Claim Missing Document
Check
Articles

Tadabbur dan Tafaqquh Sebagai Metode Pembinaan Akhlak di SMA IT Al Fath Siak Sri Indrapura Nuryanti, Nuryanti; Yusuf, Kadar M.; Alwizar, Alwizar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2063

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan metode tadabbur dan tafaqquh sebagai pendekatan dalam pembinaan akhlak di SMA IT Al Fath Siak Sri Indrapura. Tadabbur merujuk pada proses merenungkan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara mendalam, sementara tafaqquh berarti upaya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam. Penelitian ini menemukan bahwa kedua metode tersebut diterapkan melalui kegiatan membaca, merenungkan, mendiskusikan ayat-ayat Al-Qur'an, serta mempelajari fiqh, hadis, dan tafsir. Implementasi metode tadabbur dan tafaqquh terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai akhlak di kalangan peserta didik. Dengan menggabungkan tadabbur dan tafaqquh, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan agama yang mendalam tetapi juga mampu menginternalisasi dan mempraktikkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Kaidah - Kaidah Kebahasaan Dan Aplikasinya Dalam Menafsirkan Al-Qur’an Dani, Rahmat; M. Yusuf, Kadar; Alwizar, Alwizar
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v3i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kaidah-kaidah yang perlu dipahami dalam menafsirkan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kaidah tafsir merupakan alat seorang mufassir dalam memahami makna Al-Qur’an. Kaidah Tafsir juga erat kaitannya dengan kaidah bahasa arab yang menjadi salah satu pondasi dalam menafsirkan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, penguasaan kaidah kebahasaan sangat diperlukan dalam menafsirkan Al-Qur’an agar makna dari ayat Al-Qur’an tidak salah arti. Ada beberapa kaidah-kaidah kebahasaan dalam menafsirkan Al-Qur’an yang perlu diperhatikan dengan baik, diantaranya: Isim Dhamir, Nakirah dan Ma’rifah, Pengulangan Kata, Soal dan Jawab, Jumlah Syartiyah. Kaidah-kaidah kebahasaaan dalam menafsirkan Al-Qur’an yang disebutkan diatas merupakan kaidah secara ringkas yang perlu dikuasai oleh seorang mufassir ketika hendak menafsirkan Al-Qur’an.
Isi dan Fungsi Al-Qur’an Sunawir, Nur Wulandari; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi Isi dan Fungsi kalamullah. Studi ini memakai metode pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kalamullah terdapat isi kandungan yang merupakan pokok penting yang ada di dalam kalamullah yaitu akidah, ibadah, akhlak, hukum, dan kisah. Isi kandungan kalamullah ini membahas secara komperehensif mengenai segala aspek di alam semesta Sedangkan fungsi kalamullah yaitu sebagai, mau’idhah (pengajaran dan peringatan), sebagai syifa’ (obat), sebagai hudan (petunjuk), sebagai rahmah (rahmat) dan sebagai furqan (pembeda). Semua fungsi kalamullah tersebut merupakan bekal bagi umat manusia supaya hidup berkah bahagia dunia dan akhirat.
Pemikiran Pendidikan Zakiah Daradjat (Pendekatan Historis dan Kultural) Astika, Yuni; Alwizar, Alwizar; Ehulawa, Djefrin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemikiran-pemikiran pendidikan Zakiah Daradjat melalui pendekatan historis dan kultural. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dengan pendekatan yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Kepustakaan dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan takni analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pendidikan Islam menurut Zakiah Daradjat berorentasi pada perubahan sikap mental yang diwujudkan dalam amal perbuatan. Dan juga beliau berpendapat bahwa psikologi Islam dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam pendidikan Islam. Kedua hal ini ditujukan untuk menciptakan para peserta didik yang memiliki kesehatan mental yang akan berlandaskan kepada agama, iman, dan takwa. Dengan demikian, hal ini akan memperlancar terwujudnya visi dan misi dari penyelenggraan pendidikan Islam itu sendiri. Di samping itu juga, perlu juga mengawasi akan budaya asing yang membawa pengaruh tidak baik bagi pendidikan moral anak, baik pergaulan maupun aktivitas yang mungkin melenceng dari ajaran Islam.
Konsep Merdeka Belajar Perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara Lestari, Putri; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 terdapat tantangan tersendiri sekaligus menjadi peluang bagi lembaga pendidikan untuk menjadi titik prasyarat untuk bisa lebih maju dan berkembang. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tidak melibatkan satu nama yang di juluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional, yakni Ki Hajar Dewantara. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas mengenai konsep merdeka belajar perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Metode penelitian ini adalah kualitatif studi pustaka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasil penelitian ini terdapat korelasi yang efektif antara program merdeka-belajar dengan konsep pendidikan perspektif Syaikh AlZarnuji dalam kitabnya ta’limul muta’aalim. Konsep merdeka belajar lahir dari prinsip “sistem among” yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Sistem among yang gagas oleh Ki Hadjar Dewantara ini memberikan kemerdekaan lahir dan batin kepada setiap peserta didik.
Konsep Guru dalam Perspektif Ibnu Sina Safiti, Nopira; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23046

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai pembimbing moral, spiritual, dan intelektual dalam membentuk karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep guru menurut Ibnu Sina, seorang filsuf dan cendekiawan Islam terkemuka. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka, dengan metode analisis literatur terkait yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Sina, guru ideal tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga melatih keterampilan praktis, membentuk akhlak, dan menumbuhkan kebebasan berpikir siswa. Guru juga harus memahami karakteristik unik setiap siswa untuk membantu mereka mengembangkan potensi sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga tujuan pendidikan holistik dapat tercapai.
The Comparative Perspectives Of Muhammad Naquib Al-Attas and Ismail Raji Al-Faruqi On The Islamization Of Science Alamanda, Frisca; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23051

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Islamisasi Sains perspektif Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi, dua tokoh besar yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan gagasan kedua tokoh dalam aspek pendekatan, proses islamisasi, konsep pendidikan, serta relevansi dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka dengan menganalisis karya-karya utama dan literatur pendukung dari kedua pemikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pentingnya integrasi sains dengan wahyu dan moralitas berbasis tauhid, sementara al-Faruqi menawarkan langkah-langkah sistematis untuk merekonstruksi ilmu pengetahuan sesuai pandangan dunia Islam. Tulisan ini relevan untuk memahami bagaimana Islamisasi sains dapat menjawab tantangan modernitas dan sekularisme.
Paradigma Syekh Sulaiman Ar-Rasuli Dan Kh. Imam Zarkasyi Terhadap Pembaharuan Pendidikan Di Pesantren Nugroho, Arya Ficky; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23161

Abstract

Artikel ini membahas paradigma pembaharuan pendidikan pesantren yang diusung oleh dua tokoh terkemuka, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dan KH. Imam Zarkasyi. Mengkaji berbagai aspek dari pendekatan kedua tokoh tersebut, termasuk metodologi pengajaran, kurikulum, dan dampak jangka panjang dari reformasi yang mereka lakukan terhadap sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh kedua tokoh ini tidak hanya memperkaya khasanah pendidikan pesantren, tetapi juga memperkuat peran pesantren dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda Muslim di Indonesia. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli melalui pendekatannya, menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dengan pengetahuan umum untuk mencetak santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern. Sementara itu, KH. Imam Zarkasyi pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan modern, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Konsep Integrasi Ilmu Agama Dan Ilmu Umum Perspektif Azyumardi Azra Athiyah, Ummu; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23324

Abstract

Azyumardi Azra, seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia, dikenal dengan kontribusinya dalam mempertemukan ilmu agama dengan ilmu umum. Pemikirannya mengajak umat untuk membuka wawasan baru dalam mengembangkan integrasi ilmu agama dengan ilmu umum, yang dalam pandangannya merupakan bagian dari kemajuan peradaban Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Azyumardi Azra dalam menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum, serta dampaknya terhadap dunia akademik dan praktik keagamaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan menggali berbagai literatur yang relevan mengenai pemikiran Azra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azra telah berhasil memberikan pemikiran yang mendalam mengenai hubungan ilmu agama dengan sains modern, yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Relevansi Konsep Merdeka Belajar Terhadap Paradigma Pendidikan Al-Zarnuji Dan Ki Hajar Dewantara Fadila, Nurul; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23326

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, dengan paradigma pendidikan Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan konseptual antara gagasan Merdeka Belajar dengan nilai-nilai pendidikan yang telah diperkenalkan oleh kedua tokoh tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar, yang menekankan kebebasan, inovasi, dan kenyamanan dalam proses pembelajaran, sejalan dengan paradigma pendidikan Al-Zarnuji, khususnya terkait niat, akhlakul karimah, dan pemenuhan rasa ingin tahu. Selain itu, konsep ini juga relevan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara tentang kebahagiaan lahir batin, pendidikan karakter, dan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Nadiem Makarim sesungguhnya gagasannya telah telah ditemukan pada pemikiran Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara, di mana konsep tersebut dapat memperkaya sistem Pendidikan Nasional melalui integrasi nilai-nilai tradisional dan kemodernan dalam rangka mewujudkan generasi yang kompeten dan berkarakter.
Co-Authors Abda Abda Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful E. Hulawa, Djeprin Ehulawa, Djefrin Ehulawa, Djeprin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hakmi Wahyudi Hasanah, Nurhidayati Hulawa, Djefrin E. Hulawa, Djeprin E Hulawa, Djeprin E. Hulawa, Djeprin Ersen Irawan, Toni Irawati Irawati Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Khairil Anwar Kristi, Elizabeth Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda Marzuki, M. Tahrum Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Sunawir, Nur Wulandari Syafrinal, Syafrinal Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi