Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKSESUAIAN SOP PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT TIPE C KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Akhmad Kheru Dermawan; Dhiny Easter Yanti; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.366 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2386

Abstract

Penjamah makanan memegang peranan penting dalam melindungi kesehatan penderita/pasien di rumah sakit dari penyakit akibat kontaminasi makanan. Sementara itu hasil presurvei yang dilakukan oleh peneliti di Rumah Sakit Tipe C Kota Bandar Lampung, didapat data bahwa jumlah petugas penjamah makanan sebanyak 40 orang dan dari hasil pengamatan langsung peneliti menemukan masih adanya tindakan abai petugas penjamah makanan pada perilaku hygiene. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Tipe C Kota Bandar Lampung Tahun 2019 sejumlah 67 orang, sampel menggunakan total populasi. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 67 responden yang  diteliti, sebagian besar berpendidikan SMA/sederajat (86.6%), pengetahuan tentang SOP penjamah makanan yang tidak baik (58.2%), sikap positif (52.2%), motivasi yang rendah (56.7%) dan tidak sesuai dalam menerapkan SOP (56.7%).Ada hubungan pendidikan (p value 0,034. OR 5,7), pengetahuan (p value 0,001. OR 6,12). motivasi (p value 0,003. OR 5,3) dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan. Tidak ada hubungan sikap dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan (p value 0,098). Motivasi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan ketidaksesuaian SOP petugas penjamah makanan, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu 55,5. Saran dapat meningkatkan motivasi petugas penjamah makanan dengan cara mengadakan review ulang kepada semua petugas penjamah makanan tentang SOP yang ada, meningkatkan kualitas kebersihan makanan yang tersedia, serta meningkatkan kesadaran bahwa hygiene makanan adalah bagian dari pengabdian.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman Lampung Tengah Yuniar Herdarini Utami; Khoidar Amirus; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.6056

Abstract

Background: Mental health service facilities are still not optimally utilized, especially at Seputih Raman Public Health Center.Purpose: To determine the factors associated with the utilization of family members' treatment for mental disorders at the Seputih Raman Public Health Center, Central Lampung.Method: A quantitative with a cross-sectional design. The research population is householders who have members with mental disorders in Seputih Raman Public Health Center area many as 123 people. The data analysis technique used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) analysis.Results: Treatment utilization was relatively good (64.2%), good knowledge (53.7%), positive attitude (52%), good accessibility (50.4%), felt there was support from health workers (56.9%) and felt there was family support (65.9%) . The results of the hypothesis test showed that there was a relationship between knowledge (p=0.007; OR=3.0), attitude (p=0.002; OR=3.6), accessibility (p=0.004; OR=3.3), support from health workers (p=0.001; OR=3.7 ), family support (p=0.001; OR=2.2) with the use of treatment for family members with mental disorders. The most dominant factor is attitude (p=0.002; OR=4.0).Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, accessibility, support from health workers, family support, and the use of treatment for family members with mental disorders. And the most dominant factor is attitude.Suggestion: This study suggests that education and information accessibility should be carried out with household targets to increase the utilization of mental disorder treatment.Keywords: Utilization; Treatment; Family members; Mental disorders.Pendahuluan: Fasilitas layanan kesehatan jiwa masih belum optimal dimanfaatkan oleh orang dengan gangguan jiwa khususnya di Puskesmas Seputih Raman.Tujuan: Untuk diketahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian KK yang memiliki anggota keluarga gangguan jiwa di Wilayah Puskesmas Seputih Raman yang berjumlah sebanyak 123 orang yang seluruhnya dijadikan sebagai sampel. Tehnik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik berganda).Hasil: Pemanfaatan pengobatan relatif baik (64.2%), pengetahuan baik (53.7%), sikap positif  (52%), aksesibilitas baik (50.4%), merasa ada dukungan petugas kesehatan (56.9%) dan merasa ada dukungan keluarga (65.9%). Hasil uji hipotesis menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.007;OR=3.0), sikap (p=0.002;OR=3.6), aksesibilitas (p=0.004;OR=3.3), dukungan petugas kesehatan (p=0.001;OR=3.7), dukungan keluarga (p=0.001;OR=2.2) dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Faktor yang paling dominan adalah sikap (p=0.002;OR=4.0).Simpulan: Ada Hubungan antara pengetahuan, sikap, aksesibilitas, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga dengan pemanfaatan pengobatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Dan faktor paling dominan adalah sikap.Saran: Penelitian ini menyarankan agar dilakukan edukasi dan aksesibilitas informasi dengan sasaran rumah tangga untuk meningkatkan pemanfaatan pengobatan gangguan jiwa.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DI WILAYAH KERJA UPTD. PUSKESMAS HANURA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2022 trio pranoto; Dessy Hermawan; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i4.7598

Abstract

Berbagai upaya yang dilakukan dalam menanggulangi malaria tidak akan berhasil jika tanpa keterlibatan masyarakat. Health Belief Model (HBM) adalah model dari perilaku kesehatan pada populasi diantaranya perilaku pencegahan (malaria). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria pada masyarakat di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Hanura  Kabupaten Pesawaran Tahun 2022. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 9.533 KK dan sampel 384 KK dengan purposive sampling, lalu dianalisis dengan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan terdapat hubungan perceived susceptibility (kerentanan yang dirasakan) (OR=6,4), perceived benefit (manfaat yang dirasakan) (OR=4,3), Perceived barrier (hambatan yang dirasakan) (OR=3,1) , Cues to action (isyarat untuk bertindak) (OR=2,8) Perceived susceptibility menjadi variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap perilaku pencegahan malaria dengan (OR 7,1) disusul oleh perceived barrier (OR 3,8) dan cues to action (OR 3,4). Saran kepada kepala UPTD. Puskesmas Hanura untuk menyusun dan mengimplementasikan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku pencegahan Malaria dan Kepada Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran melakukan advokasi kepada Bupati Pesawaran untuk melakukan pembenahan tambak-tambak terlantar di Wilayah Hanura dalam upaya meminimalkan risiko kerentanan malaria dilihat dari perspektif lingkungan. Menggunakan pendekatan pentahelix kemitraan antar pihak dimana unsur pemerintah, masyarakat/komunitas peduli malaria, akademisi, pengusaha dan media bersatu dan saling mendukung dalam upaya pencegahan malaria, perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Niputu Sudiadnyani; Lolita Sary; Nova Muhani; Khoidar Amirus; Neno Fitriyani Hasbie
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i3.7952

Abstract

Ketersediaan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) sangat dibutuhkan dalam mencapai pembangunan kesehatan, karena pelayanan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang baik. Dari data di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Hasil pengukuran rata-rata kinerja dokter diperoleh sebesar 80,4% dimana capaian ini masih dibawah target kinerja dokter RS Pertamina Bintang Amin yaitu sebesar 100%. Tujuan penelitian ini diketahui faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional, populasi seluruh tenaga kesehatan sebanyak 269. Besarnya sampel menggunakan rumus  LameshowUji Hipotesis Dua Proporsidiperoleh sampel 174orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling, karena terdiri dari 15 ruangan. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji statistik logistic regression. Hasil penelitian diketahui kinerja tenaga kesehatankategori baik (58%). Motivasi kategori kurang baik (51,10%). Supervisi kategori kurang baik (51,70%). Pendapatan/gaji kategori tinggi (60,30%).Pengembangan karir kategori tidak ada pengembangan karir (72,40%). Ada hubungan motivasi (p-value 0,0001 < α  0,05), OR:11,459. Ada hubungan supervisi (p-value 0,000< α 0,05), OR:9,516. Ada hubungan (p-value 0,000< α 0,05),OR: 9,382. Ada hubungan pengembangan karir (p-value 0,000< α 0,05),OR: 5,328. Faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja yaitu motovasi (p-value 0,000, OR:9,297). Disarankan pihak rumah sakit melakukan penilaian kinerja terhadap seluruh tenaga kesehatan sesuai dengan bidangnya masing-masing,  memberikan reward terhadap tenaga kesehatan yang bekerja dengan baik dan memberi kesempatan dalam pengembangan karir serta supervisor Rumah Sakit agar meningkatkan kerja sama dengan tenaga kesehatan.
Hubungan Indeks Risiko Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari; Dias Dumaika; Agung Aji Perdana; Vera Yulyani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.3.366-372

Abstract

Latar belakang: Penyakit berbasis lingkungan di Indonesia masih menjadi permasalahan penting yang harus segera diselesaikan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kelurahan Pesawahan berada di tepi laut dengan kondisi sanitasi yang buruk dan memiliki penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian untuk diketahui hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross  Sectional dan sampel sebanyak 135 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan cara Pusrposive Sampling dengan uji analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independent variable Indeks Risiko Sanitasi (IRS) sumber air, air limbah, persampahan, genangan dan Perilaku Hidup Bersih) dan variable dependen (kajian penyakit berbasis lingkungan) menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IRS sumber air (66,7%) dan genangan air (93,3%) dalam kategori tidak berisiko. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hamper seluruhnya (94,1%) memiliki IRS air limbah domestik, persampahan (93,3%), PHBS (94,8%) dengan kategori berisiko. Dalam 3 bulan terakhir sebagian besar responden pernah mengalami kejadian penyakit berbasis lingkungan (75,6%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara IRS air limbah domestic (p value = 0,021; OR=5,632), IRS persampahan (p value = 0,039 OR=4,181), dan IRS PHBS (p value = 0,003; OR=8,534) dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan.Simpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan indeks risiko sanitasi air limbah domestik, persampahan dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Hasil penelitian ini menyarankan agar pemerintah, puskesmas dan masyarakat untuk lebih perhatian dan berkontribusi dalam peningkatan IRS. ABSTRACT Title: The Relationship between the Sanitation Risk Index and the Incidence of Environmental-Based Diseases in the Village of Pesawahan, Bandar Lampung City in 2022Background: Environmental-based diseases in Indonesia are still an important problem that must be resolved immediately. Most of the people living in the rice fields have environmental-based diseases, including Acute Nasopharyngitis (23.62%), Acute Pharyngitis (9.19%), Tuberculosis (6%), Dermatitis (4.33%) and Febris Observation (2 89. The aimed of this research to determine the relationship between the sanitation risk index and the incidence of environmental-based diseases in the Pesawahan Village, Bandar Lampung City.Methods: This research was a quantitative study with a cross sectional design and a sample of 135 respondents. The sampling technique used was Pusposive Sampling with univariate and bivariate analysis tests to determine the relationship between the independent variables (Sanitation Risk Index (IRS) for water sources, wastewater, solid waste, inundation and Clean Living Behavior) and the dependent variable (environment-based disease studies) using Chi Square test..Results: The results showed that most of the respondents had IRS water sources (66.7%) and standing water (93.3%) in the non-risk category. This study also shows that almost all (94.1%) have IRS for domestic wastewater, solid waste (93.3%), PHBS (94.8%) with risk categories. In the last 3 months, most of the respondents have experienced the incidence of environmental-based diseases (75.6%). The results of the bivariate test showed that there was a relationship between domestic wastewater IRS (p value = 0.021; OR = 5,632), sewage IRS (p value = 0.039 OR = 4.181), and IRS PHBS (p value = 0.003; OR = 8.534) with the incidence of environmental disease.Conclusion: The results of the study show that there is a relationship between the risk index of domestic wastewater sanitation, solid waste and clean and healthy living behavior with the incidence of environmental-based diseases. These finding suggested that the government, health centers and the community should pay more attention to and contribute to the improvement of the IRS.
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (FE) DI POSYANDU KARTINI LABUHAN RATU Nurhalina Sari; Lolita Sary; Khoidar Amirus; Eka Yuliana; Aulyya Rahmah; Delima Selviyani Putri; Echa Rafika; Sri Wulandari; Febrianti Febrianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.515-519

Abstract

Kematian ibu disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi dimulai dari fase sebelum hamil yaitu pada wanita usia subur yang mengalami anemia, obesitas, tuberculosis, kurang energi kronis, dan lain–lain.Berdasarkan riskesdas tahun 2018 didapatkan data bahwa persentase ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 48,9 %. Dari jumlah persentase anemia pada ibu hamil mengartikan bahwa sekitar 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami anemia . Tujuan penyuluhan ini yaitu Ibu hamil mengetahui manfaat mengkonsumsi tablet Fe, Ibu hamil dapat mengerti tentang bahaya jika kurang mengkonsumsi Tablet Fe. Metode penyuluhan ini menggunakan media leaflet dan kuesioner untuk mengukur tingkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil sebelum dan sesudah diadakanya penyuluhan . Hasil kegiatan yang didapat dari kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan di Posyandu Kartini Labuhan Ratu yaitu sebelum dilakukan penyuluhan 30% ibu hamil memahami tentang Tablet Fe. Setelah diberikan materi terkait Tablet Fe terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil yaitu terdapat 90% ibu memahami terkait Tablet Fe. Untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil selain disebabkan karena kekurangan zat besi diharapkan tenaga kesehatan lebih rutin memberikan penyuluhan mengenai tablet Fe. Ibu hamil juga diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk mengkonsumsi tablet Fe minimal minum 90 tablet Fe selama hamil. Dengan dilakukanya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe.
Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung Nurhalina Sari; Diah Astika Winahyu; Hardini Ariningrum; Khoidar Amirus; Desna Sari Putri; Chanita Sari Manulang; Hafiratul Fitri Usfa; Trisia Dira Yuniar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.309

Abstract

Pendahuluan: Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk itu diperlukannya edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak mulai sejak usia 6-10 tahun. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan tatanan sekolah, hal ini dilakukan agar upaya untuk menurunkan penyakit yang muncul akibat kurangnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan cara edukasi dengan menggunakan media video, berupa video animasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan ini di khususkan bagi siswa-siswi kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Bandar Lampung. Hasil: Dalam penyuluhan ini dijelaskan pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, edukasi membuang sampah pada tempatnya, dan memberikan contoh  cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SDN 1 karang Maritim dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Siswa; Edukasi.
Faktor Determinan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada Era Pandemi Covid 19 Saradiah Mariana Natapradja; Khoidar Amirus; Vera Yulyani
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.523 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.55

Abstract

Selama pandemi COVID-19, kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular tidak dapat dilaksanakan sehingga mengakibatkan penurunan angka kunjungan. Penurunan angka kunjungan posbindu PTM tercatat di Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 seperti pelayanan hipertensi hanya 7,5% dari target 8,3%, pelayanan penderita obesitas 6,05% dari target 15,4% dan skrining kesehatan usia produktif hanya 47,47% dari target 100%. Di Puskesmas Palapa cakupan pelayanan hipertensi dalam gedung hanya sebesar 8,88%, pelayanan diabetes melitus hanya sebesar 6.53% dan cakupan pelayanan usia produktif hanya sebesar 5,23%. Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu PTM pada era COVID 19 di wilayah kerja Puskesmas Palapa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan sampel sebanyak 180 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan cara Accidental Sampling dengan uji analisis univariat, bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independen dan dependen menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap (p value=0,002), tingkat pengetahuan (p value=0,006), dukungan keluarga ( p value=0,031) dan situasi pandemi COVID-19 (p value=0,005) terhadap pemanfaatan posbindu PTM dan tidak ada pengaruh jarak tempuh (p value=0,525) dan dukungan tenaga kesehatan (p value=1,000) terhadap pemanfaatan posbindu PTM. Hasil analisis Multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pemanfaatan posbindu PTM adalah sikap. Sikap termasuk ke dalam proses help seeking behaviour sebagai bentuk mencari bantuan artinya dalam membentuk perilaku dalam memanfaatkan posbindu, seseorang harus memiliki sikap positif yang mendorong sehingga responden memiliki kemampuan komunikasi dalam mencari bantuan untuk mengobat dirinya dan memeriksakan kondisi kesehatannya ke posbindu terdekat. Diharapkan kepada petugas Posbindu perlu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat mengikuti kegiatan posbindu penyakit tidak menular sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat posbindu.
Analisis Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry Nelya Retika; Samino Samino; Khoidar Amirus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah saki
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.80

Abstract

Analysis of Linen Management in The Laundry Installation of The Pringsewu General Hospital  Background: Laundry installation is one of the non-medical supports that have an important role as the person in charge in providing linen services to hospital patients, especially inpatients. An increase of 0.5% of hospitalized patients were found to have new infections. 15 kg of dirty linen produced every day is still mixed with infectious and non-infectious linen, inadequate linen management human resources (HR), linen management officers do not use complete Personal Protective Equipment (PPE) when doing work, linen transportation does not use special trolley, clean linen does not meet the quantity and quality. Purpose: To analyze linen management in the Laundry Installation of Pringsewu Hospital. Methods: Qualitative research with descriptive analysis. Purposive sampling informant retrieval technique. There are 4 informants including 1 key informant and 3 main informants. Data collection techniques are observation, in-depth interviews, literature studies, and document review. Results: The education level of linen managers is from elementary to junior high school and has not received special training, the number of employees is 3 people, funds are insufficient so that the facilities are still incomplete, and the application of standard operating procedures (SOP) is not optimal. Conclusion: The management of linen in the laundry installation has not run optimally. This can be seen from human resources, completeness of facilities, funds, and application of SOP.  Keywords: Linen management; Patients; Laundry installation Pendahuluan: Instalasi laundry merupakan salah satu penunujang non medik yang memiliki peran penting sebagai penanggungjawab pada penyediaan layanan linen terhadap pasien rumah sakit, terutama pasien rawat inap. Ditemukan 0.5% kenaikan pasien rawat inap mendapat infeksi baru. Linen kotor yang dihasilkan per hari 15 kg masih tercampur linen infeksius dan non infeksius, sumber daya manusia (SDM) pengelola linen belum memadai, petugas pengelola linen tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat melakukan pekerjaan, pengangkutan linen tidak menggunakan troli khusus, linen bersih  belum memenuhi kuantitas dan kualitas. Tujuan: Untuk menganalisis pengelolaan linen di Instalasi Laundry RSUD  Pringsewu. Metode: Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengambilan informan purposive sampling. Terdapat 4 informan meliputi 1 informan kunci dan 3  informan utama. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, studi literatur, dan  telaah dokumen. Hasil: Tingkat pendidikan SDM pengelola linen yaitu SD sampai SMP dan tidak mendapat pelatihan khusus, jumlah tenaga sebanyak 3 orang, dana belum mencukupi sehingga sarana masih belum lengkap, dan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) belum optimal. Simpulan: Pengelolaan linen di instalasi laundry berjalan belum optimal. Dapat dilihat dari SDM, kelengkapan sarana, dana, dan pelakasanaan SOP.    
Pengaruh peran keluarga, pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan penerapan prokes 6m dimasa pandemi covid-19 Belinda Apriannanti Beauty; Henindita Anggra Swastika; Dalfian Dalfian; Khoidar Amirus
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): Kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.325

Abstract

Background: One of the effective efforts to avoid contracting the covid-19 epidemic is to break the chain of transmission. In order to overcome the transmission of covid-19, prevention efforts were carried out, namely by implementing the 6M covid-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of the 10 respondents were not compliant in carrying it out. Purpose: To find out the relationship between family roles, education, level of knowledge and social environment towards adherence to implementing the 6M covid-19 health protocol in the community in the working area of ​​the Rajabasa Indah Health Center (RBI) Bandar Lampung. Methods: this research is a quantitative study using a research design in the form of an analytic survey with a cross sectional approach. The population and sample in this study were people who visited the Puskesmas. Results: There is a significant relationship (p-value <0.05) between the role of the family (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.008), and social environment (p-value = 0.000) on community compliance in implementing the protocol 6M covid-19. There was no significant relationship (p-value > 0.05) between the education level of the respondents (p-value = 0.171) to community compliance. The probability of respondents complying with implementing the protocol is based on the results of the Odd Ratio (OR) values ​​sequentially from the highest, namely the social environment (7.091), the role of the family (5.552) and knowledge of health programs and covid-19 (2.095). Conclusion: The role of the family, education level, level of knowledge and the social environment of the respondents as a whole are good and obedient in implementing health protocols.   Keywords: Family Role; Education; Knowledge; Social environment; 6M Prokes Compliance.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang efektif untuk menghindari tertular penyakit wabah covid-19 adalah dengan memutus rantai penularannya. Dalam rangka mengatasi penularan covid-19 maka dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan 6M covid-19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) responden dari 10 responden tidak patuh dalam melaksanakannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga, pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M covid-19  pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Bandar Lampung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Hasil: Ada hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara peran keluarga (p-value= 0,000), pengetahuan  (p-value= 0,008), dan lingkungan sosial (p-value= 0,000) terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol 6M covid-19.  Tidak ada hubungan yang signifikan (p-value > 0,05) antara tingkat pendidikan responden (p-value= 0,171), terhadap kepatuhan masyarakat. Besarnya peluang  responden yang patuh menerapkan protokol tersebut berdasarkan hasil nilai Odd Ratio (OR) secara berurutan dari tertinggi adalah  lingkungan sosial (7,091), peran keluarga (5,552) dan pengetahuan tentang prokes dan covid-19 (2,095). Simpulan: Peran keluarga, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial responden secara keseluruhan sudah baik dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Ambar Budi yanto Amin, Muslim Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Ardiansyah, Deni Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Firdayunsari, Firdayunsari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maternity, Dainty Meika Sari, Ida Maya Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ridwan Ridwan Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Safitri, Erna Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima Siti Mariam SITI MARIAM Sri Wulandari Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati, Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wahyudi, Rega Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yulendasari, Rika Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah