p-Index From 2021 - 2026
11.615
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Empirika ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Demography Journal of Sriwijaya Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Jurnal Penelitian Sains Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Analisa Sosiologi IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Jurnal Keperawatan Silampari JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Journal of Humanities and Social Studies Journal of Nursing Care Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Masyarakat dan Budaya Siddhayatra: Jurnal Arkeologi Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Indonesian Journal of Community Health Nursing Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Mitra Kencana Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Media Sosiologi GUYUB: Journal of Community Engagement Majalah Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan Community Empowerment Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat EPIGRAM (e-journal) Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Pubmedia Social Sciences and Humanities International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) Jurnal Kesehatan Kartika Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN K3 PADA PEKERJA HOME INDUSTRY TAHU EEN Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.68319

Abstract

Sektor informal memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Meskipun demikian, sektor ini menghadapi tantangan besar terkait implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kurangnya pengawasan pemerintah, ditambah karakteristik sektor informal seperti penggunaan teknologi sederhana dan rendahnya keterampilan pekerja, berkontribusi pada munculnya berbagai masalah K3. Padahal, penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagaimana diatur dalam PP No. 50 Tahun 2012, sangat esensial untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan efisien, serta mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor home industry seringkali belum optimal, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Studi kasus di Pabrik Tahu EEN mengidentifikasi masalah keperawatan prioritas "Pemeliharaan Kesehatan Kerja Tidak Efektif" yang berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan ketidakpatuhan pekerja dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai K3 melalui penerapan asuhan keperawatan kesehatan kerja. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 8 pekerja. Pengumpulan data dilakukan melalui winshield survey dan wawancara, yang dilanjutkan dengan implementasi berupa pendidikan kesehatan dan penyebaran poster mengenai standar APD, potensi bahaya, dan prinsip K3. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana nilai rata-rata pre-test pekerja sebesar 70 meningkat tajam menjadi 95 pada post-test. Disimpulkan bahwa intervensi edukasi kesehatan sebagai bagian dari asuhan keperawatan kesehatan kerja terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pekerja home industry tahu mengenai pentingnya K3.
Pendidikan Kesehatan Terkait Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Keterampilan Ibu Balita dalam Pencegahan Penanganan dan Pengendalian Diare pada Balita Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23896

Abstract

ABSTRACT Diarrhea in toddlers is the occurrence of loose or watery stools that occur more than three times a day. Diarrhea is generally caused by consuming food or drinks contaminated with viruses, bacteria, or parasites. This requires a collaborative effort from all community members, and the role of residents, especially mothers with toddlers, is crucial in addressing the problem. The objective of this activity is health education related to improving knowledge, attitudes, and skills in preventing, treating, and controlling diarrhea. Health education is provided using lecture and discussion methods, with pre- and post-tests. The target group is mothers with children at risk of diarrhea in RW IV, Cipacing Village. Results: The activity was attended by residents who participated in the health education, including mothers with toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres. There was an increase in knowledge, attitudes, and skills before and after health education on the prevention, treatment, and control of diarrhea, with a score increase of 31.68%. The average pretest score was 3 (53.38%) and the average posttest score was 4-5 (85.06%). In conclusion, after the Health Education, knowledge, attitudes, and skills related to the prevention, treatment, and control of diarrhea increased in 16 respondents. With appropriate knowledge, attitudes, and skills in prevention, treatment, and control, mothers of toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres are expected to contribute significantly to reducing the incidence of diarrhea in toddlers. Keywords: Toddlers, Diarrhea, Mothers of Toddlers, Health Education.  ABSTRAK Diare pada balita adalah keluhan buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasite, dimana hal tersebut memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran warga, khususnya ibu yang memiliki anak balita sangatlah penting dalam upaya untuk mengatatasi permasalahannya. Tujuan kegiatan adalah pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian diare. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah Ibu dengan anak risiko diare di RW IV Desa Cipacing. Hasil. Kegiatan di hadiri warga yang ikut dalam kegiatan pendidikan kesehatan yang merupakan ibu yang memiliki anak balita dan beberapa kader posyandu. Terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan, penanganan dan pengendalian diare dengan peningkatan nilai sebesar 31,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (53,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah    4-5 yaitu (85,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait pencegahan, penanganan dan pengendalian diare pada 16 responden meningkat. Dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian yang tepat, ibu balita dan bebera kader posyandu diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka kejadian diare pada anak balita.  Kata Kunci: Balita, Diare, Ibu Balita, Pendidikan Kesehatan.
Family Nursing Care with Asthma Education Using The Calgary Family Assessment Model (CFAM) and The Calgary Family Intervention Model (CFIM): Case Report Azizah, Neng Zihan Nurul; Purnama, Dadang; Lukman, Mamat
Journal of Nursing Care Vol 9, No 1 (2026): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v9i1.64753

Abstract

Asthma is a chronic respiratory disease that can be triggered by hereditary and environmental factors, such as exposure to cigarette smoke at home. Effective asthma management requires active family involvement in the care process. This study aims to identify nursing problems and provide interventions for families with a history of asthma using the Calgary Family Assessment Model (CFAM) approach, which consists of the dimensions of Structural Assessment, Developmental Assessment, and Functional Assessment. Meanwhile, the Calgary Family Intervention Model (CFIM) focuses on three main domains of Cognitive, Affective, and Behavioral change as a conceptual framework. The research method used is descriptive with a case study design and the subjects in this study were one family with hereditary asthma selected using purposive sampling. This study was conducted from December 31, 2024, to January 22, 2025. The assessment was conducted for 15-30 minutes using the CFAM approach, which includes structural, developmental, and functional components of the family. The intervention was conducted using the CFAM approach across three domains: cognitive (education), affective (emotional counseling), and behavioral (lifestyle modification). The intervention involved education using easy-to-understand language and illustrated leaflets. Evaluation results showed increased family knowledge about asthma and the dangers of smoking, improved communication among family members, and a decrease in smoking frequency from six to three cigarettes per day. These findings suggest that implementing the CFAM and CFIM concepts can improve family health knowledge and support healthier behavior changes. This study recommends broader use of the CFAM and CFIM concepts in community-based family nursing practice.
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga Kareniva Tsuroyya; Sheizi Prista Sari; Dadang Purnama
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20194

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a public health issue in Indonesia, including in Bandung City. Family Assistance Team cadres play a key role in preventing stunting through education and support for at-risk families. One factor influencing cadre success is self-efficacy, which may be affected by their knowledge of stunting. This study aims to examine the relationship between cadre knowledge of stunting and self-efficacy in three stunting-prone urban villages in Bandung City: Dago, Margasari, and Babakan. This study used secondary data from a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The sample consisted of 72 cadres selected using consecutive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman correlation test. The results showed no significant relationship between knowledge of stunting and cadre self-efficacy (r = -0.180, p = 0.129). Although some cadres had good knowledge, it did not directly enhance their confidence in assisting families. Strengthening cadre self-efficacy should not rely solely on knowledge improvement but also on practical training, field simulations, and continuous psychosocial support. Keywords: Cadres Family Assistance Team, Knowledge, Self-Efficacy, Stunting, Stunting Prevention.  ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meningkat di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga berisiko. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan kader dalam menjalankan perannya adalah self-efficacy, yang diyakini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan mereka tentang stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan kader tentang stuntingdengan self-efficacy kader dalam menjalankan peran sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tiga lokus stuntingKota Bandung, yaitu Kelurahan Dago, Margasari, dan Babakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 72 kader yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengetahuan kader tentang stunting dan self-efficacy dalam menjalankan peran TPK dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang stunting dengan self-efficacy kader (r = -0,180, p = 0,129). Meskipun beberapa kader memiliki pengetahuan yang baik, hal tersebut tidak secara langsung meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan peran pendampingan keluarga. Penguatan self-efficacy kader sebaiknya tidak hanya difokuskan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga melalui pelatihan praktis, simulasi lapangan, dan dukungan psikososial yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kader Tim Pendamping Keluarga, Pencegahan Stunting, Pengetahuan, Self-Efficacy, Stunting.
Peningkatan Kesehatan Keluarga dengan Hipertensi menggunakan Pendekatan Mcgill Model of Nursing : Laporan Kasus Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati; Lilis Siti Nurjanah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21582

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a condition when a person's blood pressure increases beyond the normal limit. A person is considered to have hypertension if their systolic blood pressure reaches ≥130 mmHg or their diastolic pressure ≥80 mmHg. The prevalence of hypertension in Indonesia reaches 36%. Based on the Indonesian Basic Health Research, the incidence of hypertension was recorded at 34.1%. Hypertension and pre-hypertension are health problems that are often found in families. Providing family nursing care focuses on empowering families to manage health problems independently. The application of the McGill Model of Nursing is an approach in nursing designed to support family-based care, which focuses on empowering families to manage health through strengthening their own abilities, in improving the health of families who have members with hypertension. This study uses a holistic approach that includes cognitive, affective, and behavioral aspects based on the results of observations, interviews, and medical record reviews, a case study model with a nursing care approach based on the McGill model of Nursing in one of the families with hypertension. The interventions provided were health education about hypertension, progressive muscle relaxation technique training and strategies for creating daily schedules and medication schedules. The intervention integrated the McGill Model approach, with the Nursing Intervention Standards (SIKI), and research findings related to hypertension. Implementation was carried out in two meetings with a duration of 15–30 minutes, involving all family members. After the 6th day of implementation, the results of the cognitive evaluation of the family showed a better understanding of hypertension, psychomotor evaluation of the family was able to perform the progressive muscle relaxation technique themselves and create a daily activity schedule. The application of the McGill Model of Nursing in nursing care for Hypertension families successfully demonstrated a holistic, strength-based, and collaborative approach in supporting families facing health problems, especially hypertension and pre-hypertension so that they had a better understanding of hypertension, motivation to take medication, and willingness to see a doctor, this shows that the application of the McGill Model can improve family coping, although challenges remain in encouraging consistent healthy behaviors on an ongoing basis. Although the implementation of the McGill Model of Nursing in Indonesia still requires adjustments to address local challenges, the results achieved in this case indicate the model's significant potential to support family nursing practice. Going forward, intensive training for nurses and the integration of this model into the family nursing system could be strategic steps to improve the quality of family-based care in Indonesia. Keywords: Hypertension, Family Nursing, Mcgill Model Of Nursing, Family Empowerment  ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darah sistoliknya mencapai ≥130 mmHg atau tekanan diastoliknya ≥80 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia, angka kejadian hipertensi tercatat sebesar 34,1% . Hipertensi dan pra-hipertensi adalah masalah kesehatan yang sering ditemui di dalam keluarga. Pemberian asuhan keperawatan keluarga berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola masalah kesehatan secara mandiri. Penerapan McGill Model of Nursing  adalah pendekatan dalam keperawatan yang dirancang untuk mendukung perawatan berbasis keluarga, yang berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola kesehatan melalui penguatan kemampuan mereka sendiri, dalam meningkatkan kesehatan keluarga yang memiliki anggota dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku yang  didasarkan pada hasil observasi, wawancara, dan tinjauan rekam medis, model studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berdasarkan model McGill of Nursing pada salah satu keluarga dengan Hipertensi. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi, latihan teknik relaksasi otot progresif dan strategi pembuatan jadwal harian dan jadwal pengobatan. Intervensi mengintegrasikan pendekatan McGill Model, dengan Standar Intervensi Keperawatan  (SIKI), dan hasil penelitian terkait hipertensi. Implementasi dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan durasi 15–30 menit, melibatkan seluruh anggota keluarga. Setelah implementasi hari ke 6, hasil evaluasi secara kognitif keluarga menunjukan pemahaman lebih baik tentang hipertensi, evaluasi secara psikomotor keluarga dapat melakukan sendiri tehnik relaksasi otot progresif dan dan membuat jadwal aktivitas harian. Penerapan McGill Model of Nursing dalam asuhan keperawatan keluarga Hipertensi berhasil menunjukkan pendekatan yang holistik, berbasis kekuatan, dan kolaboratif dalam mendukung keluarga menghadapi masalah kesehatan, khususnya hipertensi dan pra-hipertensi sehinga memiliki pemahaman lebih baik tentang hipertensi, motivasi untuk meminum obat, serta kesediaan memeriksakan diri ke dokter, hal ini menunjukkan bahwa penerapan McGill Model dapat meningkatkan koping keluarga, meskipun tantangan tetap ada dalam mendorong konsistensi perilaku sehat secara berkelanjutan. Meskipun implementasi McGill Model of Nursing di Indonesia masih memerlukan penyesuaian untuk menghadapi tantangan lokal, hasil yang dicapai dalam kasus ini mengindikasikan potensi besar model ini dalam mendukung praktik keperawatan keluarga. Untuk ke depannya, pelatihan intensif bagi perawat dan pengintegrasian model ini ke dalam sistem keperawatan keluarga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan berbasis keluarga di Indonesia. Kata Kunci: Hipertensi, Keperawatan Keluarga, Mcgill Model Of Nursing, Pemberdayaan Keluarga
THE ROLE OF WAITING FOR TUBANG WHO MIGRATES TO STUDY MUARA TENANG VILLAGE, SEMENDE DARAT TENGAH DISTRICT, MUARA ENIM REGENCY Izawahi, Izawahi; Purnama, Dadang Hikmah; Yunindyawati
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7837

Abstract

This study aims to analyze the changes in the role of Tunggu Tubang in the Semende community, especially in the context of overseas, and examine these roles based on structural, normative, behavioral, interactional, and role expectation dimensions. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation. The informants in this study consist of Tunggu Tubang, family members, and traditional leaders (Meraje). The results of the study show that there has been a shift in the role of Tunggu Tubang from direct management of heritage in the village to indirect management through economic contributions and remote supervision. Nevertheless, the status and responsibilities of Tunggu Tubang remain inherent and recognized in the customary system. In the structural dimension, the role of Tunggu Tubang is in a collective system with the involvement of extended families and supervision of Meraje. In the normative dimension, the role is governed by customary values and norms that emphasize responsibility and sustainability of inheritance. In the behavioral and interactional dimensions, the role of Tunggu Tubang is manifested through management, communication, and deliberation with families and traditional leaders. Meanwhile, in the dimension of expectation, the community has expectations that Tunggu Tubang will be able to carry out its role optimally in order to maintain family harmony. This study concludes that the Tunggu Tubang system is adaptive to social changes, especially due to overseas, without eliminating the basic values that are the foundation of customs. These changes are actually a form of strategy in maintaining the sustainability of the customary system in the midst of the dynamics of modern life.
COMMUNITY EMPOWERMENT MODEL IN THE JANGKANG WATER RECLAMATION VILLAGE AREA, BANGKA REGENCY Trysal, Muhammad; Purnama, Dadang H.; Sununianti, Vieronica V.
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7883

Abstract

This research aims to solve problems regarding community empowerment by developing a community empowerment model that is in accordance with the needs of the community in the Jangkang Water Reclamation Village Area. The background of the research began with the presence of the Jangkang Water Reclamation Village which is a reclamation in another form in the Riding Panjang Village Area managed by a subsidiary company of PT. Timah Tbk as the owner of the IUP, namely PT. Timah Agro Manunggal (PT. TAM), according to the rules that companies that have IUP are obliged to empower the surrounding community, but the community around the reclamation village has not been optimally affected by the Community Development and Empowerment (PPM) activities of both PT. Timah Tbk and PT. TAM as the manager of the Reclamation Village. In this study, qualitative methods are used and the paradigm used in this study is constructivism with this research strategy in the form of a case study approach. Data collection through observation, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD) and documentation. Data is analyzed using data condensation, data display and conclusion drawn. The results of the study show that the presence of reclamation villages has not had a significant impact on the lives of the people around the area, the majority of people do not have critical awareness to know their position as the subject of empowerment so that the community is not only a recipient of assistance and does not know about the company's obligations in empowering the community through the Community Development and Empowerment (PPM) program, the community should empowered by providing training to increase their capacity. The people of Riding Panjang Village as the subject of empowerment already have strong social capital in the form of social harmony and the strength of social networks between communities. However, challenges are still encountered in the implementation of empowerment in the form of regulations between PT. Timah Tbk with PT. TAM, the lack of optimal human resources in Riding Panjang Village and the lack of good cooperation and synergy between the village and the manager of the reclamation village.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Pada Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut Herliawati, Della; Purnama, Dadang; Hidayati, Nur Oktavia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25042

