Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI GURU TENTANG PENYEDERHANAAN KURIKULUM 2013 MASA PANDEMI COVID-19 DALAM MATA PELAJARAN SEJARAH TAHUN AJARAN 2020/2021 DI SMAN 1 SUNGAI RUMBAI DAN SMAN 2 SUNGAI RUMBAI Zanelia Nafendani; Liza Husnita; Jaenam Jaenam
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.809 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i1.2067

Abstract

This research is motivated by the implementing the emergency curriculum during the pandemic in history learning. The problem of this research is the teacher's perception of the simplification of the 2013 curriculum during the pandemic period in history subjects for the 2020/2021 academic year at SMAN 1 Sungai Rumbai and SMAN 2 Sungai Rumbai. The purpose of this study is to describe Teacher Perceptions About the Simplification of the 2013 Pandemic Curriculum in History Subjects for the 2020/2021 Academic Year at SMA N 1 Sungai Rumbai and SMA N 2 Sungai Rumbai. The method used is descriptive qualitative method. This research uses the Stimulus Response theory, a theory that emphasizes the response or response to something that happens such as a policy or rule. The data collection techniques used are: 1) Observation, 2) Interview, 3) Documentation Study. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study found that Teacher Perceptions About Simplification of the 2013 Pandemic Curriculum in History Subjects for the 2020/2021 Academic Year at SMAN 1 Sungai Rumbai and SMAN 2 Sungai Rumbai were effectively used during pandemic learning. This is based on the tendency of teachers to view the emergency curriculum which has reduced lesson hours and material exposure so that it can make it easier for students and teachers in learning activities during the pandemic.
MEMORI KOLEKTIF MASYARAKAT DALAM PERISTIWA GEMPA 2009 DI KOTA PADANG (STUDI KASUS KECAMATAN PADANG BARAT) Muhammad Zaitul Ikhlas; Liza Husnita; Zulfa Zulfa
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i1.34595

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peristiwa gempa 2009 di Padang Barat merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Padang. Gempa yang mengguncang Kota Padang pada tahun 2009 begitu besar gampaknya di rasakan oleh warga Padang Barat, karena Padang Barat merupakan daerah yang terlatak dipinggiran pantai. Pasca gempa 2009 Padang Barat mengalamai kerusakan yang begitu besar dan meninggalkan rasa trauma tersendiri bagi masyarakat Padang Barat. Sering terjadinya gempa yang mengguncang Kota Padang maka peneliti  melihat begitu pentingnya ingatan masyakat atas peristiwa gempa yang sering terjadi di Kota Padang. Rumusan masalahnya adalah Bagaimana ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kecamatan  Padang Barat. Bagaimana perasaan masyarakat dibalik peristiwa gempa 2009 di Kecamatan Padang Barat. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana memori kolektif atau  ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kota Padang khususnya di Kecamatan Padang Barat serta mengetahui sejauh mana masyakat Kecamatan Padang Barat mengingat peristiwa gempa 2009. Untuk sebagai bahan  informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kembali ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah : heuristik,kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai memori kolektif masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kota Padang. Kejadian gempa 2009 beserta dampaknya, memberi pengalaman bagi masyarakat semua, bahwa terkadang naluri dalam menghindari saja tidak cukup tanpa dibarengi oleh pengetahuan yang benar dalam mewaspadai ancaman gempa. Sering dengan gempa yang terus menerus melanda negri ini, banyak personal dan lembaga yang mencurahkan perhatiannya mengkaji upaya pengurangan resiko bencana. Mereka berpijak pada paradigma bahwasanya gempa tidak bisa diprediksi kapan pasti terjadinya, kekuattannya, pusatnya, tapi mereka sepakat dampak gempa tersebut adalah pasti merusak dan menimbulkan trauma bagi korban.
PERAN GURU SEJARAH DALAM MENGUATKAN NASIONALISME PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS DI SMAN 2 SUNGAI LIMAU Prayogi Prayogi; Liza Husnita; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v6i2.29021

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa nasionalisme siswa di SMA Negeri 2 Sungai Limau. Guru mata pelajaran sejarah menerangkan tidak semua siswa yang mempunyai rasa nasionalisme, fenomena yang terlihat seperti tidak mengikuti upacara Bendera, masih berbincang dengan teman sebelah saat upacara bendera, membuang sampah sembarang, kurang menghargai guru, kurang tegur sapa, berkelahi di lingkungan sekolah, serta main games, hal tersebut menunjukkan kurangnya kedisiplinan siswa, dan karakter siswa menjadi tidak peduli kepada pendidikan, sehingga ini berdampak kepada kurangnya rasa nasionalisme. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sejarah dalam menguatkan nasionalisme pada peserta didik kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Sungai Limau ditanamakannya nilai karakter, tanggung jawab, jujur kepada peserta didik, dengan cara diskusi, kuis, Tanya jawab, selama proses pembelajaran berlangsung. Mulai dari kegiatan pembukaan, kegiatan inti, sampai pada kegiatan penutupan pembelajaran. Adapun peran guru dalam penguratan rasa nasionalisme kepada siswa SMA Negeri 2 Sungai Limau terbagi kepada tiga tahap yaitu, dalam tahap pembuatan Perencanaan Pembelajaran, implementasi dan tahap evaluasi hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sejarah dalam membangun rasa nasionalisme dikelas XI SMA Negeri 2 sungai limau sudah berjalan dengan sebagaimana semestinya, banyak dari siswa kelas XI IPS sudah mengetahui pentingnya mempelajari serta membangun “rasa nasionalisme”.
Bimbingan Teknis Pengembangan Materi Muatan Lokal Budaya Mentawai SDN 02 Matotonan Kabupaten Kepulauan Mentawai Zulfa Zulfa; Juliandry K. Junaidi; Liza Husnita; Ranti Nazmi
BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.054 KB) | DOI: 10.31849/bidik.v2i2.9892

Abstract

This service activity is basically based on the problem that the strengthening and development of local cultural materials that are integrated into the 2013 curriculum has not been maximized since the implementation of the 2013 Curriculum and strengthened by the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 79 of 2014 concerning Local Content of the 2013 Curriculum provides opportunities for teachers to develop local cultural content material, even though Mentawai has a culture that is quite interesting and widely known by the public and even the international community and it is almost as if Mentawai culture is taught in schools. The purpose of this service is to strengthen the local Mentawai culture which is integrated into teaching materials. The method used to achieve the target of this service is by providing assistance, training, and mentoring to teachers in the development of local content material for Mentawai culture. The results achieved in the service that has been carried out are that teachers have creativity in developing local content material for Mentawai culture which is contained in learning devices such as in the Learning Implementation Plan. From the whole series of service activities that have been carried out, it can be concluded that the development of teaching materials based on local content of Mentawai culture is very necessary, for that it needs to be poured into learning tools to be implemented in actual learning activities.
PENERAPAN KURIKULUM SEKOLAH PENGGERAK DI SMAN 3 PADANG PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X Cisya Sehan Kenanga; Liza Husnita; Juliandry Kurniawan Junaidy
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penerapan kurikulum sekolah penggerak dalam pembelajaran sejarah di SMAN 3 Padang. Setelah itu mendeskripsikan evaluasi pembelajaran sejarah kelas X dengan penerapan kurikulum sekolah penggerak di SMAN 3 Padang. Dilatar belakangi oleh adanya perbaikan kurikulum dan model pembelajaran pada semua mata pelajaran sekolah, termasuk salah satunya mata pelajaran sejarah. Peralihan pelaksanaan kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum sekolah penggerak menyebabkan adanya beberapa perubahan dalam sistem pembelajaran di sekolah, khususnya di SMAN 3 Padang yang dipilih sebagai salah satu sekolah pelopor untuk kurikulum sekolah penggerak di Kota Padang. Perubahan tersebut diantaranya seperti dihapusnya RPP dan diganti kedalam bentuk modul sekolah penggerak, dihapusnya sistem sejarah peminatan dan sejarah wajib untuk meringkas jam pelajaran, belum ditetapkannya acuan standar penilaian khusus seperti pada kurikulum 2013. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sistem belajar mengajar sekolah penggerak mengacu pada profil pelajar Pancasila dan sistem fase.
SYEKH ABDUL KARIM AMRULLAH TENTANG PENDIDIKAN MADRASAH (STUDI LITERATUR) Robi Setiawan; Liza Husnita; Meri Erawati
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.39173

