p-Index From 2021 - 2026
9.209
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal KALAM Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Ulum Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Inspiratif Pendidikan Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Jurnal Ilmiah Peuradeun Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Iqra' IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Jurnal Al Himayah Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Journal on Education JURNAL PENA EDUKASI Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Al-Minhaj Journal La Edusci Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Al-Buhuts (e-journal) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora JEER (Journal of Elementary Educational Research) LEBAH PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Indonesian Research Journal on Education Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam PESHUM Madania: Jurnal Kajian Keislaman An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Resolusi Konflik Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SDN Tumokang Baru, Kecamatan Dumoga Utara Kholifa, Muthia Nur; Yahiji, Kasim; Solong, Najamuddin Petta
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7236

Abstract

Implementasi resolusi konflik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di lembaga pendidikan. Konflik dapat menghambat kemampuan belajar mengajar siswa, akademisi, dan dapat mengancam lingkungan belajar penting untuk mengembangkan strategi pengajaran yang efektif untuk mengatasi konflik disiplin dan meningkatkan kemampuan resolusi konflik siswa. Artikel ini membahas pengertian resolusi konflik, pengertian kedisiplinan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, dan resolusi konflik disiplin siswa di lembaga pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan objek kajian penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan. (buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah dan dokumen). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Resolusi konflik disiplin siswa, pihak sekolah harus mempunyai komitmen yang baik. Dalam resolusi konflik disiplin siswa, guru juga memerlukan strategi baik ketika mengajar dikelas maupun di luar pembelajaran. Dan di lingkungan sekolah guru harus berpartisipasi aktif dalam penerapan disilpin, guru disekolah sebagai motivator siswa, sebagai pembimbing siswa, sebagai fasilator siswa. Selain itu, dalam resolusi konflik disiplin perlu adanya peran guru yang cenderung pada kebaikan memberi semangat siswa untuk mengikuti peraturan dan tidak melanggar peraturan tersebut. Karena disiplin adalah kunci keberhasilan siswa.   Kata kunci: implementasi resolusi konflik, kedisiplinan siswa             Abstract   Abstract: The focus of this research discusses the implementation of conflict resolution in improving student discipline in educational institutions. Disciplinary conflict in education is a problem that is often experienced in schools and educational institutions. Conflict can hinder students’ teaching and learning abilities, academics, and can threaten the learning environment. In this context, it is important to develop effective teaching strategies to resolve disciplinary conflicts and improve students’ conflict resolution abilities. This article discusses the meaning of conflict resolution, the meaning of student discipline, factors that influence student discipline, and the resolution of student disciplinary conflicts in educational institutions. The method used in this research is qualitative research with the object of library research, namely a series of research relating to library data collection methods, or the research is explored through various library information. (books, encyclopedias, scientific journals, newspapers, magazines and documents). The data collection technique used in this research is the documentation method. The results of the analysis show that in resolving student disciplinary conflicts, the school must have good commitment. In resolving student disciplinary conflicts, teachers also need strategies both when teaching in class and outside of learning. And in the school environment teachers must actively participate in the application of discipline, teachers at school as student motivators, as student mentors, as student facilitators, etc. Apart from that, in the resolution of disciplinary conflicts there needs to be a role for teachers who tend to be kind and encourage students to follow the rules and not break them. Because discipline is the key to student success. Keywords: implementation of conflict resolution, student discipline
PENGENDALIAN PENDIDIKAN DALAM KONTEKS AL-QUR’AN DAN HADITS Musta'in, Muh; Yahiji, Kasim; Misbahuddin, Misbahuddin; Ondeng, Syarifuddin; Alwan Theopilus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24270

