p-Index From 2021 - 2026
13.455
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Buletin Al-Turas AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) PENA SAINS Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Metamorfosa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Basicedu AT-TA`DIB Journal on Education JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Gema Wiralodra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Lateralisasi Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sasindo Unpam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Filsafat Indonesia Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru International Journal of Educational Management and Innovation (IJEMI) Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Instructional and Development Researches JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Journal Of Academia In English Educations (JADEs) Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Cakrawala Pendas Journal of General Education and Humanities Kajian Linguistik dan Sastra Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Studies in English Language and Education Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan PPSDP International Journal of Education Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Journal of Professional Elementary Education Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Cendekia Ilmiah Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERFERENSI BAHASA INGGRIS DALAM KARANGAN BAHASA INDONESIA SISWA EKS-RESIDENSI LUAR NEGERI Silviani Marlinda; Dase Erwin Juansah; Odin Rosidi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk interferensi bahasa Inggris dalam karangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang pernah tinggal di luar negeri (eks-residensi). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Prosedur penelitian meliputi tahap pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan interpretasi terhadap data berupa karangan siswa yang memiliki pengalaman tinggal di negara berbahasa Inggris selama lebih dari lima tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa interferensi bahasa Inggris muncul secara nyata pada tiga aspek kebahasaan, yaitu leksikal, sintaksis, dan idiomatik. Interferensi leksikal tampak dalam penggunaan langsung kosakata bahasa Inggris, pada aspek sintaksis, interferensi terwujud dalam bentuk penyusunan kalimat yang mengikuti struktur bahasa Inggris, sementara interferensi idiomatik muncul melalui penggunaan frasa dan ungkapan khas bahasa Inggris tanpa padanan yang sesuai. Faktor penyebab interferensi meliputi dominasi bahasa Inggris sebagai bahasa utama selama tinggal di luar negeri, kurangnya pembiasaan menulis dalam bahasa Indonesia setelah kembali, dan keterbatasan penguasaan kosakata serta struktur gramatikal bahasa Indonesia.
The Flipped Classroom Model and Its Impact on EFL Students' Writing Performance and Critical Thinking Dispositions: A Mixed-Methods Study Safrul Muluk; Syamsul Bahri; Dase Erwin Juansah; Maskur; Fatayatul Hanani Safrul
JADEs Journal of Academia in English Education Vol. 7 No. 1 (2026): JADEs Journal of Academia in English Education
Publisher : Tadris Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jades.v7i1.14448

Abstract

This mixed-methods study investigated the effects of a flipped classroom model on writing performance and critical thinking dispositions among EFL learners. Seventy-four third-year English language teaching students from a university in Indonesia participated in a 14-week quasi-experimental design, with 38 students in the flipped experimental group and 36 in a traditional control group. Data sources included pre- and post-intervention writing samples scored using IELTS band descriptors, the California Critical Thinking Disposition Inventory (CCTDI), semi-structured interviews, and reflective journals. Quantitative analyses revealed significantly larger gains for the experimental group in both writing (mean increase of 1.47 bands versus 0.53, Cohen's d = 0.99) and overall critical thinking dispositions (mean gain of 31.81 points versus 8.52, Cohen's d = 1.07). Subscale analysis showed the largest effects for Truth-seeking, Analyticity, and Confidence in reasoning, with more modest gains for Systematicity and Inquisitiveness. Four themes emerged from qualitative analysis: the cognitive affordance of pre-class preparation, reconceptualization of writing as thinking, social production of thought through peer interaction, and dispositional shifts as identity work. Findings suggest flipped environments can foster both writing development and critical thinking dispositions, though effects vary considerably across learners. The study contributes to understanding mechanisms underlying flipped learning while highlighting the importance of attending to individual differences and the social dimensions of cognitive development.
Analisis Makna Denotasi dan Konotasi dalam Postingan Meme di Akun Instagram @dpm_untircoy Ismi Aunia; Fahada Naina Hakim; Siti Aulia Hamidah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan meme sebagai bentuk komunikasi dan ekspresi sosial di media digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan kritik, sindiran, dan pandangan terhadap realitas kehidupan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam postingan meme akun Instagram @dpm_untircoy dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa teks dan gambar dari sepuluh meme yang diunggah pada Agustus—Oktober 2025. Teknik yang digunakan ialah teknik simak, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membeda (HBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme-meme tersebut merepresentasikan berbagai realitas sosial mahasiswa, yakni (1) tekanan akademik, (2) budaya menunda tugas, (3) perbedaan perspektif antara mahasiswa baru dan lama, (4) kritik terhadap birokrasi kampus, serta (5) ekspresi psikologis mahasiswa. Meme menjadi sarana komunikasi visual yang mencerminkan cara berpikir, emosi, dan budaya mahasiswa di lingkungan kampus.
Systematic Literature Review (SLR): Implementation of the School Literacy Movement (GLS) Programme on Critical Thinking in Primary School Indonesian Learning Outcomes Gadis Niyanti Pertiwi; Dase Erwin Juansah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1179

Abstract

Reading literacy is not just about being able to spell or read, but it is also a very important skill in learning and everyday life. By having this ability, a person can understand and then be able to obtain information more effectively, develop knowledge, and understand other people's perspectives and experiences that can enrich their thinking and broaden their scientific horizons. This research on the implementation of the GLS programme aims to conduct a literature review on the implementation of the School Literacy Movement (GLS) programme in primary schools. In this study, researchers referred to articles or journals using the keyword ‘School Literacy Movement’ in the Google Scholar database. This research was conducted with stages, starting from article collection, article reduction, presentation, and discussion. This article is the result of an analysis based on the literature on the subject being discussed. The research method used in this study is the SLR (Systematic Literature Review) method. The findings of the SLR study which analysed 15 articles showed that the School Literacy Movement must start early, starting from habituation development, and implementation, and the role of parents should not be ignored in the implementation of this GLS.
Linguistic Relationship and Dialect Variation of Banten Javanese and Sundanese in Indonesia Dase Erwin Juansah; Akhmad Baihaqi; Odien Rosidin; Erwin Salpa Riansi
Studies in English Language and Education Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i3.45734

Abstract

Banten people in Indonesia speak two different local languages: Banten Javanese and Banten Sundanese. In reality, it demonstrates that both languages share similarities in phonological and morphological patterns. The purpose of this study is to investigate the language kinship and dialect variations that occur within these local languages. This research employed a case study that involved eight native speakers of Banten Javanese from Serang, as well as eight native speakers of Banten Sundanese from Pandeglang and Lebak. In this study, non-participant observation was used to investigate the dialect variation used among the respondents. Then, semi-structured interviews and documentation were used to analyze the language kinship and separation time between Banten Javanese and Sundanese. The data were analyzed using Miles et al.s model in combination with Swadeshs lexicostatistical technique. The results revealed that (1) 51 pairs of identical words share both morphemic and phonemic similarities; (2) glottochronological estimates suggest that the separation of these local languages from the proto-language occurred between 1171 and 311 BC; and (3) regional dialects are the primary influence on the dialectal variation of these languages. Since these local languages are widely spoken in Banten, the findings reveal important linguistic relationships among local languages, emphasize the role of regional factors, and determine the value of glottochronology in tracing language development and variation
ANALISIS DEIKSIS DALAM CERPEN LELAKI YANG MENDERITA BILA DIPUJI KARYA AHMAD TOHARI Dwi Putri Ardini; Fitri Dwi Cahyani; Aulia Najla Huwaida; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansyah
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji karya Ahmad Tohari sebagai upaya memahami bagaimana bahasa bekerja membangun makna dan kohesi wacana dalam teks sastra. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya kajian linguistik, khususnya semantik dan pragmatik, dalam menganalisis unsur kebahasaan yang berperan dalam pembentukan struktur cerita, karena kajian deiksis pada cerpen tersebut belum banyak dibahas secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang muncul serta fungsi referensial dan kontekstualnya dalam membangun hubungan antar tokoh, peristiwa, dan ruang cerita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa satuan lingual dalam cerpen yang memuat deiksis persona, ruang, dan waktu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat selama periode penelitian berlangsung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan semantik dan pragmatik untuk menafsirkan makna rujukan serta konteks tutur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 93 data deiksis, terdiri atas 71 deiksis persona, 20 deiksis ruang, dan 2 deiksis waktu. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa deiksis berperan penting dalam mengarahkan rujukan tokoh, memperjelas lokasi peristiwa, serta menandai urutan temporal yang menjaga koherensi cerita. Simpulan penelitian menegaskan bahwa deiksis merupakan unsur linguistik yang krusial dalam membangun struktur makna, memperkuat kohesi wacana, serta membantu pembaca memahami dinamika hubungan antar tokoh dan peristiwa dalam cerpen.AbstractThis study examines the use of deixis in Ahmad Tohari’s short story Lelaki yang Menderita Bila Dipuji as an effort to understand how language constructs meaning and textual cohesion within literary discourse. The urgency of this research lies in the limited comprehensive studies that analyze deixis in this short story, despite its significant role in revealing how linguistic elements shape narrative structure through semantic and pragmatic mechanisms. This study aims to describe the types of deixis that appear in the text and to explain their referential and contextual functions in establishing relationships among characters, events, and spatial settings. The research employs a descriptive qualitative method, with data drawn from linguistic units in the short story containing personal, spatial, and temporal deixis. Data collection was conducted through observation and note-taking techniques throughout the research process. The data were analyzed using content analysis supported by semantic and pragmatic approaches to interpret referential meaning and contextual usage. The results reveal 93 occurrences of deixis: 71 personal deixis, 20 spatial deixis, and 2 temporal deixis. These findings demonstrate that deixis plays a crucial role in clarifying character references, describing spatial orientation, and marking temporal sequences that maintain narrative coherence. The study concludes that deixis is an essential linguistic component that shapes meaning, strengthens textual cohesion, and enhances readers’ understanding of character dynamics and event structures within the short story.
Self-Efficacy as a Mediator of Leadership, Learning Organization, Motivation, and Teachers’ Innovative Behavior Fenti Farleni; Syadeli Hanafi; Dase Erwin Juansah
Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Faculty of Tarbiyah, Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v8i2.3026

Abstract

This study examines the uneven development of innovative behavior among public elementary school teachers in responding to changing learning demands. It aims to analyze the direct effects of transformational leadership, learning organization, motivation, and self-efficacy on teachers’ innovative behavior and to test the mediating role of self-efficacy. A quantitative explanatory design was employed. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire administered to 374 public elementary school teachers in Serang Regency, selected through proportional stratified sampling from a population of 5,645 teachers. Hypotheses were tested using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares. The findings show that transformational leadership, learning organization, motivation, and self-efficacy positively affect teachers’ innovative behavior. The three exogenous variables also positively influence self-efficacy. Self-efficacy emerged as the strongest predictor and partially mediated all indirect relationships. These results contribute to educational management by emphasizing the importance of strengthening teachers’ professional confidence in developing school innovation.
ANALISIS PERSAMAAN MAKNA KATA CAPEK, LELAH, DAN LETIH PADA AKUN @roblox_fessDIMEDIA SOSIALX (TWITTER): KAJIAN SEMANTIK LEKSIKAL Amellia Salsabila; Haliza Kusuma Dewi; Nufaisa Nisrina; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.9490

Abstract

Fenomena penggunaan kata capek, lelah, dan letih pada media sosial menunjukkan pergeseran makna dari rujukan fisik menjadi ekspresi emosional dan sosial. Dalam komunitas pemain Roblox di platform X (Twitter), ketiga kata digunakan secara kreatif untuk menggambarkan frustrasi, kejenuhan, hingga dramatisasi pengalaman bermain roblox. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna leksikal dan kontekstual dari ketiga kata tersebut serta menjelaskan fungsi pragmatik yang muncul dalam tuturan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, sadap, dan catat untuk mengumpulkan data berupa unggahan pengguna pada akun @roblox_fess periode Oktober–November 2025. Analisis data dilakukan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik perluas untuk mengidentifikasi relasi makna, gradasi intensitas, serta fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata capek digunakan untuk mengekspresikan kejengkelan ringan dan membangun interaksi sosial; kata lelah menunjukkan kedalaman emosi dan menggambarkan kelelahan mental akibat aktivitas yang berulang; sedangkan letih digunakan secara hiperbolis untuk menandai kondisi emosional yang bersifat humoris atau dramatis. Ketiga leksem memperlihatkan adanya perluasan makna dan fungsi sosial dalam komunikasi digital. Penelitian berkontribusi pada pengembangan ilmu bahasa dan pendidikan dengan memberikan pemahaman tentang dinamika makna dalam media sosial sebagai bagian dari literasi digital, sekaligus memperkaya kajian semantik dan pragmatik pada konteks pembelajaran bahasa di era modern.
Analisis Kesulitan Membaca Siswa SMK PGRI 3 Kota Serang dalam Perspektif Psikolinguistik: Studi Kasus pada Kelas X Penty Susilowati; Odin Rosidin; Dase Erwin Juansyah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1603

Abstract

Kemampuan membaca yang lancar merupakan fondasi utama dalam keberhasilan pembelajaran, terutama dalam memahami teks-teks teknis di tingkat sekolah menengah kejuruan. Namun, hambatan membaca yang dialami siswa tidak semata-mata disebabkan oleh faktor teknis, melainkan juga berkaitan erat dengan aspek psikolinguistik seperti gangguan pemrosesan fonologis, keterbatasan kosakata (leksikal), hambatan sintaksis, dan kegagalan pemrosesan semantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab belum lancarnya membaca pada siswa SMK PGRI 3 Kota Serang dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% siswa mengalami kesalahan fonemik, terutama pada pelafalan fonem kompleks (/tr/, /kl/, /sy/); 65% siswa mengalami kesulitan memahami kosakata teknis; 60% membaca tanpa memperhatikan jeda atau intonasi yang sesuai; dan 85% menunjukkan motivasi rendah dalam membaca, hanya membaca ketika diwajibkan oleh guru. Selain itu, 40% siswa menyatakan mengalami kecemasan saat membaca dan dipengaruhi oleh penggunaan bahasa non-baku dalam keseharian. Temuan ini menegaskan bahwa hambatan membaca bersumber dari proses linguistik internal dan faktor afektif-lingkungan yang saling terkait. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran berbasis psikolinguistik yang holistik serta dukungan literasi dari lingkungan sekolah dan keluarga untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa secara komprehensif.
Violation of Grice's cooperative maxims in buying and selling interactions at Rangkasbitung Market: A pragmatic study Dase Erwin Juansah; Pitri Ayuningsih; Robita Ika Annisa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v8i1.24605

Abstract

Buying and selling interactions in traditional markets involve communication practices such as negotiation, persuasion, and social bonding where speakers do not always adhere to Grice’s Cooperative Principle. While research on Grice’s Cooperative Principle in such interactions is extensive, most studies focus on identifying instances of adherence to or violation of maxims without elucidating the pragmatic functions of these violations within the linguistically diverse socio cultural context of traditional markets. Therefore, this study aims to describe the forms of violations of Grice’s cooperative maxims and explain their pragmatic functions during buying and selling interactions at Rangkasbitung Market. A qualitative descriptive method with a pragmatic approach was employed. The data consisted of utterances from sellers and buyers containing violations of the cooperative maxims. Data collection involved observation specifically listening, nonparticipatory observation, recording, and note-taking while data analysis utilized the extralingual matching method, taking the utterance context into account. The results identified 26 violations of the cooperative maxims: 11 violations of the Maxim of Quantity, 4 of the Maxim of Quality, 2 of the Maxim of Relevance, and 9 of the Maxim of Manner. The findings reveal that maxim violations do not merely reflect communication ineffectiveness; rather, they serve as pragmatic strategies used by sellers and buyers to negotiate prices, persuade interlocutors, maintain bargaining positions, attract buyers' attention, and preserve social relationships during transactions. The novelty of this study lies in its explanation of the strategic functions of maxim violations within the buying and selling interactions at Rangkasbitung Market, which take place in a multilingual community using Indonesian, Sundanese, and a mixture of both. These findings extend the application of Grice’s Cooperative Principle to the context of local economic communication and imply that maxim violations should be understood as communication strategies influenced by interaction goals, social contexts, and culture rather than simply as deviations from conversational norms.
Co-Authors Aat Hartati Abdul Karim Ade Anggraini Kartika Devi Ade Anggraini Kartika Devi Ade Husnul Mawadah Ade Siti Haryanti Ade Siti Haryanti Adinda Sabila Adinda Samihah Salma Adqiyah, Liya Afdal Eki Pratama Afiyah Firiyani Apiyah Agnes Christina Napitupulu Ainisa Liana Putri Aisyah Hamidiyah Akhmad Baihaqi Akhmad Baihaqi Amellia Salsabila Ananda, Alfatika Alya Andini, Cahya Putri Andriyani, Eka Edinda Yuliana Anggraeni, Devi Bunga Anggraeni, Ririn Dwi Ani, Ani Minarti Annisa Novianti Taufik Annisa Novianti, Annisa Annisa Nur Baety Annisa Putri Ramadhini Aqilatul Lathifah Arif Rahman Arum Handayani Asep Muhyidin Asep Muhyidin Asmaarobiyah, Ratu Aulia Najla Huwaida Aulia Nur Afifah Aura Shafa Apriliana Aurelia, Veren Basuki Basuki Cahya Muliana Sari Chudori, Muhammad Rafli Chynta, Nazwa Archika Cici Juvian Dalilah Dalilah Dalilah Dalilah Dea Fitriani Debora, Lidya Lauren Decinta Nesa Karisma Didik Iskandar Didik Iskandar Diwansyah, Fitria Anggraini Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dwi Lutfiah Aini Dwi Putri Ardini Dwi Yunianto Nugroho Eka Dwi Sasmita Putri Eka Fitriyani Eliza Anasera Br Bangun Eliza Anasera Br Bangun Elly Purnamasari Elly Purnamasari Elsa Agustina Manurung Emzir, E Erwin Salpa Riansi Erwin Salpa Riansi Fachrunnisa, Dine Ayu Fachry Abda El Rahman Fahada Naina Hakim Fahmie Firmansyah Fareha Rahmatul Zahra Farid Ibnu Wahid Fatayatul Hanani Safrul Fauziah, Mulya Tiara Fauziyah Azizah Fenti Farleni Firmansyah, Dodi Fitri Dwi Cahyani Fitria Sari Fitria Sari Fitriani, Dea Gadis Niyanti Pertiwi Gracella, Arinda Haliza Kusuma Dewi Hanafi, Syadeli Hanin Mumtazah Putri Widyaningtyas Hasanah, Windatul Haura Zhafira Nur Azizah Heni Pujiastuti Herlin Sulistyo Rini Hermansah Hermansah, Hermansah Hidayat, Sholeh Ikman Nur Rahman Ila Rosmilawati Ilmi Solihat Ilmi Solihat Indriyani Indriyani Iriyansah, Muhammad Rinzat Ismi Aunia Isnayni Kalamsyah Istiqomah Eka Diyanti John Pahamzah Kaman Jaya Saputra Kamilatun Nabilah Keisha Aulia Majid Keti Wahdania Khaila Riyanni Kurniasih, Septi Lela Fadilah Lela Fadilah Liska Berlian Lukman - Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Mar’atus Sholiha Maskur Maslihah Zahroh Agustina Muarif Khusyandi Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh Muhamad Suhepi Muldawati*, Muldawati Mulya Tiara Fauziah Mulya Tiara Fauziah Mulyani, Rizkia Mulyani, Siti Muhasitoh Mutia Nabilla, Syifa Aulia Nada Shofa Lubis Nadea Juliana Nadia Mayasari Najwa Salma Difa Nisrina, Ajeng Nida Noper, Amanda Devina Nufaisa Nisrina Nugroho, Astria Novianti Nulhakim, Lukman Nurazizah Nurazizah, Nurazizah Nurfalida Nurkaila Navita Nurkhofifah, Nanda Odien Rosidin Odien Rosidin Odin Rosidi Odin Rosidin Oktania, Sella Penty Susilowati Pirgayani, Tiara Melya Pitri Ayuningsih Putri Raudhah Heros Rahmania, Firli Azkiya Raihany, Faiza Ramaddini, Novita Riansi, Erwin Salpa Rifdah, Husna Rima Sahaya Riska Herawati Riska, Nina Rizkia Apriliani Robita Ika Annisa Rosidin, Odien Ro’fah, Deviyatul Rudi Haryadi Sabila, Adinda Saffanah Dhiyaan Safrul Muluk Said Mursalin Salsabil Najwa Azhari Salsabila Azahra Santomi, Santomi Saroh Saroh Septi Kurniasih Sholeh Hidayat Silviani Marlinda Sintia Agustin Siti Aulia Hamidah Siti Malihah SITI NURJANAH Solihat, Ilmi Subihah Subihah Sudadio Sudadio Sukoco, Indri Wulandari Sulisthya Dewi Sulthaanika Ferdy Syahwardi Sulthaanika Ferdy Syahwardi Sundawati Tisnasari Sundawati Tisnasari Suprani Suprani Suseno, Asterina Akbariani Syahwardi, Sulthaanika Ferdy Syamsul Bahri Syifani Widya Jayanti Tarigan, Yansen Yehuda Tia Permata Sari Ujang Jamaludin Ujang jamaludin, Ujang Ulfatun Hasanah , Eneng Uzma Amalia Vara Agitya Eka Prawita Vivi Intan Pangestuti Wahyuana Endah Setianingrum Yuly Suryandari Yuniar, Erni Yunita, Elis Yuyu Yuhana