p-Index From 2021 - 2026
10.346
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan dan Analisi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terintegrasi Snowball Throwing Berbantuan Canva Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa di SMPN 4 Tondano Manueke, Ester; Tuerah, Paulus Robert; Lobja, Xaverius Erick
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.323

Abstract

This study aims to assess how effective the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) approach combined with the Snowball Throwing method and supported by Canva is on students' creative thinking skills and learning achievements in social studies at SMPN 4 Tondano. The method used is quasi-experimental, where two classes are involved: the experimental class receives integrated PjBL treatment, while the control class is taught in the traditional way. Data were obtained through pre-tests and post-tests, observation sheets, and student response questionnaires. The findings of this study indicate a significant increase in students' creative thinking skills in the experimental group when compared to the control group. Indicators such as fluency, flexibility, originality, and elaboration show significant progress after the intervention. In addition, students in the experimental class achieved better learning outcomes, as seen from the statistically significant difference in the final test scores. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif penerapan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan metode Snowball Throwing dan didukung oleh Canva terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa serta pencapaian belajar di bidang IPS di SMPN 4 Tondano. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental, di mana dua kelas terlibat: kelas eksperimen mendapatkan perlakuan PjBL yang terintegrasi, sementara kelas kontrol diajarkan dengan cara tradisional. Data diperoleh melalui tes awal dan tes akhir, lembar observasi, serta kuesioner tanggapan dari siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Indikator seperti kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, serta elaborasi menunjukkan kemajuan yang signifikan setelah intervensi. Di samping itu, siswa di kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih baik, yang terlihat dari adanya perbedaan signifikan secara statistik dalam skor tes akhir Kata kunci: Project Based Learning, Snowball Throwing, Canva, Berpikir Kreatif, Hasil Belajar
Penggunaan Smartphone Pada Masyarakat di Desa Rumengkor Lamantu, Ivana Angela; Tuerah, Paulus Robert; Lobja, Xaverius Erick
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.325

Abstract

This study aims to analyze the use of smartphones in society and its impact on daily life. In today's digital era, smartphones have become an integral part of people's lives, affecting various aspects such as communication, entertainment, education, and work. The method used in this study was a survey and interviews with a sample of families living in Rumengkor Village. The results showed that smartphone use has increased rapidly, with most respondents using smartphones for household needs. People tend to use smartphones for communication and information access purposes, but there are also negative impacts, such as addiction, sleep disorders, and decreased face-to-face social interaction. This study also found that there were good benefits in using smartphones, especially in the Rumengkor village area. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan smartphone pada masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Dalam era digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, memengaruhi berbagai aspek seperti komunikasi, hiburan, pendidikan, dan pekerjaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara dengan sampel keluarga yang tinggal di Desa Rumengkor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone meningkat pesat, dengan sebagian besar responden menggunakannya smartphone untuk kebutuhan rumah tangga, Masyarakat cenderung menggunakan smartphone untuk tujuan komunikasi dan akses informasi, namun terdapat pula dampak negatif, seperti kecanduan, gangguan tidur, dan penurunan interaksi sosial tatap muka. Penelitian ini juga menemukan adanya manfaat yang baik dalam penggunaan smartphone khsusnya di wilyah desa Rumengkor. Kata kunci: Penggunaan, Smartphone, Masyarakat Desa
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung Domensili, Christina; Pangkey , Itje; Terry , Hetreda; Tuerah, Paulus Robert
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.326

Abstract

The purpose of this study was to analyze the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung and the factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The research method used in this study is qualitative research with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The data sources are the principal and teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The results of the study indicate that the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung obtained positive conclusions because the teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung were able to implement the independent learning curriculum and were able to adapt to the independent learning curriculum. In addition, the perceptions of teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung have several indicators in the implementation of the independent learning curriculum, including: teacher perceptions of learning planning, learning implementation, assessment techniques in the independent learning curriculum and factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum are the quality of human resources that are less than optimal, lack of teacher readiness in implementing the independent learning curriculum and the lack of training that can be followed by teachers Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung dan faktor-faktor yang menghambat implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data adalah kepala sekolah dan guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung didapatkan kesimpulan yang positif karena guru yang ada di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung mampu menerapkan kurikulum merdeka belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka belajar. Selain itu juga persepsi guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung memiliki beberapa indikator dalam implementasi kurikulum merdeka belajar antara lain: persepsi guru terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, teknik penilaian pada kurikulum merdeka belajar dan faktor–faktor yang menghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar adalah mutu sumber daya manusia yang kurang maksimal, kurangnya kesiapan guru dalam implemetasi kurikulum merdeka belajar dan masih kurangnya pelatihan yang dapat diikuti oleh guru. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Persepsi Guru
Pergeseran Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara: Kajian Tentang Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Mapalus Katuuk, Dessy Trully Caterine; Kerebungu, Ferdinand; Pangkey, Itje; Tuerah, Paulus R.
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.327

Abstract

This research examines the shift of Mapalus cultural values in the life of the people of Kauditan 1 Village, North Minahasa Regency. The focus of the research includes identification of Mapalus values, analysis of its shift, and efforts to preserve it. Qualitative research method with the determination of research subjects by purposive method. Data collection techniques are observation, interviews, documentation using qualitative analysis according to Milles and Hubberman. The research results are as follows: 1) The types of Mapalus activities that exist in the life of the Kauditan 1 Village community, namely: Mapalus activities in farming, Mapalus activities in social life: helping when there is a natural disaster, death, or accident, Mapalus activities in building houses, repairing roofs, digging wells, Mapalus activities in terms of parties, such as weddings, circumcisions, and Mapalus activities to make irrigation, bridges, and build or repair roads. 2) Mapalus culture that is considered important in the life of the community, namely: Mapalus farming, Mapalus culture in social activities such as death, marriage, and repairing public facilities or what is known as social service. 3) Shifts or changes in cultural values in Mapalus activities, namely Changes in Mapalus work replaced with money (paying services and wages), The existence of organic solidarity, which considers hiring labour more practical, The fading of the value of togetherness in society, and Changes in social behaviour, and 4) Efforts to preserve cultural values in Mapalus or mapalus activities in community life, namely: as follows: a) Providing learning mapalus values to the general public, b) Socialisation process to the community about the values of togetherness, c) Strengthening existing Mapalus or mapalus activities, and d) Reviving Mapalus or mapalus activities. Abstrak: Penelitian ini mengkaji pergeseran nilai-nilai budaya mapalus dalam kehidupan masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara. Fokus penelitian meliputi identifikasi nilai-nilai Mapalus, analisis pergeserannya, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian kualitatif dengan penentuan subyek penelitian dengan cara pusposive. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi menggunakan analisis kualitatif menurut Milles dan Hubberman. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Jenis-jenis kegiatan mapalus yang ada dalam kehidupan masyarakat desa kauditan 1, yakni: kegiatan mapalus dalam bercocok tanam, kegiatan mapalus dalam kehidupan sosial: membantu saat ada bencana alam, kematian, atau kecelakaan, kegiatan mapalus dalam membangun rumah, memperbaiki atap, menggali sumur, kegiatan mapalus dalam hal pesta, seperti pernikahan, khitanan, dan kegiatan mapalus membuat irigasi, jembatan, dan membangun ataupun memperbaiki jalan. 2) Budaya mapalus yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat yakni: mapalus bercocok tanam, budaya mapalus dalam kegiatan sosial seperti kematian, pernikahan, dan memperbaiki fasilitas umum atau yang dikenal dengan kerja bakti sosial. 3) Pergeseran atau perubahan nilai-nilai budaya dalam kegiatan mapalus yakni terjadi perubahan kerja mapalus diganti dengan uang (membayar jasa dan upah), adanya solidaritas organik, yang menganggap sewa buruh lebih praktis, lunturnya nilai kebersamaan dalam masyarakat, dan perubahan perilaku sosial, dan 4) Usaha melestarikan nilai- nilai budaya dalam kegiatan mapalus atau mapalus dalam kehidupan bermasyarakat yakni: a) Pemberian pembelajaran nilai-nilai mapalus pada masyarakat umum, b) Proses sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, c) Penguatan kegiatan mapalus atau mapalus yang ada, dan d) menghidupkan kegiatan mapalus atau mapalus. Kata kunci: Pergeseran nilai, Nilai budaya, Mapalus
Persepsi Masyarakat Terhadap Politik dan Demokrasi Pemilu Tahun 2024 di Desa Beringin Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Tuerah, Paulus Robert; Afrinal, Afrinal; Kaksim, Kaksim; Yandi, Rus; Gea, Melvin Hariyanti; Mesra, Romi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat Desa Beringin, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan terhadap politik dan demokrasi dalam konteks Pemilu 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk memastikan representasi berbagai kelompok dalam masyarakat. Temuan menunjukkan adanya sikap skeptis terhadap janji politik yang berlebihan, namun juga kesiapan menerima hasil pemilihan. Masyarakat menunjukkan kapasitas kritis dalam mengevaluasi program kampanye, dengan faktor religius dan nilai lokal masih berpengaruh signifikan. Terdapat potensi pasivitas dalam pengawasan pemerintah pasca pemilihan, mengindikasikan perlunya strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi secara berkelanjutan
Strategi Masyarakat Pemilik Usaha Warung dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi (Shopee, Lazada, Bukalapak, dan lainnya) di Taratara Posumah, Jenie; Syarifuddin, Didin; Lasut, Meiske; Tuerah, Paulus Robert; Riantung, Ansela; Mesra, Romi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9849

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana strategi masyarakat pemilik usaha warung dalam menghadapi tantangan digitalisasi (shopee, lazada, bukalapak, dan lainnya) di Taratara. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran yang menyeluruh, faktual, dan akurat dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Menurut temuan studi lapangan, pemilik usaha warung di Taratara menunjukkan kesadaran dan sikap adaptif terhadap tantangan digitalisasi. Mereka mengakui dampak negatif e-commerce pada pelanggan konvensional, namun juga melihat peluang dalam perubahan ini. Strategi mereka melibatkan pendekatan hibrida: mempelajari dan mengadopsi teknologi digital seperti marketplace dan aplikasi e-commerce, sambil tetap mempertahankan layanan tradisional untuk segmen pelanggan tertentu. Para pemilik warung ini menunjukkan keterbukaan untuk belajar dan beradaptasi, dengan tujuan menjaga relevansi bisnis mereka di era digital tanpa meninggalkan sepenuhnya model bisnis konvensional yang masih bermanfaat bagi sebagian pelanggan.
The Flexing Phenomenon on Social Media Is Between Educating and Showing Off in Criminal Law Aspects Kumajas, Merry Lenda; Lumenta, Henry N.; Tuerah, Paulus Robert; Rawung, Hendrasari; Mesra, Romi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9851

Abstract

This study aims to investigate the flexing phenomenon on social media, exploring its position between financial education and ostentatious displays of wealth, with a focus on its implications in criminal law aspects in Indonesia. The research employed a qualitative methodology, utilizing interviews with key stakeholders, focus group discussions, analysis of social media content, and a comprehensive literature review. Additionally, the study incorporated comparative analysis with other Southeast Asian countries to provide regional context. The results reveal a complex interplay of social, legal, and educational factors surrounding the flexing phenomenon. Key findings include: (1) a significant divergence in perceptions of flexing among different stakeholders, with influencers viewing it as inspirational while legal experts express concerns about potential legal scrutiny; (2) the effectiveness of flexing as an educational tool when balancing success stories with practical financial advice; (3) a notable knowledge gap among social media users regarding the legal implications of their online behavior; (4) growing concerns about the use of social media evidence in financial crime investigations; (5) the emergence of "aspirational flexing" among younger users, raising ethical and potential legal issues; and (6) a shift in public perceptions of wealth and success due to constant exposure to luxury displays on social media. The study concludes that while flexing can serve as a powerful educational tool, it also presents significant legal risks and societal challenges that require a balanced approach to address effectively
Karakter Peduli Lingkungan Siswa di Sekolah Dasar Sultan, Habibi; Sulistyosari, Yunike; Tuerah, Paulus Robert; Sakura, Hamdan; Nirmalasari, Nirmalasari; Hidayat, Muhammad
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i3.32446

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to explore the process of internalizing environmental awareness among elementary school students at SD GMIM Leilem, located in an ecologically rich area. The method used was a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that students have a high level of environmental awareness, as reflected in their active involvement in waste management, recycling programs, and tree planting. In addition, the integration of global issues such as climate change, air pollution, and deforestation into the curriculum has increased students' understanding of ecological challenges. The implications of these findings emphasize the importance of implementing holistic and experience-based environmental education. Sustained support from schools and communities is also an important factor in shaping a generation committed to environmental conservation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi proses internalisasi karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar di SD GMIM Leilem, yang terletak di kawasan kaya ekologi. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang tinggi, tercermin dari keterlibatan aktif dalam pengelolaan sampah, program daur ulang, serta penanaman pohon. Selain itu, integrasi isu-isu global seperti perubahan iklim, polusi udara, dan deforestasi dalam kurikulum turut meningkatkan pemahaman siswa terhadap tantangan ekologis. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya penerapan pendidikan lingkungan yang holistik dan berbasis pengalaman. Dukungan berkelanjutan dari sekolah dan komunitas juga menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang berkomitmen pada pelestarian lingkungan.
MANAGING CROSS-CULTURAL RESEARCH PROJECTS IN EDUCATION: BRIDGING SOCIOLOGICAL PERSPECTIVES AND METHODOLOGICAL APPROACHES Tuerah, Paulus Robert; Watania, Rietha; Suma, Elfira Yesy; Tuturoong, Yunita; Maukar, Merry Emilya Christine; Sumual, Tinneke Evie Meggy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 3 No. 2 (2022): (DESEMBER 2022) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the management of cross-cultural research projects in education, focusing on bridging sociological perspectives and methodological approaches. It aims to address the challenges and potential applications of cross-cultural research to promote inclusive education in diverse cultural settings. The study employs a qualitative approach using a literature review method, analyzing data from journals, books, and policy documents published between 2015 and 2022. Findings reveal three key aspects: the significance of sociological perspectives in understanding cultural influences on learning, challenges in managing cross-cultural research methodologies, and the potential application of research findings in curriculum development and teacher training. Sociological theories such as structural-functionalism and conflict theory provide insights into cultural dynamics, while methodological challenges highlight the need for adaptive strategies and international collaboration. This study recommends integrating research findings into practical educational policies to foster inclusivity and cultural competence. Teacher training programs and culturally responsive curricula are crucial to achieving these goals. Future research should focus on developing frameworks that bridge theory and practice, ensuring the sustainability and scalability of cross-cultural education initiatives. By addressing the complexities of cross-cultural education, this study contributes to the development of equitable and inclusive educational systems, preparing students to thrive in a globalized world.
Knowledge Exchange and Power Dynamics in Academic Communities: A Sociological Examination of Collaborative Research Networks Tuerah, Paulus Robert; Karamoy, Claudya; Ante, Lady D; Samahati, Susan Stefania; Silow, Susanti; Sumual, Tinneke Evie Meggy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 4 No. 2 (2023): (DESEMBER 2023) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v4i2.10658

Abstract

This study aims to analyze knowledge-sharing patterns within collaborative research networks in higher education institutions, focusing on sociological aspects. The research employs a qualitative methodology through a systematic literature review, examining scientific articles published between 2019-2024. The analysis reveals three key findings: First, there is a significant transformation in communication patterns towards a more horizontal model, facilitated by digital platforms and changing academic hierarchies. Second, social capital plays a crucial role in knowledge-sharing effectiveness, with strong networks and trust relationships contributing to enhanced research collaboration. Third, institutional factors significantly influence collaboration dynamics, including organizational policies, digital infrastructure, and resource allocation. The results demonstrate that while digital transformation has democratized research collaboration, social and institutional factors continue to shape knowledge-sharing practices. The study identifies gaps in existing collaborative frameworks and recommends developing an integrated approach that addresses technological, social, and institutional dimensions. This framework aims to foster more inclusive and productive research networks in higher education. The findings contribute to understanding the complex interplay between digital transformation, social dynamics, and institutional structures in academic collaboration. The study suggests practical implications for higher education institutions seeking to enhance their collaborative research capabilities and provides directions for future research in this evolving field.
Co-Authors Afrinal Afrinal Afrinal, Afrinal Anggriani Sangkoy Ansela Riantung Ansyu, Sudirman Ante, Lady D Apada, Magfira Satya Apeles Lexi Lonto, Apeles Lexi Audi Korengkeng Awuy, Lenny Wunoy Elisabeth Ayu Lestari Bagit, Vidya Basran, Basran Chesya Gleinda Masoara Dafrosa Pandey Damar, Hanrice Agustina Da’u, Sitti A. Deissy W. Rau Domensili, Christina Elce Gina Elisabet Sianturi Elni Usoh Ernny N. Tangkudung Erric Kondoy Esther A.P. Mogonta ferdinand kerebungu Fransisca Leonitha Rasu Frenki Batas Friska F. Liando Gea, Melvin Hariyanti Gloria Ester Verelin Walewangko Hamsah Hamsah Hence Pantouw Hendrasari Rawung Hendro Maxwell Sumual Hengkeng, Nelson Henny B.A Kiriweno Henry Noch Lumenta Henry Wansaga hermon karwur Hetwi Marselina Saerang Hou, Samsudin Hutapea, Yeni Tria Ida Bagus Weda Wigena Inggrid Fransiska Kaunang Itje Pangkey Jeffry Sony Junus Lengkong Jelly Maria Lembong* Jenie Posumah Josly Jacob Tintingon Kakomole, Imelda Kaksim Kalangie, Tresia Cornella Kapoh, Defnny Christin Karamoy, Claudya Karina Septiani Malagwar Karundeng, Ferry Karwur , Hermon M. Katiandagho, Deasy V. Katili, Suparni Katuuk, Ariel Ferdinand Katuuk, Dessy Trully Caterine Koromath, Yohana Nathasia Korompis, Manuel Vidi Korompot, Sudarmin Kumajas, Merry Lenda Lamantu, Ivana Angela Lantang, Dani Lantang, Rofie Laura Sumampouw Lembong, Jelly Maria Lenny W E Awuy Leonita Kolang Limbu Pasang Malonda, Natalia Livindi Mamusung, Leoni Cicilia Manueke, Ester Manuel E. Korompis Manuel Estefanus Korompis Manuel Vidi Korompis Maria Lembong*, Jelly Marlina Manimbage Marlina Terok Maukar, Merry Emilya Christine Maxi Tendean Meike Imbar Meiske Lasut Melissa Patricia Tuerah Melvin Hariyanti Gea Merry Lenda Kumajas Mewoh, Angeline Lasya Meylan Rumengan Miftahul Jannah Mokoagow, Ria Risnawaty Montolalu, Steven Muhammad Fajar Hidayat Muhammad Hidayat Najoan, Yunita Angelin Ngumarno . Ngumarno, Jayus Nirmalasari Nirmalasari Nonis, Nonis Nova Diane Jacob Onsu, Fadly Claudio Pattisamallo, Novita Patylima, Jesika Berta Paulus, Yunike Piri, Meiske Feiny Sialom Podun, Elce Gina, Beatrix J. Pontoh, Leydi F. Puteri Dewi Sari Pinem Randy Michael Karepouwan Rau, Deissy W. Repi, Fransisca Retor, Wanda Melisa Guendoline Riantung, Ansela Ricky Workala Ricky Workala Romi Mesra Rondonuwu, Arter Roos M. S. Tuerah Roring, Venny Y Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Rotua Hutagalung Rumondor, Susana Silvia Rus Yandi Ruth Sriana Umbase Sakura, Hamdan Salem, Veronike E.T Samahati, Susan Stefania Samalo, Dodi Christofel Samsudin Hou Sara Djontar Saselah, Siska Sem Roly Rumaagit Shelty D. M. Sumual Shelty D. M. Sumual Shibghotullah Mujadidi Silaban, Dorna L. Silow, Susanti Singal, Cicilia Indry Sitti A. Da’u Sjamsi Pasandaran Sudirman Muhammadiyah Sufitriyono, Sufitriyono Sultan, Habibi Suma, Elfira Yesy Sumaa, Nur Afny Sumilat, Meiny Conny Sumual, Tinneke E. M. Syarifuddin , Didin Tangkudung, Ernny N. Taroreh, Olvian Terry , Hetreda Theo Chanra Merentek Theodorus Pangalila Tinneke Evie Meggy Sumual Toar, Rendy Christian Toar, Stevanie F. Tooy, Olivia Agustine Tulangow, Yersi F Tumilantouw, Nicky Marselina Tuturoong, Yunita Veronike E.T Salem Vidi E. Korompis Vidi Feronika Kapoh Waldi, Atri Waldi, Atri Wangi, Badriah Watania, Rietha Welky Karauwan Wibowo, Arif Sobirin Xaverius Erick Lobja Yandi, Rus Yenni Melia Yohanis Rampo Yoseph Daniel Arie Santie Yudi B. Londa Yunike Paulus Yunike Sulistyosari