p-Index From 2021 - 2026
8.995
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI RUANG KELAS (STUDI GURU PENGGERAK DI KECAMATAN SAMBAS) Agustina, Agustina; Mashudi, Mashudi; Zakso, Amrazi; Aunurrahman, Aunurrahman; Hairida, Hairida
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v18i1.93665

Abstract

This study aims to describe the implementation of differentiated learning in the classroom carried out by driving teachers in Sambas District. The implementation of differentiated learning studied from driving teachers includes the ability to compile teaching modules and carry out differentiated learning. This study uses a descriptive qualitative approach with the subject of the study being a driving teacher who teaches in four elementary schools in Sambas District. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Hubermen models. Triangulation is carried out by member check and technical triangulation. The results of the study showed that the driving teachers had prepared very well differentiated learning teaching modules, according to the learning plan components obtained a score of 97.57%. Carrying out the learning process was carried out very well, starting from the opening activities, core activities, and closing activities with a score of 94.92%. This study concludes that the pedagogic competence of driving teachers in Sambas District is very good in implementing differentiated learning according to the demands of the Merdeka curriculum.
Peran Civic Engagement dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak Vhiasyah Raeinady; Afandi; Shilmy Purnama; Amrazi Zakso; Thomy Sastra Atmaja
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui 1) konsep dari Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak dalam mewujudkan karakter peduli lingkungan, 2) dampak keterlibatan masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Subjek penelitian yang dipakai yaitu Lurah Tengah, pengurus Kampung Hijau Bang Jago, ketua RW 007, ketua RT 001, dan masyarakat lokal. Peneliti dalam hal mengumpulkan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kemudian, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah diperoleh sebelumnya menunjukkan bahwa 1) Kampung Hijau Bang Jago terdiri berbagai konsep dalam mewujudkan karakter peduli lingkungan berupa latar belakang program, tujuan program, sasaran program, pendekatan program, bentuk program pendukung, pendanaan program, dan sosialiasasi program, 2) dampak keterlibatan masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago dapat dilihat dari segi sosial, ekonomi, edukasi, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan kesehatan.   The aim of this research is to find out 1) the concept of Kampung Hijau Bang Jago, Pontianak city in realizing an environmentally caring character, 2) the impact of community involvement in Kampung Hijau Bang Jago, Pontianak city. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects used were the central village head, the Bang Jago Green Village administrator, the head of RW 007, the head of RT 001, and the local community. Researchers collect data by means of observation, documentation and interviews. Then, it was analyzed using the Miles and Huberman model which consists of data reduction, presentation and drawing conclusions. The research results that have been obtained previously show that 1) Kampung Hijau Bang Jago consists of various concepts in realizing the character of caring for the environment in the form of program background, program objectives, program targets, program approaches, forms of supporting programs, program funding, and program socialization, 2) impact Community involvement in Kampung Hijau Bang Jago can be seen in terms of social, economic, educational, environmental protection and management, and health.
Civic Engagement Relawan PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas Dalam Meningkatkan Literasi Aldi Imanula; Achmadi; Sastra Atmaja, Thomy; Sulistyarini; Zakso, Amrazi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6272

