Claim Missing Document
Check
Articles

Prinsip Pendidikan Menurut Al-Qur’an Aflah, Fadli Ramadhanul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.369

Abstract

Penelitian ini mengulas konsep pendidikan dalam Al-Qur'an, yang mencakup pengertian tarbiyah, ta'lim, dan tazkiyah sebagai proses pembentukan karakter dan spiritual individu. Al-Qur'an menjadi pedoman pendidikan yang menyeluruh, melibatkan aspek intelektual, moral, serta spiritual. Makalah ini menyoroti prinsip-prinsip utama, yaitu tauhid, pengembangan ilmu, universalitas, keseimbangan, dan kesederhanaan, yang menunjukkan bahwa pendidikan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ketakwaan, dan membentuk akhlak mulia. Konsep ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya mengarah pada pencapaian duniawi, tetapi juga kesejahteraan ukhrawi.
I’jazul Qur’an (Mukjizat Al-Qur’an) Rahmani, Diah Ayu; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.373

Abstract

Kajian ini mengulas tentang I’jazul Qur’an, yang merupakan mukjizat Al-Qur’an yang menegaskan keunggulan dan kebenarannya sebagai wahyu Allah. I’jazul Qur’an menunjukkan bahwa manusia tidak mampu menciptakan sesuatu yang sebanding dengan Al-Qur’an, baik dari segi gaya bahasa, isi, maupun struktur. Kemukjizatan Al-Qur’an mencakup keajaiban dalam sastra, akurasi sejarah, ramalan masa depan, dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini menegaskan peran Al-Qur’an sebagai bukti kerasulan Nabi Muhammad SAW, penguat keimanan, dan pembela kebenaran. Keistimewaan Al-Qur’an dibandingkan kitab suci lainnya mencakup otentisitasnya yang terjaga, cakupannya yang universal, serta ajaran yang sempurna dan relevan sepanjang masa. Dengan I’jazul Qur’an, umat Islam mendapatkan inspirasi untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman etika serta kehidupan.
Kaedah Tafsir: Memahami Amar, Nahi, dan Sighat Taklif dalam Al-Qur’an Putri, Heni Julaika; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami kaidah tafsir terkait perintah (amar), larangan (nahi), dan sighat taklif dalam Al-Qur’an, yang menjadi dasar penting dalam penerapan syariat Islam. Amar adalah seruan untuk melaksanakan suatu tindakan yang diwajibkan atau dianjurkan, sedangkan nahi adalah larangan untuk menghindari hal-hal yang diharamkan atau dimakruhkan. Sighat taklif mencakup bentuk ekspresi dari perintah dan larangan yang mengandung pembebanan hukum bagi mukallaf. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif melalui analisis sumber-sumber tertulis, seperti buku, jurnal, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amar dan nahi dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna perintah atau larangan secara langsung, tetapi juga memiliki berbagai makna kontekstual, seperti doa, bimbingan, atau ancaman, tergantung pada penggunaannya dalam teks. Sighat taklif menjadi kunci untuk memahami pembebanan hukum, baik dalam konteks wajib, sunah, maupun haram. Kaidah-kaidah tafsir yang terkait dengan amar dan nahi, seperti hubungan antara perintah dan larangan, serta implikasi pelanggaran terhadap larangan, juga diuraikan untuk memberikan panduan dalam penafsiran yang tepat. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat pentingnya memahami kaidah-kaidah tersebut untuk memastikan penafsiran dan penerapan syariat Islam sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an.
Kaedah Mutlaq dan Muqayyad Fikri, Muhammad Husnul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.390

Abstract

Penelitian ini mengupas kaidah Mutlaq dan Muqayyad yang menjadi bagian esensial dalam disiplin ilmu ushul fiqih dan tafsir Al-Qur'an. Sebagai sumber utama hukum Islam, Al-Qur'an dan sunnah menyampaikan pesan hukumnya melalui berbagai bentuk bahasa, termasuk penggunaan lafadz mutlaq (yang tidak memiliki ikatan tertentu) dan muqayyad (yang memiliki ikatan atau batasan). Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan definisi, aturan, klasifikasi, dan contoh-contoh penggunaan lafadz mutlaq dan muqayyad, serta mengulas perbedaan pandangan ulama terkait konsep tersebut. Lafadz mutlaq menggambarkan objek dengan makna yang luas tanpa adanya sifat atau batasan tertentu, sedangkan muqayyad mengacu pada objek yang telah dibatasi oleh sifat atau kondisi tertentu. Dalam penerapan hukum, prinsipnya adalah jika mutlaq dan muqayyad merujuk pada kasus dengan sebab dan hukum yang sama, maka mutlaq harus dipahami sesuai dengan muqayyad. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan dalam sebab atau hukumnya, kedua lafadz ini tetap berdiri sendiri tanpa saling memengaruhi. Penelitian ini juga menyoroti perbedaan pendapat antarmazhab, seperti Hanafiyyah yang lebih memilih untuk memisahkan antara mutlaq dan muqayyad, serta jumhur ulama seperti Syafi’iyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah yang menggabungkan makna mutlaq ke dalam muqayyad. Pendekatan yang berbeda ini memperkaya diskusi tentang metode pengambilan hukum dan interpretasi teks-teks Al-Qur'an.
Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Al-Qur'an Hasanah, Nurhidayati; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.410

Abstract

Belajar dan mengajar adalah komponen penting dalam kehidupan manusia karena membantu meningkatkan keterampilan dan karakter seseorang. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-‘Alaq (96:1–5), Al-Qur'an menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, tata krama, dan moralitas adalah komponen penting dari proses pendidikan. Selain itu, Al-Qur'an menganggap pendidikan sebagai kewajiban individu. Mengajar dianggap sebagai tugas besar yang melibatkan penyebaran pengetahuan dan pembentukan nilai-nilai moral. Dalam Al-Qur'an, prinsip-prinsip pendidikan termasuk nilai-nilai tauhid, motivasi, pengulangan pelajaran, perhatian terhadap siswa, penggunaan teknik demonstrasi, dan keterlibatan aktif, baik fisik maupun spiritual. Al-Qur'an juga menekankan betapa pentingnya peran guru sebagai pembimbing, yang harus mengajarkan siswa nilai-nilai iman dan moral yang diwariskan para nabi. Al-Qur'an juga menekankan betapa pentingnya interaksi yang ramah dan penuh kasih sayang antara guru dan siswa mereka. Pendidikan Islam menawarkan panduan komprehensif untuk membangun individu yang memiliki kesadaran intelektual, spiritual, dan moral dengan menjadikan Al-Qur'an dan alam sebagai sumber pembelajaran. Pandangan keseluruhan ini menggarisbawahi bahwa pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an sangat penting untuk mencetak orang yang berakar kuat.
Isi dan Fungsi Al-Qur'an Novelia, Via; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.411

Abstract

Penelitian ini mengkaji isi dan peran Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, dan pandangan para ulama. Pembahasan utama mencakup isi pokok Al-Qur'an, seperti akidah, ibadah, akhlak, hukum, dan kisah-kisah yang berisi hikmah. Selain itu, fungsi Al-Qur'an dijelaskan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia, penyempurna kitab suci sebelumnya, dan sumber ajaran Islam yang utama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai panduan keimanan, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan manusia hingga akhir masa.
Co-Authors Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful E. Hulawa, Djeprin Ehulawa, Djefrin Ehulawa, Djeprin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hakmi Wahyudi Hasanah, Nurhidayati Hulawa, Djefrin E. Hulawa, Djeprin E Hulawa, Djeprin E. Hulawa, Djeprin Ersen Irawan, Toni Irawati Irawati Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Khairil Anwar Kristi, Elizabeth Linda Wati Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda Marzuki, M. Tahrum Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Sunawir, Nur Wulandari Syafrinal, Syafrinal Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi