Claim Missing Document
Check
Articles

The Correlation Of Knowledge Level To Compliance With Implementing The 6M Covid-19 Health Protocol Yahdhiani Nurindahsari; Khoidar Amirus; Dalfian Dalfian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10643

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan  6M COVID – 19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) dari 10 (100%) orang tidak patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19.Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Melaksanakan Protokol  Kesehatan 6M COVID-19  Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2021.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 214 sampel/responden dengan kuesioner selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Chi- Square.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, dari 214 responden didapatkan 115 responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan dari jumlah tersebut terdapat 69 (60%) responden patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19 pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung 2021 (p=0,047).Saran: Disarankan masyarakat menambah pengetahuan tentang perbedaan COVID-19 dengan flu biasa, penggunaan masker yang benar, serta mengetahui kelompok-kelompok usia yang rentan terinfeksi. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan 6M COVID-19 ABSTRACT Background: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease in humans and animals. In humans, it can usually cause respiratory tract infections, ranging from the common cold to serious illnesses. Prevention can be done by implementing the 6M COVID-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of 10 (100%) people disobedience in implementing the 6M COVID-19 health protocol.Purpose: To determine the correlation between knowledge level and compliance with implementing the 6M COVID-19 Health Protocol in the community of the working area in Rajabasa Indah Public Health Center Bandar Lampung 2021.Method: Quantitative  research using an observational analytical research design with a cross sectional approach. Sampling using accidental sampling technique with a sample of 214 samples / respondents with a questionnaire then the data was analyzed using the Chi-Square test.Results: Based on the results of this study, from 214 respondents, 115 respondents found that they had a good level of knowledge and of that number there were 69 (60%) respondents who obeyed the 6M COVID-19 health protocol.Conclusion: There is a significant correlation between the level of knowledge towards compliance with implementing the 6M COVID-19 health protocol in the community of the working area in Rajabasa Indah Public Health Center Bandar Lampung 2021 (p=0.047).Advice: It is recommended that the public increase knowledge about the difference between COVID-19 and the common cold, how to use the correct mask, and know the age groups that are susceptible to infection. Keywords: Knowledge level, compliance, health protocol 6M COVID-19
Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Preterm di RSUD Jenderal A. Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Elsa Rizki Lilian Nofita Sari; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17654

Abstract

  Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi Persalinan preterm memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan terhadap mortalitas, morbiditas neonatal, perkembangan anak, dan kematian ibu. Berdasarkan WHO 2021 Indonesia menempati urutan ke-5 dengan persalinan preterm terbanyak yaitu sekitar 657.700 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi persalinan preterm. Jenis penlitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal A. Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 321 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 64 dan kelompok kontrol sebanyak 128. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Pada hasil uji univariat didapatkan usia ibu yang berisiko sebanyak 15(23,4%), paritas ibu yang berisiko sebanyak 38(59,4%), jarak kehamilan yang berisiko sebanyak 45(70,3%), riwayat abortus berisiko sebanyak 12(18,8%), mengalami KPD berisiko sebanyak 23(35,9%), gemeli yang berisiko sebanyak 9(14,1%), dan tingkat pendidikan dasar sebanyak 20(31,3%) tingkat pendidikan menengah-tinggi sebanyak 44(68,8%). Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan preterm yaitu paritas p-value 0,003, jarak kehamilan ibu p-value 0,002, riwayat abortus p-value 0,011, KPD p-value 0,001, gemeli p-value 0,0001, dan tingkat pendidikan p-value 0,0001. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap persalinan preterm yaitu gemeli (OR 18,009). Ibu dengan kehamilan gemeli harus dirujuk untuk persalinan di rumah sakit guna menurunkan resiko terjadinya persalinan preterm.  
Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Farah Ulya Suryadana; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani; Nova Muhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17659

Abstract

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi faktor risiko. Berdasarkan profil kemenkes 2021, sebanyak 1.077 kasus hipertensi dalam kehamilan dan terdapat 28% kejadian preeklampsia dalam kehamilan di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 270 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 52 dan kelompok kontrol sebanyak 103. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian preeklampsia yaitu usia ibu p-value 0,017, bb ibu hamil <0,001, riwayat penggunaan kontrasepsi p-value 0,002, paritas p-value 0,004, gravida p-value 0,025, hipertensi p-value 0,001, kehamilan berisiko p-value 0,016. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap preeklampsia yaitu riwayat pengunaan kontrasepsi (OR 12,373), Kemudian disusul oleh paritas (OR 9,118), Hipertensi (OR 5,787), Usia Ibu (OR 4,312), Kehamilan (OR 3,498), BB Ibu (OR 1,828). Saran: Untuk dapat melakukan penyuluhan di posyandu atau puskesmas atau instansi kesehatan lainnya kepada ibu dan masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode jangka panjang guna untuk menghindari terjadi nya kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Factors related to delayed initiation of antiretroviral therapy among patients with clinically eligible HIV-infected Eko Purnanto; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 4 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i4.11752

Abstract

Background: Human Immunodeficiency Virus (HIV), namely a virus that reduces the ability of the human immune system, so that sufferers are susceptible to various diseases, the wider scope of ARV administration certainly has a positive impact in reducing mortality and morbidity, improving the quality of life of patients with HIV and AIDS.Purpose: To determine the factors associated with delayed initiation of antiretroviral therapy in Human Immunodeficiency Virus patients at the VCT (Voluntary Counseling and Testing) Clinic of Pringsewu Hospital in 2022.Method: This type of quantitative research, using a cross sectional design. The population of this study were HIV positive patients at the Pringsewu Regional General Hospital Clinic, Lampung for the year 2022, namely 174 patients, using the side total technique. Univariate data analysis, bivariate with chi square and multivariate with multiple logistic regression tests.Results: The result showed that the factors associated with delayed initiation of antiretroviral therapy in Human Immunodeficiency Virus patients at the VCT Clinic at Pringsewu General Hospital in 2022 were Socioeconomic Status (p value=0.009), education level (p value=0.001, opportunistic infections (p value= 0.001), HIV/AIDS Stigma (p value=0.003), and Access (p value=0.018). The most dominant factor associated with delayed initiation of antiretroviral therapy in patients with Human Immunodeficiency Virus infection was access (95% CI, p=0.027 and OR; 3.738).Conclusion: Antiretroviral therapy (ARV) delays in PLWHA are strongly influenced by low socioeconomic status, low education level, presence of opportunistic infections, positive stigma and remote access to healthcare services.Suggestion: Management at the hospital's VCT clinic is suggested to make guidelines or standardized services, educate about the importance of ARVs, provide motivation, and carry out consistent control of ARV therapy. The management always promotes the importance of awareness and adherence in carrying out ARV therapy which will have many benefits in improving quality of life, healthy behavior, and extending life span.
Analisis Faktor Risiko Hipertensi Di Wilayah Provinsi Lampung (Analisis Data Riskesdas 2018) Diah Adelia Emilda; Achmad Farich; Agung Aji Perdana; Fitri Ekasari; Khoidar Amirus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.3782

Abstract

Hypertension is systolic blood pressure ≥ 140, and diastolic ≥ 90 mmHg (Unger et al., 2020). Indonesia showed an increase from the 2013 Riskesdas data (25.8%) and 2018 Riskesdas (34.11%). Lampung ranks 16th with the highest number of hypertension in Indonesia with a presentation reaching 29.94% (Kemenkes RI, 2019) and (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2018). This research aims to determine the risk factors for hypertension in the Lampung province community using 2018 Riskesdas data. Using secondary data with a quantitative research type and cross-sectional design. The research population was the total sample of the 2018 Riskesdas in Lampung Province, namely 22,345 individuals, and the sample excluding pregnant data and incomplete data resulted in a sample of 11,095 individuals. Data analysis used univariate, chi-square, and multiple logistic regression. Bivariate test results of gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity p-value α<0.05 means there is a significant relationship between gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity on the incidence of hypertension in Lampung Province. Obesity has a modifying effect on the relationship between age and the incidence of hypertension, in obese people aged ≥45 the risk of experiencing hypertension is 3,804 times higher than those aged <45 years after controlling for gender, education, history of diabetes mellitus, salt consumption, smoking, and physical activity.
Analysis of Occupational Health and Safety Risks in the Surgical Inpatient Room at Hospital Siti Mariam; Agung Aji Perdana; Riyanti Riyanti; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4174

Abstract

According to the latest report from the International Labor Organization, more than 1.8 million people died in Asia-Pacific. At the Asian level, as many as two-thirds of the global population of more than 2.78 million people die every year due to work accidents or occupational diseases. Meanwhile, based on the National Safety Council (NSC) report, it shows that 41% of accidents in hospitals are greater than in other industries. . The purpose of this study was to determine the level of occupational safety and health risks in the surgical inpatient room of X Hospital Bandar Lampung. This study uses a semi-quantitative method that refers to AS/NZS: 2004 and a method for identifying risk using job hazard analysis (JHA) and multiplying the values​​of consequence, likelihood, exposure to determine the level of risk. The research results obtained with a substantial risk level of 1 risk and an acceptable level of 10 risks.
The Relationship between Knowledge and the Role of Community Leaders on the Incidence of DHF Deni Ardiansyah; Khoidar Amirus; Nova Muhani; Samino
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4197

