p-Index From 2021 - 2026
10.869
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Empirika ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Demography Journal of Sriwijaya Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Jurnal Penelitian Sains Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Jurnal Keperawatan Silampari JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Faletehan Health Journal JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Journal of Humanities and Social Studies Journal of Nursing Care Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Masyarakat dan Budaya Siddhayatra: Jurnal Arkeologi Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Mitra Kencana Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Media Sosiologi GUYUB: Journal of Community Engagement Majalah Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan Community Empowerment Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat EPIGRAM (e-journal) Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Pubmedia Social Sciences and Humanities International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) Jurnal Kesehatan Kartika Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Kesehatan Anggota Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati; Rukman, Rukman; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13453

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, Kondisi ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat, khususnya keluarga. Kurangnya pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana cara merawat Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) akan memberi dampak tidak optimal kepada kesembuhan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga sebagai upaya mencapai kemandirian masyarakat dan keluarga merawat ODDP. Metode kegiatan berupa sosialisasi, pre test, pendidikan kesehatan dan, post test serta pendampingan pada keluarga ODDP. Kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta yang dari kader dan keluarga dengan ODDP di RW 03 dan RW 10. Kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga dalam merawat ODDP, hasil rata-rata pretest 4.5 menjadi 6.5; analisis perhitungan jumlah nilai pre test dan post test peserta dari RW. 03 terjadi peningkatan nilai rata-rata 1,98 dari pre test = 4.7 menjadi post tes = 6.68 sedangkan peserta dari RW 10 terjadi peningkatan nilai rata-rata 2,1 dari pre test= 4.1 menjadi post test = 6.28. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan dapat memberikan informasi pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat dan keluarga tentang cara merawat ODDP, sehingga akan mendorong ODDP dapat hidup mandiri, produktif, dan percaya diri di tengah masyarakat, bebas dari stigma, diskriminasi atau rasa takut, malu dan ragu-ragu serta mengurangi resiko kekambuhan pada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Kata Kunci: Keluarga, Kader, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Mental health can be said to be a healthy condition, both emotional, psychological and social, which is demonstrated in satisfactory interpersonal relationships between individuals and other individuals. This condition needs to receive serious attention from all levels across government sectors, both at the central level. and regions, as well as attention from the entire community, especially families. The lack of understanding by the community and families about how to care for People with Psychosocial Disabilities (ODDP) will have a suboptimal impact on the recovery of family members who suffer from mental disorders. This community service aims to increase the knowledge and abilities of the community and families as an effort to achieve community and family independence in caring for ODDP. Activity methods in the form of socialization, pre-test, health education and, post-test and assistance to ODDP families. The activity was attended by 30 participants from cadres and families with ODDP in RW 03 and RW 10. this activity increased the knowledge and ability of the community and families in caring for ODDP, the average pretest result was 4.5 to 6.5; analysis of the calculation of the total pre-test and post-test scores of participants from RW. 03 there was an increase in the average score of 1.98 from pre test = 4.7 to post test = 6.68, while participants from RW 10 experienced an increase in average score of 2.1 from pre test = 4.1 to post test = 6.28. Community service activities in the form of health education can provide knowledge and motivation information to the community and families about how to care for ODDP, so that it will encourage ODDP to live independently, productively and confidently in society, free from stigma, discrimination or fear, shame and doubt and reduce the risk of relapse in People with Psychosocial Disabilities (ODDP). Keywords: Family, Cadres, Empowerment, Health Education
Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Pendidikan Kesehatan tentang Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13904

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran remaja sangat penting dalam upaya ini. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Rw 09 Kelurahan Ciwalen. Hasil. Kegiatan di hadiri remaja perwakilan dari tiap RT dan remaja Karang Taruna di RW 09 kelurahan Ciwalen. Terdapat pengingkatan pengetahuan sebelum dan sesuai pendidikan kesehatan tentang stunting dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4-5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 17 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, remaja dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting prevention requires a concerted effort from all components of the community, and the role of adolescents is very important in this effort. The purpose of the activity is health education, increasing adolescent knowledge about stunting and the role of adolescents in stunting prevention. Health education is provided by lecture and discussion, pre test and post test methods. The target of the activity was teenagers in Rw 09 Ciwalen Village. Result. The activity was attended by 17 youth representatives from each RT and Karang Taruna teenagers in RW 09 Ciwalen sub-district. There was an increase in knowledge before and according to health education about stunting with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score is 3 (55.38%) and in the post test the average value is 4-5, namely (83.06%). In conclusion, after Health Education was conducted, knowledge related to stunting prevention in 17 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, adolescents can contribute significantly to reducing stunting rates in society.  Keywords: Stunting, Adolescent Education, Health Education
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga Tsuroyya, Kareniva; Sari, Sheizi Prista; Purnama, Dadang
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20194

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a public health issue in Indonesia, including in Bandung City. Family Assistance Team cadres play a key role in preventing stunting through education and support for at-risk families. One factor influencing cadre success is self-efficacy, which may be affected by their knowledge of stunting. This study aims to examine the relationship between cadre knowledge of stunting and self-efficacy in three stunting-prone urban villages in Bandung City: Dago, Margasari, and Babakan. This study used secondary data from a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The sample consisted of 72 cadres selected using consecutive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman correlation test. The results showed no significant relationship between knowledge of stunting and cadre self-efficacy (r = -0.180, p = 0.129). Although some cadres had good knowledge, it did not directly enhance their confidence in assisting families. Strengthening cadre self-efficacy should not rely solely on knowledge improvement but also on practical training, field simulations, and continuous psychosocial support. Keywords: Cadres Family Assistance Team, Knowledge, Self-Efficacy, Stunting, Stunting Prevention.  ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meningkat di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga berisiko. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan kader dalam menjalankan perannya adalah self-efficacy, yang diyakini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan mereka tentang stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan kader tentang stuntingdengan self-efficacy kader dalam menjalankan peran sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tiga lokus stuntingKota Bandung, yaitu Kelurahan Dago, Margasari, dan Babakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 72 kader yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengetahuan kader tentang stunting dan self-efficacy dalam menjalankan peran TPK dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang stunting dengan self-efficacy kader (r = -0,180, p = 0,129). Meskipun beberapa kader memiliki pengetahuan yang baik, hal tersebut tidak secara langsung meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan peran pendampingan keluarga. Penguatan self-efficacy kader sebaiknya tidak hanya difokuskan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga melalui pelatihan praktis, simulasi lapangan, dan dukungan psikososial yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kader Tim Pendamping Keluarga, Pencegahan Stunting, Pengetahuan, Self-Efficacy, Stunting.
Pemberdayaan Masyarakat Tani: Proses Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kibuk dalam Tata Kelola Perhutanan Sosial di Kota Pagaralam Agus, Agus; Purnama, Dadang Hikmah; Sartika, Diana Dewi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16521

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah proses pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk telah mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk dalam menjalankan tata kelola kelembagaan dan pembangunan perhutanan sosial secara baik. Metode penelitian ini kualitatif verifikatif dengan strategi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk dalam kondisi belum memenuhi syarat menjalankan tata kelola perhutanan sosial secara baik. Kelemahan kapasitas kelembagaan terdapat pada belum terbentuknya struktur kelompok usaha perhutanan sosial di masing-masing kelompok kerja dan masih minimnya gagasan mengenai pembangunan kawasan perhutanan sosial Kibuk. Anggota kelompok tani hutan Kibuk belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri. Kelompok tani hutan Kibuk belum menguasai manajemen, sehingga belum mampu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan kelembagaan. Proses pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Kibuk masih mengabaikan penilaian kebutuhan aktual, tidak semua rencana dan strategi aksi dapat dilaksanakan, pelaksanaan program yang terbatas, monitoring dan evaluasi tidak dilaksanakan secara kredibel.
PENDIDIKAN KESEHATAN PERNIKAHAN YANG BAIK SECARA BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS : TEPAT BUKAN CEPAT: PENDIDIKAN KESEHATAN PERNIKAHAN YANG BAIK SECARA BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS : TEPAT BUKAN CEPAT Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.157

Abstract

Menikah muda dapat mengakibatkan terjadinya masalah kehamilan, resiko penyulit persalinan karena besar kepala anak tidak dapat menyesuaikan bentuk punggung yang belum berkembang sempurna, bayi premature, resiko ibu meninggal dan masih banyak dampak bahaya lainnya. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini menjawab hasil survey, yang mana menurut pihak sekolah siswa SMA Negeri 19 Garut jarang mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai bagaimana pernikahan dini berpengaruh secara biologis maupun psikologis pada angka kesakitan dan kematian, serta dapat mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi, dan siswa lebih memahami mengenai hal-hal berbau seksualitas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kegiatan dilakukan dengan, ceramah paparan materi, diskusi dan tanya jawab, melatih siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil setelah dilaksanakan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai pernikahan yang baik secara biologis dan psikologis : tepat bukan cepat, Kesimpulan : penting adanay keberlanjutan dari kegiatan pendidikan kesehatan di sekolah menegah atas untuk menambah wawasan siswa terkait konsep pernikahan lebih baik yang akan mereka lewati dimasa yang akan datang.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA: PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA Purnama, Dadang; Setiawan, Setiawan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.188

Abstract

Kesehatan Reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. Kesehatan reproduksi bukan hanya keadaan waktu hamil dan melahirkan, tetapi menyangkut perkembangan berbagai organ reproduksi serta fungsinya sejak dalam kandungan sampai akhir kehidupan. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini menjawab hasil survey pada remaja di masayarakat RW 01 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut, yang jarang mendapatkan pendidikan kesehatan, Dengan rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi (77,19%) di RW 01 Kelurahan Kota Wetan diharapkan adanya pihak yang terlibat dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, salah satu pemecahan masalah tersebut adalah dengan pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di RW 01 Kelurahan Kota Wetan mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan dengan, ceramah paparan materi, diskusi dan tanya jawab, melatih remaja untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil setelah dilaksanakan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai perubahan perilaku sehat (kesehatan reproduksi) melalui pendidikan kesehatan bukan sekedar transfer pengetahuan dan sikap pendidik, namun bagaimana remaja sebagai pembelajar dapat berperilaku dalam mencapai keseimbangan antara lingkungan, perilaku, dan manusia. Kesimpulan : penting adanya keberlanjutan dari kegiatan pendidikan kesehatan pada remaja di masyarakat untuk menambah wawasan terkait kesehatan reproduksi yang lebih baik sebagai bekal melewati masa yang akan datang.
EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA: EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Sunarya, Uu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.189

Abstract

Di Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, tepatnya di RW 13 terdapat sebuah home industry, bernama Home Industry Jaket Bilistic, bergerak di bidang produksi konveksi jaket kulit sintetis. Industri tersebut memiliki beberapa orang karyawan. Dalam proses pengerjaannya, industri tersebut memiliki beberapa risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja yang mengancam setiap karyawannya. Bahaya tersebut antara lain: jam kerja yang relatif tinggi setiap harinya, perilaku karyawan yang mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan tidak disediakannya anggaran pengobatan oleh pemilik industri.Target luaran yang ingin dicapai adalah penerapan jam kerja untuk setiap karyawan yaitu maksimal 8 jam perhari atau 40 jam per minggu, penerangan di tempat kerja baik siang maupun malam hari untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam mesin adan alatalat yang tajam, penggunaan APD selalu dilakukan pada setiap pekerjaan yang bisa mengundang bahaya pada kesehatan dan kecelakaan kerja, dan penyediaan anggaran kesehatan sebaiknya dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan.Metoda yang digunakan untuk mencapai target tersebut, tim pengabdian berusaha mengurangi risiko bahaya tersebut dengan memberikan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh setiap karyawan.Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan mengadakan survai ke Home Industry Jaket Bilistic untuk melakukan observasi pada kondisi industri serta para karyawannya, kemudian bermusyawarah untuk melakukan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja menyusun rencana kegiatan. Akhirnya edukasi dilakukan di lokasi industri tersebut dengan mengundang ketua RW 13 serta kader-kader kesehatan setempat. Hasil dari kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan dari tes sebelum edukasi dengan tes sesudah edukasi. Peningkatan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sebesar 34,06 point.
Gambaran Pengetahuan Lansia Penderita Hipetensi Tentang Hipertensi Purnama, Dadang; -, Witdiawati; Suhendar, Iwan
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.472 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i2.66

Abstract

Hipertensi adalah faktor resiko utama penyakit-penyait system peredaran darahyang merupakan penyebab kematian tertinggi. Data dari Departemen KesehatanRI, menunjukan penyakit hipertensi masih cukup tinggi dengan angka kematian15,6 % dan bahkan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang lebihjauh dari perilaku hidup bersih dan sehat, mahalnya biaya pengobatan hipertensi,disertai kurangnya sarana dan prasarana penanggulangan hipertensi. Rancanganpenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi yang di ambil adalahlansia dan pengambilan sampel dengan tekhnik non probability sampling methodyang bersifat ccidental sampling, yaitu pengambilan sampel secara kebetulan adaatau tersedia pada saat penelitian berlangsung. Metode pengumpulan data denganmenggunakan motode angket/kuesioner dan pengolahan data dilakukan denganmetoda distribusi prosentase. Hasil dari penelitian menggambarkan sebagian kecildari responden (18,1%) berada dalam kategori tingkat pengetahuan baik. Dan yangberada dalam kategori pengetahuan cukup (36,4%), dan sebagian besar beradadalam kategori pengetahuan kurang (45,5%) . kesimpulan dan dari penelitian inimenggambarkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di wilayah kerja PuskesmasSamarang Kabupaten Garut pada umumnya kurang. Perlu peningkatan kapasitasPuskesmas dan membutuhkan sumberdaya manusia serta pembiayaan untukpromosi kesehatan khususnya kesehatan lansia harus lebih ditingkatkan. Salah satusumber yang potensial adalah dana kapitasi Puskesmas dari Jaminan KesehatanNasional sebagai penunjang program kegiatan lansia.
Co-Authors -, Witdiawati Aat, Aat Abdul Rahman Abdullah Idi Abdullah Idi Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya AGUS AGUS AGUS Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ainul Zulqoifah Asmawati Aisyah Istiqomah Akhmad Syafe`i Akmal Sybromiilsy Akmal Sybromillsy Alamsyah Alamsyah Amady, M. Rawa El Amin Rejo Andini, Wilda Andriani Andriani Andriani Andriani Anita Rahmiwati Annisa, Syafa Kamila Nur Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Ardiyan Saptawan Ari Nurlia Arianti, Yosi Arisandi, Toni Asih Setiarini Asmawati, Ainul Zulqoifah Asnani Asnani Azizah, Neng Zihan Nurul Bakar, Shabila Fasa Noor Besral . Cesilia M Dwiriani Dede Supriyatna, Iyep Desy Indra Yani Desyandri Desyandri Diah Mulyawati Utari Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Dinan, Nur Azmina Djokosujono, Kusharisupeni Dwi Putro Priadi Dwi Setiawan Eduar Syambado Elta Dewi Nurhayati Ema Arum R. Ermiati Ermiati Evi Novianti Fajar, Nur Alam Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Ghina Reftantia Gita Isnayawulan Gusgus Graha Ramdhanie Hartiah Haroen Hendarso, Yoyok HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Husni Thamrin Hutomo, Wahyuni MP Iceu Amira D.A Ira Hairida Yuliani Istiqoma, Istiqoma Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Izzudin, Muhammad Kadir, Sabaruddin Kamila, Ami Komarudin Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lausa Isaberna Lestari, Arum Lingga Lia Yulianti Linda Utami Linda Utami LISYA S PUTRI Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Maharani, Glena Dwi Mamat Lukman Mardiah, Ai Maria komariah Maria Ulfa Merry Dian Cristin Telaumbanua Mery Yanti Miftah Hudatul Umam Muhammad Nur Mulya, Adelse Prima Mulyani, Airin Rizki Mulyanto Mulyanto Muryati . Muryati Muryati Muryati Muryati Nabila Tahira Nana Mulyana Neti Juniarti Ngakan Putu Sueca Nilakrisna, Dewi Nina Sumarni Nita Arisanti Nomaini, Faisal Noor, Rohmahalia M novita, aryandini Novita, Aryandini Nugraha, Purnajati Nur Fazriah, Diva Lutfia Nurjanah, Lilis Siti Nurna Ningsih Nursiswati Nurussakinah, Nurussakinah Nur’aeni, Aan Oktanedi, Aldri Putra, Muhammad Alfi Mahardika PUTRI, LISYA S Rahma, Syifa Imaniar Rai Nurussakinah Ramdhanie, Gusgus Gharaha Randi, Randi Ratna Djuwita Riani Pebrianti Rida Siti Toyibah Ridha Taqwa, Ridha Robiyanto Hendro Susanto Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmalia M Noor Rukman Rukman Rukman Rukman Santi Mulyani Saraswati, Erlisa Satria Jaya Priatna, Satria Jaya Senvi Fatnamartiana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sheizi Prista Sari Siti Fauziah Soraida, Safira Soraida, Safira Sri Hartati Pratiwi sri sutami Sriati Sriati Sriati Sriati, Sriati Suci Destriatania Suhenda, Dadang Syafe'i, Akhmad Tetti Solehati Theresia Eriyani Toha Budi Sri Pujiastuti Tri Krianto TRI SUTRISNO Tsuroyya, Kareniva Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utari, Setya Bella Uu Sunarya Veven Mira Noverina Vhonita, Ussy vina agustina Wahidin Wahidin Wahyu Gunawan Waspodo Waspodo Waspodo, Waspodo Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri Wijaya, Revi Vereyanthi Winyarti, Angela Sri Melani Witdia wati Witdiawati Witdiawati W Witdiawati W Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yati Tursini Yayat Hidayat Yunindyawati Yunindyawati Yus naini Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zuber Angkasa Zuhir, Mada Apriandi Zulfikri Suleman Zulfikri Suleman