Articles
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Karakter Dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Kelas II SD
Palupi Mutiasih;
Prana Dwija Iswara;
Trisna Nugraha
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/tc.v5i1.9470
This development research aimed to produce picture book products based on character education that can improve literacy culture in elementary schools. A picture story book is a book that combines text and illustrations so that it becomes a story book that can increase students' reading interest. Picture story books can tell a story that is collaborated with an interesting and meaningful concept for children's development. The method used was the method of research and development (R&D) with the development model of Borg and Gall. This research and development had 9 stages of research, namely research and information gathering, planning, product draft development, initial field testing, product revision, main field test, operational product revision, field implementation test and final product revision. Respondents in research and development involved one material expert, one linguist, one media expert, 13 students of SDSN Bendungan Hilir 12 Pagi, 21 students of SDS Ar-Rahman Motik. The results showed that the character education-based picture book product was considered very good. The average result according to the expert was 97.1%, the Small Group Evaluation was 96.6%, and the Field Test was 94.33%. This picture book product was attractive to students who loved reading because reading was the key to increase literacy culture since elementary school age.
Mengembangkan Ekoliterasi dan Ekopreneurship Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Tematik Berbasis Model Project Based Learning (PjBL)
Zulfin Rachma Mufidah;
Prana Dwija Iswara;
Febrika Yogie Hermanto
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 1 (2021): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/atl.v5i1.509
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekoliterasi dan ekopreneurship siswa sekolah dasar kelas IV. Proses pembelajaran tematik integratif melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini mendukung mahasiswa agar literat lingkungan. Siswa mampu memanfaatkan lingkungan dengan baik melalui kegiatan ecopreneurship dengan proyek menjadikan produk dari barang bekas menjadi barang baru yang memiliki nilai jual tinggi. Hasil pembelajaran yang dibuat siswa adalah “damarkurung” yang merupakan keluaran dari percobaan sains. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui lembar validasi, lembar observasi, dan penilaian produk studentpreneurship. Pembelajaran tematik dilaksanakan melalui 6 langkah yang sesuai dengan sintaksis pembelajaran berbasis proyek, yaitu menentukan pertanyaan dasar, merancang perencanaan proyek, menyusun jadwal, memantau kemajuan proyek, menguji proses dan hasil pembelajaran, serta mengevaluasi pengalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek di sekolah dasar dapat mendukung pendidikan ecopreneurship dan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Siswa mengetahui cara memanfaatkan bahan bekas dengan tepat dan bermanfaat. Pengembangan ecoliterasi siswa melalui model pembelajaran berbasis proyek juga membantu siswa lebih menikmati proses pembelajaran tematik integratif dan semangat menunjukkan kreatifitasnya.
Metode Permainan Bahasa dalam Keterampilan Menulis Tegak Bersambung
Siska Maulani;
Prana Dwija Iswara
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3008
Salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa dalam menulis permulaan yaitu menulis tegak bersambung. Keterampilan menulis tegak bersambung merupakan keterampilan menulis dengan cara menyambungkan huruf-huruf sesuai dengan aturan dan memperhatikan bentuk dan unsur estetika. Setelah dilakukan observasi dan wawancara di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Garut ditemukan permasalahan belajar siswa dalam keterampilan menulis tegak bersambung. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis tegak bersambung yang dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut. Pertama, kurangnya motivasi siswa saat pembelajaran, khususnya pada saat menulis tegak bersambung. Kedua, siswa mengalami kesulitan saat menulis tegak bersambung karena belum mengetahui cara atau teknik menyambungkan huruf-huruf dengan baik. Ketiga, penggunaan metode pembelajaran yang belum bervariasi karena guru hanya meminta siswa untuk menyalin sebuah kalimat kemudian mengubahnya ke dalam tulisan tegak bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis tegak bersambung dengan menerapkan metode permainan bahasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 35 orang. Hasil penelitian ini diperoleh gambaran skor rata-rata keterampilan menulis tegak bersambung dengan menerapkan metode permainan bahasa siswa kelas II yaitu 82,17 yang ditinjau dari aspek komponen bentuk huruf, jarak penulisan, kejelasan, kesejajaran, dan kualitas barisan.
Teachers’ Perspective on Learning Based Digital Literacy
Indra Suhendra;
Prana Dwija Iswara;
Sartono Sartono
International Conference on Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2020): Proceedings The 2nd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.969 KB)
Education continued to develop along with the development of the age, and this development affected the planning, process, even to the evaluation of learning. One of the developments was a technological development that continued to influence all aspects of life in the world including education. Therefore, teachers needed to understand the technology. The teachers must learn and understand digital literacy where this approach allowed to give great experiences in teaching. Of the 32 teachers as respondents, 84.4% knew digital literacy, and 15.6% did not know about it. However, the use of digital literacy in learning was still low
Metode Permainan Bahasa dalam Keterampilan Menulis Tegak Bersambung
Siska Maulani;
Prana Dwija Iswara
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3008
Salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa dalam menulis permulaan yaitu menulis tegak bersambung. Keterampilan menulis tegak bersambung merupakan keterampilan menulis dengan cara menyambungkan huruf-huruf sesuai dengan aturan dan memperhatikan bentuk dan unsur estetika. Setelah dilakukan observasi dan wawancara di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Garut ditemukan permasalahan belajar siswa dalam keterampilan menulis tegak bersambung. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis tegak bersambung yang dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut. Pertama, kurangnya motivasi siswa saat pembelajaran, khususnya pada saat menulis tegak bersambung. Kedua, siswa mengalami kesulitan saat menulis tegak bersambung karena belum mengetahui cara atau teknik menyambungkan huruf-huruf dengan baik. Ketiga, penggunaan metode pembelajaran yang belum bervariasi karena guru hanya meminta siswa untuk menyalin sebuah kalimat kemudian mengubahnya ke dalam tulisan tegak bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis tegak bersambung dengan menerapkan metode permainan bahasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 35 orang. Hasil penelitian ini diperoleh gambaran skor rata-rata keterampilan menulis tegak bersambung dengan menerapkan metode permainan bahasa siswa kelas II yaitu 82,17 yang ditinjau dari aspek komponen bentuk huruf, jarak penulisan, kejelasan, kesejajaran, dan kualitas barisan.
KETERLIBATAN IBU DALAM LITERASI KELUARGA PADA PEMEBELAJARAN MENULIS PERMULAAN DI MASA PANDEMI COVID 19
Wasi Widiastika;
Prana Dwija Iswara;
Rahman Rahman;
Vismaia S. Damaianti
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.985 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i2.8347
Keluarga merupakan tempat belajar yang pertama dan utama bagi seorang anak dan memegang peranan yang penting dalam Pendidikan anak. Dengan lingkungan keluarga yang baik dan didukung oleh kegiatan literasi yang baik tentulah akan menghasilkan seorang anak yang literat dan mempunyai kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor dengan baik. Dalam pasa pandemic covid 19 saat ini keluarga terutama peran Ibu sebagai pengelola rumah yang utama menjadi sangat krusial dalam kegiatan pembelajaran dari rumah yang saat ini sedang berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterlibatan Ibu dalam literasi keluarga pada pembelajaran menulis permulaan di masa pandemic covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melibatkan 6 orang Ibu yang berpendidikan tinggi yang memutuskan untuk menjadi full time mother yang mana mereka merupakan lulusan dari beberapa universitas ternama di Indonesia. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, dan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterlibatan Ibu dalam literasi keluarga dapat mendukung keterampilan menulis permulaan anak yang masih duduk di kelas rendah sehingga anak dapat mencapai indikator keterampilan menulis permulaan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi inspirasi pihak terkait mengenai keterlibatan Ibu secara langsung dalam proses pembelajaran anak di rumah.
IMPLEMENTASI MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR 2 DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR
Iis Irma Lisnawati;
Julia Julia;
Prana Dwija Iswara
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (730.603 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i5.9016
Upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar adalah dengan melaksanakan program MBKM (Kampus Mandiri Belajar Merdeka) kampus mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi informasi tentang pelaksanaan program mahasiswa Kampus mengajar 2 untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa sekolah dasar, lebih lanjut penelitian ini juga mencangkup hambatan, strategi dan hasil evaluasi mengenai literasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus dan menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui hambatan, strategi dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh mahasiswa kampus mengajar. Partisipan pada penelitian ini merupakan 20 mahasiswa kampus mengajar 2 yang ditempatkan di sekolah dasar dan tersebar di Provinsi Jawa Barat. Adapun data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peningkatkan kemampuan literasi siswa meningkat cukup baik, hal ini terlihat dari bertumbuhnya minat membaca dikalangan siswa, kemampuan dalam mengolah informasi, menemukan masalah dan kemampuan siswa dalam memberikan solusi dari permasalahan yang muncul. Beragam strategi pembelajaran yang inovatif berhasil diciptakan oleh mahasiswa kampus mengajar 2, dan menjadikannya salah satu faktor yang membuat kemampuan literasi siswa meningkat cukup baik.
PEMBELAJARAN MENULIS RINGKASAN DENGAN METODE AMATI, TIRU, DAN MODIFIKASI BERBANTUAN TEKNIK MIND MAPPING PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Rachmawati;
Prana Dwija Iswara;
Aah Ahmad Syahid
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2860
Keterampilan menulis ringkasan merupakan keterampilan berbahasa yang cukup rumit karena tergolong ke dalam keterampilan menulis reproduktif yaitu membuat tulisan baru dengan ringkas dari tulisan yang ada. Keterampilan menulis ringkasan siswa sekolah dasar tergolong cukup rendah. Berdasarkan riset sebelumnya yang peneliti lakukan terhadap 19 partisipan dari kelas V SDN Kadipaten VII, menunjukkan bahwa siswa masih kurang baik dari segi penggunaan bahasa dalam menulis ringkasan dengan nilai rata-rata sebesar 40. Hasil penelitian Imaniar (2019) memperlihatkan bahwa 80% atau 24 siswa mendapatkan nilai menulis ringkasan di bawah kriteria ketuntasan minimal yang diberlakukan. Penerapan metode ATM berbantuan teknik mind mapping (pemetaan pikiran) menjadi salah satu solusi guna meningkatkan keterampilan menulis ringkasan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peningkatan keterampilan menulis ringkasan siswa melalui penerapan metode ATM berbantuan teknik mind mapping di sekolah dasar. Pre-experimental dengan one group pretest-posttest design dipilih sebagai metode penelitian. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V SD se-Kecamatan Kadipaten dengan sampel penelitian sebanyak 34 siswa di salah satu kelas V SD di Kecamatan Kadipaten. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes keterampilan menulis ringkasan. Data diolah menggunakan pengujian statistik yaitu uji normalitas, uji beda rata-rata, dan uji N-gain. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata nilai pretest ialah 51,46, rata-rata nilai posttest ialah 73,77, dan N-gain sebesar 0,4028. Dengan demikian, metode ATM berbantuan teknik mind mapping dapat meningkatkan keterampilan menulis ringkasan siswa sekolah dasar secara signifikan. Metode ATM berbantuan teknik mind mapping dapat diterapkan dalam mengoptimalkan pembelajaran menulis ringkasan di sekolah dasar.
Development of Meme Learning Media with PMRI to Implement Mathematics Literacy in Students Elementary School
Diki Hasrul Wathani;
Riana Irawati;
Prana Dwija Iswara
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22342/jpm.16.3.15249.339-350
Low mathematical literacy is one of the causes of the lack of interest and motivation in learners. Mathematical literacy and realistic mathematical approaches have relevant characteristics. This research aims to develop memes as learning media with a realistic mathematical approach to develop mathematical literacy in elementary school students. The research consists of several steps, which are: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The methods used are descriptive, evaluative, and experimental with a pre-experimental design. The instruments used were expert validation questionnaires, student response questionnaires, teacher observation sheets, and evaluation assessments. The results obtained from material experts were 79% and 78% from media expert, both in the appropriate category. Assessments of mathematical content obtained the validation results from the material experts and media experts with scores of 79% and 78%; both belong to the decent category. In large-scale trials, the results of the student response questionnaire after learning obtained a score of 73% while the evaluation results obtained a score of 60%. The students' evaluation scores are evenly distributed from the lower limit of 25 to the upper limit of 95. Based on the results, it can be concluded that meme teaching media with a realistic mathematical approach develop students’ mathematical literacy even though it is not a high level.
Persepsi Orang Tua dan Guru dalam Penggunaan Kalimat Persuasif pada Siswa SD
Epita Meisarah;
J Julia;
Prana Dwija Iswara
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/sap.v7i2.13335
The background of this research is the anxiety of parents and teachers regarding the students' motivation and interest in learning which has decreased after the pandemic. This study aims to explore how the use of persuasive sentences can affect students in elementary schools. This study specifically focuses on identifying the views of parents and teachers in using persuasive sentences to increase students' interest in learning and create a conducive learning atmosphere. This study used a case study research design with the data collection using a qualitative approach by conducting interviews. The Data was collected in 2022 from 34 participants who were parents and teachers of elementary school students with 33 participants from the Bogor area and one person from the DKI Jakarta area. The results of data collection and analysis were made into several themes. The results showed that parents and teachers agreed that the use of persuasive sentences could increase interest in learning and change students' learning atmosphere. Good behavior changes are shown by students after parents and teachers use persuasive sentences. The atmosphere and interest in student learning can be changed with a sentence spoken by the teacher or the student's parents.