Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Susianti, Susianti; Rudiyanto, Waluyo; Windarti, Indri; Zuraida, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2943

Abstract

Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam meningkatkan cakupan PHBS Rumah Tangga antara lain melaluiadvokes mendorong keluarnya kebijakan PHBS di kabupaten/ kota, peningkatan kapasitas petugas promosi kesehatan, penyebaran informasi terkait PHBS ke masyarakat dan koordinasi dengan pengelola program terkait indikator PHBS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang PHBS di rumah tangga dan diterapkannya PHBS di rumah tangga. Ibu-ibu tersebut diharap[kan dapat meneruskan pengetahuannnyakepada anggota rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat. Tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat.  Metode pengadian yang dilaksanakan meliputi tiga kegiatan antara lain penyuluhan, diskusi dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 September 2020 di kediaman Bapak Saring pada pukul 15.30sampai dengan 17.30 dan dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu. Topik penyuluhan dan diskusi antara lain tentang pengertian PHBS dan10 indikator PHBS pada rumah tangga. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal (pre-test), evaluasi proses dan evaluasi akhir (pre-test). Dari nilai pre test dan post test yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata nilai pre test sebesar 62 dan nilai post test 86. Nilai tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu peserta edukasi tentang PHBS pada rumah tangga. Dengan demikian diharapkan dapat menularkan pengetahuannya  pada keluarga dan masyarakat sekitar sehingga penerapan PHBS dimasyarakat bisa meningkat.
Peningkatan Peran Ibu-Ibu PKK dan Kader Puskesmas Tanjung Sari Tentang ASI Eksklusif Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Zuraida, Reni; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Susianti, Susianti; Novianty, Detty
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2955

Abstract

World Health Organisation (WHO) merekomendasikan standar emas pemberian makanan pada bayi yaitu menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan. Dengan menyusui, dapat mencegah 1/3 kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kejadian diare dapat turun 50%, dan penyakit usus parah pada bayi prematur dapat berkurang kejadiannya sebanyak 58%. Pada ibu, risiko kanker payudara juga dapat menurun 6-10%. Kenyataan di Indonesia menurut data Riskesdas tahun 2018, didapatkan dari 33 Provinsi di Indonesia, rata-rata bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Indonesia baru sebanyak 37,3%. Pencapaian program pemberian ASI Ekslusif di Provinsi Lampung sendiri masih dibawah rata-rata nasional, yaitu baru mencapai sekitar 28% bayi yang mendapat ASI ekslusif. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan i bu-ibu dari  PKK dan kader Kesehatan tentang ASI Ekslusif. Kegiatan dilakukan di Pusksemas Tanjung Sari Natar. Kegiatan   pengabdian  mencakup   Focus   Group   Discussion   untuk mengetahui pengetahuan awal  ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan,penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan. Setelah mendapatkan penyuluhan materi tentang definisi, kelebihan dan manfaat ASI Ekslusif, kendala dan cara mengatasi masalah dalam proses pemberian ASI dan 10 langkah menuju keberhasilan ASI Ekslusif, rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56, menjadi bertambah pada post-test menjadi 92. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan mengenai ASI Eksklusif akan meningkatkan keterampilan ibu-ibu dari PKK dan kader kesehatan sebagai motivator ibu-ibu menyusui bayinya yang pada  akhirnya  akan meningkatkan perilaku pemberian ASI Eksklusif dari ibu ke bayi.Kata kunci : ASI eksklusif, ibu PKK, ibu kader, pengetahuan
Pembentukan Konselor Sebaya dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Anemia Remaja Putri di Puskesmas Tanjung Sari Zuraida, Reni; W., Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3039

