Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Polimorfisme Gen Human Defensin β 1 rs11362 dan rs1799946 dengan Kejadian Sepsis Neonatorum Awitan Lambat : Sebuah Studi Komparatif Cross-Sectional Cherlina Cherlina; Jamsari Jamsari; Eti Yerizel; Prambudi Rukmono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60769

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir yang diduga dipengaruhi oleh faktor genetik pada gen-gen yang berperan dalam sistem imun bawaan. Human Defensin β 1 (HDB1) merupakan peptida antimikroba yang berperan penting dalam pertahanan awal tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara polimorfisme gen HDB1 pada lokus rs11362 dan rs1799946 dengan kejadian sepsis neonatorum. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional comparative ini menggunakan 60 sampel DNA genomik arsip yang telah tersimpan sebelumnya, terdiri atas 30 sampel neonatus dengan sepsis neonatorum awitan lambat (onset >72 jam dengan kultur darah positif) dan 30 neonatus tanpa sepsis. Genotipe kedua lokus ditentukan melalui amplifikasi PCR dengan sepasang primer yang mengapit kedua lokus (ukuran amplikon 833 bp), dilanjutkan sekuensing Sanger, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara polimorfisme HDB1 rs11362 C>T dengan kejadian sepsis neonatorum (p=0,043), dimana dari seluruh subjek yang memiliki genotipe TT rs11362, sebanyak 15 dari 21 subjek (71,4%) merupakan kelompok sepsis, sedangkan 6 dari 21 subjek (28,6%) berasal dari kelompok tanpa sepsis. Sebaliknya, polimorfisme HDB1 rs1799946 C>T tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian sepsis neonatorum (p=0,349). Dapat disimpulkan bahwa polimorfisme gen HDB1 rs11362, tetapi tidak rs1799946, berhubungan dengan kerentanan neonatus terhadap sepsis, menunjukkan potensinya sebagai kandidat biomarker genetik untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut.
Perbandingan skor SOFA pada pasien sepsis dengan dan tanpa diabetes melitus tipe 2 Munsyi Nares Wari; Fadrian; Eti Yerizel; Mohamad Reza; Dinda Aprilia; Eka Nofita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v15i1.2672

Abstract

Comparison of SOFA scores in septic patients with and without type 2 diabetes mellitus Sepsis is a life-threatening organ dysfunction.  A dysregulated host response to infection causes it. Organ dysfunction can be represented by an increase in the SOFA score of > 2 points. Every increase in the score reflects worsening of organ dysfunction. Type-2 Diabetes Mellitus (T2DM) is one of the most common comorbidities in sepsis patients. T2DM patients have chronic hyperglycemia. This condition can impair immune function and damage the endothelium.  Objective: To find out the comparison of SOFA scores in sepsis patients with and without T2DM. Methods: This research was an analytical, cross-sectional study using medical record data from RSUP Dr. M. Djamil Padang. The 132 samples comprised 66 sepsis patients with T2DM and 66 without T2DM. Sampling was carried out by using a stratified random sampling technique. Bivariate data analysis used an independent-samples t-tes. The mean of SOFA scores in sepsis patients with T2DM was 8.05 +_ 2.36 and the mean of SOFA scores in sepsis patients 6.38 +_ 2.96. The p-value (<0,05) in both groups was 0.001. Conclusion: There is a significant difference in SOFA scores between sepsis patients with and without T2DM. Keywords: sepsis, SOFA score, T2DM
Perbedaan Alel Human Leucocyte Antigen A*02 antara Pasien Karsinoma Nasofaring dengan Kontrol pada Etnik Minangkabau Debby Apri Grecwin; Sukri Rahman; Al Hafiz; Eti Yerizel; Hafni Bachtiar
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v1i1.20

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang berasal dari sel epitel nasofaring dengan pola epidemiologi yang unik. Etiologi keganasan ini merupakan interaksi kompleks antara faktor genetik, infeksi laten virus Epstein-Barr (VEB) dan paparan terhadap karsinogen lingkungan. Secara genetik, terdapat gen human leucocyte antigen (HLA) yang berperan pada patogenesis KNF. Gen ini dikelompokkan menjadi kelas I dan kelas II yang bersifat sangat polimorfik. Kerentanan genetik terhadap KNF pada populasi dengan risiko tinggi berhubungan dengan gen HLA kelas I. Beberapa penelitian menyatakan bahwa alel HLA-A*02 berhubungan dengan kejadian KNF. Tujuan: Mengetahui perbedaan alel HLA-A*02 antara pasien KNF dengan kontrol pada etnik Minangkabau. Metode: Penelitian analitik dengan menggunakan disain potong lintang dilakukan terhadap 16 pasien KNF etnik Minangkabau dan 16 orang sehat etnik Minangkabau sebagai kontrol. Pemeriksaan molekuler dilakukan pada responden untuk melihat ekspresi HLA-A*02 dengan metode polymerase chain reaction-sequence spesific primer(PCR-SSP). Data dianalisis secara statistik dengan program komputer dan dinyatakan bermakna jika p < 0,05. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 6 orang pasien KNF dan 3 orang kontrol dengan HLA-A*02 positif. Secara statistik tidak didapatkan perbedaan yang bermakna alel HLA-A*02 antara pasien KNF dengan kontrol pada etnik Minangkabau. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan alel HLA-A*02 antara pasien KNF dengan kontrol etnik Minangkabau.
Analysis of bile acid in saliva of patients with laryngopharyngeal reflux and non-laryngopharyngeal reflux Ade Asyari; Refi Amalia Utami; Eti Yerizel; Andani Eka Putra; Firdawati Firdawati
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol. 53 No. 2 (2023): VOLUME 53, NO. 2 JULY - DECEMBER 2023
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v53i2.561

Abstract

ABSTRACT — Background: Laryngopharyngeal reflux (LPR) is the backflow of gastric and or duodenal fluid into the larynx, pharynx, trachea, and bronchi. The prevalence of LPR is difficult to determine due to the limited gold standard and the large variety of LPR symptoms. Damage can occur due to the decrease in pH value and also because of exposure to harmful enzymes in reflux, including bile acid. Purpose : This study was conducted to analyze bile acid levels in the saliva of LPR patient and non LPR subject. Methods:  This study is an observational study with a case-control design. The study was conducted in the ORL-HNS Department of Dr. M. Djamil Hospital, Padang, West Sumatra, Indonesia. The total sample size was 44 people. We enrolled 22 healthy subjects as the control group and 22 patients suspected of having LPR. Result: LPR patients are more common in women than in men, with 12 women and 10 men. Bile acid in the LPR group means of is 25.08±7.67µM, meanwhile, in the healthy group, the mean was 18.99±8.26 µM. There is a statistically significant in the incidence of LPR with the bile acids (p = 0.015) based on t- independent test. Conclusion: Our study confirmed that bile acids in saliva play a major role in diagnosing LPR. 
Co-Authors Ade Asyari Afriwardi Afriwardi Aga Pratama Ahmad Syukri Harahap Aisyah Elliyanti Al Hafiz Al Hafiz Al Ichram Novialdi, Rayhan Aljassri, Resti Karunia Amelin, Fitrisia Andani Eka Putra Angga Putra Perdana Anjelina Puspita Sari Ariani Zaltin Okvenda Arina Widya Murni Arni Amir Ashrifurrahman, Ashrifurrahman Asti Marian Sari Aumas Pabuti Bramadi Arya Caesar Rayhand Arrafif Nasution Cherlina Cherlina Daan Khambri Debby Apri Grecwin Deddy Saputra Desmawati Desmawati Dessy Arisanty Desy Arisanti Desy Arisanti Dezi Ilham Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dian Pertiwi Dina Arfiani Rusjdi Dinda Aprilia Dyka Aidina Ebill Fuji Edison Effy Huriyati Efrida Efrida Ega Purnamasari Eka Agustia Rini Eka Agustria Rini Eka Nofita Eliza Anas Elizabeth Bahar Elizabeth Bahar Elmatris Sy Endah Puji Septisetyani, Endah Puji Endrinaldi Eva Chundrayetti Eva Decroli F, Annisa Maida Fadil Oenzil Fadrian Fadrian, Fadrian Fauziah, Dita Firdawati Firdawati Fitri Zahara Fitriyana Fitriyana Gusti Revilla Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hirowati Ali Hudila Rifa Karmia Husna Yetti Husnil Kadri Ibrahim Ibrahim Ilmiawati, Ilmiawati Irwan Ismawati Ismawati Jamsari Jamsari Janra, Muhammad Nazri Karmia, Hudila Rifa Karolin Trisnawelda Kastian, Ria Fajarwati Lili Irawati Maliza, Rita Masrul Djalal Masrul Syafri Meilisa Rahmawati Meiza Nerawati Mizwar Mizwar Mohamad Reza Muhamad Gerry Fadilla Muhammad Idris Munsyi Nares Wari Nadhifah Salsabila Nadila Andam Astari Netti Meilani Simanjuntak Netti Suharti Niki Astria Nila Kasuma Nila Kusuma Nita Afriani Nofrita Nofrita Novialdi . Nurhajjah, Sitti Nursal Asbiran Okvenda, Ariani Zaltin Prambudi Rukmono Pratama Elisa, Tasya Putri Pratita Jati Permatasari Putra Santoso Putri, Athifa Alya Rahma Putri Idaman Rahmadian, Rizki Rahmatina B Herman Rahmatini . Rahmawati, Meilisa Rauza Sukma Rita Raveinal Rayhan Al Ichram Novialdi Refi Amalia Utami Reny Jayusfani Revivo Rinda Pratama Rita Yaswir Rizki Rahmadian Ronaldi Noor Rozi Abdullah Rudy Afriant Sabar Hutabarat Sagita Yudha Sagita Yudha Saptino Miro Saptino Miro, Saptino Sari, Asti Marian Silvy Dioni Simanjuntak, Netti Meilani Sinurat, Arthauly Yopita Siti Nurhajjah Sukri Rahman Syahid MP, Miskah Indah Syahrul, Muhammad Zulfadli Tiara Dwi Pratiwi Tofrizal Tofrizal, Alimuddin Utami, Refi Amalia Vella Paraditha Wati, Westi Permata Wilson Novarino Yanwirasti Yanwirasti Yerizel, Almurdi Yerizel, Raveinal Yesi Mustika Sari Yulia Iriani, Yulia Yulistini, Yulistini Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Yustini Alioes Zelly Dia Rofinda Zhira Shada Athaya Zoni, Salsa Billa Pratami Zulkarnain Edward ZURAIDA ZURAIDA