p-Index From 2021 - 2026
9.209
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal KALAM Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Ulum Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Inspiratif Pendidikan Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Jurnal Ilmiah Peuradeun Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Iqra' IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Jurnal Al Himayah Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Journal on Education JURNAL PENA EDUKASI Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Al-Minhaj Journal La Edusci Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Al-Buhuts (e-journal) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora JEER (Journal of Elementary Educational Research) LEBAH PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Indonesian Research Journal on Education Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam PESHUM Madania: Jurnal Kajian Keislaman An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Claim Missing Document
Check
Articles

ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Lasaka, Nurhikma; Yahiji, Kasim; Husain, Rahmin Talib; Daud, Ilyas
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v4i1.2130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait dengan etos kerja dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadist. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Sebagai sumber kajian dalam hal ini adalah Al-Qur’an dan hadist. Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan (Library Research). Aquran menjadi sumber utama didukung beberapa tafsir yang representative. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir. Sumber data yang ditemukan dari Al-Qur’an dan hadist serta dari buku-buku sebagai referensi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa islam mmelalui Al-Qur’an dan hadist telah mmengatur seluruh Aspek kehidupan manusia termasuk pada  perekonomian. Dengan bekerja maka seluruh kebutuhan akan terpenuhi. Etos kerja merupakan upaya yang dilakukan untuk menghindari meminta-minta dengan bekerja secara profesional akan mendapatkan hasil yang baik.
PERSPEKTIF HADITS TENTANG PEMBERIAN HUKUM TERHADAP ANAK Ishak, Musli; Yahiji, Kasim; Husain, Rahmin T; Ibrahim, Suleman
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v4i1.2157

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perspektif hadits tentang pemberian hukuman kepada anak. Penelitian kepustakaan atau literatur dan penelitian literatur adalah jenis penelitian yang mengumpulkan data dari berbagai literatur yang berkaitan dengan subjek penelitian. Menurut hasil penelitian ini, ayat – ayat al-quran dan hadits nabi Muhammad Saw dapat di gnakan untuk menghukum anak.  Hadits Rasulullah yang membolehkan memukul anak terkait memerintahkan anak-anak shalat saat mereka berusia 7 tahun dan memukul mereka bila meninggalkan shalat ketika berusia 10 tahun. Hukuman tersebut dilakukan dengan syarat tertentu yang dibenarkan oleh syariat, tidak boleh sampai menyakiti bahkan melukai karena hukuman ialah alternatif paling akhir dari segala metode pendidikan. Dalam mengoreksi kesalahan anak, keduanya sepakat harus bersifat lemah lembut, memperhatikan karakter anak, tidak disertai dengan amarah, hindari memukul pada bagian yang vital. Perbedaan keduanya terletak pada awal mula proses pemberian hukuman, serta jumlah maksimal batas pukulan
KAJIAN ISLAM DALAM PENDEKATAN MULTIDISIPLINER Maunte, Narwin K; Yahiji, Kasim; Yasin, Zohra
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v4i1.2258

Abstract

Kajian Islam yang dilakukan dengan pendekatan multidisipliner menawarkan perspektif yang lebih luas dan komprehensif terhadap teks-teks religius dan praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya menggunajan kajian pustaka. Artikel ini mengeksplorasi integrasi berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi, psikologi, sejarah, dan filsafat, untuk memahami konteks sosial dan budaya Islam. Melalui analisis terhadap Alquran dan Hadis, serta interaksi mereka dengan masyarakat kontemporer, artikel ini menyoroti bagaimana pendekatan multidisipliner dapat memperkaya pemahaman akan nilai-nilai Islam dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat Muslim di era modern. Dengan menggali keterkaitan antara agama dan berbagai aspek kehidupan, hasil kajian ini diharapkan dapat menyediakan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan Islam dan dialog antarbudaya.
Pendekatan dan Strategi Pembelajaran PAI Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Zulaiha B. Abas, Siti; Yahiji, Kasim; Manoppo, Yanty K.; AK. Mantau, Burhanuddin
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.541

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan dan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penelitian  yang  dilakukan merupakan  penelitian kepustakaan  (library  research).  Penelitian  ini  termasuk  dalam  jenis penelitian deskriptif analitik.Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital serta Society 5.0 yang menekankan pada pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan manusia, menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran PAI. Pendekatan yang inovatif dan strategi pembelajaran yang berbasis teknologi sangat diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Artikel ini membahas berbagai strategi pembelajaran PAI yang relevan, seperti penggunaan media digital, platform pembelajaran daring, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan interaksi, pemahaman, dan kedalaman materi agama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan mengimplementasikan pendekatan yang adaptif dan fleksibel, diharapkan pembelajaran PAI dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga kompeten di dunia digital. Pendidikan perlu    mengadaptasi    model pembelajaran yang relevan agar siap memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Molo’opu Tradition in Terms of Gorontalo’s Etnhic Leadership Rahmawati, Rahmawati; Yahiji, Kasim
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i1.4423

Abstract

This paper aimed to study about acculturation between religion and Molo’opu customs (adat) in Gorontalo society and to describe leadership philosophical meaning. This is descriptive qualitative research. Data collection techniques used during the study process were participant observation, guided interviews, and documentation. It applied anthropological, sociological, and historical approaches. The results showed that the implementation of Molo’opu tradition  is based on the philosophy of “Adati hula hula’a to syaraa, syaraa hula-hulaa tokitabi” which means that adat based on syara’ and syara’ based on the Quran are hereditary-philosophical base in all dimensions of the Gorontalo people. The acculturation between the sharia commandments and the preservation of the Molo'opu tradition is reflected in the traditional apparatus and processions as well as the chanting of Tuja'i poetry containing moral values that can motivate leaders to have a deep awareness that they are as a substitute for Allah and His Messenger to lead this world to the right path. Moral values of Molo’opu are: 1). Mo’odelo “Mo’oiyoto Allah, wo lo Nabi Mursalah lo Waliu sagala” 2).Mo’olindapo 3) Dulohupa 4) Huyula 5) Balata Yipilo 6) Ponuwo dan Loyode. The implementation of the Molo'opu is essentially a traditional welcome and respect, as well as the implementation of civilized humanity. The sacred values contained in the Molo'opu tradition will inspire newly appointed leaders to carry out the mandate as a responsibility to Allah Swt.  Tulisan ini bertujuan mengkaji akulturasi antara agama dan adat Molo’opu pada masyarakat Gorontalo dan mendeskripsikan makna filosofi kepemimpinan dalam pelaksanan tradisi molo’opu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi yang berpartisipasi, wawancara terpimpin, dan dokumentasi.  Pendekatan yang diterapkan selama penelitian antara lain pendekatan antropologi, sosiologi, dan historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Molo’opu berdasar pada filosofi “Adati hula hula’a to syaraa, syaraa hula-hulaa tokitabi” yang artinya adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah, merupakan filosofi yang ditaati secara turun temurun pada semua dimensi kehidupan masyarakat Gorontalo. Akulturasi antara perintah syariat dan pelestarian tradisi Molo’opu tercermin dalam perangkat adat dan prosesi serta lantunan syair Tuja’i yang mengandung pesan moral yang dapat memotivasi para pemimpin bahwa dirinya adalah penggati Allah dan Rasul-Nya. Pesan moral Molo’opu antara lain: 1). Mo’odelo “Mo’oiyoto Allah, wo lo Nabi Mursalah lo Waliu sagala ” 2).Mo’olindapo 3) Dulohupa 4) Huyula 5) Balata Yipilo  6) Ponuwo dan Loyode. Pada hakekatnya pelaksanaan tradisi Molo’opu adalah penyambutan dan penghormatan secara adat, dan implementasi kemanusiaan yang beradab. Nilai sakral yang terkandung dalam tradisi Molo’pu ini yang akan mengilhami pemimpin yang baru dilantik untuk melaksanakan amanah yang diembannya dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Allah Swt. 
Pengembangan Bahan Ajar pada Mata Pelajaran PAI di Sekolah Umum Berbasis Digitalisasi Tangahu, Sri Irnawati; Yahiji, Kasim; Arif, Muh.; Manoppo, Yanty K.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.510

Abstract

Tujuan utama pengembangan bahan ajar adalah menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari berbagai keterampilan yang diharapkan. Pengembangan bahan ajar memudahkan pendidik dalam menyajikan materi pembelajaran yang abstrak secara lebih konkrit dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kajian pustaka yang mencari dan menganalisis sumber-sumber tertulis yang relevan dengan permasalahannya yang sedang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari berbagai sumber seperti buku, artikel, dan sumber-sumber terpecaya yang dapat diakses melalui internet yang memiliki kaitan dengan permasalahan yang sedang diinvestigassi oleh peneliti. Bentuk bahan ajar bisa berupa buku bacaan, buku kerja (LKS), maupun tayangan. Dengan demikian, bahan ajar dapat berupa banyak hal yang dipandang dapat untuk meningkatkan pengetahuan dan atau pengalaman peserta didik. Agar strategi pembelajaran dalam pembelajaran PAI dapat berjalan dengan baik, maka dirancang dan merancang isi bahan ajar serta tujuan yang ingin dicapai. Teknologi informasi serta kemajuan internet saat ini membawa perbaharuan variasi bahan dan media ajar yang mampu menembus berbagai batasan dimensi ruang dan waktu. Bahan ajar adalah sesuatu yang digunakan oleh guru atau peserta diidk untuk memudahkan proses pembelajaran. Dengan demikian, bahan ajar dapat berupa banyak hal yang dipandang dapat untuk meningkatkan pengetahuan dan atau pengalaman peserta didik. Salah satu langkah strategis untuk menyikapi perkembangan pembelajaran PAI saat ini adalah pengembangan media pembelajaran digital. Pada abad ke-21, guru menggunakan pendekatan seperti diskusi, sesi Tanya jawab, demonstrasi, ceramah interaktif, dan menayangkan video tentang topik yang relevan.
ULUMUL HADIS DALAM KONTEKS PENDIDIKAN Ernawati, Yuli; Yahiji, Kasim; T. Husain, Rahmin; Daud, Ilyas
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 6 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v6i1.4361