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak terhadap kesehatan remaja putri saat ini dan masa mendatang sebagai calon ibu. Dari hasil skrining kadar hemoglobin darah yang dilakukan puskesmas Tanjung Sari pada bulan Januari tahun 2022 didapatkan prevalensi anemia adalah sekitar 49%, artinya 5 dari 10 remaja putri di wilayah kerja puskesmas Tanjung Sari ini menderita anemia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah anemia pada remaja saat ini yaitu pembagian tablet tambah darah bagi remaja, namun kenyataannya belum mampu menurunkan prevalensi anemia remaja putri secara signifikan. Upaya lain dengan melibatkan peran serta darikelompok sebaya (peer group) dalam upaya menurunkan prevalensi anemia remaja putri perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan konselor sebaya remaja putri dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon konselor, serta penyusunan media informasi tentang anemia pada remaja putri.Setelah mendapatkan materi tentang anemia dan pembentukan konselor remaja anemia, maka pengetahuan konselor remaja menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana sekitar 23,3% peserta tidak paham, 68,3% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta menjadi paham dan sangat paham materi yang diberikan bertambah. Peserta yang paham sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 57,7 menjadi bertambah pada post-test menjadi 92,3. Pembentukan konselor remaja anemia perlu dilakukan di sekolah-sekolah lain dan diadaptasi di posyandu remaja agarpenanganan anemia remaja dapat ditangani secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Hal ini pada akhirnya dapat menciptakan calon ibu yang sehat, yang kelak akan melahirkan bayi yang sehat, dimana pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi stunting.Keyword : Anemia, Konselor Sebaya, Remaja Putri
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Anemia Ibu Hamil Zuraida, Reni; W, Dyah Wulan Sumekar R.; Susianti, Susianti; Gemayangsura, Gemayangsura
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3044

Abstract

Anemia selama kehamilan berakibat buruk dan merugikan bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tanjung Sari, Kecamatan Natar merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu 258 orang dari 329 orang ibu hamil yang diperiksa (78,42%). Meskipun cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet di puskesmas mencapai 99,65%, namun tidak dapat menekan tingginya prevalensi anemia ibu hamil di wilayah kerja puskesmas ini. Beberapa pakar ber pendapat kegagalan  program ini banyak dikarenakan ketidakpatuhan ibu dalam meminum TTD. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum TTD wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kegiatan pengabdian mencakup  Focus Group Discussion untuk mengetahui pengetahuan awal, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan ibu-ibu hamil dan keluarga. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil, upaya pencegahan anemia, makanan yang dianjurkan untuk mengatasi anemia dan TTD (isi, kegunaan, cara minum), makapengetahuan ibu hamil, kader kesehatan dan bidan desa pembina menjadi meningkat. Penilaian ini didasarkan hasil pengamatan pada pre-test, dimana 25,0% peserta tidak paham, 66.7% cukup paham, 8,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta yang pahamsebanyak 36,1% dan yang sangat paham sebanyak 63,9%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 60,2 menjadi bertambah pada post-test menjadi 91,9. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang anemia ibu hamil dan TTD terus dilakukan untuk tercapainya keberhasilan program penanganan anemia pada ibu hamil sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan dalam rangka pencegahan balita stunting di Indonesia. Keyword : Anemia, ibu hamil, penyuluhan, tablet tambah darah
Pemberdayaan Kader Kesehatan Cipadang Dalam Penilaian Status Gizi Ibu Dan Anak Serta Pencegahan Stunting Pada Komunitas Agromedicine Di Desa Cipadang Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Komala, Ramadhana; Nareswari, Shinta; Zuraida, Reni; Sari, Ratna Dewi Puspita; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3052

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dikarenakan kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan yang berdampak pada perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan lebih rentan terkena penyakit kronis ketika masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan sasaran  30 orang kader posyandu. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada responden adalah bentuk penyuluhan/ ceramah.Evaluasi diberikan sebanyak sebanyak dua kali, yakni di awal sebelum kegiatan penyuluhan (pretest) dan di akhir  setelah kegiatan penyuluhan selesai (post test). Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif yang meliputi persentase peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden meningkat pengetahuannya tentang stunting dan penilaian status gizi. Rata-rata skor pengetahuan kader tentang stunting dan penilaian status gizi sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yakni 53,3 ± 17.6 poin dan meningkat setelah penyuluhan yakni 78,6 ± 15,4 poin. Rata-rata peningkatan skor kader dalam kegiatan penyuluhan cukup baik yakni  25,3 ± 2,37 poin. Kegiatan penyuluhan kepada kader perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kader memiliki pemahaman yang baik untuk dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa depan.Keyword : Kader kesehatan, penilaian status gizi, penyuluhan, stunting
Pembentukan Peer Educator dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Penyakit Skabies pada Pondok Pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Natar Zuraida, Reni; Susianti, Susianti; Komala, Ramadhana; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3231