Abstract

Lampung Province recorded 3,484 cases of Dengue Fever (DHF) or 435 cases in a month. Or there are 14 cases a day. South Lampung recorded 185 people who experienced DHF from January to August 2022. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the role of community leaders on the incidence of DHF in the working area of the Hajimena Health Center, South Lampung Regency in 2023. This type of research is quantitative with a cross sectional approach with a population of 96 respondents and the number of samples is the same as the population because it uses total sampling tectics because the population is less than 100 the entire population is sampled using univariate and bivariate analysis tests. To determine the frequency distribution of the dependent variable (DHF incidence) and to determine the relationship between the independent variables (knowledge and the role of community leaders). The results of univariate research are that there are 26 people who experience DHF, there are 55 respondents who have good knowledge and there are 42 respondents who have poor knowledge, and the role of community leaders is 65 respondents who play a good role and there are 32 respondents who do not play a good role. Bivariate results There is a significant relationship between the knowledge of community leaders on the incidence of DHF (pvalue = 0.011) and There is a significant relationship between the role of community leaders on the incidence of DHF (pvalue = 0.000) in the working area of the Hajimena Health Center in 2023. To improve the knowledge and role of community leaders in paying attention to the condition of the community environment and eradicating mosquito nests, support from health agencies such as health centers and health offices is needed.
Analisis Faktor Risiko Hipertensi Di Wilayah Provinsi Lampung (Analisis Data Riskesdas 2018) Diah Adelia Emilda; Achmad Farich; Agung Aji Perdana; Fitri Ekasari; Khoidar Amirus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.3782

Abstract

Hypertension is systolic blood pressure ≥ 140, and diastolic ≥ 90 mmHg (Unger et al., 2020). Indonesia showed an increase from the 2013 Riskesdas data (25.8%) and 2018 Riskesdas (34.11%). Lampung ranks 16th with the highest number of hypertension in Indonesia with a presentation reaching 29.94% (Kemenkes RI, 2019) and (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2018). This research aims to determine the risk factors for hypertension in the Lampung province community using 2018 Riskesdas data. Using secondary data with a quantitative research type and cross-sectional design. The research population was the total sample of the 2018 Riskesdas in Lampung Province, namely 22,345 individuals, and the sample excluding pregnant data and incomplete data resulted in a sample of 11,095 individuals. Data analysis used univariate, chi-square, and multiple logistic regression. Bivariate test results of gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity p-value α<0.05 means there is a significant relationship between gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity on the incidence of hypertension in Lampung Province. Obesity has a modifying effect on the relationship between age and the incidence of hypertension, in obese people aged ≥45 the risk of experiencing hypertension is 3,804 times higher than those aged <45 years after controlling for gender, education, history of diabetes mellitus, salt consumption, smoking, and physical activity.
Pengaruh Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X BANDAR LAMPUNG Hasanah, Uswatul; Hermawan, Dessy; Amirus, Khoidar
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12037

Abstract

Abstrak: Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit X Bandar Lampung. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, kepuasan pasien yang rendah masih menjadi masalah. Data dari rumah sakit di salah satu negara ASEAN menunjukkan bahwa kepuasan pasien hanya sebesar 79%, sedangkan standar yang ditetapkan adalah > 85%. Di Rumah Sakit X Bandar Lampung, persentase kepuasan pasien rawat inap pada tahun 2017 hanya sebesar 75%, di bawah indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) rawat inap yang sebesar 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit X Bandar Lampung pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sedangkan rancangan penelitian ini adalah adalah penelitian cross sectional yang dilakukan dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Adapun responden penelitian ini sebanyak 124 responden dan analisis datanya menggunakan diagram kartesius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas utama atau faktor yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, atributnya yang dianggap sangat penting, namun pihak rumah sakit belum melaksanakannya sesuai keinginan/harapan pelanggan, antara lain: terdapat nama nomor telepon (call centre) yang mudah di hubungi, waktu besuk rumah sakit tepat waktu, dan petugas rumah sakit tepat waktu saat layanan. U,lkntuk meningkatkan kepuasan pasien perlu dilakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan terutama dalam aspek yang masih kurang optimal.
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Ambar Budi yanto Amin, Muslim Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Ardiansyah, Deni Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Firdayunsari, Firdayunsari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maternity, Dainty Meika Sari, Ida Maya Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ridwan Ridwan Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Safitri, Erna Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima Siti Mariam SITI MARIAM Sri Wulandari Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati, Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wahyudi, Rega Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yulendasari, Rika Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah