Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Gerakan Edukasi Etika Sosial dan Moderasi Beragama Melalui Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa di Lingkungan Masyarakat: Pengabdian Muhammad Faizul Husnayain; Kalip; Bernardus Agus Rukiyanto; Muhammad Thalal; Dewi Sholeha Maisaroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6004

Abstract

Edukasi etika sosial dan moderasi beragama yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara akademisi dan mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan praktik sosial masyarakat dalam berbagai situasi kehidupan. Metode pelaksanaannya dirancang secara sistematis, dengan memprioritaskan pendekatan partisipatif, edukatif, dan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep etika sosial dan moderasi beragama secara lebih komprehensif. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai aktivitas sosial, yang tercermin dari munculnya inisiatif kolektif dan penguatan kohesi sosial di tingkat komunitas. Terbangunnya sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program, sekaligus melahirkan agen-agen perubahan yang berperan dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai yang telah ditanamkan. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keberagaman latar belakang masyarakat, resistensi terhadap konsep moderasi beragama, serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Tantangan tersebut memerlukan strategi adaptif dan pendekatan berkelanjutan agar dampak program dapat dioptimalkan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis dan inklusif.
PENGUATAN KESIAPAN WARGA BINAAN MEMASUKI MASA BEBAS MELALUI PENDEKATAN MULTIDISIPLINER DI LAPAS NARKOTIKA YOGYAKARTA Bernardus Agus Rukiyanto; Olga Sancaya D. P; Febriana Ndaru Rosita; Caecilia Wahyu Estining Rahayu; Yuliana Rini Hardanti; Josephine Wuri; F.X. Sinungharjo; Dewi Widyastuti; Anastasia Rita Widiarti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/4p9aar82

Abstract

Abstract: This community service program aims to strengthen the readiness of inmates at Yogyakarta Narcotics Prison who are approaching their release period. The project integrates psychological well-being training, spiritual reflection, entrepreneurship motivation, and augmented reality (AR) digital literacy. Methods included pre-assessment of psychological well-being (PWB), group discussions, reflective journaling, roleplay, motivational sessions, and practical AR workshops. Results indicate improvements in inmates’ self-acceptance, social relationships, autonomy, goal setting, entrepreneurial motivation, and basic AR content production skills. The multidisciplinary approach—combining psychology, theology, economics, and informatics—contributed significantly to inmates’ preparation for social reintegration. This model is recommended as a sustainable program for prisons with similar contexts.             Keywords: augmented reality; entrepreneurship literacy; inmates; psychological well-being; reintegration     Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan narapidana di Lapas Narkotika Yogyakarta yang mendekati masa pembebasannya. Proyek ini mengintegrasikan pelatihan kesejahteraan psikologis, refleksi spiritual, motivasi kewirausahaan, dan literasi digital augmented reality (AR). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini, yaitu pra-penilaian kesejahteraan psikologis (PWB), diskusi kelompok, jurnal reflektif, permainan peran, sesi motivasi, dan lokakarya AR praktis. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan penerimaan diri narapidana, hubungan sosial, otonomi, penetapan tujuan hidup, motivasi kewirausahaan, dan keterampilan produksi konten AR dasar. Pendekatan multidisiplin—menggabungkan psikologi, teologi, ekonomi, dan informatika—berkontribusi secara signifikan pada persiapan narapidana untuk reintegrasi sosial. Model ini direkomendasikan sebagai program berkelanjutan untuk Lembaga Pemasyarakatan dengan konteks serupa.   Kata kunci: augmented reality; literasi kewirausahaan; warga binaan; kesejahteraan psikologis; reintegrasi
THE EFFECTIVENESS OF GROUP COUNSELING IN ENHANCING SELF-CONFIDENCE AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Fauzi Aldina; Ming Pong; Aom Thai; Bernardus Agus Rukiyanto
International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijeep.v2i2.1884

Abstract

Self-confidence is a critical component of children’s personal and academic development, enabling them to engage actively in learning and social interactions. Elementary school students with low self-confidence often face challenges in expressing themselves, participating in group activities, and achieving academic success. This study investigates the effectiveness of group counseling in enhancing self-confidence among elementary school students. The research employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group. The sample consisted of 60 students identified as having low self-confidence, divided equally into an experimental group that received group counseling sessions and a control group following standard classroom activities. Data were collected through self-confidence questionnaires, behavioral observation sheets, and teacher interviews. The findings revealed a significant increase in self-confidence scores in the experimental group compared to the control group. Students in the experimental group demonstrated greater willingness to participate in discussions, share ideas, and take initiative in various school activities. These results confirm that group counseling effectively fosters a supportive environment where students can build self-assurance through peer interaction and guided facilitation. The study concludes that group counseling is a valuable tool for addressing self-confidence issues and recommends its broader implementation in elementary schools.
Innovations in Higher Education Curriculum: A Case Study of Interdisciplinary Programs to Foster Creativity Hary Murcahyanto; Nofirman Nofirman; Firda Weri; Bernardus Agus Rukiyanto; Napat Chai
Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/innovatsioon.v2i5.2517

Abstract

The evolving demands of the 21st century have compelled higher education institutions to redesign curricula that transcend disciplinary boundaries and cultivate creativity as a core graduate competency. Traditional mono-disciplinary programs often fail to equip students with the integrative thinking necessary for addressing complex, real-world problems. This study investigates curriculum innovations through interdisciplinary programs aimed at fostering creativity in higher education. The research seeks to identify how cross-disciplinary learning structures, collaborative projects, and flexible pedagogical designs contribute to the development of creative and adaptive learners. A qualitative case study approach was employed, involving document analysis, semi-structured interviews with faculty and students, and observation of interdisciplinary coursework across three universities. Findings reveal that interdisciplinary programs significantly enhance creative capacity by encouraging cognitive flexibility, collaborative problem-solving, and synthesis of diverse perspectives. Students reported heightened engagement and intrinsic motivation when exposed to integrated learning environments that connected theory and practice. The study concludes that curriculum innovation through interdisciplinary design is a powerful strategy for embedding creativity into higher education, though successful implementation requires institutional support, teacher training, and assessment reform aligned with creative learning outcomes.
PENDAMPINGAN PARTISIPATIF PENYUSUNAN RACANA TEPAT JOGJA DI KELURAHAN KARANGWARU KOTA YOGYAKARTA Hendra Kurniawan; Bernardus Agus Rukiyanto; Eko Hari Parmadi; Antonius Tri Priantoro; Antonius Budisusila; Catharina Brameswari; Diksita Galuh Nirwinastu
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10512

Abstract

Sejalan dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembangunan berkelanjutan, Kelurahan Karangwaru memerlukan dokumen kebijakan lokal yang partisipatif sebagai penguatan identitas kampung dan arah pembangunan. Untuk itu, dilakukan pendampingan dalam menyusun dokumen Racana Tepat Jogja tentang arah pembangunan kampung berbasis potensi lokal dengan partisipasi warga. Metode yang digunakan bersifat partisipatif meliputi observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis awal dilakukan pada dua kampung. Hasilnya, Kampung Blunyahrejo memiliki karakter ekonomi rumah tangga yang kuat, namun terkendala legalitas, branding, dan pemasaran. Kampung Bangirejo menonjol pada potensi heritage, kesenian lokal, serta minat wisata sejarah, namun minim pendanaan, inovasi, dan regenerasi. Pendampingan merekomendasikan brand identity, Blunyahrejo sebagai kampung wisata hijau dan Bangirejo sebagai kampung warisan budaya. Rancangan struktur Racana Tepat Jogja berhasil disusun sebagai pondasi perumusan strategi pengembangan sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata kedua kampung secara berkelanjutan. Pendampingan terbukti meningkatkan kapasitas warga dalam membaca potensi kampung, merumuskan prioritas pembangunan, serta memperkuat sinergi berbagai pihak.
Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Kegiatan Literasi Digital Bersama Dosen: Meningkatkan Kompetensi Digital Sivitas Akademika Moh. Solehuddin; Ansori; Bernardus Agus Rukiyanto; Ali Impron; Muhammad Husnur Rofiq
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5520

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi digital yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi digital sivitas akademika. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan dan analisis kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi dan pengenalan program, pelatihan dan pendampingan intensif, implementasi, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi digital sivitas akademika. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai makna dan peran strategis teknologi dalam pembelajaran dan penelitian, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih kritis, reflektif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Peningkatan keterampilan praktis terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengelola, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung aktivitas akademik, yang turut diiringi dengan tumbuhnya rasa percaya diri dalam menggunakan teknologi. Selain itu, proses pendampingan mendorong kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, memilih sumber yang kredibel, serta menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas. Interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa juga menjadi lebih aktif dan partisipatif melalui pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk kebiasaan positif dalam penggunaan teknologi serta mendorong terciptanya budaya akademik yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika era digital.
Social Entrepreneurship in Remote Communities: Pathways to Sustainable Economic Empowerment Imam Jayanto; Ilyas Ilyas; Merita Ayu Indrianti; Bernardus Agus Rukiyanto
Pengabdian: Jurnal Abdimas Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/abdimas.v4i1.3387

Abstract

Social entrepreneurship has gained increasing attention as a development approach capable of addressing persistent economic challenges in remote communities where market access, infrastructure, and state support remain limited. Geographic isolation and structural vulnerability often restrict livelihood opportunities, making conventional development strategies less effective. This study aims to analyze how social entrepreneurship functions as a pathway to sustainable economic empowerment in remote communities by integrating economic activities with social objectives and community participation. The research employs a qualitative design grounded in development studies, combining in-depth interviews, participant observation, and document analysis of community-based social enterprises operating in remote areas. The findings show that social entrepreneurship contributes to sustainable economic empowerment through income diversification, skill development, and the strengthening of social capital. Social enterprises foster local agency, collective ownership, and resilience, enabling communities to adapt to economic uncertainty while reducing dependency on external assistance. Empowerment outcomes extend beyond financial gains to include enhanced participation, trust, and institutional capacity at the community level. The study concludes that social entrepreneurship represents a socially embedded and context-sensitive development strategy that supports long-term economic empowerment in remote communities. Effective support for social enterprises requires policies and interventions that prioritize participation, local knowledge, and sustainability rather than standardized entrepreneurial models.
The Role of AI in Scaling Global Access to Quality Education in Low-Resource Regions Gilang Kartika Hanum; M. Syahputra; Wiwid Suryono; Bernardus Agus Rukiyanto; Slamet Hariyadi
Journal Emerging Technologies in Education Vol. 2 No. 5 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jete.v2i5.1366

Abstract

Background. In the digital age, emojis have evolved from simple pictographs into a global communication tool, transcending language barriers. As the world seeks to scale access to quality education, particularly in low-resource regions, artificial intelligence (AI) has emerged as a key enabler in overcoming these barriers. The role of emojis in enhancing digital literacy and educational communication in these regions remains underexplored. Purpose. This study investigates the potential of emojis, supported by AI-driven systems, to improve educational accessibility and engagement in low-resource areas. Method. The research aims to explore how AI can leverage emojis as a universal language tool to enhance learning experiences and bridge communication gaps in diverse linguistic and cultural contexts. A mixed-method approach was employed, combining qualitative interviews with educators and students, and quantitative analysis of educational platforms utilizing emoji-based learning interfaces. The study focused on low-resource regions where traditional educational tools are less accessible. Results. Results indicated that emoji-based communication, when integrated with AI-driven educational tools, significantly improved engagement and comprehension among learners, particularly in multilingual environments. Students reported a deeper connection to content and higher motivation to learn, while educators found it easier to communicate complex concepts using visual aids like emojis. The study suggests that AI-supported emoji language can be a scalable solution for improving educational access in underserved regions. Conclusion. In conclusion, the study suggests that adaptive learning algorithms In conclusion, the findings highlight the potential of AI and emojis to revolutionize educational communication in low-resource areas. By leveraging emojis as a universal language, AI can contribute to narrowing the global education gap and fostering inclusive learning.
Co-Authors AGUS DWI SANTOSO Ahmad Muktamar B Ahmad Qurtubi Aldo, Novian Ali Impron Almira Ulimaz Anastasia Rita Widiarti Andi Hidayati Anita Ninasari Annas, Annisa Nuraisyah Ansori Antonius Budisusila Antonius Tri Priantoro Anuar Ahmad Aom Thai Arianto, Sofyan Arifudin, Opan Astuti, Andri Bakri, Asri Ady Bangun, Eka Uliyanti Putri Br. Basir, Badirun Caecilia Wahyu Estining Rahayu cahyono, didik Catharina Brameswari Darimis Darimis Darmun, Darmun Dewi Sholeha Maisaroh Dewi Widyastuti Dhaniswara, Erwin Dian Aswita, Dian Diksita Galuh Nirwinastu Dina Mayadiana Suwarma Dr. Suryaningsih, S.S., M.Pd.K. Eko Hari Parmadi Enda, Matius F.X. Sinungharjo Fatmawati Sabur Fauzi Aldina Febrian, Wenny Desty Febriana Ndaru Rosita Firda Weri Gamar Al Haddar Hanafiah Hanafiah Hanafiah Hanafiah, Hanafiah Hanum, Gilang Kartika Harefa, Anugerah Tatema Hary Murcahyanto Haryanto Haryanto Hastuti, Rini Mei Hayati Hayati Hendra Kurniawan Hendra Sudarso Hidayah, Hidayah I Putu Agus Dharma Hita Ibnu Maja Ilyas Ilyas Imam Jayanto Imanirubiarko, Sabda Intan Kamala Aisyiah Irawan Irawan Irwan Moridu Istifa, Much Al Khaqqoh Iwan Ridwan Jeffrey Payung Langi jenita jenita, jenita Josephine Wuri Kalip Khaerul, Khaerul Khoiri, Moh Kushariyadi Kushariyadi Ladjin, Nurjanna Lindawati Lindawati M. Syahputra Mardiah , Ainun Marlina Marlina Marzuki Merakati, Indah Merita Ayu Indrianti Ming Pong Mirdan Kurniawan, Mirdan Moh. Solehuddin Muh. Safar, Muh. Muhammad Faizul Husnayain Muhammad Husnur Rofiq Muhammad Thalal Muktar, Muktar Munisah, Eny Musa Hefer Smas Nadhroh, Luthfiyatun Napat Chai Ni Gusti Ayu Lia Rusmayani Nisak, Sayida Khoiratun Nofirman, Nofirman Novidawaty Tambunan Nurnainah, Nurnainah Nurul Hikmah Nurzaima Nurzaima Nurzaima Nurzaima Olga Sancaya D. P Pebriani, Ela Petra Periani Halawa Raka Ismaya Ratna Novita Punggeti Reviandari Widyatiningtyas, Reviandari Riyanti, Apriani Roswati, Roswati Sari, Arum Pandan Sari Siagian, Tony Siminto Siminto Siminto Siminto, Siminto Slamet Hariyadi Slamet Hariyadi Solissa, Everhard Markiano St Rahmah Sumantri, Damiana Reanita Suryono, Wiwid Suyuti Suyuti Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syamsul Anwar, Syamsul Sya’bana, Mohammad Vega TEGUH ARIFIANTO, TEGUH Tri Handayani Utama, I Wayan Karang Vandan Wiliyanti Wahyudin, Mokhammad Wahyuniar Wahyuniar Wajnah Wakhudin Weraman, Pius Widyatiningtyas, Widyatiningtyas Wijaya, Hamid Wisma, Nur Wiwid Suryono Yuliana Rini Hardanti