p-Index From 2021 - 2026
11.689
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Empirika ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Demography Journal of Sriwijaya Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Jurnal Penelitian Sains Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Jurnal Keperawatan Silampari JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Journal of Humanities and Social Studies Journal of Nursing Care Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Masyarakat dan Budaya Siddhayatra: Jurnal Arkeologi Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Mitra Kencana Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Media Sosiologi GUYUB: Journal of Community Engagement Majalah Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan Community Empowerment Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat EPIGRAM (e-journal) Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Pubmedia Social Sciences and Humanities International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) Jurnal Kesehatan Kartika Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Flourishing or Languishing? Description of Adolescents Mental Health in A Positive Continuum Witdiawati Witdiawati; Syifa Imaniar Rahma; Dadang Purnama
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.5462

Abstract

Mental health in adolescents is an important aspect in supporting optimal individual development during the challenges of transition. This study aims to identify the positive continuum of adolescent mental health. This is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The study sample consisted of 250 adolescents (aged 14–18 years) at SMKN 2 Garut, selected using stratified random sampling. The research instrument used was the Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). The results of this study indicate that 103 adolescents (41.2%) have moderate mental health categories. In the emotional well-being and social well-being dimensions, the majority of adolescents have low categories. Contributing factors include age, grade level, out-of-school activities, and places to confide. These findings emphasize the importance of promotional programs and optimizing the role of families to enhance adolescent well-being.
An Overview of Family Functioning in Parents with Adolescent Children in West Java Adelse Prima Mulya; Ahmad Yamin; Dadang Purnama; Dadang Suhenda; Angela Sri Melani Winyarti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6269

Abstract

Adolescent health risk behaviors often occur due to the lack of control and supervision of family functions in Indonesia. Family plays an important role in adolescent health behavior. Objective: The purpose of this study is to see how the description of family functions in families with adolescent children. Method: This study is a quantitative study. The samples in this study were families (parents) who had adolescent children. The samples selected were families with adolescent children whose data had been recorded in the 2019 program performance and accountability survey (SKAP) system. With a total of 1999 respondents from West Java Province selected using stratified multistage sampling. The SKAP questionnaire type used a family function questionnaire with a Croanbach alpha value of 0.81. Data obtained from SKAP 2019 were analyzed descriptively quantitatively. Descriptive data will be presented in tabular form. Results: The results of the analysis showed that the family function was quite good as much as 70.2%. Conclusions: Family functions in families with adolescent children in West Java Province are mostly good enough. With the application of 8 optimal family functions in the family, it is expected to prevent health risk behavior in adolescents.
Gambaran Sikap Remaja Putri dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini di SMA X Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Debby Janette; Mamat Lukman; Dadang Purnama
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i2.3988

Abstract

Early marriage remains a serious issue that affects education, reproductive health, and increases the risk of stunting in children. Adolescents, as a vulnerable age group, are in a formative stage of attitude development, making it essential to understand their tendencies in facing this issue. This study aims to describe the attitudes of female adolescents in preventing early marriage at SMA X, Tanjungsari District, Sumedang Regency, West Java . The research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach and involved 144 respondents selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using the Early Marriage Attitude Scale (EMAS) and analyzed using frequency distribution and percentages. The results showed that 77 respondents (53.5%) had a positive attitude toward preventing early marriage, while 67 respondents (46.5%) showed a negative attitude. The spiritual belief dimension recorded the highest percentage of positive attitudes (72.9%), followed by the parent-child relationship dimension (66%) and parental economic hardship (66%). The social norms dimension appeared the most balanced, indicating that cultural and social pressures continue to significantly influence adolescent attitudes. Age and family income were also influential; respondents aged 17 and from middle-to-upper-income families tended to exhibit more positive attitudes. These findings imply the need to strengthen reproductive health education, family-based approaches, and adolescent empowerment programs rooted in spiritual values and self-control to sustainably support the prevention of early marriage.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA: PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA Dadang Purnama; Setiawan Setiawan; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.188

Abstract

Kesehatan Reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. Kesehatan reproduksi bukan hanya keadaan waktu hamil dan melahirkan, tetapi menyangkut perkembangan berbagai organ reproduksi serta fungsinya sejak dalam kandungan sampai akhir kehidupan. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini menjawab hasil survey pada remaja di masayarakat RW 01 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut, yang jarang mendapatkan pendidikan kesehatan, Dengan rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi (77,19%) di RW 01 Kelurahan Kota Wetan diharapkan adanya pihak yang terlibat dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, salah satu pemecahan masalah tersebut adalah dengan pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di RW 01 Kelurahan Kota Wetan mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan dengan, ceramah paparan materi, diskusi dan tanya jawab, melatih remaja untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil setelah dilaksanakan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai perubahan perilaku sehat (kesehatan reproduksi) melalui pendidikan kesehatan bukan sekedar transfer pengetahuan dan sikap pendidik, namun bagaimana remaja sebagai pembelajar dapat berperilaku dalam mencapai keseimbangan antara lingkungan, perilaku, dan manusia. Kesimpulan : penting adanya keberlanjutan dari kegiatan pendidikan kesehatan pada remaja di masyarakat untuk menambah wawasan terkait kesehatan reproduksi yang lebih baik sebagai bekal melewati masa yang akan datang.
EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA: EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA Setiawan Setiawan; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati; Uu Sunarya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.189

Abstract

Di Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, tepatnya di RW 13 terdapat sebuah home industry, bernama Home Industry Jaket Bilistic, bergerak di bidang produksi konveksi jaket kulit sintetis. Industri tersebut memiliki beberapa orang karyawan. Dalam proses pengerjaannya, industri tersebut memiliki beberapa risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja yang mengancam setiap karyawannya. Bahaya tersebut antara lain: jam kerja yang relatif tinggi setiap harinya, perilaku karyawan yang mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan tidak disediakannya anggaran pengobatan oleh pemilik industri.Target luaran yang ingin dicapai adalah penerapan jam kerja untuk setiap karyawan yaitu maksimal 8 jam perhari atau 40 jam per minggu, penerangan di tempat kerja baik siang maupun malam hari untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam mesin adan alatalat yang tajam, penggunaan APD selalu dilakukan pada setiap pekerjaan yang bisa mengundang bahaya pada kesehatan dan kecelakaan kerja, dan penyediaan anggaran kesehatan sebaiknya dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan.Metoda yang digunakan untuk mencapai target tersebut, tim pengabdian berusaha mengurangi risiko bahaya tersebut dengan memberikan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh setiap karyawan.Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan mengadakan survai ke Home Industry Jaket Bilistic untuk melakukan observasi pada kondisi industri serta para karyawannya, kemudian bermusyawarah untuk melakukan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja menyusun rencana kegiatan. Akhirnya edukasi dilakukan di lokasi industri tersebut dengan mengundang ketua RW 13 serta kader-kader kesehatan setempat. Hasil dari kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan dari tes sebelum edukasi dengan tes sesudah edukasi. Peningkatan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sebesar 34,06 point.
Inovasi Pembelajaran Menulis Kreatif: Implementasi E-Module Berbantuan Quillbot dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Di SMP N 1 Indralaya Utara Ernalida Ernalida; Mulyadi Eko Purnomo; Dadang Hikmah Purnama; Akhmad Rizqi Turama; M. Rizqy Al-Mubarok
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10952

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan menulis kreatif serta pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis budaya lokal di SMP Negeri 1 Indralaya Utara. Kemampuan menulis kreatif merupakan kompetensi penting bagi peserta didik, namun pengembangannya masih terkendala oleh keterbatasan bahan ajar digital yang bermuatan budaya lokal dan rendahnya pemanfaatan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik dalam mengembangkan e-module menulis kreatif dengan memanfaatkan QuillBot dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu: (1) Workshop selama dua hari tentang perancangan e-module interaktif berbasis CRT serta pelatihan penggunaan QuillBot dan Canva sebagai teknologi pendukung penulisan kreatif; (2) Praktik mandiri, guru dan peserta didik menyusun e-module secara kolaboratif dengan pendampingan tim pelaksana; dan (3) Evaluasi, berupa uji coba e-module, survei, serta diskusi kelompok terarah untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar digital, peningkatan kemampuan menulis kreatif peserta didik, berupa produk kreatif berbasis budaya lokal (puisi, cerpen dan pantun). Selain itu, telah dihasilkan prototipe e-module digital, video tutorial, dan publikasi artikel ilmiah sebagai luaran keberlanjutan program. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan untuk penyempurnaan e-module serta implementasi lebih luas di seluruh mata pelajaran guna mendukung transformasi digital dan penguatan nilai budaya lokal di sekolah.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Pada Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut Della Herliawati; Dadang Purnama; Nur Oktavia Hidayati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25042

Abstract

ABSTRACT Mental health in the workplace is an important aspect in maintaining the well-being and productivity of officers, especially for those working in high-pressure environments such as correctional institutions. Correctional officers often face tight time pressures, high workloads, and high risks that can trigger anxiety and increase work stress. This study to determine the level of work stress among officers at the Class II A Garut Correctional Institution. Using quantitative descriptive design. The study population was all officers of Class II A Garut Correctional Institution, totaling 84 respondents, using total sampling technique. Data were collected through Job Stress Scale questionnaires that had been translated into Indonesian, then analyzed descriptively using frequency distribution and percentage.The majority of respondents were in the mild work stress category, as many as 46 people (54.8%), then the moderate work stress category as many as 34 people (40.5%), and the high work stress category as many as 4 people (4.8%). Most officers of Class II A Garut Correctional Institution experienced mild work stress based on the dimensions of time pressure and anxiety. However, there were still officers with moderate to high levels of stress, indicating the need for attention to the mental health of Correctional Institution officers. Keywords: Work Stress, Time Pressure, Anxiety, Correctional Officers.  ABSTRAK Kesehatan mental di tempat kerja merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan dan produktivitas petugas, khususnya bagi mereka yang bekerja dalam lingkungan dengan tekanan tinggi seperti Lembaga Pemasyarakatan. Petugas Lembaga Pemasyarakatan sering menghadapi tekanan waktu yang ketat, beban kerja yang tinggi, serta tingginya risiko yang dapat memicu kecemasan dan meningkatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres kerja pada petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 84 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner stres kerja yang dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas responden berada pada kategori stres kerja ringan sebanyak 46 orang (54,8%), kemudian kategori stres kerja sedang sebanyak 34 orang (40,5%), dan kategori stres kerja tinggi sebanyak 4 orang (4,8%). Sebagian besar petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Garut mengalami stres kerja kategori ringan berdasarkan dimensi tekanan waktu dan kecemasan. Namun, masih terdapat petugas dengan tingkat akhir stres sedang hingga tinggi yang menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental petugas Lembaga Pemasyarakatan. Kata Kunci: Stres Kerja, Tekanan Waktu, Kecemasan, Petugas Lembaga Pemasyarakatan.
TBC-Free Neighborhood: Community Empowerment in TBC Screening and Early Detection Efforts in Kota Wetan Sub-District, Garut City Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Rohmahalia M Noor
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i2.8720

Abstract

One of the top 10 causes of death worldwide is Tuberculosis (TB). One of the strategic programs to eliminate TB is by increasing community involvement in TB control. This community service activity was conducted in RW 15, Kota Wetan Village, Garut Regency, using a community empowerment method with a series of TB health education and door-to-door TB screening activities. The results of the health education activities among 25 participants showed an increase in pre-test and post-test scores, with an average of 76.25 rising to 91.25. Residents aged over 15 years who participated in the screening consisted of 44 men (49%) and 46 women (51%). A total of 39 sputum samples were collected and then distributed to the community health center for laboratory analysis. The results of the TB screening based on the sputum sample test found 4 positive TB SO cases.
Cegah Stunting pada Anak Melalui Edukasi dan Penguatan Pola Asuh Keluarga di Desa Tanjung Dayang Selatan, Kecamatan Indralaya Selatan Gita Isyanawulan; Dadang Hikmah Purnama; Safira Soraida; Lisya Septiani Putri; Yuanita Dwi Hapsari
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.4170

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, primarily due to a lack of public awareness regarding proper parenting practices and optimal child nutrition. This community service program aimed to enhance awareness and understanding, particularly among PKK mothers in Tanjung Dayang Selatan Village, Indralaya Selatan Subdistrict, Ogan Ilir Regency, about the importance of preventing stunting through strengthening family parenting practices. The method employed involved socialization sessions and interactive education using PowerPoint presentations, educational videos, and discussions. A pre-test and post-test were administered to assess participants' knowledge before and after the session. The results showed a significant improvement, with the average pre-test score at 61% and the post-test score increasing to 84%, indicating a better understanding of appropriate parenting practices and the fulfillment of nutritional needs essential for optimal child growth. Additionally, the involvement of university students in this program provided valuable experiential learning in community engagement. Through this initiative, it is expected that the community will be more aware of the critical role families play in preventing stunting, thereby fostering a healthier environment for future generations.
Implementasi Psychoeducation Terhadap Penerimaan Ibu dalam Merawat Anak dengan Thalasemia Mayor Kareniva Tsuroyya; Mamat Lukman; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27581

Abstract

ABSTRAK Thalasemia mayor merupakan penyakit genetik kronik yang mengharuskan anak menjalani transfusi darah rutin seumur hidup. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada anak secara fisik, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis mendalam bagi ibu sebagai pengasuh utama, yang secara klinis kerap menunjukkan tanda-tanda proses penerimaan yang belum selesai berupa pertanyaan berulang tentang prognosis, kekhawatiran tentang kehidupan normal anak, perasaan bersalah, dan kecemasan yang persisten meskipun perawatan fisik anak tetap dijalankan. Melaporkan implementasi psychoeducation dalam mendukung proses penerimaan ibu terhadap kondisi anak dengan thalasemia mayor, serta mengevaluasi perubahan respons psikologis ibu secara kuantitatif dan kualitatif selama pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang merujuk pada SDKI, SLKI, dan SIKI, melalui 9 kali kunjungan rumah pada bulan Mei 2026 di Kota Bandung, dengan evaluasi kuantitatif menggunakan Caregiver Strain Index (CSI) serta evaluasi kualitatif melalui dokumentasi respons subjektif dan objektif ibu per sesi. Setelah 9 sesi psychoeducation, skor CSI ibu menurun dari 9/13 menjadi 5/13; secara kualitatif, pertanyaan emosional berulang yang mencerminkan denial berangsur berkurang, ekspresi cemas dan tangis berganti menjadi ekspresi tenang dan percaya diri, serta ibu mampu mengungkapkan penerimaan yang lebih adaptif pada sesi akhir. Psychoeducation yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan terbukti efektif dalam mendukung proses penerimaan ibu terhadap kondisi anak dengan thalasemia mayor. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai komponen standar asuhan keperawatan keluarga pada anak dengan penyakit kronis dan dapat direplikasi oleh perawat komunitas pada keluarga dengan kondisi serupa. Kata Kunci: Penerimaan, Psychoeducation, Thalasemia Mayor, Ibu, Asuhan Keperawatan Keluarga.  ABSTRACT Thalassemia major is a chronic genetic disorder requiring lifelong blood transfusions, imposing significant psychological burden on mothers as primary caregivers, who often displayed signs of incomplete acceptance such as repetitive questions about prognosis, persistent worry about the child's future, guilt, and ongoing anxiety despite maintaining routine caregiving. This report aimed to describe the implementation of psychoeducation in supporting maternal acceptance and to evaluate psychological response changes through quantitative and qualitative measures. The activity was conducted using a family nursing approach referring to SDKI, SLKI, and SIKI standards, through 9 home visits in May 2026 in Bandung City; quantitative evaluation used the Caregiver Strain Index (CSI), while qualitative evaluation documented the mother's subjective and objective responses per session. After 9 psychoeducation sessions, the CSI score decreased from 9/13 to 5/13; qualitatively, repetitive emotional questions reflecting denial gradually diminished, anxious expressions gave way to calm and confidence, and the mother articulated more adaptive acceptance by the final session. Structured and continuous psychoeducation was effective in supporting maternal acceptance of a child's condition with thalassemia major. This approach is recommended as a standard component of family nursing care for children with chronic illness and may be replicated by community nurses for families in similar situations. Keywords: Acceptance, Psychoeducation, Thalassemia Major, Mother, Family Nursing Care.
Co-Authors -, Witdiawati Abdul Rahman Abdullah Idi Abdullah Idi Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya AGUS AGUS AGUS Ahmad Yamin Ahmad Yamin Aisyah Istiqomah Akhmad Rizqi Turama, Akhmad Akhmad Syafe`i Akmal Sybromiilsy Akmal Sybromillsy Alamsyah Alamsyah Amady, M. Rawa El Amin Rejo Andini, Wilda Andriani Andriani Andriani Andriani Angela Sri Melani Winyarti Anita Rahmiwati Annisa, Syafa Kamila Nur Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Ardiyan Saptawan Ari Nurlia Arianti, Yosi Arisandi, Toni Asih Setiarini Asmawati, Ainul Zulqoifah Asnani Asnani Azizah, Neng Zihan Nurul Bakar, Shabila Fasa Noor Besral . Cesilia M Dwiriani Dadang Suhenda Debby Janette Della Herliawati Deska Fitriyani Desy Indra Yani Desyandri Desyandri Diah Mulyawati Utari Diana Dewi Sartika Dinan, Nur Azmina Djokosujono, Kusharisupeni Dwi Putro Priadi Dwi Setiawan Eduar Syambado Elta Dewi Nurhayati Ema Arum R. Ermiati Ermiati Ernalida Ernalida Evi Novianti Fajar, Nur Alam Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Ghina Reftantia Gita Isnayawulan Gita Isyanawulan Gusgus Graha Ramdhanie Hartiah Haroen Hendarso, Yoyok Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Husni Thamrin Hutomo, Wahyuni MP Iceu Amira D.A Inezia Zarqa Aviananda Ira Hairida Yuliani Istiqoma, Istiqoma Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Izzudin, Muhammad Kadir, Sabaruddin Kareniva Tsuroyya Kareniva Tsuroyya Komarudin Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lausa Isaberna Lestari, Arum Lingga Lia Yulianti Lilis Siti Nurjanah Linda Utami Linda Utami LISYA S PUTRI Lisya Septiani Putri Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia M. Rizqy Al-Mubarok Mamat Lukman Maria komariah Maria Ulfa Merry Dian Cristin Telaumbanua Mery Yanti Muhammad Nur Muhammad Rifai Mulya, Adelse Prima Mulyadi Eko Purnomo Mulyani, Airin Rizki Mulyanto Mulyanto Muryati . Muryati Muryati Muryati Muryati Nabila Tahira Nana Mulyana Neti Juniarti Ngakan Putu Sueca Nilakrisna, Dewi Nina Sumarni Nita Arisanti Nomaini, Faisal novita, aryandini Novita, Aryandini Nugraha, Purnajati Nur Oktavia Hidayati Nurna Ningsih Nursiswati Nurussakinah, Nurussakinah Oktanedi, Aldri Putra, Muhammad Alfi Mahardika PUTRI, LISYA S Rai Nurussakinah Ramdhanie, Gusgus Gharaha Randi, Randi Ratna Djuwita Riani Pebrianti Rida Siti Toyibah Ridha Taqwa, Ridha Robiyanto Hendro Susanto Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmalia M Noor Rukman Rukman Rukman Rukman Santi Mulyani Saraswati, Erlisa Satria Jaya Priatna, Satria Jaya Senvi Fatnamartiana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sheizi Prista Sari Siti Fauziah Soraida, Safira Soraida, Safira Sri Hartati Pratiwi sri sutami Sriati Sriati Sriati Sriati, Sriati Suci Destriatania Syafe'i, Akhmad Syifa Imaniar Rahma Theresia Eriyani Toha Budi Sri Pujiastuti Tri Krianto TRI SUTRISNO Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utari, Setya Bella Uu Sunarya Veven Mira Noverina Vhonita, Ussy vina agustina Wahidin Wahidin Wahyu Gunawan Waspodo Waspodo Waspodo, Waspodo Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri Wijaya, Revi Vereyanthi Witdia wati Witdiawati Witdiawati W Witdiawati W Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yati Tursini Yuanita Dwi Hapsari Yunindyawati Yunindyawati Yus naini Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zuber Angkasa Zuhir, Mada Apriandi Zulfikri Suleman Zulfikri Suleman