p-Index From 2021 - 2026
18.831
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam jurnal ilmiah hospitality Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Jurnal Kolaboratif Sains Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa
Claim Missing Document
Check
Articles

Distingsi Konseptual Etika, Moral, Nilai, dan Estetika serta Fondasi Normatif Etika Islam Santalia, Indo; Harun, Hamzah; Al Khair Syam, Akmal
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 3 (2025): September 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i3.1840

Abstract

This study aims to provide a conceptual and philosophical analysis of the distinctions between ethics, morals, values, and aesthetics, while also formulating the normative foundations of Islamic ethics as an integrative ethical system. Employing a qualitative approach with a library research method, the study critically examines both classical and contemporary literature in Western philosophy and Islamic thought. A conceptual-comparative analysis was applied to identify similarities, differences, and intersections among these terms. The findings reveal that ethics represents a normative reflection on human actions, morals relate to socially accepted norms, values serve as guiding principles of behavior, and aesthetics emphasizes the dimension of beauty in art and conduct. Within the Islamic perspective, these concepts are comprehensively integrated, with revelation (the Qur’an and Sunnah) serving as the ultimate foundation. Islamic ethics is characterized as theocentric, holistic, and oriented toward both worldly and eternal well-being. Its core principles include tawhid (monotheism), justice, enjoining good and forbidding evil, and tazkiyat al-nafs (self-purification). Thus, this study affirms that Islamic ethics is not only normative but also practical and highly relevant as a moral framework in addressing contemporary global challenges and the dynamics of modern civilization.
MUHAMMAD IQBAL SERTA IDE PEMBENTUKAN NEGARA PAKISTAN Reni, Reni; Santalia, Indo; G, Wahyuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakistan is one of the countries used by Muslims in the world as a reference, where the State of Pakistan which since its inception has been called an Islamic State, where Pakistan is basically part of India which is known to be the majority of the Hindu population. Therefore, this study aims to better understand the description of the ideas of Sir Muhammad Iqbal who is known that the idea thinking to form the State of Pakistan and separate from India is from him. This study uses a qualitative approach with a study of previous literatures such as History Books, Scientific Works related to the subject being studied, and the history of the History of the Modern Islamic World. Muhammad Iqbal Born with the full name Muhammad Iqbal bin Muhamamd Nur bin Muhammad Rafiq, born in 1873 in Sialkot, Punjab India, who was born from a simple family but is obedient and disciplined in living his life as a Sufi, and this was instilled in him from childhood by his parents. He died in 1938. So his idea of realizing an Islamic state was expressed in 1930 at which time he was elected president of the Muslim League and received strong support from Muhammad Ali Jinnah.Keywords:Muhammad Iqbal, Muslim Ummah, Pakistan State, Conflict
KERUKUNAN UMAT BERAGAMA PASCA KONFLIK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Santalia, Indo; Zulfiani
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 25 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v25i1.36238

Abstract

Konflik sosial kekerasan bernuansa agama di Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi karena adanya faktor struktural dimana oleh kurangnya pendidikan di masyarakat baik pendidikan formal dan pendidikan spiritual sehingga munculnya ketidakmampuan membedakan isu dan juga pemahaman pendidikan agama yang memunculkan stereotip dan perasaan terancam akan munculnya agama atau pemahaman lain dari apa yang diterima. Sistem deteksi dini dan tanggap dini oleh pemerintah daerah dalam pencegahan konflik bernuansa agama di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan belum cukup maksimal dimana Pemerintah Daerah dalam upaya deteksi dini yang dilakukan bukan untuk mendeteksi potensi konflik sebelum terjadi melainkan hanya pada deteksi setelah terjadinya konflik; belum mampu untuk mencapai deteksi dini konflik sebagai upaya pencegahan terjadinya konflik di masyarakat yang mengakibatkan banyaknya kasus yang terjadi. Kerukunan Umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perubahan tetapi tidak signifikan dikarenakan terdapat hambatan hambatan yang di dapat oleh Pemerintah. Namun dalam kenyataanya berdasarka survey yang dilakukan oleh Pemerintah. Indeks Kerukunan Umat Beragama Daerah Istimewa Yogyakarta. Data survei kerukunan umat beragama (KUB) di DIY yang dikeluarkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI ternyata di atas rata-rata nasional. Sikap toleransi di DIY angkanya 71,9 persen, sedangkan di tingkat nasional 70,91. Di tahun 2018 (75,84 persen), nasional 70,33 persen. Kemudian pada tahun 2019, sikap toleransi di DIY juga di atas rata-rata nasional yakni 73,48, sedangkan nasional 72,37 persen. Kata Kunci; Kerukunan Umat Beragama, Konflik , Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengaruh Pemahaman Keberagamaan Terhadap Sikap Moderasi Bergama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri: PENGARUH PEMAHAMAN KEBERAGAMAAN TERHADAP SIKAP MODERASI BERGAMA PADA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI Santalia, Indo; Aulia, Guruh Ryan
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i1.41139

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan Pemahaman Keberagamaan dan moderasi beragama, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Secara spesifik, penelitian ini berupaya menguji apakah variabel Pemahaman Keberagamaan dan karakteristik sosial, yakni jenis kelamin dan organisasi kemahasiswaan berpengaruh terhadap variabel moderasi beragama di kalangan mahasiswa PTKIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran tetapi yang utama adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa PTKIN (N=578) dengan teknik sampling sistematis berjenjang, yang dilengkapi dengan FGD terbatas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis melalui analisis regresi. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa tingkat moderasi beragama pada Mahasiswa PTKIN cenderung sedang. Penelitian ini menemukan bahwa variabel Pemahaman Keberagamaan berpengaruh positif terhadap moderasi beragama Kata Kunci; Pengaruh, Pemahaman Keberagamaan, Moderasi Beragama
Studi Kritis Terhadap Sistem Kerja Keilmuan Sitti Nur Fatimah; Santalia, Indo; Talib, Abdullah
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.49342

Abstract

Untuk mengetahui adanya kebenaran ilmiah suatu objek, perlu adanya suatu sistem, yaitu hubungan yang fungsional dan konsisten antara bagian-bagian yang terkandung dalam sesuatu sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Hubungan semacam itu tidak lain adalah untuk mencapai satu tujuan, yaitu kebenaran ilmiah. Pendekatan dalam metode ilmiah yang dapat mengantarkan pada sistem kerja keilmuan terdiri dari dua, yaitu pendekatan deduktif dan induktif, berdasarkan metode pendekatan ini, tahapan sistem kerja keilmuan adalah, 1. Pengamatan, 2. Klasifikasi data, 3. Generalisasi empiris, 4. Melakukan eksperimen, 5. Hipotesis, 6. Verifikasi, dan 7. Menyimpulkan teori berdasarkan fakta dan data yang telah diuji
Model Relasi Agama dan Negara dalam Konteks Keindonesiaan: Telaah Pemikiran Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid Milawati, Milawati; Rijal, Tabhan Syamsu; Santalia, Indo
FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM Vol 6, No 2 (2025): Fastabiq: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v6i2.240

Abstract

This study aims to explore models of the relationship between religion and the state in the Indonesian context by examining the thoughts of two prominent moderate Muslim intellectuals: Nurcholish Madjid and Abdurrahman Wahid. Utilizing a qualitative method through library research and content analysis, this study analyzes academic literature, ideological interpretations, and the socio-political historical context of Indonesia. The findings reveal three prevailing approaches: the integralistic, the secularistic, and the ethical-substantive model. Both Madjid and Wahid advocate for the ethical-substantive approach, which promotes justice, freedom, and deliberation within a democratic framework, without turning religion into a state ideology. The study concludes that their moderate perspectives are highly relevant for maintaining a balance between religious spirituality and state rationality in a pluralistic society. It is recommended that this ethical-substantive approach be adopted in public policy formulation and inclusive civic education in Indonesia.Keywords: Religion; State; Democracy; Ethical-Substantive Approach; Indonesia.
SUFISME DAN URBAN SUFISME ERA DIGITAL Fathuddin, Muhammad Habib; Santalia, Indo; Rijal, Tabhan Syamsu
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 9 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v9i2.6627

Abstract

Sufisme sebagai aliran kebangkitan dan mistik dalam tradisi Islam, saat ini telah menjadi sasaran ketegangan modernisasi yang dialami seluruh dunia muslim, dan lebih khusus lagi Indonesia. Jadi, jelaslah bahwa artikulasi khazanah Islam yang berupaya menyelaraskan dengan modernitas penuh semangat di dunia muslim. Hal tersebut merupakan fenomena menarik yang berkembang di masyarakat kontemporer, khususnya di kota-kota besar. Sufisme yang pernah dituduh sebagai biang keladi kemunduran umat Islam. Akan tetapi, berbeda dengan sekarang, tidak seperti yang selalu dipikirkan oleh umat Muslim pada umumnya, karena kini para sufi menjadi semacam trend, bagi sebahagian kalangan orang-orang di perkotaan. Berlainan dengan konsepsi negatif diatas bahwa kebangkitan modernisme dan reformisme Islam sejak awal abad ke-20 menjadikan tasawuf sebagai salah satu sasaran pembaharuan dan pemurnian Islam. Bagi para pemikir dan aktivis modernis dan reformis Muslim, kaum Muslim bisa mencapai kemajuan hanya dengan meninggalkan kepercayaan dan praktik sufistik yang mereka pandang bercampur dengan bid’ah, khurafat, takhayul, dan taqlid buta kepada pimpinan tasawuf dan tarekat.
Sejarah Teologi Rustam Rustam; Muhammad Amri; Indo Santalia
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i2.1489

Abstract

Secara historis pergulatan panjang yang menjadi penyebab tercetusnya aliran teologi yang berbeda dalam umat islam bermula pada persoalan politik tanpa menyinggung agama dan berakhir menjadi perpecahan, bukannya menjadi partai politik belakangan yang timbul adalah partai agama dengan membawa dalil yang mengukuhkan pendapat masing-masing hingga melahirkan sejarah kelam dimana antar sesama umat islam saling memerangi atas dasar perbedaan pandangan politik, dengan membawa dalil yang berbeda. Bermula dari terbunuhnya khalifah Usman bin Affan, berlanjut pada perang saudara Antara Mu’awiyah dan Sahabat Ali yang menyebabkan terbunuhnya khalifah Ali, sehingga menyebabkan perpecahan pada umat islam yang mulanya persoalan imamah dan berakhir pada pergulatan politik agama yang berimbas pada perbedaan pandangan dalam teologi. Untuk memahami sejarah dan latar belakang perkembangan ilmu teologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menjelaskan sejarah teologi.
The Acculturation of Local and Islamic Culture in the Pattorani Tradition on Masalima Island, Pangkep Regency Hayati, Amirullah; Yunus, Abd. Rahim; Santalia, Indo
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2023): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v3i2.43343

Abstract

The main problem in this study is the acculturation of local and Islamic culture in the pattorani tradition on Masalima Island, Pangkep Regency. The type of research used was cultural research using descriptive research methods. The approach used is a historical approach with a theological approach. The data sources for this study were primary and secondary data, using research data collection methods such as observation, interviews, and documentation. Then, data processing and analysis techniques were conducted in three method stages: Inductive, deductive, and comparative. The results of this study showed that the origins of the pattorani tradition on Masalima Island, Pangkep Regency, were carried out before the arrival of Islamic teachings based on mythical community beliefs. The two series of pattorani traditions such as; first, it took place at the puggawa's house; then it continued on the beach edge and then on a boat with several rituals, namely: parenta pakkaja, appassili biseang, and accaru-caru beseang. Then, the fishermen's wives had a banquet near the bridge, and pamacca was also held. After the Pattorani season, the community held a second banquet while listening to religious discourse and sending Salawat. Third, the pattorani tradition has a form of acculturation of local and Islamic culture, such as prayer, barazanji, religious discourse, and sending salawat, which has Islamic values such as spiritual and cooperation values.
The Conception of Kafa'ah in Building a Harmonious Family for Hafidz Al-Qur'an Maslahah Perspective (Case Study on Alumni of the Majelis Qurra' Wal Huffadz As'adiyah Jami' Mosque Sengkang) Miftahuddin, Miftahuddin; Bakri, Muammar; Santalia, Indo
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2023): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v3i2.43348

Abstract

This study aims to describe kafa'ah in building a harmonious family from a maslahah perspective by involving married alumni of the tahfidz al-Qur'an Majelis Qurra' Wal Huffadz As'adiyah Jami' Sengkang Mosque as research subjects through the stages of assessment; kafa'ah criteria, efforts to build a harmonious family and the conception of kafa'ah maslahah perspective in building a harmonious family. The research results show that the criteria for kafa'ah in building a harmonious family are dominated by; standard criteria on beauty and lineage, criteria on wealth, and social status. Both two criteria above will not be perfect without a review of the religious aspect, second, building a harmonious family from a maslahah perspective for hafidz al-Qur'an through the role of communication, appreciation, commitment, and spiritual aspects, financial stability, kafa'ah in religion and lineage, having the same goal, third, the conception of kafa'ah is shown; The Hufadz consistently say that the central concept of kafa'ah is seen from the religious and lineage aspects, marrying a partner who is equal in educational and social background, the context does not impose conditions such as the requirement to memorize the Qur'an thirty chapters.
Co-Authors A, Arlan Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahmad Abdul Rahman Abdullah Aderus, Andi Afifah Amatullah Afzazul Rahman Agus Masykur Ahsun Inayati Aisyah Kara Al Khair Syam, Akmal Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Ana Dhiqfaini Sultan Andi Aderus Andi Aderus Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Hasriani Asfar Andi Muhammad Darul Aqsah Anggi Anggraini, Anggi Aniq Akhmad Ali Bawafie Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin AshShiddiq, Nashiruddin ASNI Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Aulia, Guruh Ryan Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Barsihannor Barsihannor, Barsihannor Basri Basri Besse Mutmainnah Besse Mutmainnah* Cici Nurmianty DARMANSYAH . Eka Damayanti Eka Mahendra Putra Erfika Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih G, Wahyudi G., Wahyuddin Gishar Hamka H, Hartinawanti Haidar Ali Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Harun, Hamza Harun, Hamzah Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Hunaifi, Ilham Husnul Khatimah Husyin Saputra I, Irmawati Ilfah Luthfiah Ilham Imam Sanusi Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isrha, Muhammad Jafar, Usman Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Kara, Siti Aisyah Karina Arianti Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Khatimah, A. Khusnul Kurniansyah, Muhammad Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M, M. Dahlan M. Sewang, Ahmad Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mansur Mansur Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Mayani Mayani Miftahuddin Miftahuddin Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhajirin, Muhajirin Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Haeril Jufri Muhammad Irfan Jufri Muhammad Istiqamah Muhammad Soadikin Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mukarrama, Amalia Mustamin Giling Mustin, Hilgha Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurrahmadhani Nadar Nurul Alfian Nurul Intan, Magfira Nurul Islamiah Nurul Islamiyah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Putri Amanda Lestari Qoimah, Lailatul Qorina, Ulfa R, Rahmatullah R, Rahmawati R, Restu R, Rian R, Rismayani r, Riswan R, Rusdin Rahantan, Ahmad Rahmah, Jabal Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Ratna Reni Reni, Reni Ridwan Sahrani Rifki Rifky Akbar Sahrul, Muhammad Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rusli, Nur Fadhilah Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu, Samiang Samsudin, La Ode Samsuriadi Samsuriadi Saputra, Muh Ade Satriani Satriani Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nuraini Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulfiana Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso syahrir syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Taufik Thalib, Abdullah Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Wulandari, Trikarno yamani, sudin Yasser Mulla Shadra Yusri Handayani Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani