p-Index From 2021 - 2026
21.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Elementary: Islamic Teacher Journal Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Journal of ICSAR Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan AL ISHLAH Jurnal Pendidikan PEDAGOGY Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Journal of Dedicators Community ABDIMAS SILIWANGI JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education JURNAL PENJAKORA Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya PEDULI: Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat Education and Human Development Journal Jurnal Pendidikan dan Konseling JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Indonesian Journal of Cultural and Community Development Indonesia Berdaya KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Basica NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Jurnal Abdi Panca Marga Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Tamansiswa International Journal in Education and Science (TIJES) Jurnal Basicedu Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Indonesian Research Journal on Education Journal of Mandalika Literature National Conference for Ummah Journal of Innovative and Creativity Journal of Teacher Well-Being Journal of Community Development Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Menulis Kreatif dalam Konteks Cerita Anak Melalui Project-based Learning: Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Ribut Prastiwi Sriwijayanti; Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Emy Yunita Rahma Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022231

Abstract

Children's books for elementary school teachers is the goal of this community activity. The literary literacy program, one of the national literacy movement's many initiatives, informs the design of this course. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya joined with five primary schools to carry out this community duty. From July to September 2021, two instructors from each school will participate in creative writing training. In this activity, instructors work together to design projects for authoring children's books as part of the Project Based Learning approach. Blended learning course includes 16 hours of face-to-face creative writing classes and 32 hours of virtual mentorship. Online sessions were used to introduce fundamental concepts in creative writing and kid 's literature to course participants. After submitting and consulting their draft narrative to the community service facilitator committee, participants got comments for editing through an online session. Nine out of ten students were able to finish a children's narrative writing assignment using mastery learning assessments. Aside from exposing them to literary literacy and enhancing children's ability to write picture tales and short stories, participants said that this exercise had a positive effect on their lives.  Abstrak: Buku anak untuk guru sekolah dasar menjadi tujuan dari kegiatan komunitas ini. Program literasi sastra, salah satu dari banyak inisiatif gerakan literasi nasional, menginformasikan desain kursus ini. Universitas Nahdatul Ulama Surabaya bergabung dengan lima sekolah dasar untuk mengemban tugas kemasyarakatan ini. Mulai Juli hingga September 2021, dua guru dari masing-masing sekolah akan mengikuti pelatihan menulis kreatif. Dalam kegiatan ini, guru bekerja sama untuk merancang proyek untuk menulis buku anak-anak sebagai bagian dari pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek. Kursus pembelajaran campuran mencakup 16 jam kelas menulis kreatif tatap muka dan 32 jam bimbingan virtual. Sesi online digunakan untuk memperkenalkan konsep dasar menulis kreatif dan sastra anak kepada peserta kursus. Setelah menyerahkan dan mengkonsultasikan draft narasi mereka kepada panitia fasilitator pengabdian masyarakat, para peserta mendapat komentar untuk diedit melalui sesi online. Sembilan dari sepuluh siswa mampu menyelesaikan tugas menulis narasi anak menggunakan penilaian penguasaan pembelajaran. Selain membekali mereka dengan literasi sastra dan meningkatkan kemampuan anak dalam menulis cerita bergambar dan cerita pendek, para peserta mengatakan bahwa latihan ini berdampak positif bagi kehidupan mereka.
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Aktif berorientasi Higher Order Thinking Skill: Pemberdayaan Guru SD selama Pandemi Covid-19 Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Emy Yunita Rahma Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022232

Abstract

Students are dissatisfied with online education after the Covid-19 epidemic. Students, especially in this digital era, need to develop higher order thinking skills in their academic activities. Although most teachers still do not have strong knowledge about HOTS-based active learning, the value of the teaching process carried out by teachers is not yet very capable of measuring high-level thinking skills, especially in Tiris Regency. For primary school educators in Tiris District, this program will help them improve the quality of HOTS-based teaching. Elementary school teachers from Tiris Regency took part in this program. This six-month program includes a combination of classroom instruction, hands-on workshops, and one-on-one tutoring. The teacher's ability to apply HOTS-based active learning has increased as a result of the boot camp that has been given.  Abstrak: Siswa tidak puas dengan pendidikan online setelah epidemi Covid-19. Siswa, khususnya di era digital ini, membutuhkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam kegiatan akademik mereka. Meskipun sebagian besar pengajar masih belum memiliki pengetahuan yang kuat tentang pembelajaran aktif berbasis HOTS, nilai proses pengajaran yang dilakukan oleh guru belum terlalu mampu dalam melakukan pengukuran kemampuan berpikir lelvel tinggi, khususnya di Kabupaten Tiris. Bagi para pendidik sekolah dasar di Kabupaten Tiris, program ini akan membantu mereka meningkatkan kualitas pengajaran berbasis HOTS. Guru SD dari Kabupaten Tiris ikut ambil bagian dalam program ini. Program enam bulan ini mencakup kombinasi instruksi kelas, lokakarya langsung, dan bimbingan satu lawan satu. Kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran aktif berbasis HOTS meningkat sebagai hasil dari boot camp yang telah diberikan.
Powtoon sebagai Media Alternatif Bimbingan Belajar Online SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Ribut Prastiwi Sriwijayanti; Ani Anjarwati; Pance Mariati
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022216

Abstract

The spread of COVID-19 has made it difficult to teach in the classroom. One way to avoid this challenge is through online virtual classes. consequently, the media must play a role in ensuring that students are engaged in their studies. This community service aims to empower Powtoon in virtual learning at SDN Curahsawo 3, Probolinggo Regency. The PKM project is designed to help teachers use technology more effectively when creating instructional videos that can be used during the learning process. This community service project is divided into four parts: observation, looking at the problem, looking for solutions, and finding. This service involves 28 first graders. Adopting Powtoon media has many benefits, such as increasing student enthusiasm, making learning more interesting, and helping students learn faster. In addition, the teacher's enthusiasm for developing Powtoon content is evident.  Abstrak: Penyebaran COVID-19 telah membuat sulit untuk mengajar di kelas. Salah satu cara untuk menghindari tantangan ini adalah melalui kelas virtual online. Akibatnya, media harus memainkan peran dalam memastikan bahwa siswa terlibat dalam studi mereka. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan powtoon dalam pembelajaran virtual di SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo. Proyek PKM dirancang untuk membantu guru menggunakan teknologi secara lebih efektif ketika membuat video pembelajaran yang dapat digunakan selama proses pembelajaran. Proyek pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi empat bagian: observasi, melihat masalah, mencari solusi, dan mengevaluasi. Layanan ini melibatkan 28 siswa kelas satu. Mengadopsi media Powtoon memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan semangat siswa, membuat pembelajaran lebih menarik, dan membantu siswa belajar lebih cepat. Selain itu, antusiasme guru untuk mengembangkan konten Powtoon terlihat jelas.
One-on-one and Door-to-door Learning: Upaya Memaksimalkan Pembelajaran Dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nafiah Nafiah; Andini Hardiningrum
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022228

Abstract

Probolinggo Regency's primary school-aged children, many of whom have difficulty studying at home owing to the remoteness of the area, would benefit from this community service program. For limited families, this involves aiding kids who don't have the facilities to learn from home, and also encouraging to alleviate the load on families of children who do have the facilities to do so. This exercise consists of six parts: (1) Questions and answers, (2) Examining needs, (3) Design and execution of advice and assistance, (4) Application of assistance, and (5) Monitoring of activity outcomes. Lower-grade pupils have been supported by offering materials for classroom teaching and lending facilities, as well as Media for Instructional Reasons, during the Covid-19 epidemic. Parents are pleased with this mentorship activity. as well as during the worldwide Covid-19 epidemic, while still adhering to health procedure guidelines.  Abstrak: Anak-anak usia sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo yang banyak mengalami kesulitan belajar di rumah karena letaknya yang terpencil akan mendapat manfaat dari program pengabdian masyarakat ini. Untuk keluarga terbatas, ini termasuk membantu anak-anak yang tidak memiliki fasilitas untuk belajar dari rumah, dan juga mendorong untuk meringankan beban keluarga anak-anak yang memiliki fasilitas untuk itu. Latihan ini terdiri dari enam bagian: (1) Tanya jawab, (2) Meneliti kebutuhan, (3) Merancang dan melaksanakan saran dan bantuan, (4) Penerapan bantuan, dan (5) Pemantauan hasil kegiatan. Siswa kelas bawah telah didukung dengan menawarkan materi untuk pengajaran di kelas dan fasilitas pinjaman, serta Media untuk Alasan Instruksional, selama epidemi Covid-19. Orang tua senang dengan kegiatan bimbingan ini. serta selama epidemi Covid-19 di seluruh dunia, dengan tetap mengikuti pedoman prosedur kesehatan.
Pelatihan Pengembangan Soal HOTS dengan Memanfaatkan Quizizz untuk Guru Sekolah Dasar Pedesaan Afib Rulyansah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 1: November 2021-January 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022195

Abstract

The Covid-19 pandemic condition triggered teachers to adjust their attitudes to existing conditions. Learning in the network (online) must be chosen so that the teaching process can still be carried out. However, teachers were not used to compiling HOTS evaluations online using the Quzizizz application. This community service program aimed to provide assistance in preparing HOTS questions using the Quizizz application. The training was carried out during the Covid-19 pandemic online for elementary school teachers in the Tiris District, Problinggo Regency. The results show that in general teachers are said to be able to conduct online evaluations by utilizing the Quizizz application. All teachers were present in all training meetings, teachers were also able to create Quiziz Accounts. HOTS questions on Quizizz were also able to be made by the majority of teachers so that they can activate students' higher-order thinking skills. All teachers tried out the HOTS questions that had been made to their respective students. This training has a significant impact on the ability of teachers to develop HOTS-type online evaluation questions using the Quizizz application.
Pelatihan Pembelajaran online: Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Nailul Authar; Edi Pujo Basuki; Emy Yunita Rahma Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022229

Abstract

Students can study whenever and wherever they want using online learning, which is a popular technique for distance education. However, the students' drive and enthusiasm for learning goes down when they study at home, which is a problem. Students become bored because they do not have time to meet their friends and because there is not enough variety in assignments and learning materials. Because of the importance of motivating children to learn, this KKN focuses on providing knowledge and technical assistance to the instructors of SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo who use a Game-Based Learning approach. The contents of the lectures, questions and answers, and the practice of using the Kahoot program are used to start community service activities. By using Kahoot as a game-based learning tool, participants will be able to produce their own game-based educational materials as a consequence of this community project. An innovative way to motivate children to learn has been developed. Abstrak: Siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun mereka mau menggunakan pembelajaran online, yang merupakan teknik populer untuk pendidikan jarak jauh. Namun, dorongan dan semangat siswa untuk belajar turun ketika mereka belajar di rumah, yang menjadi masalah. Siswa menjadi bosan karena tidak sempat bertemu dengan temannya dan karena tidak cukup variasi dalam tugas dan materi pembelajaran. Karena pentingnya memotivasi anak-anak untuk belajar, KKN ini berfokus pada pemberian pengetahuan dan bantuan teknis kepada instruktur SDN Curahsawo 3 Kabupaten Probolinggo yang menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Game. Isi ceramah, tanya jawab, dan praktik pemanfaatan program Kahoot digunakan untuk memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan Kahoot sebagai alat pembelajaran berbasis permainan, peserta akan dapat menghasilkan materi pendidikan berbasis permainan mereka sendiri sebagai konsekuensi dari proyek komunitas ini. Sebuah cara inovatif untuk memotivasi anak-anak untuk belajar telah dikembangkan.
Integrasi Matematika Realistik dan Media Berbahan Bekas pada Pembelajaran di Sekolah Dasar Afib Rulyansah; Ribut Prastiwi Sriwijayanti; Ryzca Siti Qomariyah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022204

Abstract

Kegiatan belajar mengajar bidang Matematika secara nyata adalah solusi metode pendekatan yang dilakukan kepada siswa agar mudah dipahami. Prinsip emergent modeling merupakan tuntutan menggunakan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran yang nantinya agar siswa mampu menggambarkan permasalahan yang diberikan. Tetapi, yang menjadi permasalahan saat ini yaitu wawasan dan ilmu tenaga pengajar yang masih terbatas dalam mendesain media yang akan digunakan kegiatan belajar mengajar secara nyata. Nyatanya, banyak barang yang tidak dipakai menumpuk terus menerus dan orang – orang tidak memanfaatkan barang tersebut. Jika orang – orang bisa recycling barang tersebut, maka akan menjadi bermanfaat dan bernilai guna. Kegiatan training belajar mengajar bidang matematika secara nyata menggunakan alat peraga dari bahan bekas yang sudah diolah merupakan penyelesaian dalam hal pendidikan. Kegiatan belajar mengajar menggunakan alat peraga dapat mendukung dalam proses pembelajaran tidak membosankan dan mudah dipahami. Namun, belum seluruh desain alat peraga yang sudah dibuat bisa memenuhi prinsip dan ciri kegiatan belajar mengajar matematika secara nyata. Kegiatan training ini bermanfaat dan bisa dikatakan berhasil membantu tenaga pengajar dalam memilih bahan bekas dijadikan alat peraga dan mendesain alat peraga tersebut. Selain itu, sebanyak 27 rancangan alat peraga matematika yang dibuat berbeda dari 36 rancangan. Desain kegiatan belajar mengajar terdiri atas topik kelas 3 dan kelas 4 tingkat Sekolah Dasar.
Pengembangan Modul Berbasis Kecakapan Hidup pada Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Afib Rulyansah; Mardiyatus Sholihati
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.683 KB) | DOI: 10.30651/must.v3i2.2088

Abstract

Prestasi belajar siswa kelas VI SDN Curahsawo dalam materi Debit  rendah karena siswa dituntut mempelajari materi yang tidak sesuai dengan karakter siswa dan hanya menggunakan satu bahan ajar yang menekankan pada aspek kognitif. Pengembangan modul berbasis kecakapan hidup ini disesuaikan dengan karakter siswa dan memperhatikan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta membekali siswa dengan pendidikan kecakapan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul berbasis kecakapan hidup yang valid, praktis, menarik, efektif, serta dapat meningkatkan prestasi siswa kelas VI dari 52% menjadi minimal 70%. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Tahap pengembangan ini adalah studi pendahuluan, perencanaan, desain produk, validasi modul, uji coba lingkup kecil, uji coba lingkup besar, revisi modul, dan produk akhir. Hasil validasi ahli materi mencapai 87,5% dan hasil validasi ahli media mencapai 96,8%. Hasil rata-rata angket kepraktisan berpersentase 88,35% dan hasil angket kemenarikan siswa berpersentase 94,1% dalam uji coba lingkup kecil. Sementara untuk uji coba lingkup besar, tingkat kepraktisan modul mencapai 89,5%, tingkat kemenarikan modul mencapai 92,5%, dan hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan 83,3% tuntas belajar atau 31,3% lebih tinggi dibandingkan pretest yaitu 52%. Berdasarkan hasil tersebut, modul berbasis kecakapan hidup telah valid, praktis, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Matematika kelas VI.
Kemampuan Guru Junior dalam Mengajarkan Proses Berpikir untuk Menyelesaikan Soal Cerita Sederhana: Studi pada Guru Matematika Sekolah Dasar Afib Rulyansah; Ratih Asmarani; Pance Mariati; Novia Dwi Rahmawati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1941

Abstract

Riset deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam melatih siswa untuk menuliskan proses berpikir dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang sederhana. Lima belas guru matematika junior yang tergabung dalam grup WhatsApp dilibatkan pada riset ini. Data diperoleh dengan memanfaatkan tes tulis dan wawancara yang hasilnya dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Kemampuan guru junior dikategorikan menjadi 3 level, yaitu 4 guru berpengetahuan matematika tingkat lanjut, 8 guru berpengetahuan matematika sangat memadai, dan 3 guru berpengetahuan matematika cukup memadai. Dari semua guru junior yang terlihat, tidak satupun dari mereka memunculkan proses berpikir secara tertulis pada proses penyelesaian soal cerita. Mereka lebih fokus pada kebenaran hasil akhir. Pertimbangan ini dilakukan oleh guru karena (1) kelulusan pada ujian akhir tidak dilihat dari proses berpikir tertulis, tetapi pada kebenaran hasil akhir, dan (2) kurikulum yang diberikan pemerintah tidak mendorong guru untuk menuntut siswa menuliskan proses berpikirnya. Peneliti selanjutnya dapat berinovasi dalam mendesain soal dan rubrik penilaian yang mempertimbangkan proses berpikir pada penyelesaian soal, baik untuk matematika atau bidang studi lain.
Peningkatan Creative Thinking melalui Creative Problem-Solving Berorientasi Multiple Intelligence: Kajian pada Bidang Matematika Sekolah Dasar Afib Rulyansah; Ratih Asmarani; Pance Mariati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1925

Abstract

Model Creative Problem-Solving telah banyak diterapkan untuk upaya meningkatkan Creative Thinking, namun penerapan ini belum mempertimbangkan kecerdasan majemuk siswa. Riset ini bertujuan untuk meningktkan Creative Thinking melalui model Creative Problem-Solving berorientasi Multiple Intelligences pada bidang studi matematika sekolah dasar pedesaan. Classroom Action Research merupakan pendekatan riset yang digunakan. Dua puluh tiga siswa kelas 4 sekolah dasar pedesaan di Kabupaten Probolinggo dilibatkan pada riset ini. Pengamatan, interviu, dokumentasi, dan tes tulis dilakukan untuk pengumpulan data riset. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitati. Riset ini menyumbangkan dampak yang bagus bagi siswa dan guru. Kecakapan berpikir kreatif siswa terus meningkat secara konsisten. Peningkatan besar terjadi pertemuan awal siklus 2, yaitu 142 poin pada nilai total dan 0,34 poin pada nilai rata-rata. Untuk pertemuan lain, peningkatan dapat dikatakan konsisten yaitu antara 53-81 poin pada nilai rata-rata dan 0,13-0,20 poin pada nilai rata-rata. Hasil riset ini menunjukkan peningkatan yang konsisten terkait kompetensi guru dalam mengajar. Peningkatan tertinggi terjadi siklus 1 pertemuan kedua, yaitu 5 poin pada nilai total dan 0,20 poin pada nilai rata-rata. Untuk pertemuan lain, peningkatan dapat dikatakan konsisten yaitu antara 2-3 poin pada nilai rata-rata dan 0,12-0,14 poin pada nilai rata-rata.
Co-Authors A Hamid A. Muammar Alawi Abdul Basit Abdul Halim bin Ali Abu Yasid Adilah, Muqouwi Matul Agus Wahyudi Ahmad Muhyidiin Aisah, Putri Lailatul Akhwani Akhwani, Akhwani Al-Mufidah, Asyita alfiah alfiah Alfiah Alfiah Amilia, Sintia Amin, Siti Maghrirotun Andini Hardiningrum Andini Hardiningrum Andini Hardiningrum Andrian, Dedek Anisah Anjarwati, Ani Aquariza, Novi Rahmania Ari Setiawan Arifatul Lutfiah Arnetta, Chesqi Ashfiyatun Najjah Asmarani, Ratih Asyita Al-Mufidah Authar, Nailul Azim A. Yuldashev Azzahra, Surnia Maulidah Basuki, Edi Pujo BERDA ASMARA Budiarti, Rizqi Putri Nourma Burhanudin Elfany Alamsyah Choirun Nisa Afidatus Zahro Daffa Salma Minandar Dani, Novelita Ayu Rahma Destita Shari Destita Shari Dewi Maharani Dewi Widiana Rahayu Dewi Widiana Rahayu Dian Cita Sari Dika Dwi Meilina Dike Bayu Magfira, Dike Bayu Djazilan, M. Sukron Djazilan, Muhammad Sukron Dwi Ernawati Dwi Ernawati Indah Pusfita Sari Dzahnun Amiliya Umamik Eka Anggraeni K Ellisa Diani Pratiwi Emilia, Firda Emy Yunita Rahma Pratiwi Emy Yunita Rahma Pratiwi Emy Yunita Rahma Pratiwi, Emy Yunita Rahma Ezi Apino Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fajrina, Luthfiah Nur Fariza MD Sham Fatchur Rozi Fatchur Rozi Fatchur Rozi Fatchur Rozi Feby Ayu Solikah Felestin Felestin Firdaus, Anisa Firdhausyah, Yasmin Afra Hajar Nurma Wachidah Halimatus Sakdiyah Harun, Makmur Herlin Herawati, Herlin Hidayat , Muhammad Thamrin Hidayat, Muhammad Thamrin Hilmiyah Khumairotuz Zuhroh Iin Rosyidatur Rohmah Ilham Tri Maulana