p-Index From 2021 - 2026
8.777
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EDUNOMIC : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya al-Afkar, Journal For Islamic Studies Journal Multicultural of Islamic Education Jurnal Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Satyagraha JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Jurnal Ekonomi Efektif JURNAL BARUNA HORIZON Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Audito Comparative Law Journal (ACLJ) Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Al-Adillah : Jurnal Hukum Islam Progresif : Media Publikasi Ilmiah Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JEMBA) Jurnal Pengabdian Mandiri JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Konseling At-Tawazun : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Islam Maddah : Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Khidmatuna: Journal of Research and Community Service Jurnal Kabar Masyarakat Journal of Management and Social Sciences BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi Ezra Science Bulletin Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Sintesa Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Research Student Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat PARTICIPATORY Journal Innovation In Education Jurnal Media Akademik (JMA) La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Educazione: Journal of Education and Learning Sharef: Journal of Sharia Economics and Finance International Journal of Economics, Management and Accounting Al-Fadilah: Islamic Economics Journal Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Inovasi Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Informatics and Interactive Technology (JIITE) Jurnal ilmiah teknologi informasi Asia J-CEKI SINAR: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Mumtaza: Journal of Community Engagement International Journal of Multidisciplinary Reseach The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) NALA : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

NASAKH MENURUT ABU MUSLIM AL-ASFAHANI Samsul Arifin
Al-Adillah: Jurnal Hukum Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Pemikiran Tokoh dan Penerapan Hukum Islam
Publisher : UNIVERSITAS BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.387 KB) | DOI: 10.61595/aladillah.v1i1.149

Abstract

Dalam tataran teoritis, Imam Syafi’i merupakan pencetus teori Nasakh. Namun eksistensi nasakh, sesungguhnya telah ada pada zaman sahabat. Banyak ahli literatur-literatur klasik yang menunjukkan digunakannya teori ini, namun masih belum sempurna seperti tafsir ibnu abbas, yang mana didalamnya terdapat proses penasakhan antar ayat. Pada perkembangan lebih lanjut, muncul mujaddid ( tokoh pembaharuan) tentang mengemukkan pendapatnya, bahwa nasakh dalam al-Quran perlu di tinjau lagi. Karena al Quran sendiri sudah” memproklamirkan” diri bahwa di dalam al-Quran tidak terdapat satu pun ayat yang batil. Bahkan apabila al-Qur’an bukan dari Allah, Niscaya akan terdapat banyak perselisihan didalamnya. Lebih jelas lagi, ketika Syekh Muhammad Hundari Beik memaparkan jumlah ayat yang bermasalah (baca: kontradiksi) beserta takwilannya, bahkan lebih “nakal” lagi kawan-kawan di JIL (Jaringan Islan Liberal) bahwa adanya nasakh mansukh merupakan bukti ke gagalan Ulama’ tempo dulu dalam menyikapi ayat. Terlepas dari pro dan kontra di atas timbulah pertanyaan apakah al-Quran terjadi nasakh ? Dimanakah letak yang dianggap kontradiksi ? Apa alternatif dari nasakh ?.
Tradisi Rokat dalam Perspektif Hukum Islam (Pertautan antara Simbol dan Makna) Samsul Arifin
Al-Adillah: Jurnal Hukum Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Tradisi dan Hukum Islam
Publisher : UNIVERSITAS BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.302 KB) | DOI: 10.61595/aladillah.v1i2.185

Abstract

Islam in Indonesia is Islam with many traditions. It can be understood that before Islam entered the archipelago through many things, namely trade, marriage, education, Sufism, art, politics, and da'wah, so that acculturation became inevitable, namely a social process that arises when a group of people with a certain culture meet elements of another culture. The foreign culture is gradually accepted and processed into its own culture without causing the loss of the cultural elements of the group itself. So that a new culture is formed, namely a fusion of two cultures. Rokat, for example, is one of them in Javanese-Madurese culture which is an acculturation of culture. Namely community activities that involve many people by reading readings, certain prayers and certain goals. In terms of its purpose, it can be seen that rokat is divided into several types of rokat romah, rokat tasek, rokat sabeh, rokat tanian, rokat 7 are (Madura language) and others. The reading of certain rakats and certain prayers is believed by some Muslims, especially rural people, that the prayers that are said will be fulfilled. Uniquely in the prayer in Javanese, some of them speak Madura. Besides that, some rokat rituals involve preparing certain foods or certain items, with some people offering offerings. The question is how does Islamic law view the practice of the rokat ritual. That rokat is a form of embodiment of prayer that is said at the end of the ritual. Of course, pray to Allah SWT. Because, the text of the prayer is clear to whom. As long as you do not pray to other than Allah, then it is not called shirk and kufr. As for offerings, it is basically alms that will be distributed to the people who are present in the rokat ritual.
Status dan Diskriminasi terhadap Anak di Luar Nikah Perspektif Ulama Fiqh Samsul Arifin; Suaidi
Al-Adillah: Jurnal Hukum Islam Vol. 2 No. 1 (2022): Hukum Islam dan Undang-Undang
Publisher : UNIVERSITAS BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/aladillah.v2i1.374

Abstract

The pros and cons of adultery are increasingly interesting to discuss. Especially the difference in views between the Constitutional Court and the MUI in deciding on the nasab relationship of the adulterous child. According to the Constitutional Court, children out of wedlock still have civil relations with men which can be proven based on science and technology and/or other evidence. Meanwhile, according to the MUI, to sue the biological father to support or receive inheritance, the lineage of the child does not need to be determined by the lineage with the biological father. This MUI decision refers to the opinions of scholars scattered in several tours. The method used in this study is a qualitative method, namely describing the views of fuqaha 'about adultery children. Data collection techniques used in this research are editing, coding, and tabulating. After the data has been collected, it is then analyzed using content analysis in the sense of capturing the implied message of one or several statements. To test the validity of the data in this study, the researcher took several steps, namely making careful observations, triangulating sources, and conducting discussions with colleagues. The finding of this study is that there are several opinions of fuqaha' who discriminate against adulterous children. From these findings, the researchers produced answers to the problem formulation. First, of the three issues related to adultery, the majority of jurists agree on the issue of lineage and inheritance. In terms of lineage, and inheritance, the child of adultery does not get the slightest rights from his biological father. Meanwhile, regarding the issue of adulterous children becoming prayer priests, the fuqaha' differed in opinion. Second, From some of the opinions of the scholars above, regarding the issue of an adulterous child becoming a prayer priest, it is Hanafiyah's opinion that discriminates more against an adulterous child. Likewise in the matter of lineage, although most scholars agree, including Imam Syafii, socially, the conclusion tends to discriminate against adulterous children, even though by argument their footing can be accounted for.
KONSEP ‘IDDAH WANITA HAMIL KARENA ZINA MENURUT PARA IMAM MADZHAB DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Samsul Arifin
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 7 No. 1 (2019): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.125 KB)

Abstract

‘Iddah merupakan hal yang bersifat kodrati bagi perempuan. Bagi kalangan umat manusia, Iddah termasuk dalam “rambu-rambu” dalam konsekwensi hukum yang akan timbul dari iddah tersebut, lebih pelik lagi tetapi ketika dihadapkan dengan kondisi yang khusus seperti halnya wanita yang melakukan zina akan menjadi persoalan yang rumit serta muncul perbedaan pendapat di kalangan ulama. Para ulama tersebut berbeda pendapat dalam menentukan ada atau tidaknya ‘iddah bagi wanita hamil karena zina. Secara khusus penelitian ini mengkaji tentang ‘iddah wanita hamil karena zina baik menurut hukum Islam maupun hukum positif. Untuk itu, masalah yang diajukan adalah bagaimana ketentuan hukum Islam, hukum positif serta dalil dan metode yang digunakan dalam fiqh untuk menetapkan ‘iddah bagi wanita pezina. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini adalah terdapat tiga jawaban tentang ketentuan ‘iddah wanita hamil karena zina. Pertama, ketentuan hukum Islam terhadap ‘iddah bagi wanita hamil karena zina adalah ada dua pendapat menurut para ulama. Mazhab Syafi’i dan Hanafi tidak mewajibkan ‘iddah, dan diperbolehkan menikahi wanita tersebut, karena mencampuri dalam bentuk zina tidak menyebabkan hubungan nasab, maka tidak diharamkan menikahi wanita tersebut. Mazhab Maliki dan Hanbali mewajibkan wanita tersebut untuk ber’iddah, apabila ia hamil maka ‘iddahnya sampai ia melahirkan, dan apabila tidak tampak kehamilan ‘iddahnya dengan tiga kali suci. Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam mengenai ‘iddah wanita hamil karena zina tersebut diatur dalam Pasal 53 ayat 1 sampai ayat 3 tentang kawin hamil. Kedua, ketentuan hukum positif terhadap ‘iddah bagi wanita hamil karena zina juga tidak menjelaskan tentang ‘iddah wanita hamil karena zina secara spesifik. Baik itu di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 maupun di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Hanya saja mengatur tentang ‘iddah wanita yang putus perkawinannya karena kematian, perceraian, fasakh, khulu’, dan lian. Ketiga, dalil dan metode yang digunakan dalam fiqh untuk menetapkan ‘iddah bagi wanita hamil karena zina yaitu menurut mazhab Syafi’i memakai ketentuan QS.An-Nisa ayat 24 dan hadis Nabi dari Aisyah, ra. Menurut mazhab Hanafi bersumber pada hadis Nabi. Menurut mazhab Maliki bersumber pada perkataan Ibnu Mas’ud, dan menurut mazhab Hanbali bersumber pada QS. An-Nur ayat 3
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG HITUNGAN ‘IDDAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Samsul Arifin
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2017): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.289 KB)

Abstract

Islam mewajibkan „iddah bagi seorang istri adalah demi melindungi kehormatan keluarga, serta menjaga dari perpecahan dan percampuran nasab. Iddah bermakna perhitungan atau sesuatu yang dihitung, secara termenologi mengandung pengertian hari-hari haid atau hari-hari suci pada wanita. Pada kenyataan di tengah-tengah masyarakat, persepsi terhadap hitungan yang beragam, sehingga berdampak pada konsekwensi hukum selanjutnya. Persepsi tersebut terbagi menjadi tiga golongan, pertama, Masyarakat terpelajar, yaitu masyarakat yang sudah mengetahui tentang aturan-aturan hukum baik yang ada dalam kitab maupun undang-undang. Kedua, Masyarakat menengah Orang yang taunya hanya setenga-setengah yang mana mereka masih mengikuti salah satu guru/ust yang ia takdimi. Ketiga, Masyarakat „awam yang hanya mengikuti perkataan orang tuanya meskipun itu melanggar aturan KUA. Sebagai konsekwensinya, Maka untuk golongan pertama, yaitu masyarakat terpelajar, tidak terdapat masalah. Artinya sah menurut hukum islam dan aturan pemerintah. Sedangkan untuk golongan kedua dan ketiga, maka masyarakat ini telah melanggar aturan-aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Yaitu menghitung iddah sebelum ada putusan pengadilan.
Elektisisme dalam Bermadzhab Perspektif Fiqh Islam Samsul Arifin; Suaidi
Al-Adillah: Jurnal Hukum Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Hukum Keluarga Islam di Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/aladillah.v2i2.448

Abstract

Al-Quran and Al-Hadith are the main sources of footing for Muslims, as well as guide for mankind. Every problem that befell the ummah, they refer directly to this main source. However, not all problems that occur are contained in the source because the text contained in it is universal, so it is really necessary for legal efforts to narrow and clarify the universality of a text. Ideally, this reality requires an intermediary who has the ability to understand the content of the sacred text to respond to all the problems of the people. Without it, the sacred text would be impossible to build into living and sustainable ideas in a Muslim reality. Thus, text processors (mujtahid) are required to be able to dialogue between text and context so that they are able to respond to the dynamics of people's problems. One of the products of ijtihad which until now has become the topic of discussion among scholars is the conception of talfiq in madzhab. This concept is mentioned a lot in various books. One and ushul fiqh. One aspect is considered as a space for freedom for the people in choosing mujtahid opinions and the existence of talfiq as an effort to release the bondage of fanaticism based on madhhab. However, in another aspect, people misunderstand the concept of talfiq, so that in choosing opinions they tend to use opinions that are considered easier for themselves.
PENGARUH PENGETAHUAN PRODUK, KEBERAGAMAN PRODUK DAN GAYA HIDUP TERHADAP LOYALITAS MEREK Samsul Arifin; Mochamad Dimas Eka Saputra; Noviana Noviana; Sabila Aisyah Jamil; Rohmadhotin Fitri
Jurnal Baruna Horizon Vol 6 No 1 (2023): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v6i1.93

Abstract

This research was conducted because it had the objective to determine the effect based on product knowledge, product diversity and lifestyle on brand loyalty. A quantitative approach is used for this study so that the research data is in the form of numbers. The analysis tool uses multiple linear regression which is supported by the SPSS version 26 application. The population is buyers of PT Siantar Top products domiciled in the city of Surabaya and the research sample is 100 respondents obtained based on a purposive sampling technique. Based on the research that has been done and from the results of testing the hypothesis, it can mean that there is a positive influence between product knowledge, product diversity, and lifestyle on brand loyalty. The hope is that in producing this healthy food, so that all people can consume these products so that consumers who are on a diet program will also feel the benefits and this can create brand loyalty because it meets consumer needs.
Implementasi Pembelajaran Kooperatif Take and Give dalam Pembelajaran IPA terhadap Retensi Siswa SMP Negeri 01 Arjasa Samsul Arifin
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 1 No. 2 (2019): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi siswa SMP Negeri 01 Arjasa tergolong rendah. Implemntasi metode pembelajaran kooperatif Take and Give dilakukan untuk mengetahui efektivitasnya terhadap retensi siswa. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan satu siklus. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 01 Arjasa teridiri atas 28 peserta didik. Metode pengumpulan informasi memakai test. Analisa data menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 91% dengan kriteria sangat bagus. Retensi siswa pada pra siklus dilihat dari ketuntasan klasikal 30% dengan kriteria sangat rendah dan meningkat pada siklus I menjadi 84% dengan kriteria baik. Hasil penelitian ini membuktikan pengimplementasian metode pembelajaran kooperatif Take and Give dapat meningkatkan retensi siswa kelas VIII D SMP Negeri 01 Arjasa.
IMPLEMENTASI PROGRAM E-LEARNING MELALUI STRATEGI PENINGKATAN PERAN DAN FUNGSI KUALITAS PENDIDIKAN UNTUK MENDUKUNG S’DGS DI KOTA SURABAYA Risma Mei Karunia; Ade Maeda Rani; Samsul Arifin
Sintesa Vol 2 No 02 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i02.9299

Abstract

This research in the background by education quality in Indonesia is still low, to increase education quality in Indonesia especially in Surabay city, so need to do something innovation education system by Department of education ofSurabaya city, that is by implementing education based on e-learning. E-learning is education system in learning method based on electronic.The main purpose of yhis research is (1) for knowing the role and function e-learning to support education quality in Surabaya city and (2) for analyzing policy that need to do by Surabaya government especially Department of education of Surabaya city in order to improve the role and function e-learning, in the implementation of quality education of junior high school. The location researched is SMP Negeri 23 Kedung Baruk Barat, Rungkut Surabaya.This reaserch is conducted with descriptive qualitative approach describe and interpret phenomenon results of data from field research findings. Data collection techniques used in this research is observation techniques, interview and documentation. This researc use implementing concep and theory used is Greandle theory.
PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA DI PAVILIUN DAHLIA RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBU BANGKALAN Samsul Arifin; Siti Ropiah; Arita Widiasih; Dwi Resty Indriawati; Arina Fibriyanti; Alim Fitri Sari; Siti Kalimah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2A (2023): SPECIAL ISSUE - HEALTH SCIENCE
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v1i2A.39

Abstract

Bronkopneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan peradangan yang terjadi pada dinding bronkiolus dan jaringan paru di sekitarnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak bronkopneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang bersifat asuhan keperawatan meliputi pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan eveluasi keperawatan, Sampel penelitian ini adalah pada anak dengan Bronkopneumonia. usia 5 tahun, teknik pengumpulan data yakni dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan pada anak bronkpneumonia dengan fokus pada bersihan jalan napas tidak efektif pada anak batuknya mulai berkurang dan dengan mudah mengeluarkan dahaknya. Adapun kesimpulan dalam penelitian anak yang mengalami riwayat bronkopneumonia harus memebutuhkan penanganan yang cepat karena dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan.
Co-Authors A.T, Weni Indah Doktri Abd. Mughni Abdul Mughni Abdul Rochim abdur rohman Abhiyoga Deyandra Putra Ach. Sofauzzad Ach. Zukin Achmad Nur Rofiuddin Ade Maeda Rani Adi Herisasono Afrowi Ahmad Khoirin Andi Ahmad Rifata Fathan Ainul Mahfudh Ali Ali Ahmad Yaenuri Alim Fitri Sari Andreas Arif Wicaksono Anggi Windra Kusuma Arief Rachman Afandy Arif Rachman Putra Arif Rachman Putra Arina Fibriyanti Arita Widiasih arum wahyuning tiyas Asis, Asis Bima Ramdhani Brihandhono, Ari Cantika Yokalina Boka Dede Dirgahayu Dewi Qurrota Ayun Didit Darmawan Dipo Yudhatama Dwi Indah Kartika Dwi Rahmawati Dwi Resty Indriawati Dwi santoso Dzaky Isyuniandri Elsandika, Gabriela Endang Setyati Erika Fara Septia Ningrum Farhatul Lailiyah Fayola Issalillah Gabriela Elsandika Gatot Nugroho Hariani, Mila Hendrianto Udjari Henny Pratiwi Adi Heryandi, M. Tubi Ibnu Sina Ida Farida Imam Syarbini Intan Nur Aini Ismiati, Ifa Jahroni Jahroni jahroni Jati Widagdo Jerry Heikal Kamilatur Rodliyah M Khairi Khairunnisa Salsabila Putri Prameswari Lucky Dafira Nugroho Lukman Hakim M. Aqil Fahmi Sanjani M. Catur Rizky M. Fadhilur Rahman M. Kurma Nur Faifatur R M. Ridwan M. Rifqy Roosdhani Mashudi Misbachul Munir Moch Rijalul Amin AZ Mochamad Dimas Eka Saputra Mochamad Irfan Mochammad Isa Ansori Moh Rasidi Moh. Adzib Zamroni Mohamad Fadil Mohamat Hadori Mohammad Asrori Mohammad Zidan Rafsanjani Muchamad Catur Rizky Muchammad Catur Rizky Muhammad Ali Muhammad Anas Arba’ani Muhammad Anshori Muhammad Feyzel Khalfani Putra Ardanesworo Muhammad Heru Hresnawanza Muhammad Khoirul Ikhsan Muhammad Rizal Ubaidillah Muhammad Sultan Sahputra Muhammad Zakki Muhibbin Syah Mujiyono Mukhoriyah Mu’tamirudin Nasharuddin Mas Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah Noviana Noviana Nur Sa'adatut Daraini Nurul huda Nurul Komaryatin Nurul Taqwa Nuzhuliya Mega Avifa Politeknik Kesehatan Banjarmasin Prafita Fardhany Aslam Prakasa, Satria Unggul Wicaksana Pratama Hadi Saputra Pratolo Saktiawan Raden Mohamad Herdian Bhakti Radjawane, Louise Elizabeth Rafadi Khan Khayru Rafida Febriana Widya Putri Rahayu Mardikaningsih Rahman, Fadhil Rania Ningsih Raul Satria Rayhan Hibatullah Reni Agustiani Reni Agustiani, Reni Resha Hidayatullah Retnowati, Eli Rio Saputra Risma Mei Karunia Rizki Alif Ramdhani Rizma Melina Oktabian Alifani Rohmadhotin Fitri Rommy Hardyansah ROSIHAN ANWAR RS Pelita Insani Martapura Sabaruddin Sabila Aisyah Jamil Salman Farizi Salwa Sabrina Salwatul Aisy Samsul Arifin Sarwani Sembiring, Rinawati Seno Anjanarko, Tri Sholikah, Mariatus Sinambela, Ella Anastasya Sisno Riyoko Siti Fatimatuzzahro Siti Ropiah Sodik Soemarjono, Eko Solchan Ghozali STIKES Husada Borneo Suaidi Sumarsi Suroso Syafiul Anam Tamaulina Br Sembiring Tarwoto Tatik Kartika Tegar Sasario Pamungkas Thariq Abdul Aziz Tri Ida Wahyu Kustiyorini Ubaidillah Urnika Ainurrohmah Vicky Yoga Satria Vifin Nadzary Al Awaly Wafiq Nur Azizah Wahab Sya'roni wahyu rizal efendi Wakid Evendi Yahya Auliya’ Abdillah Yonatan Ari Santoso Yuliana Salman Yunida Iashania Yusuf Rahman Al Hakim Zainor Rahman ZAINUL ABIDIN Zainul Qudsi