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif yang menggunakan metode dokumentasi. Sumber data diperoleh dari kepustakaan dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik finding. Model analisis data yang diterapkan oleh peneliti adalah bersifat deduktif dan induktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kepala sekolah, sebagai pimpinan, melaksanakan pengendalian atau controlling dalam konteks pendidikan. Hal ini bertujuan agar proses kegiatan dalam manajemen sekolah tetap berjalan secara optimal. Fungsi dan tujuan dari pengendalian pendidikan dalam penelitian ini diartikan sebagai upaya pemeriksaan terhadap jalannya perencanaan dalam suatu lembaga pendidikan, dengan tujuan untuk menghindari hasil yang lebih burukt Al-Quran menjadi landasan moral dalam penelitian ini, memberikan peringatan keras agar segala sesuatu yang dapat merugikan lembaga atau pihak terkait dapat dihindari. Al-Quran menekankan pada pentingnya introspeksi dan evaluasi diri pribadi sebagai seorang pemimpin, untuk memastikan keselarasan dengan pola dan tingkah laku berdasarkan perencanaan dan program yang telah dirumuskan kembali. Sikap yang bersahabat dalam menjalankan tugas, serta melakukan pengecekan atau pemeriksaan terhadap kinerja anggota tim, dianggap sebagai tindakan yang seyogyanya dilakukan oleh seorang pemimpin berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Quran.
MANAJEMEN AKAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mahdin, Maulian Hi; Yahiji, Kasim; Ondeng, Syarifuddin; Asaad, Misbahuddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24287

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan konsep manajemen akal dalam Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menerapkan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran. Kemudian hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen akal merupakan salah satu konsep yang diatur dalam Al-Qu’ran, hal tersebut sangat jelas Dalam ajaran Islam, akal diberikan kehormatan yang tinggi. Terdapat banyak ayat-ayat dalam Al-Quran yang mengarahkan manusia untuk menggunakan akalnya dengan baik, baik dalam memahami ajaran agama maupun ilmu pengetahuan. Akal dalam konteks Islam bukanlah sekadar otak, melainkan daya berpikir yang ada dalam jiwa manusia. Daya berpikir ini digambarkan dalam Al-Qu’ran sebagai sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan memerhatikan alam sekitar. Dengan demikian, manajemen akal dalam Islam mencakup pengaturan dan penggunaan akal secara bijaksana dalam rangka mencapai pemahaman agama dan pengetahuan yang lebih luas.
Strategi Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Gorontalo dalam Mengimplementasikan Pengembangan Kurikulum Merdeka Ahudulu, Siswan; Yahiji, Kasim
Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AL-jauhari
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jiaj.v8i2.3692

Abstract

This study aims to analyse the strategy of the madrasah head in implementing the independent learning curriculum at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Gorontalo City and to analyze the obstacles and solutions in implementing the Merdeka Belajar curriculum in Madrasah. This type of research is qualitative with a naturalistic approach. The results showed that the principal's strategy in implementing the independent learning curriculum at Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Gorontalo is that the principal prepares a plan for implementing the independent curriculum through meetings with teachers, the principal sends teachers to training in the form of technical guidance, webinars, seminars related to the implementation of the independent curriculum, the principal fosters teachers and students intensely, the principal builds cooperation with student parent partners. The obstacles in implementing the independent curriculum are that some teachers and students are less familiar with operating application platforms, not all teachers and students use smartphones, some teachers are elderly, school facilities are still limited, and not all parents supervise children at home in learning. Solutions in implementing the independent curriculum in madrasas, namely, encouraging more massive training on the independent curriculum, increasing the availability of facilities and infrastructure, and conducting special coaching for parents as school partners.
Salat Jumat Perempuan di Gorontalo dalam Konstelasi Agama, Budaya, dan Ruang Publik: Analisis Filsafat Sosial Rahmawati; Anwar, Ferlin; Yahiji, Kasim; Aminuddin; Husain Hadi Pranata Wibawa, Nazar
Al-Ulum Vol. 25 No. 1 (2025): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v25i1.7166

Abstract

This research focuses on the controversy of women's Friday prayers in Gorontalo which arises from differences in ideological views, worship practices, and dynamics of socio-religious relations. The purpose of this research is to uncover the root of the conflict, explain the causative factors, and examine its social impact through the lens of social philosophy, especially related to power relations, the structure of religious authority, and the formation of religious public spaces. The research methods used are qualitative with theological-normative, sociological, religious, and social philosophy analysis approaches through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out inducively through reduction, verification, and data presentation by utilizing the concept of Stuart Hall reception. The results of the study show that there is a diversity of interpretations of QS. al-Jumu'ah verse 9 and hadith related to Friday obligations that result in dominant reception, negotiation, and opposition. These differences affect the configuration of religious power, strengthen gender boundaries in the worship space, and cause disharmony.
Relevance of Gender Justice Values in PAI Learning Towards The Formation of Students' Social Awareness Abas, Siti Zulaiha; Kasim Yahiji; Baso Tola; Zohra Yasin
Jurnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah AL-Jauhari
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jiaj.v10i2.6583

Abstract

This article aims to theoretically explore the impact of Islamic Religious Education (PAI) learning, with a focus on gender justice, on students' social awareness through a library research approach. This study involves analyzing relevant literature, including books, scientific journals, policy documents, and previous research on gender justice in Islamic education and the development of social awareness. The results of the study show that PAI learning that incorporates gender justice values can significantly enhance students' social awareness. This is because gender justice in education promotes an equal mindset, respects differences, and encourages active participation in social life. Therefore, integrating gender justice into the curriculum and PAI teaching process is a crucial step in building an inclusive civil society.
Strategi Kolaboratif Guru dalam Mengatasi Functional Illiteracy pada Generasi Alpha: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo junus, Nurmin; Kasim Yahiji; Najamuddin Petta Solong
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.12548

Abstract

Abstrak: Functional illiteracy adalah ketidakmampuan individu menggunakan keterampilan literasi dasar secara efektif dalam kehidupan sehari-hari, sebuah fenomena yang paradoksal di tengah tingginya akses informasi digital Generasi Alpha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kolaboratif guru di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo dalam mengatasi masalah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana sinergi antar-pendidik diterapkan di lingkungan madrasah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru kelas (Bahasa Indonesia dan Matematika), serta orang tua, dilengkapi dengan observasi partisipatif dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan strategi holistik melalui tiga pilar utama: (1) kontekstualisasi pembelajaran bahasa berbasis kearifan lokal untuk mendekatkan teks dengan realitas siswa, (2) integrasi logika literasi dalam pembelajaran numerasi, dan (3) penguatan ekosistem literasi keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengentasan functional illiteracy di madrasah tidak bertumpu pada satu mata pelajaran semata, melainkan pada orkestrasi peran guru yang memadukan pendekatan pedagogis kontekstual dengan nilai-nilai humanis. Abstract: Functional illiteracy refers to an individual’s inability to use basic literacy skills effectively in everyday life, a paradoxical phenomenon amid the high level of digital information access enjoyed by Generation Alpha. This study aims to analyse the collaborative strategies employed by teachers at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan, Gorontalo City, in addressing this issue. Using a qualitative approach with a case study design, the research explores how synergy among educators is enacted within the madrasah environment. Data were collected through in-depth interviews with the headteacher, classroom teachers (Indonesian Language and Mathematics), and parents, complemented by participant observation and document analysis. The findings indicate that the school implements a holistic strategy through three main pillars: (1) contextualising language learning based on local wisdom to bring texts closer to pupils’ lived realities, (2) integrating literacy logic within numeracy instruction, and (3) strengthening the family literacy ecosystem. The study concludes that tackling functional illiteracy in madrasah settings does not rely on a single subject alone, but rather on the orchestration of teachers’ roles that blend contextual pedagogical approaches with humanistic values.
Co-Authors A. Haruna, Ruqiya Abas, Siti Zulaiha Abdul Haris Abdullah Abdul Rohman Abusama, Qomaria Ahudulu, Siswan AK. Mantau, Burhanuddin Alwan Theopilus Aminuddin Anik Ghufron Anuli, Yahya Anwar, Ferlin Asaad, Misbahuddin Asfar, Khaerul Asma Aulia Ramadhani Baso Tola Burhanuddin AK. Mantau Choirul Mahfud Choirul Mahfud Dama, Kiman Damhuri Damhuri Dian Astutik Epik Teyebu Fingki Daaliuwa G Otaya, Lian G. Otaya, Lian Gusti Randhi Eka Nuryadin Hana, Firda B Hana, Firda B. Haris, Nurfajrina Hasan, Mantik Heni Sukmawati Herson Anwar Hipi, Nurhayati Huljannah, Miftha Husain Hadi Pranata Wibawa, Nazar Husain, Rahmin T Husain, Rahmin Talib Husain, Rahmin Thalib I. Abidi, Fitran Ibnu Rawandhy N. Hula Ibrahim, Suleman Ilyas Daud Ilyas Daud Ishak, Musli Isilaku, Vebriyanti Ismail, Sukardi Istianah Masruroh Kobandaha Jauharoti Alfin junus, Nurmin Kasim, Maryam Khoiril Anam Kholifa, Muthia Nur Kusuma Dewi, Riny Lamsike Pateda Lasaka, Nurhikma Lian G Otaya Lisdawati Muda Lukman Arsyad Madanun, Tri Susanto A. Mahdin, Maulian Hi Mahfud, Choirul Manopo, Yanti K, Manoppo, Yanty K. Marwan, Wiranti Maryuni Maryuni Maryuni Maryuni Marzuki , Siti Hajrah Marzuki Marzuki Matara, Kusmawaty Maunte, Narwin Maunte, Narwin K Megawati Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin moch tolchah, moch mohamad, sandra Mokoagow, Friska Mu'ammar, Muhammad Arfan Much Koiri Muda, Fat Fadilah Ismi K. Muh Arif, Muh Muh Rusli Muh. Arif Muh. Rusli Muhamad, Norhisham Bin Musta'in, Muh Mustakimah Mustakimah Mustakimah, Mustakimah Nadjamuddin Petta Solong Najamuddin Petta Solong Nawir Lakisa Nur Ainiyah Nur Ainiyah Nur Asiyah Nur Asiyah Nurhamidin, Candra Puspita Nurhamidin, Candra Puspitas Nurmin Junus Nurul Imtihan, Nurul Ondeng, Syarifuddin Otaya, Lian Gafar Pabiaiye, Siti Nurain Pawelay, Zulkifli T. Podomi, Sri Ningsih Ratnasari Prayogi Ibrahim Putri, Mega Sulistiyani Putriani L. Maliki R. Mohune, Atika Radjak, Titi Sofyaningsih Rahmawati Rahmawati Caco Rahmawati, Rahmawati Rahmin T. Husain Rahmin Thalib Husain Rakhmawati Ramlah Pontoh Rasimin Rasimin, Rasimin Riny Kusuma Dewi Rivaldi Rivaldi Rizqah Fadhilah Bula Said Subhan Posangi Said Subhan Posangi, Said Subhan Saleh, Marlin Sri Dewi Yusuf St. Wardah Hanafie Das Sukmawati, Heni Sulaiman Ibrahim Suwarin Rais Nusi Suwito, Komariah Suyitno, Sri Dinawaty Syarifuddin Ondeng T. Husain, Rahmin Tamuu, Safira Prakasa Tangahu, Sri Irnawati Toino, Elma Wirnawaty Pilomango Wiska Bemang Yanty K. Manoppo YULI ERNAWATI Yustin Kamaru Zohra Yasin Zohra Yasin, Zohra Zulaiha B. Abas, Siti