Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kulit Bawang Merah, Tangkai Cabai Rawit, dan Ampas Kopi Sebagai Bahan Utama Pupuk Organik Cair Daniel Try; Juwita Situmeang; Dwi Aulia Syafira Purba; Qania Gultom; Ahd Aidil Fajri Lintang; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i2.1167

Abstract

The increasing amount of household organic waste, such as onion peels, chili stems, and coffee grounds, requires effective management through its utilization as liquid organic fertilizer (LOF). This study aims to analyze the production process of liquid organic fertilizer and determine the nutrient content of nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) as indicators of fertilizer quality. This study employed an experimental method with a qualitative descriptive approach through an anaerobic fermentation process using EM4 and molasses for 10-14 days. The object of the study was liquid organic fertilizer produced from household organic waste, including onion peels, chili stems, and coffee grounds. Data were collected through direct observation during the fermentation process and laboratory testing of nutrient content. Data analysis was conducted descriptively through the interpretation of observational results and laboratory tests on nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) content. The results showed that the fermentation process proceeded optimally, indicated by a dark brown color change, a fresh acidic odor, and decomposed material texture. Laboratory test results revealed that potassium was the dominant nutrient compared to nitrogen and phosphorus. Although the nutrient content has not yet met national standards, the resulting liquid organic fertilizer has the potential to be used as an environmentally friendly supplementary fertilizer to support household organic waste management and sustainable agriculture.
Pengolahan Limbah Cangkang Telur menjadi Pupuk Organik Cair sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Valerina Leo Sinaga; Rely Noviyanti Lumbantobing; Nandita Septika Baeha; Gomoses Simarmata; Anggun Citra Sari; Elvayetti Elvayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah limbah domestik di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terus berkembang. Salah satu jenis limbah organik yang banyak dihasilkan di rumah tangga adalah limbah cangkang telur. Penggunaan limbah cangkang telur sebagai pupuk organik cair juga memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat, karena bahan yang digunakan mudah didapat dan murah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa limbah cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik cair melalui proses pencampuran sederhana menggunakan cuka dan air.
Analisis Kualitas Pupuk Organik Cair Dari Kulit Singkong Berdasarkan Kandungan NPK dan pH Chelsea Sarah Juniarti Siallagan; Nabila Fajriyah; Reva Leirisa; Aliyah Nazhifah; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi POC dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menyediakan alternatif pupuk yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan dari kulit singkong berdasarkan kandungan unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan nilai pH. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan proses fermentasi kulit singkong menggunakan aktivator mikroorganisme efektif (EM4). Sampel pupuk organik cair yang dihasilkan kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan NPK dan tingkat keasamannya (pH). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik cair yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari kulit singkong mengandung unsur hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dengan kadar yang bervariasi sesuai kondisi fermentasi. Nilai pH yang diperoleh berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil analisis kandungan NPK dan pH, pupuk organik cair dari kulit singkong memiliki potensi untuk digunakan sebagai pupuk organik alternatif dalam mendukung budidaya tanaman secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR: ANALISIS KANDUNGAN KALIUM, ALUMINIUM, DAN POTENSINYA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Putri Rejeki Simanjuntak; Della Shinta Silitonga; Febiyola Dasuha; Imel Tri Ulina Hutabarat; Deswita Syahputri; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2407-2420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pupuk organik cair serta menganalisis kandungan kalium (K), dan aluminium (Al) dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan proses fermentasi kulit pisang menggunakan gula merah selama ±2 minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang mengandung kalium (K) sebesar 0,2800%, K?O sebesar 0,0200%, dan aluminium (Al) sebesar 6,8745 mg/kg yang tergolong rendah sehingga aman digunakan bagi tanaman. Pupuk organik cair ini berpotensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan karena dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi limbah organik, serta mendukung pengurangan penggunaan pupuk kimia dalam pertanian berkelanjutan
Upaya Penanganan Permasalahan Ekowisata di Kelurahan Pulau Sicanang, Kecamatan Medan Belawan Melinda Suriani Harefa; Elsa Kardiana; Tesa Putriyani Sinurat; Elsa Mutiara Panggabean; Cindy Theresia Purba
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 1 (2025): Mei, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v9i1.7229

Abstract

Ekowisata Mangrove Sicanang di Kelurahan Pulau Sicanang, Kecamatan Medan Belawan memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata berbasis konservasi dan edukasi. Namun, pengembangannya menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan stagnasi bahkan kemunduran dalam operasional kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab permasalahan dalam pengembangan ekowisata di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat sekitar yang terlibat langsung dalam ekowisata. Dalam penelitian ini juga akan menyusun beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan disebabkan oleh faktor internal, seperti kurangnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, serta faktor eksternal berupa minimnya dukungan pemerintah, kerusakan infrastruktur, dan tidak adanya regulasi yang jelas.
Strategi Kemandirian Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Kulit Singkong di Tingkat Masyarakat Lokal: Sebuah Studi Eksperimental Terey Citha Siregar; Oka Nelly Hutagaol; Puput Gloria Zega; Muhammad Rizky; Rendy Marcel; Elsa Kardiana; Elfayetti Elfayetti
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk kimia sintetis secara terus-menerus memicu degradasi kualitas lahan dan meningkatkan biaya produksi petani lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi valorisasi limbah padat berupa kulit singkong (Manihot esculenta) menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pemenuhan hara tanaman yang ramah lingkungan dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan mengamati proses fermentasi anaerob menggunakan starter Effective Microorganisms-4 (EM4) dan larutan molase selama 14 hari. Parameter yang diuji meliputi kadar Nitrogen (N), Fosfor(P2 O5), Kalium (K2O), dan derajat keasaman (pH). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa POC kulit singkong memiliki kandungan unsur hara makro yang bervariasi, dengan kadar Nitrogen total sebesar 0,08%, Fosfor (P2 O5)sebesar 0,02%, dan akumulasi Kalium (K2O) yang signifikan mencapai 0,26%, serta tingkat keasaman (pH) berada pada angka 4,37. Meskipun kandungan Nitrogen dan Fosfor relatif rendah dibandingkan standar baku mutu pupuk cair komersial, tingginya konsentrasi Kalium alami memproyeksikan POC ini sangat potensial diorientasikan sebagai pupuk suplemen pada fase generatif tanaman. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi strategi aplikatif bagi masyarakat lokal dalam mengurangi ketergantungan pupuk eksternal sekaligus mereduksi dampak lingkungan akibat limbah agroindustri.
Karakteristik Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Cangkang Telur Ditinjau dari Kandungan Unsur Hara N, P, dan K Dini Deswina Sagala; Nilfais Laia; Mesi Tambunan; Rahel Namisa Br. Ginting; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang telur merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair karena mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur ditinjau dari kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Metode penelitian dilakukan melalui proses fermentasi limbah cangkang telur dengan penambahan bahan organik pendukung dan bioaktivator selama periode tertentu. Selanjutnya, pupuk organik cair yang dihasilkan dianalisis kandungan unsur haranya menggunakan metode laboratorium untuk mengetahui kadar N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada komposisi bahan dan lama fermentasi. Kandungan nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor mendukung perkembangan akar dan pembungaan, sedangkan kalium berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan memperbaiki kualitas hasil panen. Berdasarkan hasil analisis, pupuk organik cair dari limbah cangkang telur berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran limbah organik rumah tangga.
Analisis Kandungan Hara dan Efisiensi Biaya Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang dan Air Cucian Beras sebagai Substitusi Pupuk Anorganik Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Anggita Lydia Sirait; Cahyani Oktaviani Saragih; Escha Purba; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk anorganik telah memunculkan berbagai permasalahan ekologis dan ekonomis, seperti degradasi kualitas tanah, penurunan aktivitas mikroorganisme tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras, sekaligus mengkaji efisiensi biaya penggunaannya sebagai substitusi pupuk anorganik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui proses fermentasi selama 8–14 hari dengan penambahan EM4, gula merah, MSG, dan asam jawa sebagai bioaktivator fermentasi. Data diperoleh melalui observasi proses fermentasi, pengamatan organoleptik, serta pengujian laboratorium di PT. SOCFINDO Indonesia menggunakan metode Kjeldahl-Spektrofotometri, Spektrofotometri, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengandung Kalium (K) sebesar 0,0820%, Nitrogen (N) sebesar 0,0752%, dan Fosfor (P) sebesar 0,0274% dengan karakteristik pH asam yang stabil pada kisaran ideal fermentasi organik. Kandungan Kalium menjadi unsur dominan yang berkontribusi terhadap ketahanan tanaman dan efisiensi metabolisme fisiologis. Selain itu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik cair terbukti mampu menekan biaya produksi pertanian hingga lebih dari 50% dibandingkan penggunaan pupuk anorganik komersial karena bahan baku mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk organik cair berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras memiliki potensi tinggi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mendukung konsep pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah domestik.
Co-Authors Abdi Eralisasi Harefa Ahd Aidil Fajri Lintang Ahmad Fauzi Sinuraya Al-Zahwa, Afitzka Alan Mustaqim Nst Aliyah Nazhifah Alvian Manaralom Siregar Anas Fela Naibaho Andini, Syarifah Angel Lena Simanjuntak Angelina Sipayung Anggita Lydia Sirait Anggun Citra Sari Anisa Niwanda Anju Diah Natalia Panjaitan Arbiansyah, Arbiansyah Arma Fuziah Aulia, Citra Bancin, Girang Stevani Betaria Sihaloho Br Marpaung, Viviana Bunga Mandalika Cahyani Oktaviani Saragih Chelsea Sarah Juniarti Siallagan Cindy Theresia Purba Clarissa Oktoferin Sinaga Claudya Carolin Sihombing Dachi, Grace Holyvia Juniadsari Damanik, M. Ridha Syafii Damanik, M. Ridha Syafi’i Damanik, Muhammad Ridha Syafii Daniel Try Darwin P. Lubis, Darwin Della Shinta Silitonga Desi Murni AR Desty Novry Lianty Deswita Syahputri Dinda Aprilia Dini Deswina Sagala Duha, Asnimar Dwi Aulia Syafira Purba Dwidya Nuari Dzuriati’ A Yuni Aceh Elfayetti Elfayetti Elfayetti Elfayetti Elfayetti Elfayetty Elfayetty Elfira Sari, Naila Elno Situmorang Elsa Mutiara Panggabean Elvayetti Elvayetti Escha Purba Ester Y.F Simamora Farhan Fauzan Ahdaputra Febiyola Dasuha Feny Cristanti Siburian Ferdy Alamsyah Fortunata, Lisna Anggia Gaol, Riski Fanni Lumban Geubrina, Pocut Puan Gomoses Simarmata Grace Holyvia J.Dachi Grace Indah Situmeang Gultom, Windri Priskila Halim, Jennifer Irene Harahap, Asih Ester E.G Harefa, Sri Aswinda Haza, Suci Amaliah Hetti Melinda Purba Hotdame Martina Sitanggang Hsb, Novita Annisah Hutagalung, Galatia Valentin Hutauruk, Mutiara Cristeofani Imel Tri Ulina Hutabarat Ipantri Naibaho Ivan Rivaldo Jernih Margaretha Siahaan Joey Athana Sembiring Juwita Situmeang Karen Tio Ulibasa Panjaitan Kautsar, Mhd. Anas Khairani Aprilia Khairun Nisa Kharunnisa, Kharunnisa Kiki Renhardi Napitupulu Kurnia Simbolon Kusumawati, Eka Suci Lajuardi Putra Beheng Sinulingga Lasmauli T.G Marpaung Lastri Marbun Lianty, Desty Novry Luahambowo, Kerin Sisca Luahambowo, Kerin Sisca Octaviani Luluk, Theresia Angeline Lumbantungkup, Rosa D. Lumbantungkup, Rosa Delima M. Ridha Syafi’I Damanaik M. Ridha Syafi’I Damanik Malau, Shintia Manalu, Devi Manalu, Febbry Vebilola Manik, Anggreny Br. Manik, Lolona Manulang, Yosella Maria Joito Gultom Marpaung, Viviana May Hafizah Meilinda Suriani Harefa Melani Astika Melani Astika Dotulung Melinda Suriani Harefa Mesi Tambunan Mhd. Zidan Aris Fatih Mita Nasalisa Br Barus Muhammad Arif Muhammad Farouq Ghazali Matondang Muhammad Ridha Syafii Damanik Muhammad Rizky Nabila Fajriyah Naila Elfira Sari Nandita Septika Baeha Nilfais Laia Nst, Khairunnisa Nurintan Nurliana, Vita Nurul Ilmi Nurul Mutia Azzahara Oka Nelly Hutagaol Pa, Anisa Aulia Br Pandiangan, Errason Prayogi, Septian Puput Gloria Zega Purba, Hetti Melinda Purba, Tondang Raja P. Purba, Tondang Raja Pangihutan Putra Ferdiansyah Limbong Putri Rahmadani Putri Rejeki Simanjuntak Putri Roito Lumbantobing Putri Seruni Qania Gultom Queen Helen Br. Bukit R, Rohani Rachel Mia Novriyanti Tobing Rahel Namisa Br. Ginting Rahma, Mawaddah Rahmadayanti, Rahmadayanti Regita Asiah Azzarah Rely Noviyanti Lumbantobing Rendy Marcel Reva Leirisa Ridho Amalan Saufi Riki Rahmad Rina Panggabean Rohani Rohani Rohani Rohani Roy Eka Telaumbanua Rud Sahanaia Sari Nona Rud Sahanaiya Sari Nona Rusniatri Hasugian Sabela, Serli Sahala Fransiskus Marbun Sakira Putri Manurung Salsabilla, Friska Sanas Tasia Sihaloho Saputri, Ayu Surya Sembiring, Joey Athana Sembiring, Samariana Septian Prayogi Shika Andari Shintia Malau Sianturi, Stevan Federico Simamora, Angelina Setia Simaremare, Ermas Simarmata, Claudia G.N. Simarmata, Claudia Grace Simbolon, Krisna Natalin Sinaga, Risdo Hotray Sintong, Mahara Sinulingga, Joel Ersikapna Sinurat, Ester Sipayung, Hadriadi Iskandar Sirait, Firli Nur Afdilla Sitorus, Adinda Ria Jelita Situmorang, Duma Yanti Sogya Solin Sri Andini Sri Sulastri Sitohang Stevani Bancin, Girang Suandro Mangihut Manik Suryana Daulay Syari’I Damanik, Muhammad Ridha Syukri, Pradipa Nasywa Tarigan, Sri Winensi Tarigan, Sriwinensi Tasya Maria Natalia Pangaribuan Terey Citha Siregar Tesa Putriyani Sinurat Turnip, Elsa Valerina Leo Sinaga Vina Aulia Vinny Natasya Hura Vita Nurliana Widya Asmara Widya Khairunisa Widya Ningsih Yanti Mendrofa, Dina Nurrahman Yolanda Ratnasari Hutabarat Yordan Sihotang Yunilawati Patrisa Panjaitan Yurdan Sihotang Zahwa, Afitzka Al Zega, Debora Tasya Claudia