p-Index From 2021 - 2026
13.645
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Medula Juke Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Sari Pediatri Journal of Medicine and Health Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Community Development Journal Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research JKPBL (Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nusantara Hasana Journal Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) International Journal of Advanced Health Science and Technology Journal Of World Science Jurnal Sylva Lestari JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) International Journal of Health, Engineering and Technology Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Majority Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Journal of Medicine and Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KAPASITAS POSYANDU DALAM DETEKSI DINI DAN OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BANJAR AGUNG, LAMPUNG SELATAN Zuraida, Reni; Larasati, Ratri Mauluti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3562

Abstract

Periode balita merupakan masa krusial dalam tumbuh kembang anak yang sangat menentukan kualitas hidup mereka di masa depan. Namun, keterbatasan akses informasi dan edukasi, terutama di daerah pedesaan, sering kali menjadi hambatan dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan kader Posyandu tentang pentingnya deteksi dini, nutrisi, serta stimulasi tumbuh kembang balita melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode kegiatan meliputi penyusunan materi penyuluhan, pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi, serta pengukuran antropometri balita sebagai bentuk pemantauan langsung. Penyuluhan interaktif dilaksanakan di Posyandu Cut Mutya, Desa Banjar Agung, dengan menggunakan media pendukung seperti leaflet dan banner, serta permainan tanya jawab untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta, dengan skor rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test . Aktivitas interaktif dan penggunaan media visual terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan tingkat pendidikan yang beragam. Selain itu, pengukuran antropometri memberikan data penting untuk memantau status gizi anak dan memberikan umpan balik langsung kepada orang tua. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan balita, sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor direkomendasikan untuk mendukung upaya preventif dan promotif kesehatan balita di Indonesia. Kata kunci: Deteksi dini, Posyandu, Penyuluhan, Stunting, Tumbuh kembang anak.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pedagang Jajanan Anak Sekolah Dasar terhadap Penggunaan Pewarna Metanil Yellow di Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2015 Reni Zuraida; Oktadoni Saputra; Zamahsjari Sahli; Ayu Aprilia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pewarna metanil yellow banyak disalahgunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Metanil yellow banyak ditemukan pada jajanan seperti kerupuk, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, jipang dan ikan asap. Metanil yellow akan menyebabkan iritasi saluran cerna, perubahan histopatologi lambung, usus, hati, dan ginjal serta neurotoksisitas. Kurangnya pengetahuan dan sikap pedagang jajanan sekolah dasar menyebabkan masih tingginya penggunaan metanil yellow. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pedagang jajanan yang memakai metanil yellow akan dilakukan wawancara mendalam. Hasil wawancara diketik dan akan disortir selanjutnya akan dilakukan coding sehingga dapat menentukan tema. Berdasarkan data kualitatif didapatkan alasan ekonomi, pengalaman dari pedagang sebelumnya, akses mendapatkan perwarna yang mudah dan kurangnya pengawasan Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan BPOM merupakan faktor yang mempengaruhi pedagang dalam penggunaan Metanil Yellow. Kata kunci:  metanil yellow, pedagang jajanan, pengetahuan, sikap
