p-Index From 2021 - 2026
15.412
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Equator Journal of Management and Entrepreneurship Journal of Educational, Health and Community Psychology KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Jurnal Dakwah Risalah KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM REKAYASA PSYMPATHIC Jurnal Al-Ijtimaiyyah At-Taqaddum Isamic Communication Journal Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal SOLMA Journal Of Nursing Practice JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Kamaya: Jurnal Ilmu Agama JURNAL PAUD AGAPEDIA An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Ilmu Dakwah Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Revitalisasi : Jurnal Ilmu Manajemen Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan REMIK : Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Advanced Guidance and Counseling Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Acitya Bhakti Prosperity: Journal of Society and Empowerment Journal of Education Research Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Komunikasi Islam Pelita Teknologi : Jurnal Ilmiah Informatika, Arsitektur dan Lingkungan Jurnal Manajemen Dakwah Alhiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Jurnal Peradaban Masyarakat (JPM) Unisia Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia INDEV: International Journal of Islamic Community Development Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN Islah: Journal of Islamic Literature and History Indev: Literasi Media Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi TRJ (Tourism Research Journal) Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Journal of Arabic Studies Kolaborasi Masyarakat Journal of Nutrition and Public Health Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan
Claim Missing Document
Check
Articles

The relevance of Muhammad Shahrur's views on democracy to the discourse of da'wah thought and democracy in Indonesia Nur Ariyanto Eva Nuriatulfajr; Agus Riyadi; Ilyas Supena
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v46.1.31520

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to examine the concept of epistemic integration of indigenous multicultural da'wah and how the tradition of interfaith kupatan serves as a dialectical tool between Islamic ideals and local culture in a multicultural society. This study is based on indigenous Islamic thought, which connects the study of da'wah and multiculturalism with Javanese philosophy and local wisdom practices. Method - The study was carried out using a qualitative philosophical approach, which is based on epistemological perspective through the examination of rituals, symbols, and social relations among different religions. The information was collected by observing rituals, symbols, and social relations among individuals from different religions, and later analyzed to determine their significance. Result  -  The results indicated that the interfaith kupatan tradition reflects the internalization of Islamic principles of raḥmatan li al-‘ālamīn (mercy for all creation) via social practices that promote tolerance, ukhuwah insāniyah (human brotherhood), and social cohesion. From an epistemological perspective, this tradition establishes an adaptive-dialectical-reformative framework for indigenous multicultural da'wah. It combines three sources of understanding: bayānī (religious texts), burhānī (empirical socio-cultural realities), and 'irfānī (empathy, feelings, and spiritual awareness) reasoning, drawing from religious texts and diverse experiences. This approach is proven by achieving harmony, justice, and maqāṣid al-sharī'ah (shared social well-being). Implication – This study confirms the relevance of a qualitative-contextual approach based on field studies in examining multicultural da'wah based on local traditions. These findings imply the need for a dialectical da'wah study methodology oriented towards indigenous knowledge in multicultural societies. Originality/Value - This study's novelty is in proposing a clear and practical model of indigenous multicultural da'wah derived directly from field findings in the interfaith kupatan tradition. This research presents a practical model for integrating Islamic teachings, local culture, and interfaith interaction in daily practice, in contrast to previous studies that are purely theoretical. *** Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep integrasi epistemologis dakwah multikultural asli serta bagaimana tradisi kupatan antaragama berfungsi sebagai alat dialektis antara cita-cita Islam dan budaya lokal dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran Islam asli, yang menghubungkan kajian dakwah dan multikulturalisme dengan filsafat Jawa serta praktik-praktik kearifan lokal. Metode - Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan filosofis kualitatif, yang didasarkan pada perspektif epistemologis melalui pengkajian ritual, simbol, dan hubungan sosial di antara berbagai agama. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan terhadap ritual, simbol, dan hubungan sosial di antara individu dari berbagai agama, kemudian dianalisis untuk menentukan signifikansinya. Hasil  -  Hasil menunjukkan bahwa tradisi kupatan antaragama mencerminkan internalisasi prinsip-prinsip Islam raḥmatan li al-‘ālamīn (rahmat bagi seluruh alam) melalui praktik-praktik sosial yang mempromosikan toleransi, ukhuwah insāniyah (persaudaraan manusia), dan kohesi sosial. Dari perspektif epistemologis, tradisi ini menetapkan kerangka kerja adaptif-dialektis-reformatif untuk dakwah multikultural asli. Tradisi ini menggabungkan tiga sumber pemahaman: bayānī (teks-teks agama), burhānī (kenyataan sosio-budaya empiris), dan 'irfānī (empati, perasaan, dan kesadaran spiritual), yang bersumber dari teks-teks agama dan pengalaman yang beragam. Pendekatan ini terbukti berhasil dalam mewujudkan harmoni, keadilan, dan maqāṣid al-sharī'ah (kesejahteraan sosial bersama). Implikasi – Studi ini menegaskan relevansi pendekatan kualitatif-kontekstual berdasarkan studi lapangan dalam mengkaji dakwah multikultural yang berlandaskan tradisi lokal. Temuan ini mengimplikasikan perlunya metodologi studi dakwah dialektis yang berorientasi pada pengetahuan lokal dalam masyarakat multikultural. Orisinalitas/Nilai - Keunikan studi ini terletak pada usulan model dakwah multikultural berbasis lokal yang jelas dan praktis, yang langsung dihasilkan dari temuan lapangan dalam tradisi kupatan antaragama. Penelitian ini menyajikan model praktis untuk mengintegrasikan ajaran Islam, budaya lokal, dan interaksi antaragama dalam praktik sehari-hari, berbeda dengan studi sebelumnya yang murni teoretis.
Pembinaan Kultural Calon Jamaah Haji melalui Tradisi Mandi Sesucen di Desa Jangga, Losarang–Indramayu Lutfiyanah Lutfiyanah; Abdul Rozak; Agus Riyadi
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i4.4968

