. Workers with more than five years of experience showed 78 percent compliance compared to 52 percent for new workers, while high school graduates had 73 percent compliance versus 48 percent for elementary-junior high school graduates. Workers with high OHS knowledge achieved 82 percent compliance, educational programs increased PPE use from 45 to 71 percent, and routine inspections increased compliance from 34 to 68 percent. Comfortable PPE resulted in up to 85 percent compliance, while discomfort decreased compliance by 23-35 percent. These findings underscore the importance of PPE use in reducing the risk of workplace accidents. This study recommends improving training, supervision, and provision of ergonomic PPE to encourage a sustainable work safety culture.
Dampak Paparan Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pendengaran Rafa Zemy Amalia; Srisantyorini, Triana; Hasanah, Irna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.409

Abstract

Paparan kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang umum terjadi dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Kebisingan yang melampaui nilai ambang batas 85 dB dalam durasi kerja yang lama berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, baik sementara maupun permanen. Penelitian ini dilakukan melalui metode literature review. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 4 database elektronik yaitu Google Scholar, semantic Scholar, PubMed, dan ProQuest. Penelitian ini diambil dari 5 tahun terakhir dari masing masing jurnal. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret 2025 – April 2025. Paparan kebisingan di lingkungan kerja berdampak besar terhadap kesehatan pekerja dan dapat dikategorikan menjadi dampak permanen serta sementara. Dampak permanen berupa gangguan pendengaran (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL) disebabkan oleh kerusakan sel rambut telinga akibat paparan suara intensitas tinggi, serta gangguan pada sistem vestibular yang mengganggu keseimbangan tubuh. Sementara itu, dampak sementara meliputi gangguan pendengaran yang dapat pulih setelah istirahat, penurunan kualitas tidur, gangguan konsentrasi, dan tinnitus yang dapat berkurang apabila paparan kebisingan dikendalikan. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai faktor-faktor risiko dan penerapan strategi pencegahan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan aman, dan juga menurunkan angka kejadian gangguan pendengaran akibat kebisingan di tempat kerja.
Tinjauan Sistematis terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kontruksi Safitri, Nasywa; Andriyani; Srisantyorini, Triana
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.410

Abstract

Kontruksi adalah salah satu jenis pekerjaan yang berisiko lebih tinggi terhadap insiden kecelakaan kerja. Salah satu langkah yang efektif untuk menghindari terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja dengan mengurangi resiko sumber bahaya yang mengharuskan karyawan menggunakan APD. Alat pelindung diri adalah serangkaian perlengkapan yang dibuat untuk menjamin keselamatan kerja memberikan perlindungan pada seluruh atau sebagian tubuh pekerja dari kemungkinan risiko bahaya yang berpotensi terjadi di area kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan ketidakpatuhan pekerja kontruksi dalam penggunaan APD. Studi penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menggunakan database Google Schoolar, PubMed, Pro Quest, dan Onesearch.id. Penelitian ini diambil dari sumber 10 tahun terakhir, dengan mencari menggunakan kata kunci seperti: faktor kepatuhan, APD, dan kontruksi. Perilaku dalam penggunakan APD dibentuk oleh tiga faktor, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong. Banyak faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja kontruksi dalam penggunaan APD diantaranya sikap, pengetahuan, pendidikan, usia, masa kerja, pengawasan, dukungan kebijakan. Disarankan agar perusahan secara konsisten memberikan pemahaman mengenai APD dan bersikap tegas pada ketaatan dalam menggunakan APD.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Konstruksi : Kajian Sistematis Literatur Tengku Siti Neza Azmarina; Andriyani Andriyani; Triana Srisantyorini
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i2.1578

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) is an important aspect for workers in various fields, and it is the responbility of companies to ensure safety in the workplace. This research uses the systematic Literature Review (SLR) method by first selecting journals or studies, then obtaining results in the form of references from ideas or models that will be developed in the future. The research is conducted from January to April 2025. Through this method, an assessment of the impact of PPE usage on the rate of work accidents, which remains relatively high in various aspects, can be carried out. The results of the data analysis showed a significant positive influence of safety culture on compliance in the use of personal protective equipment (PPE). However, it cannot be ignored that there are still many standard operating procedures (SOPs) that are not running well, so the risks for workers remain.
Analisis Pengaruh Penggunaan Alat  Pelindung Diri (APD) Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja dalam Perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fadila, Esti Nur; Andriyani; Srisantyorini, Triana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.10

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan APD terhadap tingkat kecelakaan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan APD memiliki pengaruh yang signifikan dan positif dalam menurunkan risiko kecelakaan di tempat kerja. Data dari berbagai studi menunjukkan bahwa pekerja yang menggunakan APD secara benar mengalami lebih sedikit insiden kerja dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD antara lain ketersediaan, kondisi fisik APD, kenyamanan, serta pengawasan dari perusahaan. Ketidakpatuhan dalam penggunaan APD berkontribusi pada terjadinya kecelakaan seperti tertusuk jarum, terpapar bahan berbahaya, dan infeksi kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam bentuk edukasi, pengawasan, serta penyediaan APD yang memadai untuk menciptakan budaya kerja yang aman dan sehat.
Gambaran Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Pada Rumah Makan Di Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan Tahun 2025 Sastika, Wenda; Dadang Herdiansyah; Triana Srisantyorini; Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.6.1.46 - 52

