Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Pembelajaran Jarak Jauh Praktikum Mikrobiologi Lingkungan Berbasis Augmented Reality dan Virtual Reality Wegig Murwonugroho; Virginia Suryani; Akkapurlaura Akkapurlaura; Leonardus Aryo; Astri Rinanti
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.1.677-686.2022

Abstract

Untuk membantu menurunkan efek gas rumah kaca (GRK), tim pengabdian masyarakat Universitas Trisakti mengembangkan perangkat AR dan VR sebagai media edukasi digital bagi pengunjung dan masyarakat sekitar Taman Menteng, Jakarta Pusat. Pengabdian ini dilaksanakan dalam skema penyuluhan dan pelatihan pada November 2021 di Taman Menteng. Hasil kegiatan pengabdian ini meliputi: (1) terciptanya produk inovasi berupa perangkat AR dan VR yang terintegrasi dengan internet sehingga penggunaannya bisa dimonitor secara online, (2) peningkatan pemahaman dan kesadaran pengunjung dan masyarakat sekitar Taman Menteng tentang peran microalgae dalam biomitigasi GRK melalaui reduksi gas CO2, dan (3) diperolehnya pengalaman empiris bagi mahasiswa FSRD dan FALTL Universitas Trisakti untuk mengembangkan keilmuan secara praktis untuk kepentingan masyarakat. Berdasarkan analisis atas data yang dihimpun selama pengabdian, dapat disimpulan beberapa hal. Pertama, perangkat AR dan VR yang dikembangkan efektif untuk memahamkan pengunjung dan masyarakat sekitar Taman Menteng tentang peran microalgae dalam mitigasi GRK. Kedua, mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmunya untuk kepentingan masyarakat melalui kolaborasi terpimpin. Ketiga, perangkat AR dan VR perlu dikembangkan ke tingkat lanjut, terutama pada kualitas grafis agar visualisasi objek yang digambarkan oleh perankat AR dan VR menjadi lebih nyata
Humanization of Logo as a Representation of Social Values in Halodoc Tommi Tommi; Acep Iwan Saidi; Thirathep Chonmaitree; Mohamed Razeef Abdul Razak; Wegig Murwonugroho
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2022.6.1.9520

Abstract

In utilizing the Halodoc application, there is a communication gap between direct speech communication and communication through the application. This research attempts to examine this problem and propose an alternative solution in the form of emoji humanization through the qualitative method and Roland Barthes' semiotic approach. The result of the research shows that Heidy's emoji structure is indeed synonymous with the Halodoc logo. Meanwhile, according to the connotative analysis, the emoji visualization characters are identical to today's human characters. This character is characterized by expressions and facial expressions that look cheerful and friendly. This study concludes that there are several indicators of success in composing humanist emojis and still referencing the main logo identity. In the principle of emoji design, structurally it must be dominated by a shape similar to the original logo. The addition of mimics, expressions, limb movements, and body movements itself must represent the true expressions of humans who provide health-ordering services. Thus, emojis are more attractive, interactive, and communicative. This intimacy between users and humanist emojis may strengthen customer trust in the services.
Monumentalitas Seni Instalasi Bambu “Getah Getih” Wegig Murwonugroho; Aghastya Wiyoso
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 3 (2020): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i3.1036

Abstract

Karya seni instalasi merupakan perpaduan dari berbagai seni rupa yang dipasang dengan maksud sebagai hiasan berdurasi terbatas. Seni instalasi bambu bernama “Getah Getih” yang ditempatkan di seberang Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta merupakan karya Joko Dwi Avianto menurut ide Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Konsep “Getah Getih” diinspirasi oleh sejarah keberanian, dedikasi, dan sifat rela berkorban pasukan kerajaan Hindu Majapahit yang baru mendarat demi kejayaan kerajaan. Konsep bambu yang disusun saling bertautan memiliki makna penyemangat para atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Bahan bambu dipilih karena keunikannya di antara bangunan beton bertingkat di Jakarta. Namun, pemaknaan sebuah karya seni tidak bisa lepas dari fenomena yang sedang terjadi pada waktu karya tersebut dibuat. Jalinan bambu menimbulkan kontroversi saat sebagian masyarakat menganggapnya menyimbolkan posisi bersetubuh. Pemilihan bahan baku yang tidak awet juga menuai kritik keras. Pun demikian halnya dengan anggaran besar yang dianggap tidak sesuai dengan nilai fungsi karya seni. Maka, ekspektasi publik Jakarta untuk seni instalasi yang elegan, modern, dan bertahan lama tidak terpenuhi. “Getah Getih” lantas dianggap sebagai pencitraan politik Anies belaka. Esensi kekecewaan terhadap “Getah Getih” bersumber dari tuntutan hadirnya kemonumentalan seni yang dipajang di ruang publik. Indikator kemonumentalan dilekatkan pada seni instalasi yang bersifat temporer. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi. Paradigma penilaian kemonumentalan dilihat dari wilayah ide/gagasan, ekspresi, komunikasi, dan apresiasi pewacanaan. Dari analisis ditemukan bahwa seni instalasi patung “Getah Getih” yang diharapkan tidak monumental justru mencapai titik kemonumentalannya karena adanya kebaruan berupa unsur tak beraga yaitu pewacanaan melalui media sosial dan keterlibatan opini publik menerima atau menolak kehadirannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemonumentalan sebuah seni instalasi tidak sengaja dapat terbagun apabila diletakkan pada ruang sentral sebuah kota, banyak diakses publik secara langsung, dan ketepatan waktu ketika seni dijadikan komoditas yang dipertentangkan antar kubu politik.
PENTINGNYA KESESUAIAN VISUAL KARAKTER TOKOH DALAM FILM ANIMASI “MY LITTLE PONY: THE MOVIE” Fachrina Adzani; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.805 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8630

Abstract

Film merupakan salah satu media yang menyediakan hiburan dalam bentuk elekktronik berupa audio visual, yang dapat menampilkan bunyi, kata-kata dan gambar. Film juga adalah sebuah medium untuk berkomunikasi yang dapat memberikan dampak kepada penontonnya. Film pada masa sekarang banyak berkembang dikarenakan teknologi yang semakin maju yang membuat dunia perfilman semakin maju dengan pesat. Film animasi “My little Pony: The Movie” adalah film animasi musikal yang diadaptasikan dari serial televisi animasi animasi My Little Pony yang diciptakan oleh Lauren Fraust. Film animasi “My Little Pony: The Movie” merupakan film yang disukai oleh anak-anak dan remaja karena menggunakan visual yang menarik dengan warna-warna yang disukai oleh anak-anak pada umumnya. Film ini mempunyai 6 karakter tokoh utama yaitu Twilight Sparkle, Pinkie Pie, Rainbow Dash, Rarity, Fluttershy dan Applejack, 6 karakter tokoh utama tersebut memiliki karakter dengan sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Film animasi My Little Pony menceritakan dunia fantasi tentang pertemanan 6 (enam karakter Tokoh). Tujuan penelitian adalah mencari konsep dibalik karakter visual setiap tokoh. Terlihat adanya masalah dimana visualiasi tidak identik dengan karakter yang diperankan. Metode penelitian yang digunakan semiotika F Sausure: sign = penanda & petanda.  Di dalam pembahasan objek terlihat tersturktur dalam beberapa pemvisualisasian yaitu: wajah, warna, bentuk mata, ekor dan pakaian. Tiap visualisasi memiliki makna sesuai dengan mitos fantasi. Diketemukan di dalam penelitian ini bahwa kesesuaian tokoh dengan karakter dikontruksi oleh ekspresi wajah, gerak kaki, sorotan mata, warna dan gaya berpakaian. Dari penelitian disimpulkan bahwa kesesuaian dalam pemvisualisasian menciptkan karakter yang membedakan antara tokoh satu dengan yang lainnya.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA ANAK Yorifky Julio Alfares; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.794 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9526