Abstract

This research aims to find out about the civic engagement of Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Pintar Punggur Cerdas in improving literacy read. Based on the results of this research, the researchers found PKBM volunteers. The PKBM holds a number of programs starting from setting up huts learning, tutoring, digital libraries,reading in the environment, learning english and eradicating illiteracy. Civic engagement volunteers include dedicating themselves as volunteers, collaborating with several parties, providing an understanding of the importance of literacy, and as a mentor in increase literacy. The factors behind volunteers being involded in PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas activities are social factors, self develompment, the same goal, and contributing to society. Obstacles faced by volunteers include obstacles in the field of funding, lack of teaching staff from volunteers, not all volunteers are present during activities, and there are not enough self-confident. Meanwhile, solutions include making donations from fellow volunteers, opening up recruiting volunteers, holding regular evaluations of each activity and taking turns be responsible for the activity. Thus, the actions taken by PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas volunteers are included in civic engagement.
Perilaku Toleransi Beragama Suku Melayu Dan Tionghoa Di Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Putri Meiensi; Amrazi Zakso; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku toleransi beragama antara masyarakat Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 11 informan dari kedua suku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku toleransi beragama tampak dalam perilaku saling menghormati perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah masyarakat Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, perilaku saling membantu dalam perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, perilaku tidak saling mengejek atau menghina dalam perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah Suku Melayu dan Tionghoa Suku Melayu dan Tionghoa serta perilaku mengutamakan persamaan dalam memperingati hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah oleh Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota. Adapun faktor yang memberi dampak dalam terbentuknya perilaku toleransi beragama tersebut meliputi pemahaman masyarakat mengenai toleransi, peran keluarga, dan lingkungan tempat tinggal. Sedangkan tantangan dalam menjalankan toleransi beragama terlihat pada belum adanya dialog antaragama yang terstruktur, kurangnya sosialisasi nilai toleransi, serta pengaruh negatif dari penggunaan teknologi. Upaya yang dilakukan sejauh ini berupa pertemuan antar masyarakat yang terjadi dan terlaksana secara spontan di lingkungan sekitar, seperti di pasar. Serta pengawasan anak-anak dalam penggunaan gadget oleh orang tua mereka, agar komunikasi dan sosialisasi masyarakat terjaga. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam menjalankan perilaku toleransi beragama di Desa pemangkat Kota, agar tetap berjalan tanpa hambatan apapun.
Examining the Impact of School Principals’ Leadership and Family–Teacher Synergy on Elementary Students’ Prosocial Behavior Eka Milasari Gusmin; Amrazi Zakso; Henny Sanulita
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i2.19410

Abstract

This study aims to examine the influence of principal leadership and family–teacher synergy on the prosocial behavior of elementary school students at SD Negeri 05 Pontianak Selatan. A quantitative survey approach was employed, with data collected from 88 students in Grades IV, V, and VI using validated questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential analysis, including percentage analysis to categorize variables and regression analysis to examine the relationships among variables. The results indicate that students’ prosocial behavior was generally at a positive level, with most students categorized as high, although variations were observed across dimensions. Helping and sharing showed the highest levels, while empathy and environmental care still require improvement. Principal leadership demonstrated strong effectiveness, particularly in community empowerment and instructional leadership. Similarly, family–teacher synergy showed high effectiveness, especially in learning support and character-building collaboration, although communication and value consistency remain areas for improvement. The findings suggest that concrete prosocial behaviors are more easily developed through habituation, whereas more complex behaviors require structured and continuous interventions. In conclusion, this study highlights the importance of strengthening transformational leadership and enhancing collaboration between schools and families to create a supportive educational ecosystem. It also underscores the need for differentiated character education programs and more intensive communication strategies to optimize students’ prosocial development.
Tradisi Pedagi Pada Masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Olivia Tarida Tiurma Uli Purba; Amrazi Zakso; Haris Firmansyah
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v21i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong yaitu tradisi Pedagi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Latar belakang terjadinya tradisi Pedagi pada masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih masyarakat Dayak Pangkodant kepada Penompa (Tuhan) atas segala kesehatan dan berkat yang telah diberikan melalui perantara Pedagi Akek Badol dan Akek Cuer. Tahap pelaksanaan tradisi Pedagi terdiri dari tempat pelaksanaan tradisi Pedagi, Masyarakat mengadakan musyawarah, masyarakat yang mengikuti Tradisi Pedagi di Embaong, dan Penyelenggaraan ritual adat Pedagi di Embaong. Nilai-Nilai dalam tradisi Pedagi pada masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong terdiri dari nilai religius, nilai gotong royong, dan nilai budaya.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BERMUATAN INTOLERAN TERHADAP SIKAP TOLERANSI MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS TANJUNGPURA Herma Suriyani Sianturi; Sulistyarini Sulistyarini; Thomy Sastra Atmaja; Amrazi Zakso; Syamsuri Syamsuri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13647

Abstract

ABSTRACT The rapid development of social media among university students has increased the potential exposure to intolerant content, while studies examining its impact on the tolerance attitudes of PPKn students still need to be strengthened, particularly within the context of socio-cultural diversity in higher education environments. This study aims to analyze the impact of exposure to intolerant content on social media on the tolerance attitudes of students in the Pancasila and Civic Education (PPKn) Study Program at Tanjungpura University. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires distributed to 100 students from diverse religious, ethnic, and cultural backgrounds. The findings reveal that the social media platforms most frequently accessed by students are Instagram, TikTok, WhatsApp, and YouTube. While using these platforms, students often encounter various forms of intolerant content, including hate speech, ethnicity, religion, race, and intergroup-based stereotypes, provocative messages, discriminatory memes, and misinformation circulating in digital spaces. Nevertheless, most students continue to demonstrate positive attitudes of tolerance despite being exposed to such content. These attitudes are reflected in their ability to respect differences, refrain from imposing their views on others, and maintain harmonious relationships with individuals from diverse backgrounds. The study concludes that social media plays a dual role: it serves as a platform for promoting values of tolerance while also functioning as a channel for the dissemination of intolerant and harmful content. Therefore, strengthening digital literacy, social media ethics education, and multicultural dialogue within the university environment is essential to enhance students’ ability to critically evaluate information and reinforce tolerant character in the digital era. ABSTRAK Perkembangan media sosial yang semakin masif di kalangan mahasiswa telah membuka peluang meningkatnya paparan konten intoleran, sementara kajian mengenai dampaknya terhadap sikap toleransi mahasiswa PPKn masih perlu diperkuat dalam konteks keberagaman sosial budaya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial bermuatan intoleran terhadap sikap toleransi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada 100 mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang paling sering diakses mahasiswa meliputi Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube. Dalam penggunaannya, mahasiswa masih menemukan berbagai konten bermuatan intoleran, seperti ujaran kebencian, stereotip berbasis SARA, provokasi, meme diskriminatif, dan hoaks yang beredar di ruang digital. Meskipun demikian, mayoritas mahasiswa tetap menunjukkan sikap toleransi yang baik setelah terpapar konten tersebut. Sikap tersebut tercermin dalam kemampuan menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan individu dari latar belakang yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki peran ganda, yaitu sebagai sarana penyebaran nilai-nilai toleransi sekaligus media yang berpotensi menyebarkan konten negatif bermuatan intoleran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pendidikan etika bermedia sosial, dan pengembangan dialog multikultural di lingkungan kampus guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi serta memperkuat karakter toleran di era digital.
Sense of Belonging Masyarakat Rasau Jaya dalam Meningkatkan Civic Engagement serta Virtues Endang Maya pratiwi; Bistari Bistari; Tri Utami; Amrazi Zakso; Thomy Sastra Atmaja
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 01 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i01.10015

Abstract

This study aims to describe the sense of community belonging that can increase community involvement and develop values ​​of virtue in the community. The research method used is a qualitative approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that the forms of community involvement include the community being able to contribute, organize, carry out actions or actions, motivate each other, and be responsible for involvement in activities, as well as the values ​​of community virtue that develop as supporters in the implementation of actions. The sense of belonging is based on four indicators in the form of a strong sense of belonging, pleasure, commitment, and having a moral level. There are supporting factors for community involvement, in the form of opportunities, awareness, ability, community interests, and encouragement from the village government, and the inhibiting factors that arise are the lack of opportunities and community awareness. More efforts are needed to motivate and provide understanding to awaken the sense of community belonging.
Co-Authors . Abdussalam . Suryadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Achmadi Achmadi , Achmadi Achmadi Achmadi Adel, Bertus Afandi Afandi Agi Januarti Agi Januarti, Agi Agung Hartoyo Agung Santoso, Agung Agustina Ahmad Zaini Al Hidayah, Riama Aldi Imanula Alhidayah, Riama Alif Alfi Syahrin Andang Firmansyah Anggreni, Adetiya Anggriyani, Anggriyani Antonius Totok Priyadi Ariya Winandar Arjon, Viktorianus Marterik Artha, Candra Dwipa Astrini Eka Putri Aunurrahman Aunurrahman AYU LESTARI Ayuni, Nina Aziza, Puja Nur Bayu Bestari Bayu Kurniawan Bistari Braqul Sufyan Amik, Braqul Sufyan Busri Endang busro, muhammad Clara Octaviany Dafi Mulyono Dalawi F22210028 Daniel Daniel Daniel Daniel Darmawan, Wewen De Ona, Erika Eka Putri Devi, Cut Sri Dewantara, Jagad Aditya Dian Pratiwi Edwin Mirzachaerulsyah Eka Milasari Gusmin Eka Safitri Elisabet Siahaan, Cristina Embun Emi Julia Emita, Emita Emon, Monika Endang Maya pratiwi F.Y. Khosmas Fadhli, Fahri Fadli M, Achsin Farhadiansyah, Farhadiansyah FernandoAm, Ferdi Putra Firga, Yustinus Jacob Edelestal Firmansyah, Haris Fitria Tri Wardani Graevina Aulelia Oroh Gusti Budjang Hadi Wiyono Hafiz Hafiz Hargiani, Fransisca Xaveria Haris Firmansyah Henny Sanulita Herma Suriyani Sianturi Husni Syahrudin Ibrani Nasiun, Ibrani Ida Surtiana Iis Marlina, Iis Ika Rahmatika Chalimi Ika Rahmatika Chalimi Imran Imran Imran Imran Ismiyani, Nining Iwan Ramadhan Izhar Salim Izhar Salim Izhar Salim Izhar Salim Jasupa, Agustin Juliandri Syahran Jumarni Jumarni Karina Hafzany Putri Karolina, Venny Kasiono, . Kevins*, Ligorius Kurniasari, Aqida Kusnanto Kusnanto Kusumayanti, Nurita Laksono Trisnantoro Lala, Lala Laraswati, Nabila Lastiur, Natalia Luhur Wicaksono M. Syukri M. Taufik M. Yusuf Ibrahim Maharani, Rini Manja Manja Manja, Manja Maria Ulfa Maria Ulfah Maria Ulfah Maria Ulfah Maryanti, Andi Iis Mashudi Mashudi Masita, Masita Merry Melinda Mikaria, Mikaria Muhammad Fuadi Muhammad Hafiz Muhammad Nur imanulyaqin Murni Murni Muslimah (F54210032) Natalia, Eta Niko Juliansyah Nirwan, . Novelina, Radha Nur Iqrima Nur, Muhammad Fajriadi Nurkhotimah, Siti Nurul Azmisyah Nurul Jannah Okianna . Olivia Tarida Tiurma Uli Purba Panggoning Salarasati, Claudi Dominico Pasaribu, Rhendivan Patrisia Rahayu Utami Paulus Paulus Petrus Eko Setyadi Kristoto, Petrus Eko Setyadi Pika maharani Pingky, Maria Chintya Pransisca, Stella Pratiwi, Neri Purba, Olivia Tarida Tiurma Uli Purnama, Shilmy Putri Meiensi Putri Oetami Putri Siregar, Tiara Ratna Rahma, Laula Ika Setya Rahmatika, Dwi Bintang Rahmayanti, Echa Ramadayanti, Chyndi Ramadhani, Gita Retno Yuli Setyowati Riama Al Hidayah Riva'i, Wanto Rizka Mutiarani Roy Novianto Rubifar, Zevi Rustiyarso Rustiyarso . Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso, Rustiyarso S Siswanto Samsiar Samsiar Sani, Muhammad Saputra, Rendy Maulana Sarani, Anggela Tiara Laraswati Sari, Iga Fiolita Shilmy Shilmy Purnama Siti Havizah, Siti Sofian, Ilham Nur Sri Wahyuni Sulaiman Sulaiman Sulistyarini, Sulistyarini Supriadi Supriadi . Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriyadi Supriyadi Surahman Ardiansyah Susanti, Aprida Dewi Syamsuri Syamsuri Syarif Yakop Thoharuddin, Munawar Thomy Sastra Atmaja Thomy Sastra Atmaja Tia Santia Sari Tigaang, Sandi Lino S. Tomi, Tomi Tri Andayani Tri Haryati Tri Utami Tri Utami Tri Utami Tri Utami Uray Rosa Febrianti Usman Radiana Venny Karolina Venny Karolina Vhiasyah Raeinady Victorria Yunus Wahyudi . Wahyuni, Fauziah Sri Wakip, Abdul Wallia Amiyanda Wani, Nur Aisyah Wanto Rivaie Warsih, Tri Werenfridus, Werenfridus Yati, Hari Yohanes Bahari Yohanes Bahari Yohanes Bahari Yusawinur Barella Zulfikri Zulfikri Zulkarnaen Zulkarnaen Zuri Astari