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the main cause of death and disease is caused by food problems. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, there were 4,792 cases of food poisoning in Indonesia in 2023. The main factors that often cause food contamination are poor hygiene and sanitation, both from food handlers, unsuitable eating utensils, sales locations, and food ingredients that do not meet health standards. This study is a descriptive study, namely describing the hygiene and sanitation behavior of food handlers in restaurants in Pamulang District in 2025. The study was conducted in May - June 2025 on Jalan Raya Pamulang, Pamulang District in 2025 with a sample of all food handlers totaling 54 restaurants. The results showed that respondents had poor behavior as many as 29 respondents (53.7%), respondents who had poor knowledge as many as 35 respondents (64.8%) while respondents who had poor attitudes as many as 39 respondents (53.7%). Although the respondents' attitudes regarding food handlers' hygiene are generally good, in implementing hygiene practices, there are still some respondents who do not practice hygiene properly. Therefore, food handlers must always ensure that their personal hygiene, equipment, food ingredients, and the processing environment are well maintained. Keywords: Knowledge, Attitudes, and Hygiene Behavior
Co-Authors Abdul Baktiansyah Abul A’la Al Maududi Aditya Jaka Laksana Aditya, Tiara Dewinta Agus Triyono Agus Triyono Agustianti, Erika Aisya Alawiya Alda Dwi Rizki Aulia Alfira Aulia Sinta Almira Chiara Putri Nusantara Alvira Rizka Utami Ana Melinda Alpiani Andriani Asmuni Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Asmuni Annisa Zahria Putri Handayani Aragar Putri Aragar Putri Asmuni, Andriyani Assyifa Azzahra Astri Ulistrianingsih Audina, Salwa Azara Ayunda Larasati Sekarputri Azizah Zen Baktiansyah, Abdul Boby Firstya Rupman Cintana Balkis Habibah Claudia fazriyanti Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dadang Herdiansyah Dais, Exsos Grend Devi Syafira Dewi Purnamawati Dewi Purnamawati Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan Dihartawan, Dihartawan Dina Fadlilah Djauharoh, Siti Nur Aisyah Dwi Regita Cahyani Dwi Saleha Ega Puspitasari Elisabet Wednesday purba Elliza Fitri Elvina Triana Putri Endang Pertiwiwati Erika Agustianti Erlina Pudyastuti Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Eti Karwati Fadila, Esti Nur Fadlilah, Dina Rahma Fajrini, Fini Fany Ramayanti Fatimah Az Zahra Fauziyah, Munaya Febriana Kusumaningtias Fidela Angelina Hafiz Fini Fajrini Fini Fajrini Fitrijaningsih, Fitrijaningsih Fitriyati, Fitriyati Frida Kusumawati Gherice E. Serumena Guntur Arie Wibowo Hadijah Tuasikal har Hardiman SG HARIYANTI Hasanah, Irna Hazima Nurhaziza Salsabia Herdiansyah, Dadang Hidayat, Tasya Fitria Irna Hasanah Irna Hasanah Ismed Ismed Isnie Nurajizah Wijayanti Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Iswan Jaksa, Suherman Januar Ariyanto Juhazty, Meti Brendha Khalisha, Rafida Khilda Khoirunnisa Laksmita Dwana Luqman Effendi Lusida, Nurmalia Lusty, junita Mahmudin Sudin Mamun Murod Mariyatul Qibtiyah Mar’atu Shalihat Masfur Muzakki Miftah Hasana Lubis MKKK, Dihartawan Muhammad Farid Hamzens Muhammad Farid Hamzens Muiz Al Bashir Munawir Munaya Fauziah Munaya Fauziyah Murti, Setriratna Ari mutiarahman, maudy Nabila Oktaviani Najwa Khairina Najwa Khairina Nazarwin Saputra Nita Fitria Cahyaningsih Noor Latifah Noor Latifah Noor Latifah Nujulla, Puspa Nur Romdhona Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nurfadhilah Nyimas Heny Purwati Octavia, Salwa Oktaviani, Nabila PRITHA ERIKA FIHARSHI Purwati, Nyimas Heni Putri Nabilla Rafa Zemy Amalia Ramadhan, Rifki Luthfiyan Rehan Aula Salsabila Rendy Andrianto Renjistian Viga Vidariatma Rida Rosamalinda Rika Nurfadhilah Rika Safitriana Rina Oktavia Risky Akaputra Rizkia Nabil, Secillia Rizky Wulandari Rohman, Fauzi Romdhona, Nur Ronaldi Muhamad Farhan Rusman Efendi Safitri, Nasywa Sahari Bulan Sari Riastiningsih Sari, Elsa Sylvania Sasmitha, Muhammad Adithya Sastika, Wenda Septi Wulandari Septia Harzani Shasa Yunita Siti Nur Aisyah Djauharoh Suherman Jaksa Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Suherman Sukriyadi, Sukriyadi Sulistiawati, Helda Sumartin, Fori Yumita Sutanto Priyo Hastono Syafana Afra Febriyana Syaiful Bahri Syamsiar S. Russeng Tata Hari Umara Tengku Siti Neza Azmarina Titin Sutini Titis Arumsari Tiwuk Herawati Tria Astika Endah Permatasari Tuasikal, Hadijah Winona Rahmawati Wulan Askiani