Penatalaksanaan Holistik Diabetes Melitus dengan Komplikasi Ulkus Diabetikum pada Wanita Usia 63 Tahun Reni Zuraida; TA Larasati; Dani Kartika Sari; Faridah Alatas; Fauziah Lubis
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPJS penyakit Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit yang menghabiskan biaya besar. Pada tahun 2015, DM dan komplikasinya dilaporkan telah menghabiskan 33% dari total anggaran sistem pelayanan nasional. Kasus DM sering ditemukan dengan komplikasi sehingga berpeluang besar menghabiskan biaya perawatan yang tinggi. Penderita DM dengan komplikasi mengalami ketidakseimbangan antara aspek biologis dan psikososial. Kondisi ini menyebabkan lansia rentan depresi. Pengelolaan secara holistik diharapkan dapat memperbaiki kondisi secara fisik, psikologis serta perubahan perilaku sehingga kualitas hidup penderita akan meningkat. Kasus pada jurnal adalah seorang pasien wanita usia 63 tahun penderita DM tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah pasien untuk melengkapi data keluarga, okupasi psikososial,lingkungan, penilaian activity daily living menggunakan Katz Indeks serta penilaian tingkat depresi dengan GDS. Intervensi dilakukan secara patient center dan family focus. Terjadi perubahan setelah dilakukan intervensi. Dalam aspek personal, kekhawatiran pasien berkurang meskipun harapannya belum tercapai. Dalam aspek risiko internal, terjadi penurunan kadar gula darah sewaktu, perubahan pola makan serta perubahan skor aktivitas fisik pasien dan tingkat depresi yang dinilai dengan Katz Indeks dan GDS. Dalam aspek psikososial, terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pada pasien dan keluarga dalam hal pengobatan DM dan perawatan ulkus DM. Derajat fungsional pasien mampu melakukan kegiatan ringan. Penatalaksanaan holistik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan penurunan biaya perawatan. Dalam melakukan intervensi terhadap tidak hanya memandang dalam hal klinis tetapi juga psikososialnya, sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan yang holistik, komperhensif dan berkesinambungan.Kata kunci: diabetes melitus, komplikasi, komprehensif
Potensi Probiotik Dalam Mikrobiota Usus Sebagai Target Pengobatan Diabetes Mellitus Lucky Indar Wigati; Reni Zuraida; Dewi Nur Fiana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini intervensi gaya hidup merupakan bukti kuat dalam mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2  termasuk diantaranya modifikasi asupan makanan dan berolahraga, dengan tujuan defisit energi dan menurunkan berat badan. Mikrobiota diketahui sangat penting untuk pengembangan sistem kekebalan dan homeostasis tubuh. Disbiosisdalam komposisi dan fungsi mikrobiota usus berkaitan dengan respons imun dan perkembangan penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus tipe 2. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa perubahan dalam mikrobiota usus yang berkaitan dengan genetika dan diet host, serta  faktor lingkungan lainnya dapat berkontribusi pada patogenesisdiabetes dan komplikasinya. Efek terapeutik obat diabetes mellitus tipe 2 juga sebagian dimediasi oleh mikroba usus misalnya pada metformin yang banyak digunakan saat ini. Sehingga terdapat potensi yang besar untuk penggunaan mikrobiota dalam aplikasi klinis untuk memahami dan mengobati diabetes. Mikrobiota usus berkontribusi secara signifikanterhadap prediksi respon glikemik dan perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh gaya hidup secara mekanis berimplikasi pada aspek perkembangan penyakit. Dengan demikian, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui potensi dari penggunaan mikrobiota usus, dengan kapasitasnya untuk dimodifikasi dalam pengembangan strategipencegahan dan pengobatan untuk hiperglikemia dan diabetes tipe 2 pada manusia di masa yang akan datang. Kata kunci: diabetes mellitus, probiotik
Pendekatan Holistik Pada Ny. I Umur 27 Tahun Dengan Demam Tifoid Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari Muhammad Yusha Akbar; Reni Zuraida
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp45-55

