Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KAPASITAS POSYANDU DALAM DETEKSI DINI DAN OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BANJAR AGUNG, LAMPUNG SELATAN Zuraida, Reni; Larasati, Ratri Mauluti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3562

Abstract

Periode balita merupakan masa krusial dalam tumbuh kembang anak yang sangat menentukan kualitas hidup mereka di masa depan. Namun, keterbatasan akses informasi dan edukasi, terutama di daerah pedesaan, sering kali menjadi hambatan dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan kader Posyandu tentang pentingnya deteksi dini, nutrisi, serta stimulasi tumbuh kembang balita melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode kegiatan meliputi penyusunan materi penyuluhan, pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi, serta pengukuran antropometri balita sebagai bentuk pemantauan langsung. Penyuluhan interaktif dilaksanakan di Posyandu Cut Mutya, Desa Banjar Agung, dengan menggunakan media pendukung seperti leaflet dan banner, serta permainan tanya jawab untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta, dengan skor rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test . Aktivitas interaktif dan penggunaan media visual terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan tingkat pendidikan yang beragam. Selain itu, pengukuran antropometri memberikan data penting untuk memantau status gizi anak dan memberikan umpan balik langsung kepada orang tua. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan balita, sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor direkomendasikan untuk mendukung upaya preventif dan promotif kesehatan balita di Indonesia. Kata kunci: Deteksi dini, Posyandu, Penyuluhan, Stunting, Tumbuh kembang anak.
Peningkatan pengetahuan masyarakat petani melalui edukasi kesehatan tentang pencegahan infeksi cacing di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Suwandi, Jhons Fatriyadi; Saftarina, Fitria; Mutiara, Hanna; Gustiar, Husaini; Achmad, Bilal; Manik, Ipan Jeremia; Andana, Luthfi Shiba; Zahran, Muhammad Alif; Bawono, Aloysius Krishartadi Damar; Tsanya, Nayla Priyanka Dara; Zuraida, Reni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35820

