p-Index From 2021 - 2026
11.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Buletin Al-Turas AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) PENA SAINS Al Ishlah Jurnal Pendidikan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Basicedu AT-TA`DIB Journal on Education JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Gema Wiralodra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sasindo Unpam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Filsafat Indonesia Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru International Journal of Educational Management and Innovation (IJEMI) Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Instructional and Development Researches JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Cakrawala Pendas Kajian Linguistik dan Sastra Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Studies in English Language and Education Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan PPSDP International Journal of Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Journal of Professional Elementary Education Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Jurnal Cendekia Ilmiah Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL DALAM LIRIK LAGU HATI-HATI DI JALAN KARYA TULUS Lathifah, Aqilatul; Apriliani, Rizkia; Firmansyah, Dodi; Erwin Juansah, Dase
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.23350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna leksikal dan makna gramatikal yang terdapat dalam lirik lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik untuk mengungkap makna yang terkandung dalam kata-kata pada lirik lagu tersebut. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat dengan cara mendengarkan lagu secara berulang, mencatat kata-kata yang relevan, serta menganalisis maknanya berdasarkan konteks penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 kata yang mengandung makna leksikal dan 10 kata yang mengandung makna gramatikal. Makna leksikal mencerminkan arti dasar kata sebagaimana tercantum dalam kamus, sedangkan makna gramatikal muncul akibat adanya proses gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Temuan ini menunjukkan bahwa lirik lagu Hati-Hati di Jalan kaya akan makna leksikal yang menggambarkan pengalaman emosional dan reflektif, serta makna gramatikal yang memperkuat ekspresi dan pesan lagu secara keseluruhan.
DEIKSIS DALAM FILM PANGGIL AKU AYAH ADAPTASI DARI PAWN: ANALISIS SEMANTIK Sulisthya Dewi; Siti Nurjanah; Decinta Nesa Karisma; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4459

Abstract

Penelitian ini menganalisis tiga jenis deiksis (persona, tempat, dan waktu) dalam dialog film Panggil Aku Ayah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai jenis deiksis yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu persona, waktu dan tempat pada film Panggil Aku Ayah, serta mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis tuturan yang ada dalam film Panggil Aku Ayah sesuai dengan kategori jenis deiksis yang telah ditentukan. Data penelitian berupa tuturan dialog tokoh-tokoh dalam film yang mengandung unsur deiksis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, menyimak untuk mengetahui setiap penggunaan bahasa dalam film, serta mencatat tuturan atau dialog tokoh-tokoh yang mengandung unsur deiksis (persona, tempat, waktu). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk deiksis persona, di mana penggunaan kata ganti seperti “saya” memperlihatkan jarak psikologis dan “aku” memperlihatkan kedekatan atau situasi informal antara penutur dan mitra tutur. Deiksis tempat dikelompokkan menjadi di sini (dekat dengan penutur), di situ (dekat dengan lawan tutur/terlihat jelas), dan di sana (jauh dari keduanya, baik itu penutur maupun lawan tuturnya). Sementara itu, deiksis waktu mencakup, masa lampau (dulu), masa sekarang (sekarang), dan masa yang akan datang (nanti, besok). Secara keseluruhan, deiksis berfungsi sebagai alat penting untuk memahami makna ujaran dan konteks komunikasi dalam tuturan tokoh-tokoh film tersebut.
ANALISIS METAFORA DALAM PUISI “SAJADAH PANJANG” KARYA TAUFIQ ISMAIL Nugroho, Astria Novianti; Andini, Cahya Putri; Firmansyah, Dodi; Juansah, Dase Erwin; Fauziah, Mulya Tiara
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1408

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran metafora sebagai alat konseptual yang mampu menjembatani konsep abstrak dan konkret dalam karya sastra pada puisi Sajadah Panjang karya Taufiq Ismail. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk dan makna metafora yang terkandung dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis isi teks untuk menandai dan membahas unit-unit metaforis dalam puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metafora digunakan secara intensif: metafora sentral “sajadah panjang” merepresentasikan perjalanan hidup manusia dari kelahiran hingga kematian sebagai rangkaian ibadah yang berkelanjutan; citraan peribadatan (tunduk, rukuk, sujud) berfungsi sebagai simbol kepatuhan total dan pengingatan kepada Tuhan; sementara bentuk “interupsi” merepresentasikan aktivitas duniawi (mencari rezeki, mencari ilmu) yang bersifat sementara dan kembali ditata oleh panggilan religius (azan) sehingga pembaca diposisikan pada narasi religiositas yang konsisten.
ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DALAM LIRIK LAGU “KEPADA NOOR” KARYA PANJI SAKTI Andriyani, Eka Edinda Yuliana; Tarigan, Yansen Yehuda; Noper, Amanda Devina; Firmansyah, Dodi; Juansah, Dase Erwin; Fauziah, Mulya Tiara
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1403

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis makna leksikal yang terdapat dalam lirik lagu “Kepada Noor” karya Panji Sakti. Makna leksikal penting dikaji karena setiap kata dalam lirik memiliki makna denotatif yang dapat membantu mengungkap pesan yang sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik lagu “Kepada Noor”. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi seperti rindu, wajah, nama, dan pertemuan secara leksikal bermakna umum sehingga mudah diasosiasikan dengan hubungan romantis. Namun, penanda linguistik seperti pronomina “-Mu” yang ditulis kapital serta diksi bernuansa alam dan spiritual menunjukkan bahwa objek kerinduan dalam lagu bukan manusia, melainkan bersifat transendental. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesalahpahaman pendengar lebih disebabkan oleh keterbatasan pemahaman terhadap makna leksikal dan kecenderungan menafsirkan lagu secara emosional. Demikian, kajian makna leksikal diperlukan untuk membantu pembaca memahami pesan linguistik dalam karya musik secara lebih objektif.
Analisis Makna Denotasi dan Konotasi dalam Postingan Meme di Akun Instagram @dpm_untircoy Ismi Aunia; Fahada Naina Hakim; Siti Aulia Hamidah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan meme sebagai bentuk komunikasi dan ekspresi sosial di media digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan kritik, sindiran, dan pandangan terhadap realitas kehidupan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam postingan meme akun Instagram @dpm_untircoy dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa teks dan gambar dari sepuluh meme yang diunggah pada Agustus—Oktober 2025. Teknik yang digunakan ialah teknik simak, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membeda (HBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme-meme tersebut merepresentasikan berbagai realitas sosial mahasiswa, yakni (1) tekanan akademik, (2) budaya menunda tugas, (3) perbedaan perspektif antara mahasiswa baru dan lama, (4) kritik terhadap birokrasi kampus, serta (5) ekspresi psikologis mahasiswa. Meme menjadi sarana komunikasi visual yang mencerminkan cara berpikir, emosi, dan budaya mahasiswa di lingkungan kampus.
ANALISIS DEIKSIS DALAM NASKAH DRAMA BERJUDUL “KERETA KENCANA” KARYA W. S. RENDRA Aulia Nur Afifah; Wahyuana Endah Setianingrum; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2251

Abstract

Berangkat dari asumsi bahwa makna dalam teks dramatik tidak pernah berdiri secara literal, penelitian ini menelaah bagaimana deiksis bekerja sebagai mekanisme pembentuk makna dalam naskah drama Kereta Kencana karya W. S. Rendra. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan tokoh. Analisis diarahkan tidak hanya pada identifikasi bentuk deiksis persona, waktu, dan tempat, tetapi juga pada cara unsur-unsur tersebut mengonstruksi realitas dramatik. Hasil analisis memperlihatkan bahwa deiksis persona berfungsi sebagai instrumen pembingkaian relasi yang semu, di mana pronomina menciptakan kesan kedekatan yang justru menyembunyikan keterasingan tokoh. Pada saat yang sama, deiksis waktu menunjukkan ketidakteraturan temporal yang mengaburkan batas antara masa lalu, kini, dan yang akan datang, sehingga menghadirkan pengalaman waktu yang bersifat psikologis, bukan kronologis. Adapun deiksis tempat mengoperasikan dualitas ruang, yakni antara ruang konkret yang terbatas dan ruang imajinatif yang meluas, yang secara simbolik merepresentasikan keterputusan tokoh dari dunia sosial. Dengan demikian, deiksis dalam teks ini tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk referensial, melainkan sebagai strategi semiotik yang membangun absurditas, ironi, dan kritik terhadap kondisi eksistensial manusia modern. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis deiksis secara interpretatif dalam kajian pragmatik sastra serta membuka peluang pemanfaatannya dalam pengembangan pembelajaran berbasis pemaknaan kritis.
Co-Authors Aan Hendrayana Abdul Karim Ade Anggraini Kartika Devi Ade Husnul Mawadah Ade Siti Haryanti Adinda Sabila Adinda Samihah Salma Afdal Eki Pratama Afiyah Firiyani Apiyah Agnes Christina Napitupulu Ainisa Liana Putri Aisyah Hamidiyah Akhmad Baihaqi Akhmad Baihaqi Ananda, Alfatika Alya Andini, Cahya Putri Andriyani, Eka Edinda Yuliana Anggraeni, Ririn Dwi Ani, Ani Minarti Annisa Novianti, Annisa Annisa Nur Baety Annisa Putri Ramadhini Apriliani, Rizkia Arif Rahman Arum Handayani Asep Muhyidin Asep Muhyidin Asmaarobiyah, Ratu Aulia Nur Afifah Aura Shafa Apriliana Aurelia, Veren Basuki Basuki Berlian, Liska Cahya Muliana Sari Cici Juvian Dalilah Dalilah Dea Fitriani Debora, Lidya Lauren Decinta Nesa Karisma Didik Iskandar Didik Iskandar Diwansyah, Fitria Anggraini Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dodi Firmansyah Dwi Lutfiah Aini Dwi Yunianto Nugroho Eka Dwi Sasmita Putri Eka Fitriyani Eliza Anasera Br Bangun Eliza Anasera Br Bangun Elly Purnamasari Elly Purnamasari Elsa Agustina Manurung Emzir, E Erwin Salpa Riansi Erwin Salpa Riansi Fachrunnisa, Dine Ayu Fachry Abda El Rahman Fahada Naina Hakim Fahmie Firmansyah Fareha Rahmatul Zahra Farid Ibnu Wahid Fauziah, Mulya Tiara Fauziyah Azizah Fenti Farleni Firmansyah, Dodi Fitria Sari Fitria Sari Gracella, Arinda Hanin Mumtazah Putri Widyaningtyas Hasanah, Windatul Haura Zhafira Nur Azizah Heni Pujiastuti Herlin Sulistyo Rini Hermansah Hermansah, Hermansah Hidayat, Sholeh Ila Rosmilawati Ilmi Solihat Ilmi Solihat Indriyani Indriyani Iriyansah, Muhammad Rinzat Ismi Aunia Isnayni Kalamsyah Istiqomah Eka Diyanti Istiqomah, Firly John Pahamzah Kaman Jaya Saputra Kamilatun Nabilah Keisha Aulia Majid Keti Wahdania Kurniasih, Septi Lathifah, Aqilatul Lela Fadilah Lela Fadilah Liska Berlian Lukman - Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Lukman Nulhakim Marjohan Marjohan Marlinda, Silviani Mar’atus Sholiha Muarif Khusyandi Muhamad Suhepi Muldawati*, Muldawati Mulya Tiara Fauziah Mulyani, Rizkia Mulyani, Siti Muhasitoh Mutia Nabilla, Syifa Aulia Nada Shofa Lubis Nadea Juliana Najwa Salma Difa Nisrina, Ajeng Nida Noper, Amanda Devina Nugroho, Astria Novianti Nulhakim, Lukman Nurazizah Nurazizah, Nurazizah Nurfalida Nurkaila Navita Nurkhofifah, Nanda Odien Rosidin Oktania, Sella Permata Sari, Tia Pertiwi, Gadis Niyanti Pirgayani, Tiara Melya Putri Raudhah Heros Rahmania, Firli Azkiya Raihany, Faiza Riansi, Erwin Salpa Rifdah, Husna Rima Sahaya Riska Herawati Riska, Nina Rosidi, Odin Rosidin, Odien Ro’fah, Deviyatul Rudi Haryadi Saffanah Dhiyaan Said Mursalin Salsabil Najwa Azhari Salsabila Azahra Santomi, Santomi Saroh Saroh Septi Kurniasih Sintia Agustin Siti Aulia Hamidah Siti Malihah SITI NURJANAH Solihat, Ilmi Subihah Subihah Sudadio Sudadio Sukoco, Indri Wulandari Sulisthya Dewi Sulthaanika Ferdy Syahwardi Sundawati Tisnasari Sundawati Tisnasari Suprani Suprani Suseno, Asterina Akbariani Syahwardi, Sulthaanika Ferdy Syifani Widya Jayanti Tarigan, Yansen Yehuda Taufik, Annisa Novianti Tiara Fauziah, Mulya Ujang Jamaludin Ujang jamaludin, Ujang Ulfatun Hasanah , Eneng Uzma Amalia Vara Agitya Eka Prawita Vivi Intan Pangestuti Wahyuana Endah Setianingrum Yuly Suryandari Yuniar, Erni Yunita, Elis Yuyu Yuhana Zahro Aj-Jauharoh, Mufidatuz