Abstract

Materi Ulumul Hadis memiliki peran yang penting dalam konteks pendidikan Islam. Hadis, sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, memberikan pedoman praktis bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pentingnya Ulumul Hadis dalam pendidikan terletak pada beberapa aspek kunci. Pertama, Ulumul Hadis membantu memastikan otentisitas dan keabsahan hadis, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat diandalkan sebagai panduan hidup. Kedua, ilmu ini membuka pintu untuk memahami konteks sosial, budaya, dan politik pada masa Rasulullah dan generasi sesudahnya, memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran Islam. Dalam konteks pendidikan formal, pengajaran Ulumul Hadis dapat mencakup keterampilan kritis dalam memahami sanad (rantai perawi) dan matan (teks) hadis. Ini melibatkan analisis kritis terhadap keabsahan perawi dan pemahaman mendalam terhadap makna hadis. Selain itu, penerapan konsep-konsep Ulumul Hadis dapat memperkaya kurikulum pendidikan Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika yang dapat membentuk karakter peserta didik. Pentingnya penekanan pada Ulumul Hadis juga terlihat dalam pendidikan non-formal, seperti pesantren dan madrasah. Di lingkungan ini, Ulumul Hadis menjadi landasan bagi pembentukan sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Pengembangan keterampilan hadis juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang toleransi, keadilan, dan kerjasama. Dalam kesimpulannya, pemahaman Ulumul Hadis dalam konteks pendidikan bukan hanya tentang memahami teknis hadis, tetapi juga memahami nilai-nilai, etika, dan moral Islam yang dapat membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, integrasi Ulumul Hadis dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan individu yang lebih baik dan berakhlak dalam masyarakat.
Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Data Informasi Knowledge dan Wisdom Hasil Riset Mata Pelajaran PAI Saleh, Marlin; Yahiji, Kasim
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 6 No. 2 (2024): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang metode penulisan yang menitik beratkan pada Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Data Informasi Knowledge dan Wisdom Hasil Riset Mata Pelajaran PAI" adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran berbasis data informasi knowledge dan wisdom hasil riset pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat analisis. Penelitian kepustakaan yaitu peneliti berusaha untuk mengumpulkan dan menyusun data, kemudian terdapat analisa dan interpretasi atau pengisian terhadap data tersebut. Pembahasan ini merupakan pembahasan naskah, pengumpulan datanya diperoleh melalui sumber literatur, yaitu melalui penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran PAI, konsep DIKW atau Data, Information, Knowledge, dan Wisdom dapat digunakan untuk mengelola informasi dan pengetahuan yang diperoleh agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode seperti wawancara, observasi, dokumentasi, angket, atau tes. Data yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi yang akurat dan berguna dengan menggunakan konsep DIKW. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi pengetahuan yang lebih dalam dan akurat dengan memperhatikan tiga komponen utama dalam proses pembelajaran PAI, yaitu kondisi pembelajaran, metode pembelajaran, dan hasil pembelajaran. Penggunaan teknologi dan inovasi pembelajaran juga dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran PAI
Revitalisasi Pembinaan Akhlak Peserta Didik dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Quotient di Era 4.0 Yahiji, Kasim; Damhuri, Damhuri
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2018): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji revitalisasi pembinaan akhlak peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan spiritual quetiont di era 4.0 yang difokuskan pada peserta didik disalah satu Madrasah Aliyah Swasta Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatitif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pola pembinaan akhlak yang diterapkan menggunakan beberapa pola pembinaan akhlak diantaranya dengan menggunakan pola pembinaan keteladanan, pembiasaan, mauizah, targib dan tarhib, ceramah, motivasi, penegakan aturan, dan sedikit pengajaran. Akan tetapi pola pembinaan akhlak belum optimal karena masih ada anak yang membuat ulah, mengambil barang milik orang lain serta malas untuk mengikuti pembelajaran,hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya masih kurangnya program yang terkait dengan pembinaan akhlak, kurangnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan akhlak dirumah, serta kondisi lingkungan yang tidak menunjang dalam pembinaan akhlak, sehingga kecerdasan spiritual quetiont sebagian peserta didik masih perlu perhatian khusus dari pihak sekolah dengan pola pembinaan akhlak yang lebih efektif guna meningkatkan kecerdasan spiritual quetiont yang dimiliki peserta didik. Dalam mewujudkan hal tersebut di era 4.0 saat ini hendaknya guru jangan merasa bosan untuk selalu memberikan pembinaan akhlak kepada para peserta didik, agar penanaman akhlak yang diinginkan terwujud menjadi generasi yang berakhlakul kharimah.
Perencanaan Model Blended Learning Mata Pelajaran PAI pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Covid 19 di SD IT Permata Umat Kecamatan Tibawa Hipi, Nurhayati; Yahiji, Kasim; Damhuri
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 3 (2020): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan musibah yang memilukan seluruh penduduk bumi. Seluruh segmen kehidupan manusia di bumi terganggu, tanpa kecuali pendidikan. Banyak negara memutuskan menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan blended learning terhadap hasil belajar PAI dimasa pandemi di SD IT Permata Umat Kecamatan Tibawa. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Blended learning pada awalnya digunakan untuk menggambarkan mata pelajaran yang mencoba menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Tujuan pembelajaran PAI Agama Islam yang diharapkan ialah mampu mencetak para intelektual yang beriman dan bertaqwa sehingga mampu menjalankan syariat Islam sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan sunnah. Mengukur hasil belajar adalah suatu aktivitas yang telah dilakukan dan memperoleh pengetahuan dengan memenuhi unsur kognitif, psikomotorik, dan afektif baik individu maupun secara kelompok pada mata pelajaran tertentu
Co-Authors A. Haruna, Ruqiya Abas, Siti Zulaiha Abdul Haris Abdullah Abdul Rohman Abusama, Qomaria Ahudulu, Siswan AK. Mantau, Burhanuddin Alwan Theopilus Aminuddin Anik Ghufron Anuli, Yahya Anwar, Ferlin Asaad, Misbahuddin Asfar, Khaerul Asma Aulia Ramadhani Baso Tola Burhanuddin AK. Mantau Choirul Mahfud Choirul Mahfud Dama, Kiman Damhuri Damhuri Dian Astutik Epik Teyebu Fingki Daaliuwa G Otaya, Lian G. Otaya, Lian Gusti Randhi Eka Nuryadin Hana, Firda B Hana, Firda B. Haris, Nurfajrina Hasan, Mantik Heni Sukmawati Herson Anwar Hipi, Nurhayati Huljannah, Miftha Husain Hadi Pranata Wibawa, Nazar Husain, Rahmin T Husain, Rahmin Talib Husain, Rahmin Thalib I. Abidi, Fitran Ibnu Rawandhy N. Hula Ibrahim, Suleman Ilyas Daud Ilyas Daud Ishak, Musli Isilaku, Vebriyanti Ismail, Sukardi Istianah Masruroh Kobandaha Jauharoti Alfin junus, Nurmin Kasim, Maryam Khoiril Anam Kholifa, Muthia Nur Kusuma Dewi, Riny Lamsike Pateda Lasaka, Nurhikma Lian G Otaya Lisdawati Muda Lukman Arsyad Madanun, Tri Susanto A. Mahdin, Maulian Hi Mahfud, Choirul Manopo, Yanti K, Manoppo, Yanty K. Marwan, Wiranti Maryuni Maryuni Maryuni Maryuni Marzuki , Siti Hajrah Marzuki Marzuki Matara, Kusmawaty Maunte, Narwin Maunte, Narwin K Megawati Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin moch tolchah, moch mohamad, sandra Mokoagow, Friska Mu'ammar, Muhammad Arfan Much Koiri Muda, Fat Fadilah Ismi K. Muh Arif, Muh Muh Rusli Muh. Arif Muh. Rusli Muhamad, Norhisham Bin Musta'in, Muh Mustakimah Mustakimah Mustakimah, Mustakimah Nadjamuddin Petta Solong Najamuddin Petta Solong Nawir Lakisa Nur Ainiyah Nur Ainiyah Nur Asiyah Nur Asiyah Nurhamidin, Candra Puspita Nurhamidin, Candra Puspitas Nurmin Junus Nurul Imtihan, Nurul Ondeng, Syarifuddin Otaya, Lian Gafar Pabiaiye, Siti Nurain Pawelay, Zulkifli T. Podomi, Sri Ningsih Ratnasari Prayogi Ibrahim Putri, Mega Sulistiyani Putriani L. Maliki R. Mohune, Atika Radjak, Titi Sofyaningsih Rahmawati Rahmawati Caco Rahmawati, Rahmawati Rahmin T. Husain Rahmin Thalib Husain Rakhmawati Ramlah Pontoh Rasimin Rasimin, Rasimin Riny Kusuma Dewi Rivaldi Rivaldi Rizqah Fadhilah Bula Said Subhan Posangi Said Subhan Posangi, Said Subhan Saleh, Marlin Sri Dewi Yusuf St. Wardah Hanafie Das Sukmawati, Heni Sulaiman Ibrahim Suwarin Rais Nusi Suwito, Komariah Suyitno, Sri Dinawaty Syarifuddin Ondeng T. Husain, Rahmin Tamuu, Safira Prakasa Tangahu, Sri Irnawati Toino, Elma Wirnawaty Pilomango Wiska Bemang Yanty K. Manoppo YULI ERNAWATI Yustin Kamaru Zohra Yasin Zohra Yasin, Zohra Zulaiha B. Abas, Siti