Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBARUAN KOMPOSISI SIMETRIK PADA KEDINAMISAN VISUAL FILM “FANTASTIC MR. FOX” Asri Cikita; Wegig Murwonugroho
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3354

Abstract

Film merupakan visualisasi gambar bergerak. Film adalah bentuk komunikasi yang terbentuk dari teknik sinematografi. Ditinjau dari film-film yang pernah ada, beberapa film yang terkenal sekalipun terkadang tidak harus memiliki teknik sinematografi yang sempurna. Namun, teknik tersebut tetap memiliki peran penting dalam terbentuknya sebuah film. Seiring dengan perkembangan zaman, teknik sinematografi lebih sering digunakan sebagai gaya visual atau ciri khas pembuat film tersebut. Salah satu film yang sangat menerapkan elemen komposisi sebagai gaya visual filmnya adalah film “Fantastic Mr. Fox” karya Wes Anderson. Pengaplikasian komposisi merupakan gabungan dari seni fotografi dan seni sinematografi yang mengacu pada dimensi, rasio, dan objek pada frame. Penelitian ini akan menganalisa komposisi yang digunakan pada film “Fantastic Mr. Fox” serta elemen pendukung yang menunjang kedinamisan film dilihat dari segi sinematografi dan fotografi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif lewat studi literatur oleh teori-teori pendahulu. Berdasarkan analisa dapat diketahui bahwa film “Fantastic Mr. Fox” didominasi dengan gaya komposisi simetrik. Hal ini sangat kontradiktif dengan film-film pada umumnya yang menghindari penggunaan komposisi simetrik dengan alasan kekakuan visual..
PENINGKATAN PEMASARAN TAHU-TEMPE SEMANAN MELALUI ANJUNGAN LAYANAN TANPA TURUN (DRIVE THRU) Ida Busnetty; Julindiani Iskandar; Wegig Murwonugroho
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 4 (2021): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v4i4.10084

Abstract

Sejak pandemi, produksi tahu-tempe UMKM Koperasi Primkopti Swakerta Semanan menurun hingga 55% dari yang sebelumnya 80 ton dengan perputaran uang sekitar 1 milyar (per hari). Ini disebabkan banyaknya rantai distribusi terputus. Turunnya penghasilan sebagai dampak penurunan produksi menimbulkan potensi pengangguran, karena selain tidak mencukupi untuk membayar cicilan kredit pembelian alat, penghasilan itu juga tidak cukup untuk honor 1.467 pekerja. Pengabdian ini merancang desain dan membangun anjungan layanan tanpa turun (drive thru) tepat guna sebagai solusinya. Pengabdian ini dilakukan dengan metode design thinking. Selanjutanya, untuk meningkatkan kompetensi pengrajin, pengabdian ini juga dilengkapi pelatihan strategi pemasaran dan sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Selain meningkatkan produksi dan penghasilan sampai 25%, pengabdian ini menghasilkan: (1) anjungan drive thru, (2) desain kemasan produk yang menarik dan hieginis, (3) manajemen pengelolaan operasional anjungan yang baik dan ramah, (4) manajemen keuangan yang transparan, dan (5) sistem transaksi yang memerhatikan protokol kesehatan dan mudah bagi pembeli maupun penjual. Sebagai implikasinya, desain produk dan layanan drive thru dalam pengabdian ini layak menjadi referensi (role model) bagi pengrajin di kawasan lain guna penciptaan jalur pemasaran inovatif untuk meningkatkan produksi dan/atau pendapatan.
Penguatan Teknik Dasar Fotografi dan Teknik Lampu Studio Pada Sesi Pemotretan Model Wegig Murwonugroho; Salsabilla Atwinita
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v3i1.5334

Abstract

Dengan semakin maraknya media sosial digital, muncul fenomena di segala lapisan usia masyarakat untuk tampil narsis berswafoto layaknya model bergaya. Namun oleh karena kurang dikuasainya teknik pemotretan dan minimnya pemahaman komposisi estetika foto yang baik, maka hasil foto dirasakan kurang optimal. Padahal foto memiliki potensi sebagai media yang dapat merekam peristiwa sebagai kenangan menarik dan ada kemungkinan tidak dapat berulang lagi. Seiring dengan relatif makin terjangkaunya harga kamera Single Lens Reflect(SLR), maka banyak masyarakat yang telah memiliki kamera ini dengan harapan kualitas warna dan detail foto lebih baik. Akan tetapi masih banyak usia remaja hingga dewasa pada khususnya yang kurang memahami berbagai fungsi yang dimiliki kamera SLR. Meskipun tips dan trik memotret telah banyak diunggah media Youtube, Instagram, namun tetap ada beberapa kendala teknis yang akan lebih mudah dipahami apabila dilakukan pengenalan teknik pemotretan secara tatap muka. Latar belakang inilah yang menjadi dasar penyusunan penyuluhan dan pelatihan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Magister Desain Universitas Trisakti. Metode PKM dilakukan dengan cara diberikan penyuluhan penguatan materi dasar-dasar pemotretan dan pelatihan teknik dasar pemotretan model menggunakan lampu studio. Dari hasil kegiatan PKM ini, terlihat peserta telah memahami teknis pemotretan, sehingga hasil foto terlihat lebih baik, menarik, dan bercerita.
Subjektivitas Dalam Iklan Ambient Media Miracle Aesthetic Clinic Wegig Murwonugroho; Yasraf Amir Pilliang
PANGGUNG Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.173 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v25i2.6

Abstract

Subjektivitas di dalam iklan adalah kuasa yang dimiliki iklan untuk mengkonstruksi trend, kebenaran, hingga ideologi yang terjadi melalui alam bawah sadar. Iklan berfungsi menyampaikan pesan, yang direpresentasi-visualkan melalui metafora-metafora yang menjembatani antara gambaran imajinasi dan realitas. Ambient media merupakan media beriklan yang memanfaatkan lingkungan di mana iklan ditempatkan. Miracle Aesthetic Clinic (Miracle) merepresentasi-visualkan iklan ambient media-nya dengan cara menghilangkan tampilan wajah kedua boneka perempuan. Wajah model iklan merupakan komoditi pencitraan yang pada umumnya memiliki nilai jual, namun dalam kedua iklan ini justeru ditenggelamkan ke dalam alas meja dan dinding tembok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisa Wacana Kritis untuk menganalisa subjektivitas di dalam pemaknaan ambient media. Subjektivitas iklan Miracle menyudutkan perempuan tidak dapat hadir, tersisih, menjadi sosok yang mengerikan di dalam tataran sosialnya ketika wajah berjerawat.  Iklan ambient media Miracle ini berhasil mengkonstruksi wacana trend baru kecantikan wajah yang tidak terbatas pada tolok ukur karakteristik kecantikan pada umumnya.Kata kunci: ambient media, subjektivitas, kuasa, kecantikan ideal perempuan.
Demitosisasi Pocong sebagai Media Sosialisasi Kampanye Stay at Home Wegig Murwonugroho
PANGGUNG Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.39 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1615

Abstract

Di kegelapan malam terlihat dua pocong duduk di depan pos ronda Dusun Tuk Songo, Purworejo. Balutan kain putih mayat manusia dimanfaatkan sebagai media sosialisasi untuk membatasi mobilisasi warga selama pandemi Covid-19. Pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk mengamati efektivitas pemanfaatan gagasan mitologi tradisi Jawa terhadap masyarakat moderen melalui pendekatan semiologi Barthes. Berdasarkan pengamatan, muncul makna konotatif berlebihan yang terlihat dari ekpresi ketakutan (fear) hingga keresahan (anxiety) pada anak dan remaja. Gagasan pemanfaatan media pocong jadi-jadian ini merupakan tindakan yang tidak disadari sebagai bentuk demitosiasi dengan tujuan kreativitas yang menghibur.  Namun demikian gagasan ini justru menguatkan mitos pocong sebagai arwah orang mati yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan moderen meski mengaku merasa beriman (remithology). Penelitian ini menyimpulkan demitosasi benda mistis-ritual pada media yang dituturkan berulang membangun wacana dan berhasil merubah perilaku warga untuk tetap di rumah. Temuan penelitian ini menyumbang pendekatan baru untuk mendisiplinkan masyarakat modern dengan pendekatan tradisi religiusitas lokal. 
Kajian Rupabheda: Tokoh-Tokoh Sri Tanjung pada Relief Candi Penataran Wegig Murwonugroho; Miftakhudin Miftakhudin
PANGGUNG Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.003 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.953

Abstract

Relief Sri Tanjung terpampang pada dinding luar pendapa teras ke-dua Candi Panataran, Blitar, Jawa Timur. Masyarakat meyakini, narasi relief tersebut mengangkat cerita legenda Banyuwangi zaman Jawa Pertengahan. Di dalam relief terlihat adanya figur-figur dalam lakon cerita Sri Tanjung berikut penanda pepohonan, hewan, atau bentuk alam lain dalam gaya dekoratif. Beberapa penelitian telah berusaha menafsir relief dari sisi yang lain. Tetapi Rupabheda hadir sebagai teori estetika yang menjadi dasar penafsiran yang baru. Analisis Rupabheda berhasil menelaah pergeseran makna dari beragam tanda yang terdapat pada arca Hindu. Penelitian ini menemukan adanya kebaruan makna dalam identifikasi tokoh-tokoh di dalam relief. Visualisasi relief cerita Sri Tanjung telah menyamarkan ikon budaya Jawa Pertengahan dalam relief arca Hindu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa relief Sri Tanjung telah memasukkan narasi cerita lokal yang berbeda dengan epik Mahabarata – Ramayana dalam situs bangunan Hindu.Kata kunci: Rupabheda, Relief, Sri Tanjung, Semiotik
ANALISIS SEMIOTIKA MULTIMODAL PERBANDINGAN MAKNA DUA PAMERAN YOGYAKARTA STREET SCULPTURE PROJECT (JSSP) 2015 DAN 2017 Wegig Murwonugroho
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.2704

Abstract

Yogyakarta Street Sculpture Project (JSSP) adalah ajang kegiatan pameran seni patung jalanan di Yogyakarta yang semakin terkenal di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah melalui dua penyelenggaraan, yaitu tahun 2015 dan 2017. Meskipun masih berusia muda, mulai diselenggarakan tahun 2015, pameran temporer bersifat publik ini telah menjadi perhatian luas di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini diselenggarakan di Yogyakarta yang sudah dikenal menjadi barometer perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia dan juga karena Yogyakarta adalah salah satu destinasi wisata terpenting di Indonesia sehingga pameran tersebut mudah diakses oleh banyak orang. Tulisan ini akan membandingkan makna dua pameran JSSP tahun 2015 dan 2017 dengan pendekatan semiotika multimodal, sebagai salah satu jenis semiotika sosial. Menurut Insulander dan Lindstrand, semiotika jenis ini menekankan aspek-aspek sosial semua komunikasi dan menaruh perhatian khusus pada ‗saling-bermain‘ (interplay) antara mode-mode komunikasi berbeda (tuturan, tulisan, imaji, dan gestur) (2008: 85). Selain itu, satu elemen pokok lain dalam semiotika sosial adalah gagasan ‗metafungsi-metafungsi‘ (metafunctions). Menurut gagasan ini, semua sistem komunikasional harus mampu memproduksi tiga bentuk makna berbeda secara bersamaan (Kress et al., 2001). Semua sistem komunikasional tersebut harus mampu: (1) merepresentasikan beberapa aspek dunia (metafungsi ideasional), (2) merepresentasikan dan mengonstruksi hubungan-hubungan sosial antara para partisipan dalam komunikasi (metafungsi interpersonal), dan menghasilkan teks-teks yang tampak menyatu dalam dirinya dan dalam hubungan dengan teks lain dalam sebuah konteks tertentu (metafungsi tekstual) Semua metafungsi ini muncul dalam semua bentuk teks—buku, komunikasi verbal, pameran, dan lain-lain (Insulander dan Lindstrand, 2008: 85).Tulisan ini akan membandingkan makna dua pameran tersebut. Analisis dalam tulisan ini akan dimulai dengan membahas tiga metafungsi tersebut.
Pelatihan Produksi Iklan Layanan Masyarakat Protokol Kesehatan Versi Jawa 5-eM Wegig Murwonugroho; Mustamina Maulani; Wawan Kurniawan
Intervensi Komunitas Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/ik.v3i1.1144

Abstract

Pada pertengahan Juni 2021, situasi terakhir terkait dengan pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Bahkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta diperpanjang hingga 2 (dua) kali. Aktivitas pembelajaran bagi anak siswa belum normal dan tetap diberlakukan belajar di rumah. Anak-anak lebih aman di rumah terhindar dari ancaman virus Covid-19, namun pada sisi lain anak-anak menjadi kurang bergerak dan kurang aktif. Oleh karena itu dirasa perlu dirancang sebuah program pelatihan yang mampu merangsang kreativitas anak-anak dalam menghasilkan sebuah karya yang edukatif, bermanfaat, dan menghibur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode design thingking. Peserta akan dilatih untuk memproduksi film pendek sebagai media kampanye sosial pencegahan Covid-19. Ide bersumber pada lagu tradisi Jawa. Naskah iklan dibuat plesetan dengan kesamaan nada suara Gagasan pengolahan ulang lagu-lagu yang mudah dikenang disajikan dengan unsur kelucuan. Film pendek sengaja digunakan dalam kampanye pencegahan Covid 19 karena mengandung unsur visual tradisi guna memudahkan orang membangkitkan rasa kangen dengan tradisi kampung halaman. Simpulan dalam kegiatan ini adalah kampanye sosial dengan pelibatan masyarakat dan pemanfaatan lagu daerah membangun intimasi dan khalayak sasaran lebih menyimak iklan, melagukannya, memaknai hingga berbagi ke media sosial lainnya.
Kekuatan Pesan Iklan dalam Perancangan Poster Kampanye Sosialisasi Resettlement Warga Kota Intan Jakarta R.A. Heryani Wahyuningrum; Virginia Suryani Setiadi; Wegig Murwonugroho
LITERATUS Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v4i1.677

Abstract

Relokasi warga yang tinggal di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang masih direncanakan oleh pemerintah setempat sebenarnya bertujuan untuk mengembalikan penataan Kawasan Kota Tua yang lebih menarik. Selain itu, revitalisasi atau penataan kembali Kawasan Kota Tua bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai cagar budaya untuk mengangkat heritage tourism. Namun kurangnya komunikasi yang baik dan informatif menyebabkan warga Jalan Kampung Intan ada kemungkinan merespons secara banal mengenai rencana tersebut. Permasalahan yang dihadapi adanya kemungkinan sosialisasi melalui poster kurang efektif. Tujuan penelitian ini adalah terciptanya strategi sosialisasi program pemerintah kota Jakarta dalam bentuk desain poster yang terintegrasi, komunikatif, efektif, dan kreatif. Selain itu, terciptanya pemilihan elemen visual yang membangun intimasi pemerintah dengan masyarakat.  Penelitian ini dimaksudkan guna menghindari terjadi penolakan hingga terjadinya vandalisme dari warga. Hal ini dikarenakan kekhawatiran jauhnya tempat mata pencaharian, kesulitan moda transportasi, hingga kekhawatiran ketidakmampuan beban sewa tempat tinggal. Metode perancangan desain digunakan adalah design thinking, yang terdiri atas:  empathize, define, ideate, prototype, and testing. Penelitian mendukung program PT KAI dan pemerintah Kota Jakarta dalam mewujudkan green design, liveable space, dan sustainable community untuk terwujudnya green urban environment dan green healty life yang dapat menciptakan Green Jabodetabek. Hasil penelitian berupa rekomendasi materi desain poster sebagai kampanye sosialisasi resettlement untuk warga Kota Intan. Penelitian ini terbatas untuk relokasi Kawasan di kota Intan dengan media sosialisasi dalam media poster. Kebaruan penelitian ini adalah bagaimana membuat desain poster yang dikhususkan untuk masyarakat marginal dalam Kawasan terbatas. Simpulan di dalam penelitian ini menyatakan bahwa: kekuatan pesan melalui ketepatan pemilihan image utama dan permainan kata yang bersahabat. Selain itu diperlukannya informasi yang diolah dalam bentuk info grafik. Tampilan info grafik ini menjadikan media Poster memiliki kekuatan menyampaikan pesan yang dimaknai.
METAMORFOSIS MITOS GAYA JEPANG PADA ELEMEN VISUAL Aulia Rahman Alhaq; Wegig Murwonugroho
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.135

Abstract

Keripik Chuba merupakan produk makanan ringan olahan berbahan baku singkong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keripik tradisional ini dikemas dengan nama merek dan ilustrasi bergaya Jepang. Pada desain kemasan didominasi dengan warna putih. Selain itu terdapat ikon Penguin. Gaya pengemasan ini kontradiktif dengan makanan tradisioanl Indonesia dimana pada umumnya menggunakan nama tradisi dan ilustrasi budaya Indonesia. Pemanfaatan mitos Jepang memengaruhi daya tarik orang untuk memilih produk dan mengingat kemasan produk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan elemen visual bergaya Jepang yang membangun citra merek. Metode menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teori mendefinisikan makna denotatif adalah tatanan penanda tahap pertama ini menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda di dalam sebuah tanda terhadap realitas, dan merupakan makna paling nyata dari tanda; makna konotatif adalah tatanan penanda tahap kedua yang berhubungan dengan isi, menjelaskan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan emosi penggunanya dan nilai kulturalnya; makna mitos adalah tanda yang bersifat arbiter namun telah disepakati oleh masyarakat. Hasil penilitian menunjukkan bahwa identitas visual telah berhasil membangun mitos Jepang yang disukai target pasar. Makanan terasa lebih modern dan tidak bergaya tradisi. Kesimpulan penelitian dalam penelitian ini diketahui bahwa terjadi pergeseran gaya desain yang tidak lagi bergaya tradis untuk menaikkan citra merek makanan tradisional.
Co-Authors Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Achmad Syarief Adzani, Fachrina Afandi, Nadya Nurul Aghastya Wiyoso Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budiwaspada Agus Nugroho Ujianto Agus Nugroho Ujianto, Agus Nugroho Ahmad Buchori Akkapurlaura Akkapurlaura Alfares, Yorifky Julio Alika Salsabila Marwanto Anisha Melanie Yuniar S Arba Rustian Arief Datoem Arief Datoem, Arief Asih Retno Dewanti Asri Cikita Astri Rinanti Astrid Kusumawidagdo Atridia Wilastrina Aulia Rahman Alhaq Azizan, Ahamad Tarmizi Burhanudinnur, Muhammad Calvin Glenaldo cindy permatasari Cindylaras, Nadya Deddy Wahjudi Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dharsono, Soni Djuana, Tjhwa Endang Ekananda HARYADI Eko Budiwaspada, Agung Endang Djuana Fachrina Adzani Fachrul, Melati Feuranita Febri Sukma Ambarani Ferida, Yuni Fikri Abdillah Fikri Abdillah Gandarum , M. Dedes Nur Gandarum, Dedes Nur Gandung Anugrah Kalbuadi Gihon Nugrahadi Gihon Nugrahadi, Gihon Ginanjar Hamid Wiryawan Glenaldo, Calvin gunawan, setia Hambawan, Tulus Harris Effendi Hartini Hartini HARYADI, Ekananda Haura, Nazzalla Izzabelle I Nyoman Larry Julianto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Busnetty Ilham Ari Susanto Indralaksmi Indralaksmi Indralaksmi, Indralaksmi Isa Bella Ischak, Mohammad Iskandar, Julindiani Kamil Nadhirshan Kevin Abubakar Perdana Khoirunisa, Amalia Leonardus Aryo M Fikri Akbar M. Fikri Akbar Marina Wardaya Marwanto, Alika Salsabila Matheus Prayogo Maulani, Mustamina Melati Feuranita Fachrul Menul Teguh Riyanti, Menul Teguh Miftakhudin Miftakhudin Miftakhudin, Miftakhudin Milenia Aziz Milvan, Tania Ansarah Davina Moertiningsih, Sarwosri Mohamed Razeef Abdul Razak Mohammad Ischak Monica Dwi Hartanti Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Muhammad Burhannudinnur Mustamina Maulani Mustamina Maulani Nasir, Roziani Binti Mat Nashir @ Mohd Noviani Prasetyaningsih Nurhikmah Budi Hartanti Perdana, Kevin Abubakar Prabowo, A Hadi Prabowo, Achmad Hadi Putri Gayanti, Syarifah Arsitadewi R.A. Heryani Wahyuningrum Ramli, Ishak Rasendriya, Athiyya Apsarini Ratih Alifah Putri Renata Kusuma Richy Wijaya Rina Fitriana, Rina Risabella Wongso Salsabilla Atwinita Sangayu Ketut Laksemi Nilotama Savira P. Setia Gunawan Setiadi, Virginia Suryani Setyohadi, Sru Sony Dharsono Kartika Syarifah Arsitadewi Putri Gayanti Teddy Siswanto, Teddy Thirathep Chonmaitree Tiko Prabhata Tjhwa Endang Djuana Tommi Tommi Triwulandari Satitidjati Dewayana Utomo, R. Drajatno Widi Virginia Suryani Virginia Suryani Setiadi Wardoyo, Bambang Tri Wawan Kurniawan Wilastrina, Atridia Winnie Septiani Wongso, Risabella Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Pilliang Yasraf Amir Pilliang Yorifky Julio Alfares Yosua Reydo Respati, Yosua Reydo Yusran, Husna Leila