Abstract

This study aims to analyze the cultural coaching for prospective hajj pilgrims through the sesucen bath ritual in Jangga Village, Losarang District, Indramayu Regency. This ritual is a form of spiritual purification performed prior to the hajj pilgrimage as a preparation for inner readiness. The research employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal three main aspects. First, the sesucen bath ritual is carried out through several stages: the shalat safar prayer, recitation of ruqyah verses, purification bathing, religious briefing by local clerics, joint prayer, the call to prayer, and walking on a shroud cloth as a symbol of spiritual protection. Second, the pilgrims understanding of the ritual varies; some perceive it as a valid form of spiritual strengthening based on Qur’anic verses, while others regard it as an unnecessary additional practice not required by Islamic law. Third, the cultural coaching encompasses four dimensions: cultural-religious, social-relational, managerial, and religious moderation. The study concludes that a cultural coaching grounded in religious moderation effectively maintains a balance between Islamic values and local cultural traditions, offering strategic recommendations for religious leaders to prepare hajj pilgrims who are spiritually, socially, and managerially ready without neglecting their cultural roots.
Cultural Da'wah Strategy in Preserving Local Wisdom of the Sundanese Wiwitan Ngasa Tradition in Jalawastu: Strategi Dakwah Kultural dalam Pelestarian Kearifan Lokal Tradisi Ngasa Sunda Wiwitan di Jalawastu Nanda Arinal Haqi; Agus Riyadi; Abdul Karim
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 24 No. 2 (2025): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v24i2.19721

Abstract

The social reality of indigenous communities facing pressures from social change and modernization has the potential to undermine the sustainability of local traditions while simultaneously generating tensions between religion and culture. This study aims to analyze how da‘wah practices and strategies interact with the Ngasa tradition in the social life of the community, as well as the strategies employed to preserve local wisdom values. The research adopts a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a descriptive–interpretative method through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that cultural da‘wah is carried out in a contextual and dialogical manner by positioning tradition as a medium for the internalization of religious values rather than as an object of rejection. This approach strengthens social harmony, reinforces cultural identity, and sustains the Ngasa tradition amid modernization. These findings underscore the importance of cultural da‘wah as a relevant, inclusive model of religious outreach rooted in the local wisdom of indigenous communities. KEYWORDS: cultural da’wah; local wisdom; Ngasa tradition; Sunda Wiwitan; indigenous community
From Leadership to Innovation: Transforming Business Performance in Culinary Sector SMEs Sugeng, Novita Widyastuti; Ingkadijaya, Rahmat; Nurbaeti, Nurbaeti; Asmaniati, Fetty; Riyadi, Agus
Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME) Vol. 14 No. 3 (2026): Vol. 14 No. 3 (2026): Equator Journal of Management and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ejme.v14i3.106120

Abstract

This study aims to examine the effect of entrepreneurial leadership and network capability on organizational creativity and innovation, with entrepreneur performance as a mediating variable among culinary SMEs in Jakarta. A quantitative approach with an explanatory design was employed to test causal relationships among variables. Data were collected through questionnaires distributed to 500 SME owners or managers using purposive sampling. The research instrument applied a 1–5 Likert scale, and data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The findings reveal that entrepreneurial leadership and network capability significantly influence entrepreneur performance. In addition, entrepreneurial leadership and entrepreneur performance have significant effects on organizational creativity and innovation. However, network capability does not have a direct significant effect on organizational creativity and innovation. Furthermore, entrepreneur performance acts as a mediating variable that strengthens the relationship between entrepreneurial leadership and network capability with organizational creativity and innovation. The study concludes that improving organizational creativity and innovation in SMEs depends on strong entrepreneurial leadership, effective network management, and the ability of entrepreneurs to strategically utilize opportunities and resources.
The Role of Sheikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi in the Dynamics of Hajj in the Archipelago in the Late 19th and Early 20th Centuries Syifa Mardhiyah; Abdul Rozaq; Agus Riyadi
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v9i2.26974

Abstract

This study aims to examine the profound role of Sheikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (1860-1916) in the dynamics of the history and practice of Hajj in Indonesia through a historical perspective and literature analysis. As a great scholar from Minangkabau who was appointed as the Grand Imam of the Shafi'i School of Law at the Grand Mosque, he became a central reform agent who connected the intellectual heritage of the Hijaz with the Indonesian Hajj pilgrims in the late 19th to early 20th centuries. This study uses a descriptive qualitative research approach, with references to historical research and library research. The results of this study are: Sheikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi's significant contribution lies in the reform of religious practices brought home by pilgrims, namely by opposing ta'assub mazhab and encouraging the purification of Hajj jurisprudence through an emphasis on the Qur'an and Sunnah. In addition, his strong criticism of traditionalism, especially the matrilineal inheritance system and the Naqsyabandiyah Order and the cadre formation of scholars (including the founders of Muhammadiyah and NU) fundamentally shaped the puritan and modernist identity of Islam in Indonesia. This research is expected to increase understanding of the Hajj as a channel for Islamic intellectual mobility.
Cultural Da'wah Strategy in Preserving Local Wisdom of the Sundanese Wiwitan Ngasa Tradition in Jalawastu: Strategi Dakwah Kultural dalam Pelestarian Kearifan Lokal Tradisi Ngasa Sunda Wiwitan di Jalawastu Nanda Arinal Haqi; Agus Riyadi; Abdul Karim
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 24 No. 2 (2025): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v24i2.19721

Abstract

The social reality of indigenous communities facing pressures from social change and modernization has the potential to undermine the sustainability of local traditions while simultaneously generating tensions between religion and culture. This study aims to analyze how da‘wah practices and strategies interact with the Ngasa tradition in the social life of the community, as well as the strategies employed to preserve local wisdom values. The research adopts a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a descriptive–interpretative method through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that cultural da‘wah is carried out in a contextual and dialogical manner by positioning tradition as a medium for the internalization of religious values rather than as an object of rejection. This approach strengthens social harmony, reinforces cultural identity, and sustains the Ngasa tradition amid modernization. These findings underscore the importance of cultural da‘wah as a relevant, inclusive model of religious outreach rooted in the local wisdom of indigenous communities. KEYWORDS: cultural da’wah; local wisdom; Ngasa tradition; Sunda Wiwitan; indigenous community
Validation of a Multidimensional Spiritual Guidance Intensity Instrument: Examining Content Validity Using Aiken's V and Likert-Based Item Analysis Abdul Karim; Agus Riyadi; Adi Slamet Kusumawardana
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 2 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v19i2.51763

Abstract

This study examines the content validity of the spiritual guidance intensity instrument through expert judgment from five Islamic counseling and psychology experts. A total of 48 items were analyzed using Aiken's V formula. The results showed that 39 items (81.25%) were declared acceptable and 9 items (18.75%) were acceptable with minor revisions, indicating good content validity for the entire instrument. This indicates that all items have good content validity and are suitable for use. This study confirms that behavioural and observable dimensions tend to have higher and more consistent content validity than experiential or transformational dimensions. Theoretically, this study contributes to the development of spiritual guidance measurement instruments with an evidence-based approach through content validation. This study is the first to test the feasibility of spiritual guidance intensity instruments based on expert judgement.
REPRESENTASI SENI MURAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN DAKWAH Malik Ibrahim; Melinda Sandra Aeni; Agus Riyadi; Endarto Adi Nugroho; Adawiyah
MEDIAKOM Vol. 7 No. 01 (2023): Mediakom, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v7i01.1014

Abstract

Penelitian ini beretujuan untuk menganalisa seni mural dalam perspektif komunikasi dan dakwah. Jenis penelitian menggunakan kualitatif dan pendekatan menggunakan kepustakaan. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi yang dari berbagai jurnal dan hasil penelitian dan teknik keabsahan data pada penelitian ini, penulis menggunakan kecakupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni mural saat ini menjadi media komunikasi dan dakwah yang sangat estetik dan persuasif, karena seorang da’i atau seniman bisa memberikan atau menyisipkan pesan moral melalui karya gambar atau lukisan muralnya, sehingga siapa pun yang melihat akan mudah memahami dan mengetahui pesan moral melalui mural tersebut. Berdasarkan uraian tersebut merepresentasikan seni mural dapat menjadi rujukan sebagai media komunikasi dan media dakwah dalam menyapaikan pesan dakwah kepada publik.
HARMONI BERAGAMA : MODEL DAKWAH MULTIKULTURAL UNTUK MEMBANGUN PERDAMAIAN DI NUSANTARA Agus Riyadi
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 15 No. 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024) : Harmony in Belief
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v15i1.4321

Abstract

Keberagaman agama di Nusantara dapat menimbulkan konflik dan ketegangan antar komunitas. Penelitian ini fokus pada pentingnya membangun harmoni dan perdamaian di tengah masyarakat dengan kepercayaan yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model dakwah multikultural yang efektif untuk membentuk harmoni beragama dan memberikan kontribusi dalam membangun perdamaian di Nusantara. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah melibatkan empat tahap: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman keberagamaan di Nusantara mencerminkan kekayaan wilayah tersebut, tetapi juga dihadapkan pada tantangan seperti konflik, radikalisme, dan kekerasan berbasis agama. Model dakwah multikultural dapat dibagi menjadi pola-pola tertentu, termasuk dialog dekulturatif, dialog akulturasi aditif, dialog akulturasi pertimbangan, dan dialog akulturasi kelembagaan inklusif. Penerapan model ini dalam upaya membangun perdamaian di Nusantara disesuaikan dengan faktor penyebab yang ada.
MANAJEMEN MASJID UNTUK KEMAKMURAN JAMA’AH PADA TIPOLOGI MASJID DI KABUPATEN KENDAL Saerozi Saerozi; Agus Riyadi; Nur Hamid; Lukmanul Hakim
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 11 No. 2 (2023): -
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v11i2.31787

Abstract

Memakmurkan masjid berarti mengelola aspek idarah, imarah, dan riayah sesuai dengan standar Kementerian Agama. Memakmurkan masjid termasuk juga salah satu upaya merealisasikan motto Dewan Masjid Indonesia (DMI) yaitu memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian standar manajemen masjid pada tipologi masjid di Kabupaten Kendal, dan untuk mengetahui upaya mencapai standar manajemen masjid pada tipologi masjid di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dibantu dengan deskriptif kuantitatif, untuk menggambarkan realitas di lapangan berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan Capaian standar manajemen masjid dalam tipologinya menunjukkan manajemen Masjid Agung Kendal nilai rata-rata kondisi 77,7 persen dengan kategori Sangat Baik, Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu nilai rata-rata kondisi 68,8 persen kategori Baik, dan Masjid Jami’ Baitussalam Boja nilai rata-rata kondisi 59,8 persen kategori Baik, dengan demikian semakin tinggi tingkat tipologi masjid maka menunjukkan bukti capaian yang semakin baik. Upaya yang dilakukan ta’mir dalam mencapai standar manajemen masjid yaitu, dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki masjid pada bidang idarah, imarah, dan riayah masjid. Mengupayakan standar manajemen masjid juga melalui penyelenggaraan ibadah mahdhoh (pelaksanaan ibadah sholat, dll) dan ghoiru maghdhoh (pembangunan fisik masjid, peningkatan ekonomi jama’ah, pendidikan berupa besiswa, dan kesehatan berupa pengobatan gratis, dll).
Co-Authors Aat, Aat Abdul Karim Abdul Karim Abdul Rozak Abdul Rozaq Abdullah Hadziq Achmad Tubagus Surur Adawiyah Adawiyah, Rabiya Tul Adawiyah, Umi Robiatul Adelina Hasyim Adeni, Adeni Adi Slamet Kusumawardana Adissa, Kurnia Nur Afiani, Kiki Dhea Agus Nurhadi Ahmad Anas Ahmad Faqih Ahmad Faqih Ahmad Khumaidi Alamsyah, Sirhan Ali Murtadho Ali Murtadho Ali, Mukti Alif, Aslikhatul Ummah Sofi Amalia, Nadwa Mutiara Andri Firmansyah ANDRIANI, KIKI Anggun Sari, Putri Apriliani, Alma Arief Ajie Pamungkas Emnoor Aroyandini, Elvara Norma Artamevia, Neng Syifa Aryapranata, Aryawan Asaniah, Alwah Asep Firmansyah Aulia, Sulthon Awaludin Pimay Azhari, Faiz Baehaqi Barokah, Sulih Nur Bilqis Amalia Hasna Budiman, Surya Fajar Dedy Susanto Devita Gantina Dyah Yulia Ningsih Elda Nurmalinda Elma Fitriani, Nanda Endarto Adi Nugroho Fachrur Rozi Fajriani, Sania Dina Fania Mutiara Savitri Fatimah, Titim Siti Fetty Asmaniati Fuat Rejeki Haeruddin Hamid, Nur Hamsa Haryono, Joko Hasanuddin, H. Muh. Iqbal Hashim, Mohmadisa Hasyim Hasanah Hatta Abdul Malik Helena Vidya Sukma Hendri Hermawan Adinugraha Heni Fitrianti Hidayatul Khasanah Hikmah, Nadia Nur Hilwa Widad Hutagalung, Husen Ilma’nun, M. Lulu Ilyas Supena Imam Anas Hadi, Imam Anas Intan Lestari Irfal, Irfal Isnani Jauza', Nur Faridatul Juhadi Juhadi Kamelia Cindy Astuti Karim, Abdul Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri, Kasmuri Khasanah, Hidayatul Labib, Refa Mughni Leengaedayee, Paisul Lijea, Isma. Ae. Lintang Mustika Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Lutfiyanah Lutfiyanah Mahat, Hanifah Malik Ibrahim Masruroh, Emas Matori, Matori Maulidah, Sopi Napilah Mawarni, Aprilia Tri Melinda Sandra Aeni Mochammad Imron Awalludin Mudhofi, M. Mudhofi, Mudhofi Muhamad Ridwan Muhammad Anam Alhakim Muhammad Syaifudin Muhammad Syarifuddin Muhammad Syarifuddin Mukaromah, Muslikatul Munadi Munadi Mursyid, Achmad Yafik Murthado, Ali Mustafirin Mustafirin, Mustafirin Mustolehudin Mustolehudin Musyafak, Najahan Nada, Winda Qotrun Najwa Sulthon Najwa Zain, Aulia Nanda Arinal Haqi Neng Fitria Nida, Nushrotun Nilam Sari, Dewi Nisa Aulia Ningsih Nova Indriyanti Nugraha, Rahmat Mulya Nur Ariyanto Eva Nuriatulfajr Nur Chamidah NUR HAMID Nurbaeti Nurbaeti Nurbini Nurhidayanti, Nisa Nurohman, Nurohman Octarina, Dian Oktavia, Riska Pangkerego, Eduard R Parida, Hasna Pradhipta, RMW Agie Puadah, Sri Samrotul Purwo susongko Pusparani, Pusparani Putra, Muhammad Rinaldy Putri, Fitri Ariana Rachman, Arief Faizal Rahayu, Nurti Rahmani, Tafida Kayla Rahmat Ingkadijaya Raihan, Muhammad Respati, Iklima Nur Reyza, Fadilla Arfa Rianto Rianto Rifqi Syauqi Nur Rina Susanti Riska Amelia Rizqi , Anggi Maulana Rizqi, Anggi Maulana Robiatul Adawiyah Rohmah, Umi Amanatur Rusmadi Rusmadi Rusmadi Rusmadi Saerozi Saerozi Saerozi Saerozi Sahib, Muzdalipah Samsul Bahri Saputri, Jihan Irwana Sari, Nur Nilam Sari, Putri Anggun Setyastama, R. Shulthoni , Muhamad Siti Nur Aisa Sobaruddin, Miftah solihat, siti Sugeng, Novita Widyastuti Sugiarso Sugiarso Sugiarso, Sugiarso Sugirin Sugirin Sulistio Sulistio Sulistio Sulistio Sulton Djasmi Suprihatiningsih, Suprihatiningsih Syahrul Ganda Sukmaya Syifa Mardhiyah Toha Saifudin Tri Djoko Sulistiyo, Tri Djoko Verdino, Fadhel Wahyuni, Andi Indri Wigati, Yunika Indah Winastu, Hadna Trie Winda Qotrun Nada Windy Ernaeny Wisnu Wardani, Dewi Ayu Wulandari, Ayu Niken Yudan Hermawan Yuli Nurkhasanah, Yuli Yuliani, Trika Yulianti Yulianti Yunika Indah Wigati Yunika Wigati Yusup Iswanto, Ahmad Zamroni, Hakim Zulfikar Ganna Priyangga