Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Pembelajaran Co-op Co-op Berbantuan Media Video terhadap Keaktifan Belajar Siswa dalam Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI MAN 3 Pekanbaru Jannah, Weri Wildathul; Yeli, Salmaini; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Co-op Co-op berbantuan media video terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI MAN 3 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada materi yang bersifat historis dan cenderung bersifat hafalan. Metode Co-op Co-op, yang menekankan pada kerja sama antar kelompok dengan tujuan pembelajaran bersama, dikombinasikan dengan media video sebagai alat bantu visual diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain 20 eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan metode Co-op Co-op berbantuan media video, dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan keaktifan belajar antara kedua kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Metode pembelajaran Co-op Co-op berbantuan media video terhadap keaktifan belajar siswa. Siswa yang belajar dengan metode ini menunjukkan peningkatan keaktifan dalam hal berdiskusi, bertanya, menjawab pertanyaan, dan bekerja sama dalam kelompok dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Dapat dilihat dari uji wilcoxon dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil nila Asymp. Sig. (2-tailed) adalah bernilai 0,000, nilai 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Co-op Co-op berbantuan media video efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Kaidah Tafsir Al-Qur’an Mantuq dan Mafhum Rahman, Luthfi Anshori; Yusuf, Kadar M; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28841

Abstract

Penelitian ini mengkaji kaidah tafsir mantuq dan mafhum sebagai instrumen metodologis dalam penafsiran Al-Qur'an. Mantuq merujuk pada makna tersurat yang terkandung dalam Al-Qur'an, sementara mafhum mengacu pada makna tersirat yang diperoleh melalui indikasi kontekstual dan struktural bahasa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis tipologi kedua kaidah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantuq terbagi menjadi mantuq sharih dan ghair sharih, sedangkan mafhum terdiri dari mafhum muwafaqah dan mukhalafah dengan berbagai subkategorinya. Penerapan kedua kaidah ini terbukti efektif dalam penetapan hukum (istinbat ahkam) dari nash-nash Al-Qur'an, khususnya dalam merespons isu-isu kontemporer yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam nash. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metodologi tafsir yang lebih komprehensif dan responsif terhadap dinamika zaman.
Pemikiran Pendidikan Islam Al-Qabisi Sopia, Eta; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29419

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Al-Qabisi, tokoh pendidikan Islam klasik yang berpengaruh dalam perumusan sistem pendidikan pada masanya. Permasalahan yang diangkat adalah kurangnya pemanfaatan pemikiran tokoh klasik dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Fokus kajian mencakup pandangan Al-Qabisi mengenai tujuan pendidikan, peran guru, metode pengajaran, serta integrasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi menekankan pentingnya pendidikan berbasis akhlak, serta perpaduan antara ilmu agama dan rasionalitas. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran guru dan pendidikan karakter sejak usia dini. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemikiran Al-Qabisi masih sangat relevan dan dapat dijadikan referensi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dan berlandaskan nilai-nilai syariat.
LITERASI NUMERASI DALAM PERSPEKTIF AL-KHWARIZMI: INTEGRASI ILMU MATEMATIKA DAN NILAI-NILAI ISLAM Sabrina, Ainah; Alwizar, Alwizar; E. Hulawa, Djeprin
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.3862

Abstract

This article aims to examine numeracy literacy from the perspective of Al-Khwarizmi's thoughts and how the integration between mathematics and Islamic values can be built in the context of contemporary education. This study uses a library research method by reviewing various scientific literature, both in the form of books and journals that are relevant in the last four years. The results of the study show that Al-Khwarizmi's thoughts not only provide a strong foundation for the development of modern mathematics, but also contain Islamic spiritual and ethical values that are relevant in the formation of value-based numeracy literacy. The integration between mathematical logic and Islamic principles can be an alternative holistic educational approach, especially in developing the character and critical thinking skills of students in a balanced manner.
Kaedah Bahasa Dalam Menafsirkan Al-Qur’an Fitri Nurpita; Alwizar, Alwizar; Kadar, Kadar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10073

Abstract

Artikel ini membahas kaidah-kaidah kebahasaan yang menjadi dasar penting dalam menafsirkan Al-Qur’an. Mengingat Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka penguasaan terhadap struktur dan kaidah kebahasaan Arab menjadi keharusan bagi seorang mufassir. Artikel ini menggunakan metode kajian Pustaka, data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk Al-Qur’an, buku, jurnal ilmiah, dan publikasi relevan lainnya. Dalam tulisan ini, dibahas beberapa aspek utama kebahasaan seperti penggunaan isim dhamir (kata ganti), nakirah dan ma’rifah, bentuk pengulangan kata, kaidah soal-jawab, dan jumlah syartiyah (kalimat bersyarat). Setiap kaedah dijelaskan dengan contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dan dilengkapi dengan penjelasan fungsi serta makna kontekstualnya. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap kaedah bahasa sangat membantu dalam mengungkap pesan ilahi secara utuh dan menghindarkan dari penafsiran yang menyimpang. Dengan demikian, kaidah kebahasaan menjadi instrumen penting dalam menjaga kemurnian makna Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.
Metode Tafsir Al Muqarran dan Maudu’i Athiyah, Athiyah; Alwizar, Alwizar; Kadar, Kadar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10140

Abstract

Da$la$m tra$disi keilmu$a$n Isla$m, u$pa$ya$ mema$ha$mi A$l-Qu$r’a$n seca$ra$ menda$la$m meru$pa$ka$n ba$gia$n penting da$ri pengemba$nga$n ilmu$ ta$fsir. Pena$fsira$n A$l-Qu$r’a$n menja$di la$ngka$h kru$sia$l u$ntu$k mena$ngka$p pesa$n-pesa$n ila$hi ya$ng tersembu$nyi di ba$lik su$su$na$n a$ya$t ya$ng inda$h da$n penu$h ma$kna$. Di a$nta$ra$ berba$ga$i metode ta$fsir ya$ng berkemba$ng, metode a$l-Mu$qa$rra$n (kompa$ra$tif) da$n A$l-Ma$u$du$’i (tema$tik) menja$di du$a$ pendeka$ta$n ya$ng menonjol ka$rena$ mena$wa$rka$n kera$ngka$ a$na$lisis ya$ng sistema$tis da$n menyelu$ru$h. Tu$lisa$n ini mengka$ji kedu$a$ metode tersebu$t da$ri a$spek definisi, seja$ra$h kemu$ncu$la$n da$n perkemba$nga$n, prosedu$r pela$ksa$na$a$n, serta$ contoh a$plika$tif da$la$m mena$fsirka$n a$ya$t-a$ya$t A$l-Qu$r’a$n. Metode ta$fsir a$l-Mu$qa$rra$n menyoroti perba$ndinga$n a$nta$r penda$pa$t pa$ra$ mu$fa$sir denga$n mencerma$ti perbeda$a$n pena$fsira$n a$ya$t denga$n a$ya$t, a$ya$t denga$n ha$dits, ma$u$pu$n a$nta$r penda$pa$t u$la$ma$. A$da$pu$n metode A$l-Ma$u$du$’i menitikbera$tka$n pa$da$ pengu$mpu$la$n a$ya$t-a$ya$t ya$ng bertema$ka$n sa$ma$, la$lu$ mena$fsirka$nnya$ seca$ra$ terpa$du$ da$la$m sa$tu$ kesa$tu$a$n ka$jia$n. Ma$sing-ma$sing metode memiliki kelebiha$n da$n keterba$ta$sa$n, na$mu$n kedu$a$nya$ da$pa$t sa$ling melengka$pi da$la$m mengha$dirka$n pema$ha$ma$n ya$ng u$tu$h terha$da$p ka$ndu$nga$n A$l-Qu$r’a$n. Stu$di ini menyimpu$lka$n ba$hwa$ pendeka$ta$n integra$tif a$nta$ra$ du$a$ metode tersebu$t releva$n u$ntu$k menja$wa$b ta$nta$nga$n za$ma$n serta$ memperka$ya$ kha$za$na$h ta$fsir di era$ kontemporer.
Nasakh sebagai Kaedah Penting dalam Ilmu Tafsir: Studi terhadap Dalil dan Hikmah Syariat Thufeil Abyan Ahmad; Kadar M Yusuf; Alwizar, Alwizar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep nasakh sebagai kaidah penting dalam ilmu tafsir dan ushul fiqih. Nasakh merupakan mekanisme penghapusan hukum syar'i yang telah ditetapkan sebelumnya oleh wahyu yang datang kemudian. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nasakh terbagi dalam tiga kategori berdasarkan objek hukum, empat jenis berdasarkan sumber dalil, dan tiga bentuk perubahan hukum. Selain itu, ditemukan tiga kecenderungan pandangan ulama terkait nasakh, yakni kelompok restriktif, moderat, dan ekstensif. Penelitian juga mengidentifikasi metode validasi nasakh melalui pernyataan eksplisit, kronologi wahyu, ijma' sahabat, dan praktik salaf. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nasakh mencerminkan fleksibilitas dan kebijaksanaan syariat dalam merespons perubahan sosial serta menjaga relevansi hukum Islam lintas zaman.
Isi Dan Fungsi Al-Qur'an Ayumi Tampubolon; Alwizar, Alwizar; Kadar, Kadar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10142

Abstract

Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Islam dan seluruh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi dan fungsi Al-Qur'an dalam perspektif studi Islam kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, kajian ini mengeksplorasi lima aspek utama isi Al-Qur'an: akidah, akhlak, ibadah, hukum, dan kisah-kisah teladan. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi lima fungsi pokok Al-Qur'an: sebagai petunjuk hidup, nasehat, obat penyembuh, penyempurna kitab-kitab terdahulu, dan sumber pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber komprehensif untuk pengembangan sistem pendidikan, moral, dan hukum yang relevan dengan tantangan zaman modern. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman holistik terhadap Al-Qur'an dalam membangun peradaban Islam yang progresif dan kontekstual.
Israiliyyat Dalam Tafsir Al-Quran Yumni, Firda Aufa; Alwizar, Alwizar; Yusuf, Kadar M
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6350

Abstract

Israiliyyat in Qur'anic exegesis refers to narratives and information derived from Jewish and Christian traditions that have entered into the interpretation of Qur'anic verses through the reports of early Muslim scholars, including companions and successors (tabi'in). This article critically examines the definition, classification, and position of Israiliyyat within the tradition of tafsir, as well as the methodologies adopted by scholars in dealing with such reports. Israiliyyat is categorized based on the authenticity of its transmission (sound or weak) and its compatibility with Islamic teachings (accepted, rejected, or suspended). While classical exegetes often used Israiliyyat to elaborate on historical accounts in the Qur'an, modern scholars tend to approach them with skepticism or outright rejection to preserve the purity of Islamic doctrine. The use of Israiliyyat presents a double-edged impact: it may enrich historical context but can also mislead the understanding of Islamic teachings if not critically verified. Therefore, caution in employing Israiliyyat is essential in Qur'anic interpretation to protect the integrity of Islamic beliefs and the accurate understanding of divine revelation.
Ilmu Dalam Perspektif Al-Qur’an Ramdhani, Randy Pratama; Yusuf, Kadar M; Alwizar, Alwizar
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6351

Abstract

Makalah ini mengkaji konsep ilmu dalam perspektif Al-Qur’an secara komprehensif dan kritis dengan membandingkannya dengan pandangan filsafat Barat. Dalam Islam, ilmu tidak hanya merupakan hasil rasionalitas manusia, tetapi juga cahaya ilahi yang bersumber dari wahyu. Al-Qur’an memberikan tempat yang sangat tinggi bagi ilmu, baik sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT maupun sebagai jalan untuk membangun peradaban yang beradab. Dalam makalah ini, dijelaskan perbedaan mendasar antara epistemologi Islam dan Barat, terutama dalam hal sumber, tujuan, klasifikasi, dan dimensi nilai dari ilmu. Al-Qur’an mengklasifikasikan ilmu menjadi ilmu laduni (ilmu ilahiah) dan ilmu kasbi (ilmu hasil usaha manusia), serta mengajarkan pentingnya keseimbangan antara akal, wahyu, dan etika dalam proses pencarian ilmu. Dengan pendekatan integratif dan transendental, Islam memandang ilmu sebagai amanah dan ibadah, bukan sekadar instrumen eksplorasi duniawi. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya wacana epistemologi Islam dan menjadi pijakan konseptual bagi pengembangan ilmu yang holistik dan bernilai spiritual.
Co-Authors Abda Abda Adynata Adynata Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Afrizal Nur Afrizal Nur Agustiar agustiar Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Darmawati , Darmawati Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful Djeprin E. Hulawa Ehulawa, Djefrin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hasanah, Nurhidayati HKM, Hakmi Wahyudi Irawan, Toni Irawati Irawati ISQ, Istiqomah Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Kristi, Elizabeth Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda MFZ, M. Fahli Zatrahadi Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Suhada, Aminsyah Sunawir, Nur Wulandari Syafaruddin Syafaruddin Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi