Articles
Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah Dasar: Sebuah Experiential Learning sebagai Upaya Mewujudkan Potensi Pembelajaran Aktif
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Afib Rulyansah;
Jauharotur Rihlah;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Yusril Izza Nurfaiza
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023379
Pelatihan pembelajaran aktif yang didasarkan pada model experiential learning mutlak diperlukan untuk berhasil menerapkan pembelajaran aktif di sekolah dasar. Pembelajaran aktif di kelas adalah sesuatu yang seharusnya dapat digunakan peserta setelah pengalaman ini, menggunakan makna sentral yang mereka pelajari dengan cara yang unik bagi kreativitas mereka sendiri (eksperimen aktif). Kami diberi pelatihan untuk memulai, dan kemudian kami diberi dukungan untuk membuat kami terus melanjutkan. Analisis tes pembelajaran mesin yang baik dan perbandingan skor sebelum dan sesudah tes memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa pelatihan pembelajaran aktif dengan penekanan pada model pembelajaran aktif berguna untuk meningkatkan pengajaran yang efektif di sekolah dasar. Temuan ini dapat didukung oleh fakta bahwa tes dilakukan. Fasilitator menawarkan pendampingan kepada pendidik selama tahap evaluasi dan tindak lanjut agar pembelajaran aktif dapat diterapkan secara efektif di dalam kelas. Guru yang telah menerima laporan mentoring merasa lebih percaya diri menggunakan strategi langsung yang menarik yang mendorong partisipasi siswa.
Bantuan Belajar Tematik di Luar Kelas berdasarkan Minat Bakat: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat di SDN Jatiadi II Kabupaten Probolinggo
Mujad Didien Afandi;
Afib Rulyansah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Marsella Duwi Septyani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023386
Melalui penggunaan pendidikan berbasis tema, program ini bermaksud memberikan kesempatan kepada siswa sekolah dasar untuk belajar yang berlangsung di luar pengaturan kelas tradisional. Metode pengajaran dan instruksi digunakan dalam pelaksanaan tugas ini. Siswa kelas I hingga V SDN Jatiadi II yang terletak di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo mengikuti program ini. Termasuk dalam kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan atletik, kegiatan seni, dan kegiatan akademik. Secara khusus, hasil dari upaya yang terkait dengan pemberian layanan: 1) membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak dan 2) meningkatkan rasa kompetensi mereka. Hal ini terlihat dari keinginan dan tekad siswa untuk mengambil bagian dalam kesempatan belajar yang tersedia. 2) Siswa lebih mampu mengambil bagian dalam pengejaran yang memanfaatkan keahlian dan minat mereka yang unik. Siswa meningkatkan tingkat keahlian mereka dalam mata pelajaran yang mereka pilih. 3) Reaksi positif dari siswa diterima dalam menanggapi pengenalan program mentorship.
Analisis Persepsi Guru Dalam Menggunakan Media Powtoon Sebagai Media Pembelajaran Membaca Anak Disleksia
Nazia Widya Pratiwi;
Afib Rulyansah;
Syamsul Ghufron;
Suharmono Kasiyun
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 3 (2022): Islamic Sociology and Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/almada.v5i3.2554
Penelitian inivbertujuan untukvmengetahui persepsi guru, kendala dan solusi mengenai sejauh mana pelaksanaan pembelajaran anak disleksia dengan media powtoon di kelas 1 SDN Sawocangkring. Penelitian inivtermasuk penelitian kualitatif deskriptif dimanavpenelitian ini memerlukan data berupa informasi secaravdeskriptif dengan teori yang di bangun berdasarkanvdata yang diperoleh. Jenis penelitian ini dimasukkan dalam kategori kualitatif dari aspek data dan analisisnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, vwawancara dan dokumentasi. Sasaran penelitianvini yaitu guru kelas 1 serta guru pendamping kelas anak disleksia. Metode yangvdigunakan seperti penelitian pada umumnya yaitu menggunakanv3 tahapan diantaranya observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru SDN Sawocangkring menunjukkan bahwa pembelajaran anak disleksia dengan media powtoon berjalan dengan efektif . Tujuan dilakukan penelitian ini adalah memberikan gambaran terkait persepsi guru dalam pembelajaran anak disleksia dengan media powtoon sehingga dari persepsi guru tersebut menghasilkan suatu yang manfaat.
Faktor Pendukung Berupa Fasilitas Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa
Rosi Aurora Nur Haliza;
Afib Rulyansah;
Nafiah Nafiah;
Sri Hartatik
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 3 (2022): Islamic Sociology and Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/almada.v5i3.2594
The purpose of this study is to describe the supporting factors in the form of facilities in improving the numeracy skills of students at SDN Margorejo 1 Surabaya. The method used is a descriptive qualitative approach with the main subjects in this study including the principal and homeroom teacher. The first data collection technique is direct observation, interviews, and documentation. Based on the results of research obtained from observations and interviews with resource persons, it can be concluded that there are several efforts that have been made by school principals in increasing numeracy skills that are in accordance with the contents of the discussion contained in the supporting material for numeracy literacy, which is to improve numeracy by doing habituation by giving story questions related to everyday life and starting from the simplest things by utilizing the environment around the school as a supporting facility. In line with previous research, there are several factors that students lack understanding about numeracy, including lack of habituation in giving story questions related to daily life, and training for teachers is needed to improve their teaching abilities.
Analisis Penerapan Metode Eksploratif pada Pembelajaran Seni Tari untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas 2 di SDN Made 1 Surabaya
Ellisa Diani Pratiwi;
Afib Rulyansah;
Pance Mariati;
Dewi Widiana
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/mpp.v16i2.12604
This study aims to analyze the application of exploratory methods in learning dance to increase the creativity of grade 2 students at SDN Made 1 Surabaya. The research method used is descriptive qualitative where this research requires data in the form of descriptive information by building a theory based on the data obtained. Sources of data used in this study are primary and secondary data sources. The techniques used in collecting data are observation, interviews, and documentation. The target audience for this study were grade 2 teachers, grade 2 students and the principal of SDN Made 1 Surabaya. The exploratory method applied by the teacher goes through the stages of planning, providing initial material, the exploration process, improvisation, and evaluation. The results obtained are that grade 2 students at SDN Made 1 Surabaya are able to develop imagination, increase creativity, and improve student learning outcomes through exploratory learning.
Penyediaan Materi Pembelajaran Online: Program Pemberdayaan Guru SDN Bantaran II Kabupaten Probolinggo
Afib Rulyansah;
Rachma Rizqina Mardhotillah;
Rizqi Putri Nourma Budiarti;
Andini Hardiningrum;
Rohmatun Nashirin
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023393
Salah satu dari sekian banyak alat dalam kotak peralatan pendidikan adalah media pembelajaran. Bahkan di tengah pandemi saat ini, beberapa bentuk media pembelajaran telah ditemukan untuk membantu kegiatan belajar mengajar; ini memiliki implikasi penting untuk strategi yang digunakan oleh pendidik. Karena epidemi saat ini, guru sekolah dasar mengalami kesulitan membuat media pembelajaran online, mencegah mereka memberikan pendidikan online terbaik kepada siswa. Dengan pemikiran tersebut, upaya PPM tim dosen PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya difokuskan pada penciptaan dan diseminasi sumber daya pembelajaran digital di SDN Bantaran II Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur sangat signifikan. Diharapkan para pendidik memiliki apresiasi yang lebih dalam terhadap evolusi perangkat pembelajaran digital dan lebih terinspirasi untuk mengejar pertumbuhan profesional mereka sendiri sebagai hasil dari partisipasi dalam latihan ini. Strategi tersebut diimplementasikan melalui webinar, model, dan simulasi, serta lokakarya dan pekerjaan rumah, yang semuanya dilakukan secara online. Sebagai hasil dari latihan ini, pendidik akan memiliki lebih sedikit masalah dalam mengumpulkan dan membuat sumber daya pendidikan untuk digunakan secara online.
The Use of Games for Learning in Primary Schools: A Bibliometrics Analysis of The Scopus Database
Afib Rulyansah;
Emy Yunita Rahma Pratiwi;
Ribut Prastiwi Sriwijayanti;
Ani Anjarwati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3881
Elementary school learning that is integrated with games can increase student motivation in learning so that it can have a positive impact on learning outcomes. The bibliometric review used in this research aims to analyze articles that discuss the use of games at the elementary school level published in the Scopus database indexed journal for the period 2013-2022. A total of 122 articles discussing the integration of games in primary school level learning were analyzed. The review findings show that there was a significant increase in the number of publications in 2016-2021, around 77.87% of articles were published in that period. Spain and Indonesia dominate the number of publications. Four authors with 3 publications each are influential authors. Data visualization shows that this research topic can be grouped based on the type of game, type of game, subject of study, learning approach, type of learning, subject involved in research, and a number of topics that have the potential to be integrated with other topics to obtain novelty. The findings of this study can help relevant researchers to recognize research trends in the use of games for primary school learning globally and recommend directions for further research.
The Perceptions of Critical Thinking and Inclusive Practice among Primary School Teachers
Afib Rulyansah
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4593
Curricula where inclusiveness towards all students is a priority, the most useful ability to tackle problems in the twenty-first century. This research aims to present primary school education applied by primary school teachers for the teaching and evaluation of critical and inclusive thinking. Using a qualitative method, the authors looked for candidates who have a real commitment to improving the profession of primary school teachers in the elementary school age range (about 7-12 years). Then, the author conducted in-depth interviews in September and October 2022 with ten elementary school teachers, of which 5 were from public schools and 5 were from private schools in Surabaya, Indonesia. Research shows that primary school teachers will recognize the need to develop students' critical thinking skills but are not adequately equipped to meet this demand. Elementary school teachers choose deliberation and cross-group interaction as key methods for developing critical thinking. These primary school teachers link the relationship between critical thinking and fair and high-quality schools. Critical thinking is very important if want to change society in a way that can assess reason, values, pluralism, and diversity.
The Perceptions of Critical Thinking and Inclusive Practice among Primary School Teachers
Afib Rulyansah
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4593
Curricula where inclusiveness towards all students is a priority, the most useful ability to tackle problems in the twenty-first century. This research aims to present primary school education applied by primary school teachers for the teaching and evaluation of critical and inclusive thinking. Using a qualitative method, the authors looked for candidates who have a real commitment to improving the profession of primary school teachers in the elementary school age range (about 7-12 years). Then, the author conducted in-depth interviews in September and October 2022 with ten elementary school teachers, of which 5 were from public schools and 5 were from private schools in Surabaya, Indonesia. Research shows that primary school teachers will recognize the need to develop students' critical thinking skills but are not adequately equipped to meet this demand. Elementary school teachers choose deliberation and cross-group interaction as key methods for developing critical thinking. These primary school teachers link the relationship between critical thinking and fair and high-quality schools. Critical thinking is very important if want to change society in a way that can assess reason, values, pluralism, and diversity.
Pelatihan dan Pemanfaatan Edugame Rumah Belajar sebagai Media Pembelajaran di Sekolah Dasar
Akhwani Akhwani;
Afib Rulyansah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023506
Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran daring melalui Edugame Rumah Belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan praktik (drill practice). Kegiatan dilakukan secara daring dengan melibatkan guru sekolah dasar. Instrument yang digunakan adalah tes, dan sharing tanya jawab. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait edugame rumah belajar meningkat. Peserta dapat memanfaatkan edugame rumah belajar, menganalisis kebutuhan sesuai dengan materi pokok, mata pelajaran, jenjang sekolah serta kelebihan dan kelemahan. Edugame rumah belajar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sesuai kebutuhan guru. Portal Edugame telah disediakan Kemdikbud sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kejenuhan siswa selama belajar daring. Edugame bermanfaat untuk mengefektifkan pembelajaran, memotivasi siswa, belajar menjadi menyenangkan, meningkatkan kreativitas dan memberikan stimulus kepada siswa.