Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sugar Detox terhadap Tingkat Kebahagiaan Perempuan Penderita Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus Safitri, Adinda Anisa; Siswanti, Heny; Karyati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25324

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik kronis yang dikenal melalui peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia yang dikarenakan oleh kesenjangan antara pasokan dan permintaan insulin. Banyaknya pembatasan yang dilakuan untuk menghindari komplikasi sangat mempengaruhi terjadinya perubahan kondisi psikologis seperti tingkat kebahagiaan. Pembatasan karbohidrat kompleks dan lemak dengan tinggi potein merupakan salah satu prinsip utama dalam pengaturan diet pada penderita diabetes melitus. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui adanya pengaruh sugar detox terhadap tingkat kebahagiaan perempuan penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus. Jenis penelitian quasy eksperiment dengan menggunkan pre test dan post test nonequivalent control group design. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden perempuan, 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Instrumen penelitian memakai lembaran checklist tindakan sugar detox dan steen happines index (SHI). Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Test didapatkan nilai p value 0,005 (p < α  0,05) dan uji Mann Whitney Test dengan p value 0,000 (p < α 0,05). Ada Pengaruh Sugar Detox Terhadap Tingkat Kebahagiaan Perempuan Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus.  
Pengaruh Puasa Sugar Detox Tinggi Protein terhadap Kadar Gula Darah Perempuan Penderita Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus Bidara, Tanaya Trustha; Siswanti, Heny; Karyati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25339

Abstract

Diabetes melitus disebut sebagai penyakit kronik yang kondisinya sangat ditentukan oleh kadar gula darah. Makanan umumnya berperan besar dalam tingginya kadar gula darah karena mengkonsumsi lebih banyak makanan dalam indeks glikemik tinggi akan meningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa sugar detox tinggi protein terhadap kadar gula darah pada perempuan penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experiment dengan menggunakan pre test dan post test nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan penderita diabetes melitus yang aktif dalam program prolanis UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus. Teknik sampel purposive sampling dengan jumlah 20 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data diolah secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T Test dan Independent Sample T Test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar gula darah setelah diberikan puasa sugar detox tinggi protein adalah 241,00 mg/dL. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh puasa sugar detox tinggi protein terhadap kadar gula darah perempuan penderita diabetes melitus.
Hubungan Usia, Tingkat Pendidikan, dan Status Pekerjaan dengan Fathering Pada Anak Stunting di Desa Jurang Gebog Kudus Shofanida, Nabila Adisty; Indanah, Indanah; Karyati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25420

Abstract

Peran orang tua terutama ayah mempengaruhi pola asuh anak yang sehat. Peran ayah yang dibentuk oleh konsep pengasuh, pendidik, pengawas, pendisiplin, pelindung, dan pendukung sangat berpengaruh terhadap pencegahan stunting balita. Kerja sama dalam membagi peran antara ibu dan ayah dalam memberikan perhatian terhadap anak, membantu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan terhadap kualitas pengasuhan ayah (fathering) pada anak stunting. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif atau korelasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Kuesioner tersebut adalah kuesioner demografi dan kuesioner ROFQ (Role of the Father Questinnaire). Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (nilai p=0,019) dan tingkat pendidikan ayah (nilai p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap peran ayah, di mana usia yang lebih matang dan pendidikan lebih tinggi meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Namun, status pekerjaan (nilai p=0,149) tidak menunjukkan hubungan signifikan, meskipun ada kecenderungan bahwa pekerjaan sedikit mengurangi keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Perlindungan Hukum Pekerja Anak Di Indonesia Pasca Diberlakukannya Undang-Undang No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Karyati, Sri
JATISWARA Vol. 34 No. 1 (2019): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v34i1.192

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan laju angkatan kerja, memang ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Fenomena pekerja anak yang terjadi di Indonesia saat ini, seperti menjadi suatu pemandangan yang sangat biasa. Peningkatan jumlah pekerja anak di Indonesia, merupakan permasalahan yang cukup genting untuk segera diupayakan suatu solusi baik oleh Pemerintah maupun pihak-pihak yang terkait. Ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, disebutkan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun, hal ini sama sekali belum mengakomodir bagi perlindungan pekerja anak yang rata-rata berusia dibawah 18 tahun yang artinya tidak termasuk dalam pengertian anak dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini perlu pengkajian lebih lanjut dari aspek hukum ketenagakerjaan, khususnya terkait perlindungan dari kerangka hukum ketenagakerjaan terhadap pekerja anak. Perlindungan bagi pekerja anak di Indonesia semestinya mengalami peningkatan dengan adanya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hal ini perlu di kaji lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas dari hadirnya UU Ketenagakerjaan dan UU Perlindungan Anak terhadap kondisi pekerja anak di Indonesia. Dalam kajian ini penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut, pertama; bagaimanakah peran pemerintah dalam upaya perlindungan pekerja anak di Indonesia?, kedua; faktor-faktor apakah yang dapat menghambat upaya perlindungan pekerja anak di Indonesia? Model perlindungan terhadap pekerja anak perlu dilakukan secara terpadu antar sektor di pusat dan daerah sebagai upaya pengganti dari tidak mungkin berjalannya upaya penghilangan angka pekerja anak di indonesia. Menurut penulis, Pemerintah diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus pelaksana program pengentasan angka keluarga miskin di Indonesia. Dalam upaya perlindungan pekerja anak di Indonesia, Pemerintah harus menentukan skala prioritas.
Pengaruh Edukasi Teach Back terhadap Tingkat Kemampuan Ibu dalam Melakukan Pemantauan Perkembangan Anak di Puskesmas Jati Kabupaten Kudus Jawa Tengah Wahana, Haryo Srijaya; Faridah, Umi; Karyati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25810

Abstract

Perkembangan anak usia dini (0-5 tahun) sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang tepat, yang dapat mencegah gangguan perkembangan dan dampak jangka panjang jika kurang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh edukasi dengan metode Teach Back terhadap kemampuan ibu dalam memantau perkembangan anak di Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus. Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Pasuruan Kidul dengan subjek 32 ibu yang memiliki anak usia 1 bulan hingga 5 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stimulasi dan status perkembangan anak melalui Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) yang mengukur motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta sosial dan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dengan metode Teach Back efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam memantau perkembangan anak. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan ibu setelah diberikan edukasi, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mendapatkan edukasi konvensional. Faktor pendidikan dan pekerjaan ibu turut mempengaruhi pemahaman dan penerapan informasi kesehatan yang diberikan. Penelitian ini membuktikan bahwa Teach Back adalah metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam pemantauan perkembangan anak, yang berpotensi meningkatkan deteksi dini gangguan perkembangan anak.
Jalan Kaki 30 Menit terhadap Penurunan Berat Badan dan Tingkat Kebahagiaan Pada Mahasiswa S1 Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Kudus Fauziyah, Aulia; Hartinah, Dewi; Karyati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26007

Abstract

Pemantauan berat badan secara berkala penting untuk mencegah obesitas. Di Indonesia, prevalensi obesitas mencapai 21,8%, sementara 35,5% orang dewasa mengalami kelebihan berat badan. Berbagai faktor termasuk kurangnya aktivitas fisik berkontribusi pada masalah ini. Salah satu aktivitas fisik yang sederhana dan mudah dilakukan adalah berjalan kaki. Aktivitas ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan dan membakar kalori, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati melalui pelepasan hormon kebahagiaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan berat badan dan tingkat kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu/Quasi Eksperiment Desaign dengan menggunakan rancangan Non Equivalent Control Group, Sampel berjumlah 32 orang, Instrumen yang digunakan adalah timbangan berat badan digital dan kuesioner Oxford Happiness Questionnary, analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi, uji wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa intervensi jalan kaki 30 menit efektif menurunkan berat badan (uji Wilcoxon, asymp sig. = 0,000) dan meningkatkan tingkat kebahagiaan (uji Wilcoxon, asymp sig. = 0,005) pada mahasiswa S1 Keperawatan. Kelompok intervensi menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol (uji Mann-Whitney, Sig. = 0,000 untuk berat badan, uji Mann-Whitney, Sig. = 0,037 untuk kebahagiaan). Penelitian ini menunjukkan bahwa jalan kaki 30 menit efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kebahagiaan mahasiswa, dengan potensi besar sebagai intervensi kesehatan yang mudah diakses di kampus.
Penerapan Metode Omnibus Dalam Pembentukkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan: Sebuah Refleksi Setyowati, Ety Retno; Karyati, Sri; Sukarno, Sukarno; Ainuddin, Ainuddin
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi metode omnibus dalam proses penyusunan UU Kesehatan berdasarkan tahapan pembuatan peraturan perundang-undangan dan bagaimana manfaat dan kelemahan metode omnibus dalam upaya penyederhanaan regulasi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Berdasarkan hasil kajian, menunjukkan bahwa implementasi metode omnibus dalam penyusunan UU Kesehatan belum memenuhi asas keterbukaan sesuai dengan ketentuan Pasal 5 UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Adapun Manfaat dari metode omnibus dalam pembentukan UU Kesehatan yakni, menyederhanakan regulasi dan menjadi salah satu solusi dari hyper regulation di Indonesia, dan kelemahan dari metode omnibus dalam pembentukan UU Kesehatan yakni: a) Kurang demokratis, b) Kurang sistematis, c) Berpotensi merugikan nasional, membuka peluang besar bagi investor asing, d) Tidak menjamin keamanan dan hukum bagi tenaga medis; e) Berpotensi menyempitkan distribusi anggaran dana kesehatan, f) Berpotensi melanggar hak atas kesehatan, potensi komodifikasi layanan kesehatan dan potensi fraud sektor kesehatan, seperti kolusi dan gratifikasi peresepan obat.
Kedudukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Transplantasi Organ Dengan Disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Effendi, Raden Gunawan; Karyati, Sri; Sukarno, Sukarno; Ulum, Hafizatululum
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i1.228