Abstract

Abstrak Infeksi soil transmitted helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada komunitas petani yang berisiko tinggi karena sering berinteraksi dengan tanah, minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta kondisi sanitasi dan higiene yang belum optimal. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti kecacingan STH, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas kerja dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengenai jenis, cara penularan, pencegahan, dan dampak infeksi cacing STH terhadap kesehatan melalui penyuluhan kesehatan. Target kegiatan adalah 80 orang anggota kelompok tani dan keluarga, namun pada pelaksanaannya tanggal 13 Agustus 2025, dihadiri oleh 16 orang petani dan didampingi penyuluh pertanian setempat. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian media edukasi sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest sebelum dan posttest setelah kegiatan, dengan uji statistik Wilcoxon untuk menguji perbedaan hasilnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan. Rerata skor dan nilai minimal meningkat dari 82,0 (37,5) menjadi 90,6 (62,5). Adanya perbedaan rerata skor yang bermakna antara pretest dan posttest (p = 0,009)) membuktikan keberhasilan kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam upaya menurunkan risiko infeksi kecacingan pada komunitas petani. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran mengenai infeksi STH. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kecacingan; penyuluhan kesehatan; petani; Lampung. Abstract Soil transmitted helminth (STH) infection remains a significant public health problem, especially among high-risk groups such as farming communities who have frequent contact with soil. The minimal use of Personal Protective Equipment (PPE) combined with inadequate sanitation and hygiene conditions can increase the risk of various environmentally-based infectious diseases, such as STH infection, which ultimately reduce work productivity and quality of life. This community service activity aimed to increase the knowledge of farmers in Gisting District, Tanggamus Regency, Lampung Province, regarding the types of STH worms that commonly infect humans, modes of transmission, prevention efforts, and their effects on health, through health education. The activity targeted members of farmer groups and their families, with an initial invitation extended to 80 farmers. The actual activity was carried out on August 13, 2025, attended by 16 farmers and accompanied by agricultural extension workers from the local Agricultural Extension Center (BPP). The methods used included interactive lectures, discussions, and the distribution of simple educational media. Evaluation was conducted using a pretest before and a posttest after the activity. The difference between the pre- and posttest results was analyzed using the Wilcoxon statistical test. The results demonstrated a significant increase in participants' knowledge about helminthiasis infection after the intervention. This was indicated by an increase in the mean score and minimum value from 82.0 (37.5) to 90.6 (62.5), and a statistically significant difference between the mean pretest and posttest scores (p = 0.009). This activity is expected to encourage changes in clean and healthy living behaviors (CHLB) to reduce the risk of helminth infection among the farming community. The conclusion is that there was a significant increase in the knowledge of the target audience following the implementation of this activity. Keywords: community service; helminth infection; health education; farmers; Lampung.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pedagang Jajanan Anak Sekolah Dasar terhadap Penggunaan Pewarna Metanil Yellow di Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2015 Reni Zuraida; Oktadoni Saputra; Zamahsjari Sahli; Ayu Aprilia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pewarna metanil yellow banyak disalahgunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Metanil yellow banyak ditemukan pada jajanan seperti kerupuk, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, jipang dan ikan asap. Metanil yellow akan menyebabkan iritasi saluran cerna, perubahan histopatologi lambung, usus, hati, dan ginjal serta neurotoksisitas. Kurangnya pengetahuan dan sikap pedagang jajanan sekolah dasar menyebabkan masih tingginya penggunaan metanil yellow. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pedagang jajanan yang memakai metanil yellow akan dilakukan wawancara mendalam. Hasil wawancara diketik dan akan disortir selanjutnya akan dilakukan coding sehingga dapat menentukan tema. Berdasarkan data kualitatif didapatkan alasan ekonomi, pengalaman dari pedagang sebelumnya, akses mendapatkan perwarna yang mudah dan kurangnya pengawasan Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan BPOM merupakan faktor yang mempengaruhi pedagang dalam penggunaan Metanil Yellow. Kata kunci:  metanil yellow, pedagang jajanan, pengetahuan, sikap
Penatalaksanaan Holistik Diabetes Melitus dengan Komplikasi Ulkus Diabetikum pada Wanita Usia 63 Tahun Reni Zuraida; TA Larasati; Dani Kartika Sari; Faridah Alatas; Fauziah Lubis
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPJS penyakit Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit yang menghabiskan biaya besar. Pada tahun 2015, DM dan komplikasinya dilaporkan telah menghabiskan 33% dari total anggaran sistem pelayanan nasional. Kasus DM sering ditemukan dengan komplikasi sehingga berpeluang besar menghabiskan biaya perawatan yang tinggi. Penderita DM dengan komplikasi mengalami ketidakseimbangan antara aspek biologis dan psikososial. Kondisi ini menyebabkan lansia rentan depresi. Pengelolaan secara holistik diharapkan dapat memperbaiki kondisi secara fisik, psikologis serta perubahan perilaku sehingga kualitas hidup penderita akan meningkat. Kasus pada jurnal adalah seorang pasien wanita usia 63 tahun penderita DM tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah pasien untuk melengkapi data keluarga, okupasi psikososial,lingkungan, penilaian activity daily living menggunakan Katz Indeks serta penilaian tingkat depresi dengan GDS. Intervensi dilakukan secara patient center dan family focus. Terjadi perubahan setelah dilakukan intervensi. Dalam aspek personal, kekhawatiran pasien berkurang meskipun harapannya belum tercapai. Dalam aspek risiko internal, terjadi penurunan kadar gula darah sewaktu, perubahan pola makan serta perubahan skor aktivitas fisik pasien dan tingkat depresi yang dinilai dengan Katz Indeks dan GDS. Dalam aspek psikososial, terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pada pasien dan keluarga dalam hal pengobatan DM dan perawatan ulkus DM. Derajat fungsional pasien mampu melakukan kegiatan ringan. Penatalaksanaan holistik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan penurunan biaya perawatan. Dalam melakukan intervensi terhadap tidak hanya memandang dalam hal klinis tetapi juga psikososialnya, sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan yang holistik, komperhensif dan berkesinambungan.Kata kunci: diabetes melitus, komplikasi, komprehensif
Potensi Probiotik Dalam Mikrobiota Usus Sebagai Target Pengobatan Diabetes Mellitus Lucky Indar Wigati; Reni Zuraida; Dewi Nur Fiana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini intervensi gaya hidup merupakan bukti kuat dalam mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2  termasuk diantaranya modifikasi asupan makanan dan berolahraga, dengan tujuan defisit energi dan menurunkan berat badan. Mikrobiota diketahui sangat penting untuk pengembangan sistem kekebalan dan homeostasis tubuh. Disbiosisdalam komposisi dan fungsi mikrobiota usus berkaitan dengan respons imun dan perkembangan penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus tipe 2. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa perubahan dalam mikrobiota usus yang berkaitan dengan genetika dan diet host, serta  faktor lingkungan lainnya dapat berkontribusi pada patogenesisdiabetes dan komplikasinya. Efek terapeutik obat diabetes mellitus tipe 2 juga sebagian dimediasi oleh mikroba usus misalnya pada metformin yang banyak digunakan saat ini. Sehingga terdapat potensi yang besar untuk penggunaan mikrobiota dalam aplikasi klinis untuk memahami dan mengobati diabetes. Mikrobiota usus berkontribusi secara signifikanterhadap prediksi respon glikemik dan perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh gaya hidup secara mekanis berimplikasi pada aspek perkembangan penyakit. Dengan demikian, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui potensi dari penggunaan mikrobiota usus, dengan kapasitasnya untuk dimodifikasi dalam pengembangan strategipencegahan dan pengobatan untuk hiperglikemia dan diabetes tipe 2 pada manusia di masa yang akan datang. Kata kunci: diabetes mellitus, probiotik
Pendekatan Holistik Pada Ny. I Umur 27 Tahun Dengan Demam Tifoid Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari Muhammad Yusha Akbar; Reni Zuraida
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp45-55

