Articles
Pengaruh Trust in Leadership terhadap Perilaku Inovatif Guru
Masduki Asbari;
Dewiana Novitasari;
Agus Purwanto
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.249 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.1
Studi ini menyelidiki efek trust in leadership (kepercayaan guru terhadap kepala sekolah) di kalangan guru sekolah swasta di Tangerang terhadap perilaku inovatif guru. Sebanyak 102 guru sekolah swasta di Tangerang berpartisipasi dalam penelitian ini. Pendekatan Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh secara simple random sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa trust in leadership memiliki efek positif terhadap perilaku inovatif guru. Relevansi dari studi ini juga dibahas dalam bagian pembahasan hingga kesimpulan
Kepuasan Kerja Guru: Di antara Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional
Masduki Asbari;
Agus Purwanto;
Dewiana Novitasari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (843.373 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.2
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (transformational atautransactional) terhadap kepuasan kerja guru sekolah swasta di Jabodetabek. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kuantitatif dengan pengambilan sampel acak sederhana melalui elektronik ke populasi guru di Jabodetabek. Hasil kuesioner yang dikembalikan dan valid adalah 107 sampel. Pemrosesan data menggunakan metode SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan guru. Sedangkan kepemimpinan transaksional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan guru. Penelitian baru ini mengusulkan sebuah model untuk membangun kepuasan kerja guru sekolah di Jabodetabek melalui peningkatan kemampuan kepemimpinan transformasional kepala sekolah.
Diskursus Relasi Pengaruh Modal Psikologis terhadap Inovasi Guru
Masduki Asbari;
Agus Purwanto;
Dewiana Novitasari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.049 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.3
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh modal psikologis terhadap perilaku inovasi individu pada guru di salah satu sekolah swasta di Tangerang. Data dikumpulkan dari 97 kuesioner yang dikembalikan dari sampel yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan metode SEM dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal psikologis berpengaruh signifikan terhadap perilaku inovasi individu guru. Penelitian baru ini mengusulkan suatu model untuk mengelola perilaku inovasi individu pada guru di sekolah swasta di Tangerang melalui pengembangan modal psikologis. Penelitian ini dapat membuka jalan untuk meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi era education 4.0.
Pengaruh Learning dan Coaching Individu terhadap Kinerja Guru: Sebuah Telaah Singkat
Gusli Chidir;
Masduki Asbari;
Agus Purwanto;
Danish Akbar Firdausy Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (836.167 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.4
Studi ini menyelidiki apakah peningkatan perhatian yang diberikan pada praktik learning dan coaching individu seorang guru akan mempengaruhi kinerjanya. Data dikumpulkan dari 91 guru dari sekolah swasta di Jakarta dengan menggunakan metode kuantitatif dan survei konfirmasi. Analisis statistik menggunakan SEM dengan bantuan SmartPLS 3.0. Studi ini menunjukkan bahwa praktik learning dan coaching individu memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Studi ini juga membantu manajemen SDM guru di sekolah untuk serius menilai rencana investasi pengembangan SDM guru dalam bentuk praktik coaching dan mengarahkan perencanaan strategi SDM guru sekolah mereka.
“Membantu Orang Lain Akan Meringankan Perasaanmu” Menyimak Kajian Filosofis Fahruddin Faiz
Salsa Putri Pratama;
Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.156 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.13
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Youtube M Channel yang berjudul “Membantu Orang Lain Akan Meringankan Perasaanmu”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil dari proses menyimak singkat kajian filosofis ini adalah heroisme itu altruistik. Altruistik bersumber dari kata Alter yang artinya orang lain, berarti perilaku altruistik itu perbuatan yang orientasinya pada kebaikan orang lain. Ringkasnya, makna altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa peduli diri sendiri. Semakin kita berempati pada orang, semakin kita ingin membantunya. Secara biologis, kita cenderung untuk membantu orang lain, dan secara neurologis kita gembira kalau membantu orang lain, sedangkan secara sosial kita perlu timbal-balik saling bantu dengan orang lain, terakhir, secara kognitif perasaan kita menjadi ringan dan juga empati kita akan hidup kalau kita membantu orang lain.
Bahaya Pancasila Menjadi Trisila dan Ekasila: Telaah Singkat Pemikiran Refly Harun
Seindah Imani Daeli;
Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.44
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengingatkan kembali sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta sebagai rumusan dan pedoman berkehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, yang bersumber dari video “Bahaya Pancasila di peras menjadi Trisila dan Ekasila” telaah singkat pemikiran Refly Harun dalam kanal YouTubenya. Dalam studi ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak dalam video “Bahaya Pancasila di peras menjadi Trisila dan Ekasila” yaitu dengan adanya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila jelas telah menghilangkan Ruh ketuhanan di dalam sila utama pada Pancasila yaitu ‘Ketuhanan yang Maha Esa’. Hal tersebut bisa sangat berdampak bahaya bagi kestabilan dasar negara dan politik. Semoga penelitian ini mendorong serta memberi semangat bagi generasi milenial dalam menghormati serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila yang telah dibuat oleh para the faounding father dahulu ketika membentuk dan mendirikan negara ini, dengan menjadikan Pancasila yang terdiri lima Sila menjadi Falsafah staat fondamental norm bagi bangsa ini.
Diskursus Agama dan Pancasila: Meneguhkan Pancasila dalam Kebhinekaan Indonesia
Fitria Eriyanti Putri;
Masduki Asbari;
Fatrilia Rasyi Radita;
Dewiana Novitasari;
Agus Purwanto
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.52
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui relasi antara Agama dan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada laporan studi ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat dari channel Youtube TVNU (Televisi Nahdlatul Ulama) mengenai Agama dan Pancasila yang dipaparkan oleh Gus Muwafiq. Hasil studi ini menyebutkan bahwa hubungan Agama dan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, menegaskan bahwa negara Indonesia bukan negara yang berdasarkan suatu agama tertentu, dan bukan pula negara yang memisahkan agama dan negara. Negara yang berketuhanan Yang Maha Esa menempatkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai jiwa bagi keutuhan Negara Kesatuan Rupublik Indonesia. Pancasila juga bisa disebut sebuah konsep hidup bersama yang mewakili kesadaran seluruh masyarakat Indonesia, kesadaran yang paling tinggi adalah kesadaran teologi, dan kesadaran teologi itu terwakili di dalam Ketuhanan Yang Maha Esa.
Apatisme: Urgensi Norma Agama di Masa Tidak Normal
Resinta karimah;
Masduki Asbari;
Vita Alawiyah
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.153
Tujuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah cara untuk mengetahui ”Apa itu norma dan bagaimana itu bisa terjadi dan bagaimana cara menghadapinya". Disampaikan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh, dari kanal YouTube Damar Panuluh. Dalam penulisan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang melaksanakan metode mendengarkan rekaman, karena sumber penelitian ini diperoleh dengan mendengarkan narasi secara lisan. Penelitian ini menjelaskan bahwa anak muda zaman sekarang sering dituntut oleh orang-orang yang lebih tua untuk urusan norma dan urusan sopan santun, penelitian ini akan menjelaskan sedikit mekanik tentang norma, Apa itu norma dan bagaimana itu bisa terjadi. Membahas sedikit mekanik tentang norma, contohnya seperti pada sebuah kumpulan masyarakat, namanya kumpulan pasti terdiri dari manusia-manusia yang banyak untuk menjadi sebuah perkumpulan yang stabil dan sustainable ada dua syarat yang harus terjadi pertama ada yang sama di antara mereka dan ada yang berbeda di antara mereka, karena jika semuanya berbeda ngapain kumpul, jika semuanya sama ngapain ngobrol, jadi pasti ada yang sama dan ada yang beda.
Sikap Individualisme dalam Konteks Pendidikan Karakter: Perspektif Obed Kresna Widyapratistha
Devita Wahyu Azhari;
Masduki Asbari;
Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.158
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perspektif Obed Kresna Widyapratistha dari channel youtube podcast TEDx Talks yang berjudul “Is This The Start Of An Age Of Individualism For Student?”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan urgensi sifat individualisme yang tumbuh dalam benak siswa karena lingkungan pendidikan dan masyarakat yang memiliki standar capaian sukses melalui hasil yang didapatkan. Ergensi tersebut dapat dikurangi dengan mulai menerapkan tiga nilai seperti refleksi diri, gotong royong, sera pengorbanan tanpa pamrih yang bisa mengubah pola pikir siswa untuk lebih mengenali diri sehingga bisa terbuka dalam interaksi dengan orang lain dalam mencapai hasil terbaik. Dengan begitu, sifat individualisme yang dimiliki perlahan pudar dan tercipta persaingan sehat antarsiswa dalam memiliki capaian yang optimal.
Rekayasa, Takhta dan Malapetaka: Sebuah Pedoman
Kuswantoro;
Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.187
The purpose of this research is to find out Gita Wirjawan's views from Gita Wirjawan's youtube channel entitled "Engineering, Throne, and Doom | Endgame The Shelf #2". In this study, researchers used descriptive qualitative research methods by observing notes based on data obtained through oral narration in a video show. The results of this study explain Gita Wirjawan's perspective on the 5 books he has read including Hacking Darwin by Jamie Metzel, Guns, Germs, and Steel by Jared Diamond, Doom by Niall Ferguson, The Next 100 Years: A Forecast for the 21st Century by George Friedman and Military Politics, Islam and the State in Indonesia: From Turbulent Transition to Democratic Consolidation by Marcus Mietzner.