Abstract

ABSTRACT Mental health in the workplace is an important aspect in maintaining the well-being and productivity of officers, especially for those working in high-pressure environments such as correctional institutions. Correctional officers often face tight time pressures, high workloads, and high risks that can trigger anxiety and increase work stress. This study to determine the level of work stress among officers at the Class II A Garut Correctional Institution. Using quantitative descriptive design. The study population was all officers of Class II A Garut Correctional Institution, totaling 84 respondents, using total sampling technique. Data were collected through Job Stress Scale questionnaires that had been translated into Indonesian, then analyzed descriptively using frequency distribution and percentage.The majority of respondents were in the mild work stress category, as many as 46 people (54.8%), then the moderate work stress category as many as 34 people (40.5%), and the high work stress category as many as 4 people (4.8%). Most officers of Class II A Garut Correctional Institution experienced mild work stress based on the dimensions of time pressure and anxiety. However, there were still officers with moderate to high levels of stress, indicating the need for attention to the mental health of Correctional Institution officers. Keywords: Work Stress, Time Pressure, Anxiety, Correctional Officers.  ABSTRAK Kesehatan mental di tempat kerja merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan dan produktivitas petugas, khususnya bagi mereka yang bekerja dalam lingkungan dengan tekanan tinggi seperti Lembaga Pemasyarakatan. Petugas Lembaga Pemasyarakatan sering menghadapi tekanan waktu yang ketat, beban kerja yang tinggi, serta tingginya risiko yang dapat memicu kecemasan dan meningkatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres kerja pada petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 84 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner stres kerja yang dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas responden berada pada kategori stres kerja ringan sebanyak 46 orang (54,8%), kemudian kategori stres kerja sedang sebanyak 34 orang (40,5%), dan kategori stres kerja tinggi sebanyak 4 orang (4,8%). Sebagian besar petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Garut mengalami stres kerja kategori ringan berdasarkan dimensi tekanan waktu dan kecemasan. Namun, masih terdapat petugas dengan tingkat akhir stres sedang hingga tinggi yang menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental petugas Lembaga Pemasyarakatan. Kata Kunci: Stres Kerja, Tekanan Waktu, Kecemasan, Petugas Lembaga Pemasyarakatan.
Inovasi Pembelajaran Menulis Kreatif: Implementasi E-Module Berbantuan Quillbot dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Di SMP N 1 Indralaya Utara Ernalida, Ernalida; Purnomo, Mulyadi Eko; Purnama, Dadang Hikmah; Turama, Akhmad Rizqi; Al-Mubarok, M. Rizqy
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10952

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan menulis kreatif serta pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis budaya lokal di SMP Negeri 1 Indralaya Utara. Kemampuan menulis kreatif merupakan kompetensi penting bagi peserta didik, namun pengembangannya masih terkendala oleh keterbatasan bahan ajar digital yang bermuatan budaya lokal dan rendahnya pemanfaatan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik dalam mengembangkan e-module menulis kreatif dengan memanfaatkan QuillBot dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu: (1) Workshop selama dua hari tentang perancangan e-module interaktif berbasis CRT serta pelatihan penggunaan QuillBot dan Canva sebagai teknologi pendukung penulisan kreatif; (2) Praktik mandiri, guru dan peserta didik menyusun e-module secara kolaboratif dengan pendampingan tim pelaksana; dan (3) Evaluasi, berupa uji coba e-module, survei, serta diskusi kelompok terarah untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar digital, peningkatan kemampuan menulis kreatif peserta didik, berupa produk kreatif berbasis budaya lokal (puisi, cerpen dan pantun). Selain itu, telah dihasilkan prototipe e-module digital, video tutorial, dan publikasi artikel ilmiah sebagai luaran keberlanjutan program. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan untuk penyempurnaan e-module serta implementasi lebih luas di seluruh mata pelajaran guna mendukung transformasi digital dan penguatan nilai budaya lokal di sekolah.
Co-Authors -, Witdiawati Aat, Aat Abdul Rahman Abdullah Idi Abdullah Idi Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya AGUS AGUS AGUS Ahmad Yamin Ahmad Yamin Aisyah Istiqomah Akhmad Syafe`i Akmal Sybromiilsy Akmal Sybromillsy Al-Mubarok, M. Rizqy Alamsyah Alamsyah Amady, M. Rawa El Amin Rejo Andini, Wilda Andriani Andriani Andriani Andriani Anita Rahmiwati Annisa, Syafa Kamila Nur Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Ardiyan Saptawan Ari Nurlia Arianti, Yosi Arisandi, Toni Asih Setiarini Asmawati, Ainul Zulqoifah Asnani Asnani Azizah, Neng Zihan Nurul Bakar, Shabila Fasa Noor Besral . Cesilia M Dwiriani Desy Indra Yani Desyandri Desyandri Diah Mulyawati Utari Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Dinan, Nur Azmina Djokosujono, Kusharisupeni Dwi Putro Priadi Dwi Setiawan Eduar Syambado Elta Dewi Nurhayati Ema Arum R. Ermiati Ermiati Ernalida Ernalida Evi Novianti Fajar, Nur Alam Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Ghina Reftantia Gita Isnayawulan Gusgus Graha Ramdhanie Hartiah Haroen Hendarso, Yoyok Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Herliawati, Della Husni Thamrin Hutomo, Wahyuni MP Iceu Amira D.A Ira Hairida Yuliani Istiqoma, Istiqoma Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Izawahi, Izawahi Izzudin, Muhammad Kadir, Sabaruddin Kareniva Tsuroyya Komarudin Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lausa Isaberna Lestari, Arum Lingga Lia Yulianti Lilis Siti Nurjanah Linda Utami Linda Utami LISYA S PUTRI Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Maharani, Glena Dwi Mamat Lukman Mardiah, Ai Maria komariah Maria Ulfa Merry Dian Cristin Telaumbanua Mery Yanti Muhammad Nur Mulya, Adelse Prima Mulyadi Eko Purnomo, Mulyadi Eko Mulyani, Airin Rizki Mulyanto Mulyanto Muryati . Muryati Muryati Muryati Muryati Nabila Tahira Nana Mulyana Neti Juniarti Ngakan Putu Sueca Nilakrisna, Dewi Nina Sumarni Nita Arisanti Nomaini, Faisal Noor, Rohmahalia M Novita, Aryandini novita, aryandini Nugraha, Purnajati Nur Fazriah, Diva Lutfia Nur Oktavia Hidayati Nurna Ningsih Nursiswati Nurussakinah, Nurussakinah Nur’aeni, Aan Oktanedi, Aldri Putra, Muhammad Alfi Mahardika PUTRI, LISYA S Rahma, Syifa Imaniar Rai Nurussakinah Ramdhanie, Gusgus Gharaha Randi, Randi Ratna Djuwita Riani Pebrianti Rida Siti Toyibah Ridha Taqwa, Ridha Robiyanto Hendro Susanto Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmalia M Noor Rukman Rukman Rukman Rukman Santi Mulyani Saraswati, Erlisa Satria Jaya Priatna, Satria Jaya Senvi Fatnamartiana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sheizi Prista Sari Siti Fauziah Soraida, Safira Soraida, Safira Sri Hartati Pratiwi sri sutami Sriati Sriati Sriati Sriati, Sriati Suci Destriatania Suhenda, Dadang Sununianti, Vieronica V. Syafe'i, Akhmad Theresia Eriyani Toha Budi Sri Pujiastuti Tri Krianto TRI SUTRISNO Trysal, Muhammad Turama, Akhmad Rizqi Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utari, Setya Bella Uu Sunarya Veven Mira Noverina Vhonita, Ussy vina agustina Wahidin Wahidin Wahyu Gunawan Waspodo Waspodo Waspodo, Waspodo Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri Wijaya, Revi Vereyanthi Winyarti, Angela Sri Melani Witdia wati Witdiawati Witdiawati W Witdiawati W Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yati Tursini Yunindyawati Yunindyawati Yunindyawati Yunindyawati Yus naini Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zahana, Yui Zuber Angkasa Zuhir, Mada Apriandi Zulfikri Suleman Zulfikri Suleman