p-Index From 2021 - 2026
23.708
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Foristek Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Lahan Suboptimal JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Biologi Tropis Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Jurnal Agrotek UMMat KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA JURNAL AGROHITA CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar Kappa Journal Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Hutan Tropika JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia Journal of Intelligent Computing and Health Informatics (JICHI) Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Jurnal Zona Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Agrimansion: Agribusiness Management & Extension Journal Peqguruang: Conference Series Empiricism Journal Unram Journal of Community Service (UJCS) Journal of Science and Science Education (JoSSEd) Agroteksos Jurnal Warta Desa (JWD) J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Pijar MIPA Journal Transformation of Mandalika Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Jurnal Pepadu Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Journal of Food and Agricultural Product Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Journal of Soil Quality and Management Protech Biosystems Journal Jurnal Wicara Desa Journal of Educational Studies Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Contextual Natural Science Education Journal Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Biodiversitas Journal of Biological Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Dalam Perspektif Islam Fadli, Zawil; Sarjan, Muhammad
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i1.618

Abstract

This article discusses the importance of ethics in sustainable management of natural resources from an Islamic perspective. With a focus on environmental conservation and sustainability of natural resources, this research highlights the ethical principles that must be applied in natural resource management. From an Islamic perspective, the earth and its contents are seen as a gift from Allah that must be protected and used wisely for human welfare and survival. By understanding and applying these ethical principles, it is hoped that sustainability goals can be achieved in managing natural resources for human welfare and environmental sustainability.
Antroposentrisme Struktural: Kegagalan Visi Pembangunan dan Krisis Etika Lingkungan dalam Kebijakan Nomenklatur Jagung di Pulau Sumbawa Sulaiman Sulaiman; Muhammad Sarjan
Jurnal Zona Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/zona.v10i1.219

Abstract

This study critically assesses regional development policies on Sumbawa Island, particularly the PIJAR program (Cattle, Corn, and Seaweed) and the corn nomenclature, through the perspectives of environmental ethics and critical theory. Employing a mixed-method approach, the research integrates a spatial analysis of land cover changes in the Padolo River Basin during 2017-2024 with a policy text examination based on Jürgen Habermas's theory of the "Colonization of the Lifeworld." The findings reveal that these policies reflect structural anthropocentrism, prioritizing economic production targets over ecological integrity in a top-down fashion. The consequence is a destructive transformation of the regional landscape, where the depletion of upstream forests triggers Policy-Induced Disaster phenomena, including increased frequency of floods and extreme droughts. The study concludes that the ecological crisis on Sumbawa Island is the result of a failed development vision that neglects the carrying capacity of nature and the government's inability to provide alternative employment opportunities for the community 
PENDIDIKAN IPA BERVISI SETS DALAM FILSAFAT MULTIDIMENSI Mulia Rasyidi; Muhammad Sarjan; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Hamidi Hamidi; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Bakhtiar Ardiansyah; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : LP3M KH Yazid Karimullah Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ay.v4i2.32

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang pada dasarnya berupa konsep-konsep. Konsep-konsep ini diproleh individu sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungan. Dengan konsep-konsep dapat disusun suatu prinsip, yang dapat digunakan sebagai landasan dalam berpikir. Asy’ari (2006) menyatakan bahwa pembelajaran IPA pada hakikatnya mencakup beberapa aspek yaitu faktual, keseimbangan antara proses dan produk, aktif melakukan investigasi, bepikir deduktif dan induktif, pengembangan sikap, oleh karena itu IPA merupakan ilmu empirik yang membahas tentang fakta dan gejala alam maka dalam pembelajarannya harus faktual, artinya tidak hanya secara verbal sebagaimana terjadi pada pembelajaran secara tradisional.
Analisis Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis dengan Studi Kasus Hutan Kota Mataram Jannah, Husnul; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4850