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi karena Syekh Abdul Karim Amrullah ingin melakukan Pembaruan pendidikan Islam diMinangkabau. Pembaruan yang dilakukan diantaranya dalam bidang pendidikan, ia merubah pendidikan surau menjadimadrasah, seperti merubah surau Jembatan Besi menjadi Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui riwayat hidup dan pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah dalam merubah surau keMadrasah (Sumatera Thawalib). Metode penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan (Library Research) denganmenggunakan pendekatan filosofis dan pendekatan sejarah (historical approach). Hasil penelitian ini adalah Pertama,Memperbarui Pendidikan Islam (Merubah Pendidikan Halaqah (Surau) Menjadi Klasial (Madrasah), Abdul KarimAmrullah awalnya mengajar di surau Jembatan Besi, dengan jumlah murid yang terus bertambah membuat ia mengembangkan pendidikan di surau Jembatan Besi, ia merubah surau Jembatan Besi menjadi madrasah. Kedua. Mendirikan Sumatera Thawalib, Pada tahun 1918 M. Abdul Karim Amrullah mendirikan madrasah Sumatera Thawalib di Padang Panjang, dengan merubah Surau Jembatan Besi menjadi madrasah Sumatera Thawalib sampai tahun 1932 M.Ketiga, Memperbarui Metode Pembelajaran, Abdul Karim Amrullah mengembangkan sistem klasikal dan menggunakan metode diskusi dan tanyajawab. Kepada murid- murid ditanamkan semangat berdiskusi, berfikir bebas, membawa, memahami, kelompok dan berorganisasi. Keempat , Organisasi Siswa, Abdul Karim Amrullah memiliki pandangan untuk pentingnya berorganisasi, dengan berorganisasi kita dapat berkembang dan bisa mengasah kemampuan kita, tampa organisasi kita tidak dapat maju lebih jauh kedepannya. Kelima, Buku pegangan guru, Abdul Karim Amrullahmemberikan tugas pada guru bantu untuk menulis buku pegangan, agar dalam melaksanakan pembelajaran tidak selalu ketergantungan dengan kitab-kitab yang lama. Dengan menulis buku-buku yang baru dapat menambah kazanah buku di Sumatera Thawalib.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMIRINCING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMAN 1 MUKOMUKO Fahdila Ulva; Liza Husnita; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37730

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah khususnya pada saat diskusi kelompok sehingga didalam pembelajaran peserta didik cenderung merasakan jenuh dan tidak fokus saat pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, aktifitas dan hambatan  model pembelajaran kooperatif kancing gemerincing Dikelas XI IPS SMAN 01 Mukomuko. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penerapan  model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing pada pembelajaran sejarah kelas XI Ips di SMAN 01 Mukomuko bahwa: 1) Perencanaan yang dilakukan mempersiapkan (RPP), mempersiapkan alat dan bahan, membuat catatan pengamatan aktivitas belajar, 2) Penerapan model pembelajaran Kancing Gemerincing terlaksana oleh setiap kelompok, tetapi ada sebagian dari peserta didik yang tidak aktif pada saat diskusi. 3) Aktivitas belajar peserta didik terlaksana tetapi ada sebagian dari peserta didik yang tidak berani untuk mengemukakan pendapat karena kurangnya referensi dalam berpendapat.4) Hambatannya yaitu waktu belajar yang terbatas, sehingga kurang efektifnya pembelajaran menggunakan model kancing gemerincing.  Berdasarkan  hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan model pembelajaran kancing gemerincing belum terlaksana secara optimal dan masih terdapat hambatan-hambatan pada saat penerapan. Adapun solusi dari hambatan tersebut adalah sebelum penerapan model pembelajaran kancing gemerincing, pada pertemuan sebelumnya kelompok diskusi harus sudah terbentuk agar tidak banyak menghabiskan waktu dan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS APLIKASI SWAY PADA MATERI KERAJAAN HINDU BUDDHA DI INDONESIA Indah Milanda; Liza Husnita; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengembangan, kelayakan serta praktikalitas media pembelajaran sejarah berbasis aplikasi menggunakan program sway pada materi kerajaan hindu buddha di Indonesia.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development).Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 10 Tebo tahun ajaran 2021/2022.Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi menggunakan program sway ini di validasi oleh ahli yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli IT. Data yang dikumpulkan kemudian di olah dan diperoleh hasil validasi 85% dengan kategori sangat valid. 2) Media pembelajaran berbass aplikasi menggunakan program sway ini dikatakan sangat layak, setelah diolah dengan total skor 60 dan persentase 100 %  dengan kriteria sangat layak. 3)Media pembelajaran berbass aplikasi menggunakan program sway ini dikatakan sangat praktis, setelah diolah diperoleh skor total sebesar 772 dan persentase 92,34 %  dengan kriteria sangat praktis.
KENDALA-KENDALA MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN KEPENDIDIKAN (PPLK) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP KOTA PADANG SEMESTER GANJIL 2021/2022 Suci Aulia; Liza Husnita; Juliandry Kurniawan Junaidi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kendala-kendala mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam melaksanakan PPLK sebagaimana adanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan informan penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah yang melaksanakan PPLK pada semester ganjil 2021/2022 di SMP Kota Padang, serta guru pamong di sekolah latihan. Lokasi penelitian adalah SMP Pertiwi 2 Padang, SMP Negeri 24 Padang, SMP Negeri 13 Padang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh temuan bahwa mahasiswa PPLK menemukan kendala sesuai indikator guru profesional yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kendala yang ditemui seperti: (1) kendala dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah sulit memahami langkah-langkah membuat RPP yang benar karna RPP berdasarkan k-13, (2) kendala dalam penguasaan materi ajar adalah kurang memahami tentang materi IPS, (3) kendala dalam pemilihan metode pembelajaran adalah ketidak sesuaian metode yang dipilih dengan kondisi siswa dan waktu yang terbatas disekolah latihan.
PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X E 1 SMAN 2 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Acin Gumelar; Liza Husnita; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.38162

