p-Index From 2021 - 2026
13.175
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Ulum Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan TARBIYA : Journal Education in Muslim Society Inspiratif Pendidikan Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Journal of Islamic Education Policy Dinamika Ilmu FENOMENA SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Istighna : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) DAYAH: Journal of Islamic Education TARBAWI: Journal on Islamic Education JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Konseling SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Moderasi; Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Ulumuna Jurnal Cahaya Mandalika EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Edusiana : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Bulletin of Community Engagement Jurnal Kolaboratif Sains Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education (AJMAEE) Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Sultan Idris Journal of Psychology and Education Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) FENOMENA: Jurnal Penelitian Jurnal Pendidikan Islam ANTHOR: Education and Learning Journal Borneo Journal of Islamic Education Cross-border ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Journal of Educational Management Research Journal of Mandalika Literature Bulletin of Educational Management and Innovation Ta'dib Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman AHDÃF: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Penelitian Pendidikan Islam AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AZKIYA Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (SINOVA) Tafani Al-Hayat: Journal of Islamic Education SIMAS JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Journal of Islamic Education Cendekia : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Edumaspul: Jurnal Pendidikan Sustainable ABDINE :Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Belia Binuang dan TK Handayani III Penajam Dahliana, Hasnun; Khojir, Khojir; Muadin, Akhmad
Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PAI Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan UIN SUNA Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/ahdf.v1i2.1469

Abstract

This study aims to analyze the planning, implementation, and evaluation of project-based learning to strengthen the profile of Pancasila students in early childhood in North Penajam Paser Utara. The research explores the effectiveness of this approach in addressing learning problems within the context of the Independent Curriculum, which is mandatory for educational units. The qualitative research employed data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data analysis involved an interactive process of condensing and presenting the data, leading to the formulation of conclusions. The validity of the data was ensured through triangulation of methods and sources. The findings of this study reveal the successful implementation of project-based learning to strengthen the profile of Pancasila students in early childhood at Belia Binuang Integrated PAUD and TK Handayani III in Penajam Paser Utara. The research focused on three key areas: (1) planning P5 learning, which involved formulating objectives, identifying learning content, designing learning activities, and evaluating the learning process; (2) implementing P5 learning, which included thorough preparation, incorporating Pancasila values into every learning activity, collaborating with parents, evaluating and providing feedback, reflecting on the process, and fostering development; and (3) evaluating P5 learning, which employed various assessment methods such as observation, portfolio assessment, formative assessment, role playing, interviews, reflection, and discussion. By examining the planning, implementation, and evaluation stages of project-based learning, this study sheds light on its efficacy in strengthening the profile of Pancasila students in early childhood. These insights contribute to the ongoing efforts to improve early childhood education and inform curriculum development.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Siswa di Smpn Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Ni'mah, Choirun; Khojir; Afendi, H. A. Ruslan
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa di tiga sekolah menengah pertama di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan mencakup religiusitas, tanggung jawab, toleransi, serta kedisiplinan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru PAI meliputi integrasi nilai-nilai karakter dalam materi pembelajaran, penerapan metode keteladanan, serta penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SUHRAWARDI DITINJAU DARI ASPEK KURIKULUM MERDEKA Subakti, Hani; Khojir, Khojir; Soe’oed, Rahmat
AZKIYA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i1.1430

