p-Index From 2021 - 2026
9.755
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi An-Nida' Jurnal Adabiyah Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Religio : Jurnal Studi Agama-agama Jurnal Pilar At-Taqaddum Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Raheema Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Jurnal Biotek Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam KARST : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya Journal of Islam and Science Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis MDJ (Makassar Dental Journal) Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Jurnal khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Pappasang Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Journal of Indonesian Islamic Studies ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Anoa: Journal of Animal Husbandry Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi Al-Mu'tabar PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Madani: Multidisciplinary Scientific Journal AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Jurnal Pendidikan Kreatif Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu JAWAMIUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah International Journal of Islamic Studies Millatuna: Jurnal Studi Islam Horizon: Indonesian Journal of Multidisciplinary Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Madania: Jurnal Kajian Keislaman Al Urwatul Wutsqa NIHAYAH Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan El Nubuwwah Jurnal Studi Hadis
Claim Missing Document
Check
Articles

Fitrah Manusia(Peserta Didik) dalam Perspektif Hadis Pahero, Usman; Ahmad, Arifuddin; Palengkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kredibilitas suatu hadis harus tetap disandarkan kepada standarisasi Rasulullah saw. Maka kualitas suatu hadis dapat diketahui dengan cara meneliti atau menyebutkan sanad dan matan hadis sebab keakuratan sanad suatu hadis harus bersambung seluruh perawi dalam sanad tersebut bersifat adil dan dhabith, dalam sanad tersebut terhindar dari Syudzuz (kejanggalan) dan illat (cacat). Fitrah adalah potensi-potensi untuk menjadi baik dan buruk. Dan potensi untuk menjadi muslim atau kafir. Secara sederhana  firah dapat dimaknai potensi untuk beragama dan tidak beragama. Keabsahan dan kejelasan matan maupun sanad dimaksud agar setiap pesan yang menjadi tema dari inti suatu hadis tersebut dapat diaplikasikan sesuai dengan harapan yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Hambal adalah merupakan hadis yang shahih, karena telah memenuhi syarat-syarat keshahihan suatu hadis. Oleh sebab itu, kedalam ilmu seorang perawi merupakan gambaran yang sangat dominan dalam menentukan hukum apakah layak untuk dijadikan sebagai dalil atau rujukan. Pendidikan merupakan media untuk mempertahankan fitrah khalqiyyah dan sarana untuk mengasah potensi fitrah munazzalah agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, menjadi manusia beriman dan bertaqwa. Kedudukan orangtua dalam kelurga, sekolah, dan masyarakat  memiliki peran dan tanggung jawab  masing-masing terhadap perkembangan peserta didik sesuai dengan fitrahnya.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW Nurdin, Nurdin; Ahmad, Arifuddin; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang   konsep pendidikan hadis anak usia dini. Anak perlu diajarkan pendidikan yang berlandaskan pada agama. Agama akan menjadi pedoman dan petunjuk mengenai suatu hal yang dilaksanakan di dalam menciptakan sikap dan perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam serta membimbing anak agar terciptanya akhlak yang mulia. Anak merupakan harapan orang tua di masa depan dan menjadi generasi bangsa. Oleh sebab itu, orang tua seharusnya menanamkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual karena sangat penting ditanamkan sejak dini, agar anak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki moral yang tinggi. Salah satu cara agar terciptanya penanaman nilai agama dan moral sejak dini adalah dengan memberikan pembelajaran berupa hadis yang diberikan kepada anak usia dini melalui suatu metode pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Hadis, Anak Usia Dini, Metode
Al-Żahabi's Thought in Hadith (Study of Talkhīṣ Mustadrak al-Ḥākim Book) Umar, Siddiq Aminullah; Arifuddin Ahmad; Erwin Hafid
NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 10 No. 1 (2024): NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/nukhbah.v10i1.1307

Abstract

This research explores the thoughts of al-Żahabi in the field of hadith, specifically within his book Talkhīṣ al-Mustadrak. The objective is to understand al-Żahabi's perspectives on hadith in this particular work. This literature review employs a combined approach of hadith and historical sciences. The data analysis methods include descriptive and comparative analysis. The findings reveal that al-Żahabi provided accurate scholarly commentary on the hadiths in Al-Mustadrak. For instance, he criticized a hadith authenticated by al-Hakim from the companion Sa’d bin Abi Waqqāṣ in al-Mustadrak due to its weak chain originating from Ṭalḥah bin Zaid al-Qurasyi, deemed weak by many hadith scholars. Despite this, there are instances of errors in al-Zahabi's assessments, such as in the evaluation of a hadith in the al-Mustadrak" on commercial transactions, authenticated by al-Hakim according to Bukhāri and Muslim's criteria, while al-Żahabi judged it according to Muslim's conditions. Further examination revealed discrepancies in the chain narrated by al-Ḥākim and a different chain in Saḥīḥ Muslim. Al-Żahabi refrained from commenting on most hadiths in al-Mustadrak, only referencing al-Ḥākim's authentication without necessarily approving it. His silence on certain hadiths is due to uncertainty about their status or prior assessment of the narrators. Therefore, scholars examining al-Mustadrak are advised to refer to al-Żahabi's comments in Talkhīṣ al-Mustadrak. Penelitian ini membahas tentang pemikiran al-Żahabi di bidang hadis. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pemikiran al-Żahabi di bidang hadis dalam kitabnya Talkhīṣ al-Mustadrak. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan ilmu hadis dan historis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan kompratif. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Żahabi telah memberikan komentar ilmiah yang tepat terhadap hadis-hadis di dalam kitab al-Mustadrak. Seperti saat ia mendaifkan hadis yang disahihkan oleh al-Ḥākim dari sahabat Sa’d bin Abi Waqqāṣ dalam kitab al-Mustadrak karena semua jalur sanadnya berpangkal pada Ṭalḥah bin Zaid al-Qurasyi yang dinilai daif oleh banyak ulama hadis. Walaupun terdapat pula beberapa kekeliruan dari al-Żahabi dalam penilaiannya. Seperti pada hadis dalam kitab al-Mustadrak pada bab al-Buyu’ yang disahihkan oleh al-Ḥākim berdasarkan kriteria al-Bukhāri dan Muslim, sedangkan al-Żahabi menilainya sesuai dengan syarat Muslim. Namun, setelah diteliti jalur hadis yang diriwayatkan oleh al-Ḥākim berasal dari Muḥammad bin Ṡaur, bukan merupakan rawi Muslim. Adapun jalur hadis hadis di dalam Ṣaḥīḥ Muslim berasal dari Ibnu wahb. Sebagian besar hadis kitab al-Mustadrak tidak dikomentari oleh al-Żahabi. Ia hanya mengutip pentashihan al-Ḥākim terhadap hadis. Diamnya al-Żahabi terhadap pentashihan al-Ḥākim tidak menunjukkan persetujuannya terhadap penilaian tersebut. Ia tidak mengomentari sebagian hadis karena ia belum mengetahui secara pasti status hadis tersebut, dan pada sebagian hadis, ia tidak memberikan komentar karena ia telah menilai rawi hadis tersebut sebelumnya. Sehingga ia tidak lagi mengulangi penilaiannya. Berdasarkan hasil di atas maka para pengkaji hadis yang ingin meneliti kitab al-Mustadrak, untuk mengacu terlebih dahulu pada komentar-komentar al-Żahabi dalam Talkhīṣ al-Mustadrak.
Peran Pemuda dalam Peradaban Islam: Analisis Tematik Hadis tentang Syāb dan Syabāb Idris, Muhammad; Zulfahmi Alwi; Arifuddin Ahmad
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang istilah yang digunakan dalam  hadis terkait dengan pemuda. Masalah pemuda memang menarik untuk dikaji karena mereka memiliki peran penting dalam membangun masyarakat, negara, dan peradaban. Peran pemuda sangat diharapkan untuk generasi sekarang dan generasi mendatang, tidak ada yang mengingkari hal ini karena sudah jelas. Tulisan ini tidak membahas masalah pemuda secara umum, tetapi hanya terfokus pada kata yang terkait dengannya. Dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dua kata yang digunakan, yaitu  syāb dan syabāb. Konteks penggunaan kedua kata ini berbeda-beda, termasuk juga dalam kajian alam akhirat, seperti pemuda yang akan dinaungi pada hari akhirat kelak. Begitupula dengan hadits anjuran menikah nikah memang bukan terkait halal-haram tetapi karena hadis itu berasal dari Nabi maka perlu diteliti. Kritik sanad dan matan hadis memang hal yang urgen dalam kajian hadis, baik dari masa lalu ataupun masa sekarang
PANDANGAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG PLURALISME DALAM ISLAM: KAJIAN HADIS TEMATIK DI ERA KONTEMPORER Ajir, Muhajirin; Zulfahmi Alwi; Arifuddin Ahmad
Istiqra: jurnal hasil penelitian Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ist.v13i1.3474

Abstract

This study examines Abdurrahman Wahid's views on pluralism in Islam through a thematic hadith approach. Using a qualitative literature method, it analyzes Wahid's thoughts and relevant hadith texts. The findings show that Wahid sees pluralism as an essential Islamic teaching that promotes respect for diversity and fair treatment without discrimination. He emphasized religious freedom as a fundamental human right, aligning with la ikraha fid-din (no compulsion in religion). Wahid also advocated for protecting non-Muslim rights and fostering equality by interpreting Islam inclusively as rahmatan lil 'alamin (a blessing for the universe). His initiatives, such as recognizing Confucianism as an official religion in Indonesia, aimed at building a tolerant society. Wahid connected pluralism with universal values like justice, compassion, and brotherhood (ukhuwah insaniyah), rejecting exclusivism and urging Muslims to prioritize shared human values over religious differences. The novelty of this study lies in its thematic hadith analysis of Wahid’s pluralism, revealing how Islamic teachings support religious freedom, justice, and equality. It also highlights the application of these values in Indonesia’s social policies and discourse. The findings recommend strengthening inclusive Islamic discourse in education and da'wah to instill pluralism. Additionally, social policies should further protect minority rights and enhance regulations promoting justice and equality, fostering harmony in a multicultural society.
Implementasi Hadis Relasi Guru dan Murid di STIBA Makassar: The Implementation of Hadith on Teacher-Student Relations at STIBA Makassar Abdullah, Abdullah; Arifuddin Ahmad; Erwin Hafid
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. 2 No. 2 (2024): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/jawamiulkalim.v2i2.1774

Abstract

This study examines the implementation of hadith concerning teacher-student relations within the context of Islamic education at STIBA Makassar. The focus of the research is on how the values embedded in the hadiths of Prophet Muhammad (PBUH) are applied in the interactions between lecturers and students on campus. The research employs a descriptive qualitative method with a hadith science and case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that teacher-student relations at STIBA Makassar are grounded in the principles of adab (proper etiquette), compassion, and respect, as taught in the hadiths. Character-building programs and the emotional closeness between lecturers and students are key examples of this hadith implementation. This research contributes to a deeper understanding of the significance of harmonious relationships in Islamic education and offers practical guidance for educational institutions on incorporating hadith values in academic interactions.
Meningkatkan Public Speaking Dengan Baik Dan Benar Di Tpq Desa Mojodanu Kecamatan Ngusikan Jombang nasirudin, mohamad; Ashar, Salim; Nashoih, Afif Kholisun; Ahmad, Arifuddin; Maulidiya, Fifin Izzatul; Aliyah, Himmatul; Khoir, Muhammad Abil; Hambali, Nur Habib Ahmad; Qomariyah, Umi Kulsum Nur
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v5i3.5264

Abstract

Knowledge related to public speaking will be able to facilitate opinions/ideas/information to be accepted by heterogeneous communities. Public speaking skills can also support students' careers in working to produce competent public speakers to meet the needs of today's era. Mojodanu is a village located in Ngusikan District, Jombang Regency. The ability to do Public Speaking among TPQ children in Mojodanu varies. Some of them are used to speaking in public through school activities and religious studies, but there are also those who still feel less confident. From here the author has an idea to improve the mastery of Public Speaking properly and correctly in Mojodanu Village, Ngusikan District. By using the Public Speaking Guide book. The approach method used in community service in Mojodanu Village is to use the PAR method (Participatory Action Research). One of them is by implementing practical methods, training and local community approaches so that indirectly children and the community in Mojodanu Village can capture the Public Speaking training material well. After the Public Speaking training was held, TPQ children in Mojodanu village were enthusiastic in preparing themselves for the Public Speaking competition. The opinion of the head of TPQ from various hamlets in Mojodanu Village said that TPQ children were happy and motivated in the Public Speaking training that we did. With the books provided, it can help partners in the teaching and learning process.
A Study of the Maudhu'i Hadith on Waqf and Its Implications in Addressing Contemporary Economic Deviations Riady, Achmad; Ahmad, Arifuddin; Aisyah, Siti
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Indonesian Islamic Studies (October)
Publisher : State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i1.7459

Abstract

Waqf holds a strategic position within the Islamic economic system due to its ability to integrate spiritual values with socio-economic functions. This study aims to examine the implementation of the thematic (maudhu’i) approach in understanding hadiths related to waqf and to evaluate their relevance in strengthening contemporary Islamic economics. This research employs a qualitative method based on a literature review with a descriptive-analytical approach. Primary data were derived from hadiths found in major collections, analyzed through thematic classification, validation of chains of narration (sanad) and content (matan), and critical analysis. The findings indicate that waqf-related hadiths can be categorized into several key themes, including waqf jurisprudence, social benefits, and productive waqf. The validity of the hadiths is supported through takhrij and sanad-matan criticism, while their correlation with Islamic economic principles is reflected in social justice, wealth redistribution, and community empowerment. Innovations such as cash waqf, waqf sukuk, and Islamic fintech have expanded the scope of waqf implementation in sustainable economic development. Government bodies and financial institutions play a strategic role in strengthening the waqf ecosystem through supportive regulations and public literacy. This study concludes that integrating hadith scholarship and Islamic economics through the thematic approach makes a significant contribution to advancing both the knowledge and practice of waqf in the contemporary era.
Keutamaan Belajar dan Mengajar Perspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Kamal, Kamal; Ahmad, Arifuddin; Hafid, Erwin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 3 No. 1 (2022): Nopember 2022, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v3i1.385

Abstract

Belajar merupakan sebuah proses penting dalam hidup manusia guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dengan ilmu, manusia dapat melakukan berbagai hal dalam hidupnya seperti mencari nafkah dan beribadah. Belajar pada dasarnya menjadi kewajiban yang melekat pada manusia sebagai hamba Allah SWT karena dengan belajar manusia dapat memperoleh keselamatan didunia dan akhirat. Amal tanpa adanya ilmu bagai orang yang dapat berlari namun dia tersesat karena tidak mengetahui arah. Dalam makalah yang sederhana ini akan dibahas mengenai kewajiban menuntut ilmu atau kewajiban belajar yang bersandar pada kajian hadis tematik. Makalah ini membahas beberapa hadis yang membahsa tentang keutamaan belajar karena pada dasarnya banyak diantara hadis-hadis yang ada isi dan pesannya sama. Sebelum membahas mengenai kewajiban menuntut ilmu dalam hadis perlu dipahami terlebih dahulu pengertian kewajiban belajar dalam perspektif umum kemudian mengenai kewajiban belajar sebagaimana tertuang dalam hadis-hadis Rasulullah SAW serta sebagai dasar pembelajaran, kita juga akan membahas mengenai definisi ilmu, klasifikasinya serta keutamaan ilmu sehingga dapat dipahami seccara baik tentang bagaimana kewajiban menuntut ilmu, apa itu ilmu, pembagian ilmu dan keutamaan menuntut ilmu. Lebih lanjut dalam makalah ini adalah untuk membentuk motivasi untuk giat belajar dan mendalami ilmu khususnya agama.
Communication Ethics In Using Social Media From Hadith Perspective Andi Ahmad Zahri Nafis; Zulfahmi Alwi; Arifuddin Ahmad; Nirwan Wahyudi; M. Napis Djuaeni
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1026

Abstract

This study examines the ethics of communication on social media through the perspective of hadith as a response to crucial issues in contemporary discourse. The main goal is to identify and analyze the ethical principles of digital communication based on the guidance of the Prophet PBUH. The method used is qualitative based on library research with a thematic analysis approach (maudhu'i), which includes sanad criticism, matan criticism, and hermeneutic analysis of related hadiths. The results of the study formulated four main principles in communicating in cyberspace. First, the message delivery must be positive by prioritizing good words and avoiding unhelpful content. Second, honesty in communication is the main foundation to prevent the spread of hoaxes that often trigger social conflicts. Third, it is important to consider the impact of each message to be delivered (the aspect of maslahat), considering that every speech has moral and spiritual consequences. Fourth, it is necessary to avoid messages that contain insults, hatred, and sheep fighting, which are in harmony with the hadith commands to protect the mouth and heart from envy and envy. This study concludes that the ethical values in the hadith of the Prophet Muhammad PBUH remain very relevant as a universal moral guideline for social media users to create a healthy, harmonious, and responsible digital environment.
Co-Authors Abd. Bashir Fatmal Abd. Bashir Fatmal Abd. Bashir Fatmal Abdul Gaffar Abdul Pandi Abdullah Abdullah Abustani Ilya Adinda Aisyah Nurussyifa Afif Kholisun Nashoih Agustang Ahmad Siddiq Setiawan Ahmad Suryadi, Ahmad Ajir, Muhajirin Akbar Akbar Akbar Yusuf Akhmad Fadhillah Kartono Akin, M. Aris Amaliah, Riski Ayu Ambo Asse Amin, Abd Rauf Muh Amir Mahmud Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Irhamnia Sakinah Andi Muhammad Ali Amiruddin Andi Tihardimanto Kaharuddin Andi Wawan Mulyawan Arlina Wiyata Gama Asaad, Andi Indra Jaya ashar, salim Asrul Abdul Azis Azizah Fauziyah Hamid Azizah Nurdin Azwar, Azwar Bara, Ardias Bashir Fatmal, Abd. Darsul S Puyu Dian Malinda Dirhamzah, Dirhamzah Eka Damayanti Elkheir Hassaballah Abdallah Erwin Hafid Erwin Hafis Fatmal, Abd. Bashir Febriani, Ayu Fitri Ramadani Hafid, Abd. Hafsan Hajah Thaha, Aminah Hambali, Nur Habib Ahmad Hamid, Azizah Fauziyah Handrihadi, Ayub Haruna, Nadyah Hasfiana, Hasfiana himmatul Aliyah, himmatul HM, Muhammad Anwar Holyness Nurdin Singadimedja Husain, Rahmin T. Husni, Fajril Ilyas, Abustani Indirah Maudy Miftahul Jannah Irma Sakti Ismail Ahmad, La Ode Johariyah, St Juniarti Iryani Jusmiati Kade, Samsuddin Kamal, Kamal Khoir, Muhammad Abil La Adu La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M. Napis Djuaeni Maidin, Muh Sabir Maidin, Muh. Sabir Maulidiya, Fifin Izzatul Mohamad Ibnu Rusyd Halim Muh. Ali Arsyad Muh. Sabir Maidin Muhammad Idris Muhammad Imran Muhammad Irfan Hasanuddin Muhammad Rafi'iy Rahim Muhammad Sabir Muhammad Yahya Muhammadiyah Amin Munadi, Radhie Mundzir, Chaerul Najamuddin Andi Palancoi Najamuddin Najamuddin Napsawati Napsawati Nasirudin, Mohamad Nelia Syafriawati Nirwan Wahyudi Nomarihi Goraahe Nur Hasti Nur Malasari Nurdin Nurdin Nureni, Nureni Nurhasanah Nurhasanah Nurul Annisa Pahero, Usman Palangkey, Rahmi Dewanti Palengkey, Rahmi Dewanti Pratiwi, Afryanti Putriany, Putriany Qomariyah, Umi Kulsum Nur Radhie Munadi Rahmi Dewanti Palengkey Rahmin T. Husain Ramli Ramli Ra’fah Jamilah Saadah Riady, Achmad Risfaisal Risfaisal Risfaisal, Risfaisal Rista Suryaningsih Sapinah Siddiq Aminullah Umar Sidiq, Fajar Siti Aisyah Siti Aisyah Kara Sitti Aisyah Kara sultani, hikmawati Sumarni Sumai, Sumarni Syahrikal, Syahrikal Syauqad, Muhammad Syawal Kurnia Putra Tasbih Ulfah Rimayanti Umar, Siddiq Aminullah Usman DP Yusdarina Yusdarina Zubair Zubair Zulfahmi Alwi