Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Limbah Pati Kulit Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Pengikat Granul Parasetamol dengan Metode Granulasi Basah: Utilization of Waste Banana Peel Starch (Musa paradisiaca) as a Binder Material for Paracetamol Granules Using Wet Granulation Method Ingwe Violenneofita Cheiya; Rolan Rusli; Nurul Fitriani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1606

Abstract

Starch is a carbohydrate that can be used as a binder in pharmaceutical preparations. Paracetamol has poor flowability and compactibility with its crystalline form, it is necessary to make granules by wet granulation method with starch as a binder. This study used banana peel waste (Musa paradisiaca) as a source of starch. Three granule formulations (F1, F2, and F3) were prepared using the wet granulation method with banana peel waste starch as a binder with concentrations of 5% (F1), 8% (F2), and 10% (F3) w/v. The results showed that the granule quality test included testing of moisture content, flow rate, angle of repose, and compressibility index, with the results of the granule moisture content test being 3.52%, granule flow rate 4.8 seconds, angle of repose 37.7°, and index compressibility of 10% meets the parameters of a good granule preparation. Keywords: Granule, Kepok banana peel, Starch, Paracetamol Abstrak Pati atau amilum merupakan karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada sediaan farmasi. Parasetamol memiliki sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk dengan bentuknya yang kristal, maka perlu dibuat granul dengan metode granulasi basah dengan pati sebagai pengikatnya. Penelitian ini menggunakan limbah kulit pisang (Musa paradisiaca) sebagai sumber pati. Tiga formula sediaan granul (F1, F2, dan F3) dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan pati limbah kulit buah pisang sebagai pengikat dengan konsentrasi 5% (F1), 8% (F2), dan 10% (F3) b/v. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kualitas granul meliputi pengujian kadar lembab, laju alir, sudut diam, dan indeks kompresibilitas, dengan hasil uji kadar lembab granul 3,52%, laju alir granul 4,8 detik, sudut diam 37,7°, dan indeks kompresibilitas 10% memenuhi parameter sediaan granul yang baik. Kata Kunci: Granul, Kulit buah pisang kepok, Pati, Parasetamol
Efek Konsumsi Kopi terhadap Kadar MDA (Malondialdehid) Tikus Terpapar Asap Rokok: Effect of Coffee Consumption on the Levels of MDA (Malondialdehyde) in Rats Exposed to Cigarette Smoke Lizma Febrina; Aryanti Aryanti; Rolan Rusli; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i2.1797

Abstract

Coffee is the most commonly consumed beverage beside water. In addition to its benefits as a beverage that reduces drowsiness, coffee reportedly possesses a variety of biological activities, including antioxidant activity, antibacterial activity, and antidiabetic activity. To the best of our knowledge, no scientific studies have been published on the ability of coffee to reduce the increase in MDA levels in experimental animals exposed to cigarette smoke. The purpose of this research was to determine the possibility that coffee can indeed reduce MDA levels in animals exposed to cigarette smoke. The coffee used in this study was instant robusta coffee, which had the highest DPPH radical scavenging activity. MDA levels were determined using the TBARS method. Results indicated that coffee could decrease MDA levels by 11.84 percent. This data indicates that coffee can mitigate the negative effects of cigarette smoke exposure. Keywords: Robusta Coffee, Malondialdehyde, Cigarette Smoke Abstrak Kopi merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih. Selain manfaatnya sebagai minuman yang mengurangi rasa kantuk, kopi juga dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri serta aktivitas antidiabetes. Namun, sepanjang pengetahuan kami, belum ada laporan ilmiah mengenai kemampuan kopi dalam meredam peningkatan kadar MDA hewan coba yang dipaparkan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan seduhan kopi dalam mengurangi kadar MDA hewan coba yang dipaparkan asap rokok. Kopi yang digunakan pada penelitian ini adalah kopi instan jenis kopi robusta yang memiliki aktivitas peredaman radikal DPPH yang paling baik. Kadar MDA diukur menggunakan metode TBARS. Didapatkan hasil bahwa seduhan kopi dapat menurunkan kadar MDA sebesar 11,84%. Data ini mengungkapkan kemampuan kopi dalam mengurangi efek negatif dari paparan asap rokok. Kata Kunci: Kopi Robusta, Malondialdehida, Asap Rokok
Bioaktivitas Ekstrak Etil Asetat Hasil Fermentasi Fungi Endofit Batang Bajakah (Uncaria nervosa Elmer.): Bioactivity of Ethyl Acetate Extract from Fermentation of the Endophytic Stem of Bajakah (Uncaria nervosa Elmer.) Khoirunnisa Khoirunnisa; Novianty Indjar Gama; M. Arifuddin; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5iSE-1.2054

Abstract

Uncaria nervosa Elmer. or commonly known as Bajakah is a plant endemic to Kalimantan which is believed to treat cancer. Utilization of endophytic fungal microorganisms is an effort to maintain the sustainability of plants that have the ability to transfer genetics from their host plants. The aims of this study were to determine the amount of yield, to obtain the types of secondary metabolites contained in the ethyl acetate extract, and to determine the toxicity of endophytic fungi isolates based on LC50 values for Artemia salina larvae. The methods used were isolation of endophytic fungi, endophytic fungi extraction, phytochemical tests using TLC and cytotoxic testing using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method using Artemia salina larvae as test animals. The total yield of isolate G1A1 and isolate G1A3 were 0.0084% and 0.0078%, respectively. The results of the phytochemical screening of isolate G1A1 were tannins (Rf = 0.55) and triterpenoids (Rf = 0.6). Isolate G1A3 contains triterpenoids (Rf = 0.5) and flavonoids (Rf = 0.9). The LC50 value of isolate G1A1 was 512.86 ppm and isolate G1A3 was 660.7 ppm which has the potential to be cytotoxic. Keywords: endophytic fungi, TLC, BSLT Abstrak Uncaria nervosa Elmer. atau biasa dikenal dengan Bajakah merupakan tanaman endemik Kalimantan yang dipercaya dapat mengobati kanker. Pemanfaatan mikroorganisme fungi endofit menjadi upaya dalam menjaga keberlangsungan tumbuhan yang memiliki kemampuan transfer genetik dari tanaman inangnya. Tujuan dari penenlitian ini adalah mengetahui jumlah rendemen, mendapatkan jenis metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat, dan mengetahui toksisitas isolat fungi endofit berdasarkan nilai LC50 terhadap larva Artemia salina. Metode yang digunakan adalah isolasi fungi endofit, ekstraksi fungi endofit, uji fitokimia dengan KLT dan pengujian sitotoksik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan hewan uji dari larva Artemia salina. Jumlah rendemen isolat G1A1 dan isolat G1A3 masing-masing sebesar 0,0084% dan 0,0078%. Hasil skrining fitokimia isolat G1A1 adalah tanin (Rf = 0,55) dan triterpenoid (Rf =0,6). Pada isolat G1A3 mengandung triterpenoid (Rf = 0,5) dan flavonoid (Rf = 0,9). Nilai LC50 isolat G1A1 sebesar 512,86 ppm dan pada isolat G1A3 sebesar 660,7 ppm yang berpotensi sebagai sitotoksik. Kata Kunci: fungi endofit, KLT, BSLT
Lilin Aromaterapi Dari Ekstrak Bunga Kenanga (Cananga odorata) Gama, Sabaniah Indjar; Rusli, Rolan; Basir, Nindya Yolanda
Jurnal Riseta Naturafarm Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Riseta Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jrn.v1i2.6068

Abstract

Lilin aromaterapi adalah salah satu bentuk diversifikasi  dari prodak lilin, berbeda dengan lilin biasa yang dijadikan sebagai penerangan, perbedaan tersebut terdapat pada penambahan beberapa minyak esensial kedalam basis/formula dari pembuatan lilin, dalam hal ini adalah penambahan minyak atsiri dari bunga kenanga. Bunga kenanga merupakan salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri yakni linalool dan geraniol dari golongan monoterpenoid alcohol yang memiliki khasiat atau aktifitas sebagai relaksasi, menghasilkan efek analgesic, hipotensi, stimulasi, vasoliditasi, dan penyeimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bunga kenanga dengan empat konsentrasi  1%, 2%, 3%, dan  4% kedalam bentuk sediaan lilin. Hasil yang diperoleh dari Optimasi sediaan lilin diperoleh Formula 4 memenuhi persyaratan organoleptis tidak patah, padat tidak retak, putih merata dan sedikit cekung , uji titik leleh 55 menit  dan uji waktu bakar 116 Menit, sedangkan pengaruh konsentrasi terhadap sediaan lilin untuk F1 dengan konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga 1% menunjukan titik leleh tertinggi adalah 57.33 Menit, sedangkan F4 dengan konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga 4 % menunjukan titik leleh rendah adalah 54.33 Menit, untuk uji lama waktu bakar 129 Menit terdapat pada formula F3 dengan konsentarsi minya atsiri bunga kenanga 3%, dan waktu uji bakar tercepat pada formula F4 dan F1 adalah 116 dan 106 Menit.
SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA 2’,4’-DIKLORO-4-METOKSIKALKON Mega Cahayani; Agung Rahmadani; Dewi Rahmawati; Rolan Rusli
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v4i2.186

Abstract

Chalcone is one of secondary metabolites included into the class of flavonoid. Chalcone can be obtained from isolation plant and have various biological activities. Chalcones are known as the key intermediate in the synthesis of various biologically important heterocyclic compounds. The aims of these research was to syntheses 2’,4’-dichloro-4-methoxychalcone. by Claisen–Schmidt condensation. These compound was characterized by 1H-NMR, 13C-NMR and mass spectroscopy. LC50 value of these compound was 864,97 ppm
Upaya Peningkatan Kesehatan Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Masyarakat Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Arifuddin, Muhammad; Samsul, Erwin; Riki; Rija'i, Hifdzur Rashif; Rusli, Rolan; Ibrahim, Arsyik; Febrina, Lizma; Bone, Mahfuzun; Junaidin; Herman; Rusman, Arman; Hikmawan, Baso Didik; Ahmad, Islamudin
Jurnal Abdita Naturafarm Vol. 2 No. 1 (2025): J Abdita Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jan.v2i1.1925

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) have become a significant global health challenge. Conditions such as heart disease, diabetes, and hypertension contribute to more than 70% of deaths worldwide. This community service activity aims to provide free health screenings to the community, particularly to the residents of Desa Bangun Rejo, with the goal of early detection of NCDs. The community service activities involved health screenings followed by direct education to the participants. The results showed that 40 participants attended and gained knowledge about their current health conditions, including blood pressure, blood glucose levels, and uric acid levels. The findings from the health screenings will serve as a reference for participants to understand the importance of regular health check-ups in mitigating future risks Penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang signifikan. termasuk penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan Kesehatan gratis kepada masyarakat khususnya masyarakat Desa Bangun Rejo yang bertujuan untuk deteksi dini PTM. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa pemeriksaan Kesehatan dan dilanjutkan pemberian edukasi langsung kepada peserta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peserta yang hadir sebanyak 40 orang mengetahui tentang kondisi saat ini berupa tekanan darah, kadar glukosa darah, dan asam urat. Hasil pemeriksaan yang didapatkan dijadikan sebagai rujukan untuk peserta lebih memahami pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna menanggulangi resiko yang lebih besar untuk kedepannya
An Innovative Strategy for the Green Synthesis of Nanochitosan Using Plant Extracts and Their Possible Applications: A Review Riki, Riki; Ahmad, Islamudin; Herman, Herman; Ibrahim, Arsyik; Rusman, Arman; Samsul, Erwin; Rusli, Rolan; Arifuddin, Muhammad; Junaidin, Junaidin; Bone, Mahfuzun; Rijai, Hifdzur Rashif; Hikmawan, Baso Didik
Indonesian Journal of Chemistry Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.100148

Abstract

The numerous applications of nanochitosan in a variety of sectors, including medicine, food, and agriculture, attract researchers to work toward the development of environmentally favorable, safe, and efficient synthesis methods. Currently, a biological approach is being developed to synthesize nanochitosan to address the limitations of conventional methods. The synthesis of biogenic pathways employs biological entities, including plant extracts and microorganisms, as nanoparticle-forming agents. The use of extracts is more desirable due to the simple working procedure, the absence of hazardous chemicals, the economic benefits, and the use of basic equipment. This article highlights the role of biomolecules in plant extracts, including polyphenols, terpenoids, citric acid, alkaloids, and polysaccharides, in the synthesis of nanochitosan. Nanoparticle preparation protocols and characterization using zeta potential analysis techniques, scanning electron microscopy (SEM), transmission electron microscopy (TEM), UV-visible spectroscopy, and Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) are briefly described. The potential applications of green nanochitosan are also discussed, considering the results of biological activity testing and the potential mechanisms associated with these activities. According to the results of numerous studies highlighted in this review, nanochitosan synthesis utilizing plant extracts appears to be a promising alternative approach to conventional methods.
Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daging buah rambutan hitam (Nephelium ramboutan-ake) dengan metode DPPH, ABTS dan FRAP: Antioxidant activity of rambutan hitam (Nephelium ramboutan-ake) flesh ethanol extract utilizing DPPH, ABTS, and FRAP methods Febrina, Lizma; Rusli, Rolan; Samsul, Erwin; Rusman, Arman; Setyowati, Widiastuti Agustina Eko
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v8i1.4839

Abstract

Rambutan hitam atau maritam (Nephelium ramboutan-ake) merupakan tumbuhan tropis khas Kalimantan Timur. Tumbuhan ini tumbuh liar dihutan-hutan Kalimantan. Secara empiris, masyarakat setempat menggunakan buah rambutan hitam untuk pengobatan kanker. Namun demikian, penelitian ilmiah mengenai rambutan hitam masih sangat terbatas. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari buah rambutan hitam dengan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Analisis aktivitas antioksidan dilakukan secara kolorimetri menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang tertentu. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ekstrak etanol daging buah rambutan hitam memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori kuat baik dianalisis menggunakan metode DPPH (IC50 = 32,51 ± 0,21 mg/L), ABTS (IC50 = 30,04 ± 0,31 mg/L), dan FRAP (EC50 = 34,22 ± 0,17 mg/L). Aktivitas antioksidan yang kuat dari rambutan hitam menggambarkan potensi yang besar dari rambutan hitam dalam mengurangi dampak negatif radikal bebas. Adapun aktivitas antioksidan buah rambutan hitam dilaporkan pertama kali pada tulisan ini.
Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Kota Bontang Jannah, Raodhatul; Rusli, Rolan; Maulida, Faizatun
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v3i2.49

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. TB treatment is carried out for a minimum of 6 months, namely the intensive phase of 2 months and the advanced phase of 4 months. Antituberculosis Drugs (ATD) consist of 4 types of drugs including Isoniazid (H), Rifampicin (R), Pyrazinamide (Z), and Ethambutol (E). Evaluation of drug use is carried out to ensure that the drug has been used appropriately, safely and effectively.This research is a descriptive observational study using retrospective patient medical record data. This study aims to determine the rationality of tuberculosis treatment in tuberculosis patients at the outpatient installation of Hospital X in Bontang city period January 2021 - June 2023. The most patient characteristics obtained from 88 patients were aged 56-65 years (26%), body weight 38-54 kg (45%), male gender (56%), working patients (52%), living in West Bontang District (27%), and having comorbidities (58%). The most use of OAT was given Fixed Dose Combination (FDC)-Intermittent Dose (84%). The rationality of using antituberculosis drugs based on the right category of indications is 100%, right drug is 98%, right dose is 97%, and right duration of drug administration is 95%.
Co-Authors Abdul Malik Abdul Rahim Absharina Qisthi Azhari Adam M. Ramadhan Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Afif Ruchaemi Agata Tika Sari Alviera Rifka Mahmudyah Alya Ramadhani Amanuddin Amanuddin Anak Agung Gede Prawira Yuda Anasda Amal Fathullah Anggara Joko Pratama Annida Rifaya Annisa Nismaul Husna Arifuddin, Muhammad Arsyik Ibrahim Arwin Widi Astutik Aryanti Aryanti Aryanti Aryanti Asni Asni Atria Kent Ayu Kusumah Dewi Ayu Lestari Ayu Nursidah Azka Rafia Bambang Prijamboedi Basir, Nindya Yolanda Baso Didik Hikmawan Basri Hasan Bayu Heris Apriyanto Bela Apriliana Ningsih Bone, Mahfuzun Bravo Prisukarno Brigita Olivia Intan Kinam Cahayani, Mega Citra Deliana Dewi Sundari Costansia Clara Dedy Rani Saputra Desta Winanda Desten Prima Desy Apriati Ningsih Deva Ayudhia Septiani Dewi Mayasari Dewi Noorjannah Utami Dewi Rahmawati DEWI RAHMAWATI Deya Apriliana Dian Dwi Cahyadi Diana Ntowe Didi Fadilla Dwi Agustina Dwi Elfira Kurniati Dwi Sri Handayani Ekwan Prasetyo Azlin Elisa Elisa Elsa Edita Elsha Wiguna Sumanti Ema Via Mawadah Erwin Samsul Fairul Muflihah Faisal Ramdani Faisal Riyanda Fajar Prasetya Fajar Prasetya Fathiah Olpah Siara Fatimah Az-Zhahra Febrina, Lizma Fika Aryati Firmansyah Firmansyah Fitri Eka Giuliana Fridya Maulitha Fritlyanti Mappapa Gama, Sabaniah Indjar Ganjar Firmansyah Gayuk Kalih Prasesti Gusti Alamsyah Abdil Almajid Hadi Kuncoro Haeruddin Haeruddin Hajrah Hajrah Halimatu Sadiyah Hanggara Arifian Hawa Ode Liya Wati Hendy Kesuma Pribady Henny Hidayah Herlina Argantari Basuki Herlina Ekapratama Dewi Herman Herman Hidayat, G.A Hidayat, G.A Husnul Khatimah Ibrahim, Arsyik Ihdina Aulia Ika Wardani Ilimu, Edi Indah Puspitasari Ingwe Violenneofita Cheiya Islamudin Ahmad Islamudin Ahmad Ismah Nuri Ismunandar Ismunandar Ismunandar Ismunandar Jaka Fadraersada Jannah, Raodhatul Jeryanti Tandi Datu Jessie Elviasari Josanti Pitri Sagala Junaidin, Junaidin Jusmiati Jusmiati Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Wal Hazimah Kiki Vera Yasmina Laksono Trisnantoro Laode Rijai Laode Rijai Laras Indah Wulandari Lisna Meylina Lisna Meylina Lithiflika, Ghinaa Fairuuz Liza Kartika Lizma Febrina Lizma Febrina Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin M. Arifuddin M. Rizky Zakaria B.A. Mahdyya Afiana Ramadani Mahfuzun Bone Mahmudah, Febrina Maileh Toding Maulida, Faizatun Media Yutika Mega Cahayani Mega Rizky Novitasari Miftachul Ainin Chambali Mirhansyah Ardana Mi’atu Khabbah Monang P.S Marpaung Mufti Shofia Amrillah MUHAMMAD AMIR MASRUHIM Muhammad Faisal Mukti Priastomo Mukti Priastomo Mukti Priastomo Mulia Indah Kusuma Dewi Myra Puspha Hardina Myra Puspha Hardina Ni Made Sesari Aswinda Niken Indriyanti Nilam Cahaya Nisa Naspiah Nor Yasin Al Amin Norhalimah Norhalimah Novianty Indjar Gama Nur Anggreani Nur Masyithah Zamruddin Nur Mita Nur Rifka Rahmadini Nur Riska Safitri Nur Rohmah Noviati Budiarto Nur Zakiyah Darajat Abdurrahman Nurlansi Nurlansi Nurul Nurul Annisa Nurul Annisa Nurul Fatirah Nurul Fitriani Nurul Fitriani Nurul Handayani Olvira Esa Nurtiwi Onny Ziasti Fricillia Ragil Dwi Atmojo Rahmadani, Agung Rahmat Nur Hidayat Restu Harisma Damayanti Rija'i, Hifdzur Rashif Rijai, Hifdzur Rashif Riki RIKI RIKI, RIKI Rimba Hamid Rimba Hamid RISKA OKTAVIANI Risna Agustina Rizka Amelia Saleh Rizki Duratul Hikma Sambiri Rizki Khairunnisa Rosniah Rosniah Rosniar Rosniar Rusman, Arman Samsul, Erwin Setyowati, Widiastuti Agustina Eko Sheny Clarin Ananta Shinta Christiani Sinta Octaviana Siti Julaicha Sukartiningsih Sukartiningsih Sulistiarini, Riski Sulton Ulfadha Supriatno Salam Syamsidar Syamsidar Tirza Jeli Ping Uswatun Hasanah Utari Sugipratiwi VICTORIA YULITA FITRIANI Vidia Prajna Lakhsita Vina Maulidya Vina Maulidya Vita Olivia Siregar Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Winiaksa Tri Asdini Wisnu Cahyo Prabowo Yelfiani Li'lak Todingan Yolanda Pratiska Yosefin Ida Saptana Yulistian Rindiani Yunaedi Yunaedi Yuni Dwi Anjarwati Yuniar Firsty Oktavia Lantika Yuriska Yudistia Ningrum