Abstract

Deteksi dini serangan hama merupakan langkah krusial dalam mempertahankan fungsi ekologis dan kenyamanan sosial hutan kota. Penelitian ini menggabungkan pendekatan filsafat sains—ontologis, epistemologis, dan aksiologis—dengan analisis empiris untuk merancang sistem deteksi dini serangan hama pada Hutan Kota Pagutan, Mataram. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur terstruktur (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, IEEE Xplore, dan lainnya) terhadap studi 2023–2025, analisis model ontologi untuk representasi entitas (pohon, hama, gejala, parameter lingkungan), serta adaptasi temuan empiris penginderaan jauh (RDVI/NDVI dan UAV) menjadi skenario deteksi pada konteks lokal. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa indikator spektral multitemporal mampu mendeteksi stres pra-visual dengan akurasi tinggi (> 90%) dan bahwa integrasi ontologi meningkatkan interoperabilitas data untuk dukungan keputusan. Simulasi adaptasi data menaksir sekitar 20–30% pohon berisiko mengalami infestasi musiman di Pagutan bila tanpa intervensi; penerapan sistem peringatan dini diperkirakan menurunkan tingkat kerusakan secara signifikan dan mempertahankan kenyamanan pengunjung. Implikasi penelitian ini adalah kerangka konseptual dan teknis yang memungkinkan pemantauan berkelanjutan, prioritas tindakan manajerial, serta penilaian nilai sosial dari pemeliharaan kesehatan pohon. Rekomendasi meliputi penerapan pemantauan multitemporal berbasis satelit/UAV, pengembangan ontologi domain lokal, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi aksiologis. Ontological, Epistemological, and Axiological Analysis with a Case Study of Mataram City Forest Abstract Early detection of pest attacks is essential for maintaining the ecological performance and social comfort of urban forests. This study integrates philosophical perspectives—ontology, epistemology, and axiology—with empirical evidence to design an early-warning framework for pest detection in the Pagutan Urban Forest, Mataram, Indonesia. A structured literature review was conducted using major academic databases (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and IEEE Xplore) focusing on studies published between 2023 and 2025. An ontological model was developed to represent key entities such as tree species, pests, symptoms, and environmental parameters, while remote-sensing findings (RDVI/NDVI and UAV imaging) were adapted into a conceptual early-detection scenario applicable to local conditions. Results indicate that multispectral indicators are capable of identifying pre-visual stress with high accuracy (>90%). Ontology-based integration also enhances data interoperability and supports decision-making across monitoring systems. Simulated interpretation of empirical findings suggests that 20–30% of trees may face seasonal infestation risk in Pagutan without timely intervention. The proposed framework provides a foundation for continuous monitoring, management prioritization, and assessment of social values associated with maintaining healthy urban trees. Key recommendations include the adoption of multitemporal satellite/UAV monitoring, the development of localized domain ontologies, and community participation as an axiological component of urban-forest stewardship.
Epistemologi Lokal dan Sains Modern: Tinjauan Kritis Filsafat Sains terhadap Pengetahuan Ekologis Berbasis Kearifan Lokal Tambora Gunawan, Gunawan; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4852

Abstract

Diskursus mengenai relasi antara pengetahuan lokal dan sains modern semakin menempati posisi penting dalam kajian lingkungan dan keberlanjutan. Pengetahuan ekologis berbasis kearifan lokal tidak lagi dipahami semata sebagai praktik budaya, melainkan sebagai sistem epistemik yang memiliki rasionalitas, validitas kontekstual, dan kapasitas adaptif yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis bagaimana epistemologi lokal diposisikan dalam literatur ilmiah serta bagaimana relasinya dengan sains modern, dengan refleksi konseptual pada kearifan lokal Tambora. Kajian ini menggunakan pendekatan review literatur naratif-kritis terhadap jurnal internasional dan nasional bereputasi yang membahas pengetahuan ekologis lokal, epistemologi sains, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hasil review menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan lokal semakin diakui dalam praktik kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam, posisinya masih sering direduksi secara instrumental dan belum sepenuhnya diakui sebagai sumber epistemik yang setara dengan sains modern. Literatur mutakhir menekankan pentingnya pluralisme epistemologis, keadilan epistemik, dan pendekatan berbasis tempat dalam memahami kompleksitas sistem sosial–ekologis. Dalam konteks Tambora, epistemologi lokal berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih kontekstual, relasional, dan berorientasi pada keberlanjutan. Local Epistemology and Modern Science: a Critical Philosophy of Science Review of Ecological Knowledge Based on Tambora Local Wisdom Abstract The relationship between local knowledge and modern science has become an increasingly important topic in environmental and sustainability studies. Local ecological knowledge grounded in indigenous and local wisdom is no longer understood merely as cultural practice, but as an epistemic system with its own rationality, contextual validity, and adaptive capacity. This article aims to critically review how local epistemologies are positioned within scientific literature and how they relate to modern science, with a conceptual reflection on the local wisdom of the Tambora region. The study employs a critical narrative literature review of reputable international and national journals addressing local ecological knowledge, epistemology of science, and sustainable environmental management. The review findings indicate that although local knowledge is increasingly acknowledged in environmental governance and resource management practices, it is often incorporated instrumentally and not fully recognized as an autonomous epistemic source equivalent to modern science. Recent literature emphasizes the importance of epistemological pluralism, epistemic justice, and place-based approaches for understanding the complexity of social–ecological systems. In the context of Tambora, local epistemology demonstrates strong potential to contribute to the development of scientific knowledge that is more contextual, relational, and sustainability-oriented. This review contributes to contemporary philosophy of science by reinforcing the legitimacy of local knowledge as an integral component of inclusive and reflexive knowledge production.
Karakterisasi Biobriket Limbah Eceng Gondok dan Tembakau serta Pergeseran Paradigma Antroposentrisme ke Ekosentrisme Widhiantari, Ida Ayu; Sarjan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p04

Abstract

Krisis energi dan degradasi lingkungan global mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk biobriket dari limbah biomassa. Namun, pendekatan pengembangan biobriket sering kali didasarkan pada paradigma antroposentrisme yang menekankan nilai instrumental alam bagi kepentingan manusia, sehingga dianggap kurang memadai untuk mengatasi krisis ekologis multidimensi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma etika dari nilai instrumental menuju keseimbangan ekologis dalam pengembangan biobriket berkelanjutan, dengan membandingkan perspektif antroposentrisme dan ekosentrisme. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggabungkan data teknis-empiris (karakteristik bahan baku dan proses briketisasi) serta data filosofis terkait prinsip etika lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa biobriket dapat memenuhi tujuan antroposentris, seperti penyediaan energi bersih, pengurangan biaya, dan penanganan limbah (misalnya eceng gondok dan limbah tembakau). Secara bersamaan, pemanfaatan limbah invasif seperti eceng gondok juga mendukung tujuan ekosentris melalui restorasi ekosistem dan pengurangan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati. Kesimpulannya, pengembangan biobriket berkelanjutan dapat menjadi titik temu yang memadukan kepentingan manusia dengan tanggung jawab ekologis, mendorong sintesis antara utilitas manusia dan pemulihan integritas lingkungan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan parameter teknis dan bahan perekat guna meningkatkan keefektifan biobriket secara holistik.
Ekosentrisme dalam Perspektif Sosial-Ekologis: Sinergi antara Manusia dan Alam Sania Citra Alfifah; Muhammad Sarjan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8393

Abstract

Krisis lingkungan global yang semakin nyata, seperti perubahan iklim, deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran air ddan tanah, menunjukkan adanya ketidakseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Kondi ini banyak dipengaruhi oleh paradigm antroposentris yang menempatkan manusia sebagai pusat utama dan alam sebagai objek pemanfaatan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ekosentrisme dalam perspektif sosial-ekologis sebagai pendekatan alternatif dalam membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatis melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku dan referensi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekosentrisme memandang manusia sebagai bagian integral dari ekosistem sehingga seluruh komponen alam memiliki nilai intrinsik yang harus dihargai, bukan hanya semata-mata berdasarkan manfaat ekonominya. Dalam perspektif sosial-ekologis, keberlanjutan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial, budaya, ekonomi, dan kebijakan yang membentuk prilaku manusia terhadap alam. Sinergi antara manusia dan alam diwujudkan melalui prinsip keseimbangan, tanggung jawab moral, resiliensi sosial-ekologis, serta pemanfaatan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Implementasi ekosentrisme dalam kehidupan sosial dapat dilakukan melalui transformasi kesadaran ekologis, integrasi nilai-nilai lingkungan dalam budaya masyarakat, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta partisipasi kolektif dalam pengelolaan lingkungan, dengan demikian ekosentrisme menjadi landasan penting dalam menciptakan sistem kehidupan yang berkelanjutan dan adil secara ekologis bagi generasi sekarang maupun mendatang.
Review of Chemical, Biological, and Epistemological Elements: Mamaq Tradition Nora Listantia; Muhammad Sarjan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3731

Abstract

Mamaq by the ancestors of the Sasak people was an activity of chewing betel nut, lime, betel leaf, and tobacco, and ending with shrinkage. Betel leaves contain glycosides, steroids, triterpenoids, flavonoids, tannins, and anthraquinones. These compounds contain antimicrobial activity that can fight Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans fungi. Meanwhile, whiting is a strong base because it has a pH of 11-12.5. This is because in the mouth there is saliva which can maintain a pH of around 6.8. Saliva contains phosphate buffer solutions H2PO4- and HPO42-. And gambir contains a component in the form of catechins which function as antioxidants and antibacterials. The purpose of this research is to study philosophical values, especially epistemology, which investigates the origin, and composition of methods and knowledge related to mamaq philosophy and natural science concepts, especially chemistry, and compounds, and what reactions occur in the mamaq process that has not been revealed. The study uses the library method. From the results of thestudy, it was concluded that in addition to the philosophy in the ingredients for mamaq it can also be described the chemical compounds contained in the ingredients for mamaq, starting from whiting, green betel leaf, gambier, and areca nut.
Batas Etis Pemanfaatan Limbah Hutan sebagai Energi Terbarukan: Kajian Ekosentrisme dalam Konteks Biomassa di Indonesia M. Kudsi Rosadi; Muhammad Sarjan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1837

Abstract

The global energy transition has encouraged the utilization of forest biomass, including residues such as branches, leaves, and deadwood, as renewable energy sources through co-firing schemes in Indonesia. However, existing policies remain dominated by techno-economic logic and tend to overlook fundamental ethical-ecological dimensions, particularly the intrinsic value and ecological functions of forest residues in maintaining ecosystem integrity. This study aims to analyze the ecocentrism perspective on the utilization of forest waste as renewable energy and to formulate an ethical framework for ecologically just forest biomass governance. The research employed a qualitative approach through a narrative literature review of 58 selected articles from the Scopus, Web of Science, Google Scholar, and ScienceDirect databases published within the last 5–10 years. Narrative thematic analysis identified four major themes: the intrinsic value of forest waste from an ecocentric perspective, the ecological functions of forest residues in nutrient cycling and habitat maintenance, the ethical-ecological risks of biomass utilization, and the ethical threshold framework for forest waste utilization. As its primary conceptual contribution, this study proposes the “Ecocentric Ethical Threshold” (EET) framework, consisting of five principles: sufficiency, regenerative integrity, minimum residue retention, ecological value-based certification, and intergenerational justice. This framework implies the need to recalibrate Indonesia’s biomass co-firing policies by integrating verified ecological thresholds as prerequisites for harvesting, ensuring that the energy transition does not compromise the integrity of Indonesia’s tropical forest ecosystems.
Rekonstruksi Konsep Keberlanjutan dalam Perhutanan Sosial: Perspektif Etika Ekosentris Faiza Libby Shabira Lubis; Muhammad Sarjan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1857