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Transplantasi Organ mengisi kekosongan hukum terkait dengan syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh. Menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, pemerintah kemudian menerbitkan aturan pelaksana yakni Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksana. Terdapat 31 peraturan pelaksana terkait kesehatan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Problemnya semakin kompleks atas status hukum Permenkes Transplantasi Organ, mengingat baik Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 maupun Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tidak mencabut secara tegas. Dalam hal undang-undang baru tersebut tidak mencabut secara tegas, maka Peraturan Menteri tersebut masih dianggap tetap berlaku. Disisi lain, sangat mungkin substansi Peraturan Menteri tersebut menjadi tidak relevan atau bahkan dapat bertentangan dengan undang-undang yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah baik dari perspektif teoritis maupun yuridis atas status hukum peraturan pelaksana setelah undang-undangnya dicabut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Hasil dari penelitian ini adalah status hukum Permenkes Transplantasi Organ setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 secara materiil sudah tidak berkekuatan hukum mengikat. Dikarenakan ketentuan materi muatan Permenkes Transplantasi Organ untuk menjalankan undang-undang sudah tidak relevan dan undang-undang yang menjadi dasar hukum pembentukannya yakni Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan telah dicabut. Urgensi disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 untuk menjadi sarana pendorong kesiapan bidang kesehatan Indonesia dalam menghadapi krisis kesehatan di masa kini dan masa yang akan datang. Namun sejak proses penyusunan, pembahasan, hingga pengesahannya dinilai belum memperhatikan asas pembentukan peraturan perundang-undangan khususnya asas kepastian hukum.
Penerapan Model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Pembelajaran Bahasa Lulut Yatmiatun; Ismiyati Haniah; Sri Karyati; Nur Astu Dwi Rahma; Sri Handayani Dwi Astuti; Endang Sulandari
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5573

Abstract

Reading skills in the learning process are essential for academic development and life skills. One instructional model designed to foster these skills is the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) learning model. The purpose of this study is to describe the steps, advantages, and disadvantages of implementing the CIRC learning model in language learning. This study employs a qualitative approach. The research subjects are teachers. The informants in this study are language teachers. The data collection techniques used include interviews, observations, and documentation. The research findings are as follows:1) The steps in the CIRC model include the teacher initially explaining the learning material, forming groups, providing texts, silent reading, group discussions, group presentations, summarizing, writing, peer editing, revision, and publication; 2) The advantages of the CIRC model include improving students' critical thinking skills in solving problems, reducing teacher dominance in learning, motivating students to be meticulous, enabling students to understand meanings and check each other's work, enhancing learning outcomes, and creating an engaging learning atmosphere; 3) The disadvantages of the CIRC model include requiring a significant amount of time, difficulty in classroom management, the dominance of active students, and limited learning materials. The conclusion of this study is that the CIRC model can be applied in the learning process as an effort to enhance students' problem-solving skills during the learning process. Additionally, the CIRC model has proven to be effective in improving students' language skills in Madrasah Tsanawiyah or Junior High School level.
Efektivitas Pemberian Self-Management Education terhadap Perilaku Perawataran Diri dan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Tk III dr. Soetarto Yogyakarta Andriyani, A; Masithoh, Anny Rosiana; Karyati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) sebagai penyakit atau gangguan metabolik kronis tetap menjadi isu kesehatan global dan angka kejadiannya terus meningkat di banyak negara termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes masih tinggi (11,7%) berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah. Tingkat prevalensi diabetes menurut diagnosis dokter serta hasil pemeriksaan gula darah di tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi di tahun 2018. Prevalensi DM menurut provinsi menunjukkan bahwa D.I. Yogyakarta adalah provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia pada tahun 2023 yaitu 2,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan self-management terhadap perilaku perawatan diri dan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit KT II Dr. Soetarto Yogyakarta. Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pretes postest dan kontrol. Jumlah populasi dalam penelitian ini terdiri dari 48 orang pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 orang pada kelompok eksperimen dan 16 orang pada kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan bahan acara penyuluhan (SAP). Analisis data menggunakan metode uji t berpasangan dan uji t independen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perilaku perawatan diri sebelum penerapan pendidikan self-management berada pada kategori sedang (68,8%) dan setelah edukasi menjadi kategori tinggi (93,8%). Tingkat gula darah sebelum pelaksanaan pendidikan self-management untuk diabetes adalah 93,8%, dan sesudah edukasi, juga dalam kategori diabetes, mencapai 56,3%. Terdapat dampak dari pemberian edukasi manajemen diri terhadap perubahan perilaku perawatan diri sebelum dan setelah edukasi (P=0,000). Terdapat dampak dari pemberian edukasi self-management terhadap perubahan kadar gula darah sebelum dan setelah proses edukasi (P=0,000). Pemberian pendidikan manajemen diri terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku perawatan diri (P=0,011) dan juga efektif dalam menurunkan kadar gula darah (P=0,032). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan manajemen diri efektif dalam mengurangi perilaku perawatan diri dan tingkat gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit TK III DR. Soetarto Yogyakarta.
Co-Authors Ahlul Nazar Ainuddin -, Ainuddin Ali Solikin Althofia, Zanadira Ammar Surya Sorimuda Lubis Andriyani, A Ani, Putri Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Arham, Zawil Ary Wahyudi Aswadi, Khairul Aulia, Qurrotu A'yuni Bidara, Tanaya Trustha Darwin Witarsa Della Puspita, Dwi Dewi Hartinah Dewi, Yetty Kusuma Dhina Megayati Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti, Diah Andriani Diana Lestari Diana Lestari, Diana Diana Tri Lestari Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Astuti Dzulfania, Rishma Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Effendi, Raden Gunawan Eka Nihayatur Rohmah Endang Sulandari Estetika Putri Eswanti, Noor Eva Untar Fadhilah Sekar Aji Widyawati Fauziyah, Aulia Fera Wardana Fuji Nurul Hidayah Gusti Ayu Ratih Damayanti Hadi Sabdo Haerani, Ruslan Hafizatul Ulum Hanifah, Sirli Heny Siswanti Hidayah, Fuji Nurul Ika Ristiyaningsih IKA RISTIYANINGSIH Ika Widyawati Ika Yuliana Susilawati Ikhsan Kamil, Muhammad Indah Risnawati Indanah Irma Istihara Zain Islami Islami Islami, Islami Ismiyati Haniah Itrawadi, Itrawadi Junariah Junariah Kamil, M. Ikhsan Kusuma, Jauhari Dewi Kusumaningrum, Rafika Putri Ayu L, Nur Rochma Hestu Listyaninsih, Siti Luluk Ulya Lulut Yatmiatun M. Octaviano Eka Mahendra M. Sukarno Maryani, Wiwin Miftahul Jannah Muhamad Jauhar Muhammad Hanafi Muhammad Hanafi Muhammad Kamil Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Noor Azizah Noor Azizah Noor Azizah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Hidayah Noor Hidayah Novie Afif Mauludin Nugraheni, Sofiana Dewi Nur Astu Dwi Rahma Nur Rochma Hestu L Nurfaiz Najunda Sari Nurfajri Lutfiana Pranata, Vicky Riyan Pri Astuti pri Astuti Puji Krisbiantoro Purnomo, M. Putri, Estetika Qurrotu A'yuni Aulia R Rusnoto Rahmasari, Lutfir Fitri Rina Yuliana Rinda Rizky Ananda Riyan, Vicky Rizka Himawan Rochmawati, Lia Rohmah, Eka Nihayatur Rokhani, Siti rusnoto rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin S. Januar Ashadi Saepul Rahman Safitri, Adinda Anisa Salis Nur Hidayah Saparudin, Muhammad Maulana Sari, Nurfaiz Najunda Septiningsih, Yuni Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati Setyowati, Ety Retno Shofanida, Nabila Adisty Sholihah - Sholihah Sholihah SHOLIHAH SHOLIHAH, SHOLIHAH Sigit Yuliardi Cahyo Siti Listyaninsih Siti Rokhani Sri Handayani Dwi Astuti Sridamayanti, Kardina Putri Subiwati Subiwati Suhardiman Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukarmo , I Gede Sukarmo, I Gede Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Suranto - Suranto Suranto Suranto Suranto Tukiyo Tukiyo Ulum, Hafizatululum Umi Faridah Vicky Riyan Vicky Riyan Pranata Wahana, Haryo Srijaya Wardana, Fera Widaningsih Widaningsih Wina Yuliati Wiwin Maryani Wulandari, Ni Luh Risma Melda Y Yusminah Yuliati, Wina Yulisetyaningrum Yuni Rustianawati Yuni Septiningsih Yusminah, Y Z Zuliana Zuliana Zuliana Zuliana, Z