Abstract

Di Indonesia, insiden Demam Tifoid berkisar antara 350-810 per 100.000 penduduk dengan prevalensi penyakit sebesar 1,6% dan menduduki urutan ke 5 penyakit menular yang terjadi pada semua usia serta menjadi urutan ke 15 penyebab kematian pada semua usia di Indonesia. Penyakit ini penting untuk ditatalaksana secara komprehensif agar tujuan pengobatan dapat tercapai. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patientcentered dan family approach. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Sebelum dilakukan intervensi, pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya dan kebersihan diri kurang. Pengetahuan keluarga tentang Demam Tifoid masih rendah. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan perbaikan skor pengetahuan pasien dan keluarganya yang meningkat sebanyak 50 poin. Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga Ny. I usia 27 tahun dengan Demam Tifoid yang disesuaikan berdasarkan diagnostik holistik awal. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir. Kata Kunci: Demam Tifoid, Dokter Keluarga, Penatalaksanaan Holistik
Peningkatan Pemahaman Mengenai Diet Gagal Ginjal Kronis pada Pasien Hemodialisa Angraini, Dian Isti; Yoga, Made Agung Prasetya Adnyana; Susmalini, Susmalini; Zuraida, Reni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6133

Abstract

Lebih dari 90% pasien dengan penyakit ginjal kronik menerima hemodialisa. Kepatuhan diet pasien hemodialisa merupakan salah satu faktor penentu kualitas hidup pasien. Pemahaman peserta kegiatan ini mengenai diet gagal ginjal kronis lebih dari 50% belum baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis. Metode yang akan dilakukan adalah dengan edukasi (promosi) kesehatan mengenai diet gagal ginjal kronis yang sesuai bagi pasien yang menjalani hemodialisa. Kegiatan ini dilakukan di instalasi hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, pada tanggal 26 Oktober 2024, dengan peserta sebanyak 40 orang pasien hemodialisa. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa 87,5% peserta mengalami peningkatan pemahaman hingga mencapai kategori baik, 12,5% peserta memiliki pemahaman yang tergolong cukup baik, dan 100% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai definisi, patofisiologi dan penyebab penyakit gagal ginjal kronis, gambaran hemodialisa, diet yang sesuai dengan penyakit dan kondisi hemodialisa termasuk pembatasan cairan dan protein, serta contoh menu makanan. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pasien hemodialisa dalam pengelolaan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini terbukti efektif
Analisis Perbandingan Protein Hewani dan Nabati dalam Memenuhi Asupan Protein Harian Zahira Farini Hasbani; Dian Isti Angraini; Terza Afika Happy; Reni Zuraida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9542

Abstract

Protein is an essential macronutrient that plays a crucial role in growth, tissue repair, enzyme and hormone synthesis, and in supporting metabolic and immune functions. This study aims to comparatively analyze the effectiveness of animal and plant proteins in meeting daily protein requirements. The method used is a literature review by examining 19 scientific journal articles and official reports that discuss the role of protein, amino acid quality, bioavailability, and the long‑term health impacts of each protein source. The analysis shows that animal protein has high biological quality, contains all essential amino acids, and is easily absorbed by the body, making it effective in supporting growth, muscle mass development, and metabolic functions. Meanwhile, plant protein, although some sources lack certain essential amino acids, offers long‑term health benefits, is low in cholesterol, high in fiber, and environmentally friendly. Combining various plant protein sources can ensure the intake of all essential amino acids. In conclusion, the optimal strategy for meeting daily protein needs is to combine animal and plant proteins, thereby supporting high nutritional quality, optimal growth and body function, as well as long‑term health and environmental sustainability. These findings provide an important reference for the general public, nutritionists, and policymakers in designing healthy and balanced dietary patterns.
Peran Asupan Zink dan Vitamin D terhadap Perkembangan Kognitif dan Fisik Anak Rojwa Azka Syakira; Dian Isti Angraini; Muhammad Aditya; Reni Zuraida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9543

Abstract

Physical and cognitive development in children are strongly affected by adequate intake of zinc and vitamin D, as both nutrients play essential roles in bone formation, motor skills, immune function, and neurocognitive processes such as memory and learning. This review compiles evidence from studies published over the last decade showing that sufficient zinc intake is linked to improved linear growth, neuromuscular coordination, and overall motor performance. Meanwhile, vitamin D supports optimal absorption of calcium and phosphorus, promotes skeletal integrity, and may also contribute to cognitive development. Several studies emphasize the synergistic relationship between zinc and vitamin D, particularly through vitamin D receptor activity that involves zinc-finger domains, highlighting how deficiencies in both nutrients can increase the risk of impaired growth and cognitive delays in children. The findings underscore the importance of ensuring adequate nutritional intake through balanced diets, appropriate sunlight exposure, food fortification programs, and targeted supplementation for vulnerable populations. Addressing these nutritional needs is crucial for supporting optimal physical growth, brain development, and long-term health outcomes in children.
Efektivitas Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil : Literature Review Kurnia Eka Putri; Reni Zuraida; Linda Septiani; Dian Isti Angraini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.10014

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of nutrition education in improving adherence to iron tablet consumption among pregnant women through a synthesis of several studies using various educational approaches. The method used was a literature review of six studies with pre-experimental to quasi-experimental designs involving educational interventions through booklets, demonstrations, lectures, digital media, and family-based education. The synthesis results showed that all forms of nutrition education provided significant improvements in knowledge, attitudes, adherence to iron tablet consumption, and, in some studies, physiological improvements in hemoglobin levels and a decrease in the prevalence of anemia. The discussion emphasized that the effectiveness of education is influenced by the depth of the material, delivery method, family involvement, and sustainability of the intervention; a more comprehensive approach tends to produce stronger behavioral changes. In conclusion, nutrition education is a proven effective and essential intervention in improving adherence to iron tablet consumption among pregnant women and supporting efforts to prevent anemia during pregnancy.  
Efektivitas diet bebas gluten dalam menurunkan gejala dan peradangan mukosa pada celiac disease⁠: A systematic review Ulinnuha, Najwa; Djausal, Anisa Nuraisa; Tampubolon, Lydia Theresia; Zuraida, Reni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Celiac disease is a chronic autoimmune disorder triggered by gluten consumption, leading to persistent intestinal inflammation, villous atrophy, and a wide range of gastrointestinal and extraintestinal symptoms. If left untreated, ongoing mucosal damage may result in malabsorption and long-term complications. A gluten-free diet (GFD) is currently the only established therapeutic approach; however, its effectiveness in alleviating clinical symptoms and promoting mucosal healing requires comprehensive evaluation. Purpose: To systematically review scientific evidence regarding the effectiveness of a gluten-free diet in reducing clinical symptoms and intestinal mucosal inflammation in patients with celiac disease. Method: This was a systematic literature review conducted based on the PRISMA guidelines. A literature search was conducted through PubMed, Scopus, and Web of Science databases using keywords related to celiac disease and gluten-free diets for the period 2019–2025. Results: Ten articles met the inclusion criteria. The study results showed that adherence to a gluten-free diet was associated with a significant reduction in gastrointestinal symptoms, a decrease in serological inflammatory markers, and histopathological improvement in the intestinal mucosa, including villous regeneration and decreased intraepithelial lymphocyte infiltration. Conclusion: A gluten-free diet is an effective primary intervention in controlling celiac disease activity, characterized by a reduction in clinical symptoms, improvement in inflammatory markers, and restoration of the intestinal mucosa..   Keywords: Celiac Disease; Gluten-Free Diet; Intestinal Inflammation; Mucosal Healing; Systematic Review.   Pendahuluan: Penyakit celiac adalah gangguan autoimun kronis yang dipicu oleh konsumsi gluten yang menyebabkan peradangan usus yang terus-menerus, atrofi vili, dan berbagai gejala gastrointestinal dan ekstra gastrointestinal. Apabila tidak diobati, kerusakan mukosa yang berkelanjutan dapat mengakibatkan malabsorpsi dan komplikasi jangka panjang. Gluten-Free Diet (GFD) saat ini merupakan satu-satunya pendekatan terapeutik yang telah terbukti; namun efektivitasnya dalam mengurangi gejala klinis dan mendorong penyembuhan mukosa memerlukan evaluasi komprehensif. Tujuan: Untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas diet bebas gluten dalam menurunkan gejala klinis dan peradangan mukosa usus pada pasien dengan celiac disease melalui pendekatan systematic literature review. Metode: Penelitian systematic literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci terkait celiac disease dan gluten-free diet pada periode 2019–2025. Hasil: Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap diet bebas gluten berhubungan dengan penurunan signifikan gejala gastrointestinal, penurunan marker inflamasi serologis, serta perbaikan histopatologi mukosa usus berupa regenerasi vili dan penurunan infiltrasi limfosit intraepitel. Simpulan: Diet bebas gluten merupakan intervensi utama yang efektif dalam mengendalikan aktivitas penyakit celiac, ditandai dengan penurunan gejala klinis, perbaikan marker inflamasi, serta pemulihan mukosa usus.   Kata Kunci: Diet Bebas Gluten; Penyakit Celiac; Penyembuhan Mukosa; Peradangan Usus; Tinjauan Sistematis
Co-Authors - Sulyaprilawati Achfisti, Sayidina Umar Ajeng Defriyanti Pusparini Alfhad, Haekal Ali Khomsan Alkautsar, Ahmad Ananda Christie Angelin Angraini, Dian I Anis Permanasari Anthia Vradinatika Anwari, Riski Handiani Aprilliana, Ety Ari Wahyuni Astiti, Feni ASY SYADZALI ATIKA RAHMAWATI Audiani, Syafira Alifia Ayu Aprilia Ayu Paramita, Nadhea Balqis, Fatimah El Bayu Anggileo Pramesona Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Budiarti, Khusnul Rohmah Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Dadang Sukandar Dani Kartika Sari Daulay, Suryani Agustina Desmayanti Eka Saputri Desmayanti Eka Saputri Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian I Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dieni Septiawati Djausal, Anisa Nuraisa Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ebti Rizki Utami Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Endah Setyaningrum, Endah Enriko Aprilio Ernawaty, Tutik Ety Apriliana Eveline Margo, Eveline Fadilah, Arifah Afkar Faridah Alatas Fauziah Lubis Fayola, Diva Firmansyah, Jaya Fitria Saftarina Fitria, Aghniya Rizqy Fitria, Saftarina Gantarialdha, Nadya Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Hadi Riyadi Hamidah, Hasna Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardianto, Devina Hasanah, Sabila Huwaidy, Alwan Hibban Al Ilmyasri, Siti Amalya Indah Anita Dewi, Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Ivantirta, Ian Izzah, Asiah Nurul Jausal, Anisa Nuraisa Jessica Putri Anumpitan Jhons Fatriyadi Suwandi Kartika, Juspeni Keumala Hayati Khairun Nisa Khairun Nisa Kurnia Eka Putri Kurniawaty, Evi Lantani Nafisah Heviana Larasati, Ratri Mauluti Linda Septiani Listiani, Farida Lucky Indar Wigati Luthfi Aulia Oktofani M. Agung Prasetya Adnyana Yoga M.Rizki Fathurrohim Maharani, Jihan Azita Marga, Muhammad Panji Marzon, Mafalda Meiyanti Meiyanti Meiyanti, Meiyanti Mellisa, Stefani Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mubina, Jundi Fathan Muhammad Abdul Ghoni Sutardi Muhammad Aditya Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusha Akbar Mukhlis Imanto Mukti, Bagas Nadia, Elisabet Alva Nailul Azizah Nasyafa, Syabila Febrilia Nisa Arifah Noverika, Ruth Leria Novi Nurhayati, Novi Novianty, Detty Nurlis Mahmud Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktarlina, Razmi Zakiah Oktavia, Rizwiki Pambelo, Adli Sutan Pemula, Giok Prambudi Rukmono Pramudyawati, Yustika Puspita, Anjar Junia Putri Damayanti Putri, Cindy Aisyah Putri, Nedhea Mutiara Putri, Sisy Rizkia Putri, Tiara Triwansa Putu Arya Indira Prameswari Qonita, Adzrok Qurotulnguyun, Lutfia Radinal Mauludi Rahmadani, Letifa Rahmawati, Ona Rahmayani, Fidha Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Agustin Revika Gina Luthfiya Rika Lisiswanti Risti Graharti Rizki Arisandi Rojwa Azka Syakira Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Dea Muthia Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Dicky Ardian Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shoafa Marwah Sihombing, Dewi Patresia Siregar, Wanda Feranti Siti mutmainnah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Surriandari, Latifah Dwi Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Susmalini Susmalini, Susmalini Sutanto Sutanto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syafni, Alma Nazelia Syahrul Hamidi Nasution TA Larasati Tampubolon, Lydia Theresia Tasya Putri Atma Utami Raka Terza Afika Happy Tondi Rosalinda Mandalahi Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Ukhron Novansyah Ulinnuha, Najwa Vermitia Veronica Debora W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Waluyo Rudiyanto Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yadika, Adilla Dwi Nur Yahmal, Putri Yaktiworo Indriani Yaktoworo Indriani Yana, Risda Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yoga, Made Agung Prasetya Adnyana Yohana Yulia Puspita Sari Yunianto, Andi Eka Zahira Farini Hasbani Zakiah Zakiah Zamahsjari Sahli Zefanya Angie