Abstract

Forest sustainability in Indonesia faces significant challenges, including deforestation, forest degradation, and tenure conflicts. Although social forestry has been promoted as a policy instrument to balance ecological protection and community welfare, its implementation remain largely dominated by an anthropocentric paradigm that treats forest primarily as economic resources. As a result, sustainability is often interpreted narrowly and fails to adequately address broader ecological and social concerns. Moreover, studies examining social forestry through an ecocentric ethical perspective remain limited, indicating a conceptual gap in developing more holistic forest management models.This Study aims to reconstruct the concept of sustainability in social forestry based on an ecocentric ethical perspective and to explore its policy implications. A narrative literature review with a conceptual approach was employed, analyzing relevant publications form 2015 to 2025. The finding reinforce the core argument: achieving sustainability in social forestry requires an ecocentric shift that recognizes forests’ intrinsic value. This new framework integrates ecological and cultural capacity indicators, incorporates intrinsic value in licensing, and strengthens participatory governance with ecological justice. This study contributes a novel conceptual framework that is both integrative and operational for advancing more equitable, adaptive, and sustainable social forestry practices. 
Co-Authors , Kisman A, Syahrial A. Farid Hemon A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri Achmad Fajar Narotama Sarjan Achmad Fajar Natotama Sarjan Achmad Wiranadi Hakim Acik Ardiansyah Qutbi Adhia Nirmala, Wiwin ADNAN TANDEANG Adriana, Refia Adrianto, J Afansyah Arrahman Agus Muliadi Agus Muliadi Agus Muliadi Agus Muliadi Agus Muliadi Agus Purbathin Hadi Agus Purbatin Hadi Agus Purbatin Hadi Ahmadi Ahmadi AIDA MUSPIAH Aida Muspiah Akhmad Qashlim, Akhmad Akram, Ahdiatsa Hairi Aldian Syafputra Pratama Alfarisi, Muhammad Hilman Aliefia Shatila Diva Khairunnisa Aliefia Shatila Diva Khairunnisa Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim ALUH NIKMATULLAH Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah ALUH NIKMATULLAH Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah ALUH NIKMATULLAH Amrul Jihadi AMRUL JIHADI Amrullah Amrullah Amrullah Amrullah Ananda Awaliya Andalisa, Rani Andi Ircham Hidayat Anisa Risti Anjar Pranggawan Azhari Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arifuddin Sahidu Arifuddin Sahidu Ariskanopitasari Arista, Nada Arya, Muhammad Haikal Akram Asrorul Makmur Azizi Asrul Azizi Asrul Hamdani Attilla, Lalu Faiz Muhammad Awanda Oktri Putri Madani Bachtiar Ardiansyah Baiq Asma Nufida Baiq Dina Hardianti Baiq Jannatun Na’im Baiq Minarti Rismanovi Baiq. Rara Ulansari Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bambang Patmaraga Bambang Setiadi Azhari Bambang Supeno Bambang Supeno, Bambang Basri Basri Basri, Nurfaisah Citra Sintia Andari Citra Yuniarti Damian Januarta Danang, Danang Dara Fitriana Darajah, Lale Imas Inda David Putra Pratama Devi Ratu Ng. D. Wulla Devi, Ni Made Sathya Paramitha Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewi Saraswati Dewi Yuliantika Dewi, Indah Komala Dewi, Pervitara Arum Dewi, Saskia Septina Dwi Putri Dwi Ratna Anugrahwati Edy Sofyan, Edy Edy Wahyu Satria EKA SUNARWIDHI PRASEDYA Ekawati, Nurdiah Fadli, Zawil Fahrianto, M. Said Fahrudin Fahrudin Faiza Libby Shabira Lubis Faiza Libby Shabira Lubis Farid Hemon Fatriani, Feni Fatristya, Lalu Galeh Inggil Fauzan, Lalu Ahmad Feni Fatriani Fermana, Rudy Fikry, Muhammad Yul Fitriati Husna Galuh Raudhatul Waqi`ah Gang Ma Giana Supratman Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan H, Hasyim. Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Handika Setiawan Handry Sudiartha Athar Hanifah Ayu Hardianti, Baiq Dina Hari Aditia Pratama, Muhammad Harianto Harianto Hartono, Yadi Hasriani, Hakim Hendro Yulistiono2 Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Haryanto Husna, Fitriati Husna, Risqiatul Husnul Jannah Husnul Jannah I Gde Mertha I Gde Mertha I Gde Mertha I Gde Mertha I Gusti Made Kusnarta IHLANA NAIRFANA Ihlana Nairfana IHLANA NAIRFANA Ilmiati, Nur Ilwati, Uun Indah Komala Dewi Indradi Rahmatullah Indriyani, Meidina Irwan Muthahanas Ismail Efendi Isman Sab’i Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Pauzi Iswari Pauzi Iswari Pauzi Janiarti, Janiarti Jannah, Husnul Johan Miranda Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Junita Junita Kara, Muslimim Khaerus Syahidi Khairat, UL Kisman Kisman Kisman Kisman Kisman Kurniawan Arizona Kusuma Wardani, Intan Lale Girvina Ratu Anindy Lale Imas Inda Darajah Lalu Ahmad Fauzan Lalu Hamdani Husnan Lalu Ishadi Darwinata LaluAzis Juanda Lina Pariani Listantia, Nora Lora Santika M Hilman Alparisi M. Kudsi Rosadi M. Said Fahrianto M. Yusuf Mahbub M Rahman Mahendra, Wisnu Malasari Mardewi, Mardewi Martia Dewi, Suprayanti Maulana Aziz, Lutfi Maulana, Adnan Ma’dika, Agung Mery Windarningsih Mery Windarningsih Mery Wirdianingsih Mia Maharani Dewi Miranda, Johan Mirda, Mirda moegiratul amaro Moh Taufik Fauzi Moh Taufik Fauzi Moh. Taufik Fauzi Muammar Muammar Muammar, Muammar Muchlis Muchlis Muh. Thoriq Dwi Setyawan Muh. Zaini Hasanul Muttaqin Muhammad Haikal Akram Arya Muhammad Hari Aditia Pratama Muhammad Nur Qoim Muhammad Tryora Inzaghi Muhammad Wahyu Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yul Fikry Muhammad Yul Fikry Muhammad Zidane Bachtiar MULIA RASYIDI Murdan1 . Mushawwir, Fikri Al Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Nanda Fitria Wardani Neng Annisa Is Amalia Ni Nyoman Sri Putu Verawati Ni Putu Eka Radianti Nora Listantia Novita Hidayatun Nufus Nur Febriani Nur Ilmiati Nur Yatin nuraini nuraini Nurhikmah Nurhikmah Nurman Muda Nasution Nurwana, Nurwana Nydia Alisa Putri Ochtavia, Gustia Otto Schmit Pampang, Piere Simak Pariani, Lina Prastika, Yulia Putri Dinda Gunawan Putri Imbin Sari Putri, Nydia Alisa Qashlim, A. Akhmad Qutbi, Acik Ardiansyah Raden Roro Nisrinia Salsabila Rahmatullah, Indradi Ramdhani Sucilestari Refia Adriana Rembungan, Risna Riadi, Muh Agus Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Risti, Anisa Rizalandri, Ahmad Rizaldi, Lalu Heri Rizky, M. Muslihan Rofifah Aulia Amanda Rosida Rosida Rosita Wati Rosmawati, Ety Ruth Stella Petrunella Thei Ruth Stella Petrunella Thei Sabbar Dahham, Sabbar Dahham Sabira Yuliandini Saeful Hadi Safitri, Temi Ainul Sahidu, Arifuddin Saimah, Wardatun Saipul Bahri Salsabila, Raden Roro Nisrinia Samsul Hadi Samsul Hadi Sania Citra Alfifah Sanofa, Vicky Santika, Lora Santiyasa, I Nyoman Sari, Cipta Riang Sari, Putri Imbin Sari, Tika Puspa Sarjan, Achmad Fajar Natotama Saskia Septina Dewi Satrijo Saloko Septia Antasari Setyowati, Dewi Nuraeni Siradjuddin Siska Cicilia Sitti Hilyana Sopiati Alawiyah Stella Petrunella Thei, Ruth Sudarli Sudarli Sudarli Sudirman Sudirman Sudirman sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukainil Ahzan Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sunantara , Aditya Aji Supratman, Giana SUPRAYANTI MARTIA DEWI Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Supriadi Supriadi Suryati Suryati Suwardji Syafputra Pratama, Aldian Syahrial A Syahrial A Syahrial A Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsul Hadi Syarif Husni Syarli, Syarli Tamin, Rosmawati Tarmizi Tarmizi Taslim Sjah Taslim Sjah Taslim Sjah Taslim Sjah Taslim Sjah, Taslim Tiara Cahaya Putri Tika Puspa Sari Tomi Cahyadi Utama Toni Istofan Zikri ulpiana, ulpiana Uswatun Hasanah Utami, Nila Fitria Vicky Sanofa Wahyuni, Srilah Nora Wardani, Novita Susila Wardatun Saimah Weny Yulianingsih Widhiantari, Ida Ayu Widiarto Widiarto, Widiarto Widya Indriani Wisnu Mahendra Witanti Sukma K Wulandari, Febriana Yatin, Nur Yuli Asmi Rahman Yulia Prastika Yulinda Irmayani Irmayani Yuniarti, Citra YUNITA ARIAN SANI ANWAR Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusriani, Yusriani Zawil Fadli