Indatul Amalia Intan Novita Sari Isnaini Fadya Rahmadani Jauharotur Rihlah Jauharotur Rihlah Jauharotur Rihlah Junaidi Junaidi Kacung Marijan Kasiyun, Suharmono Khairul Anwar Khairunnas Rajab Khalida Hardani Kumalasari, Shofi Eka Kurnianda, Vistania Fajar Lailatul Lutfiyah Lauhil Mahfudz Isman Lauhil Mahfuzh Isman Lauhil Mahfuzh Isman Lauhil Mahfuzh Isman Leni Yuliana Lidia Nur Tanti, Lidia Nur Tanti Lifiyatul Handayani Ludfi Arya Wardana M Tamrin Hidayat M. Mustofa Kamal Mahfuzh Isman, Lauhil Mahmudah, Faridatun Nurul Mai Zunianti Makmur Harun Maknunah, Fiena Barieroh Mardhotillah, Rachma Rizqina Mardiyatus Sholihati Mariati, Pance Marsella Duwi Septyani Masruroh Masruroh Mei Sulistyani Mela Norma Yuniasti Mijaya, Zahra Nafsa Anil Minandar, Daffa Salma Mohamad Yusak Anshori Mohd Kasturi Nor Bin Abd Aziz Muhammad Sukron Djazilan Muhammad Syaikhon Muhammad Thamrin Hidayat Muhammad Thamrin Hidayat Mujad Didien Afandi Munawaroh, Risalatul Muntaha Mushonnif, Muhammad Hafidz Al MUSLIMIN IBRAHIM MUSLIMIN IBRAHIM Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Nafi'ah, Nafi'ah Nafiah Nafiah Nafiah Nafiah Nafiah Nafiah, Nafiah Nailul Authar Najjah, Ashfiyatun Nashirin, Rohmatun Nazia Widya Pratiwi Nidya Amalia Arifin Nidya Amalia Arifin Noorilham bin Ismail Noventi, Iis Novia Dwi Rahmawati Novia Dwi Rahmawati Nur Huda Nur Mazkiyah NurFaiza, Yusril Izza Nurul Azizah Pance Mariati Pawestri, Dwi Almy Pipit Sari Puspitorini Prasetyo, Wahyu Ari Pratama, Marchel Septi Puji Rahayu Puji Rahayu Puji Rahayu Puput Widowati Puput Widowati Puput Widowati Purwanti, Nunik Puspitarini, Renny Candradewi Putri Lailatul Aisah Qomariyah, Ryzca Siti Qonik, Qonik Rachma Rizqina Mardhotillah Rachman Sidharta Arisandi Rahayu, Dewi Widiana Renny Candradewi Puspitarini Retikasari, Frysca Virnanda Reza Novri Pahlawan Ribut Prastiwi Sriwijayanti Ribut Prastiwi Sriwijayanti Ribut Prastiwi Sriwijayanti, Ribut Prastiwi Rifka Putri Wardhani Rizka Dwi Anggraini Rizki Ananda Rohmah, Sonia Jasmine Rohmatun Nashirin Rosi Aurora Nur Haliza Rudi Umar Susanto Saputri , Fahrisa Ika Indra Sari, Nur Marita Septyani, Marsella Duwi Siti Maghfirotun Amin Siti Maghfirotun Amin Siti Maimunah Siti Nur Imamatul Khusna Siti Nur Imamatul Khusna Siti Nurhayati Siti Seituni Sri Hartatik Sri Hartatik Sri Hartatik Sri Hartatik Suhartini Sukimin Sukimin Sukimin Sulaiman Dorloh Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Surnia Maulida Azzahra Surnia Maulidah Azzahra Susanto, Rudi Umar Syahril Siddik Syamsul Ghufron Syamsul Ghufron Syamsul Ghufron Teguh Herlambang Thamrin Hidayat Titik Dwi Setyowati Titik Dwi Setyowati Titik Dwi Setyowati Tri Fatmawati Tri Wahyu Setyaningrum UMMI RASYIDAH Valia, Virna Githa Verina Meydia Indriani Wahyudi, Agus Wahyudi, Wardhani, Rifka Putr Wardhani, Rifka Putri Yasmin Afra Firdhausyah Yuanita Syaiful Yudianto, Firman Yuki Shiozaki Yusril Izza Nurfaiza Zahro, Choirun Nisa Afidatus Zainiyah, Khikmatun Zakiyah, Zharifah Aprilia Angelina