Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid 19 Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Ananda, Rizki; Yolanda, Sisi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.1187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan informasi terkait persepsi guru mengenai tantangan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di rumah akibat dampak dari pandemi menggunakan WA grup dalam pembelajaran jarak jauh dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini di dasari dengan sulitnya mencari data lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari 9 orang guru yang mana terdiri dari SDN 023 Muara Mahat Baru, SDN 012 langgini dan SDN 018 Langgini. Hasil dari penelitian ini mengunggkapkan bahwa kurang memadainya sarana dan prasarana, kurang maksimalnya penyampaian materi, beban pembelian kuota internet, koneksi internet yang kadang menjadi lamban, gaya belajar yang cendrung visual, peseeta didik malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, kurang leluasanya guru dalam mengontrol kegiatan peserta didik, serta materi yang disampaikan guru tidak sepenuhnya di kerjakan oleh peserta didik. Hambatan yang dialami oleh guru dalam pembelajaran jarak jauh adalah sulit mengontrol peserta didik disaat pembelajaran dilakukan tidak dengan tatap muka, sulit memahami perkembangan peserta didik dan peserta didik yang tidak memiliki hp terkadang tidak mengumpulkan tugas yang diberikan guru. Keunggulan dalam pembelajaran jarak jauh yaitu tidak ada sama sekali, karena guru berpendapat bahwa pembelajaran jarak jauh tidak memiliki keunggulan melainkan pembelajaran jarak jauh merugikan orang tua dan peserta didik. Peserta didik lebih sering malas-malasan dalam belajar maupun mengerjakan tugas yang diberikan. Dari 9 hasil wawancara yang didapat oleh peneliti adalah guru kesulitan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik karena pembelajaran tidak dilakukan dengan tatap muka sehingga guru tidak tahu sampai mana pemahaman peserta didik. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan tidak efektif karena sulit bagi guru karna sebelumnya belum pernah melakukan pembelajaran jarak jauh
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Ananda, Rizki; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Hanafi, Imam
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.1190

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mendapatkan informasi mengenai dampak dari pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Setting penelitian dilaksanakan di SDN Kecamatan Bangkinang Kota. Adapun yang menjadi subjek penelitian diantaranya guru, siswa, dan orang tua siswa dengan cara mengamati serta melakukan wawancara terhadap pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Tahapan dari penelitian ini mengikuti prosedur penelitian kualitatif seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran tematik tidak dapat dilakukan secara ideal seperti saat situasi normal/ sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Pembelajaran lebih banyak dilaksanakan secara terpisah (separated) dan bukan terintegrasi antar mata pelajaran seperti seharusnya pembelajaran tematik integratif dilaksanakan. Sementara itu dari 4 kompetensi siswa yang seharusnya menjadi capaian pembelajaran pada pembelajaran tematik kompetensi yang dapat dilaksanakan dan tercapai maksimal adalah kompetensi pengetahuan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi penyelanggara pendidikan dan seluruh stakeholders pendidikan agar proses pendidikan tetap bisa berlangsung dalam kondisi apapun
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Prososial Di Sekolah Dasar Handika, Handika; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perilaku prososial siswa tingkat sekolah dasar di SDN 001 Airtiris yang diduga oleh berbagai faktor seperti pola asuh yang diberikan oleh orang tua di rumah terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku prososial siswa kelas VC SD Negeri 001 Airtiris. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 67 siswa. Jumlah sampel diambil secara purposive sampling dengan sampel sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi spearman rank dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola asuh orang tua dengan perilaku prososial siswa memiliki hubungan yang signifikan dimana Zhitung > Ztabel. Tipe pola asuh otoriter-perilaku prososial dengan zhitung sebesar 2,23, Ztabel 1,96, dan memiliki tingkat kategori cukup dengan rs 4,68, tipe pola asuh demoktatis-perilaku prososial dengan zhitung sebesar 2,81, Ztabel 1,96, dan memiliki tingkat kategori kuat dengan rs 5,92, tipe pola asuh permisif-perilaku prososial dengan Zhitung sebesar 2,94, Ztabel 1,96, dan memiliki tingkat kategori kuat dengan rs 6,18, tipe pola asuh abai-perilaku prososial dengan zhitung sebesar 1,18, Ztabel 1,96, dan memiliki tingkat kategori sangat lemah dengan rs 2,47.
Pengembangan Model TPACK untuk Menunjang Kompetensi Profesional pada Guru Sekolah Dasar Ananda, Rizki; Rani, Afriza Rahma; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.4031

Abstract

Masalah kompetensi guru Sekolah Dasar (SD) masih menjadi perhatian mendasar dalam dunia pendidikan. Sudah banyak mekanisme yang ditempuh agar kompetensi guru bisa menjadi lebih baik. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model TPACK untuk pengembangan profesionalisme pada guru SD kecamatan Salo. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), angket diperoleh dari uji ahli dan uji kelompok kecil, berupa penilaian dari: (1) ahli penilaian, (2) ahli TIK, (2) ahli desain pembelajaran, dan (3) guru SD di lokasi uji efektivitas produk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan yakni guru mampu mengintegrasikan materi ajar, pemanfaatan dan penerapan teknologi dengan katagori cukup, akan tetapi guru harus mampu menerapkan dan meningkatkan knerja agar dapat meningkatnya minat dan motivasi siswa dalam belajar. Dari data penelitian didapatkan bahwa penerapan TPACK telah berhasil diterapkan di Kecamatan Salo pada sekolah dasar sehingga meningkatkan keprofesionalan guru dalam meningkatkan hasil belajar. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan TPACK dapat memberikan inovasi baru dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran sehingga kompetensi profesional guru dapat berkembang.
The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students Amsari, Dina; Wahyuni, Etri; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7247

Abstract

Learning is a process of interaction between individuals and the environment and is displayed in the form of desired behavioral changes. Learning in schools must be able to bridge the knowledge that students already have with the new knowledge that will be built. This research discusses how Albert Bandura's social learning theory emphasizes the importance of elementary school students in processing their own knowledge obtained from observing models in their environment. This learning theory can be implemented in learning with the assumption that learning can be through observation, learning is an internal process that is reflected in behavior, learning is a reciprocal influence between environmental variables, behavior and individuals, and behavior is goal-oriented and self-regulated. This provides an understanding that learning is the result of students' ability to interpret knowledge or information, interpret a model that is imitated, then process it cognitively and determine actions according to the desired goals. Students are encouraged to think critically and creatively to analyze problems and find alternative solutions to problems.
Peningkatan Pemahaman Konsep Pembelajaran IPA dengan Menggunakan Model Predict, Observer, Explain (Poe) Berbantuan Video Animasi Siswa Sekolah Dasar Ulandari, Liska; Surya, Yenni Fitra; Kusuma, Yanti Yandri; Rizal, M. Syahrul; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1811

Abstract

This study aims to improve the ability to understand concepts in class V UPT SD Negeri 007 Bangkinang. The background of this research is the low ability to understand science subject concepts in class V. This research is a class follow-up research, which was carried out in two cycles and each cycle consisted of two meetings. The subjects in this study were 1 teacher and 22 students, while the object was to use the POE (Predict, Observer, Explain) learning model to improve the ability to understand concepts. The research instrument consisted of teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, documentation sheets and learning test sheets during learning using the POE (Predict, Observer, Explain) learning model. While the data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative analysis. Based on the results of research that has been carried out through 2 cycles, at the second meeting of cycle I the ability to understand the concept. The results of this study show that by using the animated video-assisted POE model in class V UPT SDN 007 Bangkinang there has been an increase, namely in cycle I meeting I students who completed 10 people or 45.46% with an average of 69.00, then in cycle I meeting II students who complete 13 people or 60% with an average value of 72.00. In cycle II meeting I, 15 students completed or 68.19% with an average score of 79.63, cycle II meeting II students completed 20 people or 90.10% with an average score of 87.55. By using the POE (Predict, Observer, Explain) learning model, it can improve the ability to understand the concepts of class V UPT SD Negeri 007 Bangkinang students. Keywords: Ability to Understand Concepts, POE Model (Predict, Observer, Explain)
Penerapan Model Social Science Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Ajeli, Fitri; Rizal, M. Syahrul; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Yusnira, Yusnira; Aprinawati, Iis
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1852

Abstract

This study aims to improve the critical thinking skills of fourth grade students of SDN 002 Langgini in the 2022/2023 school year, totaling 26 students. Critical thinking is an active consideration that is continuous and thorough about a belief or form of knowledge that is taken for granted by including supporting reasons and rational conclusions. This research method is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in 2 learning cycles. Each cycle consists of 2 meetings and 4 stages of learning, namely: planning, implementation, observation and reflection. The research time was carried out in May 2023. Data collection techniques in the form of documentation, observation and tests. The results of critical thinking skills of grade IV students of SDN 002 Langgini in cycle 1 meeting 1 with a percentage of learning completeness of 35% and in cycle 1 meeting 2 increased with a percentage of learning completeness of 46%. In cycle 2 meeting 1 also increased with a percentage of 61% learning completeness and in cycle 2 meeting 2 increased again with a percentage of 84% learning completeness. Thus it can be concluded that the application of the Social Science Inquiry learning model can improve the critical thinking skills of fourth grade students of SDN 002 langgini.
Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika di Sekolah Dasar Rahma, Fadila; Marta, Rusdial; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Kusuma, Yanti Yandri; Rizal, M. Syahrul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa di kelas III UPT SDN 013 Kumantan. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas III. Penelitian ini merupakan penelitian tindalan kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 orang guru dan 11 orang siswa, sedangkan objeknya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar dokumentasi dan lembar tes belajar selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI). Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 siklus, pada pertemuan kedua siklus I kemampuan pemahaman konsep Hasil tes pada siklus I pertemuan 1 dan 2 menunjukkan ada 6 orang siswa (54, 55%) dari 11 siswa yang tuntas dengan kategori rendah (≤55%), sedangkan pada siklus 2 pertemuan 1 menunjukkan ada 7 orang siswa (64%) dari 11 orang siswa yang tuntas dengan kategori cukup (≤70%), dan pada siklus II pertemuan 2 menunjukkan ada 9 orang siswa (81%) dari 11 orang siswa yang tuntas dengan kategoti tinggi (≤85%). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa apabila menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI). Maka dapat meningkatkan Kemampuan pemahaman kosep matematika siswa kelas III UPT SDN 013 Kumantan.
Penerapan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Putri, Era Pazira; Rizal, M. Syahrul; Aprinawati, Iis; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1869

Abstract

The background of this research is the low critical thinking skills of students in class V UPT SDN 013 Kumantan. Therefore the purpose of this research is to improve students' critical thinking skills in class V UPT SDN 013 Kumantan. This research is a class follow-up research, which was carried out in two cycles and each cycle consisted of two meetings. The subjects in this study were 1 teacher and 12 students, while the object was to use the VCT learning model to improve students' critical thinking skills. The research instrument consisted of teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, documentation sheets and study test sheets during the learning process using the VCT learning model. While the data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative analysis. Based on the results of research that has been carried out through 2 cycles, at the second meeting of cycle I critical thinking skills. The test results in cycle I meeting 1 showed that there were 5 students (42%) of the 12 students who were included in the less critical category (<69), and in cycle 1 meeting II showed that there were 3 students (25%) of the 12 students who included in the less critical category (<69), while in the second cycle meeting I showed that there were 8 students (67%) out of 12 students who were included in the very less critical category (<69), and in the second cycle the second meeting showed there were 9 students (92%) out of 12 students who were included in the very critical category (<100%). By using the VCT learning model, it can improve the critical thinking skills of class V UPT SDN 013 Kumantan students. Keywords: Critical Thinking Ability, Value Clarification Technique (VCT)
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Small Group Discussion Siswa Sekolah Dasar Nurhalisa, Siti; Mufarizuddin, Mufarizuddin; Sumianto, Sumianto; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Marta, Rusdial
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1884

Abstract

This research is motivated by the low learning activity of fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah. One of the solution to solve this problem is to use the small group discussion model. This study aims to improve the learning activity of fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah with 34 students, with a of 18 male students ang 17 female students. The research method was classroom action research (PTK) implemented in two learning cycle consists of two meetings and four learning stages, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The time of the research was carried out in May 2023. Data collection technique using qualitative analysis and quantitative analysis. Based on the result of the learning activity of the fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah in the pre-ativity with a learning mastery percentage of 41,17%. In the first n cycle I meeting I with a percentage of study completion of 44,11%, students who completed only 15 students and cycle I of meeting II increased with a percentage of learning completion of 52,94%, students who completed only 18 students. In cycle II meeting I also increased with a percentage of learning completion of 85,29%, students who completed only 29 students and cycle II of meeting II experienced another increase with a percentage of study completion of 91.17%, students who completed 31 students. So it can be concluded that by using the small group discussion model it can improve learning activity of fitft grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah. Keywords: Stedents Learning Activity, Small Group Discussion, Classroom Action Research.
Co-Authors -, Sumianto -, Zulhendri Adelina, Sisilia Deli Adityawarman Hidayat Afib Rulyansah Agustina, Rahmadatun Ajeli, Fitri Alpi Subahan AMALIA, INTAN Anggi Sri Deva Annisa Auliyah Ar Ridha, Ar Ridha Aria Heldayani Arrahmah, Jestiwi Aulia Mardatillah Auliyah, Annisa Bagas Rianto bayu saputra Besty Adella Citra , Mulya Della Afriana Tasya Deva, Anggi Sri Dina Amsari, Dina Dinita, Sonia Efendi, Nofriza Ema Gusliani Erlinawati Erlinawati Etri Wahyuni Fitri Jannah Geri Syahril Sidik Handika Handika Handika, Handika Haniva, Putri Hardi, Vitri Anggraini Hardi, Vitri Angraini Heldo Pratama Helpiana, Mira Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati, Iis Imam Hanafi Imam Hanafi Indah Gilang Gumilar Indriyanto Joni Kasman Ediputra Khasanah, Yusnita Imlatul Kusuma , Yanti Yandri Kusuma, Yanti Yandri Laila Qurratun Nada Lusi Marleni, Lusi M Syahrul Rizal M. Syahrul Rizal M. Syahrul Rizal Maidini Tamara Marina Sasmita Martha, Rusdial Melati Aulia Tannur Mhd Iqbal Maulana Mimi Hariyani Mimi Rahmi Rosneli Miqkial Wirna Mira Helpiana Mohammad Fauziddin Mohd Khairul Aswadi Mohd. Fauziddin Mufarizuddin Mulya Musnar Indra Daulay Mutaqin, Alim Nikmatul Khoiriyah Novi Rahmadani Novi Rahmadani Nur Andini Nur Widiatuljannah Nurhalisa, Siti Nurhaswinda Nurhaswinda Nurul Fadhilah Nurul Wulandari Pamadhi, Hadjar Pracilia, Azirah Puspa Helmiati Putri Puspita, Sri Devi Putri Eliza Putri Hana Pebriana Putri, Era Pazira Putri, Sri Mulyani Sundari Qamariah, Elfita Radina Alfira Pratiwi Rafinur Fauzan Asbar Rahayu, Putri rahma ainur Rahma, Fadila Rahmayani, Putri Ramdhan Witarsa Rani, Afriza Rahma Rati Syafiana Putri Riski Amelia, Riski Risma Tri Nanda Riyan Saputra, Riyan Riza Fatimah Zahrah Rizal, M. Syahrul Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Ananda Rizki Ananda Rusdial Marta Rusial Marta Safrianis, Serly Saputri, Ana Sari, Dessy Kurnia Sari, Wilfi Septian Mulyadi Sindung Tjahyadi Sisi Yolanda Siti, Nursiti Fatimah Soni Bernadus Masus Subariah Sularno Sularno Sularno Sularno, Sularno Sumianto Sumianto Sumianto Surani Oktavia Surya, Yenni Fitria Syafiri, Rahmi Syalsa Riski Maulina Syamsul Ghufron Ulandari, Liska Viona Lorenza Vira Dahnia Wahida Asni Winarti Winarti Wirna, Miqkial Yanti Yandri Kusuma Yenni Fitra Surya Yolanda Pahrul Yolanda, Sisi Yunizal, Hayatul Fitri Yusnira Zakiyah ZULFAH Zulhendri