Abstract

Suhrawardi yang seorang filosof Persia abad ke-12 dikenal sebagai pendiri aliran filsafat Ishraqi atau "Iluminasi", memadukan unsur-unsur mistisisme dengan logika dan rasionalitas. Suhrawardi mengembangkan teori pengetahuan yang berakar pada 'pengetahuan intuitif' atau pengetahuan batin, yang ia anggap sebagai sumber pengetahuan yang paling murni dan akurat. Dalam konteks pendidikan, Suhrawardi menekankan pentingnya pengembangan kebijaksanaan batin atau intuisi, di samping pengetahuan rasional dan empiris. Baginya, pendidikan sejati tidak hanya melibatkan pengumpulan informasi atau data, tetapi juga pengembangan kepekaan spiritual dan intuitif. Ini mencakup aspek-aspek seperti kontemplasi, meditasi, dan kepekaan terhadap dimensi yang lebih dalam dari realitas.Suhrawardi juga memandang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan etika. Ia percaya bahwa pengetahuan sejati harus membawa individu ke arah kebaikan moral dan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran universal. Secara keseluruhan, filsafat pendidikan Suhrawardi menawarkan perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan pencarian ilmu pengetahuan dengan perkembangan spiritual dan moral individu. Pendekatannya mencerminkan upaya menghubungkan dunia material dengan realitas spiritual yang lebih tinggi. Suhrawardi tentu tidak secara langsung berbicara tentang "Kurikulum Merdeka" yang merupakan konsep modern. Namun, prinsip-prinsip pendidikan dapat diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam konteks kurikulum yang lebih merdeka atau independen dalam pendidikan kontemporer. Pengembangan kecerdasan holistik: menekankan pada pengembangan intelektual yang seimbang dengan kecerdasan spiritual. Pentingnya pengetahuan intuitif dan kontemplatif: menghargai pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi dan kontemplasi. Integrasi ilmu pengetahuan dan etika: percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etis. Pendidikan yang menekankan pencarian kebenaran: mencari kebenaran melalui pendekatan yang menggabungkan filsafat, misticisme, dan logika. Pembelajaran berbasis pengalaman: berdasarkan penekanan pada pengetahuan batin dan intuitif, kurikulum merdeka dapat mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa belajar melalui kegiatan praktis, proyek, dan eksplorasi langsung. Fleksibilitas dan pilihan siswa: menghormati keunikan setiap individu, kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi area minat mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Suhrawardi tentang pencarian kebijaksanaan individual
Memperkuat Sistem Pendidikan Islam di Arab Saudi: Analisis Terhadap Kajian Literatur dan Best Practices Rosita, Rosita; Noorthaibah, Noorthaibah; Khojir, Khojir
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 5(3), Oktober 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo.v5i3.8575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan Islam di Arab Saudi dengan mengeksplorasi kajian literatur dan best practices yang ada. Sistem pendidikan di Arab Saudi dapat menjadi model untuk memperkuat pendidikan Islam di negara-negara muslim lainnya, namun perlu penyesuaian, sesuai dengan konteks lokal masing-masing negara. Alat pencarian yang digunakan adalah Harzing’s Publish or Perish dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur nasional dan internasional (2020-2024) dan menghasilkan 7 artikel jurnal yang relevan. Hasil yang ditemukan: Sistem pendidikan di Arab Saudi memiliki struktur yang teratur dan kurikulum yang berpusat pada nilai-nilai Islam, mencakup semua jenjang pendidikan dari pra-sekolah hingga pendidikan tinggi. Pendidikan di Arab Saudi lebih menekankan mata pelajaran keagamaan dengan berbagai metode untuk menghindarkan anak dari kebodohan dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan zaman. Juga menyediakan pendidikan gratis dan berbagai program beasiswa luar negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sistem ini memiliki pengaruh besar terhadap praktik pendidikan di negara-negara muslim lainnya, termasuk dalam cara berpakaian, pola asuh, dan pendidikan di sekolah yang menekankan nilai-nilai moral, etika, religiusitas, serta kesenian Islam dan sastra Arab. Namun, memiliki perbedaan dengan sistem pendidikan di Indonesia, seperti pemisahan siswa putra dan putri dalm proses pembelajarannya dan menetapkan hari libur pada hari jumat. Tidak hanya itu, proses pendidikan Islam yang lebih mendalam di Arab Saudi menjadi tujuan belajar yang direkomendasikan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara muslim, termasuk Indonesia, melalui kompetisi. Sementara di sisi lain, terdapat kekhawatiran terhadap perubahan tujuan dan latar belakang pelajar Indonesia di Arab Saudi, sehingga Kementerian Agama perlu mendampingi mereka agar dapat berkontribusi dalam pembangunan NKRI dan mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
Penanaman Nilai-Nilai Multikultural: Studi Kasus Pada Pesantren Nabil Husein Samarinda Kalimantan Timur Khojir, Khojir
Dinamika Ilmu Vol 14 No 1 (2014): Dinamika Ilmu, 14(1), June 2014
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.508 KB) | DOI: 10.21093/di.v14i1.8

Abstract

Pesantren Nabil Husein is the biggest pesantren in Samarinda. It is not only because of the wide area of it, but it is also because of the total number of its students as well as its programs. Its students and teachers are from different places and educational background. This study tried to describe the media and the model in the teaching of multiculturisme values at Pesantren Nabil Husein Samarinda. This is a sociological and pehenomenological qualititave research. The data and data sources were from the ustadz, the headmasters, the owner, the managerial staffs, and the students. The data sampling technique used purposive sampling. The data collection used interview, observation, and documentation. The data validation used data triangulation. The data were analyzed by using three stages of data analysis, they are: data reduction, data display, and coclusion drawing. The result of the study shows that: 1) the media used to reinforce the multiculturisme values are the students’ orientation activity, dormitory, ta’lim al-Diniyah, art and culture performances, and halaqah; 2) the model used to reinforce the multiculturalisme values are the action-reflection and action model, ignasian and practice model, empirical model, and rasional model. Based on the findings, it is suggested the dormitory managerial staffs become more intensive in reinforcing the multiculturalisme values especiallyat al-Azhar room, all teachers and managerial staffs should have a same vision in reinforcing the multiculturalisme values, and the non-academical activities should be improved in reinforcing the multiculturalisme values.
Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Kritis Peluang dan Tantangan Khojir, Khojir
Dinamika Ilmu Vol 11 No 2 (2011): Dinamika Ilmu, 11(2), December 2011
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.874 KB) | DOI: 10.21093/di.v11i2.54

Abstract

Institutions of Islamic education in Indonesia today have been growing in many variety. Growth and development are inseperable from the opportunities that surround it. Opportunities of Islamic education development in Indonesia is very large. They are muslim peoples in Indonesia who converted to Islam a-majority, having the concept of a mature theologis, the government is allowing the public to develop the varied Islamic education. However, there are also several challenges, the first is globalization and the development of science and technology, so that Islamic education must adapt to these developments. The Second is academic cultures that are less rooted in academic circles as well as educational practitioners. The third, is the challenge of education among the Reformers, who has always argued that Islamic education is identical with the old-fashioned and backward education. Therefore, the solutions offered that Islamic education should adapt to the technological development, building a strong academic culture and maximize the potential that there is such a stabilization concept operationally.
Peningkatan Motorik Kasar Anak Melalui Bermain Melempar dan Menangkap Bola Menggunakan Metode Demonstrasi Yuliani, Yuliani; Khojir, Khojir; Mujahidah, Mujahidah
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol 1 No 1 (2021): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.358 KB) | DOI: 10.21093/sijope.v1i1.3665

Abstract

Minimnya kemampuan anak dalam menggunakan keterampilan tangan dan jari untuk melempar dan meangkap bola dikarenakan kurang optimalnya dalam oenggunaan metode pembelajaran yang melibatkan aktifitas fisik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kegiatan bermain menggunkan metode demonstrasi untuk meningkatkan motorik kasar anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif bersaam dengan guru. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Kasih Bunda Tenggarong Seberang yang berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dalam satu siklus, dilakukan sebanyak dua kali tindakan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa bermain melemar dan menangkap bola dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dan hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan pada masing-masing sikulus. Nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini ditentukan sebesar 4 untuk masing-msing siklus. Pada pra siklus kemampuan anak rata-rata bernilai 1.6 dengan presentase 40,27% dengan kategori Belum Berkembang (BB), pada siklus ke I menjadi 3,26 dengan presentase 82,98% dengan Kategori Mulai Berkembang (MB), pada siklus ke II menjadi nilai 3,87 dengan presentase rata-rata 85% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Membangun Moderasi Beragama Melalui Istighasah Yasinan Dan Kajian Keislaman Pada Masyarakat Perumahan Bumi Sambutan Asri Samarinda Khojir, Khojir; Setiawan, Agus; Nasrun, Moh; Rosidah, Ana; Feronika, Feronika; Hamsir, Hamsir; Syahril, Syahril
TAFANI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): TAFANI
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/tafani.v1i2.5003

Abstract

Sikap beragama yang ekstrim dan radikal masih mewarnai dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ekstrimisme dan radikalisme harus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Pengabdian ini berkontribusi menyelesaikan maraknya ekstrimisme dan radikalisme dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di Perumahan Bumi Sambutan Asri dengan tema pokok moderasi beragama. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu Istighasah dan Yasinan dan kajian keislaman. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dalam waktu empat bulan, yaitu Januari sampai April 2022. Kesimpulan pengabdian ini bahwa Kegiatan Istighasah, Yasinan dan kajian keislaman dapat membangun sikap moderat, mempunyai kesadasaran kolekktif menghargai, toleran, seimbang dan menghargai kearifan lokal. Pengabdian ini masih perlu dilanjutkan untuk memperkuat pemahaman, sekap dan keterampilan dalam mengimplmentasikan moderasi beragama.
The Integration of Aqidah, Morals, and Sufism in Islamic Education Nafsiyah, Faizatun; Paramita, Laura; Sutanti, Dini; Nursalim, Eko; Khojir, Khojir
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.1044

Abstract

This study explores the integration of faith (‘aqidah), ethics (akhlaq), and Sufism (tasawwuf) as the foundational elements in cultivating comprehensive religious awareness among Muslims. Employing a qualitative methodology through a literature review, the research delves into the historical, philosophical, and conceptual interplay of these three dimensions and underscores their collective significance in addressing the challenges posed by modernity, secularism, and moral relativism. While ‘aqidah establishes the core beliefs of a Muslim, akhlaq guides social and interpersonal conduct, and tasawwuf nurtures the spiritual depth and inner purification. Historically, the compartmentalization or neglect of one or more of these aspects has resulted in an imbalanced understanding and practice of Islam, often diminishing its transformative potential. This paper argues that a holistic integration of these three pillars is essential for developing a well-rounded Muslim identity—one that is intellectually grounded, ethically responsible, and spiritually conscious. Furthermore, integrative character education rooted in Islamic teachings is presented as a strategic and sustainable model for nurturing rational, moral, and spiritually aware individuals in contemporary contexts. The findings highlight the need to revisit classical Islamic educational frameworks and adapt them to current realities to ensure a meaningful and resilient religious life.
Religious Moderation in Responding to Gender, Human Rights, and Ecology Issues: An Examination in the Perspective of Contemporary Islamic Studies Asmiati, Rini; Suprehatin, Yulia; Kamar, Fahmi; Kamaruddin, Kamaruddin; Khojir, Khojir; Nursalim, Eko
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.1048

Abstract

Religious moderation is a fundamental concept in Islamic teachings that prioritizes the principles of balance, justice and tolerance, both in religious and social life. In facing the challenges of globalization and the dynamics of modern times such as radicalism, gender inequality, human rights violations, and environmental crises, a moderate approach to religion is an important strategy in maintaining harmony, harmony, and diversity. This research aims to explore the relevance of religious moderation in the contemporary social context by highlighting the importance of reinterpreting Islamic teachings based on the values of gender justice, respect for human rights, and rejection of all forms of violence in the name of religion. Through a study of contemporary Islamic thought and the maqashid sharia approach (the main purpose of sharia), this study reveals that religious moderation can be used as a foundation in the formation of character education, the development of inclusive public policies, and the strengthening of constructive interfaith dialog. This approach not only plays a role in overcoming social polarization, but also in building a just, equal and sustainable society. Thus, religious moderation in Islam is not just a middle-of-the-road attitude, but an active commitment to the values of civilization, social justice and peace. The findings of this study confirm that a moderate and contextualized Islam is able to contribute to a just and sustainable society.
Co-Authors Achmad Ruslan Afendi Achmad Ruslan Afendi Afendi, H. A. Ruslan Agus Setiawan Agus Setiawan Agustianingsih, Tri Ahadi, Abdi Ahmad Riyadi Ahmad Yazid Hayatul Maky Akhmad Ramli Alhijri, Muhammad Rasyidil Fikri Alya Fadila Amalia Nur Aini Amalia Nur Aini Andi Muhammad Fauzan Razak Argaricha, Amirah Sahda Arifuddin aristya, septian Asmara, Tri Asmiati, Rini Atik Atun Farida Munawaroh Auliya, Safira Nur Badrus Syamsi Badrut Tamam Bahrani Cholid Shihabul Hikam Dahliana, Hasnun Darmawanti, Darmawanti Dewi, Yasmin Aulia Dian Wahid H Dian Wahid Hermawan Dini Sutanti Durase, M. Abzar Eko Nursalim Eko Nursalim, Eko Esa Claudia Putri Faramitha, Aulia Fathul Jannah Febriathie, Nur Aisyah Feronika, Feronika Fudoh Nur Hidayah Fudoh Nur Hidayah Habib Zainuri Habibie, Faisal Hadi, Saipul Hamsir Hamsir Hamsir Hasanuddin Hasniah Hasniah Husnul Puad Ida Suryani Wijaya Idris, Husni Iin Parnisih Imam Hanafie Imam Hanafie Inayah, Sirri Khairu Indah Fani Damayanti Indriansyah, Hizbul Aulia Intitsal, Amiratul Fadilah Iskandar Yusuf Ismail Istialfiyah, Istialfiyah Ity Rukiyah Janah, Fathul Jannah, Baiq Faridatul Kamar, Fahmi Kamaruddin Kamaruddin Kamarul Azmi Jazmi Khairudin Khairudin Khairul Saleh Khairunnisa Hasani Khairy Abusyairi Khoirunnikmah, Ifah Khumaini Rosadi Lestari, Rini Eka M. Abzar Durase M. Kusasi, M. Mahrus Mahrus Mahrus, Mahrus Marantika Marantika Marantika, Marantika Masbiyanti Mohammad Taqi Fakhlaei Mokhamad Taufik Muadin, Akhmad Muammar Tasbih Muhamad Fajri Muhamad Jaeni Muhammad Abdi Kurniawan Muhammad al-Fain Arrafi Muhammad Alwi HS Muhammad Firdaus Muhammad Hajirin Nur Muhammad Isnaini Muhammad Nasikin Muhammad Ridho Muttaqin Muhammad Sali Muhammad Salim Muhammad Saparuddin Muhammad Yunus Muhammad Zuhair Zainal Mujahidah Mujahidah Mukmin Mukmin Mutmainnah Sukeriyadi Nafisah, Wardatun Nafsiyah, Faizatun Nanang Faisol Hadi Nasrun, Moh Nazili, Muhammad Abi Hakkin Ni'mah, Choirun Noorhaidi Noorthaibah Nur Kholik Afandi Nurhamidah, Winda Islamitha Paramita, Laura Puji Hartono Rachmad Soe’oed Rachmat Soe’oed Rafiatul Latifah Rahmad Soe’oed Rahmat Soe'oed Rahmat Soe’oed Rahmat Soe’oed Ramadhani, Annisa Laily Rhendica, Rhendica Rika Wahyuni Rina Riyanti Rofiqul Ulum Rosadi, Khumaini Rosidah, Ana Rosita Rosita Rosita Rosita Rosita Rosita Rosita Rumainur, Rumainur SABRINA, ELSA Saiful Basroni Salehudin, Mohammad Salim, Muhammad SATRIYAS ILYAS Sayuri Sayuri Septian Aristya Shafa Shafa Shafa Shafa Shalihudin, Ahmad Faishal Sirajudin Sirajudin Siteehaya Maboh Siti Nor Asiah Siti Rahmah Siti Rahmah Diana Soe’oed, Rahmad Soe’oed, Rahmat subakti, hani Subandi, Sri Asmanah Sudadi Sudadi Sudadi Sugiyono Sugiyono SUHARMAN Suharman Suharman, Suharman Sultani Sultani Sulthon Fatoni Suprehatin, Yulia Suratman Suratman Sutanti, Dini Syafaat, Muhammad Yoghi Syahrani, Nabila Syahril Syahril Syntha, Nela Tasbih, Muammar Taufikin Taufikin Taufikur Rohman Taufikur Rohman Taufikur Rohman Ummi Puji Astutik Wahid H, Dian Wahid H, Dian Wahyuni, Erna Wanto, Eko Kurnia Wildan Saugi Wulandari, Ririn Fairuz yono, Sugi Yuliani Yuliani Zamroni Zamroni Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkifli Zulkifli Zurqoni