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat kurang antusias selama proses pembelajaran Sejarah. Hal ini tampak ketika penelti mengamati guru Sejarah pada saat proses pembelajaran, peserta didik kurang bersemangat dan peserta didik cenderung kurang aktif dan tidak merasa menjadi bagian dari kelas. Jadi, untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menyarankan agar guru menggunakan model Discovery Learning yang berpusat pada peserta didik tidak pada pendidik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Sejarah Kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala dalam penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Sejarah Kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian yang didapat dari penggunaan model Discovery Learning oleh guru Sejarah yaitu peserta didik menjadi lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran Sejarah sehingga dapat meningkatkan kreativitas dalam mengemukakan pendapat didepan kelas. Peserta didik juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir terhadap penemuan masalah dalam materi yang dibahas. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diuraikan, maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model Discovery Learning oleh guru Sejarah adalah membuat peserta didik atif dan antusias Selma proses pembelajaran. Peserta didik juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir terhadap penemuan masalah dalam materi yang dibahas. Hal ini dapat dilihat pada pengetahuan yang didapat peserta didik selama pembelajaran menggunakan model Discovery Learning serta hasil wawancara peneliti dengan peserta didik.   
Co-Authors Achmad Napis Qurtubi Achmad Zahruddin Acin Gumelar Adilha Purnama Sari Adiyalmon Adiyalmon Afriani, Gusma Ahmad Fauzan Ahmad Nurhuda Ahmad Tohir Alfiana Ambiyar, Ambiyar anastasya maharani, anastasya maharani Annisa Annisa Asfahani Asfahani Asfahani Asfahani Asfahani, Asfahani Baso Intang Sappaile, Baso Intang Buchari Nurdin Budi Witjaksana, Budi Cisya Sehan Kenanga Delvia Sari Ayu, Delvia Sari Desi Fitri Devi Nur Prawesti Devin Mahendika Dian Kurnia Anggreta Diana Gusman Dumiyati Dumiyati Elsa Yuniarti Elvawati Elvawati Emi Sunarti Endang Kumala Sari, Endang Kumala Erismar Amri Erningsih Erningsih Etmi Hardi Fahdila Ulva Fahri Arsyad Farhan Metisa Marda Felia Felia Felia Siska Fifi Yasmi Fini Widya Fransiska, Fini Widya Fitriah Handayani Gira Meta Anora Gusnarti Ekasari Gusti Marliani Hardi Suparjo, Hardi Helmadona Helmadona Hendra Nusa Putra Ibnu Andli Marta Idris Idris Indah Milanda Irwan Irwan Ismi Andriyani Jaenam Jaenam Juliandry K. Junaidi juliandry kurniawan junaidi Juliandry Kurniawan Junaidy Julina, Sinta Junaidi, Juliandry Kurniawan Kaksim Kharles Kharles Komariah, Nur Krisnawati, Nova Langi, Jeffrey Payung Listiana Sri Mulatsih Livia Ersi Livia Ersi Maiyana, Kiki Mayasari Mayasari, Mayasari Medita Dwiga Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Merakati, Indah Meri Erawati Metia Suciati Miftaku Ni'amah Muh Safar Muhajir Musa Muhammad Zaitul Ikhlas Murdianto, Murdianto Neneng Aprilina, Neneng Neviyarni, Neviyarni Nofrian Kamil Nova Susanti Novri Yanti Nunung Suryana Jamin Nur, Mulyadi Nurfadhlila Nurul Hikmah Otra Yulina Pahmi Pahmi Pasti Pasti Pitriana Permata Bunda Popi Afrilora Prastyadi Wibawa Rahayu Prayogi Prayogi Puja Mardhatillah Putri Ramadhani Putri, Desfita Eka Putri, Elsa Ranti nazmi Ranti Nazmi Ranti Nazmi Refni Yulia Reski Saputra, Reski Rina Destariza Rinovian Rais Riri Prawati Riska efriyani, Riska Riyanti, Apriani Robi Setiawan Sa'diyah, Sa'diyah Sabar Sabar Saifullah Saifullah Samudra, Ami Anggraini Sari, Vanesia Sebastianus, Sebastianus Sembiring, Darmawanta Silvany, Rika Sindi, Muhamadyah Sofia Edriati Sri Hartati Sri Purnama Sri Wijayanti Suci Aulia Sudrajat, Didi Sulastri Kakaly Sulistiana, Ria Suroso Suroso Syarifah Hadi Tantri Puspita Sari Taryana Taryana, Taryana TEGUH ARIFIANTO, TEGUH Tetelepta, Edward Gland Trinandari Prasetya Nugrahanti Vandan Wiliyanti Verico Alvian Fernando Via Dwi Putri Yayat Suharyat Yenni Melia Yennita Safitri, Yennita Yetri Nelda Yulianis Yulianis Zafri Zafri Zanelia Nafendani Zul Kifli Aziz Zulfa Zulfa eva Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulkifli Aziz Zusmelia Zusmelia