Abstract

Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular, yang sering ditemukan pada tempat yang ditinggali oleh banyak orang dengan sanitasi dan perilaku penghuninya yang buruk, salah satunya adalah pondok pesantren. Prevalensi kejadian skabies padakomunitas pondok pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Induk Natar adalah sebesar 48%. Meskipun kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan tentang penyakit skabies telah dilakukan, namun belum mampu menurunkan prevalensi penyakit skabies secara signifikan. Peer educator  merupakan metode pendidikan sebaya yang dilakukan oleh kelompok sebaya dengan didampingi fasilitator. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalahpembentukan peer educator santri dan sekaligus memberikan informasi tentang penyakit skabies, cara penanganan dan pencegahan skabies kepada para santri. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan peer educator santri denganmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon peer educator, serta penyusunan media informasi tentang skabies, penanganan dan pencegahan skabies. Setelah mendapatkan materi tentang Skabies dan pembentukan ‘peer educator’ sebaya di pondok pesantren Al Fatah, maka pengetahuan ‘peer educator’ sebaya menjadi meningkat. dimana pada pre-test sekitar 22,1% peserta tidak paham, 73,7% cukup paham, 5,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat, dimana sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Ratarata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56,3 menjadi bertambah pada post-test  menjadi 93,2. Kegiatan pembentukan ‘peer educator’ sebaya untuk pengentasan Skabies pada santri dan santriwati di lingkungan pondok pesantren perlu terus dilakukan dan diadaptasi di pondok-pondok pesantren lain di wilayah kerja puskesmas Natar kecamatan Natar. Kata Kunci : Peer educator, Pondok Pesantren, Santri, Skabies
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN 90 TABLET TAMBAH DARAH DAN MENURUNKAN PREVALENSI ANEMIA IBU HAMIL Zuraida, Reni; Windarti, Indri; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Komala, Ramadhana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3293

Abstract

Ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tanjung Sari Natar merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu 258 orang dari 329 orang ibu hamil yang diperiksa (78,42%). Menurut data dari Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari, cakupan pemberian Tablet Tambah Darah pada tahun 2022 yaitu sebesar 81,7% dari target 98% dan belum ada kegiatan pemberdayaan kader posyandu untuk membantu menangani masalah ini. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki pengetahuan kader posyandu tentang anemia dan tablet tambah darah dalam upaya meningkatkan cakupan tablet tambah darah dan menurunkan prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kegiatan pengabdian mencakup Focus Group Discussion untuk mengetahui pengetahuan awal kader posyandu, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang anemia dan kepatuhan minum tablet tambah darah ibu hamil. Setelah mendapatkan penyuluhan materi tentang definisi, faktor- faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil, tanda, gejala dan dampak anemia, upaya pencegahan anemia pada ibu hamil, makanan yang dianjurkan untuk mengatasi anemia ibu hamil dan Tablet Tambah Darah (isi, kegunaan, cara minum), maka pengetahuan ibu-ibu hamil, kader kesehatan dan bidan desa pembina menjadi meningkat. Hasil pengamatan pada pre-test, dimana 20% peserta tidak paham, 73,3% cukup paham, 6,7% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta yang paham sebanyak 33,3% dan yang sangat paham sebanyak 66,7%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56,7 menjadi bertambah pada post-test menjadi 94,0. Kata kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kader Posyandu, Tablet Tambah Darah, Pengetahuan
PEMBENTUKAN “SAHABAT CERIA (CEGAH REMAJA PUTRI ANEMIA)" DALAM RANGKA PENANGANAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH Zuraida, Reni; Susianti, Susianti; Kurniati, Intanri; Ernawati, Tutik
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3341

Abstract

Status kesehatan remaja putri di Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini dapat dilihat dari tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yaitu dalam kisaran 40%-80,9%. Temuan-temuan ini menurut WHO menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dalam kategori berat dan membutuhkan penanganan serius. Yayasan pendidikan Yadika Natar merupakan yayasan pendidikan terbesar di Kecamatan Natar yang meliputi SMP, SMA dan SMK. Dari hasil skrining anemia pada tahun 2021, didapatkan prevalensi anemia di SMA Yadika Natar didapatkan sebesar 47%. Upaya kesehatan yang telah dilakukan pihak sekolah antara lain dengan program pemberian TTD melalui kerja sama dengan pihak puskesmas, namun tidak ada kontrol dalam kepatuhan minum TTD. Untuk itu upaya lain sebaiknya perlu dipertimbangkan misalnya dengan melibatkan peran serta dari kelompok sebaya yaitu dengan pembentukan SAHABAT CERIA untuk meningkatkan kepatuhan minum TTD dalam rangka menurunkan prevalensi anemia. Kegiatan pengabdian ini mencakup pembentukan SAHABAT CERIA putri dengan cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan konseling, serta penyusunan media informasi tentang anemia, penanganan anemia dan program TTD pada remaja putri. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kepatuhan minum TTD remaja putri SMA Yadika Natar, yang pada akhirnya akan dapat menurunkan prevalensi anemia dan meningkatkan status kesehatan remaja putri. Kata kunci: Anemia, Remaja putri, SAHABAT CERIA.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SOSIALISASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ALAM LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PENGENALAN DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Suwandi, Jhons Fatriyadi; Fitria, Saftarina; Zuraida, Reni; Kurniawan, Betta; Kartika, Juspeni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3377

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) ini saat ini menjadi bagian beban ganda epidemiologi di dunia dan khususnya di Indonesia. Angka morbiditas PTM dari tahun ke tahun cenderung meningkat baik pada tatanan global, manupun nasional dan Provinsi Lampung. Terdapat 4 faktor yang telah diidentifikasi menjadi faktor resiko bersama PTM sehingga dapat meningkatkan morbiditas PTM yaitu konsumsi tembakau (rokok), kurangnya aktivitas fisik, penyalahgunaan alkohol serta diet yang tidak sehat. Penanggulangan PTM melalui upaya kesehatan masyarakat terdiri dari upaya pencegahan melalui promosi kesehatan, deteksi dini factor risiko, dan perlindungan khusus yang menitikberatkan pada faktor risiko yang dapat diubah. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekolah khususnya siswa Sekolah Menengah Alam Lampung tentang Implementasi upaya pencegahan (CERDIK) dan upaya pengendalian (PATUH) PTM. Metode yang digunakan untuk memenuhi tujuan pengabdian ini adalah penyuluhan dengan cara ceramah interaktif. Evaluasi kegiatan pengabdian ini mencakup evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Evaluasi awal dilakukan dengan pre-test. Evaluasi proses dengan melihat respson khalayak sasaran. Evaluasi akhir dilakukan dengan post-test. Adanya peningkatan nilai rerata saat post test dibandingkan dengan pretest dan nilai rerata post test lebih dari 70 poin maka penyuluhan dapat dikatakan memenuhi sasaran. Berdasarkan hasil pengabdian ini tampak adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman khalayak sasaran tentang PTM dan cara pencegahan serta upaya pengendaliannya dengan konsep CERDIK dan PATUH
PENINGKATAN PEMAHAMAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH ALAM LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PENGENALAN DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Suwandi, Jhons Fatriyadi; Saftarina, Fitria; Zuraida, Reni; Kurniawan, Betta; Kartika, Juspeni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3533