Abstract

Di Indonesia, insiden Demam Tifoid berkisar antara 350-810 per 100.000 penduduk dengan prevalensi penyakit sebesar 1,6% dan menduduki urutan ke 5 penyakit menular yang terjadi pada semua usia serta menjadi urutan ke 15 penyebab kematian pada semua usia di Indonesia. Penyakit ini penting untuk ditatalaksana secara komprehensif agar tujuan pengobatan dapat tercapai. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patientcentered dan family approach. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Sebelum dilakukan intervensi, pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya dan kebersihan diri kurang. Pengetahuan keluarga tentang Demam Tifoid masih rendah. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan perbaikan skor pengetahuan pasien dan keluarganya yang meningkat sebanyak 50 poin. Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga Ny. I usia 27 tahun dengan Demam Tifoid yang disesuaikan berdasarkan diagnostik holistik awal. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir. Kata Kunci: Demam Tifoid, Dokter Keluarga, Penatalaksanaan Holistik
Co-Authors - Sulyaprilawati Achfisti, Sayidina Umar Achmad, Bilal Ajeng Defriyanti Pusparini Alfhad, Haekal Ali Khomsan Alkautsar, Ahmad Ananda Christie Angelin Andana, Luthfi Shiba Angraini, Dian I Anis Permanasari Anthia Vradinatika Anwari, Riski Handiani Aprilliana, Ety Ari Wahyuni Astiti, Feni ASY SYADZALI ATIKA RAHMAWATI Audiani, Syafira Alifia Ayu Aprilia Ayu Paramita, Nadhea Balqis, Fatimah El Bawono, Aloysius Krishartadi Damar Bayu Anggileo Pramesona Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Budiarti, Khusnul Rohmah Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Dadang Sukandar Dani Kartika Sari Daulay, Suryani Agustina Desmayanti Eka Saputri Desmayanti Eka Saputri Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian I Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dieni Septiawati Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ebti Rizki Utami Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Endah Setyaningrum, Endah Ety Apriliana Eveline Margo, Eveline Fadilah, Arifah Afkar Faridah Alatas Fauziah Lubis Fayola, Diva Firmansyah, Jaya Fitria Saftarina Fitria, Aghniya Rizqy Fitria, Saftarina Gantarialdha, Nadya Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Gustiar, Husaini Hadi Riyadi Hamidah, Hasna Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardianto, Devina Hasanah, Sabila Huwaidy, Alwan Hibban Al Ilmyasri, Siti Amalya Indah Anita Dewi, Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Ivantirta, Ian Izzah, Asiah Nurul Jausal, Anisa Nuraisa Jessica Putri Anumpitan Jhons Fatriyadi Suwandi Kartika, Juspeni Keumala Hayati Khairun Nisa Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Lantani Nafisah Heviana Larasati, Ratri Mauluti Listiani, Farida Lucky Indar Wigati Luthfi Aulia Oktofani M. Agung Prasetya Adnyana Yoga M.Rizki Fathurrohim Maharani, Jihan Azita Manik, Ipan Jeremia Marga, Muhammad Panji Marzon, Mafalda Meiyanti Mellisa, Stefani Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mubina, Jundi Fathan Muhammad Abdul Ghoni Sutardi Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusha Akbar Mukhlis Imanto Mukti, Bagas Nadia, Elisabet Alva Nailul Azizah Nasyafa, Syabila Febrilia Nisa Arifah Novi Nurhayati, Novi Novianty, Detty Nurlis Mahmud Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktarlina, Razmi Zakiah Oktavia, Rizwiki Pambelo, Adli Sutan Pemula, Giok Prambudi Rukmono Pramudyawati, Yustika Puspita, Anjar Junia Putri, Cindy Aisyah Putri, Nedhea Mutiara Putri, Sisy Rizkia Putri, Tiara Triwansa Putu Arya Indira Prameswari Qonita, Adzrok Qurotulnguyun, Lutfia Radinal Mauludi Rahmadani, Letifa Rahmawati, Ona Rahmayani, Fidha Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Agustin Revika Gina Luthfiya Rika Lisiswanti Rizki Arisandi Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Dea Muthia Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Dicky Ardian Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shoafa Marwah Sihombing, Dewi Patresia Siregar, Wanda Feranti Siti mutmainnah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Surriandari, Latifah Dwi Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Susmalini, Susmalini Sutanto Sutanto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syafni, Alma Nazelia Syahrul Hamidi Nasution TA Larasati Tasya Putri Atma Utami Raka Tondi Rosalinda Mandalahi Tri Umiana Soleha Tsanya, Nayla Priyanka Dara Tutik Ernawati Ukhron Novansyah Vermitia Veronica Debora W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Yahmal, Putri Yaktiworo Indriani Yaktoworo Indriani Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yohana Yulia Puspita Sari Yunianto, Andi Eka Zahran, Muhammad Alif Zakiah Zakiah Zamahsjari Sahli Zefanya Angie