Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK PENAMBAHAN KARBON ABU ARANG KAYU KE DALAM BITUMEN DAN CAMPURAN ASPAL BETON POROUS Akifah, Farah; Jaya, Zairipan; Supardin, Supardin
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 01 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan biopolimer dalam wujud karbon halus dari limbah abu arang kayu hasil dari proses pembakaran batu bata sebagai filler pada campuran aspal beton porous diharapkan dapat meningkatkan kinerja stukrural dan kinerja fungsional serta dapat mengurangi limbah kayu hasil pembakaran batu bata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari bahan biopolimer alternatif lainnya untuk meningkatkan nilai fungsi kekuatan dari aspal beton porous secara stuktural yaitu stabilitas, flow dan MQ maupun fungsional yaitu VIM, permeabilitas dan kecepatan aliran. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penilitian eksperimental dengan metode pengambilan data yang dilakukan secara langsung di laboratorium Jalan Raya Politeknik Negeri Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dan material agregat diperoleh dari PT. Abad Jaya Group. Untuk  kadar abu arang kayu  pada campuran aspal beton porous yaitu  0%, 2%, 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4% dari berat campuran. Hasil mampu meningkatkan kinerja strukturalnya hingga mencapai nilai optimum pada penggunaan persentase kadar 2,5% dengan nilai stabilitas dari 637 kg sampai 1106 kg, peningkatan nilai flow dari 2,6 mm sampai 3,6 mm dan peningkatan nilai MQ dari 273,80 kg/mm sampai 310,74. kg/mm. Pada kinerja fungsionalnya dengan penambahan abu arang kayu ke dalam campuran aspal beton porous berbanding terbalik dengan kinerja strukturalnya, yaitu mengalami penurunan pada nilai VIM dari 22,4% sampai 20,34%, waktu pengaliran air menurun dari 0,244 cm/det sampai 0,228 cm/dt dan kecepatan aliran mengalami peningkatan dari 8,06 detik sampai 9,43 detik akibat bertambahnya kadar abu arang kayu sehingga tertutupnya rongga pada campuran. Hasil pengujian pada penelitian ini didapat hasil kinerja fungsi struktural dan kinerja fungsi fungsional memenuhi spesifikasi Australian Asphalt pavement Association (AAPA) tahun 2004..  Kata Kunci: Aspal beton porous, Abu arang kayu, Marshall Test, Pemeabilitas 
ANALISIS PENURUNAN TANAH LEMPUNG BERDASARKAN UJI KONSOLIDASI Munira, Eka; Supardin, Supardin; Riyadhsyah, Teuku
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 8, No 02 (2025): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanah lempung memiliki sifat fisis dan mekanis yang unik, seperti permeabilitas rendah, kohesi tinggi, serta kemampuan kembang-susut yang signifikan. Sifat ini dapat mempengaruhi daya dukung tanah dan kestabilan konstruksi di atasnya, sehingga diperlukan analisis konsolidasi untuk memprediksi penurunan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisis dan parameter konsolidasi tanah lempung dari tiga lokasi berbeda: Nga Matang Ubi (Aceh Utara), Jalan Elak (Kota Lhokseumawe), dan Quarry Cot Kaye Adang (Kota Lhokseumawe). Metode yang digunakan meliputi pengujian sifat fisis (kadar air, berat volume, berat jenis, batas Atterberg, analisis saringan, dan hidrometer) serta sifat mekanis melalui uji konsolidasi satu dimensi di Laboratorium Mekanika Tanah, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Sampel yang diuji terdiri dari sampel terganggu (Disturbed Sample/DS) dan tidak terganggu (Undisturbed Sample/UDS). Parameter konsolidasi yang dianalisis meliputi angka pori awal (e₀), indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), dan penurunan konsolidasi (Sc). Hasil pengujian menunjukkan kadar air tertinggi terdapat pada sampel Jalan Elak (31,38%), sedangkan terendah pada Quarry Cot Kayee Adang (21,26%). Berat volume berkisar antara 1,61–1,84 gr/cm³. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, seluruh sampel termasuk kelompok A-7-6, sedangkan menurut USCS, tanah dikategorikan sebagai ML, MH, dan CL. Nilai Cc sampel UDS rata-rata 0.069677, dan Cv berada pada rentang 0,0000066–0,0000077 cm²/detik. Penurunan konsolidasi (Sc) sampel UDS tercatat antara 0,0565–0,1090 cm, sedangkan pada sampel DS sedikit lebih rendah.Temuan ini menunjukkan bahwa ketiga lokasi memiliki karakteristik lempung berplastisitas tinggi dengan potensi penurunan lambat namun berkelanjutan. Parameter tanah yang terjadi tidak memperlihatkan persamaan penurunan dikarenakan partikel-partikel yang terdapat disetiap lokasi berbeda.Kata kunci: Tanah Lempung, Uji Konsolidasi, Penurunan Tanah, Sifat Fisis, Sifat Mekanis.
SINERGI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERADABAN LINGKUNGAN DAN PENDIDIKAN BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI PERUMAHAN SITRA SAMATA PERMAI GOWA Supardin; Mildawati, Titi
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 27 No 02 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v27i02.62097

Abstract

This study aims to identify the causes of environmental and educational problems based on religious moderation, as well as to reactivate the role of the government and society in building effective collaboration for a sustainable civilization. The issues studied in this research are environmental conditions, education based on religious moderation, and forms of synergy between the government and society in creating an educational environment based on religious moderation. This qualitative study uses observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. The results show that the physical environmental conditions of the Sitra Samata Permai Housing Complex do not meet quality standards based on Kevin Lynch's indicators, such as poorly functioning drainage, damaged road infrastructure, poorly maintained buildings, and a lack of public facilities. Education based on religious moderation is not yet well structured, but moderate values are still applied, supported by the Khadijah Taklim Council. However, the synergy between the government and the community is still weak, as neither has fully carried out its respective roles, thereby hindering effective collaboration in environmental and educational development. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab masalah lingkungan dan pendidikan berdasarkan moderasi agama, serta untuk mengaktifkan kembali peran pemerintah dan masyarakat dalam membangun kolaborasi yang efektif untuk peradaban yang berkelanjutan. Permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini kondisi lingkungan, pendidikan berbasis moderasi beragama dan bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan berbasis moderasi beragama. Penelitian kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan fisik Perumahan Sitra Samata Permai tidak memenuhi standar kualitas berdasarkan indikator Kevin Lynch seperti drenase yang tidak berfungsi dengan baik, infrastruktur jalan yang rusak, kondisi bangunan tidak terawat dan tidak terdapat fasilitas umum. Pendidikan yang didasarkan pada moderasi agama belum terstruktur dengan baik, namun nilai-nilai moderat tetap diterapkan, didukung oleh Majelis Taklim Khadijah. Namun, sinergi antara pemerintah dan masyarakat masih lemah, karena keduanya belum sepenuhnya melaksanakan peran masing-masing, sehingga menghambat kolaborasi yang efektif dalam pengembangan lingkungan dan pendidikan.
HIBAH SEBAGAI ALTERNATIF PEMBAGIAN HARTA PADA MASYARAKAT SUKU PATTAE (TELAAH ATAS HUKUM ISLAM) Aminuddin, Aminuddin; Jafar, Usman; Supardin, Supardin
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6553

Abstract

Artikel ini membahas tentang “Hibah sebagai Alternatif Pembagian Harta pada Masyarakat Suku Pattae (Telaah atas Hukum Islam).” Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Yaitu suatu jenis penelitian yang dimaksudkan untuk mengelola data yang terkumpul melalui wawancara terstruktur. Pendekatan analisis yang digunakan adalah descriptif analisis (analisis deskriptif). Sementara pendekatan penelitiannya adalah teologis normatif, yaitu suatu pendekatan yang mencoba memaparkan pemahaman dari sudut pandang hukum Islam untuk menjelaskan persoalan hibah orang tua sebagai alternatif pembagian harta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hibah yang berlaku pada masyarakat suku Pattae dilakukan dengan cara berimbang, yaitu membagi rata tanah milik orang tua kepada seluruh anak yang ada melalui musyawara antara orang tua dan anak, baik ia anak laki-laki maupun anak perempuan. Namun perlu dicatat, bahwa harta milik orang tua yang telah diberikan kepada anak sewaktu-waktu bisa ditarik kembali oleh orang tua apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Implikasi Penelitian; Keseimbangan antara hak dan kewajiban akan selalu hadir dari setiap keputusan yang bijaksana dan arif, tidak terkecuali dalam masalah pembagian harta. Al-Qur’an sebelum diturunkan di tanah Arab hak seorang perempuan dalam mendapatkan harta tidak dimungkinkan karena posisi dan derajat yang bangsa Arab anggap tidak ada nilainya. Namun setelah ke-Islam telah datang, maka hak seorang perempuan mulai tumbuh selayaknya hak seorang laki-laki pada umumnya. Islam tidak melihat hak seseorang dari sisi subjeknya tetapi melihat dari sisi kebutuhan dan tanggungjawabnya, maka setiap hak seorang laki-laki atau perempuan dalam mendapatkan harta haruslah berbanding lurus dengan kebutuhan dan tanggungjawab yang ia emban demi suatu keseimbangan dalam kehidupan yang lebih tentram.
PROSES PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TAMALANREA DAN KECAMATAN BIRINGKANAYA Wahab, Zulkifli; Supardin, Supardin; Patimah, Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7122

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pelaksanana Suscatin di KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (field research) kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada pada dua (2) wilayah kecamatan di Kota Makassar yakni KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan teologis (syar'i), pendekatan yuridis formal, dan pendekatan sosiologis. Sumber data yakni Kepala Kantor Urusan Agama dan beberapa Pejabat dan Penyuluh Kantor Urusan Agama di Kecamatan Biringkanya dan Kecamatan Tamalanrea serta beberapa resopnden lainnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokuementasi dengan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan kursus calon pengantin pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya Kota Makassar masih jauh dari target waktu yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran, semetara realisasinya hanya berkisar  kurang lebih 2 jam, sehingga berpengaruh terhadap target materi yang ingin disampaikan. Dengan demikian proses pelaksanaan suscatin pada Kantor Urusan Agama di Kecamatan Tamaranrea dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar terkesan hanya menjalankan peraturan tetapi mengabaikan apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari pelaksanaan suscatin tersebut. Suscatin atau bimbingan yang diberikan kepada calon pengantin merupakan dasar dari tujuan membangun keluarga yang harmonis.
The Level Living of Wife's Iddah According to The Judge's Ijtihad Makassar Religious Court Class 1A P, Umar; HT, Abd. Qadir Gassing; Supardin, Supardin
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v11i2.31983

Abstract

The aims of this study are: 1) to find out the legal basis for ijtihad judges at the Makassar Religious Court Class 1A in determining the level of post-divorce wife iddah. (2) to find out the difference between the level of iddah of a career wife and a non-career wife. 3) to find out the judge's efforts in ensuring the implementation of a decision. This type of research is classified as field research (Descriptive Qualitative Field Research) and uses a formal juridical approach, sociological empirical and sharia approach. The data source of this research is Makassar Religious Court Judge Class 1A. Furthermore, the data collection methods used were literature review, observation, and interviews. Then there are three stages of data management and analysis, namely, data collection, data processing and drawing conclusions from the research results. The results of this study indicate that 1) In the study of determining the amount of iddah of the wife to be given to the wife, the panel of judges used the Qur'an and hadith, as well as SEMA No. 7 of 2012 which was later refined by SEMA No. 3 of 2018 as the legal basis for the criteria for determining the amount of the wife's iddah. 2) As for the problem of a wife who has a career or has a job status, it is very necessary to be made a judge as one of the factors in determining the amount of the iddah living value. 3) And the efforts made by the judge to ensure the implementation of a decision, namely the postponement of the pronouncement of the divorce pledge and the detention of the husband's divorce certificate in the case of a contested divorce. The implications of this research are 1) For judges, presumably they can make the status of the wife as one of the factors to determine a decision and maximize the efforts made so that the decision can be carried out by the husband, especially in cases of divorce and litigation and the imposition of iddah maintenance on the husband for the result of a divorce. 2) For the community, one of the consequences of a divorce is that the husband is obliged to provide iddah to his wife as stated in article 149 of the Presidential Instruction on the Compilation of Islamic Law. 3) For further researchers, if you are interested in conducting similar research, it would be better to use a different research method, as well as conduct research related to other factors that are considered capable of providing other views in terms of determining the level of iddah living.
Qathi and Zhanni's Approaches to Understanding the Quran and Hadith: An Islamic Legal Perspective Wahid, Sahid; Samin, Sabri; Supardin, Supardin
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jucep.v5i3.683

Abstract

This research explores the qathi and zhanni approaches in understanding the texts of the Qur’an and Hadith as the primary sources of Islamic law. Qathi refers to texts with definitive authenticity and meaning, while zhanni pertains to texts that are speculative or open to interpretation. The distinction between the two has significant implications in legal reasoning, particularly in determining whether a text is subject to ijtihad (independent reasoning). This study analyzes both classical and contemporary scholarly perspectives on textual authority and emphasizes the importance of reason (ijtihad) in contextualizing Islamic teachings. The findings indicate that ijtihad is essential for interpreting zhanni texts, especially in addressing evolving social issues. Therefore, a comprehensive understanding that integrates both textual analysis and contextual awareness is crucial for formulating adaptive and relevant Islamic legal thought.
From Formal Rights to Substantive Justice: Rethinking Legal Protection for Divorced Women in Indonesia Patawari, A. Muh Yusri; Jafar, Usman; Supardin; Asni; Andi Kitta, Andi Abdul Kadir
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 8 ISSUE 1, APRIL 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mazahibuna.vi.66393

Abstract

This study examines the effectiveness of legal protection for women victims of domestic violence after divorce and formulates strategies to strengthen substantive justice. Using an empirical juridical approach, the research employed statutory, case, and conceptual analyses. Primary data were collected through interviews with religious court judges, court clerks, advocates, and victims of domestic violence, supported by courtroom observations, while secondary data were derived from legislation, court decisions, Badilag documents, and relevant literature. The findings reveal that legal protection remains ineffective due to weak implementation structures, limited victim-centered perspectives among legal officials, and persistent legal cultures that treat domestic violence as a private matter. The study further finds that religious courts have not fully integrated gender-sensitive and recovery-oriented approaches into post-divorce dispute resolution. To address these challenges, the research proposes strengthening victim-oriented regulations, improving judicial capacity through gender justice training, expanding access to legal aid services, and promoting women’s socio-economic empowerment after divorce. The study concludes that substantive justice for women victims of domestic violence requires an integrative legal framework that combines responsive legal norms, effective judicial practices, and broader social transformation to ensure comprehensive protection, recovery, and access to justice.
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Majene dalam Penetapan Dispensasi Kawin Perspektif Maslahah (Studi Kasus Tahun 2022-2024) Nurjannah; Abd. Rauf Muhammad Amin; Andi Muhammad Akmal; Lomba Sultan; Supardin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.386

Abstract

Pertimbangan hakim Pengadilan Agama Majene dalam penetapan dispensasi kawin pada tahun 2022-2024 menjadi latar belakang penelitian ini. Beberapa submasalah dalam pokok masalah tersebut , yaitu: 1) Bagaimana realitas penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene pada tahun 2022-2024, 2) Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene, dan 3) Bagaimana analisis pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene perspektif mas}lah}ah. Jenis penelitian ini tergolong field research kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: teologis-normatif (syar’i), yuridis-normatif, dan yuridis Empiris (sosio­logis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene pada tahun 2022-2024 adalah berjumlah 64 penetapan dispensasi kawin dengan rincian 54 perkara dikabulkan, 2 ditolak, 2 digugurkan, dan 5 dicabut . Kemudian dasar pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene adalah 1) Pertimbangan dalam hukum: al-Qur’an, Hadis, Kaidah Fikih, Putusan Hakim, dan Undang-Undang. 2) Pertimbangan hakim di luar hukum. Kemudian analisis pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene perspektif mas}lah}ah adalah Hakim dalam penetapan mengabulkan dispensasi kawin mempertimbangkan kepentingan anak terhadap perkawinan dan faktor-faktor resiko perkawinan di bawah umur, hal ini sesuai dengan kaidah fikih menolak mafsadat lebih utama daripada mendatangkan maslahat. Implikasi dari penelitian ini : 1) Diharapkan pemerintah Kab. Majene melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pencatatan perkawinan, pencegahan perkawinan di bawah umur dan pencegahan pergaulan bebas. 2) Diharapkan keluarga melakukan  pengawasan cermat, menanamkan nilai moral dan memberikan pendidikan agama. 3) Diharapkan kepada pemerintah memberikan sanksi administrasi bagi pelaku perzinahan.  
Fiqh Tasamuh pada Masyarakat Multikultural Berbasis Maqasid Syar'ah di Kabupaten Jayapura Provinsi Papua (Studi Analisis Peran MUI) Rahmatulla; Muammar Bakri; Andi Muhammad Akmal; Darussalam Syamsuddin; Supardin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.391

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan fiqh tasāmuh berbasis maqāṣid syarī‘ah dalam masyarakat multikultural di Kabupaten Jayapura, dengan menyoroti peran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis eksistensi dan peran MUI dalam membina umat Muslim, menerapkan prinsip fiqh tasāmuh, serta menghadapi tantangan dalam membangun toleransi tanpa melanggar prinsip maqāṣid syarī‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif (field research) dengan pendekatan teologis-normatif dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi MUI Kabupaten Jayapura dalam masyarakat multikultural berperan strategis sebagai lembaga yang memfasilitasi pembinaan umat Muslim dalam penerapan fiqh tasāmuh di tengah masyarakat multikultural. Program-program seperti pelantikan pengurus tingkat distrik, dialog lintas agama, dan kolaborasi dalam edukasi ekonomi syariah menjadi langkah nyata dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama yang tetap sejalan dengan prinsip maqāṣid syari‘ah. Namun, MUI menghadapi tantangan internal seperti keterbatasan jumlah ulama, serta perbedaan pandangan di antara pengurus MUI terkait batasan toleransi. Tantangan eksternal meliputi pluralitas agama dan budaya yang kompleks serta perbedaan interpretasi ajaran Islam di masyarakat. 
Co-Authors A Muh Muharram M A. Rahmani Samsul A. Uswatun Hasanah Aswar Abd. Qadir Gassing Abdul Rauf Muhammad Amin Abubakar, Achmad Akifah, Farah Alwi, Mujahid Aminuddin Aminuddin Amirullah -, Amirullah Andi Kitta, Andi Abdul Kadir Andi Muhammad Akmal Andi Muhammad Akmal Andi Nurjayanti Andi Syahru Ramadhan Asni ASNI Asri, Munzil Aty, Nur Sani Cahyadi Sainuddin Dalle, Jumarni Darmein, Darmein Eka Syahriani Eka Syahriani Faisal Abdullah Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fitrah Nisardi Gassing, Abdul Qadir Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hamid, Helson Hamsir Hamsir Hamsir Hamzah Harun Al-Rasyid Hamzah Hasan Hasbi Haslinda Sabdah Hasnawati Latief Hasnidar Hasri Ani Sahrir Hasta Sukidi Haziri, Achmad Abrar Herdianto Herdianto Hindun Umiyati HM, Muhajir HT, Abd. Qadir Gassing Idsam, Suci Anugrah Idwar, Idwar Ilmiah Imam Makmun Intan Cahyani, Intan Istiqamah Izzah, Ibnu Jaya, Zairipan jiba, Widyawati Widya Juhan, Nawawi Juliana Kartika Kartika Khaerani, Nurul Kurniati Kurniati Kurniati Liharja Liharja Lomba Sultan Mardiyanto, Arief Marilang Mildawati, Titi Mita Ayu Lestari Muammar Bakri Muh. Jamal Jamil Muhammad Anis, Muhammad Muhammad Anwar Muhammad Basri Dalle Muhammad Nasrul Hanasir Munira, Eka Mursyid Fikri Musafir, Ihsan Musyfika Ilyas Nurfadhila Yunus Nurfaika Ishak Nurfatimah Nurfatimah Nurfatimah Nurjannah Nurlinda Sari Abdul Rauf Nurul Alfiah Rahmi Nurul Muthahharah P, Umar Paputungan, Amaliah Miranti Patawari, A. Muh Yusri Patimah Patimah Prayoga, Doni Qadir Gassing Rahim, Wahida Rahma Amir Rahma Amir Rahman, Muh. Akbar Rahmatulla Rahmawati, Rahmawati Ridha, Rahmatur Riyadhsyah, Teuku Ruhana, Ruhana Rusdi Tahir S, Samsidar Sabri Samin Sartika , Suriana Dwi Shesa, Laras Siddik, Jafar Siti Nurul Fatimah Sri Ujiana Putri Suhaebatul Khaerah Suhartati Suhartati SULASTRI Syafruddin, A.Ummu Fauziyyah Syahputra, Rudi Syaifuddin Syaifuddin Syam, Arif Syamsu Rizal Syamsuddin, Darussalam Syarwan, Syarwan Syatar, Abdul Tarmizi Tarmizi Teguh Dermawan Usman Jafar Virgiawa, Rheyza Wahab, Zulkifli Wahid, Sahid Wilda, Nurul Yunus, Yuhanis Zaidathul, Fania Putri