p-Index From 2021 - 2026
14.695
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Medula Juke Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Sari Pediatri Journal of Medicine and Health Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Community Development Journal Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research JKPBL (Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nusantara Hasana Journal ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Journal of Language and Health Journal Of World Science Jurnal Sylva Lestari JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) International Journal of Health, Engineering and Technology Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Majority Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Journal of Medicine and Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Probiotik Dalam Mikrobiota Usus Sebagai Target Pengobatan Diabetes Mellitus Lucky Indar Wigati; Reni Zuraida; Dewi Nur Fiana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini intervensi gaya hidup merupakan bukti kuat dalam mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2  termasuk diantaranya modifikasi asupan makanan dan berolahraga, dengan tujuan defisit energi dan menurunkan berat badan. Mikrobiota diketahui sangat penting untuk pengembangan sistem kekebalan dan homeostasis tubuh. Disbiosisdalam komposisi dan fungsi mikrobiota usus berkaitan dengan respons imun dan perkembangan penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus tipe 2. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa perubahan dalam mikrobiota usus yang berkaitan dengan genetika dan diet host, serta  faktor lingkungan lainnya dapat berkontribusi pada patogenesisdiabetes dan komplikasinya. Efek terapeutik obat diabetes mellitus tipe 2 juga sebagian dimediasi oleh mikroba usus misalnya pada metformin yang banyak digunakan saat ini. Sehingga terdapat potensi yang besar untuk penggunaan mikrobiota dalam aplikasi klinis untuk memahami dan mengobati diabetes. Mikrobiota usus berkontribusi secara signifikanterhadap prediksi respon glikemik dan perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh gaya hidup secara mekanis berimplikasi pada aspek perkembangan penyakit. Dengan demikian, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui potensi dari penggunaan mikrobiota usus, dengan kapasitasnya untuk dimodifikasi dalam pengembangan strategipencegahan dan pengobatan untuk hiperglikemia dan diabetes tipe 2 pada manusia di masa yang akan datang. Kata kunci: diabetes mellitus, probiotik
Pendekatan Holistik Pada Ny. I Umur 27 Tahun Dengan Demam Tifoid Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari Muhammad Yusha Akbar; Reni Zuraida
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp45-55

Abstract

Di Indonesia, insiden Demam Tifoid berkisar antara 350-810 per 100.000 penduduk dengan prevalensi penyakit sebesar 1,6% dan menduduki urutan ke 5 penyakit menular yang terjadi pada semua usia serta menjadi urutan ke 15 penyebab kematian pada semua usia di Indonesia. Penyakit ini penting untuk ditatalaksana secara komprehensif agar tujuan pengobatan dapat tercapai. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patientcentered dan family approach. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Sebelum dilakukan intervensi, pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya dan kebersihan diri kurang. Pengetahuan keluarga tentang Demam Tifoid masih rendah. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan perbaikan skor pengetahuan pasien dan keluarganya yang meningkat sebanyak 50 poin. Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga Ny. I usia 27 tahun dengan Demam Tifoid yang disesuaikan berdasarkan diagnostik holistik awal. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir. Kata Kunci: Demam Tifoid, Dokter Keluarga, Penatalaksanaan Holistik
Analisis Perbandingan Protein Hewani dan Nabati dalam Memenuhi Asupan Protein Harian Zahira Farini Hasbani; Dian Isti Angraini; Terza Afika Happy; Reni Zuraida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9542

Abstract

Protein is an essential macronutrient that plays a crucial role in growth, tissue repair, enzyme and hormone synthesis, and in supporting metabolic and immune functions. This study aims to comparatively analyze the effectiveness of animal and plant proteins in meeting daily protein requirements. The method used is a literature review by examining 19 scientific journal articles and official reports that discuss the role of protein, amino acid quality, bioavailability, and the long‑term health impacts of each protein source. The analysis shows that animal protein has high biological quality, contains all essential amino acids, and is easily absorbed by the body, making it effective in supporting growth, muscle mass development, and metabolic functions. Meanwhile, plant protein, although some sources lack certain essential amino acids, offers long‑term health benefits, is low in cholesterol, high in fiber, and environmentally friendly. Combining various plant protein sources can ensure the intake of all essential amino acids. In conclusion, the optimal strategy for meeting daily protein needs is to combine animal and plant proteins, thereby supporting high nutritional quality, optimal growth and body function, as well as long‑term health and environmental sustainability. These findings provide an important reference for the general public, nutritionists, and policymakers in designing healthy and balanced dietary patterns.
Peran Asupan Zink dan Vitamin D terhadap Perkembangan Kognitif dan Fisik Anak Rojwa Azka Syakira; Dian Isti Angraini; Muhammad Aditya; Reni Zuraida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9543

Abstract

Physical and cognitive development in children are strongly affected by adequate intake of zinc and vitamin D, as both nutrients play essential roles in bone formation, motor skills, immune function, and neurocognitive processes such as memory and learning. This review compiles evidence from studies published over the last decade showing that sufficient zinc intake is linked to improved linear growth, neuromuscular coordination, and overall motor performance. Meanwhile, vitamin D supports optimal absorption of calcium and phosphorus, promotes skeletal integrity, and may also contribute to cognitive development. Several studies emphasize the synergistic relationship between zinc and vitamin D, particularly through vitamin D receptor activity that involves zinc-finger domains, highlighting how deficiencies in both nutrients can increase the risk of impaired growth and cognitive delays in children. The findings underscore the importance of ensuring adequate nutritional intake through balanced diets, appropriate sunlight exposure, food fortification programs, and targeted supplementation for vulnerable populations. Addressing these nutritional needs is crucial for supporting optimal physical growth, brain development, and long-term health outcomes in children.
Efektivitas Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil : Literature Review Kurnia Eka Putri; Reni Zuraida; Linda Septiani; Dian Isti Angraini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.10014

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of nutrition education in improving adherence to iron tablet consumption among pregnant women through a synthesis of several studies using various educational approaches. The method used was a literature review of six studies with pre-experimental to quasi-experimental designs involving educational interventions through booklets, demonstrations, lectures, digital media, and family-based education. The synthesis results showed that all forms of nutrition education provided significant improvements in knowledge, attitudes, adherence to iron tablet consumption, and, in some studies, physiological improvements in hemoglobin levels and a decrease in the prevalence of anemia. The discussion emphasized that the effectiveness of education is influenced by the depth of the material, delivery method, family involvement, and sustainability of the intervention; a more comprehensive approach tends to produce stronger behavioral changes. In conclusion, nutrition education is a proven effective and essential intervention in improving adherence to iron tablet consumption among pregnant women and supporting efforts to prevent anemia during pregnancy.  
Efektivitas diet bebas gluten dalam menurunkan gejala dan peradangan mukosa pada celiac disease⁠: A systematic review Ulinnuha, Najwa; Djausal, Anisa Nuraisa; Tampubolon, Lydia Theresia; Zuraida, Reni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Celiac disease is a chronic autoimmune disorder triggered by gluten consumption, leading to persistent intestinal inflammation, villous atrophy, and a wide range of gastrointestinal and extraintestinal symptoms. If left untreated, ongoing mucosal damage may result in malabsorption and long-term complications. A gluten-free diet (GFD) is currently the only established therapeutic approach; however, its effectiveness in alleviating clinical symptoms and promoting mucosal healing requires comprehensive evaluation. Purpose: To systematically review scientific evidence regarding the effectiveness of a gluten-free diet in reducing clinical symptoms and intestinal mucosal inflammation in patients with celiac disease. Method: This was a systematic literature review conducted based on the PRISMA guidelines. A literature search was conducted through PubMed, Scopus, and Web of Science databases using keywords related to celiac disease and gluten-free diets for the period 2019–2025. Results: Ten articles met the inclusion criteria. The study results showed that adherence to a gluten-free diet was associated with a significant reduction in gastrointestinal symptoms, a decrease in serological inflammatory markers, and histopathological improvement in the intestinal mucosa, including villous regeneration and decreased intraepithelial lymphocyte infiltration. Conclusion: A gluten-free diet is an effective primary intervention in controlling celiac disease activity, characterized by a reduction in clinical symptoms, improvement in inflammatory markers, and restoration of the intestinal mucosa..   Keywords: Celiac Disease; Gluten-Free Diet; Intestinal Inflammation; Mucosal Healing; Systematic Review.   Pendahuluan: Penyakit celiac adalah gangguan autoimun kronis yang dipicu oleh konsumsi gluten yang menyebabkan peradangan usus yang terus-menerus, atrofi vili, dan berbagai gejala gastrointestinal dan ekstra gastrointestinal. Apabila tidak diobati, kerusakan mukosa yang berkelanjutan dapat mengakibatkan malabsorpsi dan komplikasi jangka panjang. Gluten-Free Diet (GFD) saat ini merupakan satu-satunya pendekatan terapeutik yang telah terbukti; namun efektivitasnya dalam mengurangi gejala klinis dan mendorong penyembuhan mukosa memerlukan evaluasi komprehensif. Tujuan: Untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas diet bebas gluten dalam menurunkan gejala klinis dan peradangan mukosa usus pada pasien dengan celiac disease melalui pendekatan systematic literature review. Metode: Penelitian systematic literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci terkait celiac disease dan gluten-free diet pada periode 2019–2025. Hasil: Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap diet bebas gluten berhubungan dengan penurunan signifikan gejala gastrointestinal, penurunan marker inflamasi serologis, serta perbaikan histopatologi mukosa usus berupa regenerasi vili dan penurunan infiltrasi limfosit intraepitel. Simpulan: Diet bebas gluten merupakan intervensi utama yang efektif dalam mengendalikan aktivitas penyakit celiac, ditandai dengan penurunan gejala klinis, perbaikan marker inflamasi, serta pemulihan mukosa usus.   Kata Kunci: Diet Bebas Gluten; Penyakit Celiac; Penyembuhan Mukosa; Peradangan Usus; Tinjauan Sistematis
The Effectiveness of Chicken Liver Sausage Consumption on Increasing Hemoglobin and Iron Levels in Anemic Adolescent Girls in High School Zuraida, Reni; Angraini, Dian Isti; Yunianto, Andi Eka; Ernawaty, Tutik; Meiyanti, Meiyanti; Yana, Risda
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp329-333

Abstract

Anemia in adolescent girls remains a public health problem in Indonesia. Low iron intake is a major contributing factor to anemia, while iron supplementation programs are not optimal due to low compliance. Chicken liver is a source of heme iron with high bioavailability, and sausage is a popular food product among adolescents. The purpose of this study was to assess the effectiveness of consuming selected formula chicken liver sausage on increasing hemoglobin and iron levels in anemic adolescent girls. This study used a quasi-experimental design with a pre-post test control group design conducted on 30 anemic female students divided into an intervention group (n=15) and a control group (n=14). The intervention group was given formula F6 chicken liver sausage for four weeks. Hemoglobin (Hb) and iron (Fe) levels were measured before and after the intervention. Analysis was performed using paired t-tests, Wilcoxon, and independent t-tests. The results showed a significant increase in Fe levels in the intervention group (Z = -2.272; p = 0.023), while the control group showed no significant changes (p = 0.272). Hb levels increased significantly in the control group (p = 0.002) but not in the intervention group (p = 0.057). Intergroup tests showed a significant difference in ΔFe (p = 0.026) but not in ΔHb (p = 0.308). Consumption of F6 formula chicken liver sausage effectively increased iron levels but did not significantly increase hemoglobin levels within the four weeks of intervention.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Terapi Hormonal: Studi Cross-Sectional Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto; Reni Zuraida; Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24456

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kepatuhan pengobatan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran medis yang menentukan keberhasilan terapi, terutama pada terapi hormonal yang berlangsung jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Populasi dan teknik sampling yaitu pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal dengan jumlah 120 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Uji Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (P-value 0,027), dukungan sosial (P-value 0,050), efikasi diri (P-value 0,002), efek samping pengobatan (P-value 0,001), hubungan dengan tenaga kesehatan (P-value 0,033), dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (P-value 0,019) dengan kepatuhan pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping pengobatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan OR 4,022 (CI 95%: 1,705-9,488) yang artinya pasien dengan efek samping ringan berpeluang 4,022 kali lebih tinggi untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang mengalami efek samping sedang-berat. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola efek samping untuk meningkatkan kepatuhan.
Education and Family Support are The Most Influential Factors on Diet Compliance of Hypertension Patients Angraini, Dian Isti; Lipoeto, Nur Indrawaty; Zuraida, Reni; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Yunianto, Andi Eka; Rahmadhani, Eka Putri
Media Gizi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v21i2.219-231

Abstract

The prevalence of hypertension has continued to increase in recent years, highlighting the importance of dietary compliance among patients. This study aimed to analyze the factors influencing the dietary compliance of patients with hypertension. The study procedures were carried out using an observational analytical method with a cross-sectional design from April to October 2023 in the working area of the Kedaton Public Health Center in Bandar Lampung City. The sample population comprised 100 patients diagnosed with hypertension for at least the last 3 months who agreed to participate. The study variables were age, sex, knowledge, education, family income, attitude, motivation, self-efficacy, family support, food availability, psychological factors, health worker support, and diet compliance. Data were collected through interviews and validated questionnaires. Diet compliance was measured based on 2×24-hour food recall and compared with the standards (Recommended Daily Allowance). The data obtained were analyzed using chi-square and logistic regression analyses. The results showed that only 19% of patients with hypertension were compliant with the diet. In addition, knowledge, level of education, family income, attitude, motivation, self-efficacy, family support, food availability, psychological factors, and health worker support influenced diet compliance in patients with hypertension (p<0.05). The most influential factors were education and family support. The results of this study show the importance of educational interventions and increasing the role of the family in supporting the successful diet management of hypertensive patients to maintain normal blood pressure and prevent complications.  
DETERMINANTS OF ANEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMA NEGERI 3 BENGKULU: A CROSS-SECTIONAL STUDY Risda Yana; Reni Zuraida; Susianti Susianti; Dian Isti Angraini; Wuryaningsih Wuryaningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10761

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health challenge that has not been fully resolved, particularly because this condition has wide-ranging impacts on various aspects of adolescents’ lives from impaired growth and development, decreased concentration during learning, reduced daily productivity, to an increased risk of reproductive system disorders. The aim of this study was to identify the determinants of anemia among female students at SMA Negeri 3 Bengkulu City. The study was designed using an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 131 tenth-grade students aged 15 to 17 years were selected as participants through simple random sampling. Hemoglobin levels were directly measured using a rapid-test–based Hb meter. The variables examined included nutritional status, chronic energy deficiency, duration of menstruation, adequacy of nutrient intake, level of compliance in consuming iron supplement tablets, and the extent of peer support received. Data were analyzed using the chi-square test for bivariate analysis and the backward Wald method of multiple logistic regression for multivariate analysis. The study found that one in four respondents (25.2%) was confirmed to have anemia. Through multivariate modeling, it was revealed that four factors significantly influenced the occurrence of anemia nutritional status, duration of menstruation, adequacy of protein intake, and the presence of social support from peers with nutritional status emerging as the strongest predictor. Therefore, anemia prevention interventions should prioritize comprehensive improvement of nutritional status, increased consumption of adequate protein, monitoring of menstrual patterns and duration, as well as empowerment of peer networks as health support agents within the school environment. ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi, terutama karena kondisi ini berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari terhambatnya tumbuh kembang, menurunnya daya konsentrasi saat belajar, berkurangnya produktivitas harian, hingga timbulnya risiko gangguan pada sistem reproduksi. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan kejadian anemia di kalangan siswi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Studi dirancang menggunakan metode observasional analitik berpendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 131 siswi kelas X dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun dipilih sebagai partisipan melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Kadar hemoglobin diukur secara langsung menggunakan alat Hb meter berbasis rapid test. Variabel yang diteliti meliputi status gizi, kondisi kekurangan energi kronik, lama hari menstruasi, kecukupan asupan zat gizi, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen tablet tambah darah, serta sejauh mana dukungan yang diperoleh dari teman sebaya. Pengolahan data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda metode backward Wald untuk analisis multivariat. Studi ini menemukan bahwa satu dari empat responden (25,2%) terkonfirmasi mengalami anemia. Melalui pemodelan multivariat, terungkap bahwa empat faktor secara bermakna memengaruhi kejadian anemia, yakni status gizi, lama menstruasi, kecukupan asupan protein, dan keberadaan dukungan sosial dari teman sebaya, dengan status gizi menempati posisi sebagai prediktor paling kuat. Dengan demikian, intervensi pencegahan anemia hendaknya diprioritaskan pada perbaikan status gizi secara menyeluruh, peningkatan konsumsi protein yang memadai, pemantauan pola dan durasi siklus menstruasi, serta pemberdayaan jaringan teman sebaya sebagai agen dukungan kesehatan di lingkungan sekolah.
Co-Authors - Sulyaprilawati Achfisti, Sayidina Umar Adilla Dwi Nur Yadika Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Ajeng Defriyanti Pusparini Alfhad, Haekal Ali Khomsan Alkautsar, Ahmad Ananda Christie Angelin Angraini, Dian I Anthia Vradinatika Anwari, Riski Handiani Aprilliana, Ety Ari Wahyuni Arron Nathaniel Ginting Astiti, Feni ASY SYADZALI ATIKA RAHMAWATI Audiani, Syafira Alifia Ayu Aprilia Ayu Paramita, Nadhea Balqis, Fatimah El Bayu Anggileo Pramesona Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Dadang Sukandar Dani Kartika Sari Daulay, Suryani Agustina Desmayanti Eka Saputri Desmayanti Eka Saputri Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian I Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dieni Septiawati Djausal, Anisa Nuraisa Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ebti Rizki Utami Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Endah Setyaningrum, Endah Enriko Aprilio Ernawaty, Tutik Ety Apriliana Eveline Margo, Eveline Fadilah, Arifah Afkar Faridah Alatas Fauziah Lubis Fayola, Diva Firmansyah, Jaya Fitri Az Zahra Fitria Saftarina Fitria, Aghniya Rizqy Fitria, Saftarina Fitriatsani, Aulia Nur Gantarialdha, Nadya Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Hadi Riyadi Hamidah, Hasna Hanna Mutiara Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardianto, Devina Hasanah, Sabila Huwaidy, Alwan Hibban Al Ilmyasri, Siti Amalya Indah Anita Dewi, Indri Windarti Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Ivantirta, Ian Izzah, Asiah Nurul Jausal, Anisa Nuraisa Jessica Putri Anumpitan Jhons Fatriyadi Suwandi Jhons Fatriyadi Suwandi Kartika, Juspeni Keumala Hayati Keyla Aisya Putri Khairun Nisa Khairun Nisa Khoirul Fatkhul Rizqi Kurnia Eka Putri Kurniawaty, Evi Laisa Azka Lantani Nafisah Heviana Larasati, Ratri Mauluti Linda Septiani Listiani, Farida Lucky Indar Wigati Lulu Asfi Assifa Luthfi Aulia Oktofani M. Agung Prasetya Adnyana Yoga M.Rizki Fathurrohim Made Agung Prasetya Adnyana Yoga Maharani, Jihan Azita Marga, Muhammad Panji Marzon, Mafalda Meiyanti Meiyanti Meiyanti, Meiyanti Mellisa, Stefani Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mubina, Jundi Fathan Muhammad Abdul Ghoni Muhammad Aditya Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusha Akbar Mukhlis Imanto Mukti, Bagas Nadia, Elisabet Alva Nailul Azizah Nasyafa, Syabila Febrilia Nisa Arifah Novi Nurhayati, Novi Novianty, Detty Nur Indrawaty Lipoeto Nurlis Mahmud Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktarlina, Razmi Zakiah Oktavia, Rizwiki Pambelo, Adli Sutan Pemula, Giok Prambudi Rukmono Pramudyawati, Yustika Puspita, Anjar Junia Putri Damayanti Putri, Cindy Aisyah Putri, Nedhea Mutiara Putri, Sisy Rizkia Putri, Tiara Triwansa Putu Arya Indira Prameswari Qonita, Adzrok Qurotulnguyun, Lutfia Radinal Mauludi Rahmadani, Letifa Rahmawati, Ona Rahmayani, Fidha Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Agustin Revika Gina Luthfiya Rika Lisiswanti Risda Yana Rizki Arisandi Rojwa Azka Syakira Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Dea Muthia Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Dicky Ardian Selvi Marcellia Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shoafa Marwah Sihombing, Dewi Patresia Siregar, Wanda Feranti Siti mutmainnah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Suharmanto Suharmanto Surriandari, Latifah Dwi Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susmalini Susmalini Susmalini Susmalini, Susmalini Sutanto Sutanto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syafni, Alma Nazelia Syahrul Hamidi Nasution TA Larasati Tampubolon, Lydia Theresia Tasya Putri Atma Utami Raka Terza Afika Happy Tondi Rosalinda Mandalahi Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Ukhron Novansyah Ulinnuha, Najwa Vermitia Veronica Debora W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Wuryaningsih Wuryaningsih Yahmal, Putri Yaktiworo Indriani Yaktoworo Indriani Yana, Risda Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yohana Yulia Puspita Sari Yunianto, Andi Eka Zahira Farini Hasbani Zakiah Zakiah Zamahsjari Sahli Zefanya Angie