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya preventif perlu diterapkan sejak dini, terutama melalui lingkungan pendidikan, dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan sebagai agen penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Alam Lampung tentang strategi pencegahan dan pengendalian PTM, serta memperkuat peran mereka sebagai pendidik dan teladan dalam upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah dan keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi, disertai evaluasi proses dan evaluasi pre-test serta post-test. Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,0001) rata-rata skor pre-test (55,43) dan post-test (80,62) peserta. Hampir seluruh peserta mencapai skor di atas ambang batas kelulusan, yang menunjukkan keberhasilan kegiatan penyuluhan ini. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman khalayak sasaran mengenai pencegahan PTM melalui konsep CERDIK dan pengendalian PTM melalui pendekatan PATUH.
Co-Authors - Sulyaprilawati Achfisti, Sayidina Umar Achmad, Bilal Ajeng Defriyanti Pusparini Alfhad, Haekal Ali Khomsan Alkautsar, Ahmad Ananda Christie Angelin Andana, Luthfi Shiba Angraini, Dian I Anis Permanasari Anthia Vradinatika Anwari, Riski Handiani Aprilliana, Ety Ari Wahyuni Astiti, Feni ASY SYADZALI ATIKA RAHMAWATI Audiani, Syafira Alifia Ayu Aprilia Ayu Paramita, Nadhea Balqis, Fatimah El Bawono, Aloysius Krishartadi Damar Bayu Anggileo Pramesona Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Budiarti, Khusnul Rohmah Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Dadang Sukandar Dani Kartika Sari Daulay, Suryani Agustina Desmayanti Eka Saputri Desmayanti Eka Saputri Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian I Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dieni Septiawati Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ebti Rizki Utami Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Endah Setyaningrum, Endah Ety Apriliana Eveline Margo, Eveline Fadilah, Arifah Afkar Faridah Alatas Fauziah Lubis Fayola, Diva Firmansyah, Jaya Fitria Saftarina Fitria, Aghniya Rizqy Fitria, Saftarina Gantarialdha, Nadya Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Gustiar, Husaini Hadi Riyadi Hamidah, Hasna Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardianto, Devina Hasanah, Sabila Huwaidy, Alwan Hibban Al Ilmyasri, Siti Amalya Indah Anita Dewi, Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Ivantirta, Ian Izzah, Asiah Nurul Jausal, Anisa Nuraisa Jessica Putri Anumpitan Jhons Fatriyadi Suwandi Kartika, Juspeni Keumala Hayati Khairun Nisa Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Lantani Nafisah Heviana Larasati, Ratri Mauluti Listiani, Farida Lucky Indar Wigati Luthfi Aulia Oktofani M. Agung Prasetya Adnyana Yoga M.Rizki Fathurrohim Maharani, Jihan Azita Manik, Ipan Jeremia Marga, Muhammad Panji Marzon, Mafalda Meiyanti Mellisa, Stefani Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mubina, Jundi Fathan Muhammad Abdul Ghoni Sutardi Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusha Akbar Mukhlis Imanto Mukti, Bagas Nadia, Elisabet Alva Nailul Azizah Nasyafa, Syabila Febrilia Nisa Arifah Novi Nurhayati, Novi Novianty, Detty Nurlis Mahmud Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktarlina, Razmi Zakiah Oktavia, Rizwiki Pambelo, Adli Sutan Pemula, Giok Prambudi Rukmono Pramudyawati, Yustika Puspita, Anjar Junia Putri, Cindy Aisyah Putri, Nedhea Mutiara Putri, Sisy Rizkia Putri, Tiara Triwansa Putu Arya Indira Prameswari Qonita, Adzrok Qurotulnguyun, Lutfia Radinal Mauludi Rahmadani, Letifa Rahmawati, Ona Rahmayani, Fidha Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Agustin Revika Gina Luthfiya Rika Lisiswanti Rizki Arisandi Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Dea Muthia Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Dicky Ardian Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shoafa Marwah Sihombing, Dewi Patresia Siregar, Wanda Feranti Siti mutmainnah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Surriandari, Latifah Dwi Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Susmalini, Susmalini Sutanto Sutanto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syafni, Alma Nazelia Syahrul Hamidi Nasution TA Larasati Tasya Putri Atma Utami Raka Tondi Rosalinda Mandalahi Tri Umiana Soleha Tsanya, Nayla Priyanka Dara Tutik Ernawati Ukhron Novansyah Vermitia Veronica Debora W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yahmal, Putri Yaktiworo Indriani Yaktoworo Indriani Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yohana Yulia Puspita Sari Yunianto, Andi Eka Zahran, Muhammad Alif Zakiah Zakiah Zamahsjari Sahli Zefanya Angie