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan media audio visual yang berbentuk konten dapat berupa 2 dimensi atau 3 dimensi yang di tempatkan pada media berupa fisik dimana media di tempatkan. Media adalah sebuah alat yang berguna sebagai alat untuk menghubungkan pengirim dan penerima pesan. Sedangkan, media pembelajaran adalah sebuah fasilitas yang menjembatani tenaga pengajar dan peserta didik dalam suatu kegiatan belajar mengajar yang berguna untuk memberikan suatu ilmu pengetahuan, dan proses ini disebut dengan proses komunikasi dua arah. Media harus dilibatkan dalam proses ini. Dengan adanya AR peserta didik diharapkan dapat berpikir lebih dalam terhadap informasi yang diterima. Implementasi kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan alat berupa AR mampu memberikan manfaat langsung dalam proses pembelajaran. Sejumlah alat AR dirancang untuk memberikan informasi yang lebih spesifik pada pengguna dari objek secara konkret. Fungsi dari AR adalah untuk menvisualisasikan gambaran yang abstrak dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih terperinci dan menggambarkan struktur dari sebuah model objek yang spesifik.
PENGEMBANGAN PERALATAN TERPADU STERILISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 Wegig Murwonugroho; Muhammad Burhanudinnur; Astri Rinanti; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama; Asih Retno Dewanti; Virginia Suryani Setiadi; Gihon Nugrahadi; Atridia Wilastrina; Mustamina Maulani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.754 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9533

Abstract

Petugas kesehatan sebagai garda depan dalam penanganan pasien Covid-19 memerlukan perlindungan dari risiko terpapar virus. Seusai menjalankan tugasnya, para petugas medis melakukan tindakan sterilisasi diri dengan cara memasuki arena disinfectant chamber, membungkus hazmad sekali pakai untuk dibuang dan mengembalikan APD (Alat Pelindung Diri) lain dalam wadah yang telah tersedia untuk dicuci kembali. Namun demikian terlihat fasilitas yang tersedia belum nampak optimal, dan terlihat kumuh. Sehingga beberapa APD yang akan dikenakan kembali beresiko terpapar virus COVID-19.  Selain itu beberapa peralatan yang memungkinkan dipakai kembali tercampur, resiko hilang, dan kacamata resiko patah atau kaca lebih buram. Alhasil APD para petugas mulai menipis.Latar belakang ini menjadi alasan pentingnya dirancang fasilitas sterilisasi yang terpadu. Kegitaan dilakukan di RSUD Pademangan, Jakarta Utara merupakan salah rujukan pasien COVID-19. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan seperangkat alat terpadu sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan praktis.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Design Thinking, yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian ini adalah peralatan terpadu steriliasi APD Covid-19 yang terdiri atas disinfectan chamber, bak penampugan APD, ozone chamber, dan almari kompartemen dua arah. Berdasarkan serangkaian pengujian, hasilnya adalah: 1) disinfectant chamber dapat bekerja dengan baik. Ini ditandai oleh: disinfectant chamber dapat menyemprot secara otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan cairan optimal, bak penampung untuk menampung sisa cairan berfungsi dengan baik, dan kontruksi lebih ergonomis. 2)  bak penampungan berfungsi dengan baik (mudah dibuka untuk diambil dan dibersihkan, dan terbagi sesuai kelengkapan APD. 3) ozone chamber memenuhi kriteria keberhasilan. Indikasinya adalah  ozon chamber menyemprot otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan asap optimal, terdapat bak penampung yang menampung sisa cairan ozon, dan konstruksi lebih ergonomis. 4)  Nilai inovasi dari almari dua kompartemen solutif bagi masalah dan memenuhi kebutuhan petugas medis. Pencapaian ini disebabkan oleh berfungsinya semua fitur sebagaimana dalam desainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peralatan sterilisasi APD Covid-19 dalam penelitian ini efektif dan layak untuk digunakan, utamanya untuk membersihkan diri dan APD petugas medis. Oleh sebab itu, produk peralatan sterilisasi dalam penelitian ini pantas untuk diproduksi secara massal dan dipergunakan di berbagai pusat layanan kesehatan.
IMPLIKASI DAN MANFAAT PELAKSANAAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS TRISAKTI Winnie Septiani; Astri Rinanti; Triwulandari Satitidjati Dewayana; Melati Feuranita Fachrul; Mohammad Ischak; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.709 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.12711

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, kapasitas dan kebutuhan mahasiswa di luar program studi dan di luar Perguruan Tinggi selama tiga semester.  Kebijakan MBKM yang sesuai dengan Permendikbud No 3 tahun 2020 mulai dilaksanakan pada beberapa Program Studi di Universitas Trisakti pada semester Gasal 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap kebjiakan MBKM dan menganalisis implikasi serta manfaat kebijakan MBKM bagi mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey dengan metode total sampling. Instrumen penelitian berasal dari dua sumber yaitu survey Spada yang dilakukan oleh Dikti dan survey yang dirancang oleh universitas trisakti.  Penelitian ini dilakukan pada semua civitas akademika, akan tetapi pada paper ini bahasan dibatasi pada survey yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Trisakti S1, seluruh angkatan dan semua program studi. Hasil analisis menunjukan  bahwa pemahaman mahasiswa tentang MBKM ini masih kecil, akan tetapi 60.87% menyatakan tertarik untuk mengikuti program MKBM. Tiga Program MBKM yang diminati mahasiswa adalah pertukaran pelajar, Magang/Praktik kerja dan kewirausahaan. Mahasiswa menilai implikasi pelaksanaan MBKM ini pada keterampilan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, memperluas perspektif, bekal bekerja setelah lulus, peningkatan soft skill dan persiapan menghadapi masa paska kampus.
PEMBUATAN PIRANTI “URUP-URIP” PENYINARAN UV BERTENAGA SURYA: UPAYA STERILISASI BAKTERI PADA HASIL PANEN TANAMAN SAYUR DI CIANJUR, JAWA BARAT Wegig Murwonugroho; Setia Gunawan; Astri Rinanti
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 2, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.29 KB) | DOI: 10.25105/juara.v2i1.8729

Abstract

The problems generally faced by farmers are that vegetables easily rotting due to delayed selling time and higher hygienic standard of vegetables. Based on an interview, we acknowledge that the farmers are unable to understand the utilization of ultraviolet irradiation technology. UV irradiation facilities - which help kills various types of bacteria, spores, protozoan viruses and algae - should be placed near vegetable harvest location. The physical part of vegetables requires special attention and they should not be moved on a regular basis to prevent damages. However, the harvest location is quite distant from electricity sources. As a solution to overcome this problem, a solar powered UV irrayer facility equipped with a portable bag is required. Besides that, the tool should be fitted with branded plastic casings to hold the vegetable to improve selling value, safety, and readiness of the vegetables. The objective of the utilization of this appropriate technology is to improve the quality of the harvested crops. Vegetables will be free from bacteria and risks of Covid-19 exposures. The target of this program is to improve vegetable selling sales rate and to improve the prosperity of the farmers better, or at least as high as pre-pandemic era. The method used to procure this appropriate technology is a design thinking method that covers empathy, define, ideate, prototype, and testing. The implementation of the counseling and training activities were conducted on-line and off-line whilst also applying a strict health protocol. The activity was conducted for 4 months.
PELATIHAN FOTOGRAFI DASAR SEBAGAI MEDIA VISUAL PROMOSI WISATA INDONESIA TIMUR Wegig Murwonugroho
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3364.123 KB) | DOI: 10.25105/akal.v1i1.7747

Abstract

Photography is an activity cherised by many people of all age as hobby. In an era with easy access to internet and social media, photography also enjoys an increase in popularity. Young adult age group is the one who benefits the most from those technology advancements. It’s as if they compete to create images on social media to be liked by other people. However, sometimes people lacking in technological knowledge buy cameras without knowing the full technical functions and differences in image quality produced by them. The lack of knowledge in photography basic techniques and aesthetical composition may cause picture quality to suffer. This Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) with the theme of Photography Basic Training aims to grow basic photography skills as a tool to produce interesting stock photos. Therefore, participants will have the capability to capture the exoticism of East Indonesia, where they come from. Tourist promotion with easthetically pleasing photos is believed to be positively impacting visitor numbers. It’s true that informations about photography basic techniques are prevalent online, but people who are only beginning to learn still need face-to-face guidance to assure transfer of informations occur the right way. After engaging in this PkM program, their knowledge and skill of basic photography techniques will improve. They will be more knowing of how to make more interesting pictures.
KOMUNIKASI GANDA ( DOUBLE CODING) IKLAN SERI REFORMASI : Sebuah Media Promosi sekaligus Propaganda Sosial Politik dari Perusahaan Rokok Sampurna 'A Mild" Wegig Murwonugroho
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 1 (2003)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.365 KB) | DOI: 10.25105/dim.v1i1.64

Abstract

AbstractAdvertisement is considered as a persuasion to consumenr for a product offered. The advertisement is presented in the middle of television programa interuppt public enjoying, especially , the advertisement, which is having a bad impact for helath condition, for intant cigarettte. The negative impression needs to be improved with create a new advertisement model that can give relaxation or as medium of social campaign. This concept provides the basis for A Mild ( cigarette) producer change design perspective of its advertisement as a social campaign medium. The result is manifested ferlection and gives a good impacts to plotical existence in Indonesia , toward politicians, goverment, student, amn also general public 
Co-Authors Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Achmad Syarief Adzani, Fachrina Afandi, Nadya Nurul Aghastya Wiyoso Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budiwaspada Agus Nugroho Ujianto Agus Nugroho Ujianto, Agus Nugroho Ahmad Buchori Akkapurlaura Akkapurlaura Alfares, Yorifky Julio Alika Salsabila Marwanto Anisha Melanie Yuniar S Arba Rustian Arief Datoem Arief Datoem, Arief Asih Retno Dewanti Asri Cikita Astri Rinanti Astrid Kusumawidagdo Atridia Wilastrina Aulia Rahman Alhaq Azizan, Ahamad Tarmizi Burhanudinnur, Muhammad Calvin Glenaldo cindy permatasari Cindylaras, Nadya Deddy Wahjudi Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dharsono, Soni Djuana, Tjhwa Endang Ekananda HARYADI Eko Budiwaspada, Agung Endang Djuana Fachrina Adzani Fachrul, Melati Feuranita Febri Sukma Ambarani Ferida, Yuni Fikri Abdillah Fikri Abdillah Gandarum , M. Dedes Nur Gandarum, Dedes Nur Gandung Anugrah Kalbuadi Gihon Nugrahadi Gihon Nugrahadi, Gihon Ginanjar Hamid Wiryawan Glenaldo, Calvin gunawan, setia Hambawan, Tulus Harris Effendi Hartini Hartini HARYADI, Ekananda Haura, Nazzalla Izzabelle I Nyoman Larry Julianto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Busnetty Ilham Ari Susanto Indralaksmi Indralaksmi Indralaksmi, Indralaksmi Isa Bella Ischak, Mohammad Iskandar, Julindiani Kamil Nadhirshan Kevin Abubakar Perdana Khoirunisa, Amalia Leonardus Aryo M Fikri Akbar M. Fikri Akbar Marina Wardaya Marwanto, Alika Salsabila Matheus Prayogo Maulani, Mustamina Melati Feuranita Fachrul Menul Teguh Riyanti, Menul Teguh Miftakhudin Miftakhudin Miftakhudin, Miftakhudin Milenia Aziz Milvan, Tania Ansarah Davina Moertiningsih, Sarwosri Mohamed Razeef Abdul Razak Mohammad Ischak Monica Dwi Hartanti Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Muhammad Burhannudinnur Mustamina Maulani Mustamina Maulani Nasir, Roziani Binti Mat Nashir @ Mohd Noviani Prasetyaningsih Nurhikmah Budi Hartanti Perdana, Kevin Abubakar Prabowo, A Hadi Prabowo, Achmad Hadi Putri Gayanti, Syarifah Arsitadewi R.A. Heryani Wahyuningrum Ramli, Ishak Rasendriya, Athiyya Apsarini Ratih Alifah Putri Renata Kusuma Richy Wijaya Rina Fitriana, Rina Risabella Wongso Salsabilla Atwinita Sangayu Ketut Laksemi Nilotama Savira P. Setia Gunawan Setiadi, Virginia Suryani Setyohadi, Sru Sony Dharsono Kartika Syarifah Arsitadewi Putri Gayanti Teddy Siswanto, Teddy Thirathep Chonmaitree Tiko Prabhata Tjhwa Endang Djuana Tommi Tommi Triwulandari Satitidjati Dewayana Utomo, R. Drajatno Widi Virginia Suryani Virginia Suryani Setiadi Wardoyo, Bambang Tri Wawan Kurniawan Wilastrina, Atridia Winnie Septiani Wongso, Risabella Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Pilliang Yasraf Amir Pilliang Yorifky Julio Alfares Yosua Reydo Respati, Yosua